cover
Filter by Year
Jurnal Profesi Medika
Published by UPN Veteran Jakarta
Articles
20
Articles
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK KULIT APEL (Malus sylvestris-mill) VAR. Rome Beauty TERHADAP KADAR ENZIM SGPT TIKUS (Rattus norvegicus) GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI CCL4 (KARBON TETRA KLORIDA)

Yus, Hany, Octaviany, Vina Devi, Simanjuntak, Kristina

Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2017): Jurnal Profesi Medika
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Hepar adalah organ terbesar yang paling sering menerima jejas karena merupakan  pintu utama bagi  semua bahan yang masuk ke dalam tubuh melalui saluran cerna. Karbontetrachloride (CCl4) adalah senyawa kimia yang dapat menginduksi kerusakan hati. Antioksidan yang berasal dari buah-buahan, misalnya buah apel dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan alami untuk mengurangi kerusakan hati. Ketika memakan buah apel beberapa orang memiliki kebiasaan untuk membuang kulitnya padahal kulit apel mengandung antioksidan yang tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari ekstrak kulit buah apel var. rome beauty terhadap kadar SGPT tikus (Rattus norvegicus) yang diinduksi oleh CCl4. Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus galur wistar dibagi menjadi 5 kelompok secara acak, yaitu kelompok kontrol positif, kontrol negatif, ekstrak kulit apel var. rome beauty dosis I (0,12 mg/kgBB), dosis II (0,24 mg/kgBB), dan dosis III (0,49 mg/kgBB). Dengan menggunakan uji one way anova didapatkan nilai signifikansi alpha sebesar 0,000 (P<0,000) artinya terdapat perbedaan efektivitas yang bermakna antar kelompok. Dari hasil analisis uji pos hoc terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol positif dengan kelompok perlakuan ekstrak kulit apel var. rome beauty dosis I, dosis II dan dosis III (P<0,05), artinya ekstrak kulit apel var. rome beauty dosis I,  II dan III dapat menurunkan enzim SGPT tikus (Rattus norvegicus) yang diinduksi CCl4.

EFEK EKSTRAK ETANOL DAGING PUTIH SEMANGKA DAN SIMVASTATIN TERHADAP AKTIVASI NUCLEAR FACTOR KAPPA BETA (NF- kβ) AORTA TIKUS RATTUS NORVEGICUS YANG DIBERI DIET ATEROGENIK

manggasa, dafrosia darmi

Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2017): Jurnal Profesi Medika
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Diet aterogenik dapat menyebabkan kondisi dislipidemia yang memicu terjadinya peningkatan Reactive Oxygen Species (ROS) dan mengakibatkan stres oksidatif. Peningkatan ROS dapat mengaktifkan faktor transkripsi Nuclear Factor Kappa Beta (NF-kβ). NF-kβ yang teraktivasi akan menginduksi terbentuknya sitokin proinflamasi yang akan meningkatkan progresivitas aterosklerosis. Daging putih semangka terbukti memiliki senyawa antioksidan yang dapat menghambat ROS. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek ekstrak daging putih semangka dan simvastatin terhadap penurunan aktivasi NF-kβ tikus Rattus norvegicus yang diberi diet aterogenik. Penelitian eksperimental ini menggunakan Post Test Only Control Group Design. Sampel dibagi 5 kelompok yaitu (i) diet standar (K-), (ii) diet aterogenik (K+), (iii) diet aterogenik+ekstrak daging putih semangka 250 mg/kgBB/hari, (iv) diet aterogenik+ekstrak daging putih semangka dosis 500 mg/kgBB/hari dan (v) diet aterogenik+simvastatin 0,9 mg/kgBB/hari. Aktivasi NF-kβ diukur menggunakan metode imunohistokimia. Data dianalisis dengan uji ANOVA dan uji post hoc. Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan yang signifikan rerata aktivasi NF-kβ pada pemberian ekstrak daging putih semangka dosis 250 mg/kgBB/hari (p=0,000), dan dosis 500 mg/kgBB/hari (p=0,000). Simvastatin 0,9 mg/kgBB/hari juga menurunkan aktivasi NF-kβ secara signifikan (p=0,000) dibandingkan dengan kelompok diet aterogenik. Disimpulkan bahwa ekstrak daging putih semangka mempunyai efektifitas yang sama dengan simvastatin 0,9 mg/kgBB/hari dalam menurunkan aktivasi NF-kβ pada tikus yang diberi diet aterogenik

