Jurnal Karkasa
ISSN : -     EISSN : -
Articles 9 Documents
Model Penilaian Kapasitas Knowledge Konstruksi Berkelanjutan Pada Konteks Energi Pada Perusahaan Jasa Konstruksi di Indonesia

Jayady, Arman

Jurnal Karkasa Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Karkasa - Juli 2018
Publisher : LPPM Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1025.872 KB) | DOI: 10.32531/jkar.v4i1.120

Abstract

Konstruksi berkelanjutan bermakna kreasi hingga pengoperasian sebuah lingkungan terbangun yang sehat berdasarkan desain ekologi serta sumber daya termasuk enerji yang efisien. Di Indonesia keseriusan pemerintah dalam mendukung implementasi konstruksi berkelanjutan semakin besar. Hal tersebut nampak dari masuknya isu konstruksi berkelanjutan dalam blue print Agenda Konstruksi Indonesia 2030. Namun, keseriusan pemerintah tersebut adalah mustahil tanpa didukung oleh kesiapan perusahaan jasa konstruksi, khususnya kesiapan kapasitas knowledge konstruksi berkelanjutan (sustainability construction knowledge) pada konteks energi pada suatu perusahaan jasa konstruksi. Pertanyaannya adalah seberapa besar kapasitas knowledge konstruksi berkelanjutan pada konteks energi pada perusahaan jasa konstruksi di Indonesia saat ini. Sebelum menjawab kuriositas tersebut maka kebutuhan model penilaian yang bersifat aplikatif yang berguna untuk menilai kapasitas knowledge konstruksi berkelanjutan pada konteks energi pada suatu perusahaan jasa konstruksi di Indonesia adalah penting. Namun, sebagai tahap awal, penelitian terhadap model penilaian yang tersusun atas beberapa komponen model yang bersifat skematik adalah sangat mendesak, sehingga studi ini berfokus dalam mengembangkan model penilaian kapasitas knowledge konstruksi berkelanjutan pada konteks energi pada suatu perusahaan jasa konstruksi di Indonesia yang tersusun atas beberapa komponen model dan bersifat skematik. Penelitian ini diinisiasi dengan eksplorasi literatur dalam memperoleh model-model acuan, pengembangan model konseptual penilaian, pengembangan komponen model penilaian, hingga pengujian validitas komponen model penilaian. Cut-off method dengan melibatkan academic experts dan practitioner experts digunakan dalam proses validasi dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan terdapat total 26 indikator valid yang juga sebagai komponen model dari model penilaian kapasitas knowledge konstruksi berkelanjutan pada konteks energi pada suatu perusahaan jasa konstruksi di Indonesia. Hasil penelitian ini merupakan pijakan robust untuk penelitian lanjutan dalam mengembangkan model penilaian yang bersifat aplikatif (praktis) dalam bentuk instrumen penilaian dan formula matematika dalam menilai kapasitas knowledge konstruksi berkelanjutan pada konteks energi pada suatu perusahaan jasa konstruksi di Indonesia. Kata kunci : knowledge konstruksi berkelanjutan, efisiensi energi, perusahaan jasa konstruksi, Indonesia

PENGARUH PENERAPAN GREEN CONSTRUCTION TERHADAP TINGKAT KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Yustiarini, Dewi

Jurnal Karkasa Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Karkasa - Juli 2018
Publisher : LPPM Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.673 KB) | DOI: 10.32531/jkar.v4i1.107

Abstract

Isu lingkungan merupakan salah satu alasan diterapkannya metode green construction. Hingga saat ini penerapan metode green construction di Indonesia masih terbilang minim. Green Construction berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja. Sehingga dilaksanakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui: (1) Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja yang berhubungan dengan konsep green construction, (2) penerapan metode green construction yang dilakukan oleh tenaga kerja, (3) pengaruh green construction terhadap tingkat keselamatan dan kesehatan. Sampel penelitian adalah tim ahli yang berada dilokasi proyek. Analisis penelitian menggunakan teknis analisis data dan metode AHP (Analisis Hirarki Proses) untuk menentukan peringkat faktor yang dominan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh tujuh faktor keselamatan dan kesehatan kerja yang berhubungan dengan konsep green construction. Tenaga kerja menerapkan metode green construction sesuai dengan SOP yang diatur pada proyek tersebut sehingga penerapan metode green construction pada proyek berhasil dan sangat mungkin dilaksanakan. Dari hasil penelitian didapat limabelas faktor pengaruh penerapan green constraction terhadap keselamatan dan kesehatan kerja, sehingga ketika penerapan green construction berhasil maka keselamatan dan kesehatan kerja meningkat. Setiap proyek konstruksi dapat menerapkan metode green construction apabila terdapat standar operasional yang mengatur. Untuk keberhasilan keselamatan dan kesehatan kerja dapat dengan menerapkan metode green construction.

