cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)" : 13 Documents clear
Analisis Faktor Risiko Penyebab Stroke pada Usia Produktif di Rumah Sakit Umum Dr. Zainoel Abidin Putri, Sartika Maulida; Kamil, Hajjul; Tahlil, Teuku
Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan masalah kesehatan masyarakat utama saat ini dan semakin menjadi masalah serius yang dihadapi hampir di seluruh dunia. Hal ini dikarenakan serangan stroke yang mendadak dapat mengakibatkan kematian, kecacatan fisik dan mental. Ditambah lagi saat ini stroke cenderung merambah usia produktif. Metode: Rancangan penelitian ini menggunakan studi epidemiologi analitik observasiona dengan desain case-control 1:1 untuk mencari faktor risiko stroke pada usia produktif. Jumlah sampel untuk faktor risiko stroke adalah 116 responden terdiri dari 58 kasus dan 58 kontrol. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat 5 variabel yang berhubungan secara bermakna: Pola Makan (OR = 6.33; 95% CI: 2.82-14.19; p = 0.0001), Merokok (OR = 3.11; 95% CI: 1.45-6.63; p = 0.003), Olahraga (OR = 4.69; 95%  CI: 2.12-10.35;  p = 0.0001), Jenis  kelamin (OR = 2.93;  95% CI: 1.37-6.28;  p = 0.006), dan Diabetes Mellitus (OR = 4.56; 95% CI: 2.09-9.96;  p = 0.0001). Hasil analisis multivariat diperoleh variabel yang paling berhubungan adalah Pola Makan (OR = 18.17; 95% CI: 4.81-68.55; p = 0.0001), Merokok (OR = 7.65; 95% CI: 2.23-26.22; p = 0.001), Olahraga (OR = 7.79; 95% CI: 2.41–25.21; p = 0.001), dan Diabetes Mellitus (OR = 13.30; 95% CI: 3.60-49.16; p = 0.0001). Saran: Diharapkan dengan menjaga pola makan yang sehat, rutin melakukan olahraga, tidak merokok, dan menjaga kadar gula darah dapat membantu mencegah terjadinya stroke pada usia produktif.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi pada Atlet Tarung Derajat Aceh Nazalia, Nazalia; Aramico, Basri; Amin, Fauzi Ali
Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Status gizi yang buruk dapat mempengaruhi derajat kesehatan dan kebugaran atlet. Status gizi atlet diukur dengan menggunakan indikator Indeks Massa Tubuh (IMT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang berhubungan dengan status gizi pada atlet Tarung Derajat Aceh. Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik dan menggunakan desain cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan penyebaran angket. Sampel adalah seluruh populasi - seluruh atlet tarung derajat Aceh telah memasuki masa Training Center (TC) sejumlah 51 orang. Uji statistik yang digunakan yaitu uji chi-square dan dianalisa secara univariat dan bivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa atlet tarung derajat yang status gizi kurus 13.7%, status gizi normal 74.5%, dan status gizi gemuk 11.8%. Berdasarkan analisa univariat terdapat atlet dengan pola makan salah 47.1%, melakukan aktivitas fisik yang berat 33.3%, aktivitas ringan 23.5%, pengetahuan gizi kurang 43.1%, intensitas latihan kurang 29.4% dan intensitas latihan berat 25.5%. Berdasarkan hasil bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan pola makan (p-value 0.040), aktivitas fisik (p-value 0.031), pengetahuan gizi (p-value 0.016) dan intensitas latihan (p-value 0.043) dengan status gizi atlet. Saran: Diharapkan kepada para pengurus dan pelatih tarung derajat Aceh agar lebih memperhatikan pola makan atlet sesuai dengan kebutuhannya, jumlah kalori yang dikonsumsi dan jadwal yang teratur dapat membantu proses pemenuhan gizi menjadi lebih baik, serta mengadakan penyuluhan gizi yang melibatkan atlet dan para pelatih guna meningkatkan pengetahuan tentang gizi
