cover
Contact Name
M Ali Rusdi
Contact Email
alirusdibedong@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
diktum@stainparepare.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pare pare,
Sulawesi selatan
INDONESIA
DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum
ISSN : 16931777     EISSN : 25488414     DOI : -
DIKTUM : JURNAL SYARIAH DAN HUKUM Jurusan Syariah sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Parepare Fokus pada kajian Studi Ilmu Syariah, Hukum Islam, dan Ekonomi Islam meliputi: Ruang Lingkup Ibadah, Hukum tentang keluarga atau hukum badan pribadi (ahkam al-ahwal al-syakhshiyyah, Hukum tentang kebendaan (al-ahkam al-madaniyyah, Hukum pidana (al-ahkam al-jinaiyayah), Hukum acara (al-ahkam al-murafa’at), Hukum ketatanegaraan (al-ahkam al-dusturiyyah), Hukum internasional (al-ahkam al-dauliyyah), dan Hukum ekonomi dan keuangan (al-ahkam al-iqtishadiyyah wa al-maliyyah). Etika Publikasi
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 16 No 2 (2018): Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum" : 18 Documents clear
POLA DAN PERILAKU KONSUMSI RUMAH TANGGA DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM DI KOTA MAKASSAR Supatminingsih, Tuti
DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum Vol 16 No 2 (2018): Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum
Publisher : Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.251 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas pola dan perilaku konsumsi rumah tangga dalam perspektif ekonomi Islam di kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis konsumsi rumah tangga di Kota Makassar, didominasi oleh pengeluaran untuk nonfood. Pendapatan, pendidikan, jumlah anggota keluarga, jumlah anggota keluarga, tabungan, kredit, status pekerjaan kepala rumah tangga secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga. Perilaku konsumsi rumah tangga keluarga di Kota Makassar berdasarkan perspektif ekonomi Islam, pertama, pembelian barang-barang makanan dan non-makanan sesuai dengan konsep kebutuhan, yang merupakan kebutuhan untuk lebih memprioritaskan dan telah memperhatikan ajaran agama Islam; kedua, mashlahah yang dicapai dengan pemenuhan kebutuhan pangan dan bukan makanan adalah perolehan utilitas dan berkah dalam mengkonsumsi makanan dan non makanan, ketiga, manfaat yang diperoleh tidak hanya di dunia tetapi di akhirat juga, karena dalam pengeluaran konsumsi masih ada aspek sosial, seperti zakat, infaqandsedakah, sehingga kegiatan konsumsi yang dilakukan didasarkan pada nilai-nilai agama
PARADIGMA FILSAFAT EKONOMI SYARIAH SEBAGAI SUATU SOLUSI KEHIDUPAN MANUSIA Ghozali, Mohammad; Sari, Tryas Titi
DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum Vol 16 No 2 (2018): Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum
Publisher : Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.658 KB) | DOI: 10.28988/diktum.v16i2.615

Abstract

    Abstrak:  Filsafat ekonomi Syariah atau ilmu ekonomi Islam sesungguhnya  telah muncul sejak adanya agama Islam, yaitu sejak zaman Rasulullah SAW. Tujuannya untuk membawa manusia kepada kebahagian di dunia dan akhirat dan mengangkat manusia sebagai khalifah yang diberi titipan oleh Allah untuk memanfaatkan apa yang ada di bumi dengan sebaik-baiknya. Sistem kapitalis maupun sosialis  tidak mampu menjawab permasalahan manusia karena menyisakan banyak problem kehidupan. Hal itu terbukti bahwa sistem ini tidak mampu memberikan kesejahteraan kepada manusia secara menyeluruh, tetapi hanya untuk kalangan tertentu saja. Faktor ini menjadi salah satu bukti bahwa ekonomi Islam lebih memiliki konsep yang tepat dan dapat memberikan kesejahteraan secara menyeluruh kepada manusia. Hal itu dapat dilihat dari operasionalisasi sistem ekonomi Islam sejak zaman Rasulullah SAW, yang telah memberikan dampak yang baik bagi masyarakat yang ada pada zaman tersebut. Pada perkembangan berikutnya, ketika sistem itu diturunkan ke generasi selanjutnya, terbukti dapat diaplikaskan dengan baik dan memberikan solusi bagi permasalahan yang ada. Maka dari itu filsafat ekonomi Islam memegang peranan penting dalam pembangunan perekonomian manusia untuk meraih cita-cita kebahagiaan.
DEWAN PENGAWAS SYARIAH DAN PROFESIONALISME SUMBER DAYA MANUSIA Masse, H. Rahman Ambo
DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum Vol 16 No 2 (2018): Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum
Publisher : Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.403 KB) | DOI: 10.28988/diktum.v16i2.616

