cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ini berisi mengenai Editorial Kesehatan, Literature Review, dan Hasil Penelitian dalam bidang kesehatan masyarakat seperti Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, Gizi Kesehatan, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Epidemiologi, Biostatistika dan Kependudukan, Perilaku dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Ibu Anak dan Kesehatan Reproduksi.
Arjuna Subject : -
Articles 79 Documents
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYIMPANAN OBAT KERAS DAN OBAT ANTIBIOTIKA TANPA RESEP DI PROVINSI GORONTALO (Analisis Data Riskesdas 2013) Khairiyati, Laily
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2, No 1 (2015): April 2015
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Pengobatan sendiri dikenal dengan istilah self medication atau swamedikasi. Banyak faktor yang mempengaruhi swamedikasi oleh masyarakat diantaranya adalah faktor predisposisi, faktor pemungkin, dan faktor pendukung. Secara nasional, hasil Riskesdas 2013 menyebutkan bahwa provinsi Gorantalo memiliki proporsi penyimpanan obat antibiotik dan obat keras masing-masing 74,7% dan 70,8%. Adanya obat keras dan antibiotika untuk swamedikasi menunjukkan penggunaan obat yang tidak rasional. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan karakteristik individu (jenis kelamin, status ekonomi, tingkat pendidikan), dan sumber mendapatkan obat dengan penyimpanan obat keras dan obat antibiotika tanpa resep. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan potong lintang. Responden penelitian ini adalah seluruh kepala rumah tangga pada Riskesdas 2013 di Provinsi Gorontalo. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner rumah tangga Riskesdas 2013 pada blok VI farmasi dan pelayanan kesehatan tradisional. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi penyimpanan obat keras dan obat antibiotika tanpa resep adalah sumber mendapatkan obat (p=0,000; OR=22,9). Diperlukan suatu kebijakan yang berkaitan dengan pengobatan sendiri untuk melindungi masyarakat dari dampak negatif yang ditimbulkan oleh obat keras dan obat antibiotika secara berlebihan. Kata-kata Kunci:           penyimpanan obat tanpa resep, obat keras, obat antibiotika,  sumber mendapatkan obat Abstract Self-medication is known as swamedication. Many factors affect the community swamedication include predisposing factors, enabling factors and supporting factors. Riskesdas 2013 mentions that Gorantalo province has a higher proportion of antibiotic drug storage and hard drugs respectively 74.7% and 70.8%. The presence of hard drugs and antibiotics to swamedication show irrational drug use. The purpose of this study was to determine the relationship of individual characteristics (gender, economic status, education level), and storage resources to get drugs with hard drugs and antibiotics without a prescription. This research is observational analytic with cross-sectional design. The respondents were all heads of households in Riskesdas 2013 in Gorontalo Province. Research instruments used Riskesdas 2013 household questionnaire in block VI traditional pharmaceutical and health care. Data were statistically analyzed using the chi square test. The results showed that the factors that affect the storage of hard drugs and antibiotics without a prescription is a source of getting the drug (p = 0.000; OR = 22.9). Required a policy relating to the treatment itself to protect the public from the negative impact caused by hard drugs and antibiotics overuse.  Keywords: storage of drugs without a prescription, prescription drugs, antibiotics, source of getting drugs
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PERSONAL HIGIENE DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN SKABIES Studi Observasional pada Narapidana Anak di Lembaga Pemasyarakatan Anak Klas IIA Martapura Jasmine, Indira Aprilia; Rosida, Lena; Marlinae, Lenie
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Narapidana anak memiliki risiko terhadap skabies karena kurangnya kepedulian akan personal higiene dan perilaku sehat individu. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap tentang personal higiene dengan perilaku pencegahan penularan skabies pada narapidana anak di Lembaga Pemasyarakatan Anak Klas IIA Martapura. Penelitian menggunakan rancangan observasional analitik dengan pedekatan cross-sectional. Populasi penelitian dengan total sampling sebanyak 54 orang narapidana anak. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Variabel bebas adalah pengetahuan dan sikap tentang personal higiene, sedangkan variabel terikat adalah perilaku pencegahan penularan skabies. Uji statistik hasil penelitian menunjukkan sebanyak 72,2% responden memiliki pengetahuan tentang personal higiene kurang, 77,8% responden memiliki sikap tentang personal higiene negatif dan 75,9% responden memiliki perilaku pencegahan penularan skabies buruk. Analisis data dilakukan dengan uji fisher exact didapatkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan tentang personal higiene dengan perilaku pencegahan penularan skabies (p=0,000) dan ada hubungan antara sikap tentang personal higiene dengan perilaku pencegahan penularan skabies (p=0,004). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap tentang personal higiene dengan perilaku pencegahan penularan skabies pada narapidana anak di Lembaga Pemasyarakatan Anak Klas IIA Martapura. Kata-kata kunci: pengetahuan, sikap, perilaku, pencegahan penularan skabies AbstractPrisoners child has risks to scabies because of a lack of concern personal hygiene and behavior healthy individual. This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes about personal hygiene to prevent transmission of scabies in the behavior of the child prisoners in penitentiaries children Klas IIA Martapura. This study uses a quantitative method with observational analytic design through cross-sectional method. The study population of 54 inmates of children. The research sample was determined by total sampling technique. The research instrument using a questionnaire. The independent variable of knowledge and attitudes about personal hygiene, while the dependent variable scabies infection prevention behaviors. The results showed the majority of 72.2% of respondents have less knowledge about personal hygiene, 77.8% of respondents have a negative attitude about personal hygiene and 75.9% of respondents had a bad scabies infection prevention behaviors. Results of analysis with fisher exact test shows that there is a relationship between knowledge of personal hygiene with scabies infection prevention behavior (p= 0.000) and there is a correlation between attitudes about personal hygiene with scabies infection prevention behavior (p=0.004). From these results it can be concluded that there is a correlation between knowledge and attitudes about personal hygiene to prevent transmission of scabies in the behavior of the child prisoners in penitentiaries children Klas IIA Martapura.Key words: knowledge, attitude, behavior, prevention of transmission scabies
KEJADIAN DIARE PADA BALITA DITINJAU DARI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TATANAN RUMAH TANGGA DI KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA KALIMANTAN SELATAN Indah, Meilya Farika; Fahrurazi, Fahrurazi; Husna, Nurul
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Diare merupakan masalah kesehatan masyarakat, terutama pada balita. Diare dapat dicegah apabila masyarakat mempunyai pengetahuan yang baik untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tatanan rumah tangga dengan kejadian diare. Subjek dalam penelitian adalah kepala keluarga di Desa Banyu Tajun Dalam Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara yang mempunyai anak balita (usia 6- 59 bulan). Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional,.data diambil dari responden dengan menggunakan kuisioner. Uji analisis dengan menggunakan Uji Spearman’s rho. Hasil penelitian tentang PHBS menunjukkan kepala keluarga sebagian besar tidak sehat sebanyak 55,4% dan sehat sebanyak 44,6%. Balita yang mengalami diare sebanyak 41,9% dan tidak diare sebanyak 58,1%. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,072 yang menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan kejadian diare di Desa Banyu Tajun dalam Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara Kata-kata kunci: Perilaku hidup bersih dan sehat, diare                                                                   AbstractDiarrhea is a public health problem, especially in infants. Diarrhea can be prevented if the community have a good knowledge to implement Clean and Healthy Behavior (PHBS). This study aims to determine the relationship between Clean and Healthy Behavior (PHBS) of the household part with the prevalence of diarrhea. Subjects in this study were the head of the family in the village of Banyu Tajun Dalam Sungai Pandan Subdistrict Hulu Sungai Utara District who have children under five (aged 6- 59 months). The research design used is analytic survey research with cross sectional approach, data taken from respondent by using questionnaire. Test analysis by using Spearmans Test rho. Results of research on PHBS showed the head of the family is largely unhealthy as much as 55.4% and healthy as much as 44.6%. Toddlers who experienced diarrhea as much as 41.9% and not diarrhea as much as 58.1%. The result of statistical test shows that p = 0,072 indicates that there is no significant relationship between Clean and Healthy Life Behavior (PHBS) with prevalence of diarrhea  in Banyu Tajun Village in Sungai Pandan Subdistrict Hulu Sungai Utara Regency.Keywords: Clean and healthy behavior, diarrhea
