cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Bina Insani ICT Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 4 No 1 (2017): Bina Insani ICT Journal" : 10 Documents clear
Squid Proxy Server untuk Peningkatan Performa Akses Internet Pada Ubuntu Server 10.10 Khasanah, Fata Nidaul
Bina Insani ICT Journal (OLD) Vol 4 No 1 (2017): Bina Insani ICT Journal
Publisher : Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STMIK Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Perkembangan jumlah pengguna internet dikarenakan adanya perkembangan teknologi yang semakin meningkat. Pengguna layanan internet saat ini telah dimanfaatkan oleh siapa saja dan bidang mana saja. Salah satunya bidang pendidikan, pemanfaatan teknologi internet telah dirasakan langsung oleh pihak pendidikan yang dapat meningkatkan proses dan hasil kerja menjadi lebih optimal. Akan tetapi dengan banyaknya jumlah pengguna dapat mempengaruhi kecepatan akses jika tidak dibarengi dengan penambahan suatu teknologi yang dapat mengatasinya dengan biaya yang dapat minimal. Berdasarkan kendala akses internet penelitian ini mengusulkan perlunya instalasi proxy server dengan menggunakan squid pada sistem operasi Ubuntu 10.10. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan mengimplementasikan proxy server dengan menggunakan squid sehingga dapat mempercepat akses internet. Dengan akses internet yang lebih cepat maka dapat meningkatkan kinerja baik bagian akademik maupun bagian administrasi.   Kata kunci: proxy server, squid, squid stable, squid common, squid lang-pack, ubuntu 10.10   Abstract: Development of the number of internet users due to the presence of an ever increasing technological development. Users of internet services have been utilized by anyone and anywhere. One of them is education, utilization of internet technology has been felt directly by the education which can improve the process and results of the work to be more optimal. But with a large number of users can affect the speed of access if it is not coupled with the addition of a technology that can cope with costs that can be minimal. Based on this research internet access barriers suggested the necessity of installing a proxy server using squid on Ubuntu operating system 10.10. The purpose of this research is to design and implement a proxy server using squid so it can speed up access to the internet. With faster internet access then it can improve the performance of both parts of the academic or administrative section.   Keywords: proxy server, squid, squid stable, squid common, squid lang-pack, ubuntu 10.10
Sistem Pakar Untuk Menentukan Bakat Anak Berdasarkan Kepribadian Menggunakan Model Forward Chaining Lestari, Surip Anita; Handayani, Rani Irma
Bina Insani ICT Journal (OLD) Vol 4 No 1 (2017): Bina Insani ICT Journal
Publisher : Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STMIK Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Setiap anak terlahir dengan bakat dan kepribadiannya masing-masing dan unik. Sebagai orang tua tentu ingin memberikan pendidikan yang baik untuk anak mereka. Pendidikan yang baik terkadang belum tentu yang tepat untuk anak tersebut. Karena setiap anak punya bakat yang berbeda. Pemberian pola belajar yang tidak sesuai dengan kepribadian anak. Kesalahan dalam memberikan pendidikan atau pola belajar yang tidak sesuai dengan bakat anak, pada akhirnya anak terbebani dengan pendidikan yang mereka jalani. Sistem pakar yang digunakan untuk menentukan bakat pada anak sesuai kepribadian mengggunakan model Forward Chaining. Perangkat lunak (software) terdiri Adove Dreamweaver CS5.5, MySQL, XAMPP, Browser seperti Mozilla. Aplikasi ini di rancang dengan web supaya tampilan lebih menarik dan dapat di gunakan secara online untuk konsultasi. Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi sistem pakar bakat anak berdasarkan kepribadian anak.   Kata kunci: Sistem Pakar, Bakat, Forward Chaining   Abstract: Every child is born with the talent and personality of each and unique. As parents naturally want to provide a good education for their children. Sometimes a good education is not necessarily appropriate for the child. Because every child has different talent . Provision of learning patterns that are inconsistent with the childs personality. Errors in providing education or learning patterns that do not conform with the talents of children , the child eventually burdened with. The expert system is used to determine the appropriate talent in a childs personality use Forward Chaining models. This application was designed with the web in order to look more attractive and can be used online for consultation.Results from this study is the application of expert system talents of children based on the chil’s personality.   Keywords: Expert System , Talent , Forward Chaining
