Nyimak (Journal of Communication)
ISSN : -     EISSN : -
Articles
24
Articles
KETEPATAN KOMUNIKASI ANTARA MANAJEMEN DAN AWAK KABIN (FLIGHT ATTENDANT) DI PT. GARUDA INDONESIA

Wardani, Surti

Nyimak (Journal of Communication) Vol 2, No 2 (2018): Nyimak Journal of communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan komunikasi berdasarkan enam elemen komunikasi dalam proses komunikasi antara manajemen dengan Awak Kabin di PT. Garuda Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan menggunakan pendekatan fenomenologi dengan model paradigma naturalistik (naturalistic inquiry). Data penelitian diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dan studi dokumentasi, sementara teknik analisis data yang digunakan adalah analisis induktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen menerapkan sistem keterbukaan dalam berkomunikasi dengan awak kabin, termasuk mengutamakan komunikasi secara tatap muka dan juga mempraktikkan human relation sebagai landasan berkomunikasi. Penyusunan pesan juga dilakukan dengan penyesuaian; apabila bersifat persuasif , akan digunakan kalimat persuasif, begitu pula apabila pesan bersifat informasi (narasi) atau argumentasi. Sedangkan pemilihan channel dilakukan dengan memperhatikan jika penerima (receiver) bisa menyandi balik (decode) agar bisa memunculkan feedback positif, termasuk juga dengan memanfaatkan media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan Whatsapp. Sementara hambatan yang ditemui dalam proses komunikasi yang berlangsung ialah tingginya mobilitas awak kabin dan keengganan awak kabin untuk berkomunikasi dengan pihak manajemen (komunikasi ke atas) meskipun keterbukaan komunikasi telah dilakukan. Kata Kunci: Komunikasi organisasi, ketepatan komunikasi, Garuda Indonesia ABSTRACTThis research aims to determine the fidelity of communication based on the six (6) communication elements in the communication process between management and cabin crew at PT. Garuda Indonesia. This study is qualitative research, using phenomenology approach with naturalistic inquiry model. The research data was obtained through participative observation, in-depth interview and documentation study, while the data analysis technique uses inductive analysis. The results of this study shows that management has implement an openness system in communicating with cabin crew, including prioritizing face-to-face communication and also practicing human relations as the foundation to communicate. Preparation of messages is done with adjustment; persuasive sentences are used if the messages is persuasive, as well as if the message is information (narrative) or argumentation. The channel selection is choosed with attention so receiver (receiver) can encode back (decode) in order to generate positive feedback, including utilizing social media like Facebook, Twitter, Instagram, and Whatsapp. The obstacles encountered in the communication process was the high mobility of cabin crew and the reluctance of the cabin crew to communicate with management, even the openness communication system has been implemented. Keywords: Organizational communication, fidelity of communication, Garuda Indonesia

Komunikasi Kelompok : Studi Dialog Komunitas Dalam Pengembangan Masyarakat di Perkotaan

Wahyono, Eko

Nyimak (Journal of Communication) Vol 2, No 2 (2018): Nyimak Journal of communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKKomunikasi memiliki peran yang sangat vital dalam pemberdayaan komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana proses komunikasi yang berlangsung dalam kelompok masyarakat sebagai bagian dari proses pemberdayaan komunitas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, sementara teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, FGD, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang setara antaranggota komunitas menjadi hal yang penting untuk menjaga keberlangsungan komunitas. Proses komunikasi dan dialog yang dilakukan secara intens dan terus menerus ini dapat menjadi kekuatan dalam mengatasi hambatan serta pada akhirnya akan bergerak menuju kemajuan bersama. Kata kunci: Komunikasi kelompok, partisipasi, dialog, pemberdayaan komunitas ABSTRACTCommunication has vital role in community empowerment. This study aims to see how the process of communication takes place in the community as part of the community empowerment process. This research is qualitative research with case study approach, while data collection techniques use in-depth interviews, focus group discussions, and observations. The results of the research show that the equal communication between community members is important to maintain community sustainability. The process of communication and dialogue that is carried out intensely and continuously can be a power in overcoming obstacles and will eventually move towards mutual progress. Keywords: Group communication, participation, dialogue, community empowerment

