cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Berkala Arkeologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 292 Documents
Back Cover JBA Vol. 38 No. 2 (2018) Arkeologi, Berkala
Berkala Arkeologi Vol 38 No 2 (2018)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.185 KB)

Abstract

Cover Berkala Arkeologi Volume 6 No. 1 March 1985 Arkeologi, Berkala
Berkala Arkeologi Vol 6 No 1 (1985)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.363 KB)

Abstract

LANSKAP ARKEOLOGI DALAM PERSPEKTIF PROSESUAL DAN PASCA-PROSESUAL: STUDI KASUS KOMPLEKS MEGALITIK DI DATARAN TINGGI JAMBI Sunliensyar, Hafiful Hadi
Berkala Arkeologi Vol 38 No 2 (2018)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.449 KB) | DOI: 10.30883/jba.v38i2.267

Abstract

The development of archaeology paradigm from processual to postprocessual, influence the archaeologists thought about landscape. Sometimes, the landscape in archaeology is arduous understood because overlapping with other studies. Actually, this problem can be solved if we analyze the development of archaeology paradigm which associated with landscape study. This article attempts to discuss the ambiguity of landscape in archaeology with case study on the megalithic complex in Jambi Highland. Based on the data, it is known that: landscape in procesual study just explain the association between megalithic with burial-jars, mountains, settlements, and natural resources around it. The result which obtained in this perspective, was an explanation of megalithic function based on the relationship between sites and environment. Conversely in post-processual, attempts to interpret about megalithic complex in Jambi Higland based on individual (including researcher perception) or community perceptions. The result obtained in postprocessual, can answer questions about the unevenness of megalithic orientation and the difference of megalithic locations.  
LANSKAP PERKEBUNAN TEMBAKAU KEBONARUM DAN GAYAMPRIT KABUPATEN KLATEN Nagari, Galih Sekar Jati
Berkala Arkeologi Vol 38 No 2 (2018)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.225 KB) | DOI: 10.30883/jba.v38i2.253

Abstract

Klaten is a region in Surakarta residency in 18-20th century during Colonial era. It held an important role in the economy of Surakarta region during that period. Klaten became area with the highest plantation productivity in Surakarta. Several plantation companies were established in Klaten, including sugar industries, indigo plantations, and tobacco plantations. Today, several plantation infrastructures can be observed, and its historical background can be traced well, but researches about Klaten Colonial industries are seldom. There are operating tobacco plantations in Klaten Regency, located in Kebonarum and Gayamprit. Plantation area in Kebonarum and Gayamprit is used as research material. Survey and historical approach are used in this research. This project aims to explore the important role of Colonial plantations in rural societies, through archaeological environment phenomenon and its history. The existence of plantations in Klaten rural areas was able to offer social change to the societies in Colonial era.
HASIL EKSKAVASI SITUS MALANGSARI, BANYUWANGI: “DATA BARU DOLMEN DI JAWA TIMUR” Kasnowihardjo, Gunadi
Berkala Arkeologi Vol 37 No 1 (2017)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.957 KB) | DOI: 10.30883/jba.v37i1.108