Penilaian Tata Kelola Elearning Kelas Shift Dengan Menggunakan Kriteria Standar Indeks KAMI Di STMIK Bina Insani Bekasi Septanto, Henri
Bina Insani ICT Journal (OLD) Vol 4 No 1 (2017): Bina Insani ICT Journal
Publisher : Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STMIK Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Organisasi-organisasi seperti lembaga pendidikan, perusahaan dan berbagai institusi lainnya baik milik swasta maupun pemerintah pada umumnya menyediakan anggaran untuk investasi dalam bidang Teknologi Informasi. Investasi tersebut diharapkan memiliki timbal balik yang positif khususnya dari sisi peningkatan efisiensi, efektifitas dan kinerja organisasi.Tingkat ketergantungan berbagai organisasi terhadap Teknologi Informasi semakin besar dan kompleks sejalan dengan perkembangan jaman, sehingga tanggung jawab pengelolaannya pun tidak dapat lagi sepenuhnya dibebankan kepada bagian/divisi TI yang sebenarnya lebih cocok untuk menangani TI dalam bidang Teknis (IT Function), sehingga pengelolaan TI juga harus menjadi tanggung jawab berbagai pihak manajemen dalam sebuah organisasi.IT Governance (Tata Kelola Teknologi Informasi) merupakan sebuah istilah yang merupakan paradigma baru yang muncul akibat semakin besar dan kompleksnya pengelolaan Teknologi Informasi. Tata Kelola TI merupakan suatu komitmen, kesadaran dan proses pengendalian manajemen organisasi terhadap sumber daya TI yang terdiri dari software, hardware, brainware, database dan faktor-faktor lainnya yang berhubungan dengan TI.Elearning sebagai bagian dari sebuah metode baru dalam kegiatan belajar mengajar juga memerlukan Tata Kelola TI yang baik agar dalam pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuannya. Untuk itulah penulisan ilmiah ini mencoba mengukur apakah Tata Kelola TI dalam Elearning yang diselenggarakan di STMIK Bina Insani sudah berjalan dengan baik sesuai standar yang diatur dalam INDEKS KAMI atau masih ada beberapa kekurangan yang perlu diperbaiki.   Kata kunci: Tata Kelola, Elearning, Indeks KAMI   Abstract: Organizations such as educational institutions, corporations and various other institutions, both private and government-owned, generally provide a budget for investment in the field of Information Technology. The investment is expected to have a positive reciprocal in terms of improving the efficiency, effectiveness and performance of the organization.The degree of dependence of various organizations on Information Technology is increasingly large and complex with the development of the era, so that management responsibilities can no longer be read into the IT division / division that is more suitable for IT in the IT (IT Function) field, so IT management should also be Responsibility of the various parties within the organization. IT Governance is a term that is a new paradigm that arises due to the greater and complex management of Information Technology. IT Governance is a commitment, awareness and process of management control over IT resources consisting of software, hardware, brains, databases and other factors related to IT.Elearning as part of a new method of teaching and learning also requires good IT Governance so that it can run well and be in line with its goals. For the purposes of scientific writing is trying to measure corporate governance in STMIK Bina Insani is running well according to standards incorporated in INDEX KAMI or there are still some shortcomings that need to be given.   Keywords: IT Governance. Elearning, INDEX KAMI
Pengembangan Kerangka Kerja Arsitektur Enterprise Safitri, Nadya; Pramudita, Rully
Bina Insani ICT Journal (OLD) Vol 4 No 1 (2017): Bina Insani ICT Journal