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN, TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU BALITA DENGAN KUNJUNGAN KE POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BELAWANG Heniarti, Sri
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu peran masyarakat di Posyandu diwujudkan dengan keaktifan ibu balita berkunjungke Posyandu, dapat dilihat dari cakupan penimbangan. Di Puskesmas Belawang dari bulan Aprilsampai Juni tahun 2011 cakupan penimbangan cenderung menurun, pada bulan April sebesar 88%,Mei sebesar 87,6%, dan Juni 83,9%. Pendidikan dan pengetahuan serta sikap mempunyai perananpenting dalam perilaku seseorang termasuk kunjungan ke Posyandu. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui hubungan tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan dan sikap ibu balita dengankunjungan ke Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Belawang Kabupaten Barito Kuala tahun 2011.Metode yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasipenelitian adalah seluruh ibu yang mempunyai balita di wilayah Puskesmas Belawang tahun 2011berjumlah 881 orang dengan sampel berjumlah 90 orang. Dalam penelitian ini pengambilan sampelsecara simple random sampling dengan teknik lottery technique. Instrumen yang digunakankuesioner. Data dianalisis dengan uji Chi Square dengan α = 0,05. Hasil uji statistik pada hubungantingkat pendidikan ibu balita, tingkat pengetahuan ibu balita dan sikap ibu balita dengan kunjungan kePosyandu didapatkan nilai (ρ < 0,05). Kesimpulan ada hubungan tingkat pendidikan, tingkatpengetahuan dan sikap ibu balita dengan kunjungan ke PosyanduKata-kata kunci : Posyandu, kunjungan ibu balita, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, sikap ibu Abstract One role of the community in IHC realized by the liveliness of mothers visited Posyandu, canbe seen from the weighing scope. Belawang at the health center from April to June in 2011 weighingcoverage tended to decline, in April by 88% in May amounted to 87.6%, and 83.9% in June.Education and knowledge and attitude plays an important role in the behavior of a person, including avisit to the IHC. This study aims to determine the relationship between the level of education, level ofknowledge and attitude of mothers with a visit to Posyandu in Puskesmas Belawang Barito Kuala2011. The method used is the analytic survey with cross sectional approach. The study populationwas all mothers who have children in the health center Belawang in 2011 amounted to 881 peoplewith a sample of 90 people. In this study by simple random sampling technique sampling with lotterytechnique. The instrument used questionnaire. Data were analyzed using Chi Square test with α =0.05. Results of statistical tests on the relationship of education level of mothers, the level ofknowledge of mothers and mothers attitude with a visit to Posyandu obtained value (ρ <0.05).Conclusion no relationship between the level of education, level of knowledge and attitude of motherswith a visit to IHCKeywords: IHC, visit mothers, level of education, level of knowledge, attitudes mother
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN PELAYANAN IMUNISASI DASAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAWE SUMUR KABUPATEN ACEH TENGGARA Tarigan, Frida Lina; Nidia, Wira Heppy
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak              Imunisasi merupakan salah satu pelayanan kesehatan dasar. Imunisasi merupakan salah satu cara yang efektif untuk menurunkan angka kesakitan, kematian, kecacatan akibat penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Imunisasi dasar adalah pemberian imunisasi awal pada bayi yang baru lahir sampai usia 1 tahun untuk mencapai kadar kekebalan diatas ambang perlindungan. Cakupan imunisasi campak nasional dari tahun 2007 sampai tahun 2010 berturut-turut adalah 81,6% (Bappenas, 2010), 83,0%. Dapat dilihat pencapaian cakupan imunisasi campak nasional mengalami penurunan yang bermakna dari tahun 2009 ke tahun 2010. Tujuan penelitian ini untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan imunisasi dasar pada bayi di Wilayah kerja  Puskesmas Lawe Sumur Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik yaitu penelitian yang menjelaskan adanya pengaruh antara variabel melalui pengujian hipotesa. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja PuskesmasLawe Sumur Kabupaten Aceh Tenggara. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak umur 12-24 bulan yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Lawe Sumur Kabupaten Aceh Tenggara yang berjumlah 85 orang. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh dukungan instrumental (p=0,015), dukungan informasional p=(0,000), dukungan penilaian (p=0,000), dukungan emosional (p=0,000), sumber informasi (teman)  (p= 0,000), sumber informasi (petugas kesehatan) (p= 0,000), sumber informasi (media cetak dan elektronik) (p= 0,000) dan tingkat pendidikan (p= 0,000) terhadap pemanfaatan pelayanan imunisasi dasar pada bayi. Variabel sumber informasi (petugas kesehatan) adalah paling berpengaruh terhadap pemanfaatan pelayanan imunisasi dasar pada bayi OR= 14. Disarankan Kepada Puskesmas Lawe Sumur perlu peningkatan peran petugas kesehatan melakukan komunikasi yang baik dan berkesinambungan, perlunya peningkatan  peran posyandu. Kata-kata kunci: Faktor-faktor yang mempengaruhi, pemanfaatan pelayanan, imunisasi Abstract Immunization is one of basic health services.Immunization is one of an effective way to reduce the rate in pain, death, disability resulting from diseases can be prevented with immunization. Immunization the base is the provision of immunization on the a new baby birth to the age of 1 years to to reach the level immunity above the protection.The scope of measles national from year 2007 to 2010 were is 81,6 % ( bappenas, 2010 ), 83,0 %.Can be seen the achievement of the scope of measles national decreased meaningful from 2009 to year 2010.The purpose of this research to see factors affecting the use of immunization service a base on baby in the work area of puskesmas lawe well district of aceh southeastern 2015. The kind of research this is research analytic namely research that explains the presence of influence between variables through the testing of that hypothesis .The study is done in the work area of puskesmaslawe wells southeastern district of aceh.The population in this research was all mother who is having six- 12-24 months who live in the work area of wells puskesmas lawe the district of aceh southeastern which totaled 85.The results of the study showed there was the influence of instrumental support (p = 0.015), informational support p = (0,000), assessment support (p = 0,000), emotional support (p = 0,000), a source of information (friends) (p = 0,000), a source of information (health workers) (p = 0,000), a source of information (the print and electronic media) (p = 0,000) and the education levels of (p = 0,000) against the use of immunization service a base on a baby.Variable a source of information (health workers) is the most impact on the use of immunization service a base on a baby or = 14. Was recommended to puskesmas lawe wells need to improving the role of health workers communicated good and sustainable , the need for improving the role of posyandu. Keywords: Influencing factors, service utilization, immunization
KARAKTERISTIK PENDERITA TB PARU PENGGUNA OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) DI INDONESIA Zubaidah, Tien; Setyaningrum, Ratna
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2, No 1 (2015): April 2015
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tuberkulosis (TB) Paru merupakan penyakit infeksi kronik dan menular yang erat kaitannya dengan keadaan lingkungan dan perilaku  masyarakat.  Upaya penurunan TB Paru di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1969, namun sampai sekarang perkembangan penanggulangan  TB Paru belummenunjukkanhasilyangmenggembirakan.Ketidakpatuhan penderita dalam pengobatan TB Paru membuat bakteri TB  Paru menjadi resisten pada tubuh. Pengawasan selama proses pengobatan yang berlangsung tidak dapat terlaksana dengan baik oleh keluarga maupun penderita sendiri. Tujuan umum yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap penggunaan OAT pada penderita TB Paru di Indonesia ditinjau dari karakteristik individu (umur, jenis kelamin dan tingkat pendidikan) dan status pekerjaan. Jenis penelitianstudi non-intervensi dan desain penelitian potong lintang (cross sectional). Penelitian ini dilakukan pada 33 (tiga puluh tiga) provinsi di Indonesia. Hasil uji regresi logistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan, dengan penggunaan OAT. Variabel status pekerjaan penderita TB Paru tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penggunaan OAT (p=0,454). Kata-kata Kunci : Karakteristik Penderita TB Paru, Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis Abstract                Pulmonary tuberculosis is a chronic infectious and contagious disease that is closely related to the environment and peoples behavior. Pulmonary tuberculosis reduction efforts in Indonesia have started since 1969, but until now the development of pulmonary tuberculosis prevention have not shown encouraging results. Non-compliance in the treatment of patients