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta, 2017

Khairunnissa, Aulia, Wahyuningsih, Sri

Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2017): Jurnal Profesi Medika
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian. Estimasi insiden kanker payudara di Indonesia sebesar 36 per 100.000 perempuan. Lebih dari 80% kasus ditemukan berada pada stadium yang lanjut. Salah satu cara untuk mengurangi angka kejadian kanker payudara adalah dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Deteksi dini dapat menekan angka kematian sebesar 25-30%. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada mahasiswi Fakultas Kedokteran UPN “Veteran” Jakarta tahun 2017. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, menggunakan kuesioner dengan sampel 108 orang. Metode pengambilan sampel menggunakan metode probability sampling dengan teknik proportionate stratified random sampling. Hasil analisis menggunakan uji Chi-square menunjukkan adanya hubungan antara BMI, sumber informasi, sikap, pengetahuan dan dukungan keluarga dengan perilaku pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Tidak ada hubungan antara riwayat penyakit keluarga, umur dan pendapatan dengan perilaku pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Hasil analisis regresi logistik menunjukkan faktor yang paling dominan mempengaruhi  perilaku pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah pengetahuan (OR=10,889). Kata kunci : kanker payudara, pengetahuan, perilaku, SADARI

EFEK ANTIMIKROBA EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera) TERHADAP ISOLAT BAKTERI PENYEBAB ACNE VULGARIS SECARA INVITRO

Bahar, Meiskha, Yusmaini, Hany

Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2017): Jurnal Profesi Medika
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Acne vulgaris adalah suatu kondisi inflamasi umum pada unit polisebaseus, ditandai dengan komedo, papul, pustul atau nodul. Penyakit kulit ini bukan merupakan penyakit yang berbahaya tetapi mempunyai dampak yang besar secara fisik maupun psikologik. Prinsip penanganan acne antara lain  menurunkan populasi Propionibacterium acne dan menekan  inflamasi. Dari penelitian sebelumnya ditemukan adanya mikroorganisme lainnya dalam lesi yang mungkin berperan selain Propionibacterium acne yaitu Staphylococcus aureus, S. epidermidis dan Pityrosporum ovale. Beberapa sumber melaporkan ada beberapa manfaat Aloe vera untuk kecantikan dan perawatan kulit. Aloe vera juga digunakan secara eksternal untuk mengobati berbagai kondisi kulit seperti luka, nyeri dan menekan proses inflamasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek antimikroba ekstrak Aloe vera konsentrasi 25%,50% dan 75% terhadap isolat bakteri penyebab Acne vulgaris secara invitro dengan menggunakan metode difusi. Sebelum pengujian dilakukan isolasi dan identifikasi bakteri dari lesi. Bakteri yang ditemukan dari lesi penderita tergolong bakteri golongan Gram positif yaitu  Staphylococcus aureus dan Propionibacterium acne. Hasil uji One-way Anova  menunjukan terdapat perbedaan bermakna efektivitas ekstrak lidah buaya terhadap S.aureus dan P.acne. Uji Post Hoc terhadap S.aureus  menunjukan terdapat perbedaan bermakna ELB 25%, 50% dan 75% dengan kontrol (+) dan kontrol (-) , tidak terdapat perbedaan bermakna antara ELB 25% dengan 50% dan 50% dengan 75%. Sedangkan antara 25% - 75% berbeda bermakna. Sedangkan Uji Post Hoc terhadap P.acne menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna antara  ELB 25%, 50% dan 75% dengan kontrol positif.Kesimpulan : Ekstrak Lidah Buaya (Aloe vera)  mempunyai efek antimikroba terhadap isolat bakteri penyebab Acne vulgaris yaitu Propionibacterium acne dan Staphylococcus aureus  pada konsentrasi 25%, 50% dan 75% secara invitro.