Publisher : Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STMIK Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Enterprise Architecture merupakan penjelasan bagaimana sebuah organisasi merancang suatu sistem untuk mendukung kebutuhan bisnis dan teknologi dalam mewujudkan visi misi yang diharapkan. Framework Enterprise Architecture merupakan stuktur logis yang yang berperan untuk membantu dalam pengembangan Enterprise Architecture. Ada berbagai jenis Framework Enterprise Architecture dengan karakteristik kerangka kerja yang berbeda-beda.Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan dua buah Framework dengan membandingkan perbedaan yang dimiliki masing-masing Framework. Framework yang digunakan pada penelitian ini adalah TOGAF dan FEAF. Hasil dari penelitian ini adalah pengembangan Framework TOGAF dengan kelebihan yang dimiliki oleh FEAF.   Kata kunci: Arsitektur Enterprise, FEAF, Kerangka kerja, Pengembangan, TOGAF    Abstract: Enterprise architecture is an explanation of an organization needed to support business and technology needs in realizing the vision of the mission expected. Enterprise Architecture Framework is a logical structure that plays a role in Enterprise development. There are different types of Enterprise Architecture Framework with distinctive work characteristics. The purpose of this research is to develop two Frameworks by comparing the differences that each Framework has. The framework used in this research is TOGAF and FEAF. The result of this research is the development of TOGAF Framework with the advantages possessed by FEAF.   Keywords: Development, Enterprise architecture, FEAF, Framework,TOGAF
Weight Average Model (WAM) For Notebook Selections Dengan Multi-Criteria Berbasis Teknologi Akmaludin, Akmaludin
Bina Insani ICT Journal (OLD) Vol 4 No 1 (2017): Bina Insani ICT Journal
Publisher : Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STMIK Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Banyak pendekatan yang sering digunakan dalam proses pemilihan (selection) menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP).  AHP ini memiliki sejumlah pendekatan dalam menentukan suatu keputusan yang memberikan hasil akhir melalui proses synthesize. Proses synthezise merupakan tahapan proses perhitungan secara global terhadap sejumlah partial decision pada tahapan-tahapan proses sebelumnya yang digambarkan melalui banyak criteria yang digunakan dalam penyusunan hierarchy modeling. Weigh Average Model (WAM) merupakan kristalisasi dari AHP, yang dapat memberikan solusi yang berbeda dengan hasil keputusan yang sama. endekatan model yang digunakan WAM mampu memberikan solusi keputusan score terhadap produk notebook secara optimal yaitu: Prioritas pertama untuk SAMSUNG dengan bobot 0.347, kemudian prioritas kedua dengan bobot 0.272 untuk Lenovo, dan prioritas ketiga untuk ASUS dengan bobot 0.218, dan prioritas terakhir dari empat product comparison yaitu THOSIBA dengan bobot 0.164. Ini hasil yang didapat dengan menggunakan metode Weight Average Model.   Kata Kunci: Analytic Hierarchy Process, Synthesize, Prioritas, Weight Everage Model,   Abstract: Many approaches are often used in the selection process using the Analytic Hierarchy Process (AHP). AHP has a number of approaches in determining whether a decision which gives the final result through the process synthesize. Synthezise process is a calculation process steps globally towards a partial decision in the earlier stages of the process which is illustrated by many criteria used in the preparation of hierarchy modeling. Weigh Average Model (WAM) is the crystallization of the AHP, which can provide different solutions with the same decision result. This research is a development from earlier on the same product in the form of Notebook Core i5, which made the process of multi-criteria test based technology. Modelling approach used WAM is able to provide a solution-making the score against notebook products optimally, namely: The first priority for SAMSUNG with the weight of 0,347, then the second priority with the weight of 0,272 to Lenovo, and third priority to ASUS with weights 0,218, and the last priority of the four product comparison namely Thosiba with 0,164 weights. These results were obtained by using Weight Average Model.   Keywords:  Analytic Hierarchy Process, Synthesize, Priority , Weight Everage Model,
Media Pembelajaran Berbasis Video Animasi Pada Mata Kuliah Logika Dan Algoritma 1 Arifin, Rita Wahyuni
Bina Insani ICT Journal (OLD) Vol 4 No 1 (2017): Bina Insani ICT Journal
