cover
Contact Name
Suherman
Contact Email
suherman.umpar@ymail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jgt@jurnalpertanianumpar.com
Editorial Address
-
Location
Kota pare pare,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAL GALUNG TROPIKA
ISSN : 23024178     EISSN : 24076279     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Galung Tropika dengan nomor p-ISSN 2302-4178 (cetak) dan e-ISSN 2407-6279 (online) adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan hasil penelitian di bidang Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Biologi Tanaman. Serta menyajikan informasi hasil penelitian dan artikel ilmiah untuk pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia yang dipublikasikan secara elektronik dan cetak.
Arjuna Subject : -
Articles 172 Documents
PERBANDINGAN BERBAGAI BAHAN PENGIKAT DAN JENIS IKAN TERHADAP MUTU FISH NUGGET Asrawaty, Asrawaty
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.502 KB)

Abstract

Salah satu kebutuhan masyarakat perkotaan saat ini adalah tersedianya bahan makanan yang praktis, yaitu yang bersifat ready to cook (siap untuk dimasak) dan ready to eat (siap untuk dimakan). Ready of cook artinya hanya membutuhkan sedikit waktu untuk menyiapkan makanan. Salah satu bentuk makanan yang bersifat ready to cook adalah nugget. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan berbagai bahan pengikat dan jenis ikan yang berbeda dalam menghasilkan mutu fish nugget dengan mutu fisik, kimia dan mutu organoleptik yang baik. Penelitian ini menggunakan  Rancangan Faktorial dengan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri atas 2 faktor. Faktor pertama adalah jenis bahan pengikat, meliputi: Tepung Terigu; Tepung Tapioka; Tepung Maizena dan Tepung Kentang. Faktor kedua adalah jenis ikan, yaitu: Ikan Tongkol dan Ikan Tenggiri. Setiap perlakuan diulang sebanyak 2 kali. Peubah yang diamati meliputi kadar air, lemak, protein, abu, serat kasar, karbohidrat dan uji kekerasan. Untuk melihat perbandingannya maka dilakukan pengamatan terhadap nugget sebelum dan setelah digoreng. Selain itu, dilakukan pengamatan terhadap uji organoleptik dan uji daya serap minyak. Data pengamatan dianalisis menggunakan uji F kemudian dilanjutkan dengan uji Tukey Honestly Significant Difference (Tukey-HSD) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan tepung maizena dan ikan tenggiri disukai oleh panelis (memiliki sifat fisik empuk dan penyerapan minyak rendah) dan sifat kimia (KA 56.80%, Protein 19.54%, Kadar Lemak 4.55% dan Karbohidrat 17.58%) memenuhi syarat mutu Nuget Standar Nasional Indonesia No.01-6683-2002.
TINGKAT PENCAPAIAN SIKLUS BIRAHI PADA KAMBING BOERAWA DAN KAMBING KACANG MELALUI TEKNOLOGI LASER PUNKTUR Fattah, Abdul Hakim
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.187 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat pencapaian birahi pada kambing boerawa dan kambing kacang dengan penggunaan teknologi laser punktur. Penelitian dilakukan di VBC Kambing Boerawa, Lappa Cenrana Kecamatan Bulupoddo yang berlangsung pada Maret - Apri 2015. Pada penelitian digunakan 10 ekor kambing Boerawa dan 10 ekor kambing Kacang lokal, jenis kelamin betina, umur 10 – 12 bulan atau induk kambing yang telah melahirkan sedikitnya dalam waktu 1,5 bulan , kondisi sehat, tidak dalam keadaan bunting dan tidak dalam keadaan berahi. Untuk mengukur kualitas berahi yang timbul setelah pelaseran, digunakan 2 ekor kambing Pejantan Pengusik yaitu 1 ekor kambing pejantan Boerawa dan 1 ekor pejantan kambing Kacang lokal. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pencapaian siklus berahi melalui penerapan teknologi laser punktur menunjukkan kambing Boerawa memiliki respon lebih tinggi dari pada kambing Kacang, baik dari aspek persentase pencapaian berahi yang mencapai 90%, interval waktu munculnya berahi (onset) maupun kualitas berahi yang dinilai dari beberapa gejala estrus yang diamati.
ANALISIS PENDAPATAN PETANI TAMBAK IKAN BANDENG DI DESA BULU CINDEA BIRINGKASSI KECAMATAN BUNGORO KABUPATEN PANGKEP SULAWESI SELATAN Asriany, Asriany
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.282 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pendapatan petani tambak ikan bandeng, berapa besar tingkat keutungan, faktor – faktor yang mempengaruhi pendapatan, dan upaya yang dilakukan petani tambak dalam mempengaruhi pendapatan . Adapun kegunaanya yaitu diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan dalam menjalankan suatu usaha. Bahwasanya suatu usaha yang dijalankan tentunya diharapkan dapat memberi keuntungan sehingga diperlukan adanya analisis pendapatan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan suatu usaha.             Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha budidaya ikan bandeng di Desa Bulu Cindea Biringkassi Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan merupakan daerah potensial untuk ikan bandeng, khususnya daerah Pangkep itu sendiri  merupakan salah satu usaha yang menguntungkan dan layak untuk dilanjutkan. Hal ini dapat dilihat dari tingkat pendapatan/ha/siklus yaitu sebesar Rp 5.657.318 yang tentunya memberi keuntungan karena berdasarkan hasil perhitungan R/C Ratio menunjukkan 2,11 > 1. Selanjutnya faktor – faktor  yang mempengaruhi tingkat pendapatan meliputi : luas lahan, jumlah penebaran, tingkat kematian, harga beli bahan baku (nener) serta alat dan bahan, harga jual, jumlah siklus per tahun, dan jangka waktu budidaya per siklus. Upaya yang dilakukan petani tambak yaitu dengan memperbaiki pengelolaan lahan tambak setelah panen dan mempertahankan kualitas ikan bandeng serta melakukan proses budidaya ikan bandeng sebaik mungkin.
PERAN BERAT MOLEKUL PROTEIN ENZIM EKSTRAKSELULER FUSARIUM OXYSPORUM FS.P. CUBENSE SEBAGAI FAKTOR VIRULENSI PADA TANAMAN PISANG Ambar, Abdul Azis
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.584 KB)

