cover
Contact Name
M Ali Rusdi
Contact Email
alirusdibedong@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
diktum@stainparepare.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pare pare,
Sulawesi selatan
INDONESIA
DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum
ISSN : 16931777     EISSN : 25488414     DOI : -
DIKTUM : JURNAL SYARIAH DAN HUKUM Jurusan Syariah sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Parepare Fokus pada kajian Studi Ilmu Syariah, Hukum Islam, dan Ekonomi Islam meliputi: Ruang Lingkup Ibadah, Hukum tentang keluarga atau hukum badan pribadi (ahkam al-ahwal al-syakhshiyyah, Hukum tentang kebendaan (al-ahkam al-madaniyyah, Hukum pidana (al-ahkam al-jinaiyayah), Hukum acara (al-ahkam al-murafa’at), Hukum ketatanegaraan (al-ahkam al-dusturiyyah), Hukum internasional (al-ahkam al-dauliyyah), dan Hukum ekonomi dan keuangan (al-ahkam al-iqtishadiyyah wa al-maliyyah). Etika Publikasi
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue " Vol 15 No 1 (2017): Diktum : Jurnal Syariah dan Hukum" : 17 Documents clear
MAQĀṢID SYARĪ’AH SEBAGAI SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN SISTEM, PRAKTIK, DAN PRODUK PERBANKAN SYARIAH Nasuka, Moh
DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum Vol 15 No 1 (2017): Diktum : Jurnal Syariah dan Hukum
Publisher : Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.373 KB) | DOI: 10.28988/diktum.v15i1.421

Abstract

Abstract: This paper aims to explain the understanding, the function of maqāṣid syarīah in life, Islamic economy, and maqāṣid syarīah as the corridor of management of Islamic banking. Maqāṣid syarīah is very relevant to be used as the basis for system development, practice, and even Islamic banking product in this multidimensional era, in response to contemporary dynamic issues, because it is based on the welfare and prosperity of society. In the end, Islamic banking products and services provided to customers can provide benefits, ie, awake his religion, his soul, his intellect, his wealth, and his descendants.Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan pengertian, fungsi maqāṣid syarī‟ah dalam kehidupan, ekonomi Islam, dan maqāṣid syarī‟ah sebagai koridor pengelolaan perbankan syariah. Maqāṣid syarī‟ah sangat relevan digunakan sebagai dasar pengembangan sistem, praktik, bahkan produk perbankan syariah di era multidimensi ini, dalam menjawab persoalan kontemporer yang dinamis, karena didasarkan pada kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat. Pada akhirnya, produk dan layanan perbankan syariah yang diberikan kepada nasabah dapat memberikan kemaslahatan, yakni terjaga agamanya, jiwanya, akal pikirannya, hartanya, serta keuturunannya.
JARIMAH TERHADAP KEHORMATAN SIMBOL SIMBOL NEGARA Haq, Islamul
DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum Vol 15 No 1 (2017): Diktum : Jurnal Syariah dan Hukum
Publisher : Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.52 KB) | DOI: 10.28988/diktum.v15i1.422

Abstract

Abstract: This paper examines jarimah (criminal act) against the honor of the symbols of the State in terms of the perspectives of Indonesian criminal law and Islamic criminal law. By using decryption analysis methods derived from sources relating to positive-law (punitive law) and Islamic criminal law. From the analysis it can be concluded that in positive law the formulation of the use of State symbols and sanctions for violators has been set forth firmly in the law of the State of Indonesia and the Criminal Code while in Islamic Criminal Law, although the crime against the honor of the symbols of the state is not explicitly discussed, but there are verses of the Quran and hadith prophets which prohibit the criminal act of contempt in general. Islam also has universal values that teach about the honor of the nation and the love of the homeland. This is contrary to the criminal act of contempt against the symbols of the state. Abstrak: Tulisan ini mengkaji mengenai jarimah (tindak pidana) terhadap kehormatan simbol-simbol Negara ditinjau dari persfektif hukum pidana Indonesia dan hukum pidana Islam. Dengan menggunakan metode analisis dekstriftif yang berasal dari sumber-sumber yang berhubungan dengan positive-law (hukum positif) dan hukum pidana Islam. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa dalam hukum positif rumusan penggunaan simbol-simbol Negara beserta sanksi bagi pelanggar telah diatur secara tegas di dalam undang undang Negara Indonesia dan KUHP sedangkan dalam Hukum Pidana Islam, meski tindak pidana terhadap kehormatan simbol-simbol negara tidak dibahas secara ekplisit, akan tetapi terdapat ayat-ayat al-Quran dan hadist nabi yang melarang tindak pidana penghinaan secara umum. Islam juga mempunyai nilai-nilai universal yang mengajarkan tentang kehormatan bangsa dan rasa cinta tanah air. Hal tersebut bertentangan dengan tindak pidana penghinaan terhadap simbol-simbol negara.
RAHASIA HUKUM ISLAM TERHADAP PENGHARAMAN PENGGUGURAN JANIN Idrus, Achmad Musyahid
DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum Vol 15 No 1 (2017): Diktum : Jurnal Syariah dan Hukum
Publisher : Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.14 KB) | DOI: 10.28988/diktum.v15i1.423

