ITQAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan
ISSN : 20867018     EISSN : -
This Journal contains original works from lecturers, researchers, students, and other concerned parties who have not been published or are not on the publication in the form of articles on research, and conceptual ideas. The journal publishes twice a year in two editions from January to June and July to December. The Scope of Itqan journal includes the area of (1) Islamic education; (2) English education;(3) Arabic Education; (4) mathematics education; (5) Islamic education management; (6) Indonesian Education;(7) Early Childhood Education; (8) elementary education, and any educational Islamic studies related to Islamic education.
Articles 60 Documents
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH

Setiawan, Setiawan

Jurnal Itqan Vol 6 No 2 (2015): ITQAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training of State Islamic Institute of Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.141 KB)

Abstract

Salah satu pendekatan pembelajaran yang kreatif, inovatif dan efektif dalam meningkatkan kemampuan penalaran matematika siswa  adalah pendekatan pembelajaran berbasis masalah. Pembelajaran berbasis masalah dalam mengawali pembelajaran dengan memberikan  permasalahan, sehingga siswa diawal pembelajaran sudah dilatih untuk berpikir baik dengan menghubung-hubungkan konsep yang telah dipelajari maupun bernalar dalam menyelesaikan permasalahan. Pembelajaran berbasis masalah adalah suatu pendekatan pembelajaran yang melibatkan siswa aktif secara optimal, memungkinkan siswa melakukan eksplorasi, observasi, eksprimen, investigasi, pemecahan masalah yang mengintegrasikan keterampilan dan konsep-konsep dasar dari berbagai konten area. Pendekatan ini meliputi menyimpulkan informasi sekitar masalah, melakukan sintesa dan mempresentasikan apa yang telah diperoleh siswa untuk disampaikan kepada siswa lainnya. Belajar berbasis masalah berarti siswa memberi makna terhadap suatu situasi yang dihadapi serta berusaha membangun dan memahami konsep dari suatu materi dengan cara terlibat aktif dalam memecahkan masalah.

URGENSI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN

Maawiyah, Aisyah

Jurnal Itqan Vol 6 No 2 (2015): ITQAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training of State Islamic Institute of Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.588 KB)

Abstract

Pembelajaran bukan hanya  penyampaian materi pada ranah kognitif saja untuk dapat menjawab soal ujian, tapi juga dalam pembentukan karakter anak sangat diperlukan ranah afektif, yaitu pembiasaan. Pembiasaan untuk berbuat baik, berlaku jujur, integritas, optimis, malu berbuat curang, malu bersikap malas, malu membiarkan lingkungannya kotor, optimis empati, dan kerja keras. Karena  karakter tidak terbentuk secara instan, tapi harus  diasuh dan dilatih secara serius, kontinyu dan profesional, maka  dalam pembelajaran tidak boleh  ada kesenjangan antara praktik dengan teori  pendidikan  karakter peserta didik agar mencapai manusia yang sempurna (insan kamil). Pendidikan karakter  merupakan wujud dari konsep dasar manusia: fitrah. Setiap anak dilahirkan menurut fitrahnya, yaitu memiliki akal, nafsu (jasad), hatidan ruh. Konsep inilah yang sekarang lantas dikembangkan menjadi konsep multiple intelligence. Dalam Islam terdapat beberapa istilah yang sangat tepat digunakan sebagai pendekatan pembelajaran. Konsep-konsep itu antara lain tilâwah, ta’lîm, tarbiyah, ta’dîb, tazkiyah dan tadlrîb. Permasalahan sekarang  kebanyakan siswa tidak berkarakter yang baik dan benar karena  dalam proses pembelajaran, guru hanya menyampaikan materi pelajaran sangat memfokus pada ranah kognitif saja, kurang mengutamakan ranah afektif atau   mendidik (tarbiyah, ta’dib)   siswa belum berhasil mencetak siswa yang berkarakter, atau dengan kata lain pendidikan karakter masih gagal, karena banyak lulusan sekolah atau sarjana yang berkualitas  tetapi mental dan akhlak belum melambangkan kepribadian yang baik seperti sangat kurang sikap kejujuran, integritas, optimis, empati dan lain-lain.

