cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ini berisi mengenai Editorial Kesehatan, Literature Review, dan Hasil Penelitian dalam bidang kesehatan masyarakat seperti Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, Gizi Kesehatan, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Epidemiologi, Biostatistika dan Kependudukan, Perilaku dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Ibu Anak dan Kesehatan Reproduksi.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 2 (2015)" : 7 Documents clear
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN, TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU BALITA DENGAN KUNJUNGAN KE POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BELAWANG Heniarti, Sri
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu peran masyarakat di Posyandu diwujudkan dengan keaktifan ibu balita berkunjungke Posyandu, dapat dilihat dari cakupan penimbangan. Di Puskesmas Belawang dari bulan Aprilsampai Juni tahun 2011 cakupan penimbangan cenderung menurun, pada bulan April sebesar 88%,Mei sebesar 87,6%, dan Juni 83,9%. Pendidikan dan pengetahuan serta sikap mempunyai perananpenting dalam perilaku seseorang termasuk kunjungan ke Posyandu. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui hubungan tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan dan sikap ibu balita dengankunjungan ke Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Belawang Kabupaten Barito Kuala tahun 2011.Metode yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasipenelitian adalah seluruh ibu yang mempunyai balita di wilayah Puskesmas Belawang tahun 2011berjumlah 881 orang dengan sampel berjumlah 90 orang. Dalam penelitian ini pengambilan sampelsecara simple random sampling dengan teknik lottery technique. Instrumen yang digunakankuesioner. Data dianalisis dengan uji Chi Square dengan α = 0,05. Hasil uji statistik pada hubungantingkat pendidikan ibu balita, tingkat pengetahuan ibu balita dan sikap ibu balita dengan kunjungan kePosyandu didapatkan nilai (ρ < 0,05). Kesimpulan ada hubungan tingkat pendidikan, tingkatpengetahuan dan sikap ibu balita dengan kunjungan ke PosyanduKata-kata kunci : Posyandu, kunjungan ibu balita, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, sikap ibu Abstract One role of the community in IHC realized by the liveliness of mothers visited Posyandu, canbe seen from the weighing scope. Belawang at the health center from April to June in 2011 weighingcoverage tended to decline, in April by 88% in May amounted to 87.6%, and 83.9% in June.Education and knowledge and attitude plays an important role in the behavior of a person, including avisit to the IHC. This study aims to determine the relationship between the level of education, level ofknowledge and attitude of mothers with a visit to Posyandu in Puskesmas Belawang Barito Kuala2011. The method used is the analytic survey with cross sectional approach. The study populationwas all mothers who have children in the health center Belawang in 2011 amounted to 881 peoplewith a sample of 90 people. In this study by simple random sampling technique sampling with lotterytechnique. The instrument used questionnaire. Data were analyzed using Chi Square test with α =0.05. Results of statistical tests on the relationship of education level of mothers, the level ofknowledge of mothers and mothers attitude with a visit to Posyandu obtained value (ρ <0.05).Conclusion no relationship between the level of education, level of knowledge and attitude of motherswith a visit to IHCKeywords: IHC, visit mothers, level of education, level of knowledge, attitudes mother
HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DAN KEPADATAN HUNIAN DENGAN KEJADIAN ISPA NON PNEUMONIA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI PINANG Ningrum, Evytrisna Kusuma
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakISPA merupakan salah satu penyebab kematian utama pada balita, khususnya di Negaraberkembang. Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian ISPA terbagi atas dua kelompok besaryaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungankondisi fisik rumah dan kepadatan hunian dengan kejadian ISPA non pneumonia di wilayah kerjaPuskesmas Sungai Pinang tahun 2011. Jenis dari penelitian ini adalah observasional analitik denganmenggunakan metode pendekatan crose sectional. Hasil analisis data menggunakan chi squaremenunjukkkan suhu dengan P-value = 1,000, kelembapan dengan P-value = 1,000, luas ventilasidengan P-value =0,213, dan kepdatan hunian dengan P-value = 0,281, artinya semua variabelindependen tidak ada hubungan yang signifikan dengan variabel dependen.Kata-kata kunci: Fisik rumah, kepatan hunian, ISPA non pneumonia. AbstractISPA is one of the main causes of mortality in children under five years, especially indeveloping countries. Risk factor associated with incedent ISPA is divided into two major groups, thatis : factor intrisic and factor extrinsic. The purpose of this study was to analyze the correlationbetween condition of dwelling house and density house with incedence of ISPA non pneumonia in thearea work of Sungai Pinang Public healt center in 2011. This type of research is observational analyticapprouch a crose sectional. Result of data analysis using chi squeare test showed that housingcondition that are not associated with incedence of ISPA non pneumonia is temperature with p value= 1,000, moisture with p value = 1,000, widely ventilation with p value = 0,213, and desinty ofoccupancy with p value = 0,218.Keywords: dwelling house, desinty occupancy, ISPA
