cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
ISSN : 16936418     EISSN : 2580247X     DOI : -
Core Subject : Education,
EDUKASI is a peer-reviewed scientific journal that focuses on Religious Educational Research. It published by Center for Research And Development of Religious Education, Republic Indonesia Ministry of Religious Affairs, since 2003 and had been released three times a year. Now (since 2017) it governed in associated and corporated to Religious Researchers Association. And since 2009 it had been accredited by Indonesian Science Institution. Nowadays are about to prepare for becoming International Journal reputation that would be indexed at global high ranked index. As the scientific reading material publication, the EDUKASI aimed to provide readers with a better comprehensive understanding of Religious Educational Studies in Indonesia, and even around Asia countries and the world. We invited all researchers, lecturers, teachers, and whoever interested and have a manuscript of religious education to send off what you have been researched and reported to be published in EDUKASI. The articles should be original, unpublished and not under review for possible publication in any other journals. All submitted manuscripts will be blindly-reviewed by qualified academics in the field. This process may take several weeks or months.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " EDUKASI | VOLUME 11, NOMOR 3, DESEMBER 2013" : 8 Documents clear
Pendidikan Islam Alternatif: Studi Pada SD Plus Islamic Center Manado Ta’rif, Ta’rif
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan EDUKASI | VOLUME 11, NOMOR 3, DESEMBER 2013
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.243 KB)

Abstract

This paper examines the process of how alternative Islamic education arose, its strategy, and expectation in the future. This research uses qualitative approach in the SD Plus Islamic Center Manado location. Among the discoveries, the Moslem communities have chosen the SD Plus Islamic Center as an alternative Islamic education, based on the following reasons: initially to protect their children from ideological affections from other religions, to combine the science and technology curriculum (IPTEK) and religious teachings (IMTAK) by integrating Islamic values in the teaching process (KBM), and to participate in the development of the global era. Tulisan ini akan mengkaji tentang bagaimana latar belakang munculnya pendidikan agama Islam alternatif, strategi dan model penyelenggaraan pendidikan Islam altenatif yang diharapkan di masa yang akan datang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengambil lokasi di SD Plus Islamic Center Manado. Di antara hasil temuannya adalah bahwa pilihan masyarakat muslim yang menjadikan SD Plus Islamic Center sebagai pendidikan agama Islam alternatif, karena didasari beberapa faktor yaitu: pertama, sebagai bentuk quaranti terhadap pembinaan ideologi/akidah sekaligus menawarkan pendidikan yang berkualitas. Kedua: mengembangkan kurikulum berbasis agama (IMTAK) dan umum (IPTEK) dengan mengintegrasikan Nilai-Nilai Keislaman dalam setiap proses setiap Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), ketiga dapat berkompetisi dalam memasuki perkembangan dunia yang mengglobal.
Politics Of The Nation And Madrasah’s policy Mas’ud, Abd. Rahman
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan EDUKASI | VOLUME 11, NOMOR 3, DESEMBER 2013
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.16 KB)

