cover
Filter by Year
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal
Articles
79
Articles
Fortifikasi probiotik dalam pakan untuk meningkatkan pertumbuhan ikan gurami (Osphronemus gouramy)

Ezraneti, Riri, Erlangga, Erlangga, Marzuki, Erliza

Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 5: No. 2 (October, 2018)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Gouramy (Osphronemus gouramy) is a commodity of freshwater fish which is economically important but it has many problems in their culture, for example is slow growth. One of problem solving is utilization of probiotics in feed. This research aims to know influence of probiotic fortification in feed and to determine the best kind of probiotic that used in feed to increase the growth of gouramy (Osphronemus gouramy).This research used laboratory experimental method with feeding probiotics in feed, used a complete non-factorial randomized (RAL) design with four treatments using three different probiotic and three replications. Results of research with different probiotic with similar doses showed significant effect on weight, real influence on long and did not show significant effect on survival and feed conversion. The best treatment was found in D treatment with probiotic which contains Saccharomyces cerevisiae bacteria, Lactobacillus acidophilus, Bacillus subtilis, Aspergilus oryzae, Rhodopseudomonas, Actinomycetes and Nitrobacter per 100 gram of feed with weight rate 34,26%, long rate 30,95%, survival rate 76.67% and feed conversion 5.35 g.Keywords: gouramy, probiotic, growth

A new goatfish species of the genus Upeneus (Mullidae) in the Gulf of Antalya

Gökoğlu, Mehmet

Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 5: No. 2 (October, 2018)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

During the night diving in the Gulf of Antalya, a different type of mullidae member was seen. This fish was determined that this species is Upeneus tragula. There are two species of fish belonging to the Upeneus genus Mullidaein the Mediterranean. With the addition of Upeneus tragula to these fishes, the number of Upeneus genus in the Mediterranean has increased to three.

Efektivitas tepung hipotalamus sapi dalam pakan buatan terhadap pertumbuhan benih ikan gurami (Osphronemus gouramy)

Mahdaliana, Mahdaliana

Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 5: No. 2 (October, 2018)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This study aims to determine the effect of addition the cow’s hypothalamous flour to comercial feed, in the optimal growth rate in Gouramy seeds (Oshpronemus gouramy, Lacepede). The benefits of this study are expected to be used as a solution to optimize the growth of Gouramy fish seeds (Oshpronemus gouramy, Lacepede) by using feed which is supplemented with cow hypothalamic flour. The design used in this study was a Non Factorial Completely Randomized Design with 5 treatments and 3 replications, namely treatment A (Control), B (Cow hypothalamic flour 0.05% / g pellets), C (Cow hypothalamic flour 0, 10% / g pellets), treatment D (cow hypothalamic flour 0.15% / g pellets) and treatment E (cow hypothalamic flour 0.20% / g pellets). The parameters observed were weight growth, length growth, survival rate and water quality. The results showed that the addition of cow’s hypothalamus flour into pellet feed significantly affected the long growth and growth of gouramy seed weight but did not significantly influence the survival of gouramy (Oshpronemus gouramy, Lacepede). The highest length increase is in treatment C (0.29 cm) the highest weight gain is in treatment C (0.35 gr) and the highest survival is found in treatment B and C reaching 76.66%. The range of water quality is the temperature between 24-26 0C, pH 6,6 - 7,1, DO between 4,6 - 5,2 mg / L and ammonia ranging from 0,001 to 0,296 mg / L.Keywords: Gourami, Cow Hypothalamus Flour, Survival, Growth Rate.

