cover
Filter by Year
JURNAL GALUNG TROPIKA
Jurnal Galung Tropika dengan nomor p-ISSN 2302-4178 (cetak) dan e-ISSN 2407-6279 (online) adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan hasil penelitian di bidang Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Biologi Tanaman. Serta menyajikan informasi hasil penelitian dan artikel ilmiah untuk pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia yang dipublikasikan secara elektronik dan cetak.
Articles
162
Articles
‚Äč
TUMBUHAN LIAR BERKHASIAT OBAT DI DATARAN TINGGI KABUPATEN ENREKANG

Jafar, Jusmiati ( Universitas Muhammadiyah Parepare ) , Djollong, Andi Fitriani ( Universitas Muhammadiyah Parepare )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tumbuhan memiliki sejuta manfaat termasuk untuk penyembuhan berbagai penyakit. Ramuan obat-obatan tradisional hampir semua berasal dari tumbuh-tumbuhan dapat tumbuh diberbagai daerah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis, cara pengolahan, dan manfaat tumbuhan liar yang berkhasiat obat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara, data sekunder dengan studi literatur, pengambilan sampel tumbuhan, dan pembutan herbarium. Data selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa tumbuhan liar yang berkhasiat obat di Desa Pebaloran, Kecamatan Curio, Kabupaten Enrekang. Jenis tumbuhan tersebut adalah Bayam Duri (Amaranthus spinosus), Putri Malu (Mimosa pudica), dan Pegagan (Centella asiatica). Manfaat herbal bayam duri yaitu mengobati bisul, wasir, gusi berdarah, meringankan demam dan dapat melancarkan ASI. Herbal Putri Malu akar untuk penderita diabetes sedangkan daun dapat menyembuhkan batuk, mengobati hepatitis dan mengatasi insomnia. Herbal Pegagan untuk melancarkan peredaran darah, mengobati demam, membantu mengatasi alergi dan sebagai obat kesuburan. Organ tumbuhan yang sering dijadikan obat yaitu daun (Folium), selain itu organ lain yang dapat digunakan yaitu umbi, akar, buah atau seluruh bagian tumbuhan dapat digunakan.

LAJU PENGERINGAN CHIPS MOCAF MENGGUNAKAN CABINET DRYER

Sushanti, Gusni ( Politeknik Pertanian Negeri Pangkep ) , Sirwanti, Sirwanti ( STKIP Muhammadiyah Bone )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tujuan penelitian ini mengetahui untuk mengetahui karakterisasi pengeringan chips mocaf semi kering, berdasarkan persamaan koefisien laju pengeringan (k) pada berbagai temperatur dan kadar air setimbang. Penelitian mengenai temperatur pengeringan pada chips mocaf masih sedikit dilakukan. Pengeringan yang tidak tepat akan mempengaruhi proses penepungan. Alat pengering yang digunakan adalah pengering tipe rak dengan sumber panas dari kompor gas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor variabel yaitu waktu dan temperatur pengeringan. Variabel waktu yang digunakan adalah tiga taraf yaitu 1 jam, 2 jam dan 3 jam, sedangkan variabel temperatur yang digunakan juga 3 taraf yaitu 60ļC, 70ļC dan 80ļC. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggali informasi efisiensi waktu dan temperatur pengeringan terhadap kadar air chips mocaf. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan microsoft excel untuk mencari laju pengeringan, kadar air setimbang dan konstanta laju pengeringan dengan menggunakan persamaan regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur optimal yang diperoleh adalah 70ļC. Konstanta laju pengeringan puncak diperoleh pada suhu 70ļC yaitu 1,51 dengan kadar air kesetimbangan sesuai dengan syarat SNI yaitu ?13% yaitu 7,03. Nilai koefisien regresi (R2) juga menunjukkan korelasi yang sangat baik (>0,95) yaitu 0,998.

KESESUAIAN LAHAN BUDIDAYA IKAN KERAPU (Epinephelus sp.) SISTEM KERAMBA JARING APUNG DI KECAMATAN MONANO

Ngabito, Meriyanti ( Universitas Gorontalo ) , Auliyah, Nurul ( Universitas Gorontalo )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pemanfaatan sumberdaya alam pesisir yang optimal seharusnya dilakukan pada lokasi-lokasi yang sesuai. Perairan Kecamatan Monano sebagai salah satu wilayah yang memiliki sumberdaya pesisir dan laut yang cukup melimpah sangat potensial untuk pengembangan budidaya laut khususnya untuk budidaya ikan Kerapu (Epinephelus sp.) pada Keramba Jaring Apung (KJA). Informasi berupa data mengenai kelayakan lokasi yang menjadi salah satu faktor penentu berhasil tidaknya suatu usaha budidaya belum tersedia. Oleh karena itu perlu adanya kajian ilmiah yang bertujuan untuk menganalisis kesesuaian lahan budidaya Ikan Kerapu sistem Keramba Jaring Apung (KJA) di Kecamatan Monano. Pengambilan data dilakukan pada delapan stasiun yang ditentukan secara purposive sampling dari pengamatan secara langsung di lapangan dan pengamatan kualitatif melalui interpretasi image satellite google Kecamatan Monano Kabupaten Gorontalo Utara, sehingga diperoleh gambaran umum lokasi dan kondisi biofisik perairan. Pengukuran parameter lingkungan dan kualitas air dilakukan secara insitu dan analisis laboratorium. Pengambilan sampel air dilakukan sesuai petunjuk Effendi (2003). Analisis data menggunakan modifikasi matriks kesesuaian, indeks kesesuaian dan kelas kesesuaian kemudian dianalisis secara spasial dengan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) menggunakan program Arc GIS 10.3.1. Berdasarkan peta kesesuaian lahan, diperoleh luas lahan yang sangat sesuai untuk budidaya ikan kerapu sistem keramba jaring apung adalah 417 ha. Sedangkan yang cukup sesuai adalah 2496 ha.

EFEK LAMA PENYIMPANAN FERMENTASI JERAMI PADI OLEH TRICHODERMA SP TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN DAN SERAT KASAR

Tala, Selfin ( Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian YAPI Bone ) , Irfan, Muhammad ( Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian YAPI Bone )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Berbagai inovasi dan teknologi diperlukan untuk meningkatkan kualitas pakan serta mempertahankan ketersediaan pakan sehingga produksi ternak dapat ditingkatkan. Pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan merupakan suatu alternatif dalam meningkatkan ketersediaan pakan sepanjang tahun. Produksi limbah tanaman pangan sangat terkait dengan musim panen dari masing-masing komoditi tanaman pangan. Hambatan pemanfaatan jerami padi secara luas sebagai sumber pakan ternak adalah rendahnya nilai nutrisi bila dibandingkan dengan hijauan pakan.† Proses lignifikasi pada struktur jaringan penyangga jerami padi menyebabkan kecernaan serat kasarnya didalam rumen rendah. Hal tersebut dapat diperbaiki dengan teknologi untuk meningkatkan nilai nutrisi jerami padi. Disadari bahwa limbah tanaman pangan (seperti jerami padi) yang akan dimanfaatkan sebagai pakan ternak harus segera mungkin disimpan (diawetkan) guna menghindari kehilangan nilai nutrisinya. Fermentasi jerami padi dengan menggunakan Trichoderma sp akan menghasilkan inovasi pakan ternak yang dapat menjadi pakan alternatif bagi peternak. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan hasil fermentasi jerami padi oleh Trichoderma sp terhadap kandungan protein kasar dan serat kasar. Ini inovasi baru dalam pemanfaatan Trichoderma sp untuk fermentasi jerami padi. Berdasarkan Hasil Penelitian menunjukkan fermentasi jerami padi memiliki kandungan protein kasar sebesar 6,05 % dengan lama penyimpanan fermentasi 3 minggu. Kandungan serat kasar terendah yaitu 28,26% pada lama penyimpanan fermentasi 2 minggu. Disimpulkan bahwa fermentasi dengan Trichoderma sp tidak dapat meningkatkan atau menurunkan nilai gizi secara keseluruhan. Fermentasi dengan lama 3 minggu †mampu menaikkan kadungan protein kasar dan menurunkan bahan kering pada jerami padi.

KERAGAAN PEMASARAN BUAH NAGA (Hylocereus costaricensis) DENGAN PENDEKATAN STRUCTURE, CONDUCT AND PERFORMANCE (SCP)

B., Sumarni ( Universitas Muhammadiyah Makassar ) , Arwati, Sitti ( Universitas Muhammadiyah Makassar )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemasaran buah naga melalui saluran pemasaran yang diterapkan serta menganalisis efisiensi pemasaran secara analisis Market structure, Market conduct, dan Market performance (diukur dari margin pemasaran, farmerís share, dan rasio keuntungan atas biaya). Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Toili Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah, dengan responden petani 15 orang, pedagang pengumpul 4 orang, pedagang besar I sebanyak 4 orang, pedagang besar II sebanyak 5 orang dan pedagang pengecer 30 orang (pengecer kaki lima dari Sulawesi Tengah 5 orang, dari Makassar 5 orang, supermarket 10 orang, warkop dan cafe 5 orang, serta gerai 5 orang). Penelitian menggunakan analisis deskriptif, analisis marjin, analisis farmerís share, analisis rasio, dan analisis efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan pemasaran buah naga menggunakan 6 saluran pedagang pengumpul. Pedagang besar I dan pedagang besar II memiliki persaingan secara oligopoly, sedangkan pedagang pengecer memiliki persaingan secara monopolistik. Marjin pemasaran yang paling kecil adalah saluran pemasaran yang kedua dan ketiga. Besar marjin yang adalah Rp. 10.000/kg. Marjin yang paling besar adalah saluran pemasaran keenam dengan marjin sebesar Rp. 111.000/kg. Farmerís Share yang paling besar diperoleh petani adalah saluran pemasaran pertama, dengan share 100%, dan yang paling kecil adalah saluran keenam yang memiliki share 11,90% terhadap petani. Saluran pemasaran pertama tidak ada biaya pemasaran. Petani menjual langsung kepada konsumen. Sedangkan rasio yang paling tinggi atas biaya-biaya yang digunakan adalah saluran pemasaran keenam sebesar 15,82%. Saluran pemasaran yang efisien ada empat, yaitu saluran pemasaran pertama (0%), kedua (2,17%), ketiga (2,4%) dan keempat (3,33%).

KANDUNGAN SELLULOSA, HEMISELLULOSA DAN LIGNIN PAKAN KOMPLIT BERBASIS TONGKOL JAGUNG YANG DISUBSTITUSI Azolla pinnata PADA LEVEL YANG BERBEDA

Fitriani, Fitriani ( Universitas Muhammadiyah Parepare ) , Rauf, Juliawati ( Universitas Muhamamdiyah Parepare ) , Novieta, Intan Dwi ( Universitas Muhamamdiyah Parepare ) , R, Muh. Syahril ( Universitas Muhammadiyah Parepare )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pemanfaatan limbah pertanian seperti tongkol jagung menjadi solusi untuk mengatasi masalah pakan. Azolla pinnata juga merupakan salah satu tanaman paku dan dianggap gulma oleh petani. Tanaman ini memiliki potensi sebagai pakan bagi ternak ruminansia, ketersediaan yang tinggi serta kandungan nutrisi yang cukup baik merupakan pertimbangan penggunaannya sebagai pakan ternak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kandungan serat pada pakan yang diberi Azolla pinnata dengan level yang berbeda. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan dan diulang tiga kali sehingga terdapat 9 satuan percobaan. Peubah yang diamati untuk melihat respon terhadap perlakuan yang diberikan adalah kandungan sellulosa, hemisellulosa dan lignin yang dianalisis menggunakan metode analisis Van-Soest. Hasil analisis ragam pakan komplit berbasis tongkol jagung dengan penambahan Azolla sebagai pakan ternak ruminansia berpengaruh sangat nyata (P>0,05) terhadap kandungan sellulosa, hemisellulosa dan lignin. Kandungan sellulosa yang diperoleh berkisar antara 18,67% sampai dengan 22,42%. Kandungan hemisellulosa pakan komplit berkisar antara 25,60% - 28,40% sedangkan kandungan lignin berkisar antara 8,60% - 9,40%.

PENAMBAHAN TEPUNG IKAN CAKALANG SEBAGAI SUMBER PROTEIN PADA PEMBUATAN BUBUR TALAS INSTAN

Yulianti, Yulianti ( Universitas Gorontalo )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Talas merupakan pangan yang mengandung karbohidrat† tinggi yaitu 70-80% namun kurang termanfaatkan. Salah satu produk olahan yang bisa menggunakan talas sebagai bahan baku yaitu bubur instan. Kandungan karbohidrat yang tinggi pada talas sangat cocok untuk dijadikan sebagai sumber energi. Disisi lain talas mengandung komponen gizi seperti protein, vitamin, dan gizi lain yang sangat sedikit sehingga perlu dilakukan penambahan dari bahan lain untuk menghasilkan produk olahan yang bergizi. Penambahan sumber protein dapat dilakukan dengan menambahkan tepung ikan cakalang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 4 perlakuan, yaitu tepung talas 100 g;† tepung talas 90 g, tepung : ikan cakalang 10 g;† tepung talas 80 g : tepung ikan cakalang 20 g; dan† tepung talas 70 g : tepung ikan cakalang 30 g. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan dengan tepung talas 70 g dan tepung ikan cakalang 30 g adalah perlakuan terbaik dengan komposisi gizi kadar air 11,53%, kadar protein 3,79%, kadar lemak 2,30%, kadar abu 5,64%, kadar serat kasar 1,49%, kadar karbohidrat 44,43%. Selain itu disukai oleh panelis dari segi rasa, warna, aroma, dan tekstur.

PENERAPAN FUNGSI MANAJEMEN PERENCANAAN PEMBENIHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) UNTUK MENGHASILKAN BENIH IKAN YANG BERKUALITAS

Sumarni, Sumarni ( Penyuluh Perikanan Kementrian Kelautan dan Perikanan Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pesatnya perkembangan budidaya ikan air tawar diperlukan upaya untuk meningkatkan produksi perikanan budidaya, khususnya pembesaran ikan. Maka diperlukan jaminan ketersediaan pasokan benih yang berkesinambungan, utamanya benih ikan nila. Olehnya itu, diperlukan adanya penerapan fungsi-fungsi manajemen pada pembenihan Ikan Nila (Oreochromis niloticus), untuk memberikan pasokan benih ikan yang berkualitas dan berkesinambungan. Metode penelitian meliputi observasi atau pengamatan langsung, wawancara, partisipasi aktif di lapangan, dan studi pustaka. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan mendeskripsikan hasil penelitian. Produksi benih ikan merupakan seperangkat prosedur untuk menghasilkan benih ikan mulai dari perencanaan sampai dengan benih siap dipasarkan, sehingga perlu adanya kegiatan manajemen agar dapat mengarahkan dan mengatur kegiatan produksi memperoleh hasil maksimal dengan cara efektif dan efisien. Penerapan fungsi manajemen perencanaan pada pembenihan ikan nila (Oreochromis niloticus) meliputi perencanaan persiapan kolam pemeliharaan induk, proses pematangan gonad, survival rate/kelangsungan hidup, pemijahan, pemanenan larva, pendederan, dan panen. Selain itu fungsi pelaksanaan dan pengawasan meliputi: Seleksi induk ikan nila, pemberian pakan, pemijahan, pemenenan larva, pendederan, dan kegiatan pasca panen.

ANALISIS PENDAPATAN USAHA PENGGILINGAN DAGING DI KECAMATAN SERUYAN HILIR, KABUPATEN SERUYAN

Saputra, Eko ( universitas Darwan Ali )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.755 KB)

Abstract

Peningkatan pendapatan usaha penggilingan daging membutuhkan berbagai informasi terkait dengan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan dan produktivitas. Faktor penting dalam pengelolaan sumberdaya produksi adalah faktor alam, modal, tenaga kerja, dan faktor manajemen. Tujuan penelitian untuk menganalisis tingkat pendapatan usaha penggilingan daging di Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian dilakukan di Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan. Pemilihan responden pada penelitian ini adalah 6 orang tenaga kerja dari 3 usaha penggilingan daging yang diambil secara acak sederhana (simple random sampling) dari daftar usaha penggilingan daging yang ada di Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dan kuantitatif berdasarkan data primer dan sekunder dari hasil penelitian. Untuk menganalisis pendapatan usaha dilakukan pencatatan terhadap seluruh penerimaan dan pengeluaran (biaya) dalam satu bulan pada bulan Juli hingga bulan Agustus tahun 2017. Pendapatan usaha merupakan hasil pengurangan antara penerimaan dengan biaya yang dikeluarkan. Penerimaan berasal dari total produksi dikalikan dengan harga jual jasa. Pengeluaran biaya pada penelitian ini terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan usaha penggilingan daging ‚??Usaha Bersama‚?Ě lebih besar dibandingkan dengan pendapatan penggilingan daging ‚??Sumber Rejeki‚?Ě, dan ‚??Ortomoro Group‚?Ě. Usaha penggilingan daging ‚??Usaha Bersama‚?Ě, ‚??Sumber Rejeki‚?Ě, dan ‚??Ortomoro Group‚?Ě layak dan menguntungkan untuk diusahakan dan dikembangkan (rasio R/C > 1).

PENGGUNAAN KLON ENTRES SAMBUNG PUCUK DENGAN LAMA PERENDAMAN AIR KELAPA MUDA TERHADAP PERSENTASE DAN TINGGI TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L.)

Sapri, Sapri ( Program Studi Argroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare ) , Yunarti, Yunarti ( Jurusan Agribisnis Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan ) , Rahim, Iradhatullah ( Program Studi Argroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare ) , Suherman, Suherman ( Program Studi Argroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.227 KB)

Abstract

Kakao menjadi komoditi ekspor Indonesia, namun belakangan ini mengalami penurunan produksi. Salah satu bentuk peningkatan produksi adalah peremajaan dengan sambung pucuk. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat keberhasilan dan pertumbuhan tanaman sambung pucuk menggunakan hormon tumbuh alami air kelapa muda pada berbagai klon entris kakao. Metode yang digunakan adalah faktorial dengan rancangan dasar acak kelompok, terdiri dari waktu perendaman air kelapa muda (0, 1, 2, dan 3 jam), serta entri kakao (Sulawesi 1, Sulawesi 2, dan ICCRI 04). Parameter yang diamatai adalah persentase keberhasilan dan tinggi tanaman. Interaksi antar perlakuan lama perendaman hormon tumbuh air kelapa muda dengan berbagai entris tidak berpengaruh nyata terhadap persentase keberhasilan dan tinggi tanaman bibit kakao, tetapi berpengaruh nyata terhadap masing-masing perlakuan. Persentase keberhasilan sambung pucuk dan tinggi tanaman yang terbaik diperoleh pada perendaman 3 jam. Persentase keberhasilan dan tinggi tanaman yang terbaik pada lama perendaman 3 jam dan klon entris Sulawesi 1.