with pulmonary tuberculosis make Pulmonary tuberculosis bacteria become resistant to the body. Supervision during the treatment process which takes place can not be implemented properly by the family and the patient himself. The general objective to be achieved in this research was to analyze the factors that influence the use of anti-tuberculosis drugs in patients with pulmonary tuberculosis in Indonesia in terms of individual characteristics (age, gender and level of education) and job status.The study of non-intervention studies and cross-sectional study design (cross-sectional). This study was conducted on 33 (thirty-three) provinces in Indonesia. The results of logistic regression test showed a significant relationship between sex, age, education level with the use of anti-tuberculosis drugs. Job status variables pulmonary tuberculosis patients did not significantly affect the use of anti-tuberculosis drugs (p = 0.454). Factors that influence the use of anti-tuberculosis drugs in patients with Pulmonary in Indonesia that the characteristics of patients with pulmonary tuberculosis (gender, age, level of education) are an influential factor in this study and statistically significant. Keywords: The Characteristics of Patients With Pulmonary Tuberculosis, The use Anti-Tuberculosis Medicine
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN BERAT BAYI BARU LAHIR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MARTAPURA KABUPATEN BANJAR Diniya, Nashihatu; Rahayu, Atikah; Musafaah, Musafaah
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBerat badan bayi lahir merupakan salah satu gambaran keadaan kesehatan dan gizi bayi dalam masa kandungan. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar tahun 2013 di wilayah kerja Puskesmas Martapura terdapat 41 kasus BBLR, pada tahun 2014 terdapat 35 kasus, dan pada tahun 2015 terdapat 48 kasus BBLR. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan case control study melalui pendekatan retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil pada tahun 2013, 2014 dan 2015 di wilayah kerja Puskesmas Martapura Kabupaten Banjar yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 164 responden dengan perbandingan jumlah sampel 1:3 dihitung menggunakan rumus Lemeshow uji hipotesis beda dua proporsi. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji Chi Square tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara paritas ibu dengan berat bayi baru lahir (pvalue= 0,017), ada hubungan antara LILA ibu dengan berat bayi baru lahir (p-value=0,0001), ada hubungan antara status kunjungan antenatal care ibu dengan berat bayi baru lahir (p-value=0,003), ada hubungan antara kadar Hb ibu dengan berat bayi baru lahir (p-value=0,0001), ada hubungan antara usia ibu saat hamil dengan berat bayi baru lahir (p-value=0,008), dan ada hubungan antara usia kehamilan ibu dengan dengan berat bayi baru lahir (p-value=0,0001). Kesimpulan berat bayi baru lahir dipengaruhi oleh paritas >4, LILA <23,5, kunjungan antenatal care tidak lengkap, kadar Hb kategori anemia, usia ibu saat hamil dan usia kehamilan yang berisiko.Kata-kata kunci: Berat bayi lahir rendah, paritas, usia kehamilan, ibu hamil. AbstractBirth weight babies is one of the representation of baby health and nutrient condition in pregnant period, Dinas Kesehatan District of Banjar data on 2013 in work area of Public Health Center Martapura showed that there were 41 cases BBLR, on 2014 there were 35 cases, and on 2015 there were 48 cases. This research was analitic observasional with case control study through retrospective approach. Research population was all pregnant women on 2014, 2014, and 2015 in work area Public Health Center Martapura District of Banjar which collected using simple random sampling technique. Research sample was 164 respondents with amount comperation 1:3 counted used Lemeshow formula proportion two different hyphotesis test. Data analysis in univariat and bivariat with Chi Square test with 95% confidence level. The research result showed that there was correlation between mother parity with birth weight babies (p-value=0,017), there was correlation between mother LILA with birth weight babies (p-value=0,0001), there was correlation between mother visit status with birth weight babies (p-value=0,003), there was correaltion between Mother Hb degree with birth weight babies (pvalue= 0,0001), there was correlation between mother age on pregnant period with birth weight babies (p-value=0,0001). The conclusion’s with birth weight babies influenced by parity >4, LILA <23,5, uncomplete antenatal care visit, Hb degree anemia category, mother agen on pregnant period and risk age of pregnant.Key words: low birth weight, parity, age on pregnant, pregnant women.
