cover
Filter by Year
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal
Articles
80
Articles
Fortifikasi probiotik dalam pakan untuk meningkatkan pertumbuhan ikan gurami (Osphronemus gouramy)

Ezraneti, Riri, Erlangga, Erlangga, Marzuki, Erliza

Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 5: No. 2 (October, 2018)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstrakIkan gurami (Osphronemus gouramy) merupakan komoditas ikan air tawar yang bernilai ekonomis penting tetapi mempunyai kendala dalam budidaya, salahsatunya pertumbuhannya lambat. Salah satu pemecahan masalahnya adalah dengan pemenfaatan probiotik pada pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fortifikasi probiotik dalam pakan dan untuk mengetahui penggunaan jenis probiotik terbaik dalam pakan untuk meningkatkan pertumbuhan ikan gurami (O. gouramy). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen skala laboratorium dengan memberikan probiotik dalam pakan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Hasil penelitian dengan penyemprotan probiotik yang berbeda dengan dosis yang sama menunjukkan pengaruh yang sangat nyata terhadap pertumbuhan bobot, pegaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang dan tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap kelangsungan hidup dan konversi pakan. Perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan D dengan penyemprotan probiotik yang mengandung bakteri Saccharomyces cerevisiae, Lactobacillus acidophilus, Bacillus subtilis, Aspergilus oryzae, Rhodopseudomonas, Actinomycetes dan Nitrobacter per 100 gram pakan dengan laju pertambahan bobot 34,26 %, laju pertambahan panjang 30,95 %, kelangsungan hidup 76,67 % dan konversi pakan 5,35 g.Kata kunci: gurami; probiotik; pertumbuhanAbstractGouramy (Osphronemus gouramy) is a commodity of freshwater fish which is economically important, but it has many problems in their culture, for example is slow growth. One of problem solving is utilization of probiotics in feed. This research aims to know influence of probiotic fortification in feed and to determine the best kind of probiotic that used in feed to increase the growth of gouramy (O. gouramy). This research used laboratory experimental method with feeding probiotics in feed, used non-factorial complete randomized design (CRD) design with four treatments and three replications. Results of research with different probiotic with similar doses showed significant effect on weight, real influence on long and did not show significant effect on survival and feed conversion. The best treatment was found in D treatment with probiotic which contains Saccharomyces cerevisiae bacteria, Lactobacillus acidophilus, Bacillus subtilis, Aspergilus oryzae, Rhodopseudomonas, Actinomycetes and Nitrobacter per 100 gram of feed with weight rate 34,26%, long rate 30,95%, survival rate 76.67% and feed conversion 5.35 g.Keywords: gourami; probiotic; growth

A new goatfish species of the genus Upeneus (Mullidae) in the Gulf of Antalya

Gökoğlu, Mehmet

Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 5: No. 2 (October, 2018)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

During the night diving in the Gulf of Antalya, a different type of mullidae member was seen. This fish was determined that this species is Upeneus tragula. There are two species of fish belonging to the Upeneus genus Mullidaein the Mediterranean. With the addition of Upeneus tragula to these fishes, the number of Upeneus genus in the Mediterranean has increased to three.Keywords: Upeneus tragula; Gulf of Antalya; Coast of Turkey; Mediterranean

Efektivitas tepung hipotalamus sapi dalam pakan buatan terhadap pertumbuhan benih ikan gurami (Osphronemus gouramy)