HUBUNGAN FAKTOR DEMOGRAFI DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN DEPRESI PASCASALIN

Nurfatimah, Nurfatimah, Entoh, Cristina

Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2017): Jurnal Profesi Medika
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Depresi pascasalin adalah gangguan mental yang terjadi pada pascasalin dan dapat berlangsung sampai satu tahun. Gangguan mood pada ibu pascasalin bukan persoalan yang mudah. Dampaknya bisa memporakporandakan kehidupan ibu dan anaknya. Saat ini masih banyak ibu yang mengalami depresi pascasalin tetapi belum terdeteksi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara faktor demografi dan dukungan sosial dengan depresi pascasalin di wilayah kerja Puskesmas Kayamanya.      Desain dalam penelitian ini adalah cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 56 responden yang diikuti mulai dari awal kelahiran sampai 7 hari pascasalin. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik consequtive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) dan kuesioner social support yang sudah baku.Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur tidak berhubungan secara signifikan dengan depresi pascasalin (p=0,514) dan pendidikan (p=0,154), sedangkan paritas (p=0,012), status ekonomi (p=0,030), dukungan sosial meliputi keluarga (p=0,035), teman (p=0,017), dan bidan (p=0,005) yang berarti memiliki hubungan yang signifikan. Analisis multivariat menunjukkan bahwa dukungan bidan (wald=4,236; p=0,040) merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan depresi pascasalin.Kata Kunci: faktor demografi, dukungan sosial, depresi pascasalin

INSIDENSI KHOLANGITIS KRONIK SEBAGAI MANIFESTASI EKSTRAINTESTINAL PENDERITA IBD DI RSPAD GATOT SOEBROTO JAKARTA PUSAT

ARL, Syafruddin, Martamala, Ruswhandi

Jurnal Profesi Medika Vol 11, No 1 (2017): JURNAl PROFESI MEDIKA
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.738 KB)

Abstract

IBD (Inflammatory Bowel Disease) as a disease of inflammation of chronic intestinal. The extraintestinal manifestation is predominantly in the form Pericholangitis, chronic cholitis or primary sclerosing cholangitis (PSC), which usually appear after a few years later from the pop-up cases of IBD with the incidence rate of 5%. Want to know the incidence rate of IBD and PSC in patients were undergoing colonoscopy at RSPAD GS since of March 1, 2016 until February 28, 2017. All patients were undergoing colonoscopy for one year included as a subject of research. Subjects sorted and selected on the findings of the colonoscopy as IBD and non-IBD. Data Cholitis chronic (KHK) is based on the findings of aspartate aminotransferase (AST) and total bilirubin elevated serum and serum albumin divided into groups of KHK-IBD or PSC, KHK-non-IBD, Non-KHK-IBD and Non- KHK-non-IBD. Correlation between the PSC and the PSC with IBD were tested statistically by Fisher, materials taken retrospective descriptive. Data PSC and IBD patients as follows: The incidence rate of IBD and PSC are 18.6% and 5.4%; Correlation PSC with extraintestinal manifestation of IBD acceptable expectation (p = 0.000); demographic data of IBD (30 patients) with male 62.4% (18 people), mean age was 50.6 years and incidence between 40 - 59 years old.

UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) TERHADAP ISOLAT BAKTERI Escherichia coli JAJANAN CILOK SECARA IN VITRO DENGAN METODE DIFUSI

Abima, Fadel, Bahar, Meiskha, Chairani, Aulia

Jurnal Profesi Medika Vol 11, No 1 (2017): JURNAl PROFESI MEDIKA
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.266 KB)

Abstract

Diarrhea is still one of the world’s major health problem especially in developing country. Foods and beverages contaminated by microorganism become the risk factor of diarrhea, including Escherichia coli (E. coli). One of the curative effort that can be done is to utilise thesecondary metabolite compounds contained in binahong leaf (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis). This study used true experimental method. The sample was binahong leaf extract with concentration of 25%, 50, and 75% using diffusion method (Kirby-Bauer) on doublelayered Mueller Hinton Agar (MHA) (base layer and seed layer) in order to measure thegrowth inhibition zone around the cylinder plate. The amount of population on this study was 24 isolations of E. coli. The repetition of each treatment group was counted by Federer formula. The result analyzed using Kruskal-Wallis test and showed that there was differenceon binahong leaf extract effectiveness (p < 0,05), as well as on post hoc analysis using MannWhitney test showed that there was significant difference at concentration of 25%,50%, and 75%. (p < 0,001). This shows that there is a significant differences in the concentration of binahong leaf extract.

