Articles
46
Articles
MONITORING TARGET HEART RATE (THR) UNTUK OPTIMALISASI LATIHAN LARI BERBASIS INTERNET OF THINGS

Musayyanah, Musayyanah, Puspasari, Ira, Susanto, Pauladie

Teknika : Engineering and Sains Journal Vol 2, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Olahraga merupakan salah satu aktifitas rutinyang dilakukan oleh masyrakat, seperti olahraga yang melatih kardio atau denyut jantung. Kategori olahraga yang mudah dilakukan oleh masyarakat adalah olahraga lari, yang tidak membutuhkan teknik yang rumit dan tidak butuh biaya mahal untuk melakukannya. Aktifitas lari ini sangat mempengaruhi kondisi jantung, khususnya bagi pelari pemula dan atlit lari. Jika Olahraga ini, tidak dipantau dengan baik oleh Pelatih atau Personal Trainer, maka mengakibatkan kematian. Sistem Monitoring yang mengintegrasikan hardware dengan software diterapkan untuk memudahkan proses monitoring. Pantauan yang dilakukan untik nilai THR (Target Heart Rate) dengan menerapkan metode Karvonen. Integrasi hardware yang meliputi sensor Grove Finger ClipHeart Rate, Modul Transmisi Wireless (Modul ESP 8266) , dan Arduino. Performansi 0,6% untuk tingkat kesalahan sensor dan kemampuan transmisi data dengan paket loss < 1% untuk modul ESP . Hardware Monitoring tersebut terintegrasi baik dengan aplikasi monitoring lewat jaringan lokal dan akses web lewat jaringan internet.

Implementasi Metode Quality Function Deployment (QFD) dalam Menganalisis Kualitas Pelayanan pada Bengkel Politeknik

Kusumawardhani, Arianti, Nurdin, Shafiq

Teknika : Engineering and Sains Journal Vol 2, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini menganalisis tentang kualitas pelayanan bengkel di Politeknik Unisma Malang (PUM), dengan tujuan untuk memperbaiki pelayanan di bengkel. Caranya adalah dengan menggunakan metode Servqual yang diintegrasikan dengan metode Quality Function Deployment untuk mengetahui persepsi dan harapan mahasiswa terhadap pelayanan yang telah diberikan selama ini. Setelah diketahui atribut yang diinginkan mahasiswa terhadap pelayanan bengkel maka akan menjadi voice of customer dan diolah di House of Quality untuk dapat menghasilkan prioritas rekomendasi perbaikan yang sesuai dengan kebutuhan pihak bengkel. Hasil dari penelitian ini berdasarkan hasil uji validitas dan reliabilitas terdapat 18 atribut yang dinyatakan valid dan reliabel yang selanjutnya dibuat kuisioner kemudian disebarkan ke pihak pengguna bengkel (mahasiswa). Dari hasil matriks House of Quality, ada beberapa prioritas pelayanan bengkel PUM yang perlu dilakukan berdasarkan atribut jasa pelayanan yang diharapkan oleh mahasiswa adalah : ketepatan waktu dan kesesuaian jadwal, asisten bengkel harus mempunyai keahlian atau pengalaman di bengkel, memberikan pelatihan tambahan untuk asisten bengkel, penilaian terbuka dan mudah diakses, disediakan kotak kritik dan saran, dibuatkan form peminjaman alat, peningkatan kemampuan dan daya tanggap asisten bengkel, pembelian alat dan bahan untuk praktik, disediakan tempat sampah di bengkel, disediakan alat-alat kebersihan di bengkel, mahasiswa diwajibkan untuk membersihkan bengkel setelah selesai praktik, ruangan bengkel dengan pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik, penilaian performa kerja (per tahun).

