cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 108 Documents
FAKTOR DETERMINAN STATUS IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI DI PUSKESMAS KONANG DAN GEGER Hafid, Wahyuni; Martini, Santi; Devy, Shrimarti R
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.582 KB)

Abstract

Latar belakang: Imunisasi dasar merupakan jenis imunisasi pertama yang harus diberikan pada bayi sejak lahir untuk melindungi tubuhnya dari penyakit tertentu. Tujuan: Menganalisis faktor yang berpengaruh sangat signifikan terhadap status imunisasi dasar lengkap pada bayi. Metode: Pendekatan cross-sectional dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Konang dan Geger. Populasi adalah seluruh bayi di Kecamatan Konang dan Geger sebanyak 1831 bayi. Sampel adalah bayi yang terpilih dengan teknik simple random sampling sebanyak 275 bayi. Hasil: Berdasarkan hasil analisis multivariate ditemukan bahwa variabel sikap ibu (p=0,000) dan dukungan keluarga (p=0,000) memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap status imunisasi dasar lengkap pada bayi. Simpulan dan saran: Terdapat pengaruh yang sangat kuat antara sikap ibu dan dukungan keluarga terhadap status imunisasi dasar lengkap pada bayi. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait pengaruh program edukasi kepada masyarakat secara intensif tentang pentingnya pemberian imunisasi dasar pada bayi dalam upaya pencegahan dari penyakit tertentu.
GAMBARAN PILIHAN PENOLONG PERSALINAN, PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN POSYANDU ANAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NGLETIH KEDIRI TAHUN 2017 Pebrianty, Pebrianty; Kumala Dewi, Yoanita Indra
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.218 KB)

Abstract

Latar belakang: Adanya tenaga kesehatan juga berperan dalam memberikan pemahaman kepada ibu dan keluarga tentang pentingnya pemberian ASI ekslusif dan pemantauan perkembangan anak melalui kegiatan posyandu yang bertujuan untuk mempersiapkan generasi dengan kualitas sumber daya manusia yang baik. Tujuan: Melihat gambaran cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan terampil, cakupa ASI ekslusif dan posyandu pada balita. Metode: Penelitian observasional dengan desain penelitian deskriptif. Jumlah sampel sebanyak 55 ibu yang memiliki anak usia balita. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan terampil sebesar 100%, cakupan ASI esklusif 58,2% dan cakupan posyandu pada anak usia balita sebesar 92,7%. Simpulan dan saran: Cakupan penolong persalinan oleh tenaga kesehatan terampil dan cakupan posyandu bagi anak usia balita diWilayah Kerja Puskesmas Ngletih sudah cukup tinggi, namun cakupan pemberian ASI ekslusif masih perlu ditingkatkan. Sehingga perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang faktor penyebab rendahnya cakupan pemberian ASI ekslusif pada bayi di wilayah kerja puskesmas Ngletih.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STATUS GIZI KURANG PADA BALITA UMUR 1 – 5 TAHUN Andriani, Rully; Wismaningsih, Endah Retnani; Indrasari, Oktovina Rizky
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.933 KB)

Abstract

Latar belakang: Gizi kurang merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan terjadinya mortalitas dan morbiditas pada balita. Salah satu hal yang diduga berkaitan dengan kejadian gizi kurang pada balita adalah pemberian ASI Eksklusif. Tujuan: Menganalisis hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian status gizi kurang pada balita umur 1-5 tahun. Metode: Jenis Penelitian adalah survey analitik dengan jenis penelitian cross sectional study. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling total, yaitu sebanyak 33 orang. Variabel independen yaitu pemberian ASI eksklusif, sedangkan variabel dependen yaitu status gizi yang dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Mayoritas responden (60.6%) tidak memberikan ASI Ekslusif. Sebanyak 51.5% balita yang mengalami gizi kurang berusia 2-3 tahun, Hasil uji statistik menggunakan chi square dengan nilai signifikansi p=0,000 lebih kecil dari p yang ditetapkan yaitu <0,05 maka hipotesis diterima. Simpulan dan saran: Terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi balita umur 1 – 5 tahun. Diperlukan penelitian lebih lanjut terkait faktor-faktor yang berhubungan dengan gizi kurang pada balita dengan variabel lain sebagai pengontrol.
IDENTIFIKASI BAHAN KIMIA OBAT DALAM JAMU PEGEL LINU SEDUH DAN KEMASAN YANG DIJUAL DI PASAR BANDAR Saputra, Sony Andika
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.261 KB)

