cover
Contact Name
ZULKARNAEN
Contact Email
zul_lemlit@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.stl@unram.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Sains Teknologi dan Lingkungan (JSTL)
Published by Universitas Mataram
ISSN : 24770329     EISSN : 24770310     DOI : -
Jurnal Sains Teknologi dan Lingkungan (JSTL), merupakan media untuk publikasi tulisan asli yang berkaitan dengan sains teknologi dan lingkungan baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris. Jurnal Sains Teknologi dan Lingkungan (JSTL) merupakan jurnal ilmiah terbitan berkala dua kali setahun (Juni dan Desember).
Arjuna Subject : -
Articles 42 Documents
Viabilitas Biji dan Pertumbuhan Bibit Kelor (Moringa oleifera Lam.) Santoso, Bambang Budi; Parwata, IGM Arya
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Sains Teknologi & Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.483 KB) | DOI: 10.29303/jstl.v3i2.18

Abstract

Buah kelor (Moringas oleifera L.) yang secara fisik berukuran panjang dan memiliki banyak biji di dalamnya tentu akan menyebabkan perbedaan tingkat kematangan biji dan kemudian perbedaan pada viabilitas benih yang dihasilkan. Penelitian ekperimental ini terdiri atas dua percobaan, yaitu percobaan pertama bertujuan mengetahui viabilitas biji dari tiga posisi biji dalam buah dan percobaan kedua bertujuan mengetahui pertumbuhan bibit tanaman kelor hingga umur dua bulan dari masing-masing posisi biji pada buah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi biji dalam buah kelor berpengaruh nyata terhadap viabilitas benih, namun berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan bibit hingga umur dua bulan. Biji-biji pada posisi di pangkal dan tengah dari buah memiliki viabilitas lebih baik dibandingkan biji-biji pada posisi di ujung buah.Kata kunci: berat biji, pemasakan, perkecambahan, posisi biji ABSTRACTFruits of Moringas oleifera L. is physically long and has many seeds in would certainly cause differences in seed maturity level and then difference in seed viability. This experimental research consisted of two experiments, the first experiment was aimed to find out the seed viability of the three seed positions in the fruits and the second experiment was aimed to determine the growth of the Moringa seedlings up to two months age from each seed position. The results shows that the seed position was significantly affected the viability of the seeds, but were not affected to the growth of seedlings until the age of two months. The seeds in position at the base and the middle of the fruit have better viability than the seeds in position at the end of the fruit.Key words: germination, seed position, ripening, seed weight
PEMANFAATAN SERAT TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS) DALAM PRODUKSI ETERNIT YANG RAMAH LINGKUNGAN Tarkono, Tarkono; Ali, Hadi
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Sains Teknologi & Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.475 KB)

Abstract

Penelitian mengenai sifat fisis dan mekanik eternit berbasis serat tandan kosong kelapa sawit (TKKS) telah dilakukan.  Pembuatan eternit berbasis serat TKKS  merupakan usaha untuk mengeliminir bahaya dari serat asbes yang persediaanya terbatas. Metode penyusunan serat dengan variasi persentase serat 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, 30% dan 35% terhadap vulume CaCO3  dan sebuk marmer. Dalam penelitian ini digunakan campuran serat TKKS, semen, powder marmer dan batu kapur.  Hasil pengamatan menunjukkan bahwa eternit berbasis serat TKKS menghasilkan karakteristik beton serat pada kondisi optimum menghasilkan nilai daya hantar panas (λ) = 0,623 kkal/mhoC,  kerapatan (ρ) = 1519 k g/cm3, daya serap air  = 24,28 %, kekuatan lentur = 92,016 kg/cm2. Penggunaan serat TKSS pada produksi eternit memiliki potensi  untuk diproduksi secara masal. Nilai daya hantar panas, kerapatan  dan daya serap air  telah memenuhi standar eternit, sedangkan  kuat lentur belum memenuhi standar.Kata kunci : eternit,serat, TKKS
PENENTUAN SKALA PRIORITAS PENANGANAN JALAN KOTA DI KOTA MATARAM Arifin, Arifin; Sulistiyono, Heri
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol 1, No 2 (2015): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.217 KB) | DOI: 10.29303/jstl.v1i2.54