Abstract

Dewan Pengawas Syariah (DPS) bagian terpenting dalam sistem lembaga keuangan dan perbankan syariah di Indonesia. Eksistensi DPS diakui berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Keberadaan DPS pada lembaga keuangan syariah dan perbankan syariah bertujuan mengawasi prinsip-prinsip syariah yang harus terimplementasi secara riil dalam sistem akad dan transaksi pada lembaga keuangan dan perbankan syariah. Secara empiris, pengakuan peraturan perundang-undangan terhadap eksistensi DPS belum sepenuhnya dijalankan oleh lembaga keuangan dan perbankan syariah. Faktanya, rekomendasi-rekomendasi terkait temuan pelanggaran prinsip syariah dalam sistem akad dan transaksi pada lembaga keuangan dan perbankan syariah seringkali kurang mendapat respon dari dewan direksi. Karena itu, Indikator terpenting yang harus dimiliki DPS adalah profesionalisme sumber daya manusianya. Kompetensi menjadi faktor determinan dalam merekrut DPS. Kompetensi tersebut mencakup aspek penguasaan akan teori-teori fikih muamalah, kompetensi membaca laporan keuangan, dan kompetensi di bidang hukum perikatan.
AL-QARDH AL-HASAN: SOFT AND BENEVOLENT LOAN PADA BANK ISLAM Hannanong, Ismail; Aris, Aris
DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum Vol 16 No 2 (2018): Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum
Publisher : Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.985 KB) | DOI: 10.28988/diktum.v16i2.617

Abstract

Akad Al-Qardh adalah perikatan atau perjanjian antara kedua belah pihak, dimana pihak pertama menyediakan harta atau memberikan harta dalam arti meminjamkan kepada pihak kedua sebagai peminjam uang atau orang yang menerima harta yang dapat ditagih atau diminta kembali harta tersebut, dengan kata lain meminjamkan harta kepada orang lain yang mebutuhkan dana cepat tanpa mengharapkan imbalan. Untuk Praktiknya dalam perbankan syariah Al Qardh Al Hasan berfungsi sebagai  dana talangan untuk jangka waktu singkat, maka nasabah akan mengembalikannya dengan cepat, sebagai fasilitas untuk memperoleh dana cepat karena nasabah tidak bisa menarik dananya, misalnya karena tersimpat dalam deposito, sebagai fasilitas membantu usaha kecil menengah atau sosial kemasyarakatan. Manfaat aqad al-qardh adalah membantu nasabah yang membutuhkan dana cepat, sekaligus salah satu ciri pemberi antara bank syariah dan bank konvensional yang di dalamnya terkandung misi sosial, disamping misi komersial, meningkatkan citra baik dan meningkatkan loyalitas masyarakat terhadap bank syariah.
URGENSI PEMIKIRAN IBNU AL-QAYYIM AL-JAUZIYYAH TENTANG PERUBAHAN HUKUM TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL HUKUM ISLAM DI LINGKUNGAN PERADILAN AGAMA WILAYAH SULAWESI SELATAN Basri, Hj. Rusdaya
DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum Vol 16 No 2 (2018): Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum
Publisher : Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.135 KB) | DOI: 10.28988/diktum.v16i2.618

