cover
Contact Name
Amiruddin
Contact Email
amiruddin14@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkariman@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sumenep,
Jawa timur
INDONESIA
KARIMAN: Jurnal Pendidikan dan Keislaman
ISSN : 2303338X     EISSN : 25498487     DOI : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 5 No 2 (2017): Pendidikan dan Keislaman" : 9 Documents clear
THARIQ DALALAH AL-NASH MENURUT ABD AL-WAHHAB KHALLAF Sufyan, Akhmad Farid Mawardi
Jurnal Kariman Vol 5 No 2 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : STIT AL-KARIMIYYAH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.541 KB)

Abstract

Di antara sekian banyak perbedaan yang mengemuka adalah perbedaan dalam kesimpulan hukum Islam. Terutama halnya dalam masa>il furu>iyah (masalah yang tidak prinsip) sebagaimana yang direkam jelas oleh khazanah klasik keislaman dalam karya kepustakaan ulama-ulama terdahulu. Bahkan seiring perkembangan zaman dengan perubahan pola hidup masyarakat dan kemajuan tekhnologi, perbedaan-perbedaan tersebut menjadi semakin nyata. Sebab bagaimanapun, rumusan fiqh para mujtahid (beserta para pengikutnya) yang dikonstruksi ratusan tahun yang lalu tentu tidak memadai untuk menjawab semua persoalan. Thariq Dalalah Al-Nash menurut Abd al-Wahhab Khallaf adalah Iba>rah al-Nash, Isya>rah al-Nash, Dala>lah al-Nash dan Iqtidla> al-Nash
MENGURAI BASIS FILOSOFIS PENDIDIKAN ISLAM Arifin, Siful
Jurnal Kariman Vol 5 No 2 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : STIT AL-KARIMIYYAH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.291 KB)

Abstract

Secara umum, rancang bangun filosofi pendidikan Islam tidak jauh berbeda dengan pendidikan lainnya. Yakni, mencakup ontologi, epistemologi dan aksiologi. Namun setelah diteliti, diurai dan diambil suatu simpulan, ditemukan beberapa perbedaan yang mendasar antara bangunan filosofi tersebut. Misalnya, dari aspek epistemologi, pendidikan Islam berlandaskan pada al-Qur’an dan hadith / sunnah. Dari aspek ontologi, filosofi pendidikan Islam tidak hanya fokus pada suatu realitas yang riil (nyata) tapi juga un-riil-abstrak. Sedangkan dari aspek aksiologi, filosofi pendidikan tidak hanya mengacu kepada satu sudut pandang nilai tapi mengacu pada beberapa sudut pandang, diantaranya adalah nilai-nilai kemanusiaan (moral), maupun nilai ketuhanan (agama) dan lain sebagainya. Bangunan filosofis pendidikan Islam tersebut kemudian melahirkan beragam pemikiran dalam bidang pendidikan Islam, diantaranya adalah: Aliran agamis-konservatif (al-muhafidz), Religius-rasional (al-diniy al-’aqlaniy), Pragmatis-instrumental (al-dhara’iy). Tiga aliran pendidikan Islam tersebut akan dibahas dalam paper ini.
EFEKTIVITAS PELATIHAN MINDFULNESS UNTUK MENINGKATKAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING IBU BEKERJA YANG MENGALAMI WORK-FAMILY CONFLICT Susanti, Ruth Natalia
Jurnal Kariman Vol 5 No 2 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : STIT AL-KARIMIYYAH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.11 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas pelatihan mindfulness untuk meningkatkan psychological well-being ibu bekerja yang mengalami work-family conflict. Hipotesis dalam penelitian ini adalah pelatihan mindfulness efektif dalam meningkatkan psychological well-being ibu bekerja yang mengalami work-family conflict. Ibu bekerja mengalami work-family conflict dalam penelitian ini adalah wanita yang bertanggung jawab sebagai istri dan ibu, sekaligus bekerja di luar rumah yang mengalami ketidakseimbangan antara pekerjaan dan keluarga. Subjek penelitian ini adalah empat orang ibu bekerja dengan skor tinggi work-family conflict dan skor rendah psychological well-being yang mengikuti pelatihan mindfulness. Data penelitian didapatkan dari skala work-family conflict dan skala psychological well-being. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif desain ekperimen one group pretest posttest design. Hasil analisis data dengan Wilcoxon Signed-Rank Test, didapatkan nilai z sebesar -2.000 dengan p = 0.046 (p<0.005) yang berarti ada pengaruh signifikan pelatihan mindfulness dalam meningkatkan psychological well-being ibu bekerja yang mengalami work-family conflict.Hal ini berarti dengan pelatihan mindfulness yang bertujuan meningkatkan kesadaran atau mindful, dengan memberi perhatian terhadap pengalaman saat ini secara disengaja, tanpa penilaian agar mampu merespon dengan penerimaan, membuat ibu bekerja yang mengalami ketidak seimbangan peran antara keluarga dan pekerjaan, dapat meningkatkan psychological well-beingnya, yang ditandai dengan meningkatkan penerimaan diri, lebih mampu membina hubungan positif dengan orang lain, lebih memiliki kemandirian, dapat lebih efektif mengatur lingkungannya, memiliki tujuan hidup yang lebih jelas, serta terus mengembangkan dirinya.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER MENURUT SYED MUHAMMAD NAQUIB AL-ATTAS Musayyidi, Musayyidi
Jurnal Kariman Vol 5 No 2 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : STIT AL-KARIMIYYAH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.239 KB)

