cover
Filter by Year
JURNAL GALUNG TROPIKA
Jurnal Galung Tropika dengan nomor p-ISSN 2302-4178 (cetak) dan e-ISSN 2407-6279 (online) adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan hasil penelitian di bidang Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Biologi Tanaman. Serta menyajikan informasi hasil penelitian dan artikel ilmiah untuk pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia yang dipublikasikan secara elektronik dan cetak.
Articles
153
Articles
ANALISIS TINGKAT KEPERCAYAAN PETANI TERHADAP PROGRAM SEKOLAH LAPANG-PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (SL-PTT) PADI DI KOTA PALOPO SULAWESI SELATAN

Intisari, Intisari ( Fakultas Pertanian Universitas Andi Djemma ) , Halik, Hamja Abdul ( Fakultas Pertanian Universitas Andi Djemma Palopo ) , Rosnina, Rosnina ( Fakultas Pertanian Universitas Andi Djemma Palopo )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kepercayaan terhadap program merupakan komponen kognitif dari sikap.   Komponen kognitif dipengaruhi oleh pengalaman individu, pengamatannya serta informasi yang diperolehnya mengenai obyek sikap.  Pada Program SL-PTT Padi terdapat berbagai atribut yang diterapkan dan petani dapat mengungkapkan kepercayaan terhadap atribut tersebut. Ini dapat terjadi ketika petani memiki pengetahuan, dan pengalaman dengan program ini. Semakin bagus atau positif informasi, pengetahuan dan pengalaman selama mengikuti sekolah lapang, maka akan sangat tinggi tingkat kepercayaan terhadap program tersebut, hal ini dapat mempengaruhi persepsi dan sikap ke arah yang lebih positif.  Oleh karena itu, ketika pemerintah ingin mengembangkan atau memperbaiki program ini atau membuat program yang baru, maka harus memperhatikan tingkat kepercayaan petani terhadap Program SL-PTT Padi dan atribut yang dimiliki.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepercayaan petani terhadap Program SL-PTT Padi di Kota Palopo.  Sampel dalam penelitian ini diambil secara acak, dipilih tiga orang petani per kelompok tani yang melaksanakan program SL-PTT Padi di Kota Palopo yang jumlahnya 80 kelompok sehingga terdapat 240 responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala pengukuran semantic-diferensial (Simamora, 2004) yaitu 1 (sangat tidak percaya) sampai 5 (sangat percaya). Hasil penelitian menunjukkan kepercayaan petani terhadap program SL-PTT Padi di Kota Palopo masuk dalam kategori percaya (128,36).   Hal ini didasarkan dari 31 atribut dalam program SL-PTT, ada tujuh belas atribut yang petani sangat percaya dilaksanakan di Program SL-PTT, 12 atribut yang dipercaya dilaksanakan di Program SL-PTT, dan 2 atribut yang netral. Ini menunjukkan program SL-PTT Padi di Kota Palopo memiliki 31 atribut sesuai petunjuk teknis dan dilaksanakan di lapangan. Petani percaya terhadap Program SL-PTT ini karena memiliki pengalaman terhadap program tersebut.

EFEK KOMBINASI SUHU DAN WAKTU EKSTRAKSI TERHADAP KOMPONEN SENYAWA EKSTRAK KULIT LIDAH BUAYA

Narsih, Narsih ( Politeknik Negeri Pontianak ) , Agato, Agato ( Politeknik Negeri Pontianak )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kulit lidah buaya merupakan bagian terluar yang banyak mengandung senyawa-senyawa penting yang memiliki banyak fungsi dan diantaranya bersifat thermosensitif, sehingga diperlukan perlakuan yang tepat untuk memperoleh kualitas yang diinginkan. Senyawa penting kulit lidah buaya dapat diisolasi dengan proses ekstraksi. Suhu dan waktu ekstraksi yang digunakan dalam penelitian ini bervariasi yaitu suhu 50oC,60oC,70oC, 80oC dan waktu 10, 20 dan 30 menit dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Variasi waktu dan suhu yang dilakukan memperoleh perlakuan terbaik yaitu pada perlakuan ekstraksi suhu 80oC dan waktu 20 menit dengan hasil yang diperoleh aktivitas antioksidan 82,273%, total fenol 39,641 mg/g, vitamin C mg/g 153,640 mg/g, α-Tocoferol 159,220 mg/g; aloin 1,003 mg/g.