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang urgensi pemikiran Ibnu al-Qayyim al-Jauziyyah tentang perubahan hukum terhadap perkembangan sosial hukum  Islam di lingkungan Peradilan Agama wilayah Sulawesi Selatan. Pemikiran Ibnu al- Qayyim al- Jauziyyah tentang perubahan hukum terhadap perkembangan sosial hukum Islam yaitu perubahan dan perbedaan fatwa berdasarkan perubahan waktu, tempat, kondisi dan niat serta adat. Kemaslahatan sebagai asas untuk merubah fatwa hukum menurut perubahan waktu, tempat, keadaan, dan adat kebiasaan yang berlaku di suatu tempat, sesuai dengan tujuan dan kemaslahatan yang dinginkan pembuat syariat. Teori hukum Ibnu al-Qayyim al-Jauziyyah pada umumnya sudah terimplementasikan pada putusan atau penetapan hukum di lingkungan Peradilan Agama wilayah Sulawesi Selatan. Teori tersebut tidak tersurat dipakai, tetapi secara tersirat tetap dipakai. Hakim memutuskan  perkara dengan memperhatikan situasi dan kondisi setempat.
HUKUMAN DAN KEDUDUKAN HAK WARIS BAGI PELAKU EUTHANASIA Anwar, Wirani Aisiyah
DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum Vol 16 No 2 (2018): Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum
Publisher : Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.215 KB) | DOI: 10.28988/diktum.v16i2.619

Abstract

Euthanasia adalah suatu istilah yang digunakan dalam ilmu Kedokteran (medis), kegiatan yang dilakukan untuk mempercepat kematian si pasien yang sudah dianggap tidak mampu bertahan hidup lagi. Dengan kecanggihan dunia modern sekarang euthanasia dianggap sebagai kebutuhan, sedangkan euthanasia dalam hukum Islam disamakan hukumnya dengan pembunuhan. Pembunuhan dikategorikan dalam tiga bentuk, yaitu pembunuhan sengaja, pembunuhan menyerupai sengaja dan pembunuhan karena kesalahan. Dan euthanasia terbagi menjadi dua, yaitu euthanasia aktif dan euthanasia pasif. Dalam hukum Islam euthanasia aktif dianggap sama dengan pembunuhan sengaja sehingga pelakunya dikenakan hukuman qishash, diat dan bagi ahli waris atau pemohon euthanasia tidak dapat dikatakan ahli waris lagi (tidak menerima warisan si korban euthanasia), sedangkan euthanasia pasif diperbolehkan dalam hukum Islam.
PEMIKIRAN EKONOMI IBNU QAYYIM TENTANG KONSEP TAS’IR Wahyu, A. Rio Makkulau
DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum Vol 16 No 2 (2018): Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum
Publisher : Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.498 KB) | DOI: 10.28988/diktum.v16i2.620

Abstract

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah merupakan seorang pemikir Islam yang mengkaji berbagai persoalan termaksud bidang ekonomi yang tertuang dalam berbagai karyanya seperti yang termuat dalam kitab At-Thuruq Hukmiyah fi As-Siyasat Asy-Syariyah. Kitab tersebut menjelaskan mengenai sebuah pedoman pemerintah dalam menetapkan suatu kebijakan negara. Ibnu Qayyim dalam kitabnya ini membagi tas’ir menjadi dua bagian yakni tas’ir yang adil dan dihalalkan dan juga tas’ir yang zalim dan diharamkan. Studi ini dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian pustaka dengan tujuan untuk mendeskripsikan pemikiran Ibnu Qayyim tentang konsep tas’ir. Hasil analisis didapatkan bahwa tas’ir yang adil dalam mekanisme pasar telah menjadi pegangan yang mendasar dalam setiap transaksinya. Penetapan harga yang adil oleh pemerintah sangat diajurkan ketika situasi dalam pasar mengalami kekacauan sehingga menimbulkan mudarat bagi pelaku pasar, inilah peran pemerintah sebagai wilayatul hisbah dalam menetapkan harga yang berlaku dalam pasar demi terwujudnya kemaslahatan.
SISTEM PEMERINTAHAN ISLAM MENURUT AL-MAWARDI DAN APLIKASINYA DI INDONESIA Rahmawati, Rahmawati
DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum Vol 16 No 2 (2018): Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum
Publisher : Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.715 KB)