HUBUNGAN ANTARA STATUS MEROKOK ANGGOTA KELUARGA DENGAN STATUS ISPA PADA BALITA DI KELURAHAN PAHANDUT KOTA PALANGKARAYA Junita P, Henrika
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak ISPA adalah penyakit infeksi akut yang menyerang salah satu bagian dan atau lebih dari salurannafas mulai dari hidung (saluran atas) hingga alveoli (saluran bawah) termasuk jaringan adneksanya,seperti sinus, rongga telinga tengah dan pleura. ISPA di Indonesia masih merupakan masalah kesehatanyang penting karena menyebabkan kematian balita yang cukup tinggi yaitu kira-kira 1 dari 4 kematianyang terjadi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara status anggota keluarga yangmerokok didalam rumah dengan status ISPA pada balita di Kelurahan Pahandut Kota Palangkaraya.Metode penelitian bersifat observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional.Pengambilan sampel menggunakan teknik Consecutive Sampling dan didapatkan sampel berjumlah 69balita. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan kartu menuju sehat (KMS). Analisis datadilakukan dengan uji statistik Chi-Square dengan derajat kepercayaan 95%, kemudian dilanjutkandengan analisis odds ratio (OR) untuk melihat besar resiko terhadap balita. Hasil penelitian menunjukkanstatus merokok anggota keluarga memiliki hubungan dengan nilai p<0,05 dan nilai OR 94.0. Hasilpenelitian menunjukkan variabel pendidikan ibu merupakan faktor protektif bukan sebagai faktor resikodan status merokok anggota merupakan faktor resiko.Kata-kata kunci: ISPA, Status merokok anggota Keluarga Abstract ISPA is an acute infectious disease that attacks one or more of the parts and the respiratory tractfrom the nose (upper line) to the alveoli (bottom line) including adneksanya network, such as the sinuses,middle ear and pleural cavity. ISPA in Indonesia is still an important health problem because it causes ofinfant mortality are high enough that roughly one out of four deaths that occurred. The purpose of thisstudy was to analyze the relationship between the status of family members who smoke inside the housewith the status of ARI in infants in the Village Pahandut Palangkaraya. Analytic observational researchmethod with cross sectional approach. Consecutive sampling using sampling and obtained sample was69 infants. The research instrument used questionnaires and health card (KMS). Data was analyzedusing statistical test Chi-Square with a confidence level of 95%, followed by analysis of odds ratios (OR)to see the big risk to infants. The results showed the smoking status of family members have arelationship with a value of p <0.05 and value OR 94.0. Results showed variable maternal education is aprotective factor rather than as a risk factor and smoking status members is a risk factor.Keywords: ISPA, Smoking status family members
HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DAN KEPADATAN HUNIAN DENGAN KEJADIAN ISPA NON PNEUMONIA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI PINANG Ningrum, Evytrisna Kusuma
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakISPA merupakan salah satu penyebab kematian utama pada balita, khususnya di Negaraberkembang. Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian ISPA terbagi atas dua kelompok besaryaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungankondisi fisik rumah dan kepadatan hunian dengan kejadian ISPA non pneumonia di wilayah kerjaPuskesmas Sungai Pinang tahun 2011. Jenis dari penelitian ini adalah observasional analitik denganmenggunakan metode pendekatan crose sectional. Hasil analisis data menggunakan chi squaremenunjukkkan suhu dengan P-value = 1,000, kelembapan dengan P-value = 1,000, luas ventilasidengan P-value =0,213, dan kepdatan hunian dengan P-value = 0,281, artinya semua variabelindependen tidak ada hubungan yang signifikan dengan variabel dependen.Kata-kata kunci: Fisik rumah, kepatan hunian, ISPA non pneumonia. AbstractISPA is one of the main causes of mortality in children under five years, especially indeveloping countries. Risk factor associated with incedent ISPA is divided into two major groups, thatis : factor intrisic and factor extrinsic. The purpose of this study was to analyze the correlationbetween condition of dwelling house and density house with incedence of ISPA non pneumonia in thearea work of Sungai Pinang Public healt center in 2011. This type of research is observational analyticapprouch a crose sectional. Result of data analysis using chi squeare test showed that housingcondition that are not associated with incedence of ISPA non pneumonia is temperature with p value= 1,000, moisture with p value = 1,000, widely ventilation with p value = 0,213, and desinty ofoccupancy with p value = 0,218.Keywords: dwelling house, desinty occupancy, ISPA