KARAKTERISASI ANTOSIANIN KUBIS MERAH SEBAGAI INDIKATOR PADA KEMASAN CERDAS

Yusuf, Muhammad ( Politeknik Negeri Ujung Pandang ) , Indriati, Sri ( Politeknik Negeri ujung Pandang ) , Usdyana Attahmid, Nur Fitriani ( Politeknik Pertanian Negeri Pangkep )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penilaian kesegaran ikan yang paling mudah dilakukan adalah penilaian secara sensori meliputi penampakan, warna, aroma, dan tekstur. Selain itu dibutuhkan laboratorium memadai, alat dan bahan yang tidak dimiliki oleh setiap orang, sehingga seiring dengan perkembangan teknologi diperlukan suatu alat yang praktis untuk mendeteksi kesegaran ikan secara mudah dan cepat. Alat tersebut dapat berbentuk potongan label kecil yang ditempatkan dalam kemasan. Label cerdas ini dapat memberikan informasi kepada konsumen mengenai kualitas ikan yang dikemas dengan perubahan warna, sehingga konsumen dapat mengetahui kualitas ikan yang akan dibeli. Industri pengolahan daging banyak mengembangkan metode untuk mengevaluasi kesegaran dari produk. Salah satunya dengan menampilkan tanggal kedaluwarsa, namun ini tidak mampu memberi informasi kesalahan penyimpanan. Pengembangan kemasan cerdas berupa indikator warna antosianin dari kubis merah dapat memantau kualitas daging apabila terpapar suhu tinggi dan pada saat penyimpanan. Dalam penelitian ini dilakukan ekstraksi kubis merah untuk menghasilkan ektrak antosianin yang di diharapkan dapat digunakan sebagai film indikator warna dalam bentuk film kitosan-PVA (Polivinil Alkohol) dengan pewarna alami dari kubis merah. Metode ektraksi yaitu (1) metode Maserasi – sonikasi; (2) metode maserasi sederhana; (3) metode perebusan; dan (4) metode perebusan – kopigmentasi. Ekstrak pewarna kubis merah terbaik diperoleh dari metode maserasi – Sonikasi dengan lama ekstraksi 60 menit memiliki pH 4.63 dengan total 1553.33 mg antosianin/100 g kubis merah segar. Intensitas warna ekstrak antosianin kubis merah menunjukkan Nilai ⁰hue sebesar 281.4 Berdasarkan diagram Munsell, nilai ⁰hue ini berada pada kisaran warna ungu-biru (PB). Sedangkan Total padatan ekstrak antosianin kubis merah yang diperoleh adalah sebesar 72.22 ± 0,007%, sedangkan jumlah rendemen yang dihasilkan sebesar 28,34%. Dapat disimpulkan hasil ekstraksi dengan metode maserasi – sonikasi dapat dilanjutkan sebagai film indikator warna kubis merah. Ini dapat diterapkan sebagai kemasan cerdas untuk mendeteksi kerusakan daging.

PENENTUAN KOMODITAS UNGGULAN DAN STRUKTUR KOMODITAS HORTIKULTURA DI KECAMATAN TINGGIMONCONG KABUPATEN GOWA BERDASARKAN LOCATION QUOTIENT (LQ) DAN KLASSEN TYPOLOGY (KT)

