cover
Filter by Year
Madaniyah
Published by STIT Pemalang
Jurnal Madaniyah merupakan salah satu jurnal ilmiah dari STIT Pemalang yang memiliki fokus kajian tentang pendidikan, sosial dan keagamaan. Pada masing-masing edisi yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun, diangkat tema-tema kajian yang berbeda sesuai dengan isu-isu yang berkembang. Jurnal ini dimaksudkan sebagai sarana komunikasi dan publikasi karya ilmiah ilmu pendidikan dan ke-Islaman, melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian yang megacu pada pola induk pengembangan ilmiah STIT Pemalang; penyebarluasan hasil-hasil penelitian dan pengabdian di bidang pendidikan Islam; penerapan hasil-hasil penelitian melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan kontribusi pada pengembangan pendidikan Islam.
Articles
91
Articles
Melacak jejak kebudayaan Nusantara, membangun semangat ke Bhineka Tunggal Ika an

Darmoko, Puji Dwi

Madaniyah Vol 8, No 2 (2018): Madaniyah (Edisi Agustus 2018)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Cikal bakal nenek moyang bangsa Indonesia ditengarai sebagai keturunan hasil percampuran ras Mongolia, Kaukasoid dan Negrito, sebagai manusia bertradisi benua yang kemudian berganti tradisi kepulauan pasca zaman es,  jauh sebelum masehi di masa prasejarah. Berdasarkan studi Universitas Leeds dan diterbitkan dalam bulan Mei 2008,  Molecular Biology and Evolution,sebagian besar dari garis-garis DNA mitokondria (diwarisi oleh keturunan perempuan) telah berkembang di kawasan pulau Asia Tenggara  untuk jangka waktu yang lebih lama, yaitu  sejak manusia modern tiba sekitar 50.000 tahun yang lalu. Temuan itu membentuk kesimpulan terbaru yang  membantah teori sebelumnya yang menyebut bahwa ada jalur majemuk migrasi nenek moyang bangsa Asia, yakni melalui jalur utara dan jalur selatan, serta membantah bahwa bangsa Asia Tenggara (yang berbahasa Austronesia) berasal dari Taiwan. Hal tersebut dibuktikan dengan berkembangnya teknologi maritim nenek moyang bangsa Indonesia yang  jauh lebih canggih dari Eropa pada masa yang sama, jejak budaya penduduk kawasan Nusantara ini menyebar di seluruh kawasan lautan Hindia Belanda dan Pasifik, sejak Madagaskar di barat, kepulauan Paskah di Timur, Hawaii di Utara, dan Selandia Baru di Selatan. Perahun cadik yang dienal khas Nusantara, ditemukan menyebar di seluruh kawasan Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.  Maka bila para cerdik cendekia mampu merasakan getaran teori wawasan kepulauan Nusantara hingga lahir Republik Kesatuan Indonesia ber bhineka Tunggal Ika dan ber-Pancasila,  cendikiawan Indonesia   harus mampu meneliti lebih mendalam tentang kekhasan sejarah dan lingkungan Nusantara yang berjiwa bahari dan agraris, dengan dualism dwitunggal dan bhineka tunggal Ikanya hingga dapat diperoleh “citra” manusia Indonesia yang sebenarnya, untuk mengoreksi “citra manusia Indonesia” hasil rekayasa ilmuwan barat (benua) di masa lalu, yang ternyata kurang benar atau bahkan salah dan selalu merendahkan bangsa Indonesia.

