cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal
ISSN : 24069825     EISSN : 26143178     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal is a scientific open access journal in the field of aquatic sciences, published periodically (April and October) by the Institute of Research and Community Service (LPPM) Universitas Malikussaleh (Malikussaleh University) in cooperation with Marine Center Universitas Malikussaleh, Department of Aquaculture Universitas Malikussaleh and Department of Marine Science Universitas Malikussaleh. Acta aquatica are publish original research, overviews and reviews relating to aquatic environments (wetlands, freshwater and marine waters) and the border limits of these environmental systems and the impacts of human activities on the environmental systems. Acta Aquatica has a related studies in aquatic bioecology, aquaculture, hydrology, biodiversity of aquatic biosphere, oceanology, exploitation and exploration technology of aquatic resources, fisheries product technology, aquatic microbiology, aquatic modeling, aquatic geographic information systems, and socio-economic of aquatic resources.
Arjuna Subject : -
Articles 100 Documents
Pengaruh dosis hormon rGH dan tiroksin dalam pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan koi (Cyprinus carpio, L) Sutiana, Sutiana; Erlangga, Erlangga; Zulfikar, Zulfikar
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 4: No. 2 (October, 2017)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.695 KB) | DOI: 10.29103/aa.v4i2.306

Abstract

Pertumbuhan yang relatif lama menjadi salah satu kendala dalam komoditas perdagangan khususnya ikan koi. Kebutuhan pakan yang sangat tinggi sangat menjadi masalah bagi para pembudidaya ikan koi. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan memberikan hormon tiroksin dan hormon rGH ke dalam makanannya agar dapat memberikan percepatan pertumbuhan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2016 yaitu di Laboratorium Hatchery dan Teknologi Budidaya Perairan Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian hormon tiroksin dan hormon rGH melalui metode oral dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan koi (Cyprinus carpio L). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) non-faktorial dengan empat perlakuan tiga kali ulangan. Hasil penelitian dengan pemberian hormon tiroksin dan hormon rGH dengan dosis yang berbeda tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan bobot, panjang, kelangsungan hidup dan konversi pakan.  Perlakuan D dengan dosis   T4 25 mg/kg dan hormon rGH 2,5 mg/kg pakan menghasilkan nilai pertumbuhan bobot sebesar 0,60 gr dan panjang 0,54 cm. Nilai kelangsungan hidup pada setiap perlakuan dengan nilai sebesar 100%. Nilai konversi pakan terbaik pada perlakuan D sebesar 1,92. Nilai kisaran kualitas air selama penelitian yaitu suhu 27-28 oC, pH 7.0-7.9, DO 5.9-6.9 ppm dan amonia 0,0359 – 0,1946 ppm.Relatively slow growth becomes one of the obstacles in trading commodities, especially on koi fish. A high feed requirement becomes a problem for the koi fish farmers. One way that can be done to achieve that goal is by giving thyroxin hormone and rGH hormone into its feed in order to deliver a growth acceleration. This research was conducted in February - March 2016 in the Hatchery and Aquaculture Technology Laboratory at the department of Aquaculture, Agriculture Faculty, Malikussaleh University. This research aimed to determine the effect of thyroxin hormone and RGH hormone through oral methods with different doses on the growth and the survival of koi (Cyprinus carpio L). This research used experimental method using completely randomized design (CRD) non-factorial with four treatments of three replications. The results of the research showed that giving different doses of thyroxin hormone and rGH hormone had no significant effect on the growth in weight, length, survival and feed conversion. Treatment D that had a dose of 25 mg / kg T4 and rGH hormone of 2,5 mg / kg in the feed produce the growth in weight of 0.60 gr and length of 0.54 cm. The value of survival in each treatment is 100%. The best-feed conversion value in treatment D is 1.92. Value range of the water quality during the research is at the temperature of 27-28oC, pH of 7.0 - 7.9, DO of 5.9 - 6.9 ppm and ammonia ranges from 0.0359 to 0.1946 ppm. 
Asosiasi Protoreaster nodosus dengan lamun (seagrass) di perairan Pantai Tanjung Metiella Negeri Liang Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah Wakano, Delly; Tetelepta, Lady Diana
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 2: No. 1 (April, 2015)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.362 KB) | DOI: 10.29103/aa.v2i1.345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan dari Protoreaster nodosus dengan padang lamun di perairan pesisir Tanjung Metiella Pantai Liang, Kabupaten Salahutu Provinsi Maluku Tengah. Layout garis transek diletakkan berdasarkan kehadiran padang lamun. Pada setiap transek, parameter yang diukur meliputi suhu air, ph air, salinitas, dan oksigen terlarut. Pengambilan sampel Protoreaster nodosus dan lamun dilakukan pada transek yang sama , menggunakan metode transek kuadran 1 × 1 m . Dalam studi tersebut ditemukan 5 spesies yaitu Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata , Halodule uninervis, Enhalus acoroides dan Halophila minor. Hasil analisis asosiasi, jenis asosiasi dan derajat asosiasi menunjukkan bahwa Protoreaster nodosus berhubungan secara positif minimum dengan Halodule uninervis dan Enhalus acoroides.This study aimed to determine the association of Protoreaster nodosus with seagrass in the coastal waters of Metiella Cape Beach of Liang Village, districts of Salahutu Central Maluku Province. Layout of the transect line was put based on the presence of seagrass beds in each transect measured parameters include temperature, water ph, salinity, and DO. Protoreaster nodosus and seagrass sampling performed on the same transects, using transect quadrant method 1 × 1 m. In the study found 5 species which is Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, Halodule uninervis, Enhalus acoroides, and Halophila minor. Results of analysis of an association, the association type, and degree of association showed that Protoreaster nodosus positively minimum associated with Halodule uninervis and Enhalus acoroides.
Potential of yellow velvetleaf (Limnocharis flava) as protein source for fish feed Rusydi, Rachmawati
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 1: No. 1 (October, 2014)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.406 KB) | DOI: 10.29103/aa.v1i1.296

