cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 55 Documents
Modern Lifestyle and Health Wahyuniati, Nur
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.76 KB)

Abstract

Memahami bagaimana mencapai status kesehatan merupakan prioritas di zaman modern, untuk populasi global dan untuk kebijakan pemerintah. Tren gaya hidup modern: penggunaan tembakau, konsumsi alkohol, penyalahgunaan narkoba, diet makanan cepat saji yang tidak sehat, aktivitas fisik yang tidak mencukupi (gaya hidup), stres, jam kerja kantor yang diperpanjang, dan penggunaan berlebihan atau penyalahgunaan teknologi memainkan peran besar dalam mengembangkan "modern" penyakit, terutama Penyakit Tidak Menular (PTM) dan itu mengancam kesehatan fisik dan mental individu. Gaya hidup modern itu sendiri merupakan salah satu penyebab utama kematian yang dapat dicegah di seluruh dunia. Gaya berfikir fisiologis seperti itu menghasilkan peningkatan tingkat faktor risiko, seperti penyakit metabolik, masalah sendi dan skeletal, penyakit kardio-vaskular, penyakit pernafasan, hipertensi, kekerasan dan obesitas secara paralel dan sinergis pada berbagai jalur metabolisme tubuh.
Efektifitas Metode Pendidikan terhadap Perubahan Perilaku Tentang Kesehatan Gigi dan Mulut pada Murid MIN Mesjid Raya Banda Aceh Niakurniawati, Niakurniawati; Usman, Said; bin Abdurrahman, Faisal
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.516 KB)

Abstract

Latar belakang: Kesehatan gigi dan mulut merupakan masalah yang rentan dihadapi oleh kelompok anak usia sekolah dasar. Hasil studi pendahuluan, sekolah MIN Mesjid Raya Banda Aceh pernah melakukan penyuluhan kesehatan, tetapi penyuluhan tentang kesehatan gigi hanya dilakukan setahun sekali. Dari wawancara 17 murid didapati menderita karies, 5 murid yang memiliki pengetahuan yang baik dan masih ada murid acuh tak acuh tentang kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini untuk mengetahui efektifitas metode pendidikan terhadap perubahan perilaku tentang kesehatan gigi dan mulut terhadap 173 murid kelas VI, diambil secara total populasi. Pengumpulan data dan intervensi dari tanggal 2 sampai 28 September 2016 dengan menggunakan kuesioner. Metode: Desain penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan pre test post test non equivalent group design terhadap 2 kelompok yaitu kelompok intervensi yang terdiri dari metode diskusi di kelas VI A (42 murid), metode simulasi di kelas VI B (44 murid), metode demonstrasi di kelas VI C (44 murid) dan kelompok kontrol di kelas VI D (43 murid). Intervensi diberikan dua kali, rentang waktu pre test dan post test selama empat minggu. Analisis data menggunakan t-test dan oneway anova. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan terhadap pengetahuan (p=0,001), perubahan terhadap sikap (p=0,001) dan perubahan terhadap tindakan (p=0,001) tentang kesehatan gigi dan mulut. Saran: Di antara ketiga metode tersebut, ternyata metode diskusi merupakan metode yang paling efektif untuk meningkatkan perilaku tentang kesehatan gigi dan mulut. Diharapkan kerjasama pihak sekolah dengan pihak puskesmas dan dinas kesehatan dalam meningkatkan kunjungan program UKGS ke sekolah-sekolah melalui UKS dengan difokuskan pada pelayanan promotif preventif kesehatan gigi dan mulut.
Pengaruh PHBS dan Sanitasi Lingkungan terhadap Kecacingan pada Balita di Desa Kuala Langsa Kecamatan Langsa Barat Yusriati, Yusriati
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.957 KB)

