cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 15, No 30 (2016): Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah" : 7 Documents clear
Relasi Agama d an Budaya Aziza, Aulia
Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Vol 15, No 30 (2016): Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/alhadharah.v15i30.1194

Abstract

Analyze religion and culture in the sociological construction is indeed an interesting thing to do,especially when it is associated with structural and cultural dynamics of transitional community towards a modern informative society. Therefore this article attempts to providean overview of how sociology interpret religious relations in subjective and objective reality in human life. Menganalis agama dan kebudayaan dalam konstruksi sosiologis memang merupakan sesuatu yang menarik dilakukan, apalagi ketika itu terkait dengan dinamika structural dan kultural pada masyarakat yang sedang mengalami transisi budaya menuju masyarakat modern informative. Untuk itu tulisan ini mencoba untuk memberikan sedikat gambaran bagaimana sosiologi menafsir hubungan agama dalam realitas objektif dan subjektif di kehidupan manusia.
Mobile Phone: Sejarah, Tuntutan Kebutuhan Komunikasi, Hingga Prestise. Art., G. Yasser
Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Vol 15, No 30 (2016): Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.255 KB) | DOI: 10.18592/alhadharah.v15i30.1222

Abstract

Human desire to keep on communicating bulldoze constraints of time and space in turn trigger an attempt to create a tool to bridge the limitations of earlier. The codes are transmitted in the conventional form of simple visual and sound that still leaves human dissatisfaction remote communication (tele-communication), effectiveness and efficiency of the smoke, sound, sign of morse, certainly not yet enough. Jump skip the age, and found the telegraph to the appearance of the phone (cable) ago cordless phone which then called the cell phone (mobile phone) is then transformed into revolution. These evolution then became revolution of functions and capabilities that are owned by the cell phone. The sophisticated of mobile phone technology finaly push it not just as a phone but far beyond that, also its additional functions. Which should be recognized and taken into account is the impact of which was carrying was also becoming more sophisticated.Hasrat manusia untuk tetap dapat berkomunikasi melibas kendala batasan ruang dan waktu pada akhirnya memicu usaha untuk menciptakan alat untuk menjembatani keterbatasan tadi. Kode-kode yang dikirimkan secara konvensional berupa visual dan suara yg sederhana masih menyisakan ketidakpuasan komunikasi jarak jauh manusia, efektifitas dan efisiensi pada asap, bunyi, tanda morse, tentu belumlah cukup. Sedikit melompati masa, lalu ditemukan telegraf hingga kemunculan telepon (kabel) kemudian telepon tanpa kabel yang kemudian disebut ponsel (telepon selular). Evolusi ini kemudian berubah revolusi fungsi dan kemampuan yang dimiliki oleh ponsel. Kecanggihan teknologi mendorongnya menjadi selain fungsi bukan hanya sekadar telepon tapi juga fungsi tambahannya. Kesadaran dan yang perlu dipertimbangkan adalah dampak yang dibawanya pun juga semakin canggih.
Konsep Kemiskinan Kultural Palikhah, Nur
Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Vol 15, No 30 (2016): Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.831 KB) | DOI: 10.18592/alhadharah.v15i30.1205

Abstract

"Sufficient" worldview for the Javanese community, especially farmers as their values, that is to say they are satisfied, peaceful and calmly with what they get. Javanese peasants working in the fields not for profit, but merely to fulfill the purposes of simple everyday family life. When one shoulder (0.7 ha) of rice fields were planted with a single crop in a year is enough to meet the needs of a family life, then the farmer would not want more than that. What is the meaning and purpose of life if not to achieve peace and inner satisfaction. This view of life such as lack of work ethic is one of the few values or culture that is embraced by the poor due to the culture of poverty where poverty has emerged as a result of the values or culture embraced by the poor.Pandangan hidup “mencukupi” bagi masyarakat Jawa terutama petani menjadi nilai yang mereka anut, artinya mereka sudah merasa puas, tenteram, dan ayem dengan apa yang mereka dapatkan. Petani Jawa bekerja di sawah bukan untuk mencari keuntungan, tapi sekedar untuk mencukupi keperluan hidup sehari-hari keluarganya yang sederhana. Bila dengan satu bahu (0.7 ha) sawah yang ditanami dengan sekali panen dalam setahun sudah cukup untuk memenuhi keperluan hidup sebuah keluarga, maka sang petani tidak akan menginginkan lebih daripada itu. Apalah arti dan tujuan hidup ini kalau bukan untuk mencapai ketenangan dan kepuasan batin. Pandangan hidup ini seperti kurang memiliki etos kerja merupakan salah satu dari beberapa nilai-nilai atau kebudayaan yang dianut oleh orang miskin yang disebabkan karena adanya kebudayaan kemiskinan dimana kemiskinan muncul sebagai akibat adanya nilai-nilai atau kebudayaan yang dianut oleh orang miskin. 
Keutamaan Bekerja (Berproduksi) dalam Islam Anafarhanah, Sri
Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Vol 15, No 30 (2016): Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.092 KB) | DOI: 10.18592/alhadharah.v15i30.1208

