cover
Filter by Year
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
ISSN : -     EISSN : -
Jurnal ini berisi mengenai Editorial Kesehatan, Literature Review, dan Hasil Penelitian dalam bidang kesehatan masyarakat seperti Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, Gizi Kesehatan, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Epidemiologi, Biostatistika dan Kependudukan, Perilaku dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Ibu Anak dan Kesehatan Reproduksi.
Articles
79
Articles
HUBUNGAN PERILAKU KESEHATAN GIGI MURID KELAS VII DENGAN STATUS KARIES GIGI DI SMP NEGERI 3 KOTA BANJARMASIN

Rahman, Eddy, Norfai, Norfai

Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak World Health Organization (WHO) memandang bahwa penyakit gigi dan mulut adalah salah satu penyakit yang lazim berkembang di masyarakat diseluruh dunia. Walaupun terdapat banyak jenis penyakit gigi dan mulut namun lubang gigi atau karies gigi merupakan masalah gigi dan mulut yang utama dibanyak negara. Diperkirakan sebanyak 6,5 milyar orang diseluruh dunia pernah mengalami karies gigi. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari dan menjelaskan hubungan perilaku kesehatan gigi murid kelas VII dengan status karies gigi di SMP Negeri 3 Kota Banjarmasin. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif yang menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah responden yang diteliti 262 murid. Hasil pengumpulan data dianalisis dengan menggunakan statistik univariat, bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian, responden yang status karies gigi rendah sebanyak 69,8%. Pada analisis bivariat, variabel yang berhubungan dengan status karies gigi adalah pengetahuan (p =0,000), sikap (p =0,049) dan tindakan (p = 0,031). Saran dalam meningkatkan derajat kesehatan gigi di SMP Negeri 3 Kota Banjarmasin untuk memberikan perhatian lebih dalam pendidikan kesehatan gigi secara terencana, terarah dan berkesinambungan. Program UKGS lebih diintensifkan dengan memberikan pelayanan kesehatan di sekolah. Kata-kata kunci: Perilaku, status karies gigi Abstract World Health Organization (WHO) perceive that the diseases of the teeth and the mouth is one disease is customarily evolve in the community around the world. Although there are many kinds of diseases of the teeth and mouth but hole teeth or dental caries is a matter of teeth and mouth in many major countries.  It is estimated that some 6.5 billion people around the world has ever had dental caries. The purpose of this research is studies and define the health behavior teeth students of grade VII with the status of dental caries in public junior high schools 3 city Banjarmasin. The type of research this is a quantitative use the approach of cross sectional .The number of respondents surveyed 262 students . he results of the collection of data were analyzed using univariat statistics, using test bivariat chi square. The results of research , respondents who the status of dental caries low as many as 69.8 % .Bivariat in the analysis, variable are associated with the status of dental caries is the variable knowledge  (p = 0,000) , the attitude (p = 0.049 and the act of (p = 0.031). Advice increase the health of teeth in public junior high schools 3 city banjarmasin to pay more attention in health education teeth in a planned manner, directed and sustainable. UKGS program more is intensified by providing health services in their schools. Keywords: Behaviour,  acceptability of dental caries