PERKAWINAN SEMARGA MASYARAKAT BATAK MANDAILING MIGRAN DI YOGYAKARTA

pohan, muslim

Madaniyah Vol 8, No 2 (2018): Madaniyah (Edisi Agustus 2018)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Semarga  marriage is a marriage that is prohibited in Batak custom, as one is considered a descendant of blood from the father. There are 3 (three) customary marriage systems, exogamy, endogamy, and eleutrogami. The marriage carried out by the Batak community of Mandailing migrants in Yogyakarta experienced a shift in meaning from the Batak culture, from the exogamy marriage system to the eleutherogami marriage system that did not recognize the prohibition as well as in the exogamy or endogamy marriage system. Factors affecting marital marriage in Batak Mandailing migrants are caused by factors of love, religious factors, economic factors, educational factors and cultural factors. Marriage in the community of Batak Mandailing migrants is done because the Mandailing Batak community migrants have no confidence in the taboo.Perkawinan semarga merupakan perkawinan yang dilarang dalam adat Batak, semarga dianggap satu keturunan darah dari bapak. Ada 3 (tiga) sistem perkawinan adat, exogami, endogami, dan eleutrogami. Perkawinan semarga yang dilaksanakan masyarakat Batak Mandailing migran di Yogyakarta mengalami pergeseran makna dari budaya adat Batak, dari sistem perkawinan exogami menjadi sistem perkawinan eleutherogami yang tidak mengenal adanya larangan sebagaimana halnya dalam sistem perkawinan exogami atau endogami. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkawinan semarga dalam masyarakat Batak Mandailing migran disebabkan karena faktor cinta, faktor agama, faktor ekonomi, faktor pendidikan dan faktor budaya. Perkawinan semarga dalam masyarakat Batak Mandailing migran dilakukan karena masyarakat Batak Mandailing migran sudah tidak percaya dengan hal tabu.

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN AKHLAK MULIA BERBASIS AL-QURAN

sarjono, sarjono sarjono

Madaniyah Vol 8, No 2 (2018): Madaniyah (Edisi Agustus 2018)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak Akhlak mulia menjadi aspek penting dalam kehidupan sehari-hari, status sosial apaun akhlak mulia sebaiknya selalu melekat, baik dalam posisinya sebagai individu, anggota keluarga, anggota masyarakat maupun sebagai bangsa. Penanaman akhlak mulia sebaiknya diawali dari keluarga, sekolah dasar dan menengah merupakan langkah yang strategis untuk mengatasi problem moral ditengah kompleksitas kehidupan dimasyarakat. Selain itu akhlak mulia dapat menjadi barometer keshalehan seseorang dihadapan  Illahi dan sesama, karenanya seseorang yang berakhlak mulia akan mendapatkan sebutan dari masyarakat sebagai orang shaleh. Tujuan pendidikan budi pekerti yaitu agar peserta didik memiliki kemampuan dan kecakapan berpikir, menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat dan memiliki kemampuan yang terpuji. Dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional, pendidikan budi pekerti yang diintegrasikan sejumlah mata pelajaran yang relevan mempunyai tujuan agar peserta didik mampu menggunakan pengetahuan, mengkaji dan menginternalisasi nilai dan keterampilan sosial untuk mengembangkan akhlak mulia yang diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Penilaian akhlak mulia merupakan salah satu cara pembinaan karakter.

INTEGRASI KEUNGGULAN PESANTREN SALAF DAN KHALAF PADA PONDOK PESANTREN AL-ANSOR PADANGSIDIMPUAN (Kajian atas Manajemen Kiai)

RANGKUTI, SUHERI SAHPUTRA

Madaniyah Vol 8, No 2 (2018): Madaniyah (Edisi Agustus 2018)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pesantren adalah satu di antara beberapa nomenklatur pendidikan di negeri ini. Bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka, pesantren sudah pertama kali menginjakkan kaki dan mengembangkan sayapnya berkiprah memberi semangat dan pergerakan untuk kemerdekaan bangsa Indonesia. Seiring berjalannya waktu, pesantren yang pada mulanya fokus dengan ilmu ukhrawi melahirkan warna baru yaitu, pesantren yang menerima kurikulum pendidikan umum dan mengambil bentuk sebagai ragam pesantren yang diistilahkan dengan Khalaf dan yang masih fokus dengan ilmu-ilmu ukhrawi disebut dengan Salaf. Sangat menarik bila ciri dan keunggulan dari dua ragam pesanren ini disatukan. Artikel ini memperlihatkan bagaimana kinerja sang kiai dan nilai filsofis yang mengilhaminya dalam menjalankan manajerialnya menggabung dua model tersebut. Setidaknya, artikel ini hadir mengisi ruang kosong tentang kajian terhadap manajemen pesantren.

