KARIMAN: Jurnal Pendidikan dan Keislaman
ISSN : 2303338X     EISSN : 25498487
Articles 87 Documents
تحليل الأخطاء النحوية في استعمال النواسخ الصغرى في التعبير التحريري

Kurniadi, Pahar

Jurnal Kariman Vol 5 No 1 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : STIT AL-KARIMIYYAH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1116.145 KB)

Abstract

وسكان إندونيسيا يحتاجون إلى تعليم اللغة العربية مسلمين كانوا أو غيرهم. وبالأخصّطلبة المعهد الإسلامي. فهؤلاء الطلبة يدرسون اللغة العربية من خلال النحو أكثر من خلال المهارات الأربع. والمشكلات التي تواجه دارسي اللغة العربية في إندونيسيا لا تخلو عن الجوانب الأربعة الآتية:[1] الجانب التعليمي، ما يتعلق بالمنهج والمعلّم والوسائل التعليمية؛ والجانب الثقافي والاجتماعي، ما يتعلق بالبيئة والمجتمع؛ والجانب اللغوي، ما يتعلق بخصائص اللغة العربية؛ والجانب السياسي، ما يتعلق بالصلات الدبلوماسية والقرارات القومية.   [1]Matsna HS, Problematika Pengajaran Bahasa Arab di Indonesia. Makalah disajikan pada Pertemuan Ilmiah Nasional Bahasa Arab (PINBA I), Malang, 1999, 24 September. p. 5

MODEL PEMBELAJARAN TUNTAS (MASTERY LEARNING) DALAM PENCAPAIAN STANDAR KOMPETENSI SISWA PADA PEMBELAJARAN AL-QUR’AN HADIS DI MADRASAH ALIYAH SE KABUPATEN SUMENEP

Yaqin, Ainul

Jurnal Kariman Vol 2 No 02 (2014): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : STIT AL-KARIMIYYAH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.503 KB)

Abstract

Perubahan kurikulum dari berbasis isi (content-based curriculum) menjadi kurikulum berbasis kompetensi (competency-based curriculum) mengakibatkan perubahan paradigma dalam proses pembelajaran yaitu apa yang harus diajarkan (isi) menjadi apa yang harus dikuasai siswa (kompetensi). Indikator keberhasilan pembaharuan kurikulum itu ditunjukkan dengan adanya perubahan pola kegiatan dan pendekatan pembelajaran, termasuk pembelajaran Al-Qur’an Hadis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model pembelajaran tuntas (mastery learning) dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis (baik perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hasil belajar dan tindak lanjut) di Madrasah Aliyah se Kabupaten Sumenep. Pendekatan yang digunakan deskriptif kualitatif dan pengumpulan datanya menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif analitis dan interpretatif, dengan model analisis interaktif mengacu kepada model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa Madrasah Aliyah di Kabupaten Sumenep selama ini telah mengimplementasikan model pembelajaran tuntas (mastery learning) sebagai upaya pencapaian SK dalam pembelajaran (Al-Qur’an Hadis), terutama semenjak diberlakukannya KBK tahun 2004 dan KTSP tahun 2006, namun pelaksanaannya belum maksimal dan perlu peningkatan lebih lanjut. Secara implementatif, strategi model pembelajaran tuntas (mastery learning) sangat memperhatikan perbedaan individu (individual difference), ditandai dengan adanya program tindak lanjut berupa program perbaikan (remedial), pengayaan (enrichment), dan percepatan (acceleration). Menjadi suatu keniscayaan (necessary being) untuk dilakukan agar siswa mencapai SK secara tuntas.

PENDIDIKAN HUMANIS DALAM PERSPEKTIF PAULO FREIRE DAN TAN MALAKA

Amiruddin, Amiruddin

Jurnal Kariman Vol 1 No 1 (2015): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : STIT AL-KARIMIYYAH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.132 KB)

Abstract

Pendidikan humanis memandang manusia sebagai makhluk mulia yang harus dikembangkan sesuai dengan koderatnya. Prinsip pendidikan harus diselenggarakan dalam rangka membebaskan manusia dari berbagai persoalan hidupnya. Sementara itu, pendidikan yang diselenggarakan oleh penjajah di Brazil dan Indonesia semasa hidup Paulo Freire dan Tan Malaka dirasa masih jauh dari ruh pendidikan yang semestinya. Pendidikan dijadikan sebagai alat penindasan yang pada akhirnya hanya mampu melahirkan penindas-penindas baru. Aksi pembungkaman (culture of silence) masif diterapkan penjajah untuk melanggengkan kekuasaannya. Kondisi itulah yang ditentang oleh Paulo Freire dan Tan Malaka dengan memunculkan konsep pendidikan yang menempatkan manusia sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan pendidikan. Paulo Freire dan Tan Malaka memiliki kesamaan pandangan terkait orientasi pendidikan humanis, yaitu: penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia, keadilan sosial dan penerapan pendidikan harus berbasis realitas.