MOTIVASI PELAKSANAAN PROMOSI KESEHATAN SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR KOTA YOGYAKARTA

Yuseran, Yuseran, Paramastri, Ira, Priyanto, M. Agus

Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak Usaha kesehatan sekolah (UKS) merupakan upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan anak dan lingkungan sekolah. Beberapa sekolah di Kota Yogyakarta telah mendapatkan prestasi dalam UKS. Kegiatan UKS saat ini banyak dinilai menjadi lebih aktif ketika lomba sekolah sehat dan ketika penilaian akreditasi. Hal tersebut terlihat jauh dari filosofi UKS sendiri. Beberapa sekolah memiliki prestasi di bidang UKS dan beberapa sekolah lain bahkan belum mengembangkannya. Motivasi dalam implementasi UKS di sekolah-sekolah tersebut menjadi menarik untuk dikaji sebagai bahan pendalaman kajian nilai-nilai UKS di sekolah Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif studi kasus. Subjek penelitian adalah stakeholder UKS secara purposif yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah (DKT). Motivasi intrinsik terdiri dari kebutuhan akan prestasi, tanggung jawab dan ibadah adapun motivasi eksternal adanya penilaian akan manfaat. Sekolah berprestasi dalam bidang UKS termotivasi oleh kebutuhan keamanan dan berprestasi disertai motif tanggung jawab dan ibadah, kuat tidaknya motivasi sekolah tergantung dari kebutuhan berprestasi yang tersalurkan karena lomba. Kata-kata kunci : Motivasi, usaha kesehatan sekolah, sekolah dasar  Abstract Health School Unit (Usaha Kesehatan Sekolah) or UKS  is a method to maintain and improve of students health status and school environment. UKS activities were widely judged to be more active when healthy school competition and when the accreditation assessment. It is not appropriate with the philosophy UKS. Problems actual implementation of the basic values of UKS in school activities into question. Any schools in Yogyakarta have achievements in the field of UKS but others had not initiate its. Motivation in the implementation of UKS in these schools were interested to explore. This research aim to explore  about  motivation of Health School Affairs’s implementatiot. Moreover, the research were expected to develop of School Health Affairs at Elementary School in Yogyakarta. This study used a qualitative method with case study design. Subjects in this research were stakeholder of the school that elected by purposively. While the data collection were collected through in-depth interviews and focus group discussions (FGD). Intrinsic motivation consists of the need for achievement, responsibility and worship as external impulses will have an effect. Achieving schools in the field of UKS motivated by the needs and terprestasi pay attention to the motives of responsibility and worship, the strength or absence of school motivation depends on the needs of achievement is channeled because of the race. Keywords: Motivation, school health unit (UKS), elementary school

INDEKS MASA TUBUH DAN KAITANNYA DENGAN DIABETES MELITUS PADA UMUR > 15 TAHUN DI INDONESIA, STUDI DATA SURVEI KEHIDUPAN KELUARGA INDONESIA V

Nugroho, Purwo Setiyo, Wijayanti, Anisa Catur

Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak World Health Organization memprediksi bahwa jumlah penderita diabetes di Indonesia akan menduduki peringkat ke lima pada tahun 2025 dengan prediksi jumlah penderita sebanyak 12,4 jiwa. Indeks masa tubuh merupakan salah satu indikator obesitas dengan diabetes melitus pada penduduk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kaitan obesitas dengan diabetes mellitus pada responden survei Indonesian Family Life Survey V. Penelitian ini merupakan penelitian analisis data sekunder Indonesian Family Life Survei V yang dilakukan dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini sejumlah 48.139 responden, namun setelah data di cleaning dengan tujuan untuk menghapus data yang missing maka didapatkan jumlah responden sebanyak 30.133 dengan kelompok penelitian berdasarkan usia diatas 15 tahun. Hasil analisis Chi square  menyatakan bahwa terdapat hubungan antara obesitas dengan diabetes melitus dengan nilai p value 0,0001 dan nilai POR 3,38; CI 95% 2,60–4,38. Dapat disimpulkan bahwa obesitas memiliki peluang untuk terjadinya sakit diabetes melitus sebesar 3,378 kali dibandingkan dengan orang yang tidak menderita obesitas. Faktor obesitas merupakan salah satu faktor prediposisi untuk meningkatkan gula darah yang merupakan sebuah indikator diabetes melitus. Secara patologi hal ini dikarenakan se-sel beta pulau Langerhans menjadi kurang peka terhadap rangsangan akibat kadar gula darah dan kegemukan (obesitas) akan menekan jumlah reseptor insulin pada sel-sel seluruh tubuh. Kata-kata kunci : Diabetes melitus, obesitas, IFLS  Abstract World Health Organization predicts that the number of diabetics in Indonesia will be ranked fifth in 2025 with a prediction the number of people as many as 12.4 people. Body mass index is one of an indicator of obesity with diabetes mellitus in Indonesian. This study aims to determine the association of obesity with diabetes mellitus in the survey respondents Indonesian Family Life Survey V. This study is a study of secondary data analysis of Indonesian Family Life Survey V conducted by Cross Sectional approach. The population in this study were 48,139 respondents, but after cleaning data with the aim to remove the missing data then the number of respondents as much as 30.133 with the study group aged over 15 years. Chisquare analysis states that there is a relationship between obesity with diabetes mellitus with p value 0,0001 and POR value of 3.38; CI 95% 2,60 - 4,38. It can be concluded that obesity has an opportunity for the occurrence of diabetes mellitus disease 3.38 times compared to people who do not suffer from obesity. Obesity factor is one of a predisposing factor to increase blood sugar which is an indicator of diabetes mellitus. Pathologically this is because the cells of Langerhans island beta become less sensitive to stimuli due to blood sugar levels and obesity (obesity) will suppress the number of insulin receptors in the cells throughout the body. Keywodrs : Diabetes mellitus, obesity, IFLS