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang sistem pemerintahan Islam menurut al-Mawardi dan aplikasinya di Indonesia. Diawali dengan kajian sejarah pemerintahan awal sejarah politik Islam sejak Nabi membangun Negara Madinah hingga mengalami perkembangan sampai pada masa dinasti Abbasiyyah. Al-Mawardi yang hidup pada abad pertengahan dimana situasi politik pada saat itu sangat tidak stabil dan mengarah pada masa kemunduran dinasti Abbasiyyah telah melahirkan sebuah konsep sistem pemerintahan yang didasarkan realitas politik pada zamannya. Pemikiran politik Imam al-Mawardi kemudian dituangkan dalam karya al-Ahkam al-Sulthaniyyah dan menjadi konsep dasar bagi pengembangan pemikiran politik dan penerapannya di era modern termasuk di Indonesia. Penerapannya di Indonesia tampak pada teori al-Mawardi mengenai kontrak sosial yang menjelaskan hubungan antara ahl al-halli wal aqdi dengan ahl Imamah. Konsep ini kemudian diejawantahkan dan dikembangkan dalam sistem pemerintahan di Indonesia menjadi 3 lembaga, yaitu: lembaga legislatif, lembaga eksekutif, dan lembaga yudikatif.
SISTEM PENGELOLAAN BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN MANDIRI KOTA PAREPARE Semaun, Syahriyah; Juneda, Juneda
DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum Vol 16 No 2 (2018): Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum
Publisher : Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.218 KB) | DOI: 10.28988/diktum.v16i2.622

Abstract

Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang mengamanatkan bahwa jaminan sosial wajib bagi seluruh penduduk termasuk Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui suatu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Penelitian ini membahas bagaimana sistem akad pada BPJS Kesehatan Mandiri, bagaimana mekanisme pengumpulan iuran pada BPJS Kesehatan Mandiri, dan bagaimana mutu jaminan BPJS Kesehatan di Kota Parepare terhadap pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan Mandiri. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif, dengan analisis hukum ekonomi Islam di Kantor BPJS Kesehatan Kota Parepare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem akad pada BPJS Kesehatan Mandiri di Kota Parepare sudah sesuai dengan hukum ekonomi Islam dan Meknisme pengumpulan iuran peserta BPJS Kesehatan Mandiri belum sesuai dengan prinsip ekonomi Islam. Mutu jaminan BPJS Kesehatan di Kota Parepare terhadap pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan Mandiri sudah sesuai dengan hukum ekonomi Islam.
PARADIGMA FILSAFAT EKONOMI SYARIAH SEBAGAI SUATU SOLUSI KEHIDUPAN MANUSIA Ghozali, Mohammad; Sari, Tryas Titi
DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum Vol 16 No 2 (2018): Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.658 KB) | DOI: 10.35905/diktum.v16i2.615