HUBUNGAN ANTARA PERILAKU KELUARGA TERHADAP KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KELURAHAN PANCORAN MAS

Jihaan, Sarah, Chairani, Aulia, Mashoedojo1, Mashoedojo1

Jurnal Profesi Medika Vol 11, No 1 (2017): JURNAl PROFESI MEDIKA
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.892 KB)

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever was a viral endemic disease which has became on of common health problems encountered in Indonesian. The incidence rate of DHF in Kelurahan Pancoran Mas had been become the highest and significant increase from 2010-2015. This research determine the correlation between family health behavior and the incidens of DHF. This is an analytic survey research by cluster random sampling. The subject were all of the people who live in Kelurahan Pancoran Mas with produced a sample is 136 respondents. Data collection use the questioner and analyse by chi square statistic test (P=0,05). From the research result was found that there’s no correlation of family health behavior with dengue incidence with P=0,254 (P>0,05). It can be concluded that the alternative hypothesis in this study (Ha) rejected and the hypothesis (Ho) is accepted where there’s no correlation between of family health behavior with dengue incidence.

UJI EFEKTIVITAS LARUTAN MADU SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus DAN Pseudomonas aeruginosae DENGAN METODE DISK DIFFUSION

Yuliati, Yuliati

Jurnal Profesi Medika Vol 11, No 1 (2017): JURNAl PROFESI MEDIKA
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.799 KB)

Abstract

Honey is one of the traditional medicine that can be used in the community for wound treatment since centuries ago. Honey has an antibacterial effect, due to its high osmolarity , hydrogen peroxide content, low pH and low activity. The pH of honey is acidic (ranges about 3.2-4.5), inhibits the metabolism of Gram negative and positive bacteria, in consequence would be bacterial metabolism inhibition. This condition would lead to bacterial lysis. Honey can be used as wound treatment, controls blood sugar in diabetes patient`s, antioxidants, preventsinflammation outer layer surrounding the mouth of the laser beam treatment of cancer patients, treats gastrointestinal inflammation, as well as the material beauty products, hair and skin. This study was conducted to determine the comparative effectiveness of honey solution on the growth of Staphylococcus aureus and Pseudomonas aeruginosae with various concentrations of 105 ppm, 106 ppm , 5x106 ppm , 107 ppm , and 108 ppm by well diffusion method. According to the MICresult on S .aureus, its is included in weak category, with an average diameter 6.5 mm , 10.5 mm, 12 mm, and 14.7 mm on 106 ppm, 5x106 ppm, 107 ppm, and 108 ppm, respectively. Based on theMIC result on Pseudomonas aeruginosae, it also included in weak category, with an average diameter 6 mm , 8.5 um , 9.5 mm, 10.5 mm on 106 ppm, 5x106 ppm on 106 ppm, 5x106 ppm, 107 ppm, and 108 ppm, respectively. This study concluded that antibacterial from honey solution is more effective against Staphylococcus aureus than Pseudomonas aeruginosae, although there are no significantly difference.

HUBUNGAN USIA IBU, GRAVIDITAS, RIWAYAT PRE-EKLAMPSIA BERAT DI RSUD. KABUPATEN BEKASI PERIODE JUNI 2015- JUNI 2016

Luthfiyani, Syifa Aulia, Reksoprodjo, Mariono, Anisah, Anisah

Jurnal Profesi Medika Vol 11, No 1 (2017): JURNAl PROFESI MEDIKA
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.533 KB)

Abstract

Pre-eclampsia/Eclampsia is the second largest cause of maternal death after postpartum hemorrhage. There are some risk factors that influence the occurrence of pre-eclampsia/Eclampsia. The aim of the research was to analyze the correlation between risk factors and find the most influence factors to the incidence of severe pre-eclampsia in RSUD District Bekasi. This case control study research done by using secondary data by looking at the data in patient medical records in RSUD District Bekasi period June 2015 - June 2016 and then analyzed using univariate, bivariate with Chi-square and multivariate logistic regression. Sampling method using simple random sampling technique. The results of the bivariate analysis showed there was a significant relationship between gravidity, obesity and history of pre-eclampsia with severe pre-eclampsia with each value of p = 0.022 (OR: 0.251), p = 0.002 (OR: 6,923) and p = 0.0001 (OR: 9.273). Multivariate analysis showed that history of pre-eclampsia and obesity are factors that most influence to the occurrence of severe pre-eclampsia. There was a significant relationship between gravidity, history of pre-eclampsia and obesity with severe pre-eclampsia. Primigravidas 2.51 times higher risk, history of pre-eclampsia positive 6,923 times higher and obesity 9.273 times higher more at risk of developing severe pre-eclampsia.