cover
Filter by Year
Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Articles
36
Articles
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Virtual Class Berbantuan Google Drive

Sohibun, Sohibun, Ade, Filza Yulina

Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 2, No 2 (2017): Tadris : Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

University students become the main target of marketing of information technology developers. Based on the results of a survey with random sampling technique on users of wireless fidelity (wi-fi) service and internet service providers on smartphones, there are 98% of physics students use it and 80% of them actively use it to access various social media. Interactive learning media developed and accessible via smartphone but it is not widely used by lecturers and students yet. There is only 14.3% of lecturers who use e-learning. Virtual Class on e-learning is an online learning environment, in the form of web-based, portal or software. Learning in the real world, every participant both lecturers and students must meet the rules agreed upon during the college contract. One of the strategies to improve the independence of study of physics student is through learning media based on Virtual Class assisted by Google drive. Therefore, it is necessary to develop a lesson that can support conventional learning in the classroom. Mahasiswa menjadi sasaran utama marketing para pengembang teknologi informasi. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan dengan teknik random sampling pada pengguna layanan wifi dan layanan internet provider pada gawai, terdapat 98% mahasiswa fisika menggunakannya dan 80% diantaranya aktif menggunakannya untuk mengakses berbagai media sosial. Media pembelajaran interaktif banyak dikembangkan dan dapat diakses melalui gawai. Akan tetapi, belum banyak digunakan dosen dan mahasiswa, hanya 14,3 % saja dosen yang menggunakan e-learning. Virtual Class pada e-learning merupakan lingkungan belajar online, berupa berbasis web, portal atau software. Pembelajaran di dunia nyata, setiap peserta baik dosen maupun mahasiswa harus memenuhi aturan yang disepakati saat kontrak kuliah. Salah satu strategi untuk meningkatkan kemandirian belajar mahasiswa fisika adalah melalui media pembelajaran berbasis Virtual Class berbantuan Google drive. Oleh karenanya, perlu dikembangkan pembelajaran yang dapat menunjang pembelajaran konvensional di kelas

Peningkatan Keterampilan Proses Sains Terpadu Siswa melalui Implementasi Levels of Inquiry (LoI)

Muliyani, Riski, Kurniawan, Yudi, Sandra, Desvika Annisa

Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 2, No 2 (2017): Tadris : Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The scientific process skills should trains to a pre-service teacher, especially pre-service physics teacher. This study aims to get description about the enhancement of students’ integrated scientific process skill through the level of inquiry (LoI) learning model. This research located at a public junior high school in Singkawang City. This research use week experimental design with one group pretest-posttest design. Samples were taken by using cluster random technique. The instrument of collection data are tested KPS (scientific process skill test), LoI’s observation sheets, and attitude scale sheet (to collect students’ responses to LoI models). The result showed that students’ integrated scientific process skill is enhanced in n-gain 0,31 (medium), LoI’s observation sheet is”all activities were held” an attitude scale is 80,4 % (positive response). These could be concluded that Scientific Process Skill on that schools is enhancing (medium category) by using implementation of LoI model. Keterampilan Proses Sains (KPS) perlu dilatihkan terutama untuk calon guru sains termasuk calon guru fisika. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran peningkatan aspek keterampilan proses sains (KPS) terpadu siswa melalui penerapan model Levels of Inquiry (LoI). Penelitian ini dilakukan di salah satu SMP Negeri Kota Singkawang, menggunakan metode weak experimental design dengan one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Instrument pengumpul data yang dipakai antara lain tes KPS, lembar observasi keterlaksanaan LoI, dan lembar skala sikap untuk mendapatkan deskripsi tanggapan siswa terhadap model LoI yang telah mereka alami. Hasil pengolahan instrument tes menunjukkan bahwa KPS yang dimiliki oleh siswa mengalami peningkatan dengan skor n-gain sebesar 0,31 (kategori sedang) dan keterlaksaaan model pembelajaran LOI dalam kategori “semua kegiatan siswa terlaksana” serta skala sikap dengan capaian respon bernilai 80,4 % (kategori positif). Dapat disimpulkan pada sekolah tersebut, KPS dapat ditingkatkan melalui penerapan LoI dengan kategori sedang.