Abstract

Abstrak: Janin adalah salah satu pokok masalah dalam hukum Islam sejak lama sampai sekarang. Ada banyak masalah yang menyebabkan terjadinya aborsi oleh ibu dan yang terpenting dari masalah ini adalah ketidakstabilan. Hukum Islam menekankan bahwa janin atau janin harus dihormati oleh semua manusia sehingga hukum Islam mendorong ibu dan ayah untuk melindungi janin atau janin di rahim ibunya. Itu sebabnya, janin atau janin sebenarnya memiliki kehidupan dan berpotensi tumbuh di banyak sel menjadi manusia.
WAWASAN AL-QUR’AN TENTANG IBADAH Said, Suarning
DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum Vol 15 No 1 (2017): Diktum : Jurnal Syariah dan Hukum
Publisher : Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.661 KB) | DOI: 10.28988/diktum.v15i1.424

Abstract

Abstrak: Tulisan ini akan mencoba membahas beberapa ayat yang berkaitan masalah ibadah. Perintah ibadah dalam Al-Qur‟an memiliki dua bentuk, yaitu dengan memakai kata ibadah dengan bentuk fi‟ilamr dan kadang juga memakai kata nusuk, yang keduanya memiliki makna tuntutan untuk melaksanakan sebuah perintah. Melaksanakan perinah ibadah adalah suatu kebutuhan setiap makhluk, karena sebagai makhluk yang lemah, yang setiap saat membutuhkan perlindungan, rahmat dan kasih saying dari Sang Khalik maka untuk memperoleh semua itu harus melalui ketaatan dan ketabahan melaksanakan perintah(ibadah).
HAK ASASI MANUSIA PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Asiah, Nur
DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum Vol 15 No 1 (2017): Diktum : Jurnal Syariah dan Hukum
Publisher : Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.675 KB) | DOI: 10.28988/diktum.v15i1.425

Abstract

Abstrak: HAM pada dasarnya adalah anugerah Allah yang terbesar kepada manusia dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai khalifatullah tanpa diskriminasi antara satu dengan yang lainnya. Hanya saja, ada sebagian kalangan yang menganggap bahwa dalam hukum Islam tidak ditemukan rumusan HAM seperti halnya konsep HAM ala Barat melainkan hanya memuat aturan kewajiban dan tugas untuk patuh kepada Allah dan hukum-Nya saja. Berdasarkan penelusuran terhadap ayat-ayat al-Qur‟an dan as-Sunnah disimpulkan bahwa Hukum Islam telah merumuskan pengaturan dan perlindungan HAM bagi manusia. Berbeda dengan HAM ala Barat yang antrophosentris, HAM dalam hukum Islam bukan saja mengakui hak antar sesama manusia (huququl „ibad) tetapi hak itu dilandasi kewajiban asasi manusia untuk mengabdi kepada Allah swt (huququllah). Hukum Islam menetapkan prinsip utama dalam perlindungan HAM yang signifikan dengan tujuan hukum Islam yaitu prinsip perlindungan terhadap agama (hifdz al-din), jiwa (hifdz al-nafs), akal (hifdz al-„aql), keturunan (hifdz al-nasl) dan harta (hifdz al-mal).
PERAN BANK SYARIAH DALAM MENGURANGI KEMISKINAN Hamid, Abdul; Aris, Aris
DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum Vol 15 No 1 (2017): Diktum : Jurnal Syariah dan Hukum
Publisher : Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.343 KB)

Abstract

Abstrak: Tulisan ini akan melihat Bank Syariah sebagai lembaga keuangan Islam dalam rangka ikut berperan dalam meningkatkan kesejahteraan semua masyarakat. Bank syariah memiliki tujuan yang berbeda dengan bank konvensional, bank syariah sebagai bank yang berlandaskan syariah dan moral memiliki tujuan bukan hanya mencapai keuntungan semata tetapi juga memiliki tujuan sosial dan spiritual (maqhasid syariah). Oleh karenanya penyusunan rencana bisnis Bank Syariah harus dilandasi dengan prinsip bisnis yang berkelanjutan dan mendasarkan pada keseimbangan duniawi dengan terciptanya kesejahteraan (maslahat) menuju tercapainya kemenangan yang abadi (falah).
MURABAHAH (Prinsip dan Mekanismenya Dalam Perbankan Islam) Hannanong, Ismail
DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum Vol 15 No 1 (2017): Diktum : Jurnal Syariah dan Hukum
Publisher : Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.639 KB) | DOI: 10.28988/diktum.v15i1.427