Syafruddin, Reni Fatmasari ( Universitas Muhammadiyah Makassar ) , Sari, Dewi Puspita ( Universitas Muhammadiyah Makassar ) , Kadir, Muhammad ( Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene dan Kepulauan )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Sektor pertanian khususnya tanaman hortikultura masih merupakan penyumbang devisa terbesar dan mata pencaharian utama warga Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Wilayah dataran tinggi ini selain dikenal sebagai penghasil komoditas hortikultura, juga daerah penyangga Hulu DAS Jeneberang. Secara turun temurun Agribisnis dan usaha tani berbagai komoditas hortikultura ditentukan berdasarkan pilihan petani dan permintaan pasar serta musim yang ada. Penentuan ini dilakukan tanpa adanya analisis mendasar komoditas apa yang sebaiknya lebih diutamakan sebagai komoditas unggulan pada musim tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk  (1) menganalisis berbagai jenis komoditi hortikultura unggulag yang ada, (2) menganalisa ketepatan pemilihan komoditas hortikultura yang diusahakan petani, dan (3) mengkaji struktur pertumbuhan berbagai komoditi hortikultura di Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa. Populasi penelitian adalah petani yang mengusahakan tanaman hortikultura, sedang sampel desa/kelurahan dipilih secara sengaja (purposive sampling), sampel petani dipilih secara acak sederhana (simple random sampling). Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara observasi, wawancara dengan daftar pertanyaan dan pencatatan, didukung dengan data sekunder. Data dianalisis menggunakan metode Location Quotient dan Klassen Typologi. Hasil penelitian menunjukan komoditi unggulan hortikultura berdasarkan analisis LQ di Kecamatan Tinggimoncong adalah yaitu Markisa (LQ = 1,03 ), Kentang (LQ=4,01), Tomat (LQ =3), Wortel (LQ=1,51), Kubis (LQ = 1,30), Sawi Putih (LQ=1,04) dan Pisang (LQ=1,1). Struktur pertumbuhan komoditi Berdasarkan Analisis Klassen Typologi struktur pertumbuhan komoditi unggulan hortikultura di Kecamatan Tinggimoncong  tersebut yaitu  komoditi yang tergolong maju dan bertumbuh cepat  adalah Markisa, Kentang, dan Tomat. Komoditi yang maju dan bertumbuh tapi lambat adalah Wortel, Sawi Putih dan Kubis, serta komoditi yang termasuk unggulan tetapi relatif tertinggal dari komoditas lain adalah Pisang.

FORMULASI BIOCHAR DAN KOMPOS TITONIA TERHADAP KETERSEDIAAN HARA TANAH ORDO ULTISOL

Herman, Welly ( Universitas Tamansiswa ) , Resigia, Elara ( Universitas Tamansiswa ) , Syahrial, Syahrial ( Universitas Tamansiswa )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui formula yang tepat pemanfaatan biochar tempurung kelapa dan kompos titonia  terhadap ketersediaan hara pada tanah ordo Ultisol. Adapun perlakuan yang digunakan yaitu 100 % Biochar tempurung kelapa + 0 % Kompos titonia, 75 % Biochar tempurung kelapa + 25 % Kompos titonia, 50 % Biochar tempurung kelapa + 50 % Kompos titonia dan 25 % Biochar tempurung kelapa + 75 % Kompos titonia. Parameter yang diamati meliputi analisis tanah awal dan analisis setelah inkubasi selama enam minggu. Analisis meliputi, pH, Al-dd, N-total, C-organik, C/N, P-tersedia, K-dd, Mg-dd, dan Ca-dd. Hasil penelitian menunjukkan formulasi biochar dengan kompos titonia dengan perlakuan 75 % Biochar tempurung kelapa + 25 % Kompos titonia, 50 % Biochar tempurung kelapa + 50 % Kompos titonia dapat meningkatkan ketersediaan hara terhadap tanah Ultisol.