Abstract

The research aims to study the role of extracellular enzymes molecule wight on the virulence of Fusarium oxysporum f.sp. cubence (Foc).  The study was conduvted in the glass house, laboratory of plant pathology.  The isoletd used in this research are Bnt 1 and Bnt 2 from Yogyakarta, Btu 3 from Malang, Wsb 3 from Wonosobo, Lmp 3from Lampung and, Kjg 3 from Kalimantan.  Banana cultivar ambon kuning is used as tested plant.  Pathogenicity test is conducted by using hydroponic system.  The plant roots are injured with a needle and then put into filled with sterile water.  The suspension of Foc conodia is added in to plastic cup up to 106 spore/ml in concentration.  Observation of symptom was conducted at 6 week by counting the score of necrotic symptom (RDI/Rhizome Discoloration Index) on banana cob which cut horizontally.  Analysis extracelluler enzymes is done by using sodium dodecyl sulphate polycrylamide gel electrophoresis (SDS-PAGE).The result of pathogenicity test showed that  the virulence of six isolates of Foc is not significantly different.  Est of extracellular enzyme activity on six isolates of Foc showed that there is significant different between extracellular enzymes activity on isolates of Bnt 2, Wsb 3, Lmp 3, Kjg 3, and control but not for isolates of Bnt 1 and Btu 3.  The six isolates have protein variation both amount and type that is probably related to its patogenisity.  The result of SDS-PAGE showed that the six isolates of Foc have same protein pattern at 55,6 kDa.  Protein pattern of Bnt 1, Bnt 2, Btu 3, Wsb 3, and Lmp 3 is laid on 42.84 kDa.  Isolate of Bnt 2 has protein pattern at 36.5 kDa and Btu 3 has protein pattern at 20 kDa.  The protein pattern that approaches to the pattern of polygalacturonase is Bnt 2 at 36.5 kDa molecule wight.
KUALITAS TAIWAN GRASS (PENNISETUM PURPUREUM CV. TAIWAN) PADA UMUR DEFOLIASI DAN KONSENTRASI EFFECTIVE MICROORGANISMS 4 (EM4) YANG BERBEDA Novieta, Intan Dwi
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.734 KB) | DOI: 10.31850/jgt.v5i3.187

