TEKNIK INDUSTRI
Published by Universitas Trisakti
ISSN : -     EISSN : -
Jurnal Teknik Industri diterbitkan sejak bulan Oktober 2000 oleh Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Trisakti. Terbit tiga kali dalam setahun yaitu Maret, Juli dan Nopember. Redaksi menerima karangan ilmiah berupa hasil penelitian, survey dan telaah pustaka yang erat kaitannya dengan Bidang Teknik Industri.
Articles 150 Documents
PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI PADA DIVISI CUTTING DI PT BINA BUSANA INTERNUSA DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIMULASI

Kurniawati, Annisa Eka, Moengin, Parwadi, Adisuwiryo, Sucipto

TEKNIK INDUSTRI Vol 4, No 1 (2014): Volume 4 No 1 Maret 2014
Publisher : TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pada saat ini PT Bina Busana Internusa kurang dapat memenuhi kebutuhan pasaryang terus meningkat. Hal ini disebabkan karena keterlambatan Divisi Cutting mengirimpotongan kain ke Divisi Sewing yang menyebabkan target produksi tidak tercapai.Berdasarkan fokus pada masalah tersebut, PT Bina Busana Internusa membutuhkanperbaikan di lini produksi, khususnya di Divisi Cutting, agar target produksi kemeja dapattercapai, sehingga kebutuhan konsumen bisa terpenuhi. Tujuan penelitian ini adalahmengevaluasi aktivitas di lini produksi pada Divisi Cutting PT Bina Busana Internusa untukkemudian diidentifikasi penyebab keterlambatannya.Pada bulan Maret 2012, PT Bina Busana Internusa memproduksi kemeja Valinolengan panjang sebanyak 2598 unit/minggu, kemeja Valino lengan pendek sebanyak 241unit/minggu, kemeja Van Hausen lengan panjang 1166 unit/minggu, dan kemeja HarryMartin 579 unit/ minggunya. Data-data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh darihasil wawancara dan pengamatan langsung di lantai produksi. Pengamatan dilakukansebanyak 25 kali. Data hasil pengamatan kemudian diuji keseragaman dan kecukupannya.Salah satu alternatif pemecahan masalah di PT Bina Busana Internusa digunakanmetode simulasi. Langkah awal adalah dengan membangun model konseptual. Tujuannyaadalah agar mempermudah pemodel untuk mendeklarasikan sistem yang ada agar sesuaidengan keadaan yang sebenarnya. Selanjutnya adalah membuat model simulasi. Dari hasilsimulasi didapatkan output yaitu kemeja Valino lengan panjang sebanyak 2595 unit, kemejaValino lengan pendek sebanyak 239 unit, kemeja Van Hausen lengan panjang 1165 unit, dankemeja Harry Martin 579 unit. Untuk menghasilkan output/keluaran optimal digunakansimRunner, tujuannya untuk mengetahui jumlah optimal dari indikator-indikator yangmenyebabkan masalah. Indikator tersebut dapat misalnya kapasitas produksi dari tiap mesin,utilitas operator, dan sebagainya. Pada penelitian ini, indikator yang digunakan adalahkapasitas mesin dan jumlah operator.Setelah simRunner dijalankan, diketahui bahwa dari 78 eksperimen terdapat 5 usulanterbaik untuk memperbaiki performansi di Divisi Cutting. Usulan pertama yaitu denganmenempatkan 16 operator dan 3 unit mesin, usulan kedua menempatkan 16 operator dan 5unit mesin, usulan ketiga menempatkan 16 operator dan 2 unit mesin, usulan keempatmenempatkan 16 operator dan 1 unit mesin, usulan kelima menempatkan 16 operator dan 4unit mesin. Selanjutnya, usulan tersebut disimulasikan kembali pada model awal (kondisiawal). Dari masing-masing usulan akan menghasilkan general report. Melalui output generalreport tersebut dibandingkan dengan output model awal, dengan cara menghitung selisihoutput dari setiap replikasi pada model awal dan model usulan, selanjutnya dilakukan ujiBonferroni untuk melihat seberapa besar pengaruh yang diberikan pada pengembanganmodel yang diusulkan. Pada penelitian ini, model usulan yang memberikan pengaruh berbedanyata adalah usulan 2 dan usulan 5. Sehingga, usulan yang bisa diberikan pada divisi cuttingadalah dengan menepatkan 16 operator dan 5 unit mesin.