Abstract

Jalan adalah prasarana penting dalam pertumbuhan sosial dan ekonomi. Berdasarkan keputusan Walikota Mataram No. 1053/IX/2014, tanggal 22 September 2014, Kota Mataram memiliki 619 ruas jalan, dan panjang 333.918 km. Karena keterbatasan dana dan kompleknya permasalahan hanya 0.16 % - 5.50 % dari panjang jalan yang tertangani. Sementara itu skala prioritas yang digunakan yaitu SK.No.77/KPTS/Db/1990 Dirjen Bina Marga, sudah tidak dapat mengakomodir kompleknya permasalahan sekarang ini. Sehingga perlu ada alternatif untuk melengkapi metode yang ada.Berdasarkan hal tersebut maka penulis menyusun tesis dengan judul “Penentuan Skala Prioritas Penanganan Jalan Kota di Kota Mataram”. Selanjutnya dianalisa bagaimana urutan skala prioritas berdasarkan SK.No.77/KPTS/Db/1990 Dirjen Bina Marga. Kemudian dianalisa metode alternatif yaitu metode Analytical Hierarchy Process (AHP), dan bagaimana keterbatasan masing-masing pada penentuan skala prioritas penanganan jalan kota di Kota Mataram. Berdasarkan analisa, metode SK.No.77/KPTS/Db/1990 Dirjen Bina Marga menggunakan dua faktor penentu skala prioritas penanganan yaitu: faktor Volume Lalu Lintas (LHR) dan Net Present Value (NPV). Sedangkan metode  AHP pada kajian ini mengkombinasikan beberapa faktor yaitu: kondisi jalan, volume lalu lintas, manfaat ekonomi, dan aspek tata guna lahan. Hasil analisa penentuan skala prioritas penanganan jalan kota dengan kedua metode, adalah: Jalan Gora sebagai prioritas utama, dan Jalan Subak I sebagai prioritas terakhir. Selanjutnya bila disandingkan antara kedua metode terdapat perbedaan urutan untuk ruas jalan yang lain seperti jalan peternakan, pada metode AHP sebagai prioritas kedua dan prioritas keempat pada metode SK.No.77/KPTS/Db/1990 Dirjen Bina Marga. Hal ini karena perbedaan faktor yang ditinjau dari kedua metode tersebut. Sehingga disimpulkan bahwa, penggunaan AHP pada penentuan skala prioritas penanganan jalan akan melengkapi metode yang ada karena menggunakan multikriteria yang memberikan aspirasi bagi para penentu kebijakan pada penanganan jalan kota yang aspiratif dan komunikatif. Sedangkan metode SK.No.77/KPTS/Db/1990 Dirjen Bina Marga terus dapat digunakan untuk kondisi jalan dengan permasalahan yang sederhana terutama karena faktor volume lalu lintas dan NPV. Kata Kunci : Skala prioritas,Jalan kota, AHP
ETEKSI WSSV (WHITE SPOT SYNDROM VIRUS) PADA LOBSTER AIR TAWAR (PROCAMBARUS CLARKII) MENGGUNAKAN METODE REAL TIME-PCR Andriana, Nefi; Ali, Muhamad; Depamede, Sulaiman N.
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Sains Teknologi & Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.13 KB) | DOI: 10.29303/jstl.v1i1.10

Abstract

Serangan virus White Spot Syndrome (WSSV) telah memberikan dampak finansial yang cukup besar sejak tahun 1992. Tingkat mortalitas yang mencapai 100% menyebabkan banyak pembudidaya udang dan lobster menderita kerugian. Untuk mengatasi permasalahan tersebut sangat diperlukan informasi tentang cara penyebaran virus WSSV sehingga dapat diketahui solusi yang tepat untuk menghentikan penyebarannya pada tambak-tambak udang maupun lobster. Pada penelitian ini, Lobster Air Tawar yang dibudidayakan di BBI Aik Bukak dijadikan kontrol negatif (belum terinfeksi virus WSSV). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penularan virus WSSV pada lobster air tawar dapat berlangsung melalui konsumsi udang yang telah terinfeksi virus WSSV serta melalui aliran air. Pleopod atau kaki renang yang dideteksi dengan teknologi Real Time Polimerase Chain Reaction (RT-PCR) mengandung virus WSSV yang lebih dominan dibandingkan insangKata kunci: White Spot Syndrome Virus, Lobster Air Tawar, RT-PCR
Pertumbuhan dan Distribusi Akar Tanaman Muda Beberapa Genotipe Unggul Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) Parwata, IGM Arya; Santoso, Bambang Budi; Soemeinaboedhy, I Nyoman
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Sains Teknologi & Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.003 KB) | DOI: 10.29303/jstl.v3i2.24

