cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 1 (2018): Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)" : 4 Documents clear
Kematian Neonatal di Ruang Perinatologi Rsud Tgk. Chik Di Tiro Sigli Periode April 2014 sampai Maret 2016 Erlinawati, Erlinawati; Abdullah, Asnawi; Abdurrahman, Faisal
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 4, No 1 (2018): Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Dari seluruh kematian neonatal di Indonesia sebanyak 46,2% meninggal pada masa neonatus (usia di bawah 1 bulan). Data Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk. Chik Di Tiro di Kabupaten Sigli menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kematian neonatal pada tahun 2015. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kematian neonatal. Metode: Penelitian ini bersifat analitik melalui pendekatan retrospektif dengan rancangan penelitian case control dengan rasio 1:2. Populasi adalah neonatal berumur 0-28 hari di Ruang Rawat Perinatologi RSUD Tgk. Chik Ditiro selama periode April 2014 sampai dengan Maret 2016. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Hasil: Didapatkan bahwa ada hubungan usia ibu (OR:2,4; P-value 0,001), preeklamsia-eklamsia (OR: 9,8; P-value 0,001), BBLR (OR: 3,6; P-value 0,001), ketuban pecah dini (OR: 1,9; P-value 0,001) dengan kematian neonatal. Tidak ada hubungan paritas (OR: 1,2; P-value 0,507), plasenta previa (OR: 1,3; P-value 0,429), asfiksia (OR: 1,4; P-value 0,137) dengan kematian neonatal. Faktor yang paling dominan yang berhubungan dengan kematian neonatal adalah preeklamsia-eklamsia (OR: 7,2; P-value 0,001). Kesimpulan: Bagi RSUD Tgk. Chik Ditiro sebagai masukan dalam mengambil kebijakan kesehatan yang berhubungan dengan kesehatan ibu dan anak untuk mencegah terjadinya komplikasi maternal dan menurunkan kematian neonatal.
Determinan Health Literacy pada Ibu Menyusui di RSUD Dr. Zainoel Abidin di Banda Aceh Yusuf, Namira; Sanusi, Sri Rahayu; Djafri, Defriman
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 4, No 1 (2018): Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Capaian pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif di Provinsi Aceh pada tahun 2013 adalah 49,6% yang menunjukkan belum mencapai angka yang diharapkan yaitu sebesar 80%. Hal ini berkaitan dengan health literacy yang rendah sehingga berpengaruh buruk pada perilaku kesehatan. Penelitian ini akan mengkaji determinan Health literacy pada ibu menyusui di Ruang Serunee 3 di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) di Banda Aceh. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu post partum di ruang Serune 3 RSUDZA. Jumlah sampel sebanyak 70 orang pengambilan sampel secara accidental sampling. Hasil: Hasil uji statistik tidak ada hubungan usia dengan health literacy (P-value = 0,425), ada pengaruh pendidikan (P-value = 0,029), pekerjaan (P-value = 0,034), pendapatan (P-value = 0,007), wilayah tempat tinggal (p-value= 0,000), peran keluarga (P-value = 0,024), peran petugas kesehatan (P-value = 0,019), informasi dari media (P-value = 0,001) terhadap health litercy pada ibu menyusui. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini pendidikan, wilayah tempat tinggal dan media merupakan faktor yang paling berpengaruh dengan health literacy pada ibu menyusui di Ruang Serunee 3 RSUDZA Banda Aceh.