Mahdaliana, Mahdaliana, Zulfikar, Zulfikar, Iskandar, Iskandar

Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 5: No. 2 (October, 2018)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pakan yang ditambahkan tepung hipotalamus sapi terhadap laju pertumbuhan optimal pada benih Ikan Gurami (Oshpronemus gouramy, L). Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan solusi untuk optimalisasi pertumbuhan benih Ikan Gurami (Oshpronemus gouramy) dengan menggunakan pakan yang diberi tambahan tepung hipotalamus sapi. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap Non Faktorial dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan, yakni perlakuan A (Kontrol), B (Tepung hipotalamus sapi 0,05% /gr pelet), C (Tepung hipotalamus sapi 0,10% / gr pelet), perlakuan D (Tepung hipotalamus sapi 0,15% / gr pelet) dan perlakuan E (Tepung hipotalamus sapi 0,20%/gr pelet). Parameter yang diamati adalah pertumbuhan berat, pertumbuhan panjang, kelangsungan hidup dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung hipotalamus sapi ke dalam pakan pellet berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang dan pertumbuhan bobot benih ikan gurami namun tidak berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup ikan gurami (Oshpronemus gouramy). Pertambahan panjang tertinggi yaitu pada perlakuan C (0,29 cm) pertambahan bobot tertinggi yaitu pada perlakuan C (0,35 gr) dan kelangsungan hidup tertinggi yaitu terdapat pada perlakuan B dan C mencapai 76,66 %. Nilai kisaran kualitas air adalah suhu berkisar antara 24-26 0C, pH 6,6 - 7,1, DO antara 4,6 - 5,2 mg/L dan amonia berkisar antara 0,001- 0,296 mg/L.Kata kunci: ikan gurami; tepung hipotalamus sapi; kelangsungan hidup; laju pertumbuhanAbstractThis study aims to determine the effect of addition the cow??s hypothalamous flour to comercial feed, in the optimal growth rate in gourami fingerling (Oshpronemus gouramy, L). The benefits of this study are expected to be used as a solution to optimize the growth of gourami fish fingerling (Oshpronemus gouramy, L) by using feed which is supplemented with cow hypothalamic flour. The design used in this study was a Non-Factorial Completely Randomized Design with 5 treatments and 3 replications, namely treatment A (Control), B (Cow hypothalamic flour 0.05% / g pellets), C (Cow hypothalamic flour 0, 10% / g pellets), treatment D (cow hypothalamic flour 0.15% / g pellets) and treatment E (cow hypothalamic flour 0.20% / g pellets). The parameters observed were weight growth, length growth, survival rate and water quality. The results showed that the addition of cow??s hypothalamus flour into pellet feed significantly affected the long growth and growth of gourami fingerling weight but did not significantly influence the survival of gourami (Oshpronemus gouramy, L). The highest length increase is in treatment C (0.29 cm) the highest weight gain is in treatment C (0.35 gr) and the highest survival is found in treatment B and C reaching 76.66%. The range of water quality is the temperature between 24-26 0C, pH 6,6 - 7,1, DO between 4,6 - 5,2 mg / L and ammonia ranging from 0,001 to 0,296 mg/L.Keywords: gourami; cow hypothalamus flour; survival; growth rate

Pemanfaatan limbah kulit ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) sebagai gelatin: Hidrolisis menggunakan pelarut HCl dengan konsentrasi berbeda

Moranda, Dayva Putri, Handayani, Lia, Nazlia, Suraiya

Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 5: No. 2 (October, 2018)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstrakKulit ikan tuna sirip kuning merupakan salah satu hasil samping produk perikanan yang belum maksimal pemanfataannya. Kulit ikan dapat dimanfaatkan sebagai gelatin. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh konsentrasi HCl terhadap jumlah rendemen gelatin yang dihasilkan. Perlakuan yang dilakukan pada penelitian ini adalah penambahan pelarut HCl dengan konsentrasi berbeda yaitu 1%, 2% dan 3% selama 48 jam (1;2 b/v). Ekstraksi gelatin dilakukan menggunakan akuades (1:2 b/v, 80ºC, selama 6 jam). metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Konsentrasi HCl yang digunakan berpengaruh terhadap jumlah rendemen gelatin yang dihasilkan. Rendemen tertinggi dihasilkan menggunakan konsentrasi HCl 3% yaitu 7,92% dari jumlah bahan baku tulang ikan. Gelatin yang diperoleh memiliki nilai kadar air sebesar 1,75%, abu 1,51% dan lemak sebesar 22,02%. Gugus fungsi yang dihasilkan pada perlakuan terbaik terdapat amida A, II dan III.Kata kunci: FTIR, gelatin, HCL, kulit ikan tuna, rendemenAbstractYellowfin tuna skin is one of the most potential solid waste of fisheries product that have not been maximally utilized. Fish skin can be used as gelatin, because it is contained collagen. Collagen of fish skin can be hydrolyzed into a gelatin. The purpose of this research is to study the effect of adding HCl with different concentration. The treatment apllied was the addition of HCl with different concentrations 1%, 2% and 3% with immersion of fish bone for 48 hours (1:2 w/v). HCl concentrations used has an effect for the gelatin yield. HCl 3% concentration was the best treatment of concentration with the best yield. The yield of gelatin obtained was 7.92% from total fish skin samples. It has moisture content of 1.75%, ash content of 1.51% and fat content of 22.02%. There was functional groups amida A, II and III.Keywords: FTIR; gelatin; HCL; tuna skin; rendemen