Manajemen Public Relations dan Reputasi Organisasi Lembaga Amil Zakat Dompet Dhuafa

Dimyati, Ahmad

Nyimak (Journal of Communication) Vol 2, No 2 (2018): Nyimak Journal of communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) metode identifikasi masalah Public Relations pada LAZ Dompet Dhuafa; (2) proses perencanaan dan pemrograman LAZ Dompet Dhuafa; (3) strategi aksi dan komunikasi LAZ Dompet Dhuafa; dan (4) proses evaluasi program LAZ Dompet Dhuafa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus eksploratif jenis single case holistic. Data primer dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara mendalam, sementara data sekunder bersumber dari studi pustaka dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LAZ Dompet Dhuafa tidak melakukan riset khusus terkait perencanaan program; riset yang dilakukan hanya melalui fakta-fakta baru di lapangan melalui program-program yang sudah ada sebelumnya. Perencanaan program tematik dan nontematik LAZ Dompet Dhuafa dilakukan melalui rapat kerja tahunan, sementara pesan utama yang ingin disampaikan kepada pihak eksternal disampaikan melalui website resmi dan media sosial. Adapun evalusi program yang dilakukan tidak melibatkan publik eksternal. Kata Kunci: Manajemen Public Relations, zakat, Dompet Dhuafa ABSTRACTThis study aims to determine (1) the method of identifying problems of Public Relations at LAZ Dompet Dhuafa; (2) the planning and programming process of LAZ Dompet Dhuafa; (3) the strategy of action and communication of LAZ Dompet Dhuafa; and (4) the evaluation process of the LAZ Dompet Dhuafa program. This study uses a qualitative method with an explorative case study approach and single case holistic. The primary data in this study were obtained through in-depth interviews, while the secondary data were obtained from literature and documentation. The results of the study show that LAZ Dompet Dhuafa does not conduct specific research related to program planning; the research only carried out through new facts in the field through the pre-existing programs. The planning of thematic and non-thematic program is carried out through annual work meetings, while the main message to be conveyed to public (external) is delivered through the official website and social media. Meanwhile, the evaluation of the program did not involve the external public. Keywords: Public Relations management, zakat, Dompet Dhuafa

PEMAKNAAN PROFESI BEAUTY VLOGGER MELALUI PENGALAMAN KOMUNIKASI

Mariezka, Filza Intan, Hafiar, Hanny, Yustikasari, Yustikasari

Nyimak (Journal of Communication) Vol 2, No 2 (2018): Nyimak Journal of communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKDi Indonesia, jumlah beauty vlogger terus mengalami peningkatan yang pesat semenjak 2015. Bahkan, sebagian besar dari mereka menjadikan kegiatan beauty vlogging sebagai pekerjaan tetap. Kemunculan dan perkembangan profesi ini juga menjadi sebuah bukti dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna yang terbentuk dalam diri para pegiat beauty vlogger yang diarahkan melalui teori fenomenologi Schutz. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi kepustakaan. Sementara teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beauty vlogger memaknai profesi mereka menjadi tiga makna, yaitu upaya aktualisasi diri, sebagai mata pencaharian, dan sebagai panutan. Kata Kunci: Makna, profesi, beauty vlogger, pengalaman komunikasi ABSTRACTIn Indonesia, the number of beauty vloggers continues to increase rapidly since 2015. In fact, most of them make beauty vlogging activities as a permanent job. The emergence and development of this profession is also a proof of the development of information and communication technology. This study aims to determine the meaning that formed in the beauty vlogger through Schutzs phenomenological approach. This study uses a qualitative approach with phenomenology as the type of study. Data collection techniques used in-depth interviews, participatory observation, and literature studies. While the data validity technique uses source triangulation. The results of this study showed that the beauty vlogger interpreted their profession into three meanings: self-actualization efforts, livelihood, and role models. Keywords: Meaning, profession, beauty vlogger,communication experiences