Abstract

Latar belakang: Maraknya usaha jamu racikan yang ada di Pasar Bandar membuat banyak orang beralih untuk mengkonsumsinya. Salah satu jenis obat tradisional yang banyak dikonsumsi adalah jamu pegel linu. Tujuan: Untuk mengidentifikasi bahan kimia obat dexamethason dan parasetamol dalam jamu yang telah diseduh dari toko dan yang belum diseduh yang dijual di Pasar Bandar. Metode: Jenis Penelitian deskriptif yang bersifat eksploratif. Parameter yang diamati berupa kandungan dexamethason dan parasetamol pada jamu yang sudah diseduh dan yang  belum diseduh. Hasil: Berdasarkan hasil kromatografi lapis tipis diketahui bahwa hampir semua sampel jamu yang diseduh positif mengandung dexamethason dan parasetamol. Sedangakan pada jamu tradisional kemasan negatif pada dexamethason, tetapi menunjukkan positif pada parasetamol. Simpulan dan saran: Jamu tradisional seduhan yang dijual di pasar Bandar diduga positif mengandung dexamethason dan parasetamol, sedangkan Jamu tradisional kemasan diduga positif mengandung parasetamol. Perlu dilakukan pengujian kadar bahan kimia obat secarakuantitatif.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN MAKANAN PRELAKTEAL: STUDI CROSS SECTIONAL DI KOTA BOGOR TAHUN 2015 Triatmaja, Nining Tyas
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.589 KB)

Abstract

Latar belakang: Pemberian makanan prelakteal merupakan salah satu hal yang berpengaruh terhadap status gizi bayi. Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian makanan prelakteal perlu diketahui agar dapat ditentukan intervensi dalam penurunan prevalensi pemberian makanan prelakteal. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian makanan prelakteal di Kota Bogor. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study yang dilakukan di Kota Bogor. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 82 ibu bayi. Variabel terikat berupa pemberian makanan prelakteal sedangkan variabel bebas berupa karakteristik ibu dan perilaku terkait menyusui. Analisis yang dilakukan berupa uji univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi square. Hasil: Prevalensi pemberian makanan prelakteal dalam penelitian ini adalah sebesar 34.1%. Variabel yang berhubungan dengan pemberian makanan prelakteal (p<0.05) dalam penelitian ini adalah paritas ibu dan saran tenaga kesehatan terkait pemberian makanan prelakteal. Simpulan dan saran: Terdapat hubungan paritas ibu dan saran tenaga kesehatan dengan pemberian makanan prelakteal. Perlu adanya penentuan variabel yang paling berpengaruh terhadap pemberian makanan prelakteal.
IDENTIFIKASI PELAYANAN RAWAT JALAN DI POLI UMUM TERHADAP KEPUASAN PASIEN PUSKESMAS PESANTREN KEDIRI Dewi, Yoanita Indra Kumala
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.087 KB)