SISTEM PENINGKATAN PRODUKTIVITAS MESIN PRODUKSI ASAM SULFAT DENGAN METODA TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE

Sutrisno, Tri

TEKNIK INDUSTRI Vol 5, No 3 (2015): Volume 5 No 3 Novemberi 2015
Publisher : TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Sulfuric acid production is a continuous process. With the process running constantly then the conditionof machinery should be maintained properly so as not frequent downtime. Downtime will result indecreased production achievement and damage the quality of the product.To overcome this designed a treatment system using the concept of TPM in a corporateenvironment, which is expected to bring harmony between the operator as to the implementation of theproduction engineer and production planner’s parties as well as the maintenance. The concept of totalproductive maintenance is one way for the companys improved performance is more stable. Theconcept of total productive maintenance consists of three important components of a total approach,efforts productive, and maintenance. Of the three components can be explained using the concept ofOverall Equipment Effectiveness and autonomous maintenance.

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PRODUKSI PADA PT. SELECTRIX INDONESIA

Romdhon, Bustomi, Witonohadi, Amal, Adisuwiryo, Sucipto

TEKNIK INDUSTRI Vol 6, No 3 (2016): Volume 6 No 3 November 2016
Publisher : TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

PT Selectrix Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang locking equipment, denganproduk yang dihasilkan antara lain adalah kunci, engsel, pengait, dan penyegel berbahan karet yangdigunakan pada kabinet yang terbuat dari lembaran logam. Perusahaan ini masih menerapkan sisteminformasi produksi dalam bentuk pertukaran informasi antara departemen satu dengan lainnyamenggunakan laporan manual berupa laporan kertas/dokumen sebagai alat untuk bertukar informasiyang dibutuhkan antar departemen. Hal ini menjadi masalah pada perusahaan ketika informasi tersebutterlambat didistribusikan akibat berbagai macam faktor teknis seperti mencari data di tumpukan file,human error, sehingga ada waktu yang terbuang sia-sia. Untuk menyelesaikan masalah yang ada, makaakan diusulkan perancangan sistem informasi produksi yang dapat menyimpan dan menyajikanrekapitulasi data yang dibutuhkan pada proses produksi. Perancangan sistem yang diusulkan mencakupproses pemesanan produk, proses penanganan persediaan bahan baku pada gudang, proses pembuatanproduk, proses penanganan kerusakan mesin dan proses registrasi karyawann. Tahapan dalamperancangan sistem informasi usulan menggunakan pendekatan terstruktur yaitu membuat diagramkonteks, diagram arus data, entity relationship diagram, dan phisycal data model. Sistem informasiproduksi usulan yang dirancang dapat merubah kegiatan proses produksi yang awalnya serba manualmenjadi terintegrasi dengan komputer, sehingga semua masalah kesalahan data dan keterlambatanpenyebaran informasi dapat diperbaiki dan memiliki tingkat kinerja yang lebih baik dari sistemperusahaan saat ini. Penilaian tersebut didapatkan dari hasil evaluasi kinerja sistem informasi produksiusulan memiliki nilai 4,60 sedangkan sistem saat ini hanya memperoleh nilai 2,66. Sistem informasiproduksi usulan dapat membuat komunikasi yang baik antar departemen yang terkait dalam prosesproduksi. Aplikasi dalam sistem seperti multiple chat dapat memberi kesempatan bagi setiap bagianuntuk lebih cepat memberikan, meminta, dan bertanya seputar proses produksi dan terekam didalamsistem sehingga setiap bagian dapat melihat kembali percakapannya untuk meminimasi kesalahan.

EVALUASI DAN USULAN PERBAIKAN KESEIMBANGAN LINTASAN PRODUKSI UNTUK MENCAPAI TARGET PRODUKSI DENGAN PENDEKATAN SIMULASI PADA WORKSHOP 3 DI PT. FACO GLOBAL ENGINEERING

Primadhana, Reza, Moengin, Parwadi, Adisuwiryo, Sucipto

TEKNIK INDUSTRI Vol 3, No 2 (2013): Volume 3 No 2 Juli 2013
Publisher : TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

PT. FACO Global Engineering is a national company that manufactures Transformer Tank.The problems that arise on the production floor in Workshop 3 is a common difficulty in achievingproduction targets precisely at the appointed time this problem may be related to its unbalancedproduction line .. Average yield Transformer Tank produced today is 1 unit per week, while theproduction target set is 2 units per week.The methodology used is to use the simulation. The data obtained was then calculated andanalyzed the workload of each station. Utility work station is currently the largest existing utilities inthe workstation and welding with a cutting wheel percentages respectively 91.65% and 76.45%. Forutility work station is the smallest percentage of work stations fullfitting with 3.76%. This can beovercome by the proposed model are given 6. Model 2 the best proposal is the transfer station operatorto work painting and cutting wheel 1 fullfitting operator work station to drilling.