Penyelenggaraan Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan di Sekolah Dasar

Hayudinna, Hafizah Ghany

Madaniyah Vol 8, No 2 (2018): Madaniyah (Edisi Agustus 2018)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This paper reviews the implementation of education for sustainable development (EfSD). It includes the definitions of sustainable development, education for sustainable development, and its implementation at elementary school level. EfSD concept integrate learning strategy with knowledge (about social, economy, environment), issues, skill, perspectives and values on sustainable development. EfSD can stimulate changes in the perspectives of people, inspiring them to create a safer, healthier, and sustainable life. Educational policy in Indonesia about graduate competence and content standard for elementary students has in line with EfSD concept. Some school in Indonesia has already integrate EfSD concept on their learning process, but based on the results, the process still need some improvement.

PEMIKIRAN MUHAMMAD QURAISH SHIHAB (RELIGIUS-RASIONAL) TENTANG PENDIDIKAN ISLAM DAN RELEVANSINYA TERHADAP DUNIA MODERN

Sholihah, Daimah

Madaniyah Vol 8, No 2 (2018): Madaniyah (Edisi Agustus 2018)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Dalam penulisan ini menganalisis pemikiran Quraish Shihab tentang Pendidikan Islam dimana dalam pemikiran Quraish Shihab yang bercorak religius rasional. religius rasional merupakan aliran filsafat yang memadukan sudut pandang keagamaan dengan sudut pandang kefilsafatan. kemudian daripa itu, pemikiran Quraish Shihab sangatlah relevan dengan pendidikan Islam saat ini, terbukti dengan menjamurnya satuan pendidikan yang bercorak ke-Islaman.

Authentic assesment

abduh, nis rokha

Madaniyah Vol 8, No 2 (2018): Madaniyah (Edisi Agustus 2018)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penilaian sangat penting dalam dunia pendidikan karena hal ini akan menentukan keberhasilan program pembelajaran.

Penyalahgunaan Narkoba bagi Remaja

wan, rid ridwan

Madaniyah Vol 8, No 2 (2018): Madaniyah (Edisi Agustus 2018)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

BAHAYA NARKOBA

PENTINGNYA LABORATORIUM FISIKA DI SMA/MA DALAM MENUNJANG PEMBELAJARAN FISIKA

sarjono, sarjono sarjono

Madaniyah Vol 8, No 2 (2018): Madaniyah (Edisi Agustus 2018)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACT           Physics is seen as an important lesson to be taught as a separate subject with some considerations. There are two important things that are interrelated and inseparable in the study of physics, namely the study of theory and observation in the physics lab. Both can not be separated from each other, interdependence and mutual filling. Physics is seen as a process and a product so that the success of physics learning should consider effective and efficient learning. Physics lessons provide learning supplies to learners, as a means to cultivate and develop students thinking skills. This thinking ability is useful for continuing education to a higher level, also useful for solving problems encountered in everyday life. One of the factors that greatly support the success of physics education is the laboratory. Through practicum activities in the laboratory can be shown natural phenomena and physics concepts are discussed in the classroom, can be demonstrated and proven. Besides, practicum activities can foster independent attitude, scientific attitude, interest, honesty and practice psychomotor skills among learners.Keywords: laboratory, physics lab

Urgensi Layanan Konseling pada Pernikahan Beda Agama

Musyrifin, Zaen

Madaniyah Vol 8, No 1 (2018): Madaniyah (Edisi Januari 2018)
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This article describes the importance of counseling services to married couples with different religions. Counseling services need to be done because there are still pros and cons related to different religious marriages. Counseling services need to be done to help consolidate the heart for potential couples of different religions who will decide to marry and for married couples. This is because marriage partners of different religions must have problems, either before deciding to marry or after marriage and live married life. The focus of counseling services is the problem of interaction in living the household. Different religious marriage counselors may act as moderators, counselors or advisers, as well as saviors of marriage and family relationships. The method used in this research is by library study approach. This approach is applied to find concepts related to religious marriage counseling with the aim of increasing the treasury of guidance and counseling in the setting of society. Key Words: Counselling, Marriage Different Religion.