SISTEM DETEKSI KERUSAKAN SIDIK JARI DENGAN METODE LEARNING VECTOR QUANTIZATION UNTUK PENENTUAN JENIS KERUSAKANNYA

Supriyono, Yoyok, Indahyanti, Uce, Sukarjadi, Sukarjadi

Teknika : Engineering and Sains Journal Vol 2, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pengenalan terhadap sidik jari sangat dibutuhkan terutama untuk pengenalan identitas seseorang dari sifatnya yang unik. Pada saat pengambilan data sering ditemui kesalahan dan kesulitan pada pengambilan data maka perlu dilakukan identifikasi kesalahan pada sidik jari tersebut. Identifikasi, sering ditemui adanya kerusakan citra sidik jari berupa sidik jari kotor, sidik jari berminyak, sidik jari sebagian, sidi jari rotasi. Kerusakan citra sidik jari mengakibatkan citra sidik jari sulit dikenali karena ciri citra sidik jari banyak yang hilang. Untuk itu diperlukan penentuan parameter bahwa sebuah citra sidik jari dikatakan rusak kemudian mencari ekstraksi ciri yang berbeda dari jenis kerusakan citra sidik jari. Untuk menghindari kerusakan citra sidik jari, dilakukan penelitian mengenai deteksi kerusakan citra sidik jari di antaranya sidik sidik jari kotor, sidik jari berminyak, sidik jari sebagian, sidik jari rotasi. Sedangkan ekstraksi ciri menggunakan pemisah luasan defect dan non defect dan deteksi menggunakan metode Learning Vector Quantization (LVQ). Hasil yang diperoleh dari penelitian bahwasanya dengan training dan neuron yang besar kecenderungannya hasil akurasi semakin baik tersebut citra sidik jari sebagian akurasi mencapai 100%, citra sidik jari kotor 85%, sidi jari berminyak 96, 6%, sidik jari rotasi 85%.

RANCANG BANGUN MESIN ROLL BENDING PORTABLE

Nurcahyo, Yusuf Eko, Dwi Ellianto, Mario Sariski

Teknika : Engineering and Sains Journal Vol 2, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Revolusi Industri 4.0 menuntut Industri kecil bidang perbengkelan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan teknologinya dengan penggunaan mesinmesin canggih pada proses produksi yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan efektifitas produksi. Pada kenyataannya, sebagian besar IMKM perbengkelan saat ini masih menggunakan teknologi konvensional dan sederhana dalam menghadapi perkembangan Revolusi Industri 4.0. Maka perlu dilakukan upgrading teknologi agar IMKM bisa bersaing. Salah satu contoh proses produksinya yaitu proses bending yang dilakukan secara manual, sehingga hasil produk kurang memenuhi standar yang diinginkan baik secara kualitas dan waktu proses yang relatif cukup lama. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka diperlukan inovasi pada proses bending tersebut dengan menggunakan mesin roll bending portable yang memakai penggerak mesin bubut atau jenis mesin motor penggerak lainnya. Dengan penggunaan mesin roll bending portable tersebut, diharapkan IMKM perbengkelan mampu bertahan dan menghadapi Revolusi Industri 4.0 melalui proses produksi semi otomatis. Dari hasil penelitian didapatkan mesin roll bending portable dengan spesifikasi dimensi; 350 x 250 x 560 mm; penggerak utama yaitu mesin bubut dengan bantuan cross joint; mekanisme penekan : tuas ulir linier; sistem transmisi : gear box reducer 1:60, 2 buah gear sprocket rs 40 (36:36), rantai rs 40. Berdasarkan hasil uji coba mesin didapatkan proses pengerolan pipa galvanis diameter 1 inch dengan panjang mula-mula 580mm dengan hasil radius 195mm dengan waktu 20 menit dan pipa galvanis diameter 1 inch dengan panjang mula-mula 1200 mm dengan hasil radius 980mm dengan waktu 30 menit.

OPTIMASI FOIL NACA 63(3)018 PADA KAPAL HIDROFOIL MENGGUNAKAN PARTICLE SWARM (PSO)

Herraprastanti, Eva Hertnacahyani, Gunawan, Helmi, Santoso, Eko Budi

Teknika : Engineering and Sains Journal Vol 2, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Hidrofoil adalah sebuah kapal dengan bagian seperti sayap yang dipasang pada penyangga di bawah lambung kapal. Ketika kapal meningkatkan kecepatannya, hidrofoil memproduksi gaya angkat sehingga lambungnya terangkat dan keluar dari air. Ini menyebabkan pengurangan gesekan dan oleh karena itu peningkatan dalam kecepatan. Pemilihan foil menjadi salah satu aspek yang penting dalam meningkatkan prinsip kerja kapal (Adji, 2017). Geometri foil yang dirancang dalam penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan gaya angkat (lift) yang maksimal serta menghasilkan gaya hambat (drag) seminimal mungkin pada waktu yang bersamaan. Sehingga nantinya geometri foil pada kapal hidrofoil tersebut adalah yang memiliki rasio koefisien gaya angkat (CL) terhadap koefisien gaya hambat (CD) paling besar (CL/CD maksimum). Selanjutnya proses optimasi menggunakan Particle Swarm Optimization (PSO) untuk mendapatkan nilai CL/CD maksimum. Metodologi penelitian dilakukan melalui empat tahapan yaitu 1) penentuan sudut serang dan Bilangan Reynold; 2) penentuan foil NACA 63(3)018 3) iterasi dengan XFoil solver, 4) proses optimasi menggunakan GNU Octave 4.4.1. Hasil penelitian menunjukkan validasi pada MA409 menghasilkan nilai CL metode panel yang cukup baik dan akurat dengan rata-rata kesalahan sebesar 3.65%, sedangkan validasi untuk CD rata-rata kesalahan 9.31%. Hasil ini dalam toleransi yang diijinkan sesuai literatur Reid (2016) yaitu dibawah 9.5%. Kesimpulan penelitian adalah nilai rasio gaya angkat terhadap gaya hambat (CL/CD) maksimum dipengaruhi oleh bilangan Reynold. Semakin besar bilangan Reynold maka nilai CL/CD maksimum juga semakin tinggi. Ketebalan (thickness) dan camber maksimum hidrofoil setelah dioptimasi mempunyai kecenderungan semakin meningkat dengan peningkatan bilangan Reynold.