Abstract

Latar belakang: Penyakit kecacingan masih merupakan masalah kesehatan masyarakat. Kondisi sanitasi lingkungan yang belum memadai, kebersihan pribadi, tingkat pendidikan dan sosial ekonomi rendah dan perilaku hidup bersih dan sehat merupakan faktor-faktor yang mempengaruh kejadian kecacingan. Sementara itu penyakit kecacingan di Kabupaten Langsa Barat masih tinggi yaitu 56,6%. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian cross-sectional. Data diambil dengan menyebarkan kuesioner pada 46 orang ibu yang mempunyai balita di Desa Kuala Langsa  dengan teknik proportional sampling. Data kemudian dianalisis menggunakan Uji Chi-square dan Uji Regresi Logistik berganda pada α = 5%. Hasil: Hasil analisis menunjukkan variabel cuci tangan menggunakan air bersih dan sabun (p-value 0,018), dan saluran pembuangan air limbah (p-value 0,009) berpengaruh signifikan terhadap kejadian kecacing pada balita. Variabel yang tidak berpengaruh terhadap infeksi kecacingan adalah: penggunaan air bersih, penggunaan jamban, ketersediaan air bersih, sarana pembuangan sampah, dan ketersediaan jamban. Variabel yang paling dominan mempengaruhi infeksi kecacingan pada balita adalah cuci tangan menggunakan air bersih dan sabun. Kesimpulan: Diharapkan kepada ibu untuk lebih membiasakan cuci tangan menggunakan air bersih dan sabun sebelum memberi makan anaknya, setelah buang air besar (BAB), dan buang air kecil (BAK). Selain itu diharapkan untuk selalu memantau anaknya dalam bermain terutama yang berinteraksi dengan tanah serta pihak ibu harus memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar.
Perbedaan Tingkat Kepuasan Pasien di Puskesmas Banda Aceh setelah Berlakunya Kebijakan 144 Sarah, Sitti; Abdullah, Asnawi; Adamy, Aulina
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.323 KB)

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan kesehatan pada kebijakan 144 (diagnosis penyakit) era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dilaksanakan secara berjenjang dimulai dari pelayanan kesehatan tingkat pertama di puskesmas. Implementasi kebijakan 144 berimplikasi pada peningkatan jumlah kunjungan pasien ke puskesmas yang akan mempengaruhi tingkat kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Kota Banda Aceh setelah dan sebelum berlakunya kebijakan 144 (diagnosis penyakit). Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat jalan yang menerima pelayanan kesehatan pada saat penelitian. Sampel diambil dengan tehnik purposive sampling sebanyak 121 orang di Puskesmas Baiturrahman dan 25 orang di Puskesmas Lampaseh. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon matched-pairs signed-rank test dan uji Wilcoxon rank-sum test. Hasil: Terdapat perbedaan tingkat kepuasan pasien sebelum berlakunya kebijakan 144 dengan setelah berlakunya kebijakan 144 di Puskesmas Baiturrahman dan Lampaseh pada dimensi kehandalan (p-value 0,0001), dan secara keseluruhan (p-value 0,0009). Selanjutnya terdapat perbedaan tingkat kepuasan pasien antara Puskesmas Baiturrahman dengan Puskesmas Lampaseh setelah berlakunya kebijakan 144 pada setiap dimensi: penampilan fisik (p-value 0,0001), kehandalan (p-value 0,0001), ketanggapan (p-value 0,012), jaminan (p-value 0,002), dan empati (p-value 0,0001). Saran: Puskesmas diharapkan mampu meningkatkan kepuasan pasien secara keseluruhan terutama meliputi kenyamanan ruang pemeriksaan, pemberian informasi kepada pasien, kelengkapan alat-alat kesehatan dan obat-obatan serta memberikan pelayanan yang cepat dan tidak berbelit-belit.
Motivasi Berhenti Merokok pada Pelanggan Warung Kopi di Banda Aceh Jannah, Raudhatul; Abdullah, Asnawi; Usman, Said
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.843 KB)

Abstract

Latar Belakang: Sekitar 12,7% kematian di Indonesia disebabkan merokok. Namun ironinya jumlah perokok cenderung naik dan di Aceh prevalensi merokok mencapai 25,3%. Penelitian ini akan mengkaji tingkat motivasi berhenti merokok pada pelanggan warung kopi di Banda Aceh. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain Cross-sectional.  Populasi dalam penelitian adalah seluruh pengunjung warung kopi yang mengkonsumsi rokok secara aktif di kota Banda Aceh. Jumlah sampel sebanyak 175 orang dari 5 warung kopi teknik pengambilan sampel secara Quota Sampling. Hasil: Hasil  uji model SEM diketahui variabel yang berhubungan dengan motivasi berhenti merokok adalah variabel ekspektasi dengan nilai estimate loading factor 1,20. Variabel ekpektasi ini dipengaruhi oleh sosial dan prestasi. Variabel fisiologi dengan nilai estimate loading factor 0,32, variabel valensi dengan nilai estimate loading factor 0,04, dan  variabel maintenance tidak berhubungan dengan motivasi dimana nilai estimate loading factor 0,13. Kesimpulan: Variabel yang berhubungan dengan motivasi berhenti merokok hanya variabel ekspektasi, sedangkan variabel lain: maintenance, sosial dan valensi tidak berhubungan motivasi berhenti merokok. Saran: Disarankan kepada Provinsi Aceh agar dapat mengeluarkan regulasi Qanun Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di setiap wilayah khususnya wilayah Banda Aceh dengan memperluas wilayah KTR di tempat-tempat umum khususnya warung kopi yang ada di Banda Aceh.
Faktor Kelengkapan Imunisasi Dasar pada Bayi di Puskesmas Sawang Kabupaten Aceh Utara Marlina, Marlina; Usman, Said; Marzuki, Marzuki
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.874 KB)