SUMBER INFORMASI DAN PERAN SIGNIFICANT OTHERS DALAM PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI KLINIK PRATAMA CITRA HUSADA KUPANG

Lette, Arman Rifat

Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstrakTingginya laju pertumbuhan penduduk saat ini menjadi masalah besar di Indonesia dimana Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk terbanyak keempat di dunia.  Keluarga Berencana adalah penggunaan cara-cara pengatur fertilisasi untuk membantu seseorang atau keluarga mencapai tujuan tertentu. Tujuan yang dimaksud disini adalah suatu pengaturan kehamilan secara sengaja, yang tidak melawan hukum atau perundang-undang yang berlaku dan juga moral pancasila dan untuk kesejahteraan keluarga. Sumber informasi dan peran significant others penting untuk diketahui dan dikaji, mengingat banyaknya pandangan atau persepsi negatif tentang KB seperti : KB dapat menganggu kesuburan, KB bertentangan dengan ajaran agama, KB dapat menganggu kesehatan. Disisi lain ada juga  pandangan di masyarakat miskin/terbelakang, yaitu bahwa setiap keluarga senang punya banyak anak karena akan membawa kegunaan (manfaat) sebagaimana sering diungkapkan dengan “banyak anak, banyak rezeki”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber informasi dan peran  significant others dari ibu yang menjadi akseptor KB di klinik Pratama Citra Husada Kupang. 2. Menggali secara mendalam sumber informasi dan peran  significant others dari ibu yang menjadi akseptor KB di klinik Pratama Citra Husada Kupang. Penelitian kualitatif dengan rancangan eksplorasi dan pendekatan fenomenologi. Informan utama adalah ibu yang menjadi akseptor KB dan informan pendukung adalah petugas klinik, perwakilan BKKBN provinsi NTT dan petugas Lapangan KB. Pengumpulan data dilakukan dengan cara : 1. Observasi; 2. Wawancara mendalam. Cara pengambilan informan dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan strategi convenience sampling. Untuk keabsahan data dilakukan : 1. Triangulasi sumber; 2. Triangulasi metode; dan 3. Member checking. Sumber informasi terkait program KB, yaitu : dari bidan-bidan di Puskesmas, Penyuluhan oleh petugas kesehatan di kantor  kelurahan, Dari teman  atau tetangga dan Seminar-seminar di hotel. Significant others khususnya suami sangat berperan dalam perilaku ibu menjadi akseptor KB. Jika suami tidak mendukung atau melarang maka ibu pun enggan untuk menjadi akseptor KB. Interaksi sosial antara ibu dengan bidan dan teman terbukti mendorong ibu untuk menjadi akseptor KB. Upaya pendidikan kesehatan melalui seminar atau penyuluhan juga terbukti mendorong ibu untuk menjadi akseptor KB. Selain itu, program KB akan lebih berhasil jika melibatkan suami. Suami juga perlu diberi pengertian dan pemahaman tentang program KB. Kata-kata kunci: Akseptor KB, sumber informasi, peran significant others  Abstract The high rate of population growth is one of the big problem in Indonesia which is Indonesia is one of the fourth most populous countries in the world. Family Planning is the use of fertility regulating methods to help a person or family achieve a particular goal. The particular goal here is a deliberate regimen of pregnancy, which is not against the law or applicable legislation, the moral of Pancasila as Indonesian Ideology and the welfare of the family. Sources of information and Significant Others roles are important things that need to be known and studied, given the many negative views or perceptions of family planning such as: family planning can disrupt fertility, contrary to religious teachings, family planning can disrupt health. On the other hand there is also a view in the poor / underdeveloped, that every family likes to have many children because it will bring usefulness as often expressed as "many children, many sustenance". This study aims to determine the source of information and the significant role of others from mothers who become family planning acceptor in Citra Husada Pratama Health Clinic. 2. Dig deeply to the source of information and the significant role of others from mothers who become family planning acceptor in Citra Husada Pratama Health Clinic. Qualitative research with exploratory design and phenomenology approach. The main informants were mothers who became Family Planning acceptor and supporting informants were the Clinic Oficials, BKKBN representative of East Nusa Tenggara Province and Field Officer of Family Planning. Data collection is done by: 1. Observation; 2. In-depth interview. The way of taking informants is done by using purposive sampling technique with convenience sampling strategy. For the validity of data performed: 1. Triangulation of sources; 2. Triangulation method; and 3. Member checking. Source of information related to family planning program, which is: from midwives in Public Health Center, Counseling by Health Officer in Village Office, from friends or neighbors and Seminars at hotel. Significant Others, particularly the husband is very instrumental in the behavior of the mother to accept Family Planning acceptor. If the husband does not support or prohibit the mother is also reluctant to become Family Planning acceptor. The social interaction between mother and midwife and friend proved to encourage mother to become family planning acceptor. Health education efforts through seminars or counseling also proved to encourage mothers to become family planning acceptor. In addition, the family planning program will be more successful if it involves the husband. Husbands also need to be given understanding of family planning programs.  Keywords: Family planning acceptor, source of information, role of significant others