Peranan Mata Kuliah Profesi Kependidikan dan Microteaching terhadap Kompetensi Profesional Mahasiswa PPL Fisika

Sohibun, Sohibun, Febriani, Yeza, Maisaroh, Ina

Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 2, No 1 (2017): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (968.422 KB)

Abstract

The purpose of this study to determine the effect of the role of professional education and microteaching courses on the professional competence of physics class IV physics students. This study includes ex post facto research. The sample of this research is Field Supervisor (DPL) student of field practice (PPL) Physics Education department class IV that guide 18 students. Data collection using questionnaires and documentation. Data analysis techniques used are techniques of analysis of correlation and advanced analysis using coefficient of determination. The result of this research is that the influence of professional education and micro teaching subject to professional competence based on final score is included into very strong category that is equal to 1 with percentage of 100%. Based on the questionnaire obtained the influence of professional education subject to professional competence enter into very strong criteria with calculation of correlation of 1 and percentage of 100%. So that the subjects of teaching profession and micro teaching are very influential and actively participate in the professional competence of PPL Physics University of Pasir Pengaraian students. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh peranan mata kuliah profesi kependidikan dan microteaching terhadap kompetensi profesional mahasiswa PPL fisika angkatan IV. Penelitian ini termasuk jenis penelitian ex-post facto. Sampel dari penelitian ini adalah Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) mahasiswa PPL Prodi Pendidikan fisika angkatan IV yang membimbing 18 mahasiswa. Pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kolerasi dan analisis lanjutan menggunakan koefisien determinasi. Hasil penelitian didapat bahwa pengaruh mata kuliah profesi kependidikan dan microteaching terhadap kompetensi profesional berdasarkan nilai akhir termasuk kedalam kategori sangat kuat yaitu sebesar 1 dengan persentase sebesar 100%. Berdasarkan angket diperoleh pengaruh matakuliah profesi kependidikan terhadap kompetensi profesional masuk ke dalam kriteria sangat kuat dengan perhitungan korelasi sebesar 1 dan persentase sebesar 100%. Sehingga mata kuliah profesi kependidikan dan microteaching sangat berpengaruh dan berperan aktif terhadap kompetensi profesional mahasiswa PPL Fisika Universitas Pasir Pengaraian.

Refleksi Model Pendidikan Pesantren dan Tantangannya Masa Kini

Kesuma, Guntur Cahaya

Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 2, No 1 (2017): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.761 KB)

Abstract

Education in pesantren does not stop as a transfer activity of science only. Azyumardi Azra mentions, besides being a transfer of knowledge, pesantren also as a cadre of scholars and as preserver of Islamic culture. The challenge of pesantren education today is globalization that can bring positive and negative impacts. The principle of pesantren is al muhafadzah ala al qadim al shalih, wa al akhdzu bi al jadid al ashlah, that is to maintain a positive tradition, and to balance with taking positive new things. Problems related to civic values will be addressed through the principles held by pesantren. Pesantrens should also make effective, efficient, and equitable reshuffling as human beings (al musawah bain al nas) Pendidikan di pesantren tidak berhenti sebagai aktifitas transfer ilmu saja. Azyumardi Azra menyebutkan, selain sebagai transfer ilmu, pesantren juga sebagai kaderisasi ulama dan sebagai pemelihara budaya Islam. Tantangan pendidikan pesantren saat ini adalah globalisasi yang dapat membawa dampak positif maupun negatif. Prinsip pesantren adalah al muhafadzah ‘ala al qadim al shalih, wa al akhdzu bi al jadid al ashlah, yaitu tetap memegang tradisi yang positif, dan mengimbangi dengan mengambil hal-hal baru yang positif. Permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan civic values akan bisa dibenahi melalui prinsip-prinsip yang dipegang pesantren selama ini. Pesantren perlu juga melakukan perombakan yang efektif, berdaya guna, serta mampu memberikan kesejajaran sebagai umat manusia (al musawah bain al nas). 

Kurikulum 2013 di Madrasah Ibtidaiyah: Implementasi di Wilayah Minoritas Muslim

Wekke, Ismail Suardi, Astuti, Ridha Windi

Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 2, No 1 (2017): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.435 KB)

