cover
Filter by Year
MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology
Published by UMSurabaya Publishing
Articles
52
Articles
Pengembangan Desain Pembelajaran Mata Kuliah Pendidikan Matematika SD untuk Tipe Kecerdasan Interpersonal, Naturalis, dan Logika

Mardiana, Tria, Purwandari, Septiyati

MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol 3, No 2 (2018): DECEMBER
Publisher : Muhammadiyah University of Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui desain pembelajaran pada mata kuliah Pendidikan Matematika SD berbasis Multiple Intelligence, serta untuk mengetahui kelayakan desain pembelajaran pada mata kuliah Pendidikan Matematika SD berbasis Multiple Intelligence. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Desain pengembangan pada penelitin ini mengacu pada teori Thiagarajan dengan menerapkan langkah 4D, yaitu, define, design, development, dan dissemination. Tahap define merupakan tahap yang berisi penetapan produk apa yang akan dikembangkan, beserta spesifikasinya.Tahap design merupakan pembuatan rancangan produk berdasarkan ketetapan di tahap define. Tahap developmentberisi pembuatan rancangan menjadi produk dan menguji validitas produk. Tahap disseminationberupa penyampaian hasil produk yang telah teruji untuk dimanfaatkan oleh pihak lain yang memiliki kepentingan serupa. Hasil dari penelitian ini berupa desain pembelajaran pada mata kuliah Pendidikan Matematika SD berbasis Multiple Intelligence. Kelayakan produk desain pembelajaran diuji oleh 2 orang ahli yang telah menerapkan pembelajaran Multiple Intelligence. Kelayakan produk dari ahli diperoleh dengan hasil amat baik.

Self-Regulation Test-Taking Strategies for Mathematics

Tee, Kiew Nee, Leong, Kwan Eu, Abdul Rahim, Suzieleez Syrene

MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol 3, No 2 (2018): DECEMBER
Publisher : Muhammadiyah University of Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The present study aims at exploring various self-regulation test-taking strategies used by the grade 11 students for their mathematics tests which is observed from three aspects, they are before, during, and after test-taking. The data were collected from 86 students in a private school which located in Malaysia. The goal-setting and planning, help-seeking, seeking information, rehearsal, memorization, reviewing, peer pressure, adult influence, self-consequences, self-motivated, and environment setting were the strategies that is used for test preparation. Outline formulas, recall and identify key information, keep trying, and checking were the strategies used during test-taking. In addition, correction and self-evaluation were the strategies used after the test-taking. The study further examined differences of various test-taking strategies used across three performance groups, high, medium, and low achievers, and also for male and female students. The results showed that there were statistical differences in goal-setting and planning, help-seeking, keep trying, checking, and correction strategies among high, medium, and low achievers. There were also statistical differences in goal-setting and planning, rehearsal, self-motivated, outline formulas, checking, and correction strategies between male and female students. The result of this research showed that the groups of using goal-setting and planning, rehearsal, help-seeking, recall and identify key information, keep trying, checking, and correction strategies have higher scores in mathematics performance rather than those groups which do not use these strategies.

Pengaruh Metode Improve terhadap Kreativitas Kemampuan Komunikasi Matematis dan Hasil Belajar Siswa Kelas VII A MTS Syekh Subakir pada Materi Bangun Datar