MODEL MATEMATIKA ALIRAN TAK TUNAK PADA NANO FLUID MELEWATI BOLA TERIRIS DENGAN PENGARUH MEDAN MAGNET

Afifah, Yunita Nur, Putra, Bayu Charisma

Teknika : Engineering and Sains Journal Vol 2, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Model matematika adalah suatu representasi sederhana dari suatu fenomena atau peristiwa alam yang terjadi untuk disajikan dalam konsep matematis. Dari fenomena tersebut maka terbentuklah persamaan matematika yang lebih sederhana dan mudah untuk diselesaikan. Nano fluid adalah salah satu fluida baru yang memiliki keunikan karakteristik tersendiri. Komponen nano fluid adalah campuran fluida cair dengan partikel nano yang memiliki ukuran antara 1-100 nm. Terdapat sifat karakteristik dari fluida nano yaitu densitas fluida nano, viskositas, kalor spesifik fluida nano, dan konduktifitas termal. Pada penelitian ini, bertujuan untuk memperoleh sebuah model matematika aliran tak tunak pada nano fluid melewati bola teriris dengan pengaruh medan magnet. Untuk memperoleh model tersebut maka dibentuklah persamaan pembangun berdimensi dari persamaan kontinuitas, persamaan momentum, dan energy equation. Dari dimensional equation ditransformasikan ke dalam bentuk non-dimensional equation. Kemudian diklasifikasikan dalam bentuk similarity equation menggunakan teori pada lapisan batas. Hasil dari penelitian ini adalah diketahui pengaruh medan magnet pada aliran tak tunak nano fluid yang melewati bola teriris.

VALUE ADDED ANALYSIS OF WATER HYACINTH BAGS AS REGIONAL FEATURED PRODUCT

Hidayat, Khoirul, Yaskun, M, Prasnowo, M Adhi

Teknika : Engineering and Sains Journal Vol 2, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Research has a purpose and direction to maximize the value of water hyacinth. The condition of water hyacinth which has a high growth speed so that this plant is considered as a weed that can damage the aquatic environment. Water hyacinth is easily spread through water channels to other water locations, so the growth of water hyacinth can develop rapidly. So far, water hyacinth has become a problem for the community, because the presence of water hyacinth is not smooth, reservoirs and swamps are dirty. One of the processed products of water hyacinth is the bag. Thereforethe implementation of research leads to an analysis of the added value (added value) of water hyacinth into the water hyacinth bag. This study uses the Hayami method and descriptive analysis. The use of descriptive analysis to obtain data about raw materials and the use of additional materials to produce water hyacinth bags, then the results go to the value-added analysis with the Hayami method. The results of this study indicate that the added value (added value) obtained from the processing of water hyacinth into the water hyacinth bag in Ghandis Craft is Rp. 10,000/kg or IDR. 50,000/product, with a ratio of value added to the output value of 50% which has a value of greather than or equal to 40% so that it has a high value-added category with a workforce income of 53,333%, the contribution of other inputs 33,333%, and the profit of entrepreneurs is 13,333%. Whereas in R & D Handicraft is IDR. 8,000/kg or IDR. 40,000/product, with a ratio of value added to the output value of 44,444% which has a value of greather than or equal to 40% so that it has a high value-added category with a workforce income of 53,846%, the contribution of other inputs 38,462%, and the entrepreneur's profit of 7,692%. Therefore, the manufacture of water hyacinth bag products provides high added value because of more than 40%.

