cover
Contact Name
Amiruddin
Contact Email
amiruddin14@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkariman@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sumenep,
Jawa timur
INDONESIA
KARIMAN: Jurnal Pendidikan dan Keislaman
ISSN : 2303338X     EISSN : 25498487     DOI : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue " Vol 5 No 1 (2017)" : 11 Documents clear
تحليل الأخطاء النحوية في استعمال النواسخ الصغرى في التعبير التحريري Kurniadi, Pahar
Jurnal Kariman Vol 5 No 1 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : STIT AL-KARIMIYYAH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1116.145 KB)

Abstract

وسكان إندونيسيا يحتاجون إلى تعليم اللغة العربية مسلمين كانوا أو غيرهم. وبالأخصّطلبة المعهد الإسلامي. فهؤلاء الطلبة يدرسون اللغة العربية من خلال النحو أكثر من خلال المهارات الأربع. والمشكلات التي تواجه دارسي اللغة العربية في إندونيسيا لا تخلو عن الجوانب الأربعة الآتية:[1] الجانب التعليمي، ما يتعلق بالمنهج والمعلّم والوسائل التعليمية؛ والجانب الثقافي والاجتماعي، ما يتعلق بالبيئة والمجتمع؛ والجانب اللغوي، ما يتعلق بخصائص اللغة العربية؛ والجانب السياسي، ما يتعلق بالصلات الدبلوماسية والقرارات القومية.   [1]Matsna HS, Problematika Pengajaran Bahasa Arab di Indonesia. Makalah disajikan pada Pertemuan Ilmiah Nasional Bahasa Arab (PINBA I), Malang, 1999, 24 September. p. 5
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN DALAM MENGEMBANGKAN KOGNITIF ANAK DI RA AL-MANAR LENTENG SUMENEP Rahmat, Ali
Jurnal Kariman Vol 5 No 1 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : STIT AL-KARIMIYYAH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.122 KB)

Abstract

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran bagi anak di RA Al-Manar dapat mempermudah dalam mencerna materi pelajaran sehingga kapasitas koginif anak dapat berkembang. Penggunaan media pembelajaran untuk anak usia dini sangat membantu dalam memberikan pemahaman terhadap materi pelajaran yang diberikan oleh guru. Adapun cara menerapkan media pembelajaran ialah dengan mengadakan tanya jawab kepada anak, percakapan, penugasan dan kemudian melihat hasil yang telah dicapai oleh anak kemudian memberikan penilaian. Adapun kendala yang dapat menghambat efektifitas penggunaan media pembelajaran ialah bagi guru itu sendiri seperti: guru kesulitan dalam mempersiapkan media untuk suatu pembelajaran, butuh waktu lama untuk menyiapkan media, serta mengeluarkan biaya yang banyak pula. Sementara kendala bagi anak itu sendiri ialah kurangnya media yang difasilitasi oleh guru, kurang efektifnya media yang digunakannya, dan sulitnya anak dalam menggunakan media pembelajaran.
SIMPAN-PINJAM SYARI’AH: TUNTUTAN AGAMA YANG HANIF Hafid, Hafid
Jurnal Kariman Vol 5 No 1 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : STIT AL-KARIMIYYAH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.985 KB)

Abstract

Praktek simpan pinjam syari’ah amat dibutuhkan masyarakat Islam dalam mengantisipasi laju perkembangan ekonomi modern yang cenderung kapitalistik dan sekuler. Pendirian simpan-pinjam koperasi, simpan-pinjam kelompok arisan, atau simpan-pinjam kelompok pengajian dapat mengatasi masyarakat yang membutuhkan pinjaman, akan tetapi terus diarahkan pada praktek yang syar’iyyah. Ada tiga bahasan sesuai dengan ulasan kitab-kitab fiqih: a) Syirkah, terkait dengan pengumpulan uang dari beberapa orang (perkongsian). b) Qardh, terkait dengan sistem pinjam-meminjam uang dari seseorang atau lembaga. c) Riba, terkait dengan konsekwensi transaksi ketika ada penarikan manfaat pada pinjaman.  
REVITALISASI KELUARGA SEBAGAI LINGKUNGAN PENDIDIKAN Arifin, Siful
Jurnal Kariman Vol 5 No 1 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : STIT AL-KARIMIYYAH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.796 KB)