Abstract

Latar Belakang: Indikator untuk mengukur keberhasilan program imunisasi adalah cakupan imunisasi dasar lengkap. Di Aceh tahun 2015 hanya mencapai 74% dan dianggap serius menurut WHO karena belum mencapai imunisasi dasar lengkap 90%. Imunisasi dasar lengkap di Kabupaten Aceh Utara tahun 2015 hanya mencapai 71,2% dan di Puskesmas Sawang di Aceh Utara mencapai 17,9%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Sawang. Metode: Penelitian ini bersifat analitik deskriptif dengan desain Cross-sectional. Populasi adalah ibu yang mempunyai bayi 0-12 bulan berjumlah 790 orang, sampel sebanyak 88 orang dari 39 desa diambil dengan teknik Proposional Sampling. Uji statistik yang digunakan yaitu Chi-square test, analisis multivariat dengan Logistic Regresi. Hasil: Analsisi bivariat menunjukkan kelengkapan imunisasi tidak ada hubungannya dengan sumber informasi (p-value 0,16), peran tenaga kesehatan (p-value 0,12), tetapi ada hubungan dengan dukungan keluarga (p-value 0,03). Namun analisa multivariat menemukan hanya 3 variabel yang berhubungan secara bermakna: pengetahuan ibu (OR = 5,5; p-value 0,00), peran tokoh masyarakat (OR = 5,6; p-value 0,04) dan partisipasi ibu (OR = 5; p-value 0,01). Kesimpulan: Variabel yang paling dominan adalah peran tokoh masyarakat dibandingkan dengan variabel-variabel lain. Saran: Perlu  kerjasama pemerintah  dengan lintas sektor terkait, peran aktif tokoh masyarakat, peningkatan pengetahuan ibu melalui penyuluhan dari petugas kesehatan.
Perbedaan Biaya Riil Rumah Sakit dan Tarif INA-CBG untuk Kasus Katastropik dengan Penyakit Jantung Koroner pada Pasien Rawat Inap Peserta Jaminan Kesehatan Nasional di RSUZA Lilissurian, Lilissurian; Saputra, Irwan; Ruby, Mahlil
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.022 KB)

Abstract

Latar Belakang: Tarif  riil merupakan tarif yang digunakan rumah sakit berdasarkan jasa per pelayanan sesuai peraturan daerah. Sedangkan Indonesia Case Based Groups (INA-CBG) merupakan paket pembiayaan kesehatan berbasis kasus dengan mengelompokkan berbagai jenis pelayanan menjadi satu kesatuan. Terdapat perbedaan tarif riil dengan tarif INA-CBG pada pembayaran klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk kasus katastropik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan tarif riil dan tarif INA-CBG untuk kasus katastropik dengan penyakit jantung koroner. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumen dan check list. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat inap peserta JKN yang menderita penyakit jantung koroner yaitu sebanyak 100 orang. Sampel yang digunakan adalah proportional random sampling yang berjumlah 100 orang. Hasil: Ada perbedaan signifikan pada biaya riil rumah sakit dengan tarif INA-CBG yang ditunjukkan dengan nilai p-value 0,001. Selisih tarif rumah sakit dengan INA-CBG adalah sebesar Rp-532.954.324,- atau -27% dari tarif INA-CBG. Kesimpulan: Rumah sakit diharapkan melakukan evaluasi kembali penghitungan biaya pelayanan untuk mencapai efisiensi yang tinggi dengan tetap memperhatikan mutu pelayanan di rumah sakit.
Loyalitas Pasien terhadap Kualitas Pelayanan di Rumah Sakit Kabupaten Pidie Nuryani, Nuryani; Ismail, Nizam; Abdullah, Asnawi
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.598 KB)