Publisher : Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STMIK Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kesuksesan seorang tenaga pendidik dalam mengembangkan materi pembelajaran dapat dilihat dari hasil belajar mahasiswa pada tiap semester. Perkembangan teknologi informasi menjadi motor penggerak untuk mengembangkan bahan ajar menjadi lebih interaktif. Hal ini sejalan dengan Permendiknas nomor 41 tahun 2007 mengenai proses pembelajaran, dimana seorang pendidik diharapkan dapat mengembangkan bahan pembelajaran sebagai salah satu sumber belajar. Permasalahan yang muncul adalah tenaga pendidik masih belum bisa mengembangkan materi pembelajaran berbasis teknologi informasi dengan maksimal. Kecenderungan banyak tenaga pendidik masih menggunakan konsep “student centered learning” dalam memberikan materi ajar kepada mahasiswa, akibatnya mahasiswa menjadi jenuh, tidak tertarik dalam mengikuti materi perkuliahan karena materi perkuliahan disajikan dengan monoton. Dalam penelitian ini penulis membuat story line lalu membuat video animasi dengan software Videoscribe. Hasil dari penelitian ini materi logika dan algoritma menjadi lebih menarik karena disajikan dalam format video, sehingga mahasiswa dapat memutar ulang materi dan menjadi paham mengenai materi logika dan algoritma 1 pada tiap pertemuan.   Kata kunci: Pengembangan, Media pembelajaran, Video Animasi, Videoscribe   Abstract:  The success of an educator in developing learning materials can be seen from the results of student learning in each semester. The development of information technology becomes the driving force to develop teaching materials become more interactive. This is in line with Permendiknas number 41 of 2007 regarding the learning process, where an educator is expected to develop learning materials as one source of learning. Problems that arise is educators still can not develop learning materials based on information technology with the maximum. The tendency of many educators still use the concept of "student centered learning" in providing teaching materials to students, consequently the students become saturated, not interested in following the course materials because the lecture material presented with monotonous. In this study the authors develop multimedia-based learning materials that is by making a storyline and create animated video-based material with videoscribe software. The results of this study of materials logic and algorithm become more interesting because presented in video format, so that students can play back the material and become understand about the material logic and algorithm 1 at each meeting.   Keywords: Development, Instructional Media, Animation Video, Videoscribe
Simple Queue Dalam Menyelesaikan Masalah Manajemen Bandwidth Pada Mikrotik Bridge Supendar, Hendra; Handrianto, Yopi
Bina Insani ICT Journal (OLD) Vol 4 No 1 (2017): Bina Insani ICT Journal
Publisher : Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STMIK Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Jaringan lokal komputer pada perusahaan PT. Anta Citra Arges (ACA)  belum menerapkan manajemen bandwidth untuk setiap PC yang terhubung ke jaringan LAN yang tersedia, namun dengan semakin beragamnya aktifitas user, maka kebutuhan akan suatu sistem yang dapat membatasi bandwidth sangat dibutuhkan. Begitu pula seiring dengan berkembangnya jaringan dan layanan network, dibutuhkan suatu metode manajemen bandwidth yang tepat. Implementasi metode manajemen bandwidth ini dilakukan pada kondisi real  jaringan komputer PT. Anta Citra Arges dengan mengamati throughput rata-rata yang didapatkan di masing-masing client dan CPU Load pada PC Router MikroTik dengan skenario banyak user mengakses beragam layanan, hal ini akan memperlihatkan berbagai aktifitas user dalam menggunakan internet dan memungkinkan beberapa user akan membutuhkan bandwidth yang cukup besar sehingga user yang benar-benar memerlukan bandwidth untuk aktifitas pentingnya akan menjadi terganggu. Solusi yang dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah melakukan implementasi metode manajemen bandwidth  menggunakan MikroTik RouterOS dengan metode simple queue dengan hasil yang didapat adalah dimana TxAvg Rate (transfer rate rata-rata) client 1 sebesar 231.4 kbps dan client 2 sebesar 256.7 kbps, dimana TxAvg rate ini tidak melebihi dari bandwidth maksimal yang telah ditentukan.   Kata kunci: Bandwidth Management, MikroTik, Simple Queue, Transfer Rate   Abstract: The Local Area Network at PT. Anta Citra Arges (ACA) has not implemented a bandwidth management method to each PC within its network. But with more diverse users activities, there is an urgent demand of a system that can manage the network bandwidth usage. The fact that the network and demands of its services are growing, the company needs a right method for managing the bandwidth. An implementation of the bandwidth management method at PT. Anta Citra Arges was done in real computer network condition by observing the average throughput acquired from each client and the CPU Load from the MikroTik Router PC with a scenario of  many users accessing different network services. The observation shows users various activities in using the Internet and how these users’ simultaneous activities use up more bandwidth. Consequently, it interupts those who actually need it for more important work or activities. Therefore, the solution to this problem is to implement the MikroTik RouterOS with a simple queue method. With this bandwith management method, the TxAvg Rate (the Average Transfer Rate) of client 1 is 231.4 kbps and client 2 is 256.7 kbps, in which the TxAvg rate does not exceed the set maximum bandwidth.   Keywords:  Bandwidth Management, MikroTik, Simple Queue, Transfer Rate