Abstract

Generally in Indonesia and especially in Java, until now, in East Java dolmens are known to be found in, which is in Bondowoso and Besuki. Lately, it is known that dolmen are also found in the area of Banyuwangi Regency. One of the monuments from this megalithic tradition found in the area of PT. Perkebunan Nusantara XII Malangsari, Banyuwangi, East Java. Based on information from the local community it is estimated that the Malangsari plantation area is the Dolmen Tomb Site. Physically, construction of the dolmen in this area only has a few interference because it is buried between 50-60 cm and covered by a coffee plantation which owned by PT. Perkebunan Nusantara XII. However, some of the dolmens have been excavated by people looters. They were able to open the dolmen tomb simply by opening a stone without unpacking its construction. Dolmen that was found from the excavation at Petak D 55 Sidomaju Block, Afdeling Mulyosari, Malangsari, are still intact if it is seen physically and from the construction, but both the human remains and artifacts ware not found. It is a proof that this dolmen has been opened before. Nevertheless, Malangsari dolmen is a very interesting object to conduct research, because of its wide distribution area and there has not been done a comprehensive research for this object. In the future, this object is important to investigate, both for the development of archaeological research, as well as for the benefit of archaeological resource management in Indonesia.Di Indonesia pada umumnya dan Jawa khususnya, selama ini diketahui bahwa dolmen banyak ditemukan di Jawa Timur, yaitu di Bondowoso dan Besuki. Akhir-akhir ini diketahui bahwa dolmen ditemukan pula di daerah Kabupaten Banyuwangi. Salah satu monumen dari tradisi megalitik ini ditemukan di kawasan PT. Perkebunan Nusantara XII Malangsari, Banyuwangi, Jawa Timur. Berdasarkan informasi dari masyarakat setempat diperkirakan bahwa kawasan Perkebunan Malangsari merupakan situs kubur dolmen. Secara fisik, konstruksi dolmen – dolmen di kawasan ini hanya sedikit mengalami gangguan karena tertimbun tanah antara 50 – 60 cm dan tertutup kebun kopi milik PT. Perkebunan Nusantara XII. Namun, rupanya sebagian dari dolmen tersebut telah digali oleh masyarakat yang bertujuan mencari harta karun. Mereka mampu membuka kubur dolmen cukup dengan membuka sebuah batu tanpa membongkar konstruksinya. Dolmen temuan hasil ekskavasi di Petak D 55 Blok Sidomaju, Afdeling Mulyosari, Malangsari, secara fisik dan konstruksi masih terlihat utuh, tetapi baik sisa rangka manusia maupun artefak bekal kuburnya tidak ditemukan. Keadaan semacam ini menunjukkan kemungkinan bahwa dolmen ini pernah dibuka. Luasnya areal sebaran serta belum dilakukannya penelitian secara menyeluruh, menjadikan dolmen Malangsari sebagai objek baru yang sangat menarik untuk diteliti lebih lanjut. Kelak di kemudian hari objek baru ini penting untuk dikaji baik bagi perkembangan penelitian arkeologi, maupun untuk kepentingan pengelolaan sumberdaya arkeologi di Indonesia.
VISUALISASI NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM RELIEF CERITA HEWAN DI CANDI SOJIWAN Retno Sari, Ika Dewi
Berkala Arkeologi Vol 33 No 2 (2013)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.747 KB) | DOI: 10.30883/jba.v33i2.30

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisa relevansi nilai-nilai yang terkandung dalam relief cerita hewan pada Candi Sojiwan dengan pendidikan karakter masa kini. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif fenomenologis. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa cerita hewan dipilih karenacerita hewan adalah cerita yang sangat digemari oleh semua kalangan dan dikenal di berbagai tempat. Hewan dilihat sebagai proyeksi tingkah laku dan sifat manusia sehingga sifat humor dalam cerita hewan menimbulkan niat untuk mengintrospeksi danmeretrospeksi tindakannya. Relief cerita hewan di Candi Sojiwan sebagai salah satu hasil kebudayaan Indonesia mengandung ajaran-ajaran budi pekerti yang masih sangat relevan dengan pendidikan karakter bagi generasi muda pada masa kini. Saran dari penelitian ini, bahwa sekolah dan kalangan pendidik perlu menyusun programpengembangan pendidikan dan pengajaran yang berakar dari budaya lokal. Juga diperlukan kepedulian keluarga dan masyarakat untuk terlibat dalam pendidikan karakter bagi generasi muda, melalui pembiasaan perilaku berbudi.
Cover Vol. 35 No. 1 (2015) Arkeologi, Berkala
Berkala Arkeologi Vol 35, No 1 (2015)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1037.27 KB)

Abstract

Preface Vol 33 No 1 2013 arkeologi, berkala
Berkala Arkeologi Vol 33, No 1 (2013)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.636 KB)