Abstract

The curriculum has a very important role in the educational process. In Indonesia, the curriculum had changed in several times, including: Kurikulum 1994, Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) in 2004, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), and Kurikulum 2013. The focus of this research, is in the implemetation the curriculum 2013 in Muslim minority areas. The Implementation of the curriculum 2013 at MIN Cempaka Putih Jakarta and West Papua Malawele partly already implemented properly and in accordance with the objectives of the curriculum in 2013. The change of the teachers role as a motivator and facilitator already visible. Where in learning the Arabic language teachers give students to be more able exploring earning materials and teachers have also begun to embed a variety of character education as a team-based learning.Kurikulum memiliki peranan yang sangat penting dalam proses pendidikan. Kurikulum di Indonesia pernah beberapa kali mengalami perubahan, diantaranya: Kurikulum 1994, Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2004, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), dan Kurikulum 2013. Fokus penelitian pada kurikulum 2013 yang di Implementasikan di wilayah minoritas muslim. Implementasi kurikulum 2013 di MIN Cempaka Putih Jakarta dan MIN Malawele Papua Barat sebagian sudah terlaksana dengan baik dan sesuai dengan tujuan kurikulum 2013. Pergantian peran guru sebagai motivator dan fasilitator sudah terlihat. Dimana dalam pembelajaran bahasa arab guru memberikan siswa agar lebih bisa mengekspolarasi materi pembelajaran dan guru juga sudah mulai menanamkan berbagai pendidikan karakter seperti pembelajaran berbasis tim

Pengembangan Film Animasi dalam Pembelajaran Fisika pada Materi Kesetimbangan Benda Tegar di SMA

Kasih, Firma Rean

Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 2, No 1 (2017): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.784 KB)

Abstract

This study aims to produce a physics film animation on the topic of equilibrium of rigid body which is valid, practical and effective. The type of research used is research and development and the object are a film animation and the students of class XI IA1 SMAN 1 Lubuk Alung. The research procedures include: identifying potentials and problems, gathering information, developing designs, validating designs, revising designs, and piloting product. The data collection instrument consists of: experts validation sheet, observation sheet, teacher and student questionnaire, and objective test sheet. Data analysis technique used are data interpretations in graphs, descriptive analysis and correlation comparison test. The results present that the design of the animated film is feasible with validity value 4.37. The using of animation film is very practical with the percentage of practicality 90.17%. Therefore, the film is effective, shown by a significant increase in learning outcomes in the cognitive domain.Penelitian bertujuan menghasilkan film animasi fisika pada materi kesetimbangan benda tegar yang valid, praktis dan efektif. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian dan pengembangan dengan objek penelitian adalah film animasi dan siswa kelas XI IA1 SMAN 1 Lubuk Alung. Prosedur penelitiannya meliputi: mengenal potensi dan masalah, mengumpulkan informasi, mengembangkan desain, memvalidasi desain, merevisi desain, dan uji coba produk. Instrumen pengumpul data terdiri dari: lembar validasi tenaga ahli, lembar observasi keterlaksanaan, angket respon guru dan siswa, dan tes hasil belajar siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah interpretasi data dalam grafik, analisis deskriptif, dan uji perbandingan berkorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain film animasi layak dengan nilai kevalidan 4,37. Penggunaan film animasi sangat praktis dengan persentase kepraktisan 90,17%. Terakhir, penggunaan film animasi efektif ditandai dengan peningkatan hasil belajar yang berarti pada ranah kognitif.

Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Kooperatif Tipe Team Game Tournament pada Mata Pelajaran Fisika Kelas X di SMK Dharma Bakti Lubuk Alung

Erlinda, Nelfi

Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 2, No 1 (2017): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.734 KB)

Abstract

The aim of this study is to describe the level of physical activity and student learning outcomes through the implementation of cooperative models TGT X grade students at SMK Dharma Bakti Lubuk Alung. The research conducted is a Class Action Research (PTK). The subjects were X.1 grade students of SMK Dharma Bakti Lubuk Alung. Data collection instrument consists of two parts, namely; the observation sheet is to determine the activity of students in learning and daily test is to determine student mastery of the material that has been studied. Data analysis technique used is the percentage technique, the method of graphs, descriptive statistics and analysis. Based on the results of data analysis that has been done can be put forward two main result of this study, 1) Implementation of cooperative models TGT can increase the activity and learning outcomes Physical Science class students of SMK Dharma Bakti Lubuk Alung, 2) the students learning outcomes have exceeded KKM 80.00 is set, this means learning outcomes increased by 60.99% from the average student’s learning outcomes before the study. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tingkat aktivitas fisik dan hasil belajar siswa melalui penerapan model koperasi siswa kelas X TGT X di SMK Dharma Bakti Lubuk Alung. Penelitian yang dilakukan adalah Class Action Research (PTK). Subjek adalah siswa kelas X.1 SMK Dharma Bakti Lubuk Alung. Alat pengumpulan data terdiri dari dua bagian, yaitu lembar observasi untuk mengetahui aktivitas siswa dalam pembelajaran dan tes harian untuk mengetahui penguasaan siswa terhadap materi yang telah dipelajari. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik persentase, metode grafik, statistik deskriptif dan analisis. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan dapat diajukan dua hasil utama penelitian ini, 1) Penerapan model kooperatif TGT dapat meningkatkan aktivitas dan hasil pembelajaran siswa kelas I Ilmu Pengetahuan Fisika SMK Dharma Bakti Lubuk Alung, 2) siswa Hasil pembelajaran telah melampaui KKM 80,00, artinya hasil belajar meningkat sebesar 60,99% dari rata-rata hasil belajar siswa sebelum penelitian.