RESPON PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN CABAI MERAH

Makmur, Makmur ( Universitas Sulawesi Barat ) , Magfirah, Magfirah ( Universitas Sulawesi Barat )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Masalah yang dihadapi dalam pengembangan tanaman cabai adalah tingginya penggunaan pupuk anorganik di tingkat petani. Hal ini mendorong dilakukan penelitian yang menggunakan pupuk organik. Penelitian ini Bertujuan untuk menganalisis respon tanaman cabai merah pada penggunaan pupuk organik cair. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari lima perlakuan yaitu pemberian pupuk organik cair masing-masing 50 ml, 60 ml, 70 ml, 80 ml, 90 ml per liter air dan kontrol yang diulang  masing-masing  5 kali sehingga terdapat 30 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter tinggi tanaman dan jumlah daun berpengaruh nyata pada taraf Uji JBD 0,05 pada pengamatan umur 49 hari setelah tanam (HST), pada perlakuan pupuk organik cair 70 ml membrikan hasil tertinggi terhadap tinggi tanaman dengan nilai 41,8 cm; dan parameter jumlah daun dengan nilai 191,8 helai, terhadap pertumbuhan tanaman. Parameter cabang produktif berpengaruh nyata pada  perlakuan 50 ml nilai rata-rata tertinggi 21 unit, sedangan umur berbungah paling cepat pada perlakuan 50 ml dengan nilai 35 HST dan paling lambat pada perlakuan  90 ml  dengan nilai rata-rata 37,8 hari. Parameter rata-rata jumlah buah dan berat buah berpengaruh tidak nyata dengan memberikan rata-rata tertinggi pada 50 ml dengan nilai 30 buah dan 80 ml pada bobot berat buah dengan nilai 187 gr per pohon setiap polybag.

INVENTARISASI JENIS – JENIS CENDAWAN PADA RHIZOSFER PERTANAMAN PADI

Noerfitryani, Noerfitryani ( Universitas Muhammadiyah Makassar ) , Hamzah, Hamzah ( Universitas Muhammadiyah Makassar )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Mikroorganisme berguna merupakan mikroorganisme yang berperan sebagai agens hayati dan paling banyak ditemukan pada daerah rhizosfer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  berbagai jenis cendawan pada rizosfer pertanaman padi semi organik dan anorganik. Pengambilan sampel tanah pada penelitian ini dilakukan di Kabupaten Takalar pada pertanaman padi semi organik dan anorganik dan dilanjutkan di laboratorium identifikasi dan pengendalian Hayati, Jurusan Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar. Metode penelitian, 10 gram sampel tanah yang telah difilter dimasukkan kedalam 90 ml air steril lalu divortex. Selanjutnya 1 ml suspensi dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang berisi 9 ml air steril kemudian divortex sampai homogen. Pengenceran berseri dilakukan hingga mendapatkan pengenceran 10⁻³. Dari pengenceran tersebut diambil 0,1 ml suspensi kemudian ditumbuhkan pada media PDA dan diratakan hingga kering menggunakan spatula. Diinkubasi selama 5-7 hari pada suhu 22-25°C. Cendawan-cendawan yang telah tumbuh selanjutnya diidentifikasi. Jumlah cendawan yang ditemukan pada rhizosfer pertanaman padi semi-organik yaitu sebanyak 9 isolat yaitu dari genus Fusarium sp., Aspergillus sp., Trichoderma sp. dan 2 isolat lainnya belum teridentifikasi, sedangkan pada rhizosfer pertanaman padi anorganik ditemukan 4 isolat yaitu genus Aspergillus spp. dan 1 isolat belum teridentifikasi.

PEMANFAATAN AGENSI HAYATI DALAM MENGENDALIKAN PERTUMBUHAN PERAKARAN DAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM CABAI BESAR (Capsicum annum L)

Musdalifa, Musdalifa ( Prodi Agroteknologi, Peternakan, Fakultas Pertanian Peternakan dan Perikanan, Universitas Muhammadiyah Parepare ) , Ambar, Abdul Azis, Putera, Muh. Ikbal ( Prodi Agroteknologi, Peternakan, Fakultas Pertanian Peternakan dan Perikanan, Universitas Muhammadiyah Parepare )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan perakaran dan intensitas layu fusarium pada tanaman cabai besar yang diberikan perlakuan agensi hayati. Penelitian dilakukan berdasarkan rancangan acak kelompok (RAK). Setiap percobaan diulang sebanyak 3 kali yang terdiri atas 12 unit percobaan. Penelitian terdiri dari empat perlakuak, yaitu kontrol (tanpa agensi hayati), pemberian Pseudomonas flourescens, pemberian Trichoderma sp., dan kombinasi P. flourescens dengan Trichoderma sp. Hasil rata-rata persentase serangan layu fusarium tertinggi pada perlakuan kontrol sebesar 21,19% dan terendah pada perlakuan P. flourescens sebesar 2,32%. Untuk pertumbuhan perakaran diperoleh panjang dan berat akar tertinggi pada perlakuan Trichoderma sp. Penggunaan agensi hayati dapat menekan penyakit layu fusarium dan meningkatkan pertumbuhan perakaran tanaman. Untuk menekan serangan penyakit layu fusarium sebaiknya menggunakan P. flourescens, sedangkan untuk meningkatkan pertumbuhan perakaran tanaman menggunakan Trichoderma sp.