Muhalizah, Muhalizah

MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol 3, No 1 (2018): JULY
Publisher : Muhammadiyah University of Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Matematika merupakan salah satu disiplin ilmu yang dipelajari dan diajarkan pada jenjang pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Hal ini dikarenakan matematika merupakan salah satu ilmu dasar yang harus dikuasai setiap siswa untuk dibekali dengan kemampuan berfikir logis, analisis, sistematis, kritis dan kreatif serta kemampuan bekerjasama (Depdiknas, 2006: 153). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiada tidaknya pengaruh Metode PembelajaranImprove terhadap kreatifitas kemampuan komunikasi matematis dan hasil belajar bagi siswa kelas VII A Mts Syekh Subakir 01 Nglegok Blitar. Metode pembelajaran IMPROVE merupakan akronim dari Introducing, the new concept, Matacognitive questioning, Practicing, Reviewing and reducing difficulties, Obtaining mastery, Verification, dan Enrichment. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas VII A Mts Syekh Subakir 01 Nglegok Blitar. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan Teknik Cluster Random Sampling dengan banyak siswa 32 sebagai kelas kontrol dan kelas eksperimen. Desain penelitian ini adalah True-Experimental Design bentuk Posttest-Only Control Derign. Rata-rata hasil test kratifitas kemampuan komunikasi matematis siswa pada kelas kontrol sebesar 80,03 dengan standar deviasi 10,918kelas ekperimen sebesar 86,25 dengan standar deviasi 6,951. Adapun rata-rata hasil belajar siswa pada kelas kontrol sebesar 79,44 dengan standar deviasi 10,531 dan kelas ekperimen sebesar 87,91 dengan standar deviasi 7,498. Nilai signifikansi model pembelajaran Metode Improve, x, terhadap kratifitas kemampuan komunikasi matematis ( ) sebesar 0,009 < 0,05. Hal ini berarti model pembelajaran Metode Improve, x, berpengaruh terhadap kreatifitas kemampuan komunikasi matematis ( ). Dapat disimpulkan bahwa kreatifitas kemampuan komunikasi matematis siswa kelas kontrol lebih baik dari kratifitas kemampuan komunikasi matematis kelas eksperimen. Adapun nilai signifikansi model pembelajaran Metode Improve, x, terhadap hasil belajar siswa ( ) sebesar 0.000 < 0.05. Hal ini berarti model pembelajaran Metode Improve, x, berpengaruh terhadap hasil belajar siswa ( ). Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih baik dari  hasil belajar  siswa kelas kontrol.

Pengaruh Model Pembelajaran Guided Discovery Learning terhadap Kemampuan Pemahaman dan Hasil Belajar Siswa Materi Operasi Aljabar Kelas VII SMP

Harianti, Ferennita

MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol 3, No 1 (2018): JULY
Publisher : Muhammadiyah University of Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Rendahnya kemampuan pemahaman siswa terhadap persoalan matematika karena pembelajaran matematika masih berpusat kepada guru. Penggunaan model pembelajaran secara konvensional yang mengakibatkan rendahnya kemampuan pemahaman serta hasil belajar. Maka dari itu guru sebaiknya dapat menggunakan model pembelajaran salah satunya ialah Guided Discovery Learning. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Guided Discovery Learning terhadap kemampuan pemahaman dan hasil belajar siswa materi operasi aljabar kelas VII. Metode penelitian ini adalah kuantitatif. Dengan desain penelitian one-group pretest-posttest design. Populasi penelitian seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sumbergempol. Sampel penelitian kelas VII-G dengan jumlah siswa sebanyak 32 siswa. Teknik pengumpulan data berupa soal tes pilihan ganda 10 dan uraian 5 soal pretest dan posttest serta dokumentasi. Data dioleh dengan menggunakan analisis uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman siswa terhadap materi operasi aljabar setelah mendapatkan model pembelajaran guided discovery learning menggunakan uji-t diperoleh 0,000 < 0,05 maka artinya Ho ditolak, dan secara otomatis Ha1 yang diterima artinya ada pengaruh penggunaan model pembelajaran guided discovey learning terhadap kemampuan pemahaman siswa materi operasi aljabar kelas VII. Sedangkan hasil belajar siswa terhadap materi operasi aljabar setelah mendapatkan model pembelajaran Guided Discovery Learning menggunakan uji-t diperoleh 0,000 < 0,05 maka artinya Ho ditolak, dan secara otomatis Ha2 yang diterima artinya ada pengaruh penggunaan model pembelajaran guided discovey learning terhadap hasil belajar siswa materi operasi aljabar kelas VII. 