Pemanfaatan limbah kulit ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) sebagai gelatin: Hidrolisis menggunakan pelarut HCl dengan konsentrasi berbeda

Handayani, Lia, Nazlia, Suraiya, Moranda, Dayva Putri

Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 5: No. 2 (October, 2018)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kulit ikan tuna sirip kuning merupakan salah satu hasil samping produk perikanan yang belum maksimal pemanfataannya. Kulit ikan dapat dimanfaatkan sebagai gelatin. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh konsentrasi HCl terhadap jumlah rendemen gelatin yang dihasilkan. Perlakuan yang dilakukan pada penelitian ini adalah penambahan pelarut HCl dengan konsentrasi berbeda yaitu 1%, 2% dan 3% selama 48 jam (1;2 b/v). Ekstraksi gelatin dilakukan menggunakan akuades (1:2 b/v, 80ºC, selama 6 jam). metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Konsentrasi HCl yang digunakan berpengaruh terhadap jumlah rendemen gelatin yang dihasilkan. Rendemen tertinggi dihasilkan menggunakan konsentrasi HCl 3% yaitu 7,92% dari jumlah bahan baku tulang ikan. Gelatin yang diperoleh memiliki nilai kadar air sebesar 1,75%, abu 1,51% dan lemak sebesar 22,02%. Gugus fungsi yang dihasilkan pada perlakuan terbaik terdapat amida A, II dan III.

Pemanfaatan limbah tulang ikan kambing-kambing (Abalistes stellaris) sebagai gelatin menggunakan variasi konsentrasi CH3COOH (Asam asetat)

Handayani, Lia, Apriliani, Dwi

Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 5: No. 2 (October, 2018)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tulang ikan kambing-kambing merupakan salah satu hasil samping produk perikanan yang belum maksimal pemanfataannya. Tulag ikan kambing-kambing dapat dimanfaatkan sebagai gelatin.  Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh konsentrasi asam asetat terhadap jumlah rendemen gelatin yang dihasilkan. Perlakuan yang dilakukan pada penelitian ini adalah penambahan pelarut asam asetat dengan konsentrasi berbeda yaitu 1%, 2% dan 3% selama 24 jam, metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL).  Konsentrasi asam asetat yang digunakan berpengaruh terhadap jumlah rendemen gelatin yang dihasilkan. Rendemen tertinggi dihaslkan menggunakan konsentrasi asam asetat 3% yaitu 2,90% dari jumlah bahan baku tulang ikan. Gelatin yang diperoleh memiliki nilai kadar air sebesar 13,54%, abu 18,62% dan lemak sebesar 0,3%.

Pengaruh perbedaan interval waktu pemuasaan terhadap pertumbuhan dan rasio efisiensi protein ikan gurame (Osphronemus gouramy)

Nurhuda, Alfi Maulina

Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 5: No. 2 (October, 2018)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Ikan gurami merupakan ikan yang memiliki tingkat minat konsumsi tinggi, namun pertumbuhannya lambat. Upaya peningkatan produksi gurami (Osphronemus gouramy) dapat dilakukan dengan cara pemuasaan. Pemuasaan berarti pemberian pakan dengan selang waktu yang ditentukan dengan harapan ikan dapat mengalami peningkatan nafsu makan setelah dipuasakan. Peningkatan konsumsi pakan setelah dipuasakan disebut hiperfagia, yakni kondisi dimana nafsu makan ikan meningkat selama beberapa waktu 2-3 hari setelah ikan dipuasakan pada periode tertentu dan akan kembali ke keadaan normal. Selama dalam keadaan hiperfagia dapat memberikan pasokan nutrisi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme setelah ikan dipuasakan sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan dengan menghemat pakan. Penelitian dilakukan skala laboratorium menggunakan metode eksperimen. Setiap akuarium berisi ikan gurami 10 ekor dengan panjang sekitar 8-10 cm. Perlakuan berjumlah 4 dengan ulangan 5 kali. Data SGRw (Spesific Growth Rate weight), SGRl (Spesific Growth Rate length) dan PER (Protein Efficiency Ratio) diambil 10 hari sekali kemudian dilakukan uji analisis anova dan uji homogenitas. Hasil penelitian SGRw menunjukan hasil yang tidak berpengaruh namun P3 (makan 3 hari puasa 1 hari) mendekati kontrol sebesar 4.42±0.75% dan SGRl menunjukan hasil yang sama sedangkan PER menunjukan hasil yang tidak berbeda nyata dengan nilai P3 mendekati P4 sebesar 19.84±5.42%. Pemuasaan pada ikan gurami dengan interval waktu berbeda tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan rasio efisiensi protein.Kata kunci : Ikan Gurami, Pemuasaan, Pertumbuhan, PER, hiperfagia