Abstract

Latar belakang: Kepuasan pasien dapat menciptakan kesetiaan atau loyalitas pasien kepada Puskesmas yang memberikan kualitas pelayanan yang memuaskan. Maka dapat diartikan bahwa salah satu indikator kualitas pelayanan kesehatan adalah dengan penghitungan tingkat kepuasan pasien. Tujuan: Mengidentifikasi pelayanan rawat jalan di poli umum Puskesmas Pesantren Kediri terhadap kepuasan pasien. Metode: Pendekatan cross-sectional dengan menyebarkan kuesioner pada pasien poli umum Puskesmas Pesantren Kediri. Jumlah sampel sebanyak 30 pasien poli umum diambil dengan teknik random sampling. Variabel independen yaitu 5 dimensi kualitas pelayanan, yaitu tangible, reliability, responsiveness, asurance, dan emphaty, sedangkan variabel dependen yaitu tingkat kepuasan pasien. Hasil: Tingkat kepuasan pasien yang tertinggi terdapat pada dimensi asurance pada aspek mengenai obat-obatan yang diberikan murah dan manjur sebesar 100%, dan untuk tingkat kepuasan pasien terendah terdapat pada dimensi reliability aspek jam buka puskesmas yang terbatas pada pukul 07.30-11.30 sebesar 63,3%. Simpulan dan saran: Mutu pelayanan rawat jalan poli umum Puskesmas Pesantren Kediri sudah cukup baik, dibuktikan dengan hasil identifikasi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan rawat jalan di poli umum sudah cukup tinggi. Puskesmas Pesantren Kediri diharapkan ada peningkatan nilai tambah pada dimensi reliability.
HUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN BERISIKO DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN STATUS GIZI MAHASISWA KAMPUS X KEDIRI Hidayat, Ahmad
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.841 KB)

Abstract

Latar belakang: Masalah gizi terus meningkat, dan berbagai upaya intervensi belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Program intervensi harus didasarkan pada identifikasi faktor risiko yang tepat. Tujuan: Menganalisis hubungan konsumsi makanan berisiko dan aktivitas fisik dengan status gizi mahasiswa di Kampus X Kota Kediri. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional yang dilakukan pada 60 responden yang dipilih secara acak. Variabel independen berupa konsumsi makanan berisiko dan aktivitas fisik, serta variable dependen adalah status gizi. Analisis statistik menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Mayoritas responden adalah mahasiswa perantau (indekos/rumah sewa) dan memiliki uang saku cukup tinggi. Jenis kelamin berhubungan dengan status gizi, dimana responden laki-laki cenderung memiliki gizi lebih dibanding perempuan. Jenis makanan berisiko yang berhubungan dengan status gizi adalah makanan yang digoreng, berpenyedap, dan soft drink. Aktivitas fisik berhubungan dengan status gizi. Simpulan dan saran: Terdapat hubungan antara jenis kelamin, kebiasaan konsumsi makanan yang digoreng, berpenyedap, soft drink¸dan aktivitas fisik dengan status gizi. Perlu adanya pengukuran jenis dan durasi aktivitas fisik, serta porsi makanan berisiko yang dikonsumsi.
Gambaran Waktu Tunggu Pasien dan Mutu Pelayanan Rawat Jalan di Poli Umum UPTD Puskesmas Pesantren 1 Kota Kediri Tahun 2017 Nugraheni, Reny
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.038 KB)