DINAMIKA MONEY POLITIC DALAM PEMILIHAN KEPALA DESA

Musayyidi, Musayyidi

Jurnal Kariman Vol 6 No 1 (2018): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : STIT AL-KARIMIYYAH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.946 KB)

Abstract

Spirit demokrasi terangkum dalam nilai-nilai persamaan dan kebebasan. Prinsip tersebut tidak dapat dipisahkan dan menjadi ciri penting sebuah negara demokratis (Cholisin, 2007: 83). Oleh karenanya selama prinsip tersebut masih tetap dipertahankan maka sampai kapanpun demokrasi akan bergerak dinamis sesuai dengan perkembangan zaman. Harapan yang besar terhadap demokrasi desa melalui Pilkades yang didasari oleh konsepsi politik das sollen, secara faktual menemui tantangan yang luar biasa. Beberapa Pilkades yang dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia sarat dengan permasalahan. Salah satu tantangan besar demokratisasi dalam lingkup desa adalah merebaknya politik uang (money politics) dalam Pilkades. Tidak berbeda jauh dengan Pemilihan Kepala Daerah yang sarat dengan permainan uang untuk mengegolkan dukungan kepada calon yang diajukan partai politik, Pilkades juga disinyalir sarat dengan praktek-praktek penggunaan uang untuk memobilisasi dukungan terhadap calon-calon yang bersaing memperebutkan jabatan puncak dalam pemerintahan desa.

STRATEGI PERGURUAN TINGGI ISLAM DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN MENGHADAPI TANTANGAN ERA GLOBAL

Hafid, Hafid

Jurnal Kariman Vol 2 No 02 (2014): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : STIT AL-KARIMIYYAH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.225 KB)

Abstract

Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan yang berbasis pedesaan dalam era global tetap eksis menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Akan tetapi pondok pesantren membuka diri dengan sistem pendidikan klasikal modern sudah mulai menghadapi problema-problema. Termasuk perkembangan yang terakhir dengan pendirian perguruan tinggi Islam. Satu sisi menguntungkan pada pondok pesantren dengan dinamika itu, dan sisi yang lain membutuhkan strategi kongkrit agar pondok pesantren tidak kehilangan jati dirinya. Keberadaan kedua lembaga yakni pondok pesantren dan perguruan tinggi Islam memiliki perbedaan mendasar tetapi saat ini sudah mulai saling berdekatan dan saling membutuhkan. Perguruan tinggi Islam memiliki keunggulan rasionalitas dan pondok pesantren menekankan pada aspek spiritual dan lemah secara intelektual. Sinergi keduanya akan membentuk sebagai fenomena pascamodern.  

MANAJEMEN PEMASARAN PENDIDIKAN

Wahyudi, Kacung

Jurnal Kariman Vol 4 No 2 (2016): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : STIT AL-KARIMIYYAH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.719 KB)

Abstract

Pada zaman dewasa ini lembaga pendidikan dituntut untuk mampu bersaing dengan baik dalam memenuhi atau bahkan melebihi keinginan dan kebutuhan masyarakat sebagai konsumen jasa pendidikan dengan melakukan perbaikan secara kontinu dalam semua aspek pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Oleh karena itu, manajemen pemasaran pendidikan harus benar-benar diatur seoptimal mungkin untuk bersaing dengan lembaga pendidikan lainnya. Dalam manajemen pemasaran pendidikan terdapat bauran (alat) pemasaran jasa pendidikan yaitu: produk, harga, lokasi, promosi, sumber daya manusia, bukti fisik dan proses jasa pendidikan. Sedangkan strategi pemasaran pendidikan yaitu: identifikasi pasar, segmentasi, positioning atau diferensiasi, komunikasi pemasaran dan pelayanan lembaga pendidikan. Model pemasaran pendidikan yaitu: pemasaran eksternal, internal dan interaktif. Indikator keberhasilan pemasaran pendidikan yaitu: kepuasan pelanggan pendidikan, loyalitas pelanggan pendidikan dan opini publik terhadap citra lembaga pendidikan.  

PEMANFAATAN TEKHNOLOGI INFORMASI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Hairiyah, Siti

Jurnal Kariman Vol 6 No 1 (2018): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : STIT AL-KARIMIYYAH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.758 KB)

Abstract

Tekhnologi informasi tentu sangatlah penting untuk dimanfaatkan dalam segala aspek kehidupan manusia melihat keadaan zaman sekarang ini yang semakin canggih. Pemanfaatan tekhnologi informasi dalam pembelajaran diharapkan akan lebih mempermudah pemahaman siswa dalam proses pembelajaran khususnya pendidikan agama islam. Mengingat alokasi waktu yang ada untuk pendidikan agama islam sangat sedikit maka penerapan tekhnologi dalam pembelajaran akan banyak membantu baik terhadap guru atau siswa. Apabila guru agama hanya menguasai ilmu agama saja maka tidak menutup kemungkinan guru tersebut akan mengalami kemunduran atau tidak berkembang. Untuk mengatasi kemunduran tersebut maka guru agama harus menguasai sains dan teknologi yang nantiya dapat direalisasikan dalam proses pembelajaran.  