Pemahaman Konsep Mahasiswa Perempuan dalam Menyelesaikan Masalah Grup

Rahayuningsih, Suesthi

MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol 3, No 1 (2018): JULY
Publisher : Muhammadiyah University of Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemahaman konsep mahasiswa perempuan dalam menyelesaikan masalah grup. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Universitas Islam Majapahit, Mojokerto. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari mahasiswa Program Studi pendidikan matematika, yaitu mahasiswa perempuan. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara berbasis tugas. Wawancara tersebut mengungkap pemahaman konsep berdasarkan indikator: Menjelaskan atau menyatakan ulang konsep dan menggunakan konsep grup dalam menyelesaikan masalah grup.  Data dalam penelitian ini berupa hasil wawancara dan tes masalah matematika.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemahaman konsep subjek, pada komponen menjelaskan atau menyatakan ulang konsep oparasi biner , sifat elemen identitas, sifat setiap elemen dan grup  memiliki invers terjadi miskonsepsi, subjek kurang tepat dalam menyatakannya. Pada konsep sifat tertutup dan sifat assosiatif, subjek dapat menjelaskan dengan tepat. Pada komponen memberi contoh dan bukan contoh. subjek belum mampu membedakan mana merupakan operasi biner dan mana bukan demikian juga himpunan yang mempunyai elemen identitas dan  himpunan yang setiap elemennya mempunyai invers. Subjek mampu membedakan mana yang merupakan  operasi biner yang bersifat assosiatif dan mana yang tidak bersifat assosiatif.. Demikian juga dalam memberi contoh grup, tetapi hanya dengan operasi biner penjumlahan dan perkalian serta bukan contoh. Pada komponen menggunakan konsep grup dalam menyelesaikan masalah grup. Subjek menunjukkan G diberikan operasi perkalian adalah grup, dengan menunjukkan sifat tertutup, sifat assosiatif, memiliki elemen identitas dan memiliki invers setiap elemen.

Penggunaan Logika Fuzzy untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan di Pengadilan Agama Kab. Kediri

Shofia, Niska, Rochana, Siti

MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol 3, No 1 (2018): JULY
Publisher : Muhammadiyah University of Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Dalam rangka meningkatkan pelayanan di bidang hukum, Mahkamah Agung RI memerintahkan seluruh Lembaga Peradilan untuk menyediakan fasilitas meja informasi (information desk), termasuk di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri. Keberhasilan instansi dalam memberikan pelayanan yang berkualitas dapat ditentukan dengan pendekatan service quality. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan pengamatan dan pengumpulan data dari masyarakat yang datang dan mencari informasi di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri.  Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang perlu ditingkatkan dalam pelayanan yang diberikan oleh petugas meja informasi Pengadilan Agama Kabupaten Kediri untuk mencapai kepuasan masyarakat. Analisa yang dilakukan adalah menggunakan pendekatan metode fuzzy servqual (Service Quality) yang dibantu menggunakan aplikasi MATLAB.

Perbandingan Model AR(1), ARMA (1,1), dan ARIMA (1,1,1) pada Prediksi Tinggi Muka Air Sungai Bengawan Solo pada Pos Pemantauan Jurug

Vulandari, Retno Tri, Parwitasari, Tika Andarasni

MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol 3, No 1 (2018): JULY
Publisher : Muhammadiyah University of Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Suatu aliran sungai menentukan prediksi debit sungai sulit, biasanya nilai yang digunakan sebagai patokan adalah hasil pantauan tinggi muka air. Pada bulan Juli 2016, luapan sungai Bengawan Solo mengakibatkan banjir di kawasan Solo Timur. Hal ini disebabkan karena tinggi muka air pada pos pemantauan Jurug menembus level 10. Oleh karena itu prediksi nilai tinggi muka air diperlukan sebagai upaya peringatan dini banjir. Pengukuran tinggi muka air sungai Bengawan Solo pada setiap pos pemantauan dilakukan setiap hari. Data tinggi muka air merupakan data runtun waktu. Salah satu metode peramalan data runtun waktu adalah Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA), model ini memiliki asumsi homoskedastisitas atau variansi eror tetap. Tetapi apabila variansi eror berubah-ubah maka model yang digunakan adalah model Generalized Autoregressive Conditional Heteroscedasticity (GARCH). Penelitian ini menggunakan 60 data dari bulan Januari – Februari 2017. Data tersebut terbukti stasioner berdasarkan nilai ADF 0,0036, oleh karena itu model ARIMA dapat digunakan. Berdasarkan pola korelogram, ACF dan PACF terpotong setelah lag pertama, hal ini menunjukan tinggi muka air sungai periode tersebut dapat dimodelkan dengan AR(1), ARMA (1,1), dan ARIMA(1,1,1).Berdasarkan perbandingan nilai MAPE ketiga model nilai terendah adalah model ARMA(1,1), yaitu 0,668384 yang artinya tingkat kesalahan terhadap prediksi model ARMA(1,1) adalah 66,8384%. Begitu hal nya dengan nilai MSE ketiga model, nilai terendah pada model ARMA(1,1) yaitu 0,7729 artinya memiliki variansi model yang lebih kecil, mampu memberikan hasil yang lebih konsisten dibandingkan model AR(1) dan ARIMA(1,1,1) yaitu 1,060288 dan 0,996585.