Analisis Kemampuan Berpikir Matematis Siswa SMA kota Sorong terhadap Butir Soal dengan Graded Response Model

Kahar, Muhammad Syahrul

Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 2, No 1 (2017): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.735 KB)

Abstract

This research aims to know the level of mathematical thinking ability of students by using scored model Graded Response Model (GRM). The subject here is the students of Class XI IPA 1 SMA Negeri 3 Sorong the 2016/2017 academic year, which amounted to 38 students with 22 students are male and 16 female students. This research is a descriptive research experiment. The results of this study indicate that the scored model GRM is effective in analyzing the ability of mathematical thinking of students. The effectiveness is shown an increase in student learning outcomes grade XI IPA 1 SMA Negeri 3 Kota Sorong, where the average grade results visible increase of 56.7 until 78, and the value of the completeness students improved significantly, and student learning outcomes were shown in graded contents relevance criteria students with score 4 there are 18 students (47.37%), while the relevance of the contents with a score of 1 there are 4 students (10.53%). From the criteria of completeness students who achieve complete answers by a score of 4, there are 1 students (2.64%), and the answers are far from finished with a score of 1 there were 7 students (19.52%). Then to organizing criteria, students are working on a very systematic, there are 8 students (21.05%), and organizing with not systematically there are 10 students (26.32%).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan berpikir matematis siswa dengan menggunakan model penyekoran Graded Response Model (GRM). Subjek penelitian disini adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 3 Kota Sorong tahun ajaran 2016/2017, yang berjumlah 38 siswa dengan 22 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bersifat Deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model penyekoran GRM ini efektif dalam menganalisis kemampuan berpikir matematis siswa. Keefektifan tersebut terlihat adanya peningkatan hasil belajar siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 3 Kota Sorong, dimana hasil rerata kelas terlihat meningkat dari 56,7 hingga 78, dan nilai ketuntasan siswa meningkat secara signifikan, dan hasil belajar siswa dilihat secara graded dengan kriteria relevansi isi dengan skor 4 terdapat 18 siswa (47,37%), sementara relevansi isi dengan skor 1 terdapat 4 siswa (10,53%). Dari kriteria ketuntasan siswa yang mencapai jawaban tuntas dengan skor 4 terdapat 1 siswa (2,64%), dan jawaban jauh dari tuntas dengan skor 1 terdapat 7 siswa (19,52%). Kemudian untuk kriteria pengorganisasian, siswa mengerjakan dengan sangat sistematis terdapat 8 siswa (21,05%), dan pengorganisasian dengan tidak sistematis terdapat 10 siswa (26,32%).

Penumbuhan Karakter Islami melalui Pembelajaran Fisika Berbasis Integrasi Sains-Islam

Khoiri, Ahmad, Agussuryani, Qori, Hartini, Puji

Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 2, No 1 (2017): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (923.988 KB)