Abstract

Yellow velvetleaf (Limnocharis flava) is one of aquatic plant which lives by floating on the water. This plant is recognized as vegetable and source of bioactive components. This experiment was purposed to analyze proximate composition of yellow velvetleaf leaves and stems for some parameters such as water content, ash, fat, protein, fibre, and total carotenoid. The methods of this experiment were proximate analysis and total carotenoid analysis of fresh yellow velvetleaf’s leaves and stems. Result of the experiment showed that fresh yellow velvetleaf’s leaves contained water content at 91.76% (wet basis), ash at 12.4% (dry basis), fat at 7.95% (dry basis), protein at 22.96% (dry basis), fibre at 11.93% (dry basis), and total carotenoid at 219.01 μg/g. While stems of yellow velvetleaf plant had contents of water at 95.33% (wet basis), ash at 16.38% (dry basis), fat at 5.62% (dry basis), protein at 13.23% (dry basis), fibre at 16.12% (dry basis), and total carotenoid at 92.99 μg/g. Based on its protein and total carotenoids component, yellow velvetleaf leaves had potential as protein source and carotenoid source for fish feed.Tanaman genjer (Limnocharis flava) merupakan salah satu tanaman air yang hidup mengapung di air. Tanaman ini dikenal sebagai sayuran dan sumber komponen bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa komposisi proksimat dari daun dan batang genjer untuk beberapa parameter, yaitu kadar air, abu, lemak, protein, serat, dan total karotenoid. Metode penelitian ini adalah analisis proksimat dan analisis total karotenoid dari daun dan batang genjer segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun genjer segar mengandung kadar air 91,76% (basis basah), abu 12,4% (basis kering), lemak 7,95% (basis kering), protein 22,96% (basis kering), serat 11,93% (basis kering), dan total karotenoid 219,01 μg/g. Sedangkan batang dari genjer segar mengandung kadar air 95,33% (basis basah), abu 16,38% (basis kering), lemak 5,62% (basis kering), protein 13,23% (basis kering), serat 16,12% (basis kering), dan total karotenoid 92,99 μg/g. Berdasarkan komponen protein dan total karotenoidnya, daun tanaman genjer memiliki potensi sebagai sumber protein dan karotenoid untuk pakan ikan.
Pengaruh penggunaan beberapa jenis filter alami terhadap pertumbuhan, sintasan dan kualitas air dalam pemeliharaan ikan mas (Cyprinus carpio) Nasir, Muhammad; Khalil, Munawar
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 3: No. 1 (April, 2016)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (942.298 KB) | DOI: 10.29103/aa.v3i1.336