Pengaruh warna wadah terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup clown fish (Amphiprion ocellaris)

Zulfikar, Zulfikar, Erlangga, Erlangga, Fitri, Zakiatul

Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 5: No. 2 (October, 2018)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Clown fish is a marine ornamental fish that has high economic value. This research was conducted in September 2017 at Hatchery Laboratory Aquaculture, Faculty of Agriculture, University of Malikussaleh. The purpose of this research to determine the color container for growth and survival rate of clown fish. The method used was Completely Randomized Design (CRD). With 4 treatments and 3 replications with blue, green, red, and yellow containers. The parameters observed in this research were length growth and weight of fish, survival, and water quality. The results showed that the use of blue container color was very significantly effect on the length and survival of clown fish. While weight gain significantly different. The rate of increase length, weight, and survival rate percentage best found in treatment A (blue) 0.19 cm, 0.08 grams with Survival rate percentage 95% clown fish. Water quality parameters during the research were in accordance with clown fish life with temperature range 26-290C, Salinity 30-34 ppt, pH 7-8, and DO 4-7 (mg/l).Keywords: Clown fish, color, growth, survival

Efektivitas penambahan nano CaO cangkang kepiting bakau (Scylla serrata) kedalam pakan komersial terhadap pertumbuhan dan frekuensi molting udang galah (Macrobrachium rosenbergii)

Zufadhillah, Saidi

Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 5: No. 2 (October, 2018)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini dimulai pada bulan Agustus 2017 sampai dengan November 2017. Rancangan percobaanyang digunakan adalah dengan 4 perlakuan dan 2 ulangan. Pada perlakuan A (pakan komersial tanpapenambahan nanoCaO), perlakuan B (pakan komersial dengan penambahan 1% nano CaO), perlakuan C (pakankomersial dengan penambahan 2% nano CaO), perlakuan D (pakan komersial dengan penambahan 3% nano CaO). hasil penelian menunjukkan bahwa frekuensi molting yang dihasilkan masing-masing perlakuan yaitu A 1,33 kali/ekor, B 1,67 kali/ekor, C 197 kali/ekor, dan D 2,14 kali/ekor. pertumbuhan bobot yang dihasilkan padamasing-masing perlakuan yaitu A 1,77 g, B 2,02 g, C 2,39 g, dan D 2,58 g. pertumbuhan panjang yangdihasilkan pada masing-masing perlakuan yaitu A 1,63 cm, B 1,76 cm, C 2,11 cm, dan D 2,29 cm. 

Pengaruh pemberian pupuk kascing (bekas cacing) yang difermentasi dengan dosis yang berbeda dalam kultur Spirulina sp