Abstract

The Classroom Action Research aims to find out physics learning based on science-Islamic integration can improve learning outcomes and foster the Islamic character of class XI RPL 1 SMK Takhassus Al-Quran. The Action research is done in two cycles namely: (1) planning, (2) implementation of corrective action, (3) observation, and (4) reflection. The Research Instrument through Test for learning result data, Observation to observe the implementation of learning and questionnaire of religious attitude and social attitude and Documentation. The results of research shows the application of physics-based learning science-Islamic integration can improve learning outcomes, religious and social attitudes. The Percentage mastery is 74 to 90. Religious attitudes is increased from 72 to 79 and social attitudes is increased from 67 to 76 as evidenced by indicators not cheating or giving cheat and reporting learning activities in a transparent manner. The implementation of learning-based integration of science-Islamic can improve learning outcomes and Islamic characters in the form of honesty and cooperation of students on the physics in the concept of fluid. Penelitian Tindakan Kelas bertujuan mengetahui pembelajaran fisika berbasis integrasi sains-islami dapat meningkatkan hasil belajar serta menumbuhkan karakter islami siswa kelas XI RPL 1 SMK Takhassus Al-Qur’an. Penelitian tindakan dilakukan dua siklus yakni: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan perbaikan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Instrumen Penelitian melalui Tes untuk data hasil belajar, Observasi untuk mengamati pelaksanaan pembelajaran dan angket sikap religious dan sikap sosial serta Dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukan penerapan pembelajaran fisika berbasis integrasi sains-islami dapat meningkatkan hasil belajar, sikap religius dan sikap sosial. Prosentase ketuntasan 74 menjadi 90. Sikap religius meningkat dari 72 menjadi 79 serta sikap sosial meningkat dari  67 menjadi 76 yang dibuktikan dengan indicator tidak mencontek atau memberikan contekan serta melaporkan kegiatan belajar secara transparan. Penerapan pembelajaran berbasis integrasi sains-islami dapat meningkatkan hasil belajar dan karakter islami berupa kejujuran dan kerjasama siswa pada mata pelajaran fisika konsep fluida.

Efektivitas dan Kendala Pembelajaran Sains Berbasis Inkuiri terhadap Capaian Dimensi Kognitif Siswa: Meta Analisis

Abdurrahman, Abdurrahman

Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 2, No 1 (2017): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.742 KB)

Abstract

In recent, inquiry-based learning is gaining popularity in science curricula, especially for international research and development projects as well as teaching and learning science. One of the underlying reasons is that its success can be significantly improved due to the recent technical developments that allow the inquiry process to be supported by various learning environments including information technology. Inquiry-based learning is often organized into inquiry phases that focused to build students process science skills. However, different variations on what is called the inquiry competence can be found throughout the literature. The current article focuses on identifying and summarizing the core features of inquiry-based learning by means of a systematic literature review and develops a synthesized inquiry process that combines the strengths of existing inquiry-based learning frameworks for enhancing students achievement. The review was conducted using the Web of Science and ERIC (Education Resources Information Center) data base; a total of 15 articles describing inquiry phases or whole inquiry process were selected based on specific search criteria. An analysis of the articles resulted in the identification of five distinct general inquiry phases: Orientation, Conceptualization, Investigation, Discussion and Conclusion. Inquiry-based learning usually ends with the Conclusion phase. Based on analysis almost of the study showed that inquiry-based learning has shown students’ increasing in cognitive achievement significantly. Akhir-akhir ini, pembelajaran berbasis inkuiri semakin populer di kurikulum sains, terutama untuk penelitian dan pengembangan dan pembelajaran sains global. Salah satu alasan utamanya adalah keberhasilannya dalam meningkatkan kompetensi belajar sains siswa secara signifikan, yang perkembangannya saat ini sangat memungkinkan terjadinya proses inkuiri yang didukung oleh berbagai lingkungan belajar termasuk teknologi informasi. Pembelajaran berbasis inkuiri sering disusun dalam fase penyelidikan yang berfokus untuk membangun kemampuan sains bagi para siswa. Namun, variasi yang berbeda mengenai makna kompetensi penyelidikan sering kita temukan di berbagai literatur. Artikel ini berfokus untuk mengidentifikasi dan meringkas fitur inti dari pembelajaran berbasis inkuiri melalui metode meta analisis, mengkaji literatur secara sistematis dan mengembangkan proses penyelidikan yang disintesis dengan menggabungkan kekuatan kerangka kerja pembelajaran berbasis inkuiri yang ada untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Kajian ini dilakukan dengan menggunakan basis data dari Web of Science dan ERIC (Education Resources Information Center); Sebanyak 15 artikel yang menjelaskan tahap penyelidikan atau keseluruhan proses penyelidikan dipilih berdasarkan kriteria pencarian yang spesifik. Analisis terhadap artikel menghasilkan identifikasi lima fase penyelidikan umum yang dapat berbeda secara istilah satu sama lainnya yaitu: Orientasi, Konseptualisasi, Investigasi, Diskusi dan Kesimpulan. Disamping itu, hampir seluruh pembelajaran berbasis inkuiri biasanya berakhir dengan fase Kesimpulan. Berdasarkan analisis di seluruh hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis inkuiri telah berhasil menunjukkan peningkatan penguasaan aspek kognitif siswa secara signifikan.