MANAJEMEN WISATA RELIGIUS KESULTANAN BANTEN (Bauran Komunikasi Pemasaran Dalam Meningkatkan Jumlah Wisatawan)

annisarizki, annisarizki, Sucahya, Media

Nyimak (Journal of Communication) Vol 2, No 2 (2018): Nyimak Journal of communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji manajemen wisata religius Kesultanan Banten Lama dengan model manajemen bauran pemasaran dalam rangka memperkuat branding objek ziarah. Untuk mencapai tujuan tersebut, identifikasi masalah dalam studi ini ialah konsep manajemen wisata religius guna meningkatkan pengelolaan Kesultanan Banten Lama dan proses bauran komunikasi pemasaran yang berkaitan dengan penguatan citra. Penelitian ini merupakan riset kualitatif, yaitu menggambarkan sebuah perspektif atau informasi dari suatu masalah. Tipe penelitian ini adalah analisis kualitatif yang bersifat sistemis, subjektivis dan analitis. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pariwisata Kesultanan Banten sudah menerapkan bauran komunikasi pemasaran, kecuali pemasaran langsung. Salah satu faktor yang menyebabkan bauran komunikasi pemasaran yang dilakukan belum berjalan maksimal ialah belum selesainya program revitalisasi Banten Lama (2018-2020) yang bertujuan menata ulang Kawasan Banten Lama agar sesuai dengan standar nasional. Kata Kunci: Bauran komunikasi pemasaran, pariwisata, wisata religius, Banten ABSTRACTThis study aims to analyze the management of the Old Banten Sultanate religious tourism with a marketing mix management model in order to strengthen the branding of the pilgrimage object. Identification of the problem in this study is the concept of religious tourism management which aims to improve the management of the Old Banten Sultanate and the marketing communication mix process to strengthen the image of the Banten Sultanate. This research is qualitative research. The characteristic of this research is systemic, subjectivist and analytic. The data collection technique of this study uses in-depth interviews, observations, and literature studies. The results of this study indicate that the tourism management of the Sultanate of Banten has implemented marketing communication mix, except direct marketing. One of the factors that caused the implementation of the marketing communication mix not optimal is the completion of the Banten Lamas revitalization program (2018-2020) which aims to rearrange the Old Banten Region to conform national standards. Keywords: Marketing communication mix, tourism, religious tourism, Banten

Pesan Nonverbal dalam Komunikasi Politik Wahidin Halim Sebagai Calon Gubernur Banten pada Pilkada Banten 2017

Santi, Fitria

Nyimak (Journal of Communication) Vol 2, No 2 (2018): Nyimak Journal of communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pesan nonverbal dalam komunikasi politik Wahidin Halim pada Pilkada Banten 2017, dan difokuskan hanya kepada pesan kinesik, proksemik, artifaktual, dan paralingustik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi nonpartisipan sebagai sumber data primer, dengan studi pustaka dan dokumentasi sebagai sumber sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wahidin Halim selalu tersenyum (pesan fasial) ketika sedang berhadapan dengan masyarakat Banten, sementara gerak olah tangannya (hand gesture) lebih sering terlihat mengangkat tangan dengan jari terbuka. Ketika berada di tengah masyarakat, jarak yang yang terbangun antara Wahidin Halim dengan masyarakat Banten tergolong jarak intim dan personal, sementara penampilan (pesan artifaktual) yang merupakan ciri khasnya ialah baju koko putih, celana hitam, dan peci hitam. Adapun dalam hal kecepatan bicara tergolong cepat, dengan intonasi suara bersemangat serta gaya komunikasi yang ceplas-ceplos dan humoris. Kata Kunci: Komunikasi politik, pesan nonverbal, Pilkada Banten 2017, Wahidin Halim ABSTRACTThis study aims to find out various nonverbal messages in Wahidin Halims political communication in 2017 Banten elections, and focused only on the message of kinesik, proxemik, artifactual, and paralingustik. The approach used in this study is qualitative with descriptive method. The data collection techniques used in-depth interview and nonparticipant observation as primary data sources, with literature study and documentation as secondary sources. The results of this study showed that Wahidin Halim always smiled (facial message) when he was meeting the people of Banten, while the hand gesture was more often seen raising his hand with his fingers open. During the campaign, the distance between Wahidin Halim and the people of Banten was classified as intimate and personal. Meanwhile, the appearance (artifactual message) which is his trademark is white koko, black pants and peci hitam. As for the speed of speaking, Wahidin Halim is quite fast, enthusiasm in tone, and the communication style is ceplas-ceplos and humorous. Keywords: Political communication, nonverbal message, Banten Elections 2017, Wahidin Halim