Abstract

Pendidikan Islam masih sering hanya dimaknai secara parsial dan tidak integral (mencakup berbagai aspek kehidupan), sehingga peran pendidikan Islam di era global sering dipertanyakan. Masih terdapat pemahaman dikotomis keilmuan dalam pendidikan Islam. Pendidikan Islam sering hanya difahami sebagai pemindahan pengetahuan (knowledge) dan nilai-nilai (values) ajaran Islam yang tertuang dalam teks-teks agama, sedangkan ilmu-ilmu sosial (social sciences guestiswissenchaften) dan ilmu-ilmu alam (nature sciences/ naturwissenchaften) dianggap pengetahuan yang umum (sekular). Padahal Islam tidak pernah mendikotomikan (memisahkan dengan tanpa saling terkait) antara ilmu-ilmu agama dan umum. Semua ilmu dalam Islam dianggap penting asalkan berguna bagi kemaslahatan umat manusia. Menurut Al-Attas (1984) percabangan sistem pendidikan tersebut di atas (tradisional-modern) telah membuat lambang kejatuhan umat Islam. Jika hal itu tidak ditanggulangi maka akan mendangkalkan dan menggagalkan perjuangan umat Islam dalam rangka menjalankan amanah yang telah diberikan Allah SWT. Allah telah menjadikan umat manusia di samping sebagai hamba-Nya juga sebagai khalifah di muka bumi, sehingga peranannya disamping mengabdikan diri kepada Allah juga harus bisa mewarnai dunia empiris.
POLITIK PENERAPAN HUKUM ISLAM DI INDONESIA Susantin, Jamiliya
Jurnal Kariman Vol 5 No 2 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : STIT AL-KARIMIYYAH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.633 KB)

Abstract

Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang pembentukan hukum nasionalnya diwarnai oleh hukum agama Islam sehingga menciptakan cabang hukum yang bercorak religius. Politik hukum setidaknya mencakup tiga hal: pertama, kebijakan negara yang akan diberlakukan atau tidak diberlakukan dalam rangka mencapai tujuan negara; kedua, latar belakang politik, ekonomi, sosial budaya (poleksosbud) atas lahirnya politik hukum; ketiga, penegakan hukum di dalam kenyataan lapangan. Oleh sebab itu penerapan suatu hukum sejak pembentukannya sangat dipengaruhi oleh habitat dimana hukum itu berada.
FILOLOGI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB Rudi, Anwar
Jurnal Kariman Vol 5 No 2 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : STIT AL-KARIMIYYAH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.017 KB)