Muliani, Muliani, Ayuzar, Eva, Amri, Muhammad Chairul

Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 5: No. 1 (April, 2018)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Spirulina sp adalah salah satu pakan alami yang umum digunakan dalam kegiatan pemeliharaan larva ikan dan udang. Penambahan pupuk kascing sebagai sumber nutrien diduga dapat digunakan untuk meningkatkan kelimpahan sel Spirulina sp. Adapun manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi untuk masyarakat dan instansi terkait dalam membudidayakan pakan alami Spirulina sp. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 25 Februari-16 Maret 2017 di Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujong Batee, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Metode penelitian yang digunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Adapun dalam penelitian ini adalah perlakuan A (media kultur kascing 0,7 gr/l), perlakuan  B (media kultur kascing 0,8gr/l), perlakuan C (media kultur kascing 0,9gr/l), perlakuan D (kontrol  menggunakan pupuk UREA, ZA, TSP, Fecl, EDTA dan vitamin B12). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk kascing untuk meningkatkan kelimpahan sel Spirulina sp memberikan pengaruh sangat berbeda nyata dengan F Hitung (35,75) > F Tabel0.01(7.59) terhadap kelimpahan rata-rata sel Spirulina sp akan tetapi tidak memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap puncak populasi Spirulina sp dengan F hitung (2.59) < F Tabel0.05 (4.07) terhadap puncak populasi Spirulina sp.Spirulina sp is one of the most common natural food used in the culture activities of fish and shrimp larvae. The addition of vermicompost as a nutrient source was thought to be used to increase the abundance of Spirulina sp cells.The benefits of this research was expected to be a source of information for the public and related agencies in cultivating natural food Spirulina sp.This research was conducted on February 25 - March 16, 2017 at Hatchery Cultivation Brackish Water Center of Ujong Batee,Mesjid Raya, Aceh Besar, Aceh.The research method used was experimental method with non factorial Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 treatments and 3 replications.In this research, treatment A (culture media vermicompost 0,7 gr/L), treatment B (culture media vermicompost 0,8 gr/L), treatment C (culture media vermicompost 0,9 gr/L), treatment D (control by using fertilizer UREA, ZA, TSP, Fecl, EDTA and vitamin B12).The results showed that the use of vermicompost to increase the abundance of Spirulina sp cells gave significant different effect with F Count (35,75)> F Table 0.01 (7.59) to the average abundance of spirulina sp cells but did not give significant different effect to the peak Spirulina sp population with F Count (2.59)

Observasi aktivitas pengeraman telur dan perkembangan larva lobster air tawar (Cherax quadricarinatus)

Khalil, Munawar, Ramadhani, Ita, Ayuzar, Eva

Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 5: No. 1 (April, 2018)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkah laku induk lobster air tawar pada saat proses perkawinan, pengeraman dan pemeliharaan telur, Penelitian ini juga melakukan observasi terhadap tahapan perkembangan larva yang dilihat melalui mikroskop. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental yaitu untuk melihat tingkah laku induk betina selama proses pengeraman telur dan perkembangan larva pada lobster air tawar. Parameter uji dilakukan selama pemeliharaan induk dan pengeraman telur menetas. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tingkah laku induk selama proses pengeraman telur terlihat mulai dari 15 hari setelah induk melakukan perkawinan. Proses pemijahan akan terjadi pada malam hari atau menjelang pagi hari. Selama proses pengeraman yang terjadi selama lebih kurang 35 hari, telur lobster mengalami beberapa kali pembelahan dan perkembangan telur itu terlihat dengan adanya perubahan warna telur. Pada tahap perkembangan larva, bagian larva yang di amati adalah pada bagian yang di mulai dengan tumbuh atau terjadi penambahan bulu-bulu halus, umbai-umbai (setae), bintik hitam pada cangkang larva, serta bentuk perubahan pada selubung kepala.The purpose of this study was to observe the behavior of freshwater lobster broodstock during the process of mating, incubation and egg nursering. This research also observed the development stages of larvae through microscope. The method used in this research was experimental that was to observed the behavior of freshwater lobster broodstock during the process of egg incubation and larval development. The tested parameters during the lobster broodstock nursering phase and egg nursering until they hatched. The results showed that the behavior of the lobster broodstock during the process of egg nursering seen starting from 15 days after the broodstock mating. Spawning process will occur at night or before the morning. During the incubating process that lasted for approximately 35 days, the lobster eggs experienced several cleavages and the development of the egg was noticeable by the change of egg color. At the developmental stage of the larvae, the larval part observed is on the part that begins with growing or occurring the addition of fine hairs, the tassels (setae), the black spots on the larval shell, and the shape of the change in the head sheath.