KEMISKINAN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR`AN DAN SOLUSINYA DALAM PANDANGAN ISLAM

Ahyani, Sidqi

Jurnal Kariman Vol 4 No 1 (2016): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : STIT AL-KARIMIYYAH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.469 KB)

Abstract

Al-Qur’an sebagai sumber ajaran agama Islam di samping berfungsi sebagai petunjuk, ia juga berguna sebagai pembeda  antara yang hak dan yang batil, yang etis dan yang tidak etis, termasuk dalam tata cara mencari rezeki yang halalan thayyiban sebagai upaya untuk membebaskan seseorang dari belenggu kemiskinan. Kemiskinan merupakan problematika kehidupan yang sangat membutuhkan solusi, baik bagi orang miskin itu sendiri, maupun kepada para hartawan yang diberi kecukupan hidup supaya berbagi dengan orang-orang fakir dan miskin sebagai golongan yang tidak memiliki keberuntungan dalam hal kecukupan ekonomi. Kemiskian yang disebabkan oleh kondisi alam dapat ditanggulangi dengan hijrah, usaha di luar kawasan tempat tinggal, serta pengadaan dan pengaturan pengairan. Sementara penanggulangan kemiskinan yang disebabkan oleh kondisi manusia adalah bekerja, jaminan hidup dari kerabat yang, dan zakat. Sedangkan solusi kemiskian yang berkaitan dengan kondisi sosial masyarakat dan struktural adalah melalui pemerataan ekonomi seperti akad mudharabah dan keputusan the ruling class seperti jaminan dari kas Islam (bait al-mal).  

ETIKA ISLAM

Wijaya, Nur Rahmad Yahya

Jurnal Kariman Vol 6 No 1 (2018): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : STIT AL-KARIMIYYAH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.33 KB)

Abstract

Tulisan ini merupakan penelusuran terhadap ukuran etis bagi perbuatan moral yang dicari lewat berbagai kajian, baik dari Barat, maupun dari Islam sendiri. Pertanyaannya adalah apa ukuran yang paling tepat bagi perbuatan moral? Dan, apakah penjelasannya dapat ditelusuri hanya melalui akal saja, ataukah juga memerlukan penjelasan dari wahyu? Kajian Etika Islam ini bukan hanya menguraikan perdebatan di dalam wacana Filsafat Barat, tetapi juga Filsafat Islam; bukan hanya di dalam Etika Barat, tetapi juga di dalam bidang Etika Islam klasik yang termuat di dalam perdebatan teologis Ilm al-Kalam dan Filsafat Islam Abad Pertengahan. Selanjutnya, kaidah kedaruratan Usul al-Fiqh dan Etika Teleologis dapat memberikan penjelasan bagaimana kasus-kasus pelik dan dilematis di dalam realitas pengalaman empiris dapat diselesaikan. Kajian Etika Islam ini disebut multidisipliner karena menggunakan berbagai pendekatan melalui berbagai disiplin keilmuan, dan disebut sintesis karena mengambil ide-ide terbaik yang ditawarkan di dalam pemikiran-pemikiran etika yang dibahas di dalam tulisan ini, dan menggabungkannya menjadi suatu kesatuan yang utuh dan padu.

PENDIDIKAN PESANTREN DAN TANTANGAN MODERNISASI

Hafid, Hafid

Jurnal Kariman Vol 1 No 01 (2013): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : STIT AL-KARIMIYYAH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.766 KB)

Abstract

Pesantren adalah lembaga pendidikan yang relatif tua di bumi nusantara. Dalam perjalanan historisnya yang menjadi akulturasi Islam dengan budaya setempat senantiasa bergumul dengan problematika sistem pendidikan yang akan dan terus dilaksanakannya. Otonomi sebagai salah satu ciri khasnya membuat pesantren menolak setiap otoritas yang datangnya dari luar. Pesantren semakin berkembang secara cepat dengan adanya sikap non-kooperatif ulama terhadap kebijakan "politik etis" pemerintah kolonial Belanda pada akhir abad ke-19, yang berusaha membalas jasa rakyat Indonesia dengan memberikan pendidikan modern, termasuk budaya Barat. Sikap non-kooperatif ulama ditunjukkan dengan mendirikan semakin banyak pondok pesantren di daerah-daerah yang jauh dari kota, untuk menghindari intervensi kultural perintah kolonial, di samping juga untuk memberi kesempatan kepada rakyat yang sama sekali belum memperoleh pendidikan. Dengan kondisi semacam itu, pesantren mampu menyaring setiap nilai-nilai kehidupan dalam multidimensinya dengan satu nilai yang mengacu pada ajaran Islam, yang menjadi dasar dalam setiap langkah kebijakannya.