Pemanfaatan limbah tulang ikan kambing-kambing (Abalistes stellaris) sebagai gelatin menggunakan variasi konsentrasi CH3COOH

Rosida, Rahma, Handayani, Lia, Apriliani, Dwi

Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 5: No. 2 (October, 2018)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstrakTulang ikan kambing-kambing merupakan salah satu hasil samping produk perikanan yang belum maksimal pemanfataannya. Tulag ikan kambing-kambing dapat dimanfaatkan sebagai gelatin.  Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh konsentrasi asam asetat terhadap jumlah rendemen gelatin yang dihasilkan. Perlakuan yang dilakukan pada penelitian ini adalah penambahan pelarut asam asetat dengan konsentrasi berbeda yaitu 1%, 2% dan 3% selama 24 jam, metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL).  Konsentrasi asam asetat yang digunakan berpengaruh terhadap jumlah rendemen gelatin yang dihasilkan. Rendemen tertinggi dihaslkan menggunakan konsentrasi asam asetat 3% yaitu 2,90% dari jumlah bahan baku tulang ikan. Gelatin yang diperoleh memiliki nilai kadar air sebesar 13,54%, abu 18,62% dan lemak sebesar 0,3%.Kata kunci: asam asetat; tulang ikan; ikan kambing-kambing; FTIR; gelatinAbstractKambing-kambing??s fish bone is one of the most potential solid waste as biomaterials. Not only fish skins, fish bones waste also can be used as gelatin, because it is contained collagen. Bone collagen can be hydrolyzed into a gelatin. The purpose of this research is to study the effect of adding acetic acid with different concentration. The treatment apllied was the addition of acetic acid with different concentrations 1%, 2% and 3% with immersion of fish bone for 24 hours. Acetic acid concentrations used has an effect for the gelatin yield. Acetic acid 3% concentration was the best treatment of concentration with the best yield. The yield of gelatin obtained was 2.90% from total fish bone samples. It has moisture content of 13.54%, ash content of 18.62% and fat content of 0.3%.Keywords: acetic acid; fish bone; kambing-kambing fish; FTIR; gelatin

Pengaruh perbedaan interval waktu pemuasaan terhadap pertumbuhan dan rasio efisiensi protein ikan gurame (Osphronemus gouramy)

Nurhuda, Alfi Maulina

Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 5: No. 2 (October, 2018)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Ikan gurami merupakan ikan yang memiliki tingkat minat konsumsi tinggi, namun pertumbuhannya lambat. Upaya peningkatan produksi gurami (Osphronemus gouramy) dapat dilakukan dengan cara pemuasaan. Pemuasaan berarti pemberian pakan dengan selang waktu yang ditentukan dengan harapan ikan dapat mengalami peningkatan nafsu makan setelah dipuasakan. Peningkatan konsumsi pakan setelah dipuasakan disebut hiperfagia, yakni kondisi dimana nafsu makan ikan meningkat selama beberapa waktu 2-3 hari setelah ikan dipuasakan pada periode tertentu dan akan kembali ke keadaan normal. Selama dalam keadaan hiperfagia dapat memberikan pasokan nutrisi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme setelah ikan dipuasakan sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan dengan menghemat pakan. Penelitian dilakukan skala laboratorium menggunakan metode eksperimen. Setiap akuarium berisi ikan gurami 10 ekor dengan panjang sekitar 8-10 cm. Perlakuan berjumlah 4 dengan ulangan 5 kali. Data SGRw (Spesific Growth Rate weight), SGRl (Spesific Growth Rate length) dan PER (Protein Efficiency Ratio) diambil 10 hari sekali kemudian dilakukan uji analisis anova dan uji homogenitas. Hasil penelitian SGRw menunjukan hasil yang tidak berpengaruh namun P3 (makan 3 hari puasa 1 hari) mendekati kontrol sebesar 4.42±0.75% dan SGRl menunjukan hasil yang sama sedangkan PER menunjukan hasil yang tidak berbeda nyata dengan nilai P3 mendekati P4 sebesar 19.84±5.42%. Pemuasaan pada ikan gurami dengan interval waktu berbeda tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan rasio efisiensi protein.Kata kunci : Ikan Gurami, Pemuasaan, Pertumbuhan, PER, hiperfagia

Pengaruh warna wadah terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan badut (Amphiprion ocellaris)