PENGETAHUAN DAN SIKAP PENGHUNI KOST TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH DOMESTIK DI KELURAHAN SUNGAI MIAI BANJARMASIN Indah, Meilya Farika
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPengelolaan sampah domestik pada rumah kos perlu dilaksanakan mengingat masalahyang diakibatkan oleh sampah domestik kos yang tidak terkelola dengan baik akan berdampak padakesehatan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antarapengetahuan dan sikap penghuni kos dengan pengelolaan sampah domestik di Kelurahan SungaiMiai Banjarmasin 2015. Rancangan penelitian ini yaitu survei analitik dengan pendekatan Crosssectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh penghuni kos RT 01 dan RT 41 sebanyak89 orang dengan teknik sampling yaitu total populasi. Analisis data menggunakan uji chi-squaredengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan sampahdomestik penghuni kos sebagian besar tidak terlaksana sebanyak 73%. Tidak ada hubunganantara pengetahuan dengan pengelolaan sampah domestik nilai p= 0,730 dan ada hubunganantara sikap dengan pengelolaan sampah domestic nilai p= 0,013. Disarankan untukmelaksanakan prinsip 3R, menerapkan peraturan daerah yang ada dalam mengelola sampahdomestik, pengawasan oleh dinas kebersihan dan pertisipasi penghuni kos maupun masyarakatyang ada di lingkungan untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan sekitar.Kata-kata kunci: pengetahuan, sikap, pengelolaan, sampah AbstractDomestic waste management in boarding houses need to be implemented because if it isnot managed properly will have an impact on environmental health. This study aims to determinewhether there is a relationship between knowledge and attitudes boarders with domestic wastemanagement in Sungai Miai Banjarmasin 2015. The design of this research is analytic survey withcross sectional approach. The population in this study are all boarders at RT 01 and RT 41 as manyas 89 people with a total population sampling techniques. Data analysis using chi square test with95% confidence level. The results showed that domestic waste management boarders largelyaccomplished as much as 73%. There is no correlation between knowledge with domestic garbagemanagement with p value = 0.730 and there is a relationship between attitudes to domestic wastemanagement value of p value = 0.013. It is advisable to implement the 3R principles, apply existingregulations in the area of domestic waste management, oversight by the department of hygiene andboarders as well as public participation in the environment to participate in maintaining thecleanliness of the surrounding environment.Keywords: Knowledge, Attitude, Management, Garbage
PENGARUH EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya linn) TERHADAP KEMATIAN LARVA NYAMUK Aedes aegypti Swastika, Deby
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTumbuhan Pepaya banyak mengandung zat yang disebut papain, efek protease papain dapatmembunuh larva Aedes aegypti. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ekstrak daun Pepaya(Carica papaya linn) terhadap kematian larva Aedes aegypti. Metode ini menggunakan rancanganpenelitian Non Equivalent Control Group. Tingkat konsentrasi adalah 6,25%, 12,5%, 25%, 50%,100% dan kontrol (CMC-Na) dengan 4 kali replikasi. Hasil pengamatan selama 24 jam dengan ujiKruskall-Wallis menunjukkan perbedaan jumlah kematian larva pada seluruh kelompok konsentrasi(p=0,000<0,05) dan perbedaan jumlah kematian larva pada seluruh kelompok lama waktu pemberianekstrak daun Pepaya (Carica papaya linn) (p=0,000<0,05). Hasil uji Analisis Probit menunjukkanLethal Consentration (LC50) ekstrak daun Pepaya (Carica papaya linn) terhadap kematian larvaAedes aegypti sebesar 24,46% dan waktu efektif adalah 22 jam. Kesimpulan penelitian ini adalahberbagai konsentrasi ekstrak daun Pepaya (Carica papaya linn) berpengaruh terhadap kematianlarva Aedes aegypti (p<0,05), waktu pemberian ekstrak daun Pepaya (Carica papaya linn)berpengaruh terhadap kematian larva Aedes aegypti (p<0,05), rata-rata jumlah kematian larva Aedesaegypti selama 24 jam konsentrasi 6,25% ( 4,75 larva), konsentrasi 12,5% ( 8 larva), konsentrasi 25%(12 larva), konsentrasi 50% ( 14,5 larva), konsentrasi 100% ( 19 larva) dan kontrol ( 1,25 larva).Kata-kata kunci: Ekstrak daun Pepaya, larva Aedes aegypti. AbstractPapaya plant contains many substances called papain, papain protease effects can kill thelarvae of Aedes aegypti. This study aims to determine the effect of papaya leaf extract (Carica papayalinn) to Aedes aegypti larvae mortality. This method