Abstract

Salah satu faktor terwujudnya pendidikan yang baik dan berkualitas adalah tersedianya lingkungan pendidikan yang kondusif dan edukatif. Dalam ilmu pendidikan, ada tiga lingkungan pendidikan yang menjadi pusat pendidikan bagi anak didik yakni, lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Dari tiga lingkungan pendidikan tersebut, lingkungan keluarga merupakan salah satu lingkungan pendidikan yang masih perlu perbaikan dan perlu dilakukan optimalisasi dan revitalisasi terhadap eksistensi, peran dan fungsi keluarga dalam upaya membentuk pendidikan yang berkualitas. Dalam paper ini, akan diuraikan upaya dan usaha revitalisasi yang dimaksud. Setelah melakukan pengamatan dan analisis, minimal ada 3 upaya revitalisasi yang bisa dilakukan dalam upaya mengembalikan fungsi keluarga sebagai lingkungan pendidikan yakni salah satu diantaranya adalah: Re-vitalisasi peran dan fungsi orang tua, re-vitalisasi suasana dan lingkungan keluarga, serta re-vitalisasi hubungan antara keluarga, sekolah dan masyarakat.
RESPON KIAI TERHADAP KEBIJAKAN PEMERINTAH TENTANG PENYETARAAN MADRASAH DINIYAH DI SUMENEP SYAIFUL, ACH
KARIMAN: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : STIT AL-KARIMIYYAH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.065 KB)

Abstract

Penelitian ini menyimpulkan bahwa adanya kebijakan politik pendidikan penguasa (pemerintah) memberikan nuansah tersendiri bagi pendidikan madrasah diniyah di pesantren berupa dampak positif dan negatif. Integrasi pendidikan agama dan umum di pesantren pada madrasah diniyah merupakan bentuk pemikiran inklusi para kiai pimpinan pesantren. Penyetaraan madrasah diniyah oleh pemerintah artinya memberikan peluang yang sama kepada lulusannya (sesuai ijazahnya) disamping mengembalikan nilai dan kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan pesantren. Dengan demikian, para kiai yang dijadikan obyek dalam penelitian ini sepakat dengan adanya penyetaraan madrasah diniyah dengan catatan pesantren diberikan otonomi dalam konteks tertentu, seperti pengembangan kurikulum dan bentuk evaluasinya (ujian).    
A STUDY ON TEACHING READING COMPREHENSION BY USING SHORT STORY AT THE SEVENTH GRADE OF MTS MANSHURUL UMMAH PASEAN PAMEKASAN Zainollah, Zainollah
Jurnal Kariman Vol 5 No 1 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : STIT AL-KARIMIYYAH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.431 KB)

Abstract

This study has three research focuses: (1) how does the English teacher teach reading comprehension by using short story, (2) what are the obstacles faced by English teacher, and (3) what are the advantages of teaching reading comprehension by using shot story at the seventh grade of MTs Manshurul Ummah Pasean Pamekasan. The approach of this study is qualitative and the kind is descriptive. The data was collected through observation, interview and documentation and analyzed by using explorative descriptive procedures: data reduction, data display, data conclusion drawing and verification. The data validity used triangulation of data collection techniques. The findings of the study shows: (1) The steps in teaching reading comprehension by using short story are: pre-teaching, whilst-teaching, and post teaching. The use of short story makes students enjoyed learning and students’ are highly motivated, fun and joyfull with the teaching and learning. (2) The obstacles faced by teacher in teaching reading comprehension are: (a) students’ motivation is low, (b) students’ vocabulary is very limitted, (c) students’ self confidence and bravery are very poor. (3) The advantages of teaching reading comprehension are: (a) recognizing English texts genre, (b) increasing fluency in reading, (c) enlarging students’ English vocabulary.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN AHMAD HASSAN Amiruddin, Amiruddin
Jurnal Kariman Vol 5 No 1 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : STIT AL-KARIMIYYAH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.311 KB)

Abstract

Tokoh Persis yang berperan besar dalam pengajaran dan dakwah adalah Ahmad Hassan. Ahmad Hassan adalah ilmuwan Persis, seorang mujtahid dan sosok ulama yang mandiri dan serba bisa. Sejak tahun 1924, Pemikiran pendidikan Ahmad Hassan bisa dilihat dalam membuat rumusan tujuan pendidikan, rumusan tentang guru dan murid serta metode pelaksanaan dan evaluasi pendidikan. Menurut Pemikiran Hassan, pendidikan harus mampu melahirkan siswa yang pandai berdakwa dan berakhlak mulia sebagaimana telah diajarkan dalam al-Qur’an dan hadis. Sedangkan Untuk menjadi guru, seseorang harus mempunyai keilmuan yang berkualitas dan telah mengamalkan ilmu-ilmu yang akan diajarkan kepada siswa serta tidak mengahrapkan gaji. Untuk menjadi peserta terdapat syarat yang harus dipenuhi; mau beribadah hanya kepada Allah dan mau berdakwah setelah lulus pendidikan. Metode pengajaran yang diterapkan adalah diskusi, Tanya jawab, ceramah, dan debat. Sedangkan evaluasi berbentuk lisan dan tulisan.
REKONSILIASI AKAL-WAHYU DALAM FILSAFAT IBN RUSYD Wijaya, Nur Rahmad Yahya
Jurnal Kariman Vol 5 No 1 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : STIT AL-KARIMIYYAH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.284 KB)