Abstract

Abstrak: Tulisan ini akan membahas mekanisme perjanjian murabahah dan penerapan dalam perbankan Islam, dan membandingkan keuangan murabahah dengan bunga tetap pada perbankan dalam beberapa bidang utama. Bank-bank Islam telah menggunakan perjanjian murabahah dalam aktivitas pembiayaan melalui barang-barang dagangan dan memperluas jaringan penggunaanya. Keuangan murabahah dan harga kredit yang lebih tinggi didalamnya jelas menunjukkan bahwa ada nilai waktu dalam pembiayaan yang berdasarkan murabahah, yang menuju walaupun tidak langsung kepada penerimaan nilai waktu uang.
EKSEKUSI MATI DI INDONESIA (Perspektif Teori Hudud Muhammad Syahrur) Hannani, Hannani
DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum Vol 15 No 1 (2017): Diktum : Jurnal Syariah dan Hukum
Publisher : Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.266 KB) | DOI: 10.28988/diktum.v15i1.428

Abstract

Abstrak: Tulisan ini akan mengkaji tentang eksekusi mati di Indonesia dengan ditinjau dari Teori Hudud Muhammad Syahrur. Eksekusi hukuman mati yang diterapkan pemerintah Indonesia atas perintah Undang-Undang terhadap terpidana mati yang terlibat dalam kejahatan berat seperti gembong teroris, produsen narkotika. Pidana mati tidak cukup hanya dilihat dari perspektif positif-konseptual semata, namun harus lewat pendekatan kasus per kasus, dikarenakan masing-masing kasus memiliki konteks dan keunikannya sendiri. Hukuman mati menjadi hukuman maksimal dalam teori hudud Muhammad Syahrur disebut all-haddul a’la, dan minimal penjara selama satu tahun sebagai batas minimal oleh Muhammad Syahrur disebut dengan al-haddul adnaa.
METODE IJTIHAD T. M. HASBI ASH-SHIDDIEQY SEBAGAI PRODUK PEMIKIRAN HUKUM ISLAM Hasbi, Muhammad
DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum Vol 15 No 1 (2017): Diktum : Jurnal Syariah dan Hukum
Publisher : Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.977 KB) | DOI: 10.28988/diktum.v15i1.429

Abstract

Abstrak: Tulisan ini akan mengkaji metode ijtihad Hasbi Ash-Shiddieqy dalam melahirkan produk pemikiran hukum Islam. Ijma, qiyas, Istihsan, maslahah al-mursalah, dan urf merupakan sebuah metode atau sarana dalam menghasilkan hukum sebagai produk pemikiran hukum Islam. Kelima prinsip yang memungkinkan hukum Islam berkembang dalam mengikuti perkembangan zaman, yaitu; pertama; prinsip ijma. Kedua, prinsip qiyas. Ketiga; maslahah al-mursalah. Keempat; pemeliharaan urf. Kelima; berubahnya hukum dengan berubahnya masa.
MAQ??ID SYAR?’AH SEBAGAI SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN SISTEM, PRAKTIK, DAN PRODUK PERBANKAN SYARIAH Nasuka, Moh
DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum Vol 15 No 1 (2017): Diktum : Jurnal Syariah dan Hukum
Publisher : Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.373 KB) | DOI: 10.28988/diktum.v15i1.421

Abstract

Abstract: This paper aims to explain the understanding, the function of maq??id syar?'ah in life, Islamic economy, and maq??id syar?'ah as the corridor of management of Islamic banking. Maq??id syar?'ah is very relevant to be used as the basis for system development, practice, and even Islamic banking product in this multidimensional era, in response to contemporary dynamic issues, because it is based on the welfare and prosperity of society. In the end, Islamic banking products and services provided to customers can provide benefits, ie, awake his religion, his soul, his intellect, his wealth, and his descendants.Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan pengertian, fungsi maq??id syar??ah dalam kehidupan, ekonomi Islam, dan maq??id syar??ah sebagai koridor pengelolaan perbankan syariah. Maq??id syar??ah sangat relevan digunakan sebagai dasar pengembangan sistem, praktik, bahkan produk perbankan syariah di era multidimensi ini, dalam menjawab persoalan kontemporer yang dinamis, karena didasarkan pada kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat. Pada akhirnya, produk dan layanan perbankan syariah yang diberikan kepada nasabah dapat memberikan kemaslahatan, yakni terjaga agamanya, jiwanya, akal pikirannya, hartanya, serta keuturunannya.

Page 1 of 2 | Total Record : 17