SUMBER INFORMASI DAN PERAN SIGNIFICANT OTHERS DALAM PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI KLINIK PRATAMA CITRA HUSADA KUPANG

Lette, Arman Rifat

Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstrakTingginya laju pertumbuhan penduduk saat ini menjadi masalah besar di Indonesia dimana Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk terbanyak keempat di dunia.  Keluarga Berencana adalah penggunaan cara-cara pengatur fertilisasi untuk membantu seseorang atau keluarga mencapai tujuan tertentu. Tujuan yang dimaksud disini adalah suatu pengaturan kehamilan secara sengaja, yang tidak melawan hukum atau perundang-undang yang berlaku dan juga moral pancasila dan untuk kesejahteraan keluarga. Sumber informasi dan peran significant others penting untuk diketahui dan dikaji, mengingat banyaknya pandangan atau persepsi negatif tentang KB seperti : KB dapat menganggu kesuburan, KB bertentangan dengan ajaran agama, KB dapat menganggu kesehatan. Disisi lain ada juga  pandangan di masyarakat miskin/terbelakang, yaitu bahwa setiap keluarga senang punya banyak anak karena akan membawa kegunaan (manfaat) sebagaimana sering diungkapkan dengan “banyak anak, banyak rezeki”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber informasi dan peran  significant others dari ibu yang menjadi akseptor KB di klinik Pratama Citra Husada Kupang. 2. Menggali secara mendalam sumber informasi dan peran  significant others dari ibu yang menjadi akseptor KB di klinik Pratama Citra Husada Kupang. Penelitian kualitatif dengan rancangan eksplorasi dan pendekatan fenomenologi. Informan utama adalah ibu yang menjadi akseptor KB dan informan pendukung adalah petugas klinik, perwakilan BKKBN provinsi NTT dan petugas Lapangan KB. Pengumpulan data dilakukan dengan cara : 1. Observasi; 2. Wawancara mendalam. Cara pengambilan informan dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan strategi convenience sampling. Untuk keabsahan data dilakukan : 1. Triangulasi sumber; 2. Triangulasi metode; dan 3. Member checking. Sumber informasi terkait program KB, yaitu : dari bidan-bidan di Puskesmas, Penyuluhan oleh petugas kesehatan di kantor  kelurahan, Dari teman  atau tetangga dan Seminar-seminar di hotel. Significant others khususnya suami sangat berperan dalam perilaku ibu menjadi akseptor KB. Jika suami tidak mendukung atau melarang maka ibu pun enggan untuk menjadi akseptor KB. Interaksi sosial antara ibu dengan bidan dan teman terbukti mendorong ibu untuk menjadi akseptor KB. Upaya pendidikan kesehatan melalui seminar atau penyuluhan juga terbukti mendorong ibu untuk menjadi akseptor KB. Selain itu, program KB akan lebih berhasil jika melibatkan suami. Suami juga perlu diberi pengertian dan pemahaman tentang program KB. Kata-kata kunci: Akseptor KB, sumber informasi, peran significant others  Abstract The high rate of population growth is one of the big problem in Indonesia which is Indonesia is one of the fourth most populous countries in the world. Family Planning is the use of fertility regulating methods to help a person or family achieve a particular goal. The particular goal here is a deliberate regimen of pregnancy, which is not against the law or applicable legislation, the moral of Pancasila as Indonesian Ideology and the welfare of the family. Sources of information and Significant Others roles are important things that need to be known and studied, given the many negative views or perceptions of family planning such as: family planning can disrupt fertility, contrary to religious teachings, family planning can disrupt health. On the other hand there is also a view in the poor / underdeveloped, that every family likes to have many children because it will bring usefulness as often expressed as "many children, many sustenance". This study aims to determine the source of information and the significant role of others from mothers who become family planning acceptor in Citra Husada Pratama Health Clinic. 2. Dig deeply to the source of information and the significant role of others from mothers who become family planning acceptor in Citra Husada Pratama Health Clinic. Qualitative research with exploratory design and phenomenology approach. The main informants were mothers who became Family Planning acceptor and supporting informants were the Clinic Oficials, BKKBN representative of East Nusa Tenggara Province and Field Officer of Family Planning. Data collection is done by: 1. Observation; 2. In-depth interview. The way of taking informants is done by using purposive sampling technique with convenience sampling strategy. For the validity of data performed: 1. Triangulation of sources; 2. Triangulation method; and 3. Member checking. Source of information related to family planning program, which is: from midwives in Public Health Center, Counseling by Health Officer in Village Office, from friends or neighbors and Seminars at hotel. Significant Others, particularly the husband is very instrumental in the behavior of the mother to accept Family Planning acceptor. If the husband does not support or prohibit the mother is also reluctant to become Family Planning acceptor. The social interaction between mother and midwife and friend proved to encourage mother to become family planning acceptor. Health education efforts through seminars or counseling also proved to encourage mothers to become family planning acceptor. In addition, the family planning program will be more successful if it involves the husband. Husbands also need to be given understanding of family planning programs.  Keywords: Family planning acceptor, source of information, role of significant others