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan beberapa jenis filter alami zeolit, arang dan sabut kelapa dalam menetralisir pH dan Amoniak untuk memperbaiki kualitas air pada wadah pemeliharaan ikan mas dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan sintasan serta mengetahui media filter mana yang terbaik untuk pertumbuhan ikan mas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November - Desember 2015 yang bertempat di Laboratorium Hatchery dan Teknologi Budidaya Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian, Universitas Malikussaleh, rancangan penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 3 ulangan, dimana A: kontrol (tanpa filter), B: filter zeolit, C: filter arang, D: filter sabut kelapa dan E: kombinasi. Hasil penelitian menunjukkan Zeolit, Arang, Sabut kelapa dan Kombinasi dapat memperbaiki kualitas air untuk menetralisir pH dan amoniak. Pertumbuhan dan konversi pakan terbaik ditemukan pada perlakuan E (kombinasi) sedangkan untuk tingkat kelangsungan hidup terbaik ditemukan pada perlakuan D (sabut kelapa).This study aimed to determine the effectiveness of the use of several types of natural zeolite filter, charcoal and coconut fiber in neutralizing the pH and ammonia to improve the quality of water in the goldfish maintenance container and the effect on growth and survival rate and determine the best filter media for the growth of gold fish. This study was conducted on November to December 2015 at Laboratory of Aquaculture Hatchery and Technology Studies Program Aquaculture Faculty of Agriculture, University of Malikussaleh. The research design uses a completely randomized design (CRD) with 5 treatments 3 replications, that is A: control (without filter), B: zeolite filter, C: charcoal filters, D: coconut fiber filter and E: combination. The results showed zeolite, charcoal, coconut fiber and combination can improve water quality neutralize pH and ammonia. The best growth and feed conversion ratio are found in treatment E (combination) while for the best survival rate is found in treatment D (coconut fiber).
Pengaruh penggunaan probiotik pada media pemeliharaan terhadap benih maskoki (Carassius auratus) pada umur yang berbeda Julianti, Vivi; Salamah, Salamah; Muliani, Muliani
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica Vol. 3: No. 2 (October, 2016)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1000.415 KB) | DOI: 10.29103/aa.v3i2.326

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Hatchery dan Teknologi Budidaya Perairan Program Studi Budidaya perairan Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh, dimulai dari tanggal 27 April - 26 Mei 2015. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dosis probiotik yang tepat pada pemeliharaan untuk dapat menjaga kualitas air dan mengetahui umur benih yang tepat untuk dapat memanfaatkan probiotik dengan baik sehingga meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih maskoki. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan dua faktor. Perlakuan yang digunakan yaitu enam perlakuan dan tiga ulangan dengan pemberian probiotik 1,5 mg/L-2,0 mg/L untuk benih maskoki berumur satu dan dua bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan probiotik pada media pemeliharaan berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan berat dan kualitas air tetapi tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan panjang, kelangsungan hidup, dan konversi pakan benih maskoki (Carassius auratus) pada umur yang berbeda. Hasil pengamatan menunjukkan bawah parameter kualitas air yang diukur selama penelitian menunjukkan kisaran yang sesuai atau masih dapat ditolerir untuk pemeliharaan benih ikan maskoki yaitu dengan kisaran suhu 27,1-27,7 ⁰C, DO 6,0-9,0 mg/L, pH 7,2-7,5, amonia 0,03-0,12 mg/L, nitrit 0,012-0,090 mg/L, dan nitrat 0,023-3,52 mg/L. Perlakuan A2B2 dengan dosis 1,5 ml/L pada benih berumur dua bulan merupakan dosis terbaik yang menghasilkan kelangsungan hidup tertinggi sebesar 73,33 %, namun laju pertumbuhan panjang, berat, dan nilai konversi tertinggi terdapat pada perlakuan A3B2 dengan dosis 2,0 ml/L pada benih berumur dua bulan yaitu sebesar 0,39 cm, 0,52 gr, dan 0,48 gr.The research was conducted at the Laboratory of Agriculture Hatchery and Technology Aquaculture Departement Faculty of Agriculture, Malikussaleh University, started on April 27th to Mey 26th 2015. The purpose of this study is know the dosage probiotics proper in maintenance for can keep of water quality and know age larvae proper to can use probiotics well raising growth and survival seed goldfish. The research used experimental method with factorials by using complete randommized design (CRD) with two factors. Those who used the six treatment and three remedial by the provision of probiotics 1.5 mg / l-2,0 mg / l for seed maskoki mature in one and two months. The research results show that the use of probiotics in a media maintenance influential very real on the growth of heavy and water quality but has not been affecting the growth long , survival , and conversion of the feed goldfish larvae at the age of different .Our observations showed under parameter a quality of water that measured for research shows a range appropriate or can still be tolerated for the maintenance of  goldfish larvae namely by the temperature range 27,1-27,7 ⁰C, DO 6,0-9,0 mg/L, pH 7,2-7,5, ammonia 0,03-0,12 mg/L, nitrites 0,012-0,090 mg/L, and nitrate 0,023-3,52 mg/L. Treatment with doses A2B2 1.5 mg/L on larvae was two months is doses best that produces survival highest of 73,33 %, but growth rate long, heavy, and the conversion is highest in treatment A3B2 with doses 2,0 ml / l on larvae was two months is as much as 0.39 cm, 0,52 gr, and 0,48 gr.
Pertumbuhan benih ikan gurami (Osphronemus gouramy) yang dipelihara pada media bersalinitas 3 ppt dengan paparan medan listrik yang berbeda Husna, Rahmatul; Adhar, Saiful; Erlangga, Erlangga
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 2: No. 1 (April, 2015)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v2i1.350