PENGENDALIAN SEKTOR INFORMAL PADA LAMA PAJANAN KEBISINGAN DENGAN GANGGUAN FUNGSI PENDENGARAN PADA NELAYAN IKATAN NELAYAN SAIJAAN (INSAN) KECAMATAN PULAU LAUT UTARA KOTABARU Sholihah, Qomariyatus; Setyaningrum, Ratna; Saputra, M.Trisetya Hadi
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 1, No 1 (2014): Desember 2014
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Insan Fishermen most of whole day catch the fish with a ship engine that make a high intensity noise. Based on the beginning of the measurement results found that ship engine noise levelsreach 113 dB. The fishermen work in these conditions 6 to 12 hours a day for an average of more than 5 years. It is very potential to cause hearing loss among fishermen. The purpose of this study is to determine the correlation of length of noise exposure to ward hearing function disorder among Insan fisherman Pulau Laut Utara District Kotabaru. This study uses observational analytic with cross-sectional approach. This study population are fishermen who are members of the Association of Saijaan Fishermen and sampled by random sampling as many as 36 people to look at the table Krejcie (alpha= 5%). The research instruments used in this study are the blank sheet, sound level meter, and a 512 Hz tuning fork. Based on Chi Square test statistics obtained that p-value is 0.002, it means that p-value is less than alpha (0.05) so that Ho is rejected. It can be concluded that there is significant correlation between length of noise exposure to ward hearing function disorder on Insan fishermen.  Keywords:        noise, length of noise exposure, turning fork, hearing function disorder, fishermen
PENGARUH USIA, PENDIDIKAN DAN JAMINAN SOSIAL TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN BAGIAN OPERATOR DI PT. CAKRAWALA PUTRA BERSAMA Zein P, Dicky Rezki; Setyaningrum, Ratna; Lenie, Lenie
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKaryawan merupakan aset perusahaan yang sangat berharga yang harus dikelola dengan baik oleh perusahaan, salah satu hal yang harus menjadi perhatian utama perusahaan adalah kepuasan kerja karyawannya. Karyawan yang tidak merasakan kenyamanan, kurang dihargai, tidak bisa mengembangkan segala potensi yang dimiliki, maka secara otomatis karyawan tidak dapat fokus dan berkonsentrasi secara penuh terhadap pekerjaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh usia, pendidikan dan jaminan sosial terhadap kepuasan kerja karyawan bagian operator PT. Cakrawala Putra Bersama. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian sebanyak 117 orang, dan besar sampel diambil dengan metode purposive sampling sebanyak 40 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Variabel bebas usia, pendidikan dan jaminan sosial, sedangkan variabel terikatnya adalah kepuasan kerja. Berdasarkan hasil penelitian karyawan bagian operator di PT. Cakrawala Putra Bersama diketahui sebanyak 19 orang (70,4%) berusia lebih dari 40 tahun, 18 orang (85,7%) berpendidikan tinggi dan 18 orang (78,3%) menganggap jaminan sosial dari perusahaan telah baik. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi Square (α= 5 %) menunjukkan terdapat pengaruh usia terhadap kepuasan kerja (Pvalue= 0,013) terdapat pengaruh pendidikan terhadap kepuasan kerja (Pvalue= 0,001), terdapat pengaruh jaminan sosial (Pvalue= 0,002). Perlu dipertahankannya sistem pengorganisasian kerja yang sudah ada diantaranya sistem jaminan sosial yang telah berlaku sebagai upaya mempertahankan kepuasan kerja yang sudah tinggi.Kata-kata kunci: usia, pendidikan, jaminan sosial, kepuasan kerja, karyawan operator AbstractEmployees are highly valuable corporate asset that should be managed by the company, one of the things that should be a major concern of the company is employee job satisfaction. Employees who do not feel comfortable, less appreciate cannot develop