STRATEGI PEMBELAJARAN PAI PADA KELAS AWAL DI SDIT BUNAYYA LHOKSEUMAWE

Yusrianti, Susi

Jurnal Itqan Vol 6 No 2 (2015): ITQAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training of State Islamic Institute of Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.458 KB)

Abstract

Pendidikan di sekolah dasar merupakan kesempatan pertama yang baik dalam pembinaan sikap dan jiwa agama pada peserta didik. PAI pada pendidikan dasar merupakan salah satu  pendidikan yang harus secara terus menerus ditingkatkan sehingga mampu melahirkan peserta didik yang memiliki moralitas tinggi. Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik untuk melihat Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada kelas awal di SDIT Bunayya Lhokseumawe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses, modifikasi media dan penilaian autentik pada pembelajaran PAI di SDIT Bunayya Lhokseumawe dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Pada konteks strategi pembelajaran PAI di SDIT, yang dialami siswa di kelas awal SDIT Bunayya Lhokseumawe adalah guru membentuk kepribadian Islam seorang siswa untuk menjadi muslim yang bertaqwa. Dalam pelaksanaannya guru tetap memperhatikan karakteristik dan kebutuhan siswa serta selalu melakukan kerjasama yang baik antara guru, karyawan, orang tua, keluarga dan lingkungan sekitar, sehingga kegiatan pembelajaran PAI terlaksana dengan baik, maka jenis media pembelajaran yang digunakan oleh guru PAI di kelas awal SDIT Bunayya Lhokseumawe adalah Guru menggunakan media grafis dalam pembelajaran PAI baik dalam bentuk gambar, sketsa maupun globe dan Guru menggunakan media audio visual dan Selain menggunakan rapot diknas, guru juga menggunakan portofolio sebagai indicator keberhasilan siswa serta yang paling penting adalah pemahaman dan penghafalan siswa terhadap huruf-huruf hijaiyah dan hafalan surat pendek.

TEACHING MATERIAL

Fitriah, Fitriah

Jurnal Itqan Vol 6 No 2 (2015): ITQAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training of State Islamic Institute of Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.242 KB)

Abstract

Ada lima komponen penting dalam proses pengajaran yaitu; siswa, guru, bahan ajar, metode mengajar dan evaluasi. Bahan ajar merupakan salah satu komponen yang sangat penting untuk kelancaran proses belajar dan mengajar dalam kelas yang dapat membantu guru dan siswa. Jadi, hendaknya isi bahan ajar disesuaikan dengan kemampuan yang memakainya, baik guru maupun murid. Bahan ajar bisa dibuat dalam bentuk dan ukuran apapun seperti lazimnya untuk mendukung dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran karena bahan ajar itu sendiri bermanfaat untuk keefektifan mengajar. Kualiatas bahan ajar sangatlah berpengaruh terhadap kualitas mengajar. Bahan ajar dapat dipilih dalam bentuk textbook yang disesuaikan dengan kurikulum yang meliputi isi sebagai tambahan aktivitas kelas, latihan, lembaran, peta atau grafik, lembaran ulangan dan lain sebagainya.

MANAJEMEN PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Mahdalena, Mahdalena

Jurnal Itqan Vol 6 No 2 (2015): ITQAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training of State Islamic Institute of Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.374 KB)

Abstract

Pengelolaan pembelajaran matematika merupakan suatu kegiatan memenej yang akan menghasilkan pembelajaran yang baik. Dalam memenej pembelajaran matematika maka yang terjadi adalah perubahan-perubahan kebijakan yang harus disesuaikan dan dapat dilaksanakan dan bersifat dinamis. Dalam memilih kebijakan, pengajar harus memperhatikan  kemampuan siswa, ketersedian sumber, dan waktu persiapan bagi pengajar untuk mengoptimalkan pembelajaran matematika. Dan ini merupakan gambaran suatu keputusan terhadap suatu hal yang bersifat ketidakpastian. Keputusan adalah sesuatu yang mempengaruhi individu dalam memilih format mengajar seperti pembelajaran berpusat pada siswa, kapur dan ceramah, atau tutor berbasis komputer. Pelajar adalah seseorang yang sistem kognitifnya dibangun oleh informasi yang sudah ada pada dirinya sendiri dan oleh aktivitas proses pengetahuan. Untuk memaksimalkan pengembangan kognitif siswa, lingkungan intensif pengetahuan sangat penting untuk membantu pelajar menyelidiki suatu situasi, mengkonstruk konsep, dan menemukan aturan-aturan umum melalui aktivitas pemecahan masalah. Pengajar sebagai fasilitator, dalam hal ini mempunyai tugas yang komplit. Sebelum memutuskan skenario apa yang tepat untuk dilaksanakan di kelas, pengajar membutuhkan banyak isu, termasuk lingkungan yang cocok dan ketidakpastian meliputi kemampuan siswa dan sumber sekolah.