Abstract

Perbedaan potensi genetik berpengaruh pada kedalaman perakaran, dan jarak pagar mengubah pola tumbuhnya dalam merespon kondisi lingkungan sehingga tanaman dapat tumbuh dan bertahan pada berbagai kondisi dan jenis tanah, maka pemilihan genotype atau varietas yang akan dikembangkan pada suatu kawasan tertentu perlu menjadi pertimbangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai pertumbuhan perakaran tanaman muda beberapa genotipe unggul jarak pagar. Pembibitan secara langsung pada polibag berisi media tanah-kompos (1:1 v/v) di bawah naungan paranet selama 2 bulan, sebanyak 3 ulangan (masing-masing 25 bibit). Sejumlah 20 bibit berumur 2 bulan ditanam di lapangan berjarak tanam 1.5x2.0 m diatur secara grid systim. Pengamatan akar dilakukan dengan cara membongkar media tumbuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode 6 bulan, tidak ada perbedaan pertumbuhan akar antar genotype.Akar tunggang tumbuh geotropik dengan empat akar lateral yang tumbuh horizontal dan terkonsentrasi pada pangkal akar tunggang, sehingga membentuk sistim perakaran dangkal. Pertumbuhan (panjang dan diameter) akar tunggang tampak lebih mendominasi keempat akar lateral.Kata Kunci: arsitektur akar, biomassa akar, distribusi akar, geotropic ABSTRACTSince there are differences in genetic potential effect on rooting depth, and also Jatropha curcas change the pattern of growth in response to environmental conditions so that the plants can grow and survive in various conditions and soil types, then the selection of genotypes or varieties to be developed in a particular area should be considered. This study aims to know the growth of young plant root of superior genotypes of Jatropha curcas. Seeding directly in polybags plastic containing medium mixtures of soil-compost (1: 1 v/v) under  shade net for 2 months, as many as 3 replicates (each 25 seeds). Some 20 seedlings of 2 months old were field planting with 1.5 m x 2.0 m spacing arranged in a grid system. Root growth observations were done by dig growing medium. The results showed that during the period of 6 months, there were no differences of root growth between genotype. Tap-root grows geotropic with four lateral roots that grow horizontally and concentrated at the base of the taproot, thus forming a shallow rooting system. Root growth, length and diameter, of tap-root appeared to be greater to four lateral roots.Keywords: architectural roots, root biomass, root distribution, geotropic
KERUSAKAN LAHAN UNTUK PRODUKSI BIOMASSA DI KABUPATEN LOMBOK BARAT Bustan, Bustan; Dahlan, M; Priyono, Joko
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Sains Teknologi & Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.399 KB) | DOI: 10.29303/jstl.v1i1.5

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kondisi (tingkat kerusakan) lahan di Lombok Barat saat ini, khususnya yang berkaitan dengan kemampuan lahan memproduksi biomasa, Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survai. Pekerjaan itu diawali dengan pembuatan peta dasar (skala 1:50.000) menggunakan citra satelit Alos Avnir-2, sebagai peta sementara; kemudian dioverlay dengan peta topografi dan landuse. Selanjutnya, dilakukan penentuan titik sample (sampling site), pengecekan kondisi lahan riil kelapang, dan pengambilan  sample. Peta dasar dikoreksi berdasarkan hasil pengamatan lapang, dan selanjutnya dibuat peta sebaran lahan berdasarkan tingkat produktivitasnya sebagai penghasil biomassa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas penghasil biomassa, selain kawasan hutan konservasi, pemukiman, dan tubuh air di Kabupaten Lombok Barat adalah 96,050.43 ha atau 91.13 % dari luas wilayah secara keseluruhan 105392.00 Ha. Secara keseluruhan, tingkat kerusakan lahan berdasarkan produksi biomassa di Kab. Lombok Barat  yang tergolong sangat baik dan baik (produktif) sebagai penghasil biomasa adalah 57,236 ha (54 %), tingkat kerusakan lahan yang tergolong sedang dan buruk adalah 47,594 ha (45 %), dan tingkat kerusakan lahan yang tergolong sangat buruk (tidak produktif sebagai penghasil biomasa) hanya seluas 561.21 ha (±1 %).  Persentase tutupan lahan oleh vegetasi dan kemiringan lereng merupakan faktor pembatas umum kekritisan lahan di kawasan lindung/hutan; sedangkan pada lahan usahatani, faktor pembatas utama berkaitan dengan keterbatasan sumberdaya air untuk usahatani.Kata Kunci : Kerusakan Lahan, Biomassa
EVALUASI KEKUATAN ELEMEN STRUKTUR KOLOM MENGGUNAKAN PERALATAN NDT Edy, Edy; Akmaluddin, Akmaluddin; Kencanawati, Ni Nyoman
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol 1, No 2 (2015): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.136 KB) | DOI: 10.29303/jstl.v1i2.55