Abstract

Pendekatan sejarah dan politik digunakan demi pemahaman kemunculan kebijakan madrasah dalam sejarah Indonesia. Pendekatan ini dipercaya mampu memetakan hubungan antara politik dan kelahiran pendidikan madrasah. Dalam masa awal pembentukan, pendidikan madrasah tidak diakui oleh Belanda dalam masa pemerintahannya sebagai penjajah di Indonesia. Ini menghasilkan kurangnya aspirasi keagamaan dan pendidikan kaum Muslim terhadap pemerintahan Belanda. Kebijakan yang menentang madrasah mulai berubah dalam masa penjajahan Jepang yang memungkinkan kaum Muslim untuk berekspresi secara politik. Dalam era memasuki kemerdekaan, periode yang mengakomodasi ruang politik muncul dengan menyuarakan kaum Muslim, dengan bukti pembentukan Menteri Agama pada tanggal 3 Januari, 1946. Di masa inilah madrasah secara penuh dipayungi oleh kementerian agama. Hingga kini, madrasah dan pesantren belum diakui dalam sistem pedidikan nasional. Situasi ini berlangsung hingga tahun 1960an. Sejalannnya dengan masa orde baru, pihak pemerintah bersikap akomodatif terhadap aspirasi umat Islam, yang secara spesifik berhubungan dengan pendidikan. Maka dari itu pendidikan madrasah mulai masuk dan terintegrasi menjadi sistem pendidikan nasional. Pembentukan SKB Tiga Menteri pada tahun 1975 (kementerian agama, kementerian pendidikan dan kebudayaan, dan kementerian dalam negeri) dan pasal no. 2 tahun 1989 yang menyangkut sistem pendidikan nasional, mampu dilihat sebagai sebuah proses integrasi tahap awal. Madrasah adalah sekolah umum yang bersifat keislaman yang dibentuk oleh Kementerian Agama. Perihal ini berlangsung sampai terbentuknya pasal no. 20 tahun 2003 yang menyangkut sistem pendidikan nasional. Dalam periode ini, pendidikan madrasah dan sekolah umum memiliki level derajat yang sama. Historical and political approaches were used to understand the birth of the madrasah’s policy in throughout Indonesia’s history . These approaches were considered to be able to map the relationship between politics and the birth of madrasah education policy. In the early period, when the nation was controlled by the Dutch colonial government, madrasah education was not included in the Dutch educational system. This was a result of the lack of fulfillment of religious and educational aspirations of Muslims by the Dutch government. Policy against madrasah began to change during the Japanese occupation where Islam began to gain a space for political expression. Entering post-independence, a political period known as the political accommodation emerged as the nation provided enough space for Islam to existed, marked by the establishment of the Ministry of Religious Affairs on January 3rd, 1946. This was when madrasah fell under the Ministry of Religious Affairs. Until this point, madrasah and pesantren were not included in the national education system. This situation continued until the 1960s. During the New Order Regime, the government was very accommodative to Muslim aspirations, in particular those related to Islamic education. Thus madrasah education entered and was integrated into the national education system. The birth of SKB Tiga Menteri (Three Ministers decree) on 1975 (Minister of Religious Affairs, Minister of Education and Culture, and the Ministry of Home Affairs) and Law No. 2 Year 1989 concerning the national education system could be seen as the early integration of madrasah into the national education system. Madrasah is a public school distinctively of Islamic religion held by the Ministry of Religious Affairs. It was like this until the birth of Law No. 20 Year 2003 concering the National Education System. In this period, madrasah education is equivalent to education in public schools. 
Kemampuan Baca-Tulis Al-Qur’an dan Penguatan Agama Siswa Madrasah Tsanawiyah di 8 Kota Besar di Indonesia Farida, Erlina
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan EDUKASI | VOLUME 11, NOMOR 3, DESEMBER 2013
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.3 KB)

Abstract

The purpose of the research on the ability to read-write the holly Qur’an for the students of public madrasah tsanawiyah (MTsN) is to identify their development of the reading and writing skills towards the holly Qur’an, also implementing the religious empowerment program in the eight largest cities in Indonesia (Medan, Serang Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, dan Serang). The quantitative approach and statistic descriptive technique are used in identifying the reading-writing skills of the holly Qur’an. Besides, the qualitative approached is used in the implementation of religious empowerment program for the students of MTs. The result of the research reveals that the ability of reading-writing the holly Qur’an for the students of MTsN in the eight largest cities is categorized in a good level. Despite the ability in writing the Qur’an appears to be lower than the reading, the average point of the writing skills is considered sufficient in such level. Penelitian tentang kemampuan baca-tulis Al-Qur’an siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an dan implementasi program penguatan agama siswa di MTs N di delapan kota besar di Indonesia (Medan, Serang Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, dan Serang).. Kemampuan baca tulis Al-Qur’an menggunakan pendekatan kuantitatif serta teknik deskriptif statistik. Sedangkan implementasi program penguatan agama siswa MTs N ini dilihat melalui pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan baca tulis Al-Qur’an siswa MTs N di delapan kota besar di Indonesia termasuk dalam kategori baik. Namun kemampuan menulis Al-Qur’an masih lebih rendah daripada kemampuan membaca Al-Qur’an, yaitu sebagian besar siswa rata-rata kemampuan menulisnya masih dalam kategori cukup.
Sikap Keagamaan Dan Potensi Radikalisme Agama Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