Analisis Kuesioner WHOQOL-BREF: Mengukur Kualitas Hidup Pasien yang Menjalankan Terapi Hemodialisis di RSUDZA Banda Aceh Muzafarsyah, Muzafarsyah; Adamy, Aulina; Zaman, Nasrul
Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Para penderita gagal ginjal harus menjalani terapi dan salah satu alternatif pengobatan adalah melalu terapi Hemodialisa (HD). Terjadi peningkatan signifikan pada jumlah pasien yang menjalan terapi HD di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) di Banda Aceh. Tercatat pada tahun 2013 sebanyak 192 pasien, 2014 sebanyak 335 pasien dan 2015 meningkat menjadi 462 pasien. Pasien penyakit ginjal seringkali dihadapi berbagai komplikasi yang berakibat semakin menurunnya kualitas hidup pasien tersebut. Tujuan penelitian ini menganalisis kuesioner “Quality of Life” (WHOQOL-BREF) dari WHO untuk mengukur kualitas hidup pasien HD di RSUZA. Metode: Desain penelitian adalah Statistical Equal Modeling (SEM) dengan data analisis menggunakan AMOS 22. Populasi adalah pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi HD di RSUZA pada tahun 2015 (n= 462) dan total sampel sejumlah150 pasien dengan teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Data dikumpulkan dengan membagikan kuesioner langsung kepada responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap indikator pada variabel dimensi fisik, dimensi psikologis, dimensi sosial, dan dimensi lingkungan memenuhi kriteria yaitu nilai CR di atas 1.96 dengan p- value lebih kecil dari pada 0.05. Terkecuali pada indikator “rasa sakit” dan “kebutuhan terapi” yang tidak memenuhi kriteria sehingga perlu dihilangkan. Saran: Perlu menyosialisasikan kepada para pasien terapi HD pentingnya menjaga kulitas hidup melalui kesehatan fisik, psikologis, hubungan sosial pasien dan kesehatan lingkungan sehingga kualitas hidup pasien yang menjalankan terapi HD dapat menjadi positif.
Peningkatan Ketepatan Kader Melalui Modul Pendamping KMS dalam Menginterpretasikan Hasil Penimbangan Balita AL-Rahmad, Agus Hendra
Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kekurangan energi protein (KEP) di provinsi Aceh tahun 2013 diperoleh 21.52%, serta prevalensi anak pendek mencapai sebesar 36.5%. Kader mempunyai peran strategis melalui kegiatan pemantauan pertumbuhan anak di posyandu (Pos Pelayanan Terpadu). Sehingga diperlukan pelatihan bagi kader dengan modul pendamping KMS untuk menentukan interpretasi hasil penimbangan anak di posyandu. Penelitian bertujuan menilai efektivitas pelatihan penggunaan modul pendamping KMS terhadap ketepatan kader dalam menginterpretasikan hasil penimbangan balita. Metode: Jenis penelitian deskriptif analitik menggunakan desain Quasi Experimental dengan pendekatan pretest posttest non equivalent group, dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Darul Imarah selama 2 bulan (Februari-Maret 2015). Sampel merupakan kader puskesmas berjumlah 40 orang (20 perlakuan dan 20 kontrol) yang diambil secara acak. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan statistik R-Cmdr terhadap analisis deskriptif dan analisis inferensial (T-test) pada CI 95%. Hasil: Hasil penelitian diketahui pelatihan mempunyai pengaruh signifikan dalam meningkatkan ketepatan kader (p = 0.000) dalam melakukan interpretasi data. Selanjutnya, pelatihan dengan modul KMS lebih efektif dalam meningkatkan ketepatan kader dibandingkan pelatihan tanpa modul. Kesimpulan: Pelatihan dengan modul pendamping KMS mempunyai pengaruh dalam meningkatkan ketepatan kader. Pelatihan ini mempunyai efektifitas yang lebih baik dibandingkan pelatihan tanpa modul.