Zulfikar, Zulfikar, Erlangga, Erlangga, Fitri, Zakiatul

Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 5: No. 2 (October, 2018)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstrakIkan badut merupakan ikan hias air laut yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2017 di Laboratorium Hatchery Pembenihan Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui warna wadah yang terbaik untuk percepatan pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan badut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap non faktorial (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan dengan wadah warna biru, hijau, merah, dan kuning. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah pertumbuhan panjang dan bobot ikan, kelangsungan hidup, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan warna wadah biru memberi pengaruh yang sangat nyata terhadap pertambahan panjang dan kelangsungan hidup ikan badut. Sedangkan pertambahan bobot berbeda nyata. Adapun angka pertambahan panjang, bobot, dan presentase SR terbaik terdapat pada perlakuan A (biru) yaitu 0,19 cm, 0,08 gram dengan presentase kelangsungan hidup 95% ikan badut. Parameter kualitas air yang diukur selama penelitian sesuai dengan kehidupan ikan badut dengan kisaran Suhu 26-290C, Salinitas 30-34 ppt, pH 7-8, and DO 4-7 (mg/L).Kata kunci: ikan badut; kelangsungan hidup; pertumbuhan; warnaAbstractClown fish is a marine ornamental fish that has high economic value. This research was conducted in September 2017 at Hatchery Laboratory Aquaculture, Faculty of Agriculture, University of Malikussaleh. The purpose of this research to determine the color container for growth and survival rate of clown fish. The method used was Completely Randomized Design (CRD). With 4 treatments and 3 replications with blue, green, red, and yellow containers. The parameters observed in this research were length growth and weight of fish, survival, and water quality. The results showed that the use of blue container color was very significantly affect on the length and survival of clown fish. While weight gain significantly different. The rate of increase length, weight, and survival rate percentage best found in treatment A (blue) 0.19 cm, 0.08 grams with survival rate percentage 95%. Water quality parameters during the research were in accordance with clown fish life with temperature range 26-29 0C, Salinity 30-34 ppt, pH 7-8, and DO 4-7 (mg/L).Keywords: clown fish; survival rate; growth; color

Efektivitas penambahan nano CaO cangkang kepiting bakau (Scylla serrata) kedalam pakan komersial terhadap pertumbuhan dan frekuensi molting udang galah (Macrobrachium rosenbergii)

Zufadhillah, Saidi, Thaib, Azwar, Handayani, Lia

Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 5: No. 2 (October, 2018)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstrakPenelitian ini dimulai pada bulan Agustus 2017 sampai dengan November 2017. Rancangan percobaan yang digunakan adalah dengan 4 perlakuan dan 2 ulangan. Pada perlakuan A (pakan komersial tanpa penambahan nano CaO, perlakuan B (pakan komersial dengan penambahan 1% nano CaO), perlakuan C (pakan komersial dengan penambahan 2% nano CaO), perlakuan D (pakan komersial dengan penambahan 3% nano CaO). Hasil penelian menunjukkan bahwa frekuensi molting yang dihasilkan masing-masing perlakuan yaitu A 1,33 kali/ekor, B 1,67 kali/ekor, C 197 kali/ekor dan D 2,14 kali/ekor. Pertumbuhan bobot yang dihasilkan pada masing-masing perlakuan yaitu A 1,77 g, B 2,02 g, C 2,39 g, dan D 2,58 g. Pertumbuhan panjang yang dihasilkan pada masing-masing perlakuan yaitu A 1,63 cm, B 1,76 cm, C 2,11 cm, dan D 2,29 cm.Kata kunci: penggantian cangkang; nano kalsium; pertumbuhan; udang galahAbstractThis research began in August 2017 until November 2017. The experimental design used was 4 treatments and 2 replications. In treatment A (commercial feed without addition of nano CaO), treatment B (commercial feed with the addition of 1% nano CaO), treatment C (commercial feed with the addition of 2% nano CaO), treatment D (commercial feed with the addition of 3% nano CaO). the results showed that the frequency of molting produced by each treatment was 1.33 times / head, B 1.67 times / head, C 197 times / head, and D 2.14 times / head. the weight growth produced in each treatment was A 1.77 g, B 2.02 g, C 2.39 g, and D2.58 g. Long growth produced in each treatment is A 1.63 cm, B 1.76 cm, C 2.11 cm, and D 2.29 cm.Keywords: molting; nano calcium; growth; prawn

Tingkat efektifitas pemberian bantuan dana pengembangan usaha mina pedesaan (PUMP) pada kelompok nelayan di Kota Banda Aceh