HUBUNGAN ASUPAN ENERGI, ASUPAN PROTEIN, DAN STATUS ASI EKSKLUSIF DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SDN PALEM 2 BANJARBARU

Fadillah, Noor Ahda, Marhal, Ridwan, Rahayu, Atikah, Rahman, Fauzie

Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak Daftar kualitas pendidikan negara anggota Organisasi Kerja Sama Ekonomi Pembangunan (OECD) yang dirilis oleh BBC menyebutkan kualitas pendidikan Indonesia menduduki posisi 69 dari 76 negara.Trends in Mathematic and Science Study (TIMSS) 2011 mengemukakan fakta bahwa prestasi belajar siswa Indonesia masih tergolong rendah dilihat dari peringkat nilai matematika dan sains.Nilai matematika Indonesia menempati urutan ke-39 dari 43, sedangkan dalam bidang sains menempati urutan ke-40 dari 42. Berdasarkan data Dinas Pendidikan Banjarbaru pada tahun ajaran 2013/2014SDN Palem 2 Banjarbaru berada di urutan 3 terendah dan pada tahun ajaran 2014/2015 menurun menjadi urutan 1 terendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kecukupan energi, kecukupan protein dan status ASI eksklusif dengan prestasi belajar siswa SDN Palem 2 Banjarbaru. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional.Populasi berjumlah 131 orang dengan sampel sebanyak 47 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling.Instrumen penelitian menggunakankuesioner dan formulir food record. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara variabel angka kecukupan energi (p-value 0,023), angka kecukupan protein (p-value 0,0001), dan status ASI Eksklusif (p-value 0,033) dengan prestasi belajar siswa. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan semua variabel berhubungan dengan prestasi belajar. Kata-kata kunci: Prestasi belajar, asupan energi, asupan protein, asi eksklusif Abstract A list of the quality of education of member countries of the Organization for Economic Development Cooperation (OECD) released by the BBC mentions the quality of education Indonesia occupies position 69 of 76 countries. Trends in Mathematic and Science Study (TIMSS) 2011 reveals the facts that Indonesian students learning achievement is still classified differently from math and science. Indonesias math scores rank 39th out of 43, while in science it ranks 40th out of 42. Based on the data of the Education Office of Banjarbaru in the academic year 2013/2014 SDN Palem 2 Banjarbaru is in the order of the lowest 3 and in the academic year 2014/2015 decreased to the order of 1 lowest. This study aimed analyze the associated energy adequacy, protein adequacy and exclusive breastfeeding status related to student achievement SDN Palem 2 Banjarbaru. The study used a comparative cross-sectional design. The population of 131 people and sample included 47 students used purposive sampling technique. The data were collected by a interview questionnaire and food record form. Data analysis used chi square test. The bivariate analysis showed an association between energy adequacy (p=0,023), protein adequacy (p=0,0001), and exclusive breastfeeding status (p=0,033), related to student achievement SDN Palem 2 Banjarbaru (p<0,05). The results can be concluded all the variables related to learning achievement. Keywords: learning achievement, energy intake, protein intake, exclusive ation