Sistem Informasi Pembayaran Biaya Pendidikan Siswa Pada SMK Perwira Bangsa Bekasi Utara Prakoso, Merza Dheo; Herlawati, Herlawati
Bina Insani ICT Journal Vol 4 No 1 (2017): Bina Insani ICT Journal
Publisher : Bina Insani ICT Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang begitu pesatnya dengan didukungnya sumber daya manusia yang berkualitas dan memadai, diharapkan mampu membuat sistem yang dapat membantu sekolah terutama dalam mengelolah data pembayaran sekolah. Sistem Pembayaran Biaya Pendidikan Siswa pada SMK Perwira Bangsa masih menggunakan sistem yang manual. Hal ini menyebabkan sulitnya mencari data pembayaran siswa yang sudah terjadi apabila diperlukan kembali dan kepala sekolah tidak mengetahui staff siapa yang menerima transaksi yang sudah terjadi serta pembuatan laporan transaksi pembayaran yang kurang akurat. Penelitian ini memiliki tujuan utama agar terbangunnya sistem informasi yang dapat digunakan dalam sistem pembayaran iuran siswa. Metode yang digunakan adalah waterfall dengan model pengembangan SDLC yang mampu membuat sistem secara bertahap. Diharapkan dengan adanya sistem ini hasil yang didapat menjadi lebih baik untuk sekolah dan bisa memaksimalkan kinerja petugas dalam melakukan pembayaran iuran siswa serta informasi yang didapat lebih efektif dan efesien.   Kata Kunci : Biaya Pendidikan, Pembayaran, SDLC, Sistem Informasi   Abstract: The development of technology and science that supports so rapidly with qualified human resources and adequate, is expected to create a system that can help schools manage payment data, especially in schools. The system of  payment information tuition fees students in SMK Perwira Bangsa still uses a manual system. This causes difficulty in finding student payment data if necessary happen back and the principal does not know the staff who are receiving happen-transaction payment and preparing reports that are less accurate. This study has the main goal to be the establishment of an information system that can be used in the system of payment of school tuition. Using waterfall method with SDLC development model that can make the system gradually. It is expected with this system the results are better for school and can maximize the performance of officers in making payment of school tuition as well as the information obtained is more effective and efficient.   Keywords: Information System, Payments, Payment Of Fees, SDLC.
Sistem Pengambilan Keputusan Pemilihan Karyawan Terbaik Menggunakan Metode Analytic Hierarchy Process Palasara, Nicodias
Bina Insani ICT Journal (OLD) Vol 4 No 1 (2017): Bina Insani ICT Journal
Publisher : Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STMIK Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

dengan sebaik-baiknya sehingga mampu memberikan hasil yang maksimal. Dalam menciptakan karyawan terbaik yang terampil dan mampu memberikan kontribusi terhadap keberhasilan perusahaan perlu adanya penilaian prestasi kerja atas segala bentuk pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh karyawan tersebut. Hasil prestasi kerja dapat dijadikan sebuah peluang untuk karyawan dan perusahaan untuk melihat potensi dari sisi internal. Dari hasil tersebut perusahaan dapat memiliki dan melihat karyawan terbaik dari seluruh karyawan yang ada. Dan dari sisi karyawan, melihat adanya potensi untuk mendapatkan reward dari prestasi yang mereka perbuat, sehingga pemilihan karyawan terbaik menjadi sebuah semangat untuk karyawan dan peningkatan kualitas kerja. Metode AHP merupakan yang paling banyak digunakan karena motode tersebut konsepnya sederhana, mudah dipahami, komputasinya efisien dan memiliki kemampuan untuk mengukur kinerja dari alternatif-alternatif keputusan dalam bentuk matematis yang sederhana. Untuk kriteria dalam penilitian ini ada 14 kriteria dan 10 alternatif.   