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan benih ikan gurami yang dipelihara pada media bersalinitas dengan paparan medan listrik yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan September hingga Oktober 2014 di Laboratorium Hatchery dan Teknologi Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh Aceh Utara. Perlakuan yang diberikan yaitu: perlakuan A (Kontrol), B (7,5 Volt), C (10 Volt) dan D (12,5 Volt). Pengambilan data dilakukan setiap 7 hari sekali. Adapun rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata jika terdapat perbedaan. Parameter yang diamati adalah pertambahan bobot, pertambahan panjang, kelangsungan hidup dan efisiensi pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan gurami yang diberi perlakuan 7,5 volt, 10 volt dan 12,5 volt mampu merespon medan listrik. Pemberian medan listrik 10 volt menghasilkan nilai pertambahan bobot, pertambahan panjang dan efisiensi paling baik, yaitu masing-masing sebesar 0,31 gram, 0,20 cm, 90,61 %, sedangkan untuk kelangsungan hidup menunjukkan hasil yang terbaik pada perlakuan kontrol yaitu 90 %. Selama penelitian ini suhu bekisar antara 26,62-27,81 ᵒC, dan pH 7,40-6,62.This research aimed to know the growth of cultivated gouramy fingerling in saline media with different electric voltage treatments. The study was carried out on September until Oktober 2014 at laboratorium of hatchery, major of aquaculture Malikussaleh University. The given treatments were A (control), B (7,5 volt), C (10 volt), and D 12,5 volt). Data were sample every 7 days. The research design used was completely randomized design non factorial with 4 treatment and 3 replications then it was continued by LSD test. Some parameters taken during experiment were growth of weight and length, survival rate, feed efficiency. The result showed that gouramy fish given treatments of 7,5 volt, 10 volt, and 12,5 volt could respond the electric voltages. Electric voltage of 10 volt yielded the best of growth and feed efficiency, in which they were weight 0,31 gr, length 0,20 cm, and feed efficiency 90,61 %. White the best survival rate was obtained at control treatment which was 90 %. Water quality during experiment ranged temperature 26,62-27,81 0C and pH 7,40-6,62. 
Pola pertumbuhan dan faktor kondisi ikan lemeduk (Barbodes schwanenfeldii) di Sungai Belumai Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara Aisyah, Siti; Bakti, Darma; Desrita, Desrita
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 4: No. 1 (April, 2017)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.077 KB) | DOI: 10.29103/aa.v4i1.317

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Sungai Belumai Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara pada Bulan Mei dan juni 2014 di empat lokasi yang berbeda dengan menggunakan metode sensus. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aspek pertumbuhan (sebaran frekuensi panjang, hubungan panjang bobot, faktor kondisi dan koefisien pertumbuhan). Jumlah ikan lemeduk yang tertangkap adalah 55 ekor. Hasil penelitian menggambarkan bahwa populasi ikan didominasi oleh sebaran ukuran kelas panjang 174-194 mm. Hasil hubungan panjang berat menunjukkan bahwa pola pertumbuhan ikan bersifat allometrik negatif (b=2,565) dimana pertambahan panjang lebih cepat dibandingkan pertambahan berat. Nilai faktor kondisi ikan lemeduk (Barbodes schwanenfeldii) berkisar 0,946-1,059.This research was done in Belumai River Deli Serdang District North Sumatera Province. This research was conducted in May until June 2014 in four different locations by using census method. The purpose of this research is to know the aspect of growt (length frequency distribution, length-weight relationship, condition factor and growth coefficient). The number of lemeduk fish which caught were 55 fish. Result shown that the population is dominate by length frequency distribution 174-194 mm. Result length-weight relationship shown that growth pattern was allometric negative (b=2,565) where the length is faster growth than the weight. The condition factor of lemeduk fish was around 0,946-1,059.
Pengaruh salinitas yang berbeda terhadap tingkat pertumbuhan dan kelangsungan hidup tiram (Crassostrea sp) Yanti, Helmi; Muliani, Muliani; Khalil, Munawar
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 4: No. 2 (October, 2017)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.847 KB) | DOI: 10.29103/aa.v4i2.301