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA TATANAN RUMAH TANGGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DELENG POKHKISEN KABUPATEN ACEH TENGGARA

Marlina, Marlina

Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak Perilaku hidup bersih dan sehat adalah wujud masyarakat yang sadar, mau dan mampu mempraktekkan perilaku hidup bersih dan sehat. Upaya untuk mengubah perilaku masyarakat agar mendukung peningkatan derajat kesehatan dilakukan melalui program pembinaan perilaku hidup bersih dan sehat dan Provinsi Aceh berada di peringkat ketiga terendah dengan persentase sebanyak 30,33%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan perilaku hidup bersih dan sehat pada tatanan rumah tangga di  Wilayah Kerja Puskesmas Deleng Pokhkisen Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh keluarga yang memiliki balita sebanyak 146 keluarga dan sampel adalah seluruh populasi (total population) yang berjumlah 146 ibu rumah tangga. Instrumen penelitian dalam bentuk angket (kuesioner) dan analisa data menggunakan analisa univariat, bivariat dengan uji chi square pada tingkat kepercayaan 95% dan analisa multivariat. Hasil penelitian diperoleh : 1) Pengetahuan (p = 0,005); 2) Sikap (p = 0,000); 3) Kebiasaan (p = 0,001); 4) Petugas kesehatan (p = 0,024); 5) Pemimpin informal (p = 0,049) berhubungan dengan perilaku hidup bersih dan sehat di wilayah kerja Puskesmas Deleng Pokhkisen Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2017; 6) Faktor yang dominan berhubungan dengan perilaku hidup bersih dan sehat di wilayah kerja Puskesmas Deleng Pokhkisen Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2017 adalah faktor sikap (p = 0,0001; Exp (B)= 10,98). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan, sikap, kebiasaan, petugas kesehatan dan pemimpin informal berhubungan dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Kata-kata kunci: Perilaku hidup bersih dan sehat, pengetahuan, sikap, kebiasaan, petugas kesehatan, pemimpin informal   Abstract PHBS (Clean and Healthy Life Behavior) is the realization of the people who are aware of, willing to, and capable of practicing PHBS. The effort to change people’s behavior in increasing their health standard is through the program of developing PHBS and Aceh province is ranked third lowest with the percentage as much as 30.33%. The objective of the research was to find out some factors which were correlated with PHBS in households in the Working Area of Deleng Pokhkisen Puskesmas, Aceh Tenggara Regency, in 2017. The research used quantitative method with cross sectional design. The population of the research was the whole family who had a toddler as much as 146 family and the sample is the entire population (total population) totalling 146 housewife. The result of the research showed that there was the correlation of 1) knowledge (p=0.0050, 2) attitude (p=0.000), habit (p=0.0010, health care providers (p=0.0240), and informal leaders (p=0.049) with PHBS in the Working Area of Deleng Pokhkisen Puskesmas, Aceh Tenggara Regency, in 2017, and the variable which the most dominant correlation was the variable of attitude at p=0.0001, Exp (β)=10.98. The conclusion was that knowledge, attitude, habit, health care providers, and informal leaders were correlated with PHBS. Keywords: PHBS, knowledge, attitude, habit, health care provider, informal leader

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KELUARGA DALAM PERAWATAN LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAWE SIGALA-GALA