Abstract

Latar belakang: Waktu tunggu adalah waktu yang digunakan pasien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan mulai tempat pendaftaran sampai masuk ke ruang pemeriksaan dokter. Waktu tunggu merupakan hal yang sensitif, dalam arti waktu tunggu berisiko menyebabkan mutu pelayanan kesehatan disebuah puskesmas menurun. Waktu tunggu yang yang tidak efisien dapat megundang ketidak puasan pasien akan sebuah pelayanan kesehatan. Tujuan: Mengetahui gambaran waktu tunggu pasien rawat jalan di Poli Umum UPTD Puskesmas Pesantren 1 dan mutu pelayanan di Puskesmas Pesantren 1 berdasarkan variabel Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy. Metode: Jenis penelitian yang di gunakan adalah metode survei analitik menggunakan pendekatan cross sectional pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara mendalam. Hasil: Berdasarkan wawancara dan observasi langsung yang dilakukan di UPTD Puskesmas Pesantren 1 bahwa waktu tunggu pasien rawat jalan di UPTD Puskesmas Pesantren 1 tergolong dalam kategori Sedang ( 30- 60 menit). Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan waktu tunggu pasien rawat jalan dimana rata- rata waktu tunggu pasien rawat jalan di UPTD Puskesmas Pesantren 1 adalah 55,45 menit. Dan dari hasil penyebaran kuesioner di ketahui untuk keseluruhan pelayanan baik yaitu 72%. Simpulan dan saran: Waktu tunggu pasien rawat jalan di UPTD Puskesmas Pesantren 1 tergolong dalam kategori Sedang ( 30- 60 menit) yaitu 55,45 menit dan mutu pelayanan dalam kategori baik yaitu 72%.
PERBEDAAN EFEK PERAWATAN LUKA MENGGUNAKAN GERUSAN DAUN PETAI CINA (Leucaena glauca, Benth) DAN POVIDON IODINE 10 % DALAM MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN LUKA BERSIH PADA MARMUT (Cavia porcellus) Rahmawati, Ika
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Daun petai cina mengandung bahan kimia untuk menyembuhkan luka tanpa menimbulkan efek samping iritasi. Tujuan: Menganalisis perbedaan efek perawatan luka menggunakan gerusan daun petai cina dibandingkan dengan povidon iodine 10%. Metode: Desain penelitian ini adalah true experiment dengan post test group only dengan sampel terdiri dari 20 ekor marmut yang dibagi dalam 4 kelompok perlakuan masing-masing 5 ekor. Variabel pada rata-rata kesembuhan luka dengan menggunakan gerusan daun petai cina 10 gram, 20 gram, 30 gram dan povidon iodine 10% dengan uji statistik one way anova. Hasil: Kelompok gerusan daun petai cina 30 gram p = 0,002. Tetapi perawatan luka menggunakan gerusan daun petai cina 10 gram dan 20 gram dibandingkan dengan Povidon iodine 10% hasil analisa menunjukkan p = 0,077 dan p = 0,008 dimana tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Simpulan dan Saran: Gerusan daun petai cina 30 gram memberikan hasil penyembuhan yang signifikan. Penelitian selanjutnya hendaknya dilakukan dengan menggunakan penilaian kesembuhan luka yang lebih komplek untuk menutupi keterbatasan dalam penelitian ini.
PENGEMBANGAN BASIS DATA SISTEM SURVEILANS CAMPAK BERBASIS KASUS ATAU CASE BASED MEASLES SURVEILLANCE (CBMS) DI KABUPATEN SIDOARJO Kutsiyah, Nurul; Umbul W, Chatarina; Martini, Santi
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.33 KB)

Abstract

Latar belakang: Campak termasuk salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Masih adanya kasus campak di Kabupaten Sidoarjo perlu dikaitkan dengan data imunisasi sebelumnya, tetapi saat ini masih sulit menghubungkan data kasus campak dengan data imunisasi karena data imunisasi belum dibuat secara individual. Tujuan: Mengembangkan basis data sistem surveilans campak berbasis kasus di Kabupaten Sidoarjo. Metode: Jenis penelitian ini adalah actions research, berupa pengembangan sistem (system development). Hasil: Pada analisis masalah sistem informasi surveilans campak berbasis kasus menyebutkan bahwa masalah sistem terdapat pada komponen input, proses, dan output. Informasi baru yang dibutuhkan adalah jumlah populasi berisiko, kecepatan penemuan kasus, status gizi kasus, penderita dirawat inap atau tidak, status imunisasi, dan komplikasi yang timbul. Hasil uji coba menunjukkan bahwa basis data sistem surveilans campak cukup mudah dan bermanfaat bagi petugas surveilans campak di Puskesmas dan di Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo. Simpulan dan saran: Case Based Measles Surveillance di Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo telah berhasil dikembangkan. Implementasi CBMS memerlukan sosialisasi dan pelatihan khususnya bagi pertugas surveilans dalam melakukan entri data, membuat rekapan serta membuat laporan dalam mengimplementasikan sistem surveilans yang telah dikembangkan.

Page 1 of 11 | Total Record : 108