Abstract

Maraknya klaim-klaim kebenaran atas nama Tuhan dan agama dan paksaan atas satu tafsir kebenaran menunjukkan bahwa kedewasaan berakal dan bernalar masih jauh dari yang semestinya. Ketidakdewasaan ini membuat lupa bahwa pemahaman keagamaan, apapun bentuknya, dari siapapun ia disandarkan, dan dari manapun ia berasal, hanyalah tafsir atas wahyu Tuhan. Akhirnya, ini membuat lupa bahwa sebenarnya kebenaran tidak hanya dapat diakses dengan satu tafsir, satu cara, satu bahasa, dan satu pemahaman. Di antara manusia juga ditemukan bahwa kemampuan bernalar tidak sama dan tidak dapat disamakan. Bahwa kebenaran dapat diraih dengan berbagai bahasanya ini juga ditunjukkan oleh ragam bahasa al-Qur’an yang dapat sesuai dengan berjenjangnya ragam kecerdasan manusia. Tulisan ini menghadirkan Ibn Rusyd yang dengan usahanya menunjukkan bahwa sasaran utama wahyu adalah khalayak manusia pada umumnya. Kebenaran yang disampaikan di dalam wahyu, karenanya, lebih memilih bahasa yang dapat cocok untuk semua kalangan. Tetapi jika seseorang bermaksud mencari kebenaran terdalam, ia harus menelusurinya lewat pencarian akal manusia, yang sebenarnya juga merupakan karunia Tuhan bagi umatnya yang terlatih, dan, bagaimanapun, pertentangan akal-wahyu hanyalah kesan di permukaan luar pemahaman yang sempit dan dogmatis.
HUBUNGAN HUKUM ISLAM DENGAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT Susantin, Jamiliya
Jurnal Kariman Vol 5 No 1 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : STIT AL-KARIMIYYAH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.576 KB)

Abstract

Kajian hukum islam ini memfokuskan pada hukum keluarga dimana polarisasi dalam rumah tangga yakni antara suami dan istri dalam keluarga dapat dibedakan menjadi empat macam: (i) hubungan kepemilikan, yang secara finansial maupun emosional, istri dianggap sebagai milik suami; (ii) hubungan pelengkap, yaitu peran istri sebagai pelengkap dari kegiatan suami; (iii) hubungan hirarkial, yaitu suami sebagai atasan dan tuan di rumahnya, sementara istri sebagai bawahan dan kawula; (iv) hubungan kemitraan, yaitu suami melakukan peran publik dan domestik, yaitu meskipun suami berperan utama sebagai pencari nafkah, dalam hal-hal yang menjadi urusan rumah tangga istri, suami mampu melakukannya. Namun, Ketika realitas kehidupan masyarakat industrial-modern yang didominasi oleh keluarga inti menuntut kaum perempuan untuk ikut bekerja dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga, maka realitas yang demikian ini akan menimbulkan tuntutan pembaruan dalam penerapan hukum keluarga Islam sehingga lebih memenuhi rasa keadilan masyarakat.
SEMANTIK DALAM BAHASA Rudi, Anwar
Jurnal Kariman Vol 5 No 1 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : STIT AL-KARIMIYYAH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.23 KB)

Abstract

Kajian mendasar dalam ilmu bahasa adalah kajian semantik yang meliputi studi tentang bagaimana makna dibangun, diinterpretasikan, diklarifikasi, tertutup, ilustrasi, disederhanakan dinegosiasikan, bertentangan dan mengulangi. Makna bahasa, khususnya makna kata, terpengaruh oleh berbagai konteks. Makna kata dapat dibangun dalam kaitannya dengan benda atau objek di luar bahasa. Dalam konsepsi ini, kata berperan sebagai label atau pemberi nama pada benda- benda atau objek-objek yang berada di alam semesta. Kalimat, ujaran dan proposisi perlu dipahami dalam kajian semantik. Dalam keseharian, kerap tidak kita bedakan atau kalimat dengan ujaran. Kalimat sebagaimana kita pahami satuan tata bahasa yang sekurang-kurangnya terdiri dari subjek dan predikat. Sedangkan ujaran dapat terdiri dari satu kata, frase atau kalimat yang diujarkan oleh seorang penutur yang ditandai oleh adanya unsur fonologis, yakni kesenyapan. dalam semantik kedua konsep ini memperlihatkan sosok kajian makna yang berbeda. Makna ujaran, misalnya lebih banyak dibahas dalam semantik tindak tutur. Peran konteks pembicaraan dalam mengungkapkan makna ujaran sangat penting. Sementara kajian makna kalimat lazimnya lebih memusatkan pada konteks tata bahasa dan unsur lain. Penelitian ini berkaitan dengan medan makna tersebut. Apa sajakah jenis-jenis makna serta faktor perubah makna dalam bahasa Arab dan Bahasa Indonesia. Bagaimanakah perkembangan semantik dalam bahasa Arab dan Bahasa Indonesia yang menyerap bahasa Arab.  

Page 1 of 2 | Total Record : 11