Sriwahyu, Alas

Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak Menurut UU kesehatan nomor 36 tahun 2009 lansia adalah seseorang yang usianya 60 tahun keatas dan mengalami perubahan biologis, fisik, dan sosial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perilaku keluarga dalam perawatan lansia  di Wilayah Kerja Puskesmas Lawe Sigala-gala Tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik observasional dengan desain studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah salah satu anggota keluarga yang menemani lansia yaitu sebanyak 514 orang. Sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan rumus Slovin sebesar 85 orang dengan menggunakan tehnik Simple Random Sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan kuesioner. Analisa data dilakukan menggunakan uji Chi Square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara pekerjaan (nilai p = 0,026), pendidikan (nilai p = 0,003), pengetahuan (nilai p = 0,020), sikap (nilai p = 0,0001) dan peran tenaga kesehatan (nilai p = 0,024) dengan perilaku keluarga dalam perawatan lansia. Berdasarkan hasil analisis multivariat, variabel dominan yang berhubungan dengan perilaku keluarga dalam perawatan lansia adalah faktor sikap dengan nilai p = 0,001. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara pekerjaan, pendidikan, pengetahuan, sikap dan peran tenaga kesehatan terhadap perilaku keluarga dalam perawatan lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Lawe Sigala-gala Tahun 2017 dan faktor dominan yang berpengaruh terhadap perilaku keluarga dalam perawatan lansia  di Wilayah Kerja Puskesmas Lawe Sigala-gala Tahun 2017 yaitu faktor sikap. Kata-kata kunci: Keluarga, lansia, perawatan lansia  Abstract According to the Law on Health No. 36/2009, the elderly are those who are above 60 years old and undergo biological, physical, and social changes. The objective of the research was to find out some factors which influence family’s behavior in taking care of   the elderly in the working area of Lawe Sigala-gala Puskesmas, in 2017. The research used observational descriptive analytic method with cross sectional design. The population was 514 members of families who took care of the elderly, and 85 of them were used as the samples, taken by using Slovin formula and simple random sampling technique. The data were gathered by using questionnaires  by using univariate analysis, bivariate analysis with chi square test, and multivariate analysis. The result of the research, using bivariate analysis, showed that had the correlation between work (p value = 0,026), education (p value = 0,003), knowledge (p value = 0,020), attitude (value p = 0,0001) and health worker role (p value = 0,024) with family’s behavior in taking care of the elderly. The result of multivariate analysis showed that the variable which had the most dominant correlation with family’s behavior in taking carte the elderly was the variable of attitude with p value =0.001. Based on it can be concluded that there is influence between work, education, knowledge, attitude and role of health worker to family behavior in elderly care at Working Area of Lawe Sigala-gala Public Health Center Year 2017 and dominant factor that influence to family behavior in elderly care in Work Area Puskesmas Lawe Sigala-gala is attitude factor. Keywords: Family, elderly, taking care of the elderly 

PENGARUH FAKTOR PREDISPOSISI DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA IBU RUMAH TANGGA DI PUSKESMAS LAWE SIGALA-GALA KABUPATEN ACEH TENGGARA

Damayanti, Cut

Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak Perilaku hidup bersih dan sehat di Puskesmas Lawe Sigala-gala Kabupaten Aceh Tenggara tergolong masih rendah. Banyak kegiatan yang sudah dilakukan petugas kesehatan untuk meningkatkan PHBS, namun belum menunjukkan perubahan yang bermakna dimana capaian PHBS masih sangat jauh dari target kabupaten yaitu sebesar 25% dimana capaian tahun 2016 sebanyak 12,3%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor predisposisi dan dukungan sosial terhadap perilaku hidup bersih dan sehat pada ibu rumah tangga di Puskesmas Lawe Sigala-sigala Kabupaten Aceh Tenggara. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional analisis data dilakukan dengan analisis univariat, analisis bivariat dengan uji Chi-Square dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik. Populasi adalah ibu rumah tangga yang mempunyai bayi dan balita di wilayah kerja Puskesmas Lawe Sigala-gala yang berjumlah 340 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 77 orang. Penarikan besaran sampel menggunakan teknik random sampling.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh secara signifikan terhadap perilaku hidup bersih dan sehat dimana faktor predisposis terdapat pengetahuan (nilai p=0,0001), sikap (nilai p=0,0001), budaya (nilai p=0,003) dan dukungan sosial terdapat dukungan instrumental (nilai p=0,001), dukungan informasional (nilai p= 0,005), dukungan penghargaan (nilai p=0,025), dukungan emosional (nilai p = 0,0001). Variabel predisposisi pada indikator sikap merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi perilaku hidup bersih dan sehat. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwaterdapat hubungan yang positif dan signifikan pengetahuan, sikap, budaya, dukungan instrumental, dukungan informasional, dukungan penghargaan, dukungan emosional terhadap perilaku hidup bersih dan sehat pada ibu rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas Lawe Sigala-gala serta faktor yang paling dominan mempengaruhi perilaku hidup bersih dan sehat adalah sikap. Kata-kata kunci: Faktor predisposisi, dukungan sosial, PHBS Abstract The coverage of PHBS (Clean and Healthy Life Behavior) in the working area of Lawe Sigala-gala Puskesmas, Aceh Tenggara Regency is low. Even though the health care providers had increase PHBS maximally, there was no significant change in its improvement (only 12.3%) which was far from the target of 25% in 2016. The objective of the research was to find out the influence of predisposition factors and social support for PHBS in housewives at Lawe Sigala-gala Puskesmas, Aceh Tenggara Regency. The research used cross sectional method, and the data were analyzed by using univariate analysis, bivariate analysis with Chi Square test, and multivariate analysis with logistic regression test. The population was 340 housewives who had babies and balita (below five year-old children), and 77 of them were used as the samples, taken by using random sampling technique. The result of the research showed that there was significant influence of predisposition factors like knowledge (p value =0.000), attitude (p value = 0.000), culture (p value = 0.003), and social support like instrumental support (p value = 0.001), informational support (p value = 0.005), reward support (p value = 0.025), and emotional support (p value = 0.000) on PHBS. The variable of predisposition as the indicator of attitude had the most dominant influence on PHBS. Based on this it can be concluded that there is a positive and significant relationship of knowledge, attitude, culture, instrumental support, informational support, appreciation support, emotional support to clean and healthy living behavior at housewives in the work area of Lawe Sigala-gala Public Health Center as well as factors the most dominant influence on clean and healthy life behavior is attitude. Keywords: Predisposition factors, social support, PHBS