Abstract

Ketidaksesuaian saat pelaksanaan dan perencanaan yang telah dibuat terkait bahan dan fungsi bangunan mengakibatkan elemen struktur bangunan tersebut dipertanyakan kinerjanya. Untuk menjawab keraguan tersebut maka diperlukan suatu evaluasi guna memastikan kekuatan elemen struktur tersebut. Penelitian ini dimaksudkan untuk membangun model yang dapat memprediksi kuat tekan, diameter tulangan dan tebal selimut beton berdasarkan bacaan peralatan NDT yang selanjutnya digunakan sebagai alat analisa/evaluasi kapasitas tahanan struktur kolom. PUNDIT dan Bartracker Covermeter merupakan alat NDT utama selain peralatan standar yang digunakan dalam penelitian ini. Empat seri pengujian pendahuluan yang direncanakan. Seri I menggunakan benda uji silinder diameter 150 mm dengan tinggi 300 mm dan kubus 200x200x200 mm masing-masing 9 buah, yang mewakili 3 jenis mutu beton yang dibebani sampai hancur. Seri II merupakan pengujian pada 9 buah kubus beton dengan 3 variasi mutu. PUNDIT diaplikasikan pada peningkatan beban menerus secara bertahap yaitu 25%, 50%, 75% dan 100%. Seri III 27 buah kubus terdiri atas 9 buah yang mewakili 3 mutu beton diuji pada beban yang ditinjau yaitu 25%, 50% dan 75% hingga mencapai beban hancur 100%. Seri IV terdiri atas 1 kubus styrofoam ukuran 360x220x190 mm yang berisikan tulangan yang dapat diatur diameter dan posisi penempatannya. Seri ini dimaksudkan untuk memprediksi diameter tulangan dan tebal selimut beton aktual dilapangan. Selanjutnya pengujian untuk evaluasi kekuatan elemen struktur kolom menggunakan benda uji kolom 140x140x1500 mm sebanyak 6 buah. Hasil menunjukkan bahwa aplikasi PUNDIT menghasilkan kuat tekan material kolom bervariasi sebesar 27, 29 dan 30 MPa untuk mutu bahan kolom yang direncanakan masing-masing 20, 30, dan 40 MPa. Pada aplikasi Bartracker Covermeter diperoleh rasio diameter tulangan dan tebal selimut terhadap nilai aktualnya sebesar 0,970 dan 1,010 dengan tingkat kesalahan deteksi sebesar 5,67% dan -1,06%. Rasio kapasitas tahanan penampang kolom Po sebesar 0,908 terhadap kapasitas Po aktual.Kata kunci : kolom, cepat rambat gelombang, tulangan, selimut, NDT
ANALISIS PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN PRIORITAS PENATAAN PEMAKAMAN DI KOTA MATARAM BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Supriyadi, Lalu Agus; Agustawijaya, Didi Supriyadi; Budastra, I Ketut
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Sains Teknologi & Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (917.647 KB) | DOI: 10.29303/jstl.v1i1.11

Abstract

Pertumbuhan ekonomi dan penduduk serta pembangunan yang pesat ditandai penambahan pusat-pusat aktivitas baru di kota Mataram. Hal ini dikhawatirkan berimplikasi pada keterbatasan areal pemakaman sebagai bagian dari RTH publik sesuai amanat Undang-undang nomor 26 tahun 2007 tentang Tata Ruang. Permasalahan pemakaman yang dihadapi oleh Pemerintah Kota Mataram adalah belum terpetakan dan tertatanya areal permakaman yang sudah ada serta cara mendapatkan lahan pengembangan makam sampai tahun 2030 sesuai amanat RTRW Kota Mataram. Untuk mencapai tujuan perancangan pengambilan keputusan berbasis spasial perlu dilakukan inventarisasi, estimasi kebutuhan areal makam dan pengembangan makam serta penentuan prioritas penataan fisik makam. Penelitian ini menggunakan teknologi berbasis sistem informasi geografis dengan jumlah makam yang terinventarisasi di Kota Mataram sebanyak 100 makam. Total luasannya 494.890 m2 yang terdiri dari 83 makam muslim, 1 makam pahlawan dan 16 makam non muslim. Berdasarkan PERMENPU nomor 5/PRTM/2008, estimasi kebutuhan lahan pemakaman sampai tahun 2030 seluas 114,89 ha dengan kekurangan lahan makam muslim 33,53 ha dan non muslim 7,85 ha.  Hasil analisis menunjukkan terdapat 18 lokasi area pengembangan makam di Kota Mataram seluas 61 ha (610.625 m2) dengan 16 lokasi untuk pengembangan makam muslim umum. Dari hasil Analitik Hirarki Proses lanjutan, makam yang paling diprioritaskan dalam penataan fisik adalah makam Bagirati di Kecamatan Cakranegara dengan bobot 32%.Kata kunci:Pengambilan Keputusan, RTH, GIS, SMCE, AHP
Nilai Nutrisi Pakan Ayam Ras Petelur yang Dipelihara Peternak Rakyat di Pulau Lombok Asnawi, Asnawi -; Ichsan, Muhammad; Haryani, Ni Ketut Dewi
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Sains Teknologi & Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.994 KB) | DOI: 10.29303/jstl.v3i2.17