Abstract

Tiram (Crassostrea sp) merupakan salah satu bivalvial potensial yang dapat dikembangkan dalam rangka meningkatkan pendapatan ekonomi. Kualitas air (salinitas) yang baik akan mempengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup tiram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh salinitas yang berbeda (30 ppt, 25 ppt, 20 ppt, 15 ppt) terhadap tingkat pertumbuhan dan kelangsungan hidup tiram (Crassostrea sp). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hatchery dan Teknologi Reulet Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh dari bulan April sampai Juni 2015. Adapun perlakuannya yaitu benih tiram dipelihara pada salinitas 30 ppt, 25 ppt, 20 ppt, dan 15 ppt. adapun rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan dan 4 perlakuan dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) jika terdapat perbedaan. Parameter yang diamati adalah kelangsungan hidup, pertambahan panjang, lebar, pertambahan bobot dan kualitas air. Pertambahan bobot, lebar, dan panjang tertinggi terdapat pada perlakuan A yaitu dengan nilai rata-rata sebesar 1,104 gram, 0,144 mm, 0,252 mm dan pertambahan bobot, lebar, dan panjang terendah terdapat pada perlakuan D yaitu 0,358 gram, 0,039 mm dan 0,063 mm. Rata-rata kelangsungan hidup yaitu 97% pada perlakuan A, 93% pada perlakuan B dan 90% pada perlakuan C dan D. parameter kualitas air berada pada kisaran yang baik untuk pertumbuhan tiram dalam kisaran suhu 27,3 – 30,1 oC, pH 7,2 – 7,8 , dan DO 4,6 – 6,0 ppm.Oyster (Crassostrea sp) is one bivalvial potential that can be developed in order to improve the economic income. Water quality (salinity) which either will affect the growth and survival of oysters. This study aims to determine the effect of different salinity (30 ppt, 25 ppt, 20 ppt, 15 ppt) the growth rate and survival of oysters (Crassostrea sp). This research was conducted at Hatchery and Technology Laboratory, Aquaculture Department, Agriculture Faculty Malikussaleh University, which was held on April to June 2015. The treatment of seed oysters are reared at a salinity of 30 ppt, 25 ppt, 20 ppt and 15 ppt. As for the design used in this study is completely randomized design (CRD) with three replications and 4 treatments and continued by Least Significant Difference (LSD) if there is a difference. Parameters measured were survival, the length, width, weight gain and water quality. Added weight, width, and length highest in treatment A is the average value of 1,104 gram, 0,144 mm, 0,252 mm, and weight gain, width, and length was lowest for the treatment D, namely 0.358 g, 0.039 mm and 0,063 mm. The average survival is 97% at treatment A, 93% in treatment B and 90% in treatment C and D. The water quality parameters in the range which is good for the growth of oysters in the temperature range from 27,3 – 30,1 °C, pH 7,2 to 7,8, and DO 4,6 to 6,0 ppm.
Pengaruh media filter pada sistem resirkulasi air untuk pemeliharaan ikan koi (Cyprinus carpio L) Rizky, Teuku Die Aulya; Ezraneti, Riri; Adhar, Saiful
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 2: No. 2 (October, 2015)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.31 KB) | DOI: 10.29103/aa.v2i2.341