HUBUNGAN PENDIDIKAN, PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN ANC K4 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BERANGAS KABUPATEN BARITO KUALA

Anam, Khairul, Norfai, Norfai

Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak Antenatal Care adalah pelayanan kesehatan secara berkala selama masa kehamilan ibu yang diselenggarakan oleh tenaga kesehatan professional seperti dokter spesialis kandungan, kebidanan, dokter umum, bidan dan perawat kepada ibu hamil dan janin yang dikandungnya untuk menjamin agar ibu hamil dapat melalui masa kehamilan, persalinan dan nifas dengan baik dan selamat serta melahirkan bayi yang sehat. Cakupan ANC K4 di Puskesmas Berangas terjadi penurunan persentase dari tahun 2014 sebesar 76,50% menjadi sebesar 63,6% pada tahun 2015, sedangkan pada tahun 2015 Puskesmas Berangas menempati urutan kedua terendah dalam cakupan ANC K4 dari 19 Puskesmas yang terdapat di Kabupaten Barito Kuala. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menjelaskan hubungan pendidikan, pengetahuan dan dukungan suami dengan ANC K4 di wilayah kerja Puskesmas Berangas Kabupaten Barito Kuala tahun 2016. Penelitian ini merupakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel sebanyak 92 responden dengan cara pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dibagikan langsung kepada responden. Data dianalisis menggunakan statistik univariat dan bivariat uji Chi Square dengan uji alternatif uji Fisher Exact menggunakan program komputer dengan nilai kemaknaan (a) 0,05. Variabel yang secara statistik berhubungan bermakna dengan Antenatal Care (ANC) K4 (nilai p ≤ 0,05) adalah pengetahuan dengan nilai p = 0,001 dan dukungan suami dengan nilai p = 0,009. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan  bahwa faktor pengetahuan dan dukungan suami mempunyai kontribusi besar terhadap ibu hamil dalam hal pemeriksaan kehamilan secara berkala sesuai standar minimal. Kata-kata kunci: ANC K4, pendidikan, pengetahuan dan dukungan suami  Abstract Antenatal Care is health care on a regular basis during pregnancy of mother organized by health care professionals such as obstetricians, obstetric, general practitioners, midwives and nurses to pregnant women and the fetus to ensure that pregnant women can go through pregnancy, childbirth and postpartum well and happy and healthy baby. Coverage of ANC K4 in Berangas public health service occurs decreasing the percentage of 2014 amounted to 76.50% to 63.6% in 2015, whereas in 2015 Berangas public health service ranks second lowest in the ANC K4 coverage of 19 public health service that located in Barito Kuala. This study aims to identify and explain the relationship of education, knowledge and husband support with the ANC K4 in working area Barito Kuala Berangas public health service in 2016. This research is an analytic survey with cross sectional approach. With sample of 92 respondents by taking of sampling using purposive sampling. Data were collected by using a questionnaire distributed directly to the respondent. Data were analyzed using univariate and bivariate statistics Che Square test by Fisher Exact alternative test uses a computer program with a value of significance (a) 0.05. Variables were significantly associated with the ANC K4 (p-value ≤ 0.05) is the knowledge with p value = 0,001 and husband support with p value = 0,009. Based on it can be concluded that knowledge factor and husband support have big contribution to pregnant mother in case of periodic checking of pregnancy according to minimum standard. Keywords: ANC K4, education, knowledge and husband support