cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Nyimak (Journal of Communication)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2018): Nyimak Journal of communication" : 6 Documents clear
Analisis Proses Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Kelas Produksi Film Dokumenter Saat Brainstorming Ide dan Pembuatan Karya Film yusanto, freddy
Nyimak (Journal of Communication) Vol 2, No 1 (2018): Nyimak Journal of communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v2i1.716

Abstract

Proses pembuatan film sebagai Tugas Akhir (TA) dari mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi dengan peminatan Broadcasting di Universitas Telkom, seringkali terfokus pada masalah teknis yang harus dihadapi mahasiswa di lapangan dan laboratorium editing.  Hal-hal lain seperti: substansi dari TA dan penyampaian pesan yang hendak disampaikan kepada audience tidak tertuang atau tersampaikan dengan baik sehingga pada akhirnya, hasil TA menjadi tidak maksimal.  Sepertinya, proses brainstorming ide dan proses pembuatan karya film kurang mendapat perhatian dari mahasiswa selama ini karena mereka sangat bersemangat  dalam mencapai hasil akhir.  Padahal, proses brainstorming ide dan proses pembuatan film merupakan kegiatan yang harus diperhitungkan dan dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian.  Kualitas atau kedalaman dari sebuah karya tercermin dari sukses tidaknya proses tersebut.  Apabila dikerjakan dengan terburu-buru maka biasanya karya film yang dihasilkan banyak terjadi ‘lompatan’, ‘tidak nyambung’ atau konten tidak sesuai dengan judul/konteks’ dan lain sebagainya.  Oleh sebab itu, untuk mengetahui proses brainstorming ide dan proses pembuatan karya film, perlu diadakan suatu penelitian yang komprehensif pada kelas satu Produksi Film Dokumenter semester Ganjil 2017/2018.  Dengan menggunakan metode kualitatif (obervasi lapangan dan interview mendalam) dan teori komunikasi interpersonal (secara lebih spesifik: self-disclosure) diharapkan dapat menemukan cara untuk memahami proses brainstorming ide dan proses pembuatan karya selama satu semester.
MITOS SEKSUALITAS DALAM IKLAN Pah, Jemmy Junius
Nyimak (Journal of Communication) Vol 2, No 1 (2018): Nyimak Journal of communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v2i1.723

Abstract

This study aimed to dismantle the myth of sexuality in print advertising LYNX version of The Cleaner You Are The dirtier You Get. The objects of this study were LYNX print ads version of The Cleaner You Are The dirtier You Get that displays only the female sexy model figure without including the male model. This study used a qualitative research methodology. The method of Roland Barthes semiotic analysis is used to determine the meaning of the signs that exist on the stored advertisements and also the ideology behind the ad. After observing the LYNX print ads version of The Cleaner You Are The dirtier You Get, researchers found the myth of sexuality in various signifier and the signified that exist in the ad. The use of icons such as sexuality sexy female models showed their exploitation efforts both physical and non-physical by exploiting womens bodies and desires. The ideology that is hidden behind LYNX print ads version of The Cleaner You Are The dirtier You Get is the ideology of consumerism, patriarchy and capitalism. Associated with the research, the authors would like to suggest that the ad makers and manufacturers are not continuously use womens bodies as material advertising, especially if the woman is only used as mere sex objects.Keyword: Myth Sexuality, LYNX Print Ad, Semiotics, Roland Barthes, Consumerism, Patriarchy, Kapitalism
PEMBINGKAIAN PEMBERITAAN KASUS DUGAAN PENISTAAN PANCASILA HABIB RIZIEQ SHIHAB PADA HARIAN KOMPAS dan REPUBLIKA Primagara, Megi; Agustin, Lisna
Nyimak (Journal of Communication) Vol 2, No 1 (2018): Nyimak Journal of communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v2i1.736

Abstract

Tulisan ini dilatar belakangi pemikiran bahwa setiap media massa memiliki sudut pandang berbeda dalam memberitakan suatu peristiwa, salah satunya ialah kasus dugaan penistaan Pancasila oleh Habib  Rizieq Shihab. Dua suratkabar nasional, yaitu harian Kompas dan harian Republika, pada edisi 27 Oktober 2016 sampai dengan 30 Januari 2017 memberitakan kasus tersebut dengan pembingkaian berita yang berbeda. Hal ini diperoleh dengan menganalisa berita yang dipublikasikan dua suratkabar tersebut dengan menggunakan teori analisa framing Robert N. Entman yangmana teori tersebut mempunyai dua dimensi besar, yaitu seleksi isu dan penonjolan aspek. Konsep framing model Robert N. Entman yaitu Define Problem (Pendefinisan Masalah), Doagnose Cause (Perkiraan Penyebab Masalah), Make Moral Judgement (Pembuatan Keputusan), dan Treatment Recomenndation (Penyelesaian Masalah).  Kata Kunci : framing, berita, suratkabar
KOMUNIKASI POLITIK TERKAIT TUMPANG TINDIHNYA REGULASI DI INDONESIA Sopian, Sopian
Nyimak (Journal of Communication) Vol 2, No 1 (2018): Nyimak Journal of communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v2i1.551