ANALISIS KETERKAITAN ATRIBUT KEMASAN TEH SIAP SAJI DAN ETNIK TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN

Sucipto, Sucipto, Herdiana, Yunita Eka Putri, Mustaniroh, Siti Asmaul

TEKNIK INDUSTRI Vol 6, No 3 (2016): Volume 6 No 3 November 2016
Publisher : TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis kesukaan etnik Jawa, Sunda, dan Maduraterhadap atribut kemasan teh siap saji dan menentukan pengaruh hubungan atribut kemasan tehsiap saji terhadap kepuasan konsumen. Objek penelitian yaitu Teh Botol Sosro, Frestea, Fruitteadan Teh Gelas. Penelitian menggunakan metode deskriptif untuk menjelaskan tingkat kesukaantiap etnik terhadap atribut kemasan. Metode GSCA digunakan untuk menerangkan pengaruhatribut kemasan terhadap kepuasan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etnik Jawamenyukai merek Teh Botol Sosro berbentuk botol ukuran 500ml, etnik Sunda menyukai Teh Gelasdalam botol 330ml, dan etnik Madura menyukai merek Frestea dalam botol 500ml. Ketiga etnikmenyukai pencantuman sertifikasi mutu dan halal pada kemasan teh siap saji. Hasil analisis tingkatkepuasan konsumen dengan metode GSCA diperoleh nilai FIT 0,476 dan AFIT 0,466 yangdiartikan model struktural dapat menjelaskan variabel cukup baik. Model kepuasan konsumen (Y)dipengaruhi atribut kemasan (X1) dan sertifikasi (X2) yaitu Y = 0,739X1 + 0,115X2. Berdasarmodel diketahui atribut kemasan dan sertifikasi berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen.

RANCANG BANGUN MODEL LEAN PRODUCTIVITY DENGAN PENDEKATAN OBJECTIVE MATRIX - VALUE STREAM MAPPING - ECRS (STUDI KASUS: PT. X)

Fajrianto, Muhammad Ichsan, Amran, Tiena Gustina, Azmi, Nora

TEKNIK INDUSTRI Vol 5, No 3 (2015): Volume 5 No 3 Novemberi 2015
Publisher : TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Original Equipment Manufacturers (OEM) merupakan model bisnis untuk menggunakanpihak ketiga sebagai subkontraktor atau pemasok bagian-bagian tertentu dalam rangka integrasiproduk akhir. Pemasok OEM platform dibagi beberapa tingkatan. Pemasok tingkatan 1 (tier 1) adalahpemasok yang terbesar, tier 1 memproduksi barang yang penting untuk perusahaan OEM. PerusahaanOEM 1st tier tidak terlepas dari waste yang ada di perusahaan itu sendiri. Studi kasus dilakukan padaperusahaan manufaktur OEM supplier tier 1 yang memproduksi brake untuk kendaraan roda 2 (twowheels). Besarnya kuantitas permintaan dari produsen sepeda motor (OEM) dan varian modelnya,serta masih terdapat loss genba (waste) di shop-floor, dan adanya cost reduction yearly dariperusahaan OEM. Maka, perlu dibuat sebuah model atau sistem untuk meningkatkan kinerjaperusahaan. Model yang dibuat berdasarkan prinsip lean yang bertujuan untuk mengurangi ataumenghilangkan waste pada proses manufaktur dengan tools Objective Matrix (OMAX), Value StreamMapping (VSM), Eliminate-Combine-Rearrange-Simplify (ECRS) dimana goal akhir adalahpeningkatan kinerja (produktivitas) perusahaan. Part yang dipilih untuk improvement adalah linemachining master cylinder 5P0, dengan nilai produktivitas dasar OMAX adalah 300. Dilakukananalisa dengan VSM sebagai visualisasi waste yang terdapat pada shop-floor saat ini. Diperoleh wasteyakni motion, over process dan waiting. Setelah dilakukan analisis waste yang ada, berikutnya adalahmelakukan perbaikan menggunakan pendekatan ECRS. Perbaikan dilakukan menggunakanpendekatan ECRS. Hasil yang diperoleh gap waktu standar sebelum dan sesudah adalah 8.29 detik(atau turun sebesar 17%). Perbaikan yang dilakukan adalah eliminate proses facing machining,combine tool burrytori, rearrange penempatan material, simplify penempatan air minum di line.ECRS menunjukkan hasil menaikkan nilai produktivitas di bulan berikutnya sebesar 432, 959, 334,770, 921, 959. Hasil lainnya adalah 4 bulan setelah aktivitas, line machining untuk kebutuhan mastercylinder 5P0 yang sebelumnya menggunakan 6 line direduksi menjadi 5 line (reduksi 1 line). Darihasil pengujian T-test terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai produktivitas dasar terhadapnilai produktivitas setelah perbaikan.