KARAKTERISTIK FISIKO-KIMIA SIRUP MANGROVE PIDADA DENGAN PENAMBAHAN CMC DAN LAMA PEMANASAN

Deviarni, Ika Meidy ( Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak ) , Warastuti, Sri ( Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.245 KB)

Abstract

Sirup adalah sari buah pekat yang diperoleh dengan cara pengepresan daging buah dan dilanjutkan dengan pemekatan baik dengan cara pendidihan biasa maupun dengan cara lain seperti penguapan dengan hampa udara. Kelemahan dari pembuatan sirup buah pidada yaitu mudah terbentuknya endapan pada dasar sirup. Salah satu upaya untuk memperbaiki mutu sirup pidada tersebut adalah dengan cara menambahkan bahan penstabil seperti CMC dan kombinasi lama pemanasan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa pengaruh CMC terhadap karakteristik mutu sirup pidada, menganalisa lama pemanasan terhadap karakteristik mutu sirup pidada dan menjabarkan analisa kombinasi CMC dan lama pemanasan terhadap karakteristik mutu sirup pidada. Berdasarkan pengujian secara statistik menggunakan ANOVA, menunjukkan bahwa penambahan CMC memberikan pengaruh terhadap pH, dan viskositas sirup mangrove pidada. Sedangkan perubahan lama pemanasan berpengaruh nyata terhadap kadar air dan viskositas sirup mangrove pidada. Kombinasi antara penambahan CMC dan lama pemanasan berpengaruh nyata terhadap viskositas sirup mangrove pidada.

INFEKSI PARASIT ANISAKIS PADA IKAN TUNA DAN CAKALANG DI PERAIRAN SELAT MAKASSAR

Yani, Fitri Indah ( Universitas Muhammadiyah Parepare ) , Susaniati, Warda ( Prodi Budidaya Perairan, Fakultas Ilmu-ilmu Pertanian Universitas Muhammadiyah Gorontalo )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.962 KB)

Abstract

Anisakis spp. merupakan endoparasit yang bersifat zoonosis (penyakit pada ikan yang dapat ditularkan ke manusia). Infeksi pada manusia bersifat insidental, berdampak terhadap kesehatan manusia dan menyebabkan beberapa gejala seperti nyeri perut, mual, muntah dan reaksi alergi. Peningkatan produksi perikanan tangkap terutama ikan tuna dan cakalang memerlukan informasi mengenai food safety (keamanan pangan) ikan-ikan tersebut, metode pengolahan, dan orientasi ekspor. Hal inilah menjadi dasar dilakukan penelitian kajian prevalensi parasit Anisakis pada ikan tuna dan cakalang di Selat Makassar guna menunjang keberhasilan dunia perikanan baik dalam bidang penangkapan maupun budidaya tahun 2020 mendatang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis mikrohabitat parasit Anisakis dalam tubuh ikan (usus, hati, otot, dan jantung) pada ikan tuna dan cakalang di Selat Makassar. Pengambilan sampel dilakukan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kasiwa Mamuju dan dianalisis di Laboratorium Parasit SKIPM Mamuju-Sulawesi Barat. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa jenis parasit Anisakis spp. yang menginfeksi ikan Cakalang dan ikan Tuna tergolong dalam Anisakis tipe I yang ditandai dengan adanya boring tooth pada bagian ujung anterior dan mucron pada bagian ujung posterior.