Identifikasi Risiko Pemberian Dukungan Sebagian Konstruksi Pada Investasi Jalan Tol di Indonesia

Mahani, Iris, Tamin, Rizal Z.

Jurnal Karkasa Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Karkasa - Juli 2018
Publisher : LPPM Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | | DOI: 10.32531/jkar.v4i1.106

Abstract

Berdasarkan Permen PU PR No.1 tahun 2017 tentang Tatacara Pelaksanaan Pengadaan Badan Usaha Untuk Pengusahaan Jalan Tol, salah satu bentuk dukungan pemerintah untuk meningkatkan kelayakan finansial pada investasi jalan tol adalah dengan membangunkan sebagian konstruksi. Dukungan ini sudah diimplementasikan pada beberapa ruas jalan tol diantaranya: Cileunyi-Sumedang-Dawuan, Solo-Ngawi-Kertosono, Manado-Bitung, Balikpapan – Samarinda dll. Dalam pemberian dukungan tersebut tentu pemerintah dan badan usaha akan menghadapi risiko-risiko. Risiko –risiko tersebut perlu diketahui untuk dilakukan mitigasi pada risiko-risiko yang besar. Pada studi ini dilakukan identifikasi risiko secara kualitatif berdasarkan tahapan proses pemberiannya. Identifikasi dilakukan atas dasar studi literatur kemudian dilakukan validasi berdasarkan wawancara untuk menentukan risiko-risko yang kemungkinan besar akan terjadi. Berdasarkan hasil kajian diketahui risiko yang kemungkinan akan besar terjadi adalah ketersediaan anggaran yang terbatas sementara kebutuhan dukungan untuk investasi jalan tol akan sangat besar, proses pengajuan penjaminan akan memerlukan waktu proses yang lama, risiko peserta lelang sedikit, risiko keterlambatan konstruksi oleh pemerintah maupun badan usaha, risiko perbedaan kualitas untuk yang dibangun oleh pemerintah dan badan usaha, dan risiko timbulnya biaya evaluasi bagi badan usaha atas pekerjaan yang dilakukan pemerintah.

KAJIAN BIAYA KERUSAKAN JALAN AKIBAT MUATAN BERLEBIH PADA AKSES JALAN PELABUHAN PETIKEMAS ARAR KABUPATEN SORONG-PAPUA BARAT

andika, yusverison

Jurnal Karkasa Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Karkasa - Juli 2017
Publisher : LPPM Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.237 KB)

Abstract

Jenis perkerasan yang digunakan serta tebal lapis perkerasan akan mempengaruhi kemampuan jalan dalam mengakomodasi berapa besar beban kendaraan dalam satuan ESAL (Equivalent Single Axle Load) yang sanggup dilayani. Besarnya beban kendaraaan yang lewat permukaan jalan akan mempengaruhi jumlah lintasan kendaraan tersebut yang menyebabkan kondisi jalan menjadi rusak. Kerusakan jalan terjadi semakin cepat jika jalan dibebani melebihi kapasitasnya. Untuk menjaga agar konstruksi jalan sesuai dengan umur rencana (masa layanan) dengan biaya pemeliharaan yang sesuai rencana, maka diperlukan kebijakan untuk memperkecil pelanggaran muatan berlebih agar tidak melampaui jumlah beban maksimum yang diijinkan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis program pemeliharaan jalan dengan jangka waktu umur analisis tertentu sebagai akibat dari variasi toleransi terhadap JBI,menghitung biaya total penyediaan prasarana jaringan jalan selama umur analisis akibat dari masing-masing kebijakan toleransi terhadap JBI serta  menghitung biaya kerusakan akibat kebijakan berbagai variasi toleransi terhadap JBI.Hasil analisis menunjukkan besarnya biaya kerusakan jalan untuk muatan berlebih dengan toleransi 15% melebihi JBI sebesar 1.285.704 (ribu Rp/km/2 lajur), 25% melebihi JBI sebesar 1.466.229 (ribu Rp/km/2 lajur), dan 50% melebihi JBI sebesar 3.417.992 (ribu Rp/km/2 lajur). Dampak muatan berlebih dengan toleransi 15%, 25% dan 50% melebihi JBI menyebabkan biaya kerusakan 13,60%, 15,51% dan 36,16% lebih tinggi dari muatan sesuai JBI. Besarnya biaya kerusakan jalan tiap ton muatan berlebih dengan toleransi 15% melebihi JBI sebesar 179 (Rp/km/2 lajur/ton), 25% melebihi JBI sebesar 169 (Rp/km/2 lajur/ton), 50% melebihi JBI sebesar 175 (Rp/km/2 lajur/ton). Kata Kunci : JBI, Biaya Konstruksi Awal, Biaya Konstruksi Lapis Tambah