all its potential, it is automatically the employee is not able to focus and concentrate fully on the job. The aim of this study is to analyze the influence of age, education and social insurance to job satisfaction of operator employees in PT. Cakrawala Putra Bersama. This is an observational analytic study with cross-sectional approach. The study population as many as 117 people, and a large sample was taken by purposive sampling method as many as 40 people. The research instrument using a questionnaire. Independent variables are age, education and social insurance, while the dependent variable is job satisfaction. Based on the results of research employees of the operator PT. Cakrawala Putra Bersama known to as many as 19 people (70.4%) aged over 40 years, 18 (85.7%) of highly educated and 18 (78.3%) consider the social insurance of the company has been good. Results of statistical test by using Chi Square test (α = 5%) show that there is influence of age to job satisfaction (Pvalue= 0,013), there is influence education to job satisfaction (Pvalue = 0.001), there is influence of social insurance to job satisfaction (Pvalue = 0.002). It is necessary to maintain a system of organizing the existing work including social insurance systems that have been implemented in order to maintain the already high job satisfaction.Keywords: age, education, social security, job satisfaction, operator employee
EFEKTIFITAS PERAWATAN TALI PUSAT TEKNIK KERING DAN TERBUKA TERHADAP LAMA PUPUT TALI PUSAT DI KOTA BANJARBARU Noorhidayah, Noorhidayah; Fakhriyah, Fakhriyah; Isnawati, Isnawati; Tazkiah, Muhammad
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2, No 1 (2015): April 2015
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Tetanus neonatorum dan infeksi tali pusat menjadi penyebab kesakitandankematiandiberbagainegara.Setiaptahunsekitar 500.000 bayi meninggal karena tetanus neonatorum . Tujuanpenelitianmenganalisis efektifitas perawatan tali pusat dengan teknik kering dan terbuka terhadap lama puput tali pusat pada bayi baru lahir. Desain penelitian adalah analitik dengan pendekatan kohort. Populasi adalah bayi baru lahir bulan April – Mei 2014 dengan berat badan >2500 gramdi BPS Lasmitasari, S.ST, Siti Musrifah, Am.Keb, Wiwik Indriani, Am.Keb dan RSUD Banjarbaru. Sampel menggunakanaccidental sampling. Hasil uji denganMann – Whitneymenunjukkan tidak ada perbedaan bermakna antara perawatan tali pusat dengan teknik kering dan terbuka terhadap lama puput tali pusat pada bayi baru lahir (p = 0,759 >α = 0,05). Disarankan bagi tenaga kesehatan memberikan pengetahuan kepada ibu tentang perawatan tali pusat yang efektif, seperti teknik kering dan terbuka sehingga ibu dapat memberikan perawatan tali pusat yang tepat dan aman untuk bayi. Kata-kata Kunci : perawatan tali pusat, teknik kering, teknik terbuka, lama pupus tali pusat Abstract Neonatal Tetanusandumbilical cord stump infection are the causes ofmorbidityandmortalityinvariouscountries. Each year about500,000babiesdie because ofNeonatal Tetanus.The purposeof studyto analyzethe effectiveness of stumptreatmentwithdryandopen technique toward fall off time of stump on newborn baby. Theresearch designwasa cohortanalyticapproach. The population arenewborn baby which was born inApril-May2014hasweight>2,500 gramatBPSLasmitasari, S.ST, SitiMusrifah, Am.Keb, WiwikIndriani, Am.KebandRSUDBanjarbarufrom April to May, 2014. Sample using accidental sampling. Mann-Whitney testshowed nodifferencebetweentreatmentwithdryandopen technique to stump on newborn baby(p =0.759>α=0.05). For health workers should be able to educate mothers about stump effective treatment, such as dry technique and open technique in order to provide safe and proper umbilical cord treatment for babies. Key words : umbilical cord treatment, dry technique, open technique, the fall off time of stump