Perilaku Klien Suspek HIV/AIDS terhadap Kesediaan Melakukan Voluntary Counseling And Testing di Rumah Sakit Umum Tgk. Chik Ditiro Sigli Annas, Annas; Adamy, Aulina; Zaman, Nasrul
Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Jumlah suspek HIV/AIDS yang melakukan Voluntary Counseling and Testing (VCT) di RSUD Tgk. Chik Ditiro Sigli mengalami penurunan, yaitu 31 orang dari 72 kasus (43.05%) pada tahun 2013 dan menurun pada  tahun 2014 menjadi 57 orang dari 150 (31.33%) serta pada tahun 2015 hanya sebanyak 49 orang dari 193 kasus (25.39%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku klien suspek HIV/AIDS terhadap kesediaan (Intensi) melakukan VCT di RSUD Tgk. Chik Ditiro berdasarkan Teori Perencanaan Perilaku. Metode: Metode quantitative research, menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah klien suspek HIV/AIDS yang melakukan VCT sebanyak 49 klien. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil pengumpulan data dianalisa dengan menggunakan SEM dengan aplikasi AMOS. Hasil: pengujian model menampilkan bahwa Sikap berhubungan dengan Intensi di mana terbukti dari loading factor >0.3 dengan nilai 0.46. Persepsi kontrol prilaku (PBC) berhubungan dengan Intensi di mana terbukti dari loading factor >0.3 dengan nilai 0.66. Norma tidak berhubungan Intensi di mana terbukti dari loading factor <0.3 dengan nilai -0.10. Kovarian Sikap dengan Norma (loading factor >0.3 dengan nilai 0.33), kovarian Sikap dengan Persepsi (loading factor >0.3 dengan nilai 0.67), kovarian Norma Subjektif dengan Persepsi (loading factor <0.3 dengan nilai 0.06). Kesimpulan: Dari hasil analisis yang telah dilakukan terhadap pengukuran model lengkap empat konstruk laten sekaligus yaitu Sikap, Norma Subjektif, PBC, dan Intensi maka dapat disimpulkan model dapat diterima.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kepatuhan Bidan Desa dalam Standar Pelayanan Ante Natal Care Suryani, Suryani; Adamy, Aulina; Ismail, Nizam
Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pengukuran kepatuhan bidan terhadap standar pelayanan antenatalcare (ANC) sebagai wujud penilaian kinerja dan mutu pelayanan ANC perlu dilakukan. Hipotesisnya semakin patuh bidan pada standar ANC, semakin tinggi mutu pelayanan ANC. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan bidan desa di Puskesmas Indrajaya dan Puskesmas Peukan Baro di Kabupaten Pidie pada standar pelayanan ANC dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan bidan desa. Metode: Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 514 bidan desa dan 514 ibu hamil di Puskesmas Indrajaya dan 570 bidan dan 570 ibu hamil di Puskesmas Peukan Baro. Sampel yang diambil sebanyak 58 bidan desa dan 58 ibu hamil di kecamatan Indrajaya dan 59 bidan desa dan 59 ibu hamil di kecamatan Peukan Baro sampai dengan Maret 2016 dengan menggunakan teknik simple random sampling. Hasil: Terdapat 39.6% bidan desa yang patuh di Puskesmas Indrajaya dan sebanyak 61% bidan di Puskesmas Peukan Baro. Hasil uji statistik bivariat diperoleh hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan bidan desa (p-value = 0.00), sebaliknya variabel yang lain (pelatihan, supervisi, utilitas fasilitas, persepsi, dan motivasi) tidak memiliki hubungan dengan kepatuhan bidan. Kesimpulan: Tingkat kepatuhan bidan dalam menerapkan standar ANC di Puskesmas Kecamatan Indrajaya dan Puskesmas Kecamatan Peukan Baro masih rendah. Faktor yang berhubungan dengan kepatuhan bidan desa dalam pelayanan ANC di wilayah kerja dua puskesmas tersebut adalah pengetahuan.