Abstract

Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap yaitu tahap pemeliharaan Taiwan grass dan tahap penentuan kualitas Taiwan grass.  Kualitas hijauan berdasarkan hasil analisa dengan menggunakan analisis proksimat meliputi kadar protein kasar, serat kasar, kalsium dan fosfor. Dilaksanakan dalam bentuk percobaan eksperimen menggunakan Rancangan Faktorial dua faktor dengan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK).  Faktor pertama yaitu adalah umur defoliasi (P) yaitu 35 hari (P1), 45 hari (P2), dan 55 hari (P3). Faktor kedua adalah konsentrasi EM4 (M) yaitu tanpa pemberian EM4 (M0), 5cc EM4 /liter air (M1), dan 10 cc EM4/liter air (M2). Hasil penelitian menunjukkan umur defoliasi yang baik dilakukan adalah pada umur  55 hari dengan konsentrasi EM4 10 cc. Pada perlakuan tersebut, kandungan protein kasar 11.42; serat kasar 29.41; kandungan Ca (0,37%) dan P (0,29%).  Interaksi antara umur defoliasi (pemotongan) dan konsentrasi EM4 tidak berpengaruh nyata terhadap kualitas Taiwan Grass.
DINAMIKA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI BIOETANOL DAN DOSIS MIKORIZA Suherman, Suherman; Rahim, Iradhatullah; Akib, Muh. Akhsan; Mustafa, Marlina; Larekeng, Sitti Halimah
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.046 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian bioetanol dan mikoriza terhadap pertumbuhan dan produksi kedelai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Faktorial dengan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan ulangan sebanyak tiga kali, perlakuan pertama adalah bioetanol yang terdiri dari tiga taraf konsentrasi, yaitu 0% (kontrol), 10%, dan 20%. Sedangkan perlakuan kedua adalah mikoriza yang terdiri dari tiga taraf, yaitu tanpa Mikoriza, 4 g.tan-1, dan 8 g.tan-1 yang dilanjutkan dengan uji duncan jika perlakuan berpengaruh nyata. Hasil percobaan menunjukkan tinggi tanaman tertinggi diperoleh dari perlakuan bioetanol 20% dan mikoriza 8 g.tan-1. Analisis ragam jumlah daun berbeda nyata (α=0.05) terhadap interaksi bioetanol dan mikoriza umur 14 hst. Pengamatan ILD diperoleh nilai tertinggi umur 43 hst pada perlakuan bioetanol 10% dan mikoriza 8 g.tan-1, sedang nilai tertinggi LAN umur 43 hst pada perlakuan kontrol, dan nilai tertinggi LTR umur 43 hst pada perlakuan bioetanol 20% dan mikoriza 8 g.tan-1. Hasil produksi tertinggi diperoleh pada perlakuan bioetanol 10% dan mikoriza 8 g.tan-1.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KISAMPANG (Melicope denhamii) DALAM KONSENTRASI RENDAH TERHADAP PERKEMBANGAN STADIUM LARVA-PUPA Aedes aegypti L. thaha, aminah hajah
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.693 KB)

Abstract

Salah satu upaya untuk mengurangi penyebaran vektor Dengue Hemmorhagic Fever (DHF) yaitu dengan penggunaan insektisida botani yang dapat mempengaruhi lama perkembangan dan tingkat kematian pradewasa Aedes   aegypti L. Tanaman Kisampang (Melicope denhamii) merupakan salah satu alternatif untuk pencegahan DBD. Tanaman ini mengandung zat-zat aktif yaitu alkaloid dengan komponen utama evodiamine dan rutaecarpine. Tanaman ini juga mengandung minyak atsiri (essential oil), saponin, tanin, dan flavanoid serta senyawa lain yang diduga mempengaruhi tahap perkembangan serangga. Melalui penelitian ini diharapkan bahwa tanaman Kisampang dalam konsentrasi yang lebih rendah dari penelitian-penelitian sebelumnya, masih mampu mempengaruhi tahapan perkembangan dan tingkat kematian nyamuk Aedes  aegypti L. sehingga tanaman ini masih dapat berpotensi sebagai insektisida botani. Dengan adanya upaya ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan vector nyamuk hingga mencapai tingkat dimana penularan virus epidemik tidak terjadi lagi sehingga tercapai peningkatan kesehatan masyarakat dan peningkatan produktifitas ternak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian juvenil hormon asal ekstrak daun Kisampang (Melicope denhamii) terhadap perkembangan pradewasa nyamuk Aedes aegypti L. pada konsentrasi 10, 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, 90, dan 100 ppm dalam pelarut aquades, metanol dan etanol. dengan lima kali ulangan untuk masing-masing konsentrasi dan pelarut. Pengamatan dilakukan setiap 8 jam sekali. Dari hasil analisis uji statistik ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Duncan, diketahui ekstrak daun Kisampang (Melicope denhamii) mengandung zat-zat yang bersifat Juvenil Hormon (JH) sehingga berpengaruh terhadap Konsentrasi Juvenil Hormon (JH) dalam tubuh Aedes aegypti L, terlihat dari perkembangan waktu yang abnormal dengan adanya penambahan dan pengurangan waktu meskipun tidak memperlihatkan nilai yang signifikan. Diketahui pula bahwa tingkat kematian pada stadium larva dan pupa disebabkan efek insektisida daun Kisampang yang lebih besar dibandingkan efek JH pada tanaman tersebut.Berdasarkan persentase rata-rata keberhasilan larva dan pupa menjadi dewasa melalui interaksi antara daun Kisampang dan pelarut, diketahui bahwa  pada pelarut metanol dan etanol persentase tersebut semakin kecil seiring dengan meningkatnya konsentrasi daun Kisampang dalam pelarut. Meskipun demikian nyamuk yang telah mencapai stadium dewasa secara otomatis telah terpapar ekstrak daun Kisampang yang berarti secara fisiologis tubuh nyamuk tersebut telah tergangggu (abnormalitas).
INFEKSI PARASIT ANISAKIS PADA IKAN TUNA DAN CAKALANG DI PERAIRAN SELAT MAKASSAR Yani, Fitri Indah; Susaniati, Warda
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.962 KB) | DOI: 10.31850/jgt.v6i3.249