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini menilai lima dimensi kualitas pelayanan yang dikembangkan parasuraman, untuk menilai persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan di Rumah Sakit Kabupaten Pidie. Lima dimensi tersebut adalah tangibility, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Pelayanan kesehatan juga berefek kepada perubahan perilaku apakah tetap atau berpindah dari rumah sakit. Perubahan tersebut berupa menyarankan kepada yang lain dan bersedia kembali di masa akan datang. Tujuan penelitian adalah menilai hubungan persepsi kualitas pelayanan terhadap loyalitas kepada penyedia layanan. Metode: Penelitian dengan pendekatan cross sectional menggunakan kuesioner dari 196 pasien di 4 rumah sakit di Kabupaten Pidie. Kuesioner terdiri dari 22 item pertanyaan dari instrumen SERVQUAL, dan 5 item pertanyaan untuk Loyalitas. Jawaban pertanyaan menggunakan skala Likert. Data statistik dianalisa dengan menggunakan SEM modeling. Hasil: penelitian menunjukkan 85,2% responden berumur di atas 50 tahun, 80,6% pendidikan responden dibawah SLTA dan dengan pendapatan di bawah 2 juta rupiah sebanyak 66,9%. Persepsi pelayanan kesehatan sebesar 92,3 % dan loyalitas pasien sebesar 93,4%. Dengan menggunakan Uji SEM dengan SmartPLS didapatkan hubungan yang bermakna antara ekpektasi terhadap persepsi dan loyalitas dan hubungan persepsi terhadap loyalitas. Loyalitas dipengaruhi 70,3% dari faktor persepsi, sisanya 29,7% dipengaruhi faktor lainnya. Kesimpulan: SERVQUAL sangat berguna menilai kualitas pelayanan dan bisa mengidentifikasi bagian yang memerlukan perubahan. Pasien yang mempunyai persepsi yang baik terhadap kualitas pelayanan akan mempunyai loyalitas yang tinggi. Penelitian ini dapat diterapkan untuk menilai dan mengevaluasi faktor loyalitas pasien terhadap pelayanan di Rumah Sakit Kabupaten Pidie.
TINJAUAN FASILITAS SANITASI RUMAH MAKAN DI KOTA BANDA ACEH TAHUN 2007 Hanafiah, Yenni
Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yenni Hanafiah1 dan Desvita, SKM, M.Kes2Peminatan Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh, 23245Peminatan Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh, 23245 Abstract There RE 133 units of restaurants in the city of Banda Aceh, spread out in 9 (nine) sub-districts. Restaurants are one of the public places visited by many tourists either locals, national or international which requires special attention. Non-sanitized restaurants can cause health problems such as Water and Food Borne Diseases. The aim of this study is to find out the condition of sanitation facilities at restaurants in Banda Aceh in 2007. This is a descriptive study, with populations of 89 fulfilled requirements and criteria restaurants in Banda Aceh. The study used total population sampling through observational technique by using checklist in collecting data. The results indicated that 51.62% facilities of restaurants fulfill requirement; 70.31% water supplies facilities fulfilled the qualification and 29.69% did not fulfill requirements; 60,52% water waste disposal facilities fulfilled the requirement and 39.48% did not fulfill the standard; 25.81% Toilet Facilities that already meet the terms and 74.19% are not yet qualified. Bins qualify are 63.19% and 16.61% are not yet qualified. Hand washing facilities that have been 18.69% qualify and 81.31% are not yet qualified. Washing equipment and food ingredients that have been 35.6% eligible and 64.4% are not yet qualified. Equipment and prevention of entry of insects and rodents that have been 24.03% qualify and 75.97% are eligible are not yet qualified.Keywords : sanitation, food equipment, restaurant
ANEMIA GIZI BESI PADA IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS SAWANG KABUPATEN ACEH UTARA TAHUN 2007 Sahara, Eva
Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eva Sahara, SKM1, dr. H. Syarifuddin Anwar, SKM2Peminatan Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh, 23245Peminatan AKK, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh, 23245 AbstractThe iron deficiency anemia in pregnant women is one of the nutrition problems that should deserve special attention and serious treatment. In 2006, 386 (58%) out of 667 pregnant women in the Puskesmas working area of sawang sub district, Kabupaten Aceh Utara suffered from iron deficiency anemia. This high percentage indicated the area had a serious problem of pregnant women. The quality of nutritional status of pregnant women is one of the indicators to determine the quality of human resources in the future. This descriptive analytic research by using cross sectional design conducted from 19 March to 4 April 2007 in Puskesmas Sawang. A purposive sampling as well as chi-square test was used to analyze the data with the alpha 0.05. Results of uni-variation analysis showed that 69.8% respondent suffered from iron deficiency anemia. From the results of bi-variation analysis found that there was relationship between level of education, knowledge about nutrition, eating habits, consumption of iron tablets and family income of respondents with anemia (p value <0.05). Low level of education is a very dominant factor for respondent to get risk of anemia. It is recommended to increase knowledge of respondent on how importance of taking sufficient iron tablets regularly during pregnancy to prevent iron deficiency anemia. It is also necessary for Puskesmas staff of Sawang to increase counseling activities on the benefits of iron tablets to pregnant women and their husband, the community and religious leaders during pregnancy.Keywords : iron deficiency anemia, pregnant women, hemoglobin test, iron teblets