Faktor Risiko Filariasis di Kabupaten Aceh Jaya Rahmad, Mutia Ulfa; Adamy, Aulina; Abdullah, Asnawi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Filariasis merupakan salah satu penyakit menular yang meskipun tidak mematikan tetapi dapat menyebabkan kecacatan permanen sehingga menurunkan produktivitas. Terdapat peningkatan kasus filariasis di Aceh. Aceh Jaya merupakan salah satu kabupaten dengan kasus filariasis terbanyak. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor risiko kejadian filariasis di Aceh Jaya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain matched case control 1:1. Kelompok kasus adalah semua pasien dengan filariasis, sementara kontrol adalah semua orang yang tidak menderita filariasis. Sampel sebanyak 118 orang responden terdiri dari 59 kasus dan 59 kontrol. Hasil: Analisis bivariat menunjukkan bahwa faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian filariasis adalah “Lingkungan Fisik” yaitu Pemakaian Kawat Kasa OR = 4.13 (95% CI: 1.76-9.68), Konstruksi Dinding Rumah OR = 3.94 (95% CI: 1.71-9.04), Konstruksi Plafon OR = 2.33 (95% CI:1.10-4.92), Genangan Air OR = 2.17 (95% CI: 1.03-4.59), dan Keberadaan Semak-semak OR = 4.97 (95% CI: 2.19-11.24), dan “Prilaku” yaitu Kebiasaan Menggunakan Obat Nyamuk OR = 2.59 (95% 1.20-5.60). Dari analisis multivariat, faktor risiko yang paling dominan adalah Konstruksi Dinding Rumah dengan OR= 3.69 (95% CI: 1.52-8, p-value 0.004) dan Keberadaan Semak-semak dengan OR = 4.72; (95% CI: 2.01-11.06, p-value 0.000). Saran: Perlu dilakukan penelitian selanjutnya mengenai faktor risiko filariasis mulai dari pemeriksaan vektor sampai dengan pemeriksaan darah tepi pada malam hari sehingga dapat diidentifikasi jenis bddmikrofilaria yang terdapat di kabupaten Aceh Jaya.
Analisis Faktor Risiko Abortus di Rumah Sakit Ibu dan Anak Pemerintah Aceh Masni, Masni; Abdullah, Asnawi; Hidayat, Melania
Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Abortus merupakan pengeluaran hasil konsepsi, sebelum kehamilan 20 minggu berat badan kurang dari 500 gram. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi faktor risiko kejadian abortus di Rumah Sakit Ibu dan Anak. Metode penelitian: Deskriptif analitik  dengan rancangan penelitian case-control.  Kelompok  kasus  adalah  ibu hamil  yang kurang dari 20 minggu yang mengalami abortus. Sedangkan kelompok kontrol yaitu ibu hamil yang kurang dari 20 minggu yang tidak mengalami abortus. Hasil penelitian: Secara bevariat, faktor yang signifikan yang ditemukan untuk abortus adalah variabel berikut: usia ibu kurang 20  tahun dan lebih 35 tahun (OR = 3.5;  95% CI: 1.2-10.2), paritas ibu lebih dari 4 orang (OR = 5.0; 95% CI: 2.1-12.0), jarak kehamilan kurang dari 2 tahun (OR = 3.9; 95% CI: 1.5-10.5), penggunaan kontrasepsi (OR = 2.3; 95% CI: 1.1-4.8), kehamilan yang tidak di inginkan (OR = 3.2; 95% CI: 1.5-6.6), riwayat keguguran (OR = 3.7; 95% CI 1.2-1.0), pendidikan (OR = 3.0; 95% CI: 1.4-6.5), pekerjaan (OR = 3.1; 95% CI 1.5-6.5), dan penggunaan obat-obatan (OR = 3.1; 95% CI 1.5-6.5). Pada multivariat faktor yang signifikan adalah paritas ibu (OR = 7.7; 95% CI: 1.3-45.6). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan faktor risiko terjadinya abortus yaitu usia ibu, paritas, jarak kehamilan, penggunaan kontrasepsi, kehamilan yang tidak di inginkan, riwayat abortus yang lalu, pendidikan, pekerjaan, dan ibu yang menggunakan obat-obatan. Perlu dilakukan promosi pendidikan kesehatan dengan memberi penyuluhan dan pelayanan kebidanan yang optimal.