uses research design Non-Equivalent ControlGroup. The concentration levels are used 6.25%, 12.5%, 25%, 50%, 100% and control (CMC-Na)with 4 times replication. The observation result for 24 hours with the Kruskal-Wallis test showeddifferences in mortality of larvae in all concentration groups (p = 0.000 <0.05) and the difference in theamount of larvae mortality at all the old group papaya extract (Carica papaya linn) (p = 0.000 <0.05).The result of Probit Analysis showed Lethal Concentration (LC50) Papaya leaf extract (Carica papayalinn) to Aedes aegypti larvae mortality is 24.46% with 22 hours effective time. The conclusion of thisstudy are various concentrations Papaya leaf extract (Carica papaya linn) effect on mortality of larvaeof Aedes aegypti (p <0.05), the time of papaya leaf extract (Carica papaya linn) effect on mortality oflarvae of Aedes aegypti (p <0.05), the average number of Aedes aegypti larvae mortality during 24-hour, for concentration of 6.25% as much as 4.75 larvae, 12.5% concentration as 8 larvae, theconcentration as 25% as much as 12 larvae, 50% concentration as 14.5 larvae, concentration 100%as much as 19 larvae and control as much as 1.25 larvae.Keywords: Papaya leaf extract (Carica papaya linn), Aedes aegypti larvae
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEMATIAN NEONATAL DI KABUPATEN TAPIN Tinjauan Terhadap Pemeriksaan Kehamilan, Penolong Persalinan dan Karakteristik Ibu Noorhalimah, Noorhalimah
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKematian neonatus Kabupaten Tapin merupakan kematian yang tertinggi di KalimantanSelatan yaitu sebanyak 56 kasus. Penyebab utama kematian neonatal ini erat kaitannya dengankesehatan ibu dan pemeriksaan kesehatan ibu yang diperoleh sebelum, selama dan setelahmelahirkan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor–faktor yang berhubungan dengankematian neonatal di Kabupaten Tapin di tinjau dari pemeriksaan kehamilan, penolong persalinandan karakteristik ibu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah studi analitik dengan metodeobservasional dan pendekatan cross sectional, adapun sampel dari penelitian ini adalah seluruhneonatus mati di Kabupaten Tapin yaitu 56 kasus. Metode analisis menggunakan uji statistik chisquarepada tingkat kemaknaan 95%. Hasil penelitian ini adalah sebagian besar (57%) kematianneonatal memiliki riwayat pemeriksaan yang tidak baik, hasil uji statistik didapatkan nilai P=0,000,sebagian besar (62,5%) kematian neonatal memiliki riwayat penolong persalinan yang tidak baik danhasil uji statistik di dapatkan nilai P=0,000, sebagian besar (55,4%) kematian neonatal lahir dari ibuyang mempunyai risiko untuk hamil dan hasil uji statistik di dapatkan nilai P=0,571, sebagian besar(62,5%) kematian neonatal lahir dari ibu yang mempunyai paritas berisiko untuk hamil dan hasil ujistatistik didapatkan nilai P=1,000, sebagian besar (92,9%) kematian neonatal lahir dari ibu yangmempunyai jarak kehamilan yang berisiko untuk hamil dan hasil uji statistik di dapatkan nilai P=0,359.Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara kematian neonataldengan pemeriksaan kehamilan dan penolong persalinan.Kata-kata kunci: kematian neonatal, pemeriksaan kehamilan, penolong persalinan dan karakteristik Abstract Tapin District neonatal death is the death of the highest in South Kalimantan as many as 56cases. The main causes of neonatal mortality is closely related to maternal health and maternalhealth checks were obtained before, during and after childbirth. The purpose of this study was toanalyze factors associated with neonatal mortality in Tapin district in 2010 in the review of antenatalcare, birth attendants and maternal characteristics. The design of the study is observational analyticstudy method and approach cross sectional, while the samples of this study are all neonates die inTapin district is 56 cases. The analysis method using test chi square statistic at the 95% significancelevel. The results of this study are mostly (57%) had a history of neonatal death was not a goodinspection, statistical test results obtained P = 0.000, the majority (62.5%) had a history of neonatalmortality birth attendants were not good and the results of statistical tests in get the value of P =0.000, the majority (55.4%) of neonatal mortality born to mothers who are at risk for pregnancy andstatistical test results in getting the value of P = 0.571, the majority (62.5%) of neonatal mortality bornto mothers who have parity risk of pregnancy and statistical test results obtained P = 1.000, themajority (92.9%) of neonatal mortality born to mothers who have a range of adverse pregnancy forpregnant and statistical test results in getting the value of P = 0.359. The conclusion from this study isthere a significant relationship between neonatal mortality with pregnancy tests and birth attendants.Keywords : neonatal mortality, prenatal care, birth attendance and characteristics mother.

Page 1 of 1 | Total Record : 7