Yeni, Elfa, Naufal, Agus

Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 5: No. 2 (October, 2018)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstrakProgram Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) merupakan program yang dibuat oleh Departemen Kelautan dan Perikanan sebagai salah satu upaya untuk menanggulangi masalah kemiskinan pada masyarakat pesisir. Saat ini program PUMP di kota Banda Aceh sudah berjalan tetapi dalam kenyataannya masih banyak masyakat pesisir terutama para nelayan yang belum mendapat manfaat dari program tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efektivitas bantuan PUMP dan mengetahui manfaat-manfaat dari dari program PUMP pada kelompok nelayan di Kota Banda Aceh. Metode pengambilan data adalah dengan metode survey pada 8 kelompok nelayan yang ada di kecamatan Syah Kuala Kota Banda Aceh. Dari data yang diperoleh diketahui bahwa tingkat pemberian bantuan dana PUMP pada kelompok nelayan adalah 43% dinilai tidak efektif. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pembinaan dan pendampingan terhadap kelompok nelayan yang memerima bantuan dana PUMP. Kata kunci: efektivitas; kemiskinanan; nelayan; PUMPAbstractMina Rural Business Development Program (PUMP) is a program created by the Ministry of Marine Affairs and Fisheries as an effort to tackle the problem of poverty in coastal communities. Currently PUMP program in Banda Aceh has been running but, there are still many coastal communities especially fishermen who have not benefited from the program yet. The purpose of this research is to know the level of effectiveness of PUMP assistance and the benefits of PUMP program on fishermen group in Banda Aceh. Survey method was applied by dividing 8 groups of fishermen in Syiah Kuala sub-district of Banda Aceh. As a result, 43% of PUMP funding level was ineffective for fishermen group. It was caused by the lack of guidance and assistance to the fishermen group who receive PUMP funding assistance. Keywords: effectiveness; poverty; fishermen; PUMP

Pengaruh pemberian pupuk kascing (bekas cacing) yang difermentasi dengan dosis yang berbeda dalam kultur Spirulina sp

Muliani, Muliani, Ayuzar, Eva, Amri, Muhammad Chairul

Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 5: No. 1 (April, 2018)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Spirulina sp adalah salah satu pakan alami yang umum digunakan dalam kegiatan pemeliharaan larva ikan dan udang. Penambahan pupuk kascing sebagai sumber nutrien diduga dapat digunakan untuk meningkatkan kelimpahan sel Spirulina sp. Adapun manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi untuk masyarakat dan instansi terkait dalam membudidayakan pakan alami Spirulina sp. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 25 Februari-16 Maret 2017 di Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujong Batee, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Metode penelitian yang digunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Adapun dalam penelitian ini adalah perlakuan A (media kultur kascing 0,7 gr/l), perlakuan  B (media kultur kascing 0,8gr/l), perlakuan C (media kultur kascing 0,9gr/l), perlakuan D (kontrol  menggunakan pupuk UREA, ZA, TSP, Fecl, EDTA dan vitamin B12). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk kascing untuk meningkatkan kelimpahan sel Spirulina sp memberikan pengaruh sangat berbeda nyata dengan F Hitung (35,75) > F Tabel0.01(7.59) terhadap kelimpahan rata-rata sel Spirulina sp akan tetapi tidak memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap puncak populasi Spirulina sp dengan F hitung (2.59) < F Tabel0.05 (4.07) terhadap puncak populasi Spirulina sp.Spirulina sp is one of the most common natural food used in the culture activities of fish and shrimp larvae. The addition of vermicompost as a nutrient source was thought to be used to increase the abundance of Spirulina sp cells.The benefits of this research was expected to be a source of information for the public and related agencies in cultivating natural food Spirulina sp.This research was conducted on February 25 - March 16, 2017 at Hatchery Cultivation Brackish Water Center of Ujong Batee,Mesjid Raya, Aceh Besar, Aceh.The research method used was experimental method with non factorial Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 treatments and 3 replications.In this research, treatment A (culture media vermicompost 0,7 gr/L), treatment B (culture media vermicompost 0,8 gr/L), treatment C (culture media vermicompost 0,9 gr/L), treatment D (control by using fertilizer UREA, ZA, TSP, Fecl, EDTA and vitamin B12).The results showed that the use of vermicompost to increase the abundance of Spirulina sp cells gave significant different effect with F Count (35,75)> F Table 0.01 (7.59) to the average abundance of spirulina sp cells but did not give significant different effect to the peak Spirulina sp population with F Count (2.59)