Cover Jurnal Edisi Juli 2017

Moengin, Parwadi

JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 7, No 2 (2017): Volume 7 Nomor 2 Juli 2017
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | | DOI: 10.25105/jti.v7i2.2207

Abstract

Cover

HUBUNGAN ANTARA SUPPLY CHAIN MANAGEMENT DENGAN SUPPLY CHAIN RESPONSIVENESS DAN COMPETITIVE ADVANTAGE

Prawesti, Gita, Purba, Humiras Hardi, Iskandar, Katri, Laksono, Taufik Agung

TEKNIK INDUSTRI Vol 6, No 2 (2016): Volume 6 No 2 Juli 2016
Publisher : TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara Supply Chain Management (SCM)dengan Supply Chain Responsiveness (SCR) dan Competitive Advantages (CA). Pengumpulandata menggunakan kuesioner dengan koresponden 25 orang praktisi dan akademisi dari SCM.Kuesioner dirancang menggunakan skala Likert (skala 1 – 5). Pertama kuesioner diujivaliditasnya, setelah itu dilakukain pengujian reliabiliti kuesioner menggunkan metode AlphaCronbach’s dengan hasil yang valid. Kedua pengujian ini menggunakan SPSS 16. Hasil daripengujian hipotesis ini adalah SCM berpengaruh terhadap SCR dan CA.

PERANCANGAN MODEL KINERJA PENGOLAHAN LIMBAH COOLANT DENGAN PENDEKATAN SYSTEM DYNAMICS ( STUDI KASUS : SEKSI MACHINING –PLANT PEGANGSAAN PT ASTRA HONDA MOTOR )

Kosasih, Rusman

TEKNIK INDUSTRI Vol 6, No 3 (2016): Volume 6 No 3 November 2016
Publisher : TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Indonesian manufacturing industries have to comply with good responsibilites ofmanagement of the environtment. Strategically, the limitation standard for quality of industrial wastewater, the document of Environmental Impact Assessment, Environmental Management Effort -Environmental Monitoring is some evidence of the Governments efforts to set a good environmentalmanagement. Technically, the engineering processes to 6R (Refine - Reduce - Reuse - Recycle -Recovery - Retrieve energy) into one of the flagship activities to help realize environmentalmanagement in accordance with Government Regulation. PT Astra Honda Motor is a companyengaged in manufacturing Honda motorcycles. Motorcycle production increases seizing with thegrowth of market needs. This results in increased production of liquid waste coolant from themachining process, exceeding the capacity of Inplant Waste Water Treatment System. Machiningsection develop Recycle Instalation to process waste coolant to be used again in the machiningprocess. This research aims to design Recycle installation processing performance models with systemdynamics approach. Desired processing performance indicators are indicators of quality andproductivity of coolant Recycle process. The research method carried out by conducting a preliminarystudy, design of Causal Loop Diagram, Model design based on system dynamics approach.Verification of the model is done by determining whether the interaction variable models can reflectreal events. Model validation is done by comparing the results of model performance indicator withthe results performance indicator of actual processing. Several alternative processing strategies andpolicies expected to be made to anticipate fluctuations in production in the future while maintainingthe performance indicators of quality standards of coolant recycle and productivity of Recycleprocess.

PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN TAS BACKPACK ERGONOMIS DAN MULTIFUNGSI

Rizani, Nataya Charoonsri, Satria, Agie

TEKNIK INDUSTRI Vol 3, No 2 (2013): Volume 3 No 2 Juli 2013
Publisher : TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Backpack is one of the most attractive bag because of its excellence in the load management.Based on customer’s need identification, there were several primary dan secondary needs. Backpackdesign then was following the rules of product design with attention to ergonomic and financialaspects. Products were designed and developed, made a prototype and tested over a period of timeon the user. Results feedback during implementation include aspects of shapes, sizes, features anddesign.

Page 1 of 15 | Total Record : 150