Abstract

Work is the main pillar in production. Working as a production factor has a great meaning. Since all the natural wealth is useless if it is not exploited by humans and processed by workers. Nature has provided untold wealth, but without human effort will all be retained. Islam encourages Muslims to produce and play a role in various forms of economic activity in the form of agriculture, plantation, fishery, industry, and trade. By working person will be able to produce goods and services, and by the way as it did the workers will earn money so that they can meet their needs and their families. In addition, the work (production) someone will be spared of action beg.Bekerja merupakan sendi utama dalam produksi. Bekerja sebagai faktor produksi mempunyai arti yang besar. Karena semua kekayaan alam tidak berguna bila tidak dieksploitasi oleh manusia dan diolah oleh buruh (pekerja). Alam telah memberikan kekayaan yang tidak terhitung, tetapi tanpa usaha manusia semua akan tetap tersimpan. Islam menganjurkan umatnya untuk memproduksi dan berperan dalam berbagai bentuk aktifitas ekonomi baik berupa pertanian, perkebunan, perikanan, perindustrian, dan perdagangan. Dengan bekerja seseorang akan mampu menghasilkan barang dan jasa, dan dengan jalan seperti itu pula para pekerja akan mendapatkan penghasilan sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidupnya serta keluarganya. Selain itu, dengan bekerja (berproduksi) seseorang akan terhindar dari tindakan meminta-minta.
Komunikasi Interpersonal sebagai Strategi Dakwah Rasulullah (Perspektif Psikologi) Sakdiah, Halimatus
Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Vol 15, No 30 (2016): Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.516 KB) | DOI: 10.18592/alhadharah.v15i30.1219

Abstract

This paper describes about the psychological perspective on interpersonal communication as one of the strategies the Prophet in preaching. Interpersonal communication is communication btween two or more people in order to achieve the desired objectives. In the context of the history of dakwah of Rasullullah SAW, interpersonal communication has been used as a dakwah strategy of the first when he was newly appointed as an apostle and called on the Islamic religion commanded. Interpersonal communication is done by Rasullullah in psychology perspective is a communication in psychological level. Psychologically interpersonal communication will go well if the two sides are communicating it had known each other, giving each other the attention, support, openness and trust. So the use of appropriate interpersonal communication and effective will affect the success of dakwah Islamiyah.Tulisan ini memaparkan tentang perspektif psikologi tentang komunikasi interpersonal sebagai salah satu strategi Rasulullah dalam berdakwah. Komunikasi interpersonal merupakan komunikasi yang dilakukan dua orang atau lebih dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam konteks sejarah dakwah Rasullullah SAW, komunikasi interpersonal telah digunakan sebagai strategi dakwah pertama pada saat beliau baru diangkat menjadi rasul dan diperintahkan menyerukan agama Islam. Komunikasi interpersonal yang dilakukan Rasullullah dalam tinjauan psikologi merupakan komunikasi tingkat psikologis. Secara psikologis komunikasi interpersonal akan berjalan dengan baik jika kedua belah pihak yang berkomunikasi itu telah mengenal satu sama lain, saling memberikan perhatian, dukungan, keterbukaan dan kepercayaan. Sehingga penggunaan komunikasi interpersonal yang tepat dan efektif akan mempengaruhi keberhasilan dakwah Islamiyah.
Mad’u: Disabilitas dalam Islam Rahmah, Rahmah
Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Vol 15, No 30 (2016): Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.143 KB) | DOI: 10.18592/alhadharah.v15i30.1220

Abstract

Dawah is not only delivered to people who look perfect in terms of physical and psychological apsects but also for people who have a limitation in that respect. Getting to know and understand their circumstances become an important task for a dai that the message was really accepted by those who were subjected to dakwah. God created humans with a variety of unique individual, including those who have limited or called with disabilities. Islam appreciate them without differentiate it from the others, got the same rights and obligations included in getting a call from dai.Dakwah tidak hanya disampaikan kepada orang-orang yang terlihat sempurna dari segi fisik dan psikis tetapi juga bagi orang-orang yang mempunyai keterbasan dalam hal tersebut. Mengenal dan memahami keadaan mereka menjadi tugas penting bagi seorang Da’i agar pesan yang ingin disampaikan benar-benar bisa diterima oleh orang-orang yang menjadi sasaran dakwah. Manusia diciptakan Allah dengan beragam keunikan masingmasing termasuk bagi mereka yang mempunyai keterbatasan atau yang disebut dengan disabilitas. Islam menghargai mereka tanpa membedakannya dengan yang lain, mendapat hak dan kewajiban yang sama termasuk dalam mendapatkan seruan dari penda’i.
Pendekatan Realita Perkuliahan Pada Media Online Priyatna, Surya Eka
Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Vol 15, No 30 (2016): Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.619 KB) | DOI: 10.18592/alhadharah.v15i30.1221

Abstract

In fact, the conventional method is still widely used in the lecture. The lecture method is one of the most popular among lecturers. This method is still regarded as an effective method for delivery of material to the students. The development of online learning provide a positive contribution to the development of learning methods. To achieve optimal lecture, then searched the conventional lecture approach reality in online media. Pada kenyataannya metode konvensional dalam perkuliahan masih sering digunakan. Metode ceramah merupakan salah satu yang paling populer di kalangan dosen. Metode ini masih dipandang sebagai metode yang efektif untuk penyampaian materi kepada mahasiswa. Berkembangnya pembelajaran online memberikan kontribusi yang positif pada perkembangan metode pembelajaran. Untuk mencapai tujuan perkuliahan yang optimal, maka dicari pendekatan realita perkuliahan konvensional pada media online.

Page 1 of 1 | Total Record : 7