Analisis Proses Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Kelas Produksi Film Dokumenter Saat Brainstorming Ide dan Pembuatan Karya Film

yusanto, freddy

Nyimak (Journal of Communication) Vol 2, No 1 (2018): Nyimak Journal of communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Proses pembuatan film sebagai Tugas Akhir (TA) dari mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi dengan peminatan Broadcasting di Universitas Telkom, seringkali terfokus pada masalah teknis yang harus dihadapi mahasiswa di lapangan dan laboratorium editing.  Hal-hal lain seperti: substansi dari TA dan penyampaian pesan yang hendak disampaikan kepada audience tidak tertuang atau tersampaikan dengan baik sehingga pada akhirnya, hasil TA menjadi tidak maksimal.  Sepertinya, proses brainstorming ide dan proses pembuatan karya film kurang mendapat perhatian dari mahasiswa selama ini karena mereka sangat bersemangat  dalam mencapai hasil akhir.  Padahal, proses brainstorming ide dan proses pembuatan film merupakan kegiatan yang harus diperhitungkan dan dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian.  Kualitas atau kedalaman dari sebuah karya tercermin dari sukses tidaknya proses tersebut.  Apabila dikerjakan dengan terburu-buru maka biasanya karya film yang dihasilkan banyak terjadi ‘lompatan’, ‘tidak nyambung’ atau konten tidak sesuai dengan judul/konteks’ dan lain sebagainya.  Oleh sebab itu, untuk mengetahui proses brainstorming ide dan proses pembuatan karya film, perlu diadakan suatu penelitian yang komprehensif pada kelas satu Produksi Film Dokumenter semester Ganjil 2017/2018.  Dengan menggunakan metode kualitatif (obervasi lapangan dan interview mendalam) dan teori komunikasi interpersonal (secara lebih spesifik: self-disclosure) diharapkan dapat menemukan cara untuk memahami proses brainstorming ide dan proses pembuatan karya selama satu semester.

MITOS SEKSUALITAS DALAM IKLAN

Pah, Jemmy Junius

Nyimak (Journal of Communication) Vol 2, No 1 (2018): Nyimak Journal of communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This study aimed to dismantle the myth of sexuality in print advertising LYNX version of The Cleaner You Are The dirtier You Get. The objects of this study were LYNX print ads version of The Cleaner You Are The dirtier You Get that displays only the female sexy model figure without including the male model. This study used a qualitative research methodology. The method of Roland Barthes semiotic analysis is used to determine the meaning of the signs that exist on the stored advertisements and also the ideology behind the ad. After observing the LYNX print ads version of The Cleaner You Are The dirtier You Get, researchers found the myth of sexuality in various signifier and the signified that exist in the ad. The use of icons such as sexuality sexy female models showed their exploitation efforts both physical and non-physical by exploiting womens bodies and desires. The ideology that is hidden behind LYNX print ads version of The Cleaner You Are The dirtier You Get is the ideology of consumerism, patriarchy and capitalism. Associated with the research, the authors would like to suggest that the ad makers and manufacturers are not continuously use womens bodies as material advertising, especially if the woman is only used as mere sex objects.Keyword: Myth Sexuality, LYNX Print Ad, Semiotics, Roland Barthes, Consumerism, Patriarchy, Kapitalism