Abstract

    Abstrak:  Filsafat ekonomi Syariah atau ilmu ekonomi Islam sesungguhnya  telah muncul sejak adanya agama Islam, yaitu sejak zaman Rasulullah SAW. Tujuannya untuk membawa manusia kepada kebahagian di dunia dan akhirat dan mengangkat manusia sebagai khalifah yang diberi titipan oleh Allah untuk memanfaatkan apa yang ada di bumi dengan sebaik-baiknya. Sistem kapitalis maupun sosialis  tidak mampu menjawab permasalahan manusia karena menyisakan banyak problem kehidupan. Hal itu terbukti bahwa sistem ini tidak mampu memberikan kesejahteraan kepada manusia secara menyeluruh, tetapi hanya untuk kalangan tertentu saja. Faktor ini menjadi salah satu bukti bahwa ekonomi Islam lebih memiliki konsep yang tepat dan dapat memberikan kesejahteraan secara menyeluruh kepada manusia. Hal itu dapat dilihat dari operasionalisasi sistem ekonomi Islam sejak zaman Rasulullah SAW, yang telah memberikan dampak yang baik bagi masyarakat yang ada pada zaman tersebut. Pada perkembangan berikutnya, ketika sistem itu diturunkan ke generasi selanjutnya, terbukti dapat diaplikaskan dengan baik dan memberikan solusi bagi permasalahan yang ada. Maka dari itu filsafat ekonomi Islam memegang peranan penting dalam pembangunan perekonomian manusia untuk meraih cita-cita kebahagiaan.

Page 1 of 2 | Total Record : 18


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 1 (2019): DIKTUM: JURNAL SYARIAH DAN HUKUM Vol 16 No 2 (2018): Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum Vol 16 No 2 (2018): Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum Vol 16 No 1 (2018): Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum Vol 15 No 1 (2017): Diktum : Jurnal Syariah dan Hukum Vol 15 No 2 (2017): Diktum : Jurnal Syariah dan Hukum Vol 15 No 1 (2017): Diktum : Jurnal Syariah dan Hukum Vol 14 No 2 (2016): Diktum : Jurnal Syariah dan Hukum Vol 14 No 1 (2016): Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum Vol 14 No 2 (2016): Diktum : Jurnal Syariah dan Hukum Vol 14 No 1 (2016): Diktum: Jurnal Syariah dan Hukum Vol 13 No 2 (2015): Diktum : Jurnal Syariah dan Hukum Vol 13 No 1 (2015): Diktum : Jurnal Syariah dan Hukum Vol 13 No 2 (2015): Diktum : Jurnal Syariah dan Hukum Vol 13 No 1 (2015): Diktum : Jurnal Syariah dan Hukum Vol 12 No 2 (2014): Diktum : Jurnal Syariah dan Hukum Vol 12 No 1 (2014): Diktum : Jurnal Syariah dan Hukum Vol 12 No 2 (2014): Diktum : Jurnal Syariah dan Hukum Vol 12 No 1 (2014): Diktum : Jurnal Syariah dan Hukum Vol 11 No 2 (2013): Diktum : Jurnal Syariah dan Hukum Vol 11 No 1 (2013): Diktum : Jurnal Syariah dan Hukum Vol 11 No 2 (2013): Diktum : Jurnal Syariah dan Hukum Vol 11 No 1 (2013): Diktum : Jurnal Syariah dan Hukum Vol 10 No 2 (2012): DIKTUM : JURNAL SYARIAH DAN HUKUM Vol 10 No 1 (2012): Diktum : Jurnal Syariah dan Hukum Vol 10 No 2 (2012): DIKTUM : JURNAL SYARIAH DAN HUKUM Vol 10 No 1 (2012): Diktum : Jurnal Syariah dan Hukum Vol 9 No 2 (2011): DIKTUM : JURNAL SYARIAH DAN HUKUM Vol 9 No 1 (2011): DIKTUM : JURNAL SYARIAH DAN HUKUM Vol 9 No 2 (2011): DIKTUM : JURNAL SYARIAH DAN HUKUM Vol 9 No 1 (2011): DIKTUM : JURNAL SYARIAH DAN HUKUM Vol 8 No 2 (2010): DIKTUM : JURNAL SYARIAH DAN HUKUM Vol 8 No 1 (2010): DIKTUM : JURNAL SYARIAH DAN HUKUM Vol 8 No 2 (2010): DIKTUM : JURNAL SYARIAH DAN HUKUM Vol 8 No 1 (2010): DIKTUM : JURNAL SYARIAH DAN HUKUM More Issue