Abstract

ARTEFAK PERUNGGU PRASEJARAH SITUS PASIR ANGIN BOGOR: HUBUNGANNYA DENGAN ASPEK SUMBER BAHAN Prijono, Sudarti
Berkala Arkeologi Vol 36 No 1 (2016)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.039 KB) | DOI: 10.30883/jba.v36i1.225

Abstract

Pasir Angin site is located in the western part of Java Island kept many artifacts coming from metal materials bronze. Bronze at the site was found in context as a means or equipment worship ancestral spirits. The context also shows that Bronze at the time it was considered a luxury item, and community allegedly Pasir Angin was first exposed to goods of metal materials that are the result of high technology. On this site can not be found the remains of bronze production, so it alleged that no local production of bronze artifacts, but to come from surplus areas such objects and how spreading. Through metallographic analysis showed that bronze objects Pasir Angin site making techniques have similarities with the Dong Son bronze objects. In addition, there were traces of shipping and commercial activities that have ever taken place between the Chinese in this case with Indonesia Dong Son bronze objects strengthens the case originated from the region. Thus the site became Pasir Angin setrategis region that gave birth to early civilizations utilization of high technology. The findings of bronze objects on this site strengthens the case that Java has entered International network since the perundagian.Situs Pasir Angin yang terletak di Pulau Jawa bagian barat banyak menyimpan artefak berasal dari bahan logam perunggu.Perunggu di situs ini ditemukan dalam konteknya sebagai sarana atau perlengkapan pemujaan arwah leluhur.Konteks tersebut juga menunjukkan bahwaPerunggu pada pada masa itu dianggap sebagai barang mewah, dan diduga komunitas Pasir Angin pertama kalinya mengenal barang dari bahan logam yang merupakan hasil teknologi tinggi.Di situs ini tidak ditemukan sisa-sisa produksi perunggu, sehingga muncul dugaan bahwa artefak perunggu bukan produksi lokal melainkan di datangkan dari wilayah yang surplus benda tersebut dan bagaimana persebarannya.Melalui analisis metalografi dapat diketahui bahwa benda perunggu situs Pasir Angin mempunyai persamaan teknik pembuatan dengan benda perunggu Dong Son.Di samping itu adanya jejak-jejak pelayaran dan aktivitas perniagaan yang pernah berlangsung antara Cina dalam hal ini Dong Son dengan Indonesia memperkuat dugaan benda perunggu berasal dari wilayah tersebut.Dengan demikian situs Pasir Angin menjadi wilayah setrategis yang melahirkan peradaban awal pemanfaatan teknologi tinggi. Temuan benda perunggu di situs ini memperkuat dugaan bahwa wilayah Jawa telah masuk jaringan Internasional sejak masa perundagian.
EMUAN BELIUNG DI KAWASAN DANAU: Studi Kasus di Kawasan Beberapa Ranu di Jawa Timur Kasnowihardjo, Gunadi
Berkala Arkeologi Vol 34 No 2 (2014)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1565.562 KB) | DOI: 10.30883/jba.v34i2.21

Abstract

Alat batu Beliung baik rectangular adze maupun pick adze merupakan salah satu ciri perkakas masa Neolitik. Di kawasan Asia-Pasifik, jenis perkakas ini dikenal sejaman dengan sebaran bangsa-bangsa penutur rumpun bahasa Austronesia. Di Provinsi Jawa Timur kedua jenis perkakas batu tersebut ditemukan di kawasan danau-danau yang diperkirakan sebagai kawasan permukiman masa lampau. Temuan beliung di situs-situs di kawasan danau merupakan data baru yang dapat melengkapi data tentang sebaran beliung di Jawa, khususnya di Jawa Timur. Benarkah temuan Beliung tersebut memiliki hubungan dengan manusia penghuni kawasan danau? Atas dasar pertanyaan tersebut, maka penelitian ini dilakukan. Untuk menjawab pertanyaan penelitian itu digunakan pendekatan arkeologi keruangan dan juga dilakukan analisis petrografi dari beberapa sampel Beliung dan batuan dari hasil penelitian ini.

Page 1 of 30 | Total Record : 292