GAUSSIAN MIXTURE MODEL UNTUK PENGHITUNGAN TINGKAT KEBERSIHAN SUNGAI BERBASIS PENGOLAHAN CITRA

Putra, Bayu Charisma, Afifah, Yunita Nur

Teknika : Engineering and Sains Journal Vol 2, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Banjir merupakan salah satu masalah yang terjadi di Indonesia pada hampir setiap musim hujan. Salah satu penyebab banjir adalah terhambatnya aliran sungai akibat menumpuknya sampah, sehingga air sungai yang seharusnya mengalir ke hilir akan meluber ke pemukiman. Hal tersebut tentunya harus mendapat perhatian lebih dari dinas terkait, salah satunya adalah dengan menggali informasi sungai mana saja yang menjadi prioritas berdasarkan kondisi kebersihannya. Seiring berkembangnya era digital, informasi tersebut dapat diperoleh dengan menggunakan sebuah alat. Dalam jurnal ini akan dibahas bagaimana memperoleh informasi tingkat kebersihan sungai dengan metode Gaussian Mixture Model (GMM) berbasis pengolahan citra. Selanjutnya perhitungan tersebut disimulasikan dengan aplikasi berbasis desktop dengan bahasa JAVA. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan beberapa tahap. Tahap pertama adalah mendeteksi sampah yang ada pada sungai menggunakan GMM. Kemudian akan dilakukan proses filtering dengan Median Filter untuk lebih mempertajam hasil deteksi. Terakhir adalah penghitungan tingkat kebersihan sungai berdasarkan prosentase sampah pada sungai di dalam ROI (Region of Intereset).

ANALISA BEBAN KERJA KEGIATAN ADMINISTRASI SEKOLAH DENGAN PENDEKATAN JOB MAPPING

Adriansyah, Gusti, Nizar, Nizar

Teknika : Engineering and Sains Journal Vol 2, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Persaingan antar lembaga pendidikan sekolah swasta semakin ketat. Dalam kondisi seperti ini sangat penting bagi suatu lembaga pendidikan dalam hal ini SMA XYZ Sukodono untuk dapat mengoptimalkan sumber daya, guru dan pegawai yang ada guna memenuhi kebutuhan masyarakat dalam pelayanan dan sarana pendidikan. Saat ini sekolah mempunyai sebuah permasalahan tentang pembagian beban kerja yang sudah ada, sehingga terjadi kurang optimalnya guru, staf dan pegawai yang ada. Oleh karena itu dalam penelitian ini digunakan pendekatan metode job mapping sebagai alat bantu dalam membantu memetakan pekerjaan untuk memudahkan melakukan upaya perbaikan beban kerja. Proses ini yang dilakukan untuk menghindari evaluasi jobdesc yang dilakukan secara sepihak oleh pimpinan sekolah. Dari penelitian yang dilakukan di SMA XYZ Sukodono, telah dilakukan pemetaan 92 tugas (pekerjaan) dalam matriks JM berukuran 9 x 17 dengan hasil penurunan total waktu kerja semua fungsi pengelolaan dari 396,51 jam per-minggu menjadi 368,35 jam per-minggu.

MODEL SIMULASI PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK MENGGUNAKAN RATIONAL UNIFIED PROCESS (RUP)

Tia, Tuti Karen, Kusuma, Wahyu Andhyka

Teknika : Engineering and Sains Journal Vol 2, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Rekayasa Perangkat Lunak menyajikan prosedur yang digunakan untuk pengembangan  proyek perangkat lunak. Software Development Life Cycle (SDLC) adalah  proses atau metodologi untuk pengembangan proyek yang memiliki tahapan tertentu sesuai dengan tujuan dan sasaran proyek. Setiap SDLC memiliki tahapan yang berbeda-beda. Salah satu model SDLC yang akan dibahas pada penelitian ini adalah Rational Unified Process (RUP). Terdapat empat fase dalam RUP, yaitu inception, elaboration, construction dan transition.  Seringkali pengembangan perangkat lunak tidak sesuai dengan perkiraan awal yang sudah ditentukan. Sehingga hal tersebut berpengaruh pada hasil dan kualitas dari perangkat lunak yang dihasilkan. Oleh karena itu perencanaan pada awal pengembangan proyek sangat penting untuk dilakukan, mulai dari penentuan jumlah tim, biaya dan waktu pengembangan proyek. Karena terdapat berbagai jenis proyek pada pengembangan perangkat lunak yaitu, proyek skala kecil, proyek skala menengah dan proyek skala besar. Setiap jenis proyek memiliki kebutuhan sumber saya yang berbeda. Pada penelitian ini mengusulkan sebuah model simulasi untuk pengembangan proyek menggunakan Rational Unified Process. Simulasi dilakukan untuk membantu manajer proyek dalam menentukan jumlah sumber daya yang optimal dengan waktu minimum agar produktivitas perusahaan dapat meningkat. Pembuatan model simulasi dilakukan pada komputer dengan menggunakan alat bantu simulator yaitu Simphony.NET.