Abstract

Penelitian evalusi nilai nutrisi pakan ayam ras petelur di Pulau Lombok telah dilakukan. Penelitian menggunakan metode survey yang berlokasi di empat Kabupaten di Pulau Lombok yaitu Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur dan Lombok Utara. Pada masing-masing Kabupaten diambil 4 peternak ayam ras sebagai sampel  dan dianalisa di Laboratorium Nutrisi Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Mataram. Data dianalisa dan ditabulasi kemudian dipresentasikan dalam bentuk diskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua peternak ayam ras petelur menggunakan jagung, dedak padi, dan konsentrat sebagai ransum dasar berturut-turut sebesar 43 %±8.13, 22%±3.93, dan 33%±4,83. Campuran pakan tersebut mengandungan protein sebesar 17.21% ±1.23, energi metabolis 2753 ± 63.78, lemak kasar dan serat kasar sebesar 4.03% ±0,2  dan 6.29 % ±0.46, Ca dan P sebesar 3.61% ±0.53 dan 0.51% ±0.03. Rata-rata produksi telur, konsumsi pakan, bobot telur, tebal kerabang dan nilai HU ayam ras di Pulau Lombok berturut-turut sebesar 56%±8.68, 114±31,25 g.ekor-1.hari-1. 61.71±2.49 g. 0.39±0.03 mm dan 90.16±4.33.  Komposisi nutrisi ayam ras petelur tersebut sudah memenuhi Standar Nasioanal Indonesia (SNI), akan tetapi produksi telur masih rendah.Kata Kunci : Mineral, konsentrat, Vitamin ABSTRACT The research of evaluation of nutrient value of laying hens which rearing by farmer in Lombok Island was conducted. Using surveys methode in four locations in Lombok Island i.e. West Lombok, Central Lombok, East Lombok, and North Lombok and four farmers sample of each. Data was analyzed in loboratorium animal nutrition Faculty of Animal Husbandry Mataram University. Data was analized and tabulated and than descriptive presented. The result show that, all of the farmer in Lombok Island use rice bran, maize, and commercial feed as elementary ration with 43%±8.13, 22%±3.93, and 33%±4.83 respectively, in addition, all farmers use feed supplements such as vitamins or mineral. Nutrition value of ration are 17.21% ±1.23 protein, 2753±63.78 metabolizeble energy, 4.03% ±0,2  extract ether and  6.29%±0,46 fibers, Ca and P are 3.61 % ±0.53 and 0.51%±0.03. Average eggs production, feed consumption, egg weight, shell thickness, and Haught Unit (HU) are 56%±8.68, 114±31,25 g.ekor-1.hari-1. 61.71±2.49 g, 0.39±0.03 mm, and 90.16 ±4.33. It can be concluded that nutrient composition of laying hens in Lombok Island according to Indonesian Standard Feed, however, eggs production and quality still low.Key words: Vitamine, concentrate, nutrient
Biosorben Kulit Jengkol sebagai Penyerap Logam Pb pada Air Kolong Pasca Penambangan Timah Sari, Fajar Indah Puspita; Asriza, Ristika Oktavia
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol 4, No 2 (2018): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.929 KB) | DOI: 10.29303/jstl.v4i2.81

Abstract

Post-tin mining has caused a major problem in the Province of Bangka Belitung Islands, which leaves declining water quality of dam-water. The aim of this study is to employing jengkol shells to adsorb Pb metal from post tin-mining water. Biosorbent preparation from jengkol (Pithecellobium jiringa) shells was done by HNO3 activation. Metal absorption by biosorbent was applied to post tin-mining water. The functional groups involved in the adsorption process are studied by FTIR characterization. The results showed a shift of wave numbers in hydroxyl, sulfonyl and phosphate groups proving that these three functional groups were involved in absorb of Pb metal on the surface of biosorbent