Abstract

Teks/ naskah klasik yang dalam istilah pesantren disebut kitab kuning, manuskrip, kutub at turath, makhtutot, merupakan khazanah intelektual muslim yang tak ternilai harganya dan dirasa perlu dijaga kelestariannya agar tidak hilang ditelan zaman meski sudah banyak lembaga pendidikan Islam yang telah beralih atau menggantinya dengan karya-karya ulama kontemporer. Diantara cara melestarikannya adalah dengan tetap mengkaji ulang dan meneliti teks tersebut meskipun bukan teks aslinya. Dengan cara ini maka akan diketahui biografi pengarang, sejarah, adat istiadat dan budayanya. Filologi merupakan bidang studi kebahasaan yang terfokus dan beraspek pada kajian naskah/ teks lama. Dapat disimpulkan pula bahwa filolog (ahli filologi) adalah ahli bahasa. Para filolog pertama disebut juga kaum gramatici dari Alexandria. Dalam pengertian demikian, kegiatan utama filologi ditujukan kepada bahasa. Filologi sendiri dipandang sebagai pengetahuan tentang bahasa. Meski secara umur tergolong ketinggalan zaman, namun teks/ naskah klasik kontribusinya sangat besar bagi yang tekun mempelajarinya, bahkan bisa dikatakan masih sangat relevan di zaman seperti sekarang ini. Dengan filologi; (i) pengetahuan tentang studi bahasa bisa meningkat. (ii) bisa mengungkap nilai-nilai budaya lama sebagai alternatif pengembangan kebudayaan modern. (iii) budaya dan warisan leluhur senantiasa tetap lestari dan tidak tergerus modernisasi.
INTERNALISASI NILAI PENDIDIKAN UKHUWAH ISLAMIYAH, MENUJU PERDAMAIAN (SHULHU) DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL PERSPEKTIF HADIS Ridho, Ali
Jurnal Kariman Vol 5 No 2 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : STIT AL-KARIMIYYAH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.655 KB)

Abstract

Tulisan ini menggunakan pendekatan pustaka (library) dan bertujuan untuk menjawab sebuah fenomena yang terjadi akhir-akhir ini yang menyedot energi masyarakat, yang memecah belah tali persaudaraan (ukhuwah). energi yang seharusnya digunakan untuk hal yang positif namun beralih pada hal-hal yang negatif. Dalam kontestasi politik di Jakarta, kompleksitas dualisme kelompok terlihat terang benderang, hitrogenitas etnis dan isu agama menjadi instrument untuk mencapai tirani dan kekuasaan. bagaimana Jakarta sebagai ibu kota Indonesia menjadi barometer dan indikator tingkat etika kedewasaan masyarakat bangsa dalam sebuah Negara. Tafsir Multikulturalisme untuk mencapai kesadaran majmuk menerima perbedaan menjadi keraguan dan tanda tanya ketika berhadapan dengan isu politik dan kekuasaan. Aksi damai menolak pemimpin non muslim membanjiri jalan memenuhi Monumen Nasional menjadi viral dan menjadi konsen utama (headline) insan jurnalisme yang berhari-hari. Tulisan ini berkesimpulan bahwa, untuk mencapai perdamaian (shulhu), persaudaraan (ukhuwah) harus dikontruksi sesuai dengan pesan profetik yaitu harus bertendensi ukhrawi. Karena tidak bisa dipungkiri persaudaraan yang terjalin pada zaman saat ini justru lebih materialistik pragmatis. Dalam Islam, konsep Pendidikan Ukhuwwah adalah meluruskan hati (tandzim al-qolb) serta mencitai saudara kita hanya karena Allah, dengan tiga bentuk Persaudaraan (ukhuwah); Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathaniyah, dan Ukhuwah Basyariyah.
SAHABAT YANG DITERIMA RIWAYATNYA Mujiburrohman, MUjiburrohman
Jurnal Kariman Vol 5 No 2 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : STIT AL-KARIMIYYAH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.824 KB)