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Hatchery dan Teknologi Budidaya Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh, dimulai dari tanggal 10 Juni sampai dengan 9 Juni 2015. Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan Koi yang berukuran 5 – 7 cm. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahu pengaruh media filter pada sistem resirkulasi air terhadap pemeliharaan ikan koi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non factorial dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Pertambahan panjang terbesar terdapat pada filter arang yaitu 0,47 cm dan terkecil pada filter kijing yaitu 0,36 cm. Pertambahan berat terbesar terdapat pada filter kontrol yaitu 1,21 gram dan terkecil pada filter kijing yaitu 1 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media filter pada sistem resirkulasi air tidak berbeda nyata terhadap pertumbuhan, konversi pakan dan kelangsungan hidup ikan koi.This study was carried out at Hatchery and Aquaculture Technology Laboratory, Aquaculture Department Agriculture Faculty Malikussaleh University started on June 10th to July 9th 2015. Experimented fish was goldfish fingerling which had length 5-7 cm.The purpose of this study was to know the effect of filter media on water recirculation system in raising goldfish. Experimental design used was non-factorial completely randomized design with four treatments and three replications. the highest length growth of goldfish was showed in charcoal filter which was 0, 47 cm while the lowest one was in kijing filter which was 0,36 cm. The highest weight growth of goldfish was obtained in control filter which was 1,21 grams and the lowest one was in clams (kijing) filter which was 1 gram. The result implied that filter media on water recirculation system did not give significant different on growth, food convertion ratio, and survival rate of gold fish.
Pengaruh ablasi mata terhadap kecepatan kematangan gonad kepiting bakau (Sylla serrata) betina Robi, Muhammad; Erlangga, Erlangga
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica Vol. 1: No. 1 (October, 2014)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.231 KB) | DOI: 10.29103/aa.v1i1.292

Abstract

Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan jenis golongan Crustaceae   yang mengandung protein hewani yang cukup tinggi dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Ablasi mata merupakan salah satu cara untuk menghilangkan hambatan perkembangan telur (gonad) pada kepiting bakau. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non factorial dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Adapun perlakuan dalam penelitian ini adalah perlakuan A (ablasi satu pasang mata), perlakuan B (ablasi mata kiri), C (ablasi mata kanan), D (tanpa ablasi).   Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan kematangan gonad tertinggi pada perlakuan C (ablasi mata kanan) yaitu pertumbuhan gonad mencapai 21,53% dan terendah terjadi  D (tanpa ablasi)  pertumbuhan gonad hanya 14,8%. Analisa statistik dengan uji F menunjukan bahwa ablasi mata berpengaruh terhadap kecepatan kematangan gonad kepiting bakau. Pertambahan bobot tertinggi  terdapat pada perlakuan C (ablasi mata kanan) yaitu sebesar 2,67 gr kemudian disusul oleh D (tanpa ablasi)  sebesar 1,89 gr  dan terakhir  pada B (ablasi mata kiri) dengan nilai rata-rata sebesar 0,77 gr. Tingkat kelangsungan hidup terbaik terdapat pada perlakuan D (tanpa ablasi)   yaitu 100%, perlakuan B (ablasi mata kiri) 77,77%, perlakuan C (ablasi mata kanan) 66,66% dan kelansungan hidup terendah terjadi pada perlakuan A (ablasi satu pasang mata) 0%. Rata-rata kualitas air selama penelitian adalah suhu 27 0C dan Ph 7,65.Mangrove crab (Scylla serrata) have been classifying in Crustaceae clas that containing high animal protein and high economic value. Ablation of the eye is an solution to eliminate the egg development (gonads) barriers in the mangrove crab. The research design used a completely randomized design (CRD) non- factorial with 4 treatments and 3 replications. Treatment in this study were the treatment of A (ablation of the pairs of eyes), treatment B (left eye ablation), treatment C (right eye ablation), D (without ablation). The results showed that the highest rate of gonadal maturation was in treatment C (right eye ablation) where gonadal development growth reached 21.53 %, whereas the lowest was in treatment D (without ablation) where gonadal development growth was only 14.8 %. Statistical analysis by F test showed that ablation of the eye was affected the mud crab gonadal maturity. The Weight gain was found highest in the treatment C (right eye ablation) that reached 2.67 g and followed by treatment D (without ablation) 1.89 grams and the last in the treatment B (left eye ablation) with was an average value 0.77 grams. The higest survival rate was found in treatment D (without ablation) 100 %, treatment B (left eye ablation) 77.77 %, treatment C (right eye ablation) 66.66 % and the lowest survival rate was occurred in treatment A (ablation of the pairs of eyes) 0 %. The avarge values of water quality during the study showed that the temperature was reched 27 0C and pH was 7, 65.

Page 1 of 10 | Total Record : 100