Abstract

Anisakis spp. merupakan endoparasit yang bersifat zoonosis (penyakit pada ikan yang dapat ditularkan ke manusia). Infeksi pada manusia bersifat insidental, berdampak terhadap kesehatan manusia dan menyebabkan beberapa gejala seperti nyeri perut, mual, muntah dan reaksi alergi. Peningkatan produksi perikanan tangkap terutama ikan tuna dan cakalang memerlukan informasi mengenai food safety (keamanan pangan) ikan-ikan tersebut, metode pengolahan, dan orientasi ekspor. Hal inilah menjadi dasar dilakukan penelitian kajian prevalensi parasit Anisakis pada ikan tuna dan cakalang di Selat Makassar guna menunjang keberhasilan dunia perikanan baik dalam bidang penangkapan maupun budidaya tahun 2020 mendatang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis mikrohabitat parasit Anisakis dalam tubuh ikan (usus, hati, otot, dan jantung) pada ikan tuna dan cakalang di Selat Makassar. Pengambilan sampel dilakukan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kasiwa Mamuju dan dianalisis di Laboratorium Parasit SKIPM Mamuju-Sulawesi Barat. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa jenis parasit Anisakis spp. yang menginfeksi ikan Cakalang dan ikan Tuna tergolong dalam Anisakis tipe I yang ditandai dengan adanya boring tooth pada bagian ujung anterior dan mucron pada bagian ujung posterior.
PENINGKATAN PERTUMBUHAN VEGETATIF PADI AROMATIK LOKAL ENREKANG MENGGUNAKAN CENDAWAN ENDOFIT Syamsia, Syamsia
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.541 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cendawan endofit terhadap pertumbuhan vegetatifpadi aromatik lokal Enrekang. Metode yang digunakan adalah penyelubungan benih padi dengan tepung cendawan endofit. Cendawan endofit yang digunakan yaitu Penicilliumsp, Aspergillus sp dan Aspergillus niger. Pembanding (kontrol) adalah tanaman yang tidak diberi perlakuan cendawan endofit. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok, terdiri atas 8 perlakuan yang diulang 3 kali.  Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, panjang akar, berat kering tajuk, dan berat kering akar. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA pada taraf 5% dan uji lanjut Duncan. Ketiga cendawan endofit  yaitu Penicillium sp, Aspergillus sp dan Aspergillus niger berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, panjang akar, berat kering akar dan berat kering tajuk padi Pulu Lotong dan Pulu Mandoti. Penicillium sp memberikan hasil terbaik terhadap jumlah anakan, panjang akar dan berat kering akar. Aspergillus niger memberikan hasil terbaik terhadap tinggi tanaman, berat kering tajuk.syamsiatayibe@yahoo.co.id
PENGARUH PENAMBAHAN FUKOIDAN PADA PAKAN TERHADAP RESPON IMUN NON SPESIFIK INDUK IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) Sani, Asrianti; Dahlia, Dahlia; Amrullah, Amrullah; Yuliadi, Yuliadi
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.341 KB)

Abstract

Penelitian ini  bertujuan  untuk melihat  pengaruh  bahan aktif fukoidan  komersil pada berbagai dosis terhadap respon  kekebalan induk  nila (Oreochromis niloticus).  Disain penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas 4 perlakuan (A = pakan + fukoidan komersil 0% sebagai kontrol; B = pakan + fukoidan komersil 0,1%; C = pakan + fukoidan komersil 0,2%; dan D  = pakan + fukoidan komersil 0,3%) masing-masing  diulang sebanyak  2  kali. Hasil  penelitian menunjukkan penambahan fukoidan komersil dalam pakan akan meningkatkan respon kekebalan non spesifik pada induk ikan nila. Nilai respon kekebalan tertinggi diperoleh  pada konsentrasi fukoidan komersil  0,3 %, dengan kadar haematokrit  38.8000±2.92, indeks fagositik  32.1833±3.29,  total leukosit  142.67±58.97 sel/mm3, diferensial leukosit terdiri atas limfosit 90.2333±0.87%, monosit 6.0500±0.40%, dan neutrofil 24.9500±6.08%.

Page 1 of 18 | Total Record : 172