LEARNING READING COMPREHENSION THROUGH RETELLING TECHNIQUE

Erlidawati, Erlidawati

Jurnal Itqan Vol 6 No 2 (2015): ITQAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training of State Islamic Institute of Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.121 KB)

Abstract

Penelitian ini adalah kegunaan dari retelling technique dalam mempelajari reading comprehension.This study was the using of retelling technique in learning reading comprehension. Di dalam mengajar reading comprehension memmiliki banyak strategy, method, pendekatan dan tehnik. Setiap dosen dapat mengaplikasikannya dalam mengajar. Khusus, dalam mengajar pelajaran bahasa ingris lebih menarik daripada mengajar pelajaran yang lain. Karena ada sebagian dari mahasiswa berpikir pelajaran bahasa inggris salah satu pelajaran yang sulit. Penelitian ini bertujuan adalah untuk megetahui manfaat dari retelling tehnik. Retelling tehnik adalah sebuah aktivitas lisan di dalam memahami text, seorang pembaca menjelaskan ide utama, berpikir dan mengingat apa yang telah dibaca. Penulis dapat menyimpulkan beberapa kesimpulan tentang retelling technique, yaitu; pertama, retelling tehnik adalah mampu untuk meningkatkan kosakata mahasiswa. Kedua, retelling tehnik dapat menolong mahasiswa dalam menjelaskan ide utama. Ketiga, retelling tehnik dapat memotivasi mahasiswa dalam memahami text. Terakhir, mahasiswa harus mengetahui dan menggambarkan point-point dari setiap paragraph.

KARAKTERISTIK RASULULLAH SEBAGAI PENDIDIK : Perspektif Sirah Nabawiyah

Arsyad, Junaidi

Jurnal Itqan Vol 6 No 2 (2015): ITQAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training of State Islamic Institute of Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.035 KB)

Abstract

Mengenal karakteritik Rasulullah SAW sebagai pendidik merupakan sebuah keniscayaan karena pendidikan yang diberikan oleh Nabi SAW mengandung ruh dan semangat membangun umat ke arah yang jauh lebih baik.  Dalam pandangan Islam, posisi pendidik sangat penting. Tanpa keberadaan pendidik, proses pendidikan tidak berarti apa-apa. Oleh sebab itu, untuk mewujudkan pendidik yang memiliki ruh (spirit) Islam, perlu melihat sisi kehidupan atau karakteristik Rasulullah saw. sebagai pendidik, karena hakikat diutusnya beliau sebagai Rasulullah di muka bumi ini adalah sebagai uswah al-Hasanah dan rahmatan lil ‘alamin. Artinya, seluruh aspek sunnah Nabi saw. adalah panduan utama setelah Alquran dalam seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk aspek pendidikan. Keberadaannya sebagai pendidik merupakan sumber konsep pendidikan yang kebenarannya direkomendasikan oleh Allah SWT. Tulisan ini bertujuan menyingkap seperti apa karakteristik pendidik yang dimiliki Rasulullah saw. dalam perspektif sirah Nabawiyah.