Pengembangan Sistem Pembelajaran dalam Jaringan pada Materi Teori Graph

Radita, Nira

MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol 3, No 1 (2018): JULY
Publisher : Muhammadiyah University of Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Matematika diskrit merupakan mata kuliah matematika dasar yang di dalamnya memuat banyak konsep-konsep dasar matematika. Banyaknya konsep yang harus dipelajari tidak diimbangi dengan alokasi waktu yang disediakan untuk pembelajaran tatap muka. Untuk mengatasi masalah tersebut maka dilakukan pembelajaran yang mengkombinasikan kegiatan pembelajaran tatap muka di dalam kelas dan kegiatan pembelajaran di luar kelas yaitu melalui kegiatan pembelajaran dalam jaringan. Agar pelaksanaan kegiatan pembelajaran sesuai dengan yang diharapkan, maka perlu dikembangkan sistem pembelajarannya. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan sistem pembelajaran dalam jaringan pada mata kuliah matematika diskrit pada materi teori graph. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan mengadaptasi dan memodifikasi model 4D (four D model) yang terdiri dari pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate) oleh Thiagarajan. Penelitian ini dibatasi pada tahap pendefinisian, perancangan dan pengembangan. Tahap pendefinisian terdiri dari 5 langkah pokok, yaitu front-end analysis, learner analysis, concept analysis, task analysis, dan specifying instructional objective. Pada tahap perancangan meliputi constructing criterion-referenced test, media selection, format selection, dan initial design. Tahap pengembangan terdiri dari dua tahap yaitu uji validitas dan uji pengembangan. Hasil penelitian ini berupa sistem pembelajaran dalam jaringan (daring) pada materi teori graph yang dapat diterapkan pada perkuliahan matematika diskrit yang menerapkan pembelajaran blended.

Student Learning Activities Using Realistic Mathematics Education (RME)

Ratrisna, Mega, Taram, Abdul

MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol 3, No 1 (2018): JULY
Publisher : Muhammadiyah University of Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The aims of this research is to increase student activity in learning mathematics by using Realistic Mathematics Education (RME)  in class VIII SMP Muhammadiyah 2 Prambanan. The study was conducted two siklus. Data collection techniques used are observation, interview, documentation and triangulation. Instrument research observation sheet and interview. Instrument analysis using content validity. The analysis used is descriptive qualitative. The results showed that Realistic Mathematics Education (RME) can increase student learning activity This is evident from the observation of student activity in learning every siklus has increased, that is average of observation percentage of student activity in siklus I 50,623% (enough), and at siklus II increased to 61.960% (good). From the results of interviews with students showed a positive response on student learning activity. 

Analysis The Ability of Students Problem-Solving on Counting Operations of Algebra Form

Yusnia, Desy

MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol 3, No 1 (2018): JULY
Publisher : Muhammadiyah University of Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Problem-solving is the important part of mathematics curriculum. Most of students still have difficulties and error in prombelm solving. This research aims to know problem-solving ability of students on counting operations of algebra form. This research is a descriptive qualitative research. The subject is students grade VII-F SMP N 1 Wonosari. The data collecting technique is a problem-solving test. The data analysis according to Miles and Huberman, which is data reduction, data presentation, and making the conclusion. The results of this research showing that: (1) 95.56% of students can understand the problem, 4.44% of students cannot understand the problem; (2) 18.33% of students can devising a plan, 81.67% cannot devising a plan; (3) 28.61% of students can carrying out the plan, 71.39% cannot carrying out the plan; (4) 45% can looking back the answer, 55% cannot looking back the answer.