Joint Operation Dalam Studi Kualitatif

Jayady, Arman

Jurnal Karkasa Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Karkasa - Juli 2017
Publisher : LPPM Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.982 KB)

Abstract

Formasi joint operation (JO) antara perusahaan jasa konstruksi asing dan perusahaan jasa konstruksi lokal bukanlah bentuk kemitraan yang baru di Indonesia. JO telah diimplementasi di Indonesia melalui regulasi pemerintah sejak tahun 1991. Melalui formasi JO perusahaan jasa konstruksi lokal diharapkan mampu meningkatkan kapasitas internalnya sehingga dapat meningkatkan daya saing perusahaan jasa konstruksi lokal baik pada pasar domestik maupun global. Data yang dihimpun dari sumber terkait menunjukkan bahwa adanya tren peningkatan proyek konstruksi yang diselenggarakan melalui formasi JO di Indonesia. Hampir tiga dekade JO diimplementasi, namun hingga kini belum diperoleh kejelasan terhadap varian JO yang ada di Indonesia. Untuk memenuhi kuriositas tersebut, penelitian ini secara khusus bertujuan untuk mengeksplorasi varian JO dan karakteristiknya di Indonesia. Studi kualitatif dengan wawancara semi-terstruktur face to face dilakukan dalam penelitian ini dengan melibatkan beberapa praktisi berpengalaman dan berkompeten sehubungan JO di Indonesia. Hasil studi menunjukkan bahwa teridentifikasi dua varian JO bila ditinjau dari perspektif pengendalian proyek dan tiga varian JO bila ditinjau dari perspektif pengelolaan modal kerja.

THE EFFECT OF CYCLIC LOAD ON STEEL CANTILEVER

Tuwanakotta, Epafroditus

Jurnal Karkasa Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Karkasa - Juli 2017
Publisher : LPPM Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.51 KB)

Abstract

A steel cantilever beam given vertical load will be concentrated at the end of the vertical deformation. This study aims to analyze the bending strain and shear strain that occur in steel cantilever due to cyclic load and to find out the size of the load acting on the steel cantilever. The testing of cyclic load on steel cantilever was conducted by using SNI and ASCE 2005 references. The tests were conducted by using the laboratory physical model with desaign made by measuring the cantilever beam of 400.200.13.8 and a length of 1.060 meters. The end plate connection system was used for the connection of the cantilever beam. The were 12 bolts of high quality (A325) with a diameter of Ø 19 mm. The plate was 10 mm thick, and it had circumferential weld (70 Ksi and 8 mm thick) at the tip of the cantilever beam. The loading pattern was done repeatedly, and the compared with analytical calculation by using computer program numerical application. The test reveal that lateral load capacity increased along with the increase of displacement. The test of load and displacement controlled on the specimens reveal behaviors almost similar to elastic zone. The stiffness of the test specimen is relatively equal as the straight line coincides with the curve of the test specimen, and the strain occurring in the flange and web of the cantilever beam is still at the stage of elasticity. In the comparison between the analysis of SAP 200 and laboratory results, the difference is not really significant. When the load reaches 20 KN, the displacement is 1.988 mm in the analysis, 1.9890 in the sap 2000 calculation, and 1.8466 mm in the study.