PEMBINGKAIAN PEMBERITAAN KASUS DUGAAN PENISTAAN PANCASILA HABIB RIZIEQ SHIHAB PADA HARIAN KOMPAS dan REPUBLIKA

Primagara, Megi, Agustin, Lisna

Nyimak (Journal of Communication) Vol 2, No 1 (2018): Nyimak Journal of communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tulisan ini dilatar belakangi pemikiran bahwa setiap media massa memiliki sudut pandang berbeda dalam memberitakan suatu peristiwa, salah satunya ialah kasus dugaan penistaan Pancasila oleh Habib  Rizieq Shihab. Dua suratkabar nasional, yaitu harian Kompas dan harian Republika, pada edisi 27 Oktober 2016 sampai dengan 30 Januari 2017 memberitakan kasus tersebut dengan pembingkaian berita yang berbeda. Hal ini diperoleh dengan menganalisa berita yang dipublikasikan dua suratkabar tersebut dengan menggunakan teori analisa framing Robert N. Entman yangmana teori tersebut mempunyai dua dimensi besar, yaitu seleksi isu dan penonjolan aspek. Konsep framing model Robert N. Entman yaitu Define Problem (Pendefinisan Masalah), Doagnose Cause (Perkiraan Penyebab Masalah), Make Moral Judgement (Pembuatan Keputusan), dan Treatment Recomenndation (Penyelesaian Masalah).  Kata Kunci : framing, berita, suratkabar

KOMUNIKASI POLITIK TERKAIT TUMPANG TINDIHNYA REGULASI DI INDONESIA

Sopian, Sopian

Nyimak (Journal of Communication) Vol 2, No 1 (2018): Nyimak Journal of communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstrakUnit analisis penelitian ini yaitu teks berita dari sejumlah portal berita (selama 2017) yang menyajikan pesan-pesan politik terkait permasalahan tumpang tindihnya regulasi di Indonesia. Permasalahan ini penting diteliti mengingat regulasi menyangkut pelayanan dan kebijakan pemerintah terkait pembangunan. Metode yang digunakan analisis wacana Teun van Dijk pada struktur wacana tertentu. Tujuan penelitian untuk mengetahui: 1).Siapa saja komunikator politiknya? 2).Seperti apa pesan yang disampaikan? 3).Berapa banyak regulasi bermasalah? 4).Apa penyebab munculnya permasalahan regulasi? 5).Regulasi apa saja yang bermasalah? 6).Bagaimana dampak dari masalah regulasi? 7).Bagaimana pemerintah mengatasi masalah tersebut? 8).Apakah kira-kira tahun 2018 semua masalah regulasi bisa dituntaskan? 9).Bagaimana keterkaitan komunikasi politik ini dengan konteks pembangunan dan komunikasi pembangunan? 10).Apa saja makna dibalik wacana ini? Dari hasil penelitian disimpulkan: 1).Komunikator politik dari kategori politisi, terutama Presiden lebih mendominasi pemberitaan daripada profesional dan aktivis ; 2).Pesannya beragam tapi yang terpenting yaitu upaya mengatasi permasalahan regulasi; 3).Ada 42.000 regulasi potensial bermasalah di Indonesia; 4).Masalah regulasi muncul karena pembuatannya tidak memperhatikan efektivitas; 5).Permasalahan regulasi terjadi pada berbagai sektor/bidang; 6).Masalah regulasi menimbulkan beragam akibat negatif di lapangan; 7).Mengatasi masalah regulasi dilakukan dengan cara reformasi regulasi, penataan regulasi, perampingan regulasi, atau deregulasi; 8).Kemungkinan tidak semua masalah regulasi bisa tuntas tahun 2018 ini; 9).Komunikasi politik tentang masalah regulasi ini terkait dengan konteks pembangunan dan komunikasi pembangunan; 10).Terdapat makna dan citra yang ingin dibangun Presiden dibalik wacana ini. Kata Kunci: Analisis wacana, komunikasi politik, komunikator politik, pesan politik, regulasi, komunikasi pembangunan