STRATEGI PENGELOLAAN ASET LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM DENGAN WEALTH MANAGEMENT

Muslem, Muslem

Jurnal Itqan Vol 6 No 2 (2015): ITQAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training of State Islamic Institute of Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.405 KB)

Abstract

Kecemasan dalam lembaga pendidikan Islam adalah persoalan mengelola aset. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan perlu adanya pengelolaan keuangan secara profesional terhadap sumber daya yang ada dan salah satunya yang perlu dikelola dengan baik adalah aset. Konsep wealth management adalah ilmu untuk mengelola aset, dan investasi sebagai jantungnya. Dengan pendekatan the cashflow quadrant dipandang sebagai sebuah solusi yang ideal untuk mengelola aset di lembaga pendidikan Islam yang harus ditindaklanjuti dengan sikap memanfaatkan dana abadi, menyadari fungsi penyelenggaraan sebagai fungsi manajer, meninggalkan sikap menabung dan menjadi investor, memahami seluk beluk investasi dan memulai berinvestasi secara bertahap.

PENDIDIK SUKSES MENUJU PENDIDIKAN BERKUALITAS

Rahmah, Syarifah

Jurnal Itqan Vol 6 No 2 (2015): ITQAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training of State Islamic Institute of Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.209 KB)

Abstract

Pendidikan dan proses sangat sulit dipisahkan ibarat dua sisi mata uang yang saling berkaitan, sangat universal dan memiliki fungsi yang nyata. Pendidikan juga tidak terlepas antara pendidik dan  pesarta didik, yaitu ada yang memberi didikan dan ada yang menerima didikan, mereka adalah dua aktor utama yang menjalankan perannya dalam proses pembelajaran. Pendidik adalah manusia yang menebarkan kebaikan ketengah masyarakat peserta didik, untuk menjadi generasi tangguh dan berguna bagi agama nusa dan bangsa. Dalam proses pembelajaran, peran pendidik memiliki fungsi sentral, dalam menggerakkan nilai-nilai kebaikan dengan tidak membeda-bedakan antara peserta didik yang satu dengan peserta didik lainnya, lebih mengedepankan aspek psikologis dan tidak melihat pada perbedaan individu. Pendidik harus bersikap bijaksana dalam menjatuhkan hukuman, setiap bentuk hukuman yang dijatuhkan lebih bersifat mendidik, sehingga peserta didik tidak merasa ketakutan, cemas, dan bersikap apatis apa lagi sampai bembenci dan  bertindak curang terhadap pendidiknya Selain hukuman pendidik juga harus memberikan bentuk penghargaan. Bentuk penghargaan dapat berbentuk apa saja yang bisa menyenangkan peserta didik. Tujuan pemberian penghargaan juga sebagai bentuk aspirasi guru dalam penyelenggaraan pendidikan yang lebih sehat, menyenangkan dan berkualitas.

NILAI-NILAI AKHLAK YANG DIINTERNALISASIKAN DALAM PEMBELAJARAN ALJABAR SMP

Rosimanidar, Rosimanidar

Jurnal Itqan Vol 6 No 2 (2015): ITQAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training of State Islamic Institute of Lhokseumawe

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1163.358 KB)

Abstract

Sikap negatif siswa dalam belajar aljabar dan krisis akhlak yang terjadi pada siswa SMP menunjukkan selama ini pembelajaran aljabar di sekolah lebih mengutamakan pencapaian tujuan pendidikan matematika yang bersifat material, tetapi kurang memperhatikan pencapaian tujuan pendidikan matematika yang bersifat formal, yakni untuk menata nalar siswa dan membentuk kepribadiannya. Untuk mengetahui apasaja nilai-nilai akhlak yang dapat diinternalisasikan dalam  pembelajaran aljabar SMP, maka dilakukan penelitian kepustakaan (library research). Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan data sumber sekunder. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif, analisis isi, pendekatan deduktif dan pendekatan induktif. Hasil penelitian diperoleh bahwa nilai-nilai akhlak yang dapat diinternalisasikan dalam  pembelajaran aljabar SMP adalah nilai yang terkait dengan hablun minannas yaitu  nilai tolong menolong dan rasa hormat dan perhatian, sedangkan nilai yang berhubungan dengan hablun minannafsi (diri sendiri).yaitu teliti, hemat & cermat, kerja keras, tekun  & ulet, jujur, tegas & bertanggung jawab, pantang menyerah & percaya diri serta disiplin.