Tingginya Angka Anemia pada Ibu Hamil di Aceh Fajriani, Eulisa
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 4, No 1 (2018): Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada wilayah kerja Puskesmas Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya tahun 2017memiliki angka anemia yang tinggi, dari hasil data Dinas Kesehatan Pidie Jayamelaporkan jumlah ibu hamil yang mengalami anemia ringan sebanyak 388orang dan sekitar 51 orang mengalami anemi berat. Namun, dari hasil penelitiandidapatkan mengkonsumsi tablet Fe, Pekerjaan, Pengetahuan, dan pola makanadalah faktor-faktor yang menyebabkan anemia pada wanita atau pada ibu hamil.Karakteristik ibu hamil dengan anemia pada kehamilan memiliki hubungandengan mengkonsumsi tablet Fe, pengetahuan, pekerjaan dan pola makan ibuhamil. Anemia yang terjadi di Indonesia banyak dipengaruhi oleh kekurangan zatbesi.Zat besi adalah garam besi dalam bentuk tablet atau kapsul yang apabiladikonsumsi secara teratur dapat meningkatkan jumlah sel darah merah. Wanitahamil mengalami pengenceran sel darah merah sehingga memerlukan tambahanzat besi untuk meningkatkan jumlah sel darah merah dan untuk sel darah merahjanin. Mengkonsumsi zat besi sangat berguna pada ibu hamil, dalam hal inisangat berhubungan dengan tingkat anemia pada ibu hamil.Adapun faktor pekerjaan yang dilakukan ibu hamil dalam sector informal denganbeban kerja fisik yang relatif lebih berat, menyebabkan seseorang mengeluarkanbanyak keringat. Hal ini mengakibatkan peningkatakan pengeluaran zat besibersama keringat. Wanita hamil yang melakukan beban kerja berat memerlukanbanyak sekali makanan untuk kondisi kesehatan tubuhnya walaupun untukenerginya, sehingga zat-zat gizi yang dibutuhkan harus tercukupi. Kekuranganzat besi dapat menyebabkan ibu anemia yang secara tidak langsung sangatberbahaya bagi ibu hamil pada masa kehamilannya.Pola makan pada ibu hamil juga memberikan pengaruh kepada ibu hamil.Anemia dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang denganasupan zat besi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Zat besi dapatdiperoleh dengan cara mengonsumsi daging (terutama daging merah) seperti sapi.Zat besi dapat ditemukan pada sayuran berwarna hijau gelap seperti bayam dankangkung, buncis, kacang polong, serta kacang-kacangan. Perlu diperhatikanbahwa zat besi yang terdapat pada daging lebih mudah diserap tubuh daripadazat besi pada sayuran atau pada makanan olahan seperti sereal yang diperkuatdengan zat besi.Anemia juga bisa dicegah dengan mengatur jarak kehamilan. Makin seringseorang wanita mengalami kehamilan dan melahirkan, maka akan makin banyak kehilangan zat besi dan menjadi makin anemia. Jika persediaan cadangan fe minimal, maka setiap kehamilan akan menguras persediaan fe tubuh dan akhirnya menimbulkan anemia pada kehamilan berikutnya. Oleh karena itu, perlu diupayakan agar jarak antar kehamilan tidak terlalu pendek, minimal lebih dari 2 tahun. Tingkat pengetahuan ibu hamil yang rendah akan mempengaruhi bagaimana ibuhamil menjaga kehamilannya. Pengetahuan dan sikap ibu hamil tentangkesehatan khususnya anemia akan berpengaruh terhadap perilaku ibu hamil pada pelaksanaan program pencegah anemia dengan mengkonsumsi tablet tambah darah. Pemberian tablet besi dalam program penanggulangan anemia gizi telah dikaji dan diuji secara ilmiah dengan dosis dan ketentuan. Namun, program pemberian tablet besi pada wanita hamil yang menderita anemia kurang menunjukan hasil yang nyata. Hal ini disebabkan oleh kepatuhan minum tablet besi yang tidak optimal, oleh karena itu tingkat kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet fe harus selalu dipantau.
Karakteristik Bidan dan Kualitas Pelayanan Persalinan di Puskesmas PONED Kabupaten Aceh Besar Wahyuni, Sri; Hidayat, Melania; Adamy, Aulina
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 4, No 1 (2018): Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian Ibu (AKI) di Indonesia merupakan yang tertinggi di wilayah ASEAN pada tahun 2014. Demikian di Aceh AKI masih terbilang tinggi dan Aceh Besar merupakan salah satu daerah menyumbang AKI terbanyak. Salah satu upaya untuk menurunkan AKI adalah dengan melahirkan di puskesmas Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Dasar (PONED), namun penelitian menunjukkan bahwa dengan meningkatkan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan tidak dapat menurunkan AKI apabila kualitas pelayanan yang diberikan kurang baik atau buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristi bidan dan kualitas pelayanan persalinan di Puskesmas PONED Aceh Besar. Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi adalah seluruh bidan yang menolong persalinanpada ibu bersalin yang berkunjung di Puskesmas PONed Aceh Besar dan mendapatkan 43 bidan sebagai sampel selama pengambilan data 20 Desember sampai 15 Januari 2017. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil: Tidak ada hubungan antara umur dengan kualitas pelayanan persalinan dengan nilai P-value 0,132; tidak ada hubungan antara pendidikan dengan kualitas pelayanan persalinan dengan nilai P-value 0,089; terdapat hubungan yang bermakna antara lama masa kerja dengan kualitas pelayanan persalinan dengan nilai P-value 0,020; terdapat hubungan yang bermakna antara status kepegawaian dengan kualitas pelayanan persalinan dengan nilai P-value 0,024; dan tidak ada hubungan antara pelatihan dengan kualitas pelayanan persalinan dipuskesmas PONED Kabupaten Aceh Besar. Kesimpulan: Diharapkan kepada petugas kesehatan dapat meningkatkan kualitas pelayanan persalinan terutama di penanganan komplikasi dan kegawatdaruratan.

Page 1 of 1 | Total Record : 4