Abstract

Tulisan ini menggunakan metode penelitian pustaka (libraray research) dan bertujuan untuk mengungkap para shahabat yang diterima riwayatnya: kajian tentang kualitas pribadi dan kapasitas intelektual (ke-dlabit-an dan ‘Adalat al-Shahabah) Dalam hadis, dijelaskan tentang urgensi sahabat berkaitan dengan rangkaian periwayatan hadis. Yang mana, sahabat mempunyai peranan penting dalam upaya mentransfer informasi relegius pada priode selanjutnya, sehingga dapat dikatakan, tanpa sahabat maka informasi agama tidak akan sampai pada priode selanjutnya, bahkan sampai saat ini. Dalam kajian ini menyimpulkan adanya dua pandangan besar dalam periwayatan hadis. Pertama menganggap bahwa sahabat mempunyai kualitas pribadi yang sangat mumpuni yang tidak bisa diragukan dengan apapun. Sedangkan yang kedua, adanya klasifikasi serta klarisifikasi tingkat kualitas pribadi sahabat yang dipengaruhi oleh banyak faktor. Kualitas hadis yang diriwayatkan oleh para sahabat bukan hanya beracuan pada kualitas pribadi (‘adil) saja, namun kapasitas pribadi (dhabith) seorang perawi menjadi sesuatu yang sangat urgen demi implementasi sebuah ajaran yang benar dan bertanggung jawab.    
PEMAKAIAN BAHASA MADURA DI KALANGAN PEMUDA MADURA YANG MERANTAU DI JAKARTA Alfaizi, Wildan
Jurnal Kariman Vol 5 No 2 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : STIT AL-KARIMIYYAH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.671 KB)

Abstract

Bahasa Madura adalah bahasa yang secara aktif dipakai oleh penuturnya. Baik dalam lingkup keluarga maupun dalam lingkungan sosial masyarakat. Namun dengan perkembangan jaman dan derasnya arus globalisasi banyak bahasa-bahasa nasional dan local (bahasa daerah) yang sudah mengalami peregeseran bahkan kematian. Maka disini di perlukan peran para pemuda. karena pada merekalah bahasa local dalam konteks ini bahasa madura dibebankan untuk dipertahankan. Jika ingin melihat masa depan Madura, maka lihatlah bagaimanan pemudanya menggunakan bahasa daerahnya. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Dalam pergaulan, pemuda madura yang merantau ke Jakarta mempunyai kecenderungan untuk memakai bahasa madura disesuaikan dengan konteks mitra tuturnya. Misalnya, pemuda Madura berkomunikasi dengan mitra tutur yang juga berasal dari Madura maka mereka cenderung menggunakan bahasa Madura sebagai bahasa tutur. Atau misalnya berada dilingkungan komunitasi orang Madura yang merantau di ibu kota, maka dengan sendirinya bahasa Madura yang tak lain bahasa ibu akan tetap dijadikan sebagai bahasa pertama, kemudian bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua. Akan tetapi ada sebagian kecil pemuda Madura yang enggan menggunakan bahasa Madura sebagai bahasa tuturnya walaupun yang bersangkutan berkomunikasi dengan penutur bahasa Madura juga. Akan tetapi secara umum dalam keseharian Pemuda madura yang berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Madura karena lingkungannya bersama orang-orang madura, maka mereka akan menggunakan bahasa madura sebagai bahasa pengantar sehari-hari.        

Page 1 of 1 | Total Record : 9