Abstract

AbstrakUnit analisis penelitian ini yaitu teks berita dari sejumlah portal berita (selama 2017) yang menyajikan pesan-pesan politik terkait permasalahan tumpang tindihnya regulasi di Indonesia. Permasalahan ini penting diteliti mengingat regulasi menyangkut pelayanan dan kebijakan pemerintah terkait pembangunan. Metode yang digunakan analisis wacana Teun van Dijk pada struktur wacana tertentu. Tujuan penelitian untuk mengetahui: 1).Siapa saja komunikator politiknya? 2).Seperti apa pesan yang disampaikan? 3).Berapa banyak regulasi bermasalah? 4).Apa penyebab munculnya permasalahan regulasi? 5).Regulasi apa saja yang bermasalah? 6).Bagaimana dampak dari masalah regulasi? 7).Bagaimana pemerintah mengatasi masalah tersebut? 8).Apakah kira-kira tahun 2018 semua masalah regulasi bisa dituntaskan? 9).Bagaimana keterkaitan komunikasi politik ini dengan konteks pembangunan dan komunikasi pembangunan? 10).Apa saja makna dibalik wacana ini? Dari hasil penelitian disimpulkan: 1).Komunikator politik dari kategori politisi, terutama Presiden lebih mendominasi pemberitaan daripada profesional dan aktivis ; 2).Pesannya beragam tapi yang terpenting yaitu upaya mengatasi permasalahan regulasi; 3).Ada 42.000 regulasi potensial bermasalah di Indonesia; 4).Masalah regulasi muncul karena pembuatannya tidak memperhatikan efektivitas; 5).Permasalahan regulasi terjadi pada berbagai sektor/bidang; 6).Masalah regulasi menimbulkan beragam akibat negatif di lapangan; 7).Mengatasi masalah regulasi dilakukan dengan cara reformasi regulasi, penataan regulasi, perampingan regulasi, atau deregulasi; 8).Kemungkinan tidak semua masalah regulasi bisa tuntas tahun 2018 ini; 9).Komunikasi politik tentang masalah regulasi ini terkait dengan konteks pembangunan dan komunikasi pembangunan; 10).Terdapat makna dan citra yang ingin dibangun Presiden dibalik wacana ini. Kata Kunci: Analisis wacana, komunikasi politik, komunikator politik, pesan politik, regulasi, komunikasi pembangunan
“Pengaruh Service Excellence terhadap Brand Equity pada Pelanggan Batik Air” Hidayat, Ryan; Basit, Abdul
Nyimak (Journal of Communication) Vol 2, No 1 (2018): Nyimak Journal of communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v2i1.739

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui seberapa besar pengaruh pelayanan prima terhadap ekuitas nilai dalam benak pelanggan Batik Air; (2) mengetahui seberapa besar pengaruh ekuitas nilai di dalam benak pelanggan Batik Air; dan (3) mengetahui seberapa besar pengaruh pelayanan prima di dalam benak para pelanggan Batik Airlines. Penelitian ini menggunakan paradigma positivisme dengan pendekatan kuantitatif. Sebagai penelitian deskriptif dan menggunakan causal explanations, populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan Batik Air yang berada di ruang tunggu keberangkatan domestik Terminal 1C Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 978 orang dengan responden 91 orang. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan prima punya pengaruh yang signifikan terhadap ekuitas nilai. Pelayanan prima yang diterapkan oleh maskapai Batik Air di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta berada pada kategori tinggi. Penilaian tertinggi ialah pada dimensi empati, sementara penilaian yang terendah berada pada dimensi daya tanggap. Koefisien determinasi yang diperoleh angka R2 adalah sebesar 0,575 atau (57,5%) yang menunjukkan persentase sumbangan pengaruh variabel independen (X1-X5) terhadap variabel dependen ekuitas nilai adalah sebesar 57,5%, sementara sisanya sebesar 42,5% dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tak diserakan dalam penelitian ini. Kata Kunci: Service excellence, brand equity, kepuasan pelanggan, Batik Air
SELF DISCLOSURE MELALUI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM (Studi Kasus Pada Anggota Galeri Quote) Sagiyanto, Asriyani; Ardiyanti, Nina
Nyimak (Journal of Communication) Vol 2, No 1 (2018): Nyimak Journal of communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v2i1.687

Abstract

Self Disclosure yang dilakukan oleh anggota Galeri Quote melalui media sosial Instagram merupakan pengungkapan diri dengan menuliskan isi hati, pikiran dan pengalaman yang dituangkan dalam bentuk quotes. Pernyataan-pernyataan dalam bentuk quotes yang terkadang tidak mampu dibagikan pada dunia nyata. Namun, dalam suatu kelompok tidak semua melakukan kegiatan self disclosure dengan cara yang sama karena setiap individu memiliki kadar wilayah yang sangat berbeda antara satu dengan yang lainnya, hal ini yang sering menjadi suatu masalah dalam Galeri Quote.Tujuan Penelitian in untuk mengetahui bagaimana konsep Johari Window anggota Galeri Quote melalui media sosial Instagram. Penelitian ini menggunakan pendekatan metodologis peneltian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi, dan  studi pustaka. Hasil dari penelitian mengenai konsep Johari Window bahwa anggota Galeri Quote masuk ke wilayah terbuka (open area) dimana mereka memperbesar wilayah terbuka dibandingkan dengan wilayah lainnya yang otomatis akan mengecil dengan sendirinya, dengan kata lain mereka lebih nyaman dan terbuka pada saat menulis quotes melalui media sosial Instagram.Kata Kunci: Self Disclosure, Media Sosial Instagram

Page 1 of 1 | Total Record : 6