Prevalensi dan Determinan Stunting Anak Sekolah Dasar di Wilayah Tsunami di Aceh Besar Uswati, Uswati; Zaman, Nasrul; Adamy, Aulina
Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Khusus untuk beberapa daerah, tsunami yang melanda Aceh tahun 2014 juga dihipotesiskan turut mempengaruhi stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan determinan stunting anak sekolah dasar di wilayah terkena tsunami di Aceh Besar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kasus control. Sampel kasus sebanyak 30 anak stunting dan kontrol sebanyak 60 anak tidak stunting. Pengumpulan data dengan wawancara  dan pengukuran tinggi badan dengan microtoise, kemudian diolah dengan software WHO AnthroPlus. Analisis data univariat, bivariat dan multivariate menggunakan STATA versi 12. Hasil: Prevalensi stunting di kecamatan Peukan Bada yang merupakan wilayah terkena tsunami sebesar 24%. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan stunting dengan pekerjaan ibu (sebagai petani) dengan OR = 98.9, p-value 0.035, pekerjaan ayah yang tidak tetap (tukang/buruh) dengan OR = 22.9, p-value 0.046, dan diare dengan OR = 17.9, p-value 0.047 dan berat lahir dengan OR = 0.78, p-value 0,047. Kesimpulan: Prevalensi stunting di kecamatan Peukan Bada yang merupakan wilayah terkena tsunami tidak begitu berbeda dengan wilayah non-tsunami. Pekerjaan ibu atau ayah, diare dan berat badan lahir merupakan determinan utama. Intervensi pada dua determinan pertama perlu keterlibatan lintas sektor, tidak bisa ditangani sepenuhnya oleh jajaran kesehatan. Penyediaan air bersih dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) perlu terus menjadi perhatian untuk mengurangi kasus diare. Studi ini juga menunjukkan konsumsi gizi yang mencukupi merupakan hal penting yang perlu menjadi prioritas untuk mengurangi BBLR dan dampaknya terhadap stunting.
Analisis Pembiayaan/Belanja terhadap Penderita Chronic Kidney Disease (CKD) yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Syarkawi, Syarkawi; Rahim, Taufiq A.; Saputra, Irwan
Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Chronic Kidney Disease (CKD) atau Penyakit Ginjal Tahap Akhir (PGTA) merupakan penyakit yang sangat serius di antara beberapa penyakit lain di dunia saat ini. Hal tersebut dapat berimplikasi terhadap peningkatan biaya kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pembiayaan/belanja terhadap penderita CKD yang dirawat inap di Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin (RSUZA). Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan cross-sectional design. Populasi dalam penelitian ini semua pasien CKD yang dirawat inap di RSUZA tahun 2016. Sampel diambil sebanyak 50 orang dari total populasi 461 orang dengan menggunakan teknik simple random sampling. Hasil: Dari hasil penelitian, total tarif ina-CBGs Rp. 661.685.089.00, total biaya belanja pasien selama dirawat inap Rp. 49.535.000.00, dan tarif rumah sakit Rp. 930.698.811.00, sedangkan total opportunity cost pendamping Rp. 26.205.000.00, dan total opportunity cost pasien Rp. 112.420.000.00. Hasil uji statistik diperoleh tidak ada perbedaan biaya langsung dan biaya tidak langsung dengan variabel-variabel yang diteliti nilai p-value >0.05. Kesimpulan: Total biaya Ina-CBGs pada 50 pasien CKD yang dirawat inap di RSUZA adalah sebesar Rp. 661.685.089.00. Besarnya biaya pengobatan pada pasien CKD dilihat berdasarkan Severity Level penyakit dan Length of Stay (LOS) pasien.

Page 1 of 2 | Total Record : 13