KERENTANAN BANGUNAN RUMAH CAGAR BUDAYA TERHADAP GEMPA DI YOGYAKARTA

Zulfiar, Muhammad Heri, Jayady, Arman, Jati Saputra, Nurwidi Rukmono

Jurnal Karkasa Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Karkasa - Juli 2018
Publisher : LPPM Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.687 KB) | DOI: 10.32531/jkar.v4i1.67

Abstract

Yogyakarta merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki tingkat risiko bencana gempa yang tinggi. Jenis bangunan yang memiliki tingkat resiko tinggi yaitu bangunan cagar budaya atau rumah hunian yang memiliki nilai sejarah yang banyak terdapat di Yogyakarta, salah satunya bangunan yang terletak di daerah nDalem Pujokusuman, jalan Brigjen Katamso Yogyakarta.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat resiko bangunan cagar budaya rentan terhadap gempa  dan mampu menganalisis tingkat kerusakan bangunan dan mengetahui faktor penyebab bangunan cagar budaya rentan terhadap gempa dengan menggunakan metode rapid visual screening berdasarkan FEMA P-154 tahun 2015.Hasil penelitian menunjukan bahwa bangunan cagar budaya (non-engineered) dan hunian yang berada pada daerah rawan gempa nDalem Pujokusuman Yogyakarta rentan terhadap gempa dan berpotensi roboh sebesar 63% dari seluruh bangunan jika terjadi gempa bumi. Faktor yang menyebabkan bangunan rentan terhadap gempa adalah  basic score pada type bangunan, plan irregularity, vertical irregularity, belum adanya acuan pembangunan atau code, dan perawatan bangunan pada bangunan cagar budaya (non-engineered).

Teknologi Konstruksi: Sebuah Analisis

Jayady, Arman

Jurnal Karkasa Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Karkasa - Juli 2018
Publisher : LPPM Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (991.334 KB) | DOI: 10.32531/jkar.v4i1.92

Abstract

Teknologi konstruksi adalah istilah yang sudah tidak asing saat ini, khususnya bagi akademisi dan praktisi di bidang konstruksi. Dalam penggunaanya sering terjadi overlapping dengan istilah-istilah lain yang mirip seperti teknologi rekayasa, teknologi desain, atau bahkan teknologi manufaktur. Studi ini bertujuan untuk menganalisis istilah teknologi konstruksi yang dimulai dari pemahaman teknologi sebagai subjek frase dan juga pemahaman konstruksi sebagai objek frase. Studi literatur, metode hermeneutika, serta proses sintesis digunakan dalam studi ini dalam menghasilkan konsep teknologi konstruksi yang jelas dan robust. Selain diperoleh konsep teknologi konstruksi yang jelas, hasil dari studi ini juga diperoleh kejelasan bahwa teknologi konstruksi terdiri atas tiga bagian penting yaitu teknologi proses konstruksi, teknologi produk konstruksi, dan teknologi manajemen konstruksi

KAJIAN KERENTANAN PADA SEKTOR KONSTRUKSI DALAM PENGURANGAN RISIKO BENCANA GEMPA BUMI

Zulfiar, Muhammad Heri, Jayady, Arman

Jurnal Karkasa Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Karkasa - Juli 2018
Publisher : LPPM Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1012.905 KB) | DOI: 10.32531/jkar.v4i1.93

Abstract

Ancaman bencana dikombinasikan dengan pertumbuhan di sektor konstruksi menimbulkan permasalahan kerentanan bangunan. Hal ini ditandai dengan meningkatnya jumlah dan skala kerusakan akibat bencana., khususnya bencana akibat gempa bumi. Cara membangun yang salah, baik dari segi perencanaan dan perancangan maupun dari segi pelaksanaan dan pengawasannya dapat menghasilkan infrastruktur yang rentan terhadap bencana. Penulisan ini adalah hasil dari penelitian pendahuluan disertasi, berupa identifikasi kerentanan mulai dari tahap gagasan sampai dengan operasional dan perawatan. Metode identifikasi kerentanan menggunakan teknik Delphi, yaitu melalui kuisioner yang dilakukan secara langsung maupun menggunakan media internet (via email), verifikasi dilakukan melalui wawancara mendalam secara berulang (iterasi) dan validasi dengan pendekatan FGD yang diwakili oleh stakeholder pada sektor konstruksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi kegagalan dapat terjadi pada tahapan-tahapan konstruksi melalui tinjauan aspek teknis, sosial budaya, politik dan ekonomi, diharapkan hasil penelitian dapat dikembangkan untuk membangun konstruksi Indonesia agar mampu berperan positif dalam mengurangi risiko bencana dan berkontribusi positif terhadap seluruh upaya penanggulangan bencana di Indonesia

Page 1 of 1 | Total Record : 9