Kata kunci:  AHP, Karyawan Terbaik, penilitian ,Sistem Penunjang Keputusan,   Abstract: Human resource potential in the company should be utilized as well as possible so as to provide maximum results. In creating the best employees are skilled and able to contribute to the success of the company needs their job performance ratings on all forms of work that has been carried out by the employee. The results of job performance could be used as an opportunity for employees and the company to see the potential of the internal side. From these results the company can have and view the best employees of all existing employees. And in terms of employees, sees the potential to get the reward of accomplishment they do, so the selection of the best employees into a passion for the employees and improving the quality of work. AHP method is most widely used as the method attribute the concept is simple, easy to understand, computationally efficient and has the ability to measure the performance of alternatives in the decision of a simple mathematical form. To the criteria in this research there are 14 criteria and 10 alternatives.   Keywords:  AHP, Best Employee, Decision Support System, research
Pemilihan Laptop Terbaik Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process Pada PT Swadharma Sarana Informatika Priyanto, Mega; Sutinah, Entin
Bina Insani ICT Journal (OLD) Vol 4 No 1 (2017): Bina Insani ICT Journal
Publisher : Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STMIK Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Laptop telah mengalami perkembangan yang cukup pesat saat ini, baik dari segi hardware, software dan spesifikasi yang disajikan. Permasalahan yang kerap terjadi yaitu laptop mengalami hang atau macet pada saat menjalankan program yang berat pada bagian monitoring. Dalam hal ini diperlukan Sistem Pendukung Keputusan untuk melakukan pemilihan laptop terbaik dengan tujuan untuk mengurangi terjadinya hang atau macet pada saat laptop digunakan. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa alternatif pilihan, yaitu; Asus A456, Lenovo ThinkPad Edge E440-Q01, HP Pavilion 14-N016TU dan Toshiba Satellite L40-AS102X serta terdapat beberapa kriteria yang ditentukan sebagai pendukung penelitian yaitu; Harga, Ukuran dan jenis layar, Jenis Prosesor, Kapasitas RAM (Random Access Memory), Kapasitas Harddisk, Kapasitas Baterai dan Sistem Operasi. Penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process dan aplikasi Expert Choice sebagai alat bantu. Maka didapatkan hasil dari perhitungan yaitu; ASUS A456 dengan nilai 0,313, Lenovo ThinkPad Edge E440-Q01 dengan nilai 0,294, HP Pavilion 14-N016TU dengan nilai 0,261 dan Toshiba Satellite L40-AS102X dengan nilai 0,132. Berdasarkan hasil tersebut maka ASUS A456 dengan nilai 0,313 atau setara dengan nilai 31,3% menduduki posisi pertama dan menjadi pilihan laptop yang akan digunakan pada bagian monitoring serta kriteria yang terdapat pada laptop ASUS A456 akan dijadikan sebagai minimum spesifikasi ter-update bagi PT. Swadharma Sarana Informatika.   Kata kunci: Metode Analytical Hierarchy Process, Pemilihan Laptop, Expert Choice   Abstract:  Laptop have experienced a fairly rapid development at this time, both in terms of hardware, software and specifications are presented. Problems that often happens that the laptop has a hang or a jam when running a heavy program on the monitoring. In this case required Decision Support System to perform the best laptop selection in order to reduce the occurrence of hang or jammed when the laptop is used. This research was conducted with several alternative options, namely; Asus A456, Lenovo ThinkPad Edge E440-Q01, HP Pavilion 14-N016TU and Toshiba Satellite L40-AS102X and there are several criteria specified as research support that is; Price, Size and type of display, Processor Type, RAM (Random Access Memory) Capacity, Hard Drive Capacity, Battery Capacity and Operating System. This research uses Analytical Hierarchy Process method and Expert Choice application as a tool. Then the results obtained from the calculation that is; ASUS A456 with a value of 0.313, Lenovo ThinkPad Edge E440-Q01 with a value of 0.294, HP Pavilion 14-N016TU with a value of 0.261 and Toshiba Satellite L40-AS102X with a value of 0.132. Based on these results, the ASUS A456 with a value of 0.313 or equivalent to the value of 31.3% occupy the first position and a choice of laptops that will be used in the monitoring and criteria contained on ASUS A456 laptop will be used as the minimum specification is updated for PT. Swadharma Sarana Informatika   Keywords: Analytical Hierarchy Process Method, Laptop Election, Expert Choice

Page 1 of 1 | Total Record : 10