cover
Filter by Year
JURNAL GALUNG TROPIKA
Jurnal Galung Tropika dengan nomor p-ISSN 2302-4178 (cetak) dan e-ISSN 2407-6279 (online) adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan hasil penelitian di bidang Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Biologi Tanaman. Serta menyajikan informasi hasil penelitian dan artikel ilmiah untuk pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia yang dipublikasikan secara elektronik dan cetak.
Articles
153
Articles
PENGGUNAAN KLON ENTRES SAMBUNG PUCUK DENGAN LAMA PERENDAMAN AIR KELAPA MUDA TERHADAP PERSENTASE DAN TINGGI TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L.)

Sapri, Sapri ( Program Studi Argroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare ) , Yunarti, Yunarti ( Jurusan Agribisnis Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan ) , Rahim, Iradhatullah ( Program Studi Argroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare ) , Suherman, Suherman ( Program Studi Argroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kakao menjadi komoditi ekspor Indonesia, namun belakangan ini mengalami penurunan produksi. Salah satu bentuk peningkatan produksi adalah peremajaan dengan sambung pucuk. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat keberhasilan dan pertumbuhan tanaman sambung pucuk menggunakan hormon tumbuh alami air kelapa muda pada berbagai klon entris kakao. Metode yang digunakan adalah faktorial dengan rancangan dasar acak kelompok, terdiri dari waktu perendaman air kelapa muda (0, 1, 2, dan 3 jam), serta entri kakao (Sulawesi 1, Sulawesi 2, dan ICCRI 04). Parameter yang diamatai adalah persentase keberhasilan dan tinggi tanaman. Interaksi antar perlakuan lama perendaman hormon tumbuh air kelapa muda dengan berbagai entris tidak berpengaruh nyata terhadap persentase keberhasilan dan tinggi tanaman bibit kakao, tetapi berpengaruh nyata terhadap masing-masing perlakuan. Persentase keberhasilan sambung pucuk dan tinggi tanaman yang terbaik diperoleh pada perendaman 3 jam. Persentase keberhasilan dan tinggi tanaman yang terbaik pada lama perendaman 3 jam dan klon entris Sulawesi 1.

ANALISIS SENYAWA FORMALDEHID (FORMALIN) PADA DAGING AYAM DI KOTA MAKASSAR

Sukmawati, Sukmawati

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pemenuhan gizi yang harus diperhatikan adalah ketersediaan pangan atau ketahanan pangan (food security) dan keamanan pangan (food safety). Hal ini berarti makanan harus tersedia dalam jumlah cukup dan juga harus aman untuk dikonsumsi, seperti bebas dari zat pengawet yang berbahaya dalam hal ini formalin serta bebas dari cemaran mikroba patogen. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis senyawa formaldehid (formalin) pada daging ayam di kota Makassar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes kit formalin, jumlah sampel yang dianalisis sebanyak 13 sampel yang diambil secara random pada tiap populasi. Hasil dari penelitian ini ialah dari tiga belas sampel yang diuji, semuanya negatif atau tidak mengandung formalin,  dengan kata lain sebaran daging ayam di kota Makassar termasuk kategori bebas dari pengawet formalin tersebut sehingga layak konsumsi oleh konsumen.

SUBTITUSI PAKAN TEPUNG DAUN KELOR TERHADAP PERTUMBUHAN SINTASAN DAN KONVERSI PAKAN BENIH IKAN NILA

Maslang, Maslang ( Universitas Muhammadiyah Parepare ) , Malik, Andi Adam ( Universitas Muhammadiyah Parepare ) , Sahabuddin, Sahabuddin ( Universitas Muhammadiyah Parepare )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penggunaan subtitusi tepung daun kelor sebagai pakan terhadap sintasan dan konversi pakan benih ikan Nila (Oreocrhomis niloticus). Penelitian ini dilaksanakan di Balai Benih Ikan Pangkajene Kabupaten Sidenreng Rappang Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan keramba waring yang ditempatkan secara acak dalam satu kolam. Perlakuan terdiri atas 5 perlakuan, yaitu 100% pakan komersil dengan subtitusi tepung daun kelor terdiri dari 25%, 50%, 75% dan 100%. Parameter yang diukur adalah sintasan dan konversi pakan benih ikan Nila. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan subtitusi tepung daun kelor 75% diperoleh nilai tertinggi untuk sintasan (99%) dan terendah pada konversi pakan (1,22 g). Penggunaan subtitusi tepung daun kelor memberi hasil terbaik untuk sintasan dan konversi pakan benih ikan Nila yaitu dengan kandungan tepung daun kelor sebesar 75%. Disarankan untuk tidak melebih batas penggunaan subtitusi tepung daun kelor agar memberikan pertumbuhan yang baik pada benih ikan Nila.

IDENTIFIKASI KOMBINASI BIOCHAR DAN KOMPOS LIMBAH TANAMAN PANGAN TERHADAP DINAMIKA SIFAT KIMIA TANAH

Sukmawati, Sukmawati ( Universitas Muhammadiyah Parepare ) , Harsani, Harsani ( Universitas Muhammadiyah Parepare )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Degradasi lahan menyebabkan kesuburan tanah menurun. Indikasi kesuburan tanah adalah kandungan bahan organik tanah. Bahan organik tanah merupakan kunci utama kesehatan tanah baik fisik, kimia maupun biologi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat jenis komposisi biochar dan kompos yang dapat memperbaiki sifat kimia tanah yaitu C-Organik, P, N, KTK dan pH. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Agustus 2017 di lahan kebun percobaan Fakultas Petanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare dan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Universitas Hasanuddin.Penelitian dilakukan dalam bentuk percobaan di lapangan yang terdiri dari dua perlakuan yaitu jenis biochar dan jenis kompos dari limbah tanaman pangan. Biochar terdiri atas biochar sekam padi, biochar tongkol jagung dan biochar kacang tanah. Kompos yang terdiri atas: kompos jeramai padi, kompos berangkasan jagung dan kompos berangkasan kacang. Kombinasi perlakuan biochar dengan kompos, kemudian dimasukkan kedalam lubang biopori Analisis menggunakan metode deskriptif dengan membandingkan hasil analisis kimia tanah antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kandungan C-organik dalam tanah tertinggi  diperoleh pada kombinasi biochar sekam padi dan kompos berangkasan jagung. Peningkatan  kandungan P tersedia dalam tanah tertinggi pada  kombinasi biochar kulit kacang tanah dengan kompos berangkasan jagung. Persentase N tertinggi dalam tanah pada kombinasi biochar jerami padi dan kompos berangkasan kacang tanah,  KTK dan pH tanah tidak dipengaruhi oleh jenis kombinasi biochar dan kompos limbah tanaman pangan.

PENGARUH SUHU DAN WAKTU EKSTRAKSI IKAN TOMAN (Channa micropeltes) MENJADI SERBUK ALBUMIN

Fitriyani, Evi ( Perikanan polnep ) , Deviarni, Ika Meidy ( program studi teknologi pengolahana hasil perikanan politeknik negeri pontianak )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh suhu dan waktu ekstraksi ikan toman sehingga akan menghasilkan kualitas serbuk albumin yang baik secara fisik dan kimia. Metode yang digunakan dalam proses ekstraksi ikan toman adalah menggunakan sistem pengukusan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah acak lengkap faktorial dengan 2 faktor yaitu suhu 70°C (A1), 80°C (A2) dan 90°C (A3) dan waktu pemanasan 25 menit (B1), 30 menit (B2) dan 35 menit (B3). Hasil penelitian menunjukkan kualitas crude ikan toman dengan perlakuan A1B1 (suhu 70oC dengan waktu 25 menit) merupakan perlakuan terbaik. Hal ini ditunjukkan dari nilai kadar albumin yang tinggi yaitu sekitar 0.0098 g/dl. Hal inilah yang membuktikan kandungan albumin ikan toman mempunyai kelebihan yang sama dengan ikan gabus. Selanjutnya, perlakuan terbaik yang dihasilkan dijadikan serbuk albumin. Hasil analisa kandungan protein sekitar 53,17%; kadar lemak 8,45%; kadar air 8,04%; kadar abu 8,36%; kadar karbohidrat 21,98%; kadar Zn 0,33 mg/L. Uji hedonic serbuk albumin yaitu kenampakan sekitar 7,0 (suka); warna sekitar 5,8 (agak suka); dan bau sekitar 4,6 (biasa). Hasil analisa fisik dan kimiawi serbuk albumin ikan toman yang terbaik memiliki kandungan protein tinggi dan kadar lemak yang tinggi. Hasil pengujian hedonic serbuk albumin yaitu kenampakan yang dihasilkan masih dalam bentuk granula sedikit kasar, warna kecoklatan dan masih tercium aroma amis ikan.

KADAR PROTEIN TEPUNG CEKER AYAM DAN TINGKAT KESUKAAN BISKUIT DENGAN SUBTITUSI TEPUNG CEKER

Rasbawati, Rasbawati ( Universitas Muhammadiyah Parepare ) , Rauf, Juliawati ( Universitas Muhammadiyah Parepare )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pemanfaatan kaki ayam di Indonesia atau lebih dikenal dengan sebutan ceker ayam  pada umumnya hanya digoreng, dimasak untuk campuran sup, campuran sayur, bubur, dibuat krecek rambak, direbus untuk diambil kaldunya, atau digunakan sebagai campuran makanan hewan. Hal ini terjadi karena kurangnya informasi dan ketersediaan teknologi pengelolaan yang tepat serta manfaat produk kaki ayam yang dihasilkan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kandungan protein tepung ceker ayam dan mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap biskuit yang disubtitusi tepung ceker ayam. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare pada bulan Juli-Agustus 2017. Penelitian  dilakukan dalam tiga  tahap. Tahap pertama proses pembuatan tepung ceker ayam dan analisis kimianya. Tahap kedua adalah menentukan persentase yang tepat  pada proses pembuatan biskuit dengan subtitusi tepung  ceker ayam. Tahap ketiga adalah menentukan tingkat kesukaan biskuit yang paling disukai oleh panelis berdasarkan peubah warna dan  tekstur. Tahap ketiga  diuji mengggunakan metode hedonic berskala 1-5 menggunakan 20 panelis semi terlatih. Alat dan bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah oven, wadah plastik, ayakan, pisau, dan rolling pin, tepung terigu protein rendah, air, gula pasir, telur, margarin, susu bubuk, baking powder, kertas label, kemasan plastik, vanili dan air. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (ANOVA) program SPSS Versi 16 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung ceker ayam memiliki kadar protein yang sangat tinggi yaitu 49,36%.  Tingkat kesukaan panelis atas variabel  warna dan tekstur, yaitu biskuit dengan subtitusi tepung ceker ayam dengan level 5%.

THE IGNORANCE OF INDIGENEOUS PROPERTY RIGHTS THROUGH THE RESETTLEMENT PROGRAM IN INDONESIA

Arifah, Arifah ( POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PANGKEP ) , Mutmainnah, Mutmainnah ( Politeknik Pertanian Negeri Pangkep )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Based on consideration of the inequality of population distribution between the island of Java, Indonesias population policy focused on the equal distribution of the population with the application of transmigration policies. Transmigration policy in Indonesia is not only about population policy, but also is part of a strategy for economic modernization and the introduction of plantation markets outside Java. The purpose of this study was to analyze the impact of transmigration policies on the environment and local residents. This research is a descriptive study by trying to describe the impact of the population equalization policy in Indonesia. Based on this research shows that the ecological impact arising from this transmigration policy is deforestation and contributes greatly to the loss of forest areas. In addition, this population policy has an impact on the local population. The most common social conflict between local residents and transmigrants is the marginalization and loss of local culture, competition in business aspects and lack of concern from the government for local residents.

PENENTUAN STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) PADA DODOL JEWAWUT

Indrastuti, Indrastuti ( Universitas Sulawesi Barat ) , Damrah, Fatmawaty ( West Sulawesi University )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Jewawut merupakan sejenis serealia berbiji kecil yang populer sebagai makanan pokok di beberapa wilayah di Indonesia seperti Sulawesi Barat, Pulau Buru, Nusa Tenggara Timur, dan Jawa Tengah. Jewawut juga merupakan sumber bahan pangan keenam setelah gandum, beras, jagung, barley, dan sorgum. Salah satu produk hasil olahan jewawut yang sangat diminati oleh masyarakat Sulawesi Barat adalah Dodol Jewawut. Tujuan pelaksanaan penelitian adalah untuk merancang Standard Operating Procedure (SOP) pada proses produksi dodol jewawut  dan  pada bahan baku, peralatan, tenaga kerja dan ruang produksi dodol jewawut. Hasil penelitian menunjukkan SOP produksi meliputi pemilihan bahan baku dan proses produksi dodol. Sedangkan untuk SOP bahan baku, peralatan, tenaga kerja dan ruang produksi dodol terdapat 5 standarisasi yaitu bahan baku (biji jewawut) dengan 7 kriteria, air dengan 7 kriteria, peralatan yang digunakan dengan 7 kriteria, sanitasi pekerja dengan 7 kriteria dan sanitasi ruangan produksi dengan 4 kriteria. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa SOP dodol jewawut mulai proses produksi hingga pengemasan, pada UKM dodol di Desa Pambusuang. SOP ini disusun untuk menjaga kualitas dan kestabilan produk. SOP yang dihasilkan terdiri dari: SOP Bahan baku, Produksi, Peralatan, Pekerja dan Ruang produksi.

PERBANDINGAN BERBAGAI BAHAN PENGIKAT DAN JENIS IKAN TERHADAP MUTU FISH NUGGET

Asrawaty, Asrawaty ( Universitas Alkhairaat )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Salah satu kebutuhan masyarakat perkotaan saat ini adalah tersedianya bahan makanan yang praktis, yaitu yang bersifat ready to cook (siap untuk dimasak) dan ready to eat (siap untuk dimakan). Ready of cook artinya hanya membutuhkan sedikit waktu untuk menyiapkan makanan. Salah satu bentuk makanan yang bersifat ready to cook adalah nugget. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan berbagai bahan pengikat dan jenis ikan yang berbeda dalam menghasilkan mutu fish nugget dengan mutu fisik, kimia dan mutu organoleptik yang baik. Penelitian ini menggunakan  Rancangan Faktorial dengan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri atas 2 faktor. Faktor pertama adalah jenis bahan pengikat, meliputi: Tepung Terigu; Tepung Tapioka; Tepung Maizena dan Tepung Kentang. Faktor kedua adalah jenis ikan, yaitu: Ikan Tongkol dan Ikan Tenggiri. Setiap perlakuan diulang sebanyak 2 kali. Peubah yang diamati meliputi kadar air, lemak, protein, abu, serat kasar, karbohidrat dan uji kekerasan. Untuk melihat perbandingannya maka dilakukan pengamatan terhadap nugget sebelum dan setelah digoreng. Selain itu, dilakukan pengamatan terhadap uji organoleptik dan uji daya serap minyak. Data pengamatan dianalisis menggunakan uji F kemudian dilanjutkan dengan uji Tukey Honestly Significant Difference (Tukey-HSD) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan tepung maizena dan ikan tenggiri disukai oleh panelis (memiliki sifat fisik empuk dan penyerapan minyak rendah) dan sifat kimia (KA 56.80%, Protein 19.54%, Kadar Lemak 4.55% dan Karbohidrat 17.58%) memenuhi syarat mutu Nuget Standar Nasional Indonesia No.01-6683-2002.

KARAKTER AGRONOMI TANAMAN PADI GOGO PADA BERBAGAI WAKTU APLIKASI EKSTRAK REBUNG BAMBU

Jumardin, Jumardin ( Universitas Alkhairaat Palu ) , Sayani, Sayani ( Universitas Alkhairaat Palu )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan pupuk organik yang tepat dalam meningkatkan produksi padi Gogo di lahan sub optimal kering. Selain itu untuk mendapatkan waktu aplikasi ekstrak rebung bambu yang tepat pada tanaman padi Gogo. Diharapkan dapat memperluas pengelolaan lahan kering dalam meningkatkan produksi padi Gogo. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan pengelompokkan berdasarkan aliran air. Adapun waktu aplikasi perlakuan yaitu: tanpa ekstrak rebung bambu, 14 hari Setelah Tanam, dan 28 hari Setelah Tanam. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan berbagai waktu aplikasi ekstrak rebung bambu berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi Gogo. Aplikasi pada 28 HST memberikan pengaruh terbaik terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, panjang malai, jumlah bulir per malai, jumlah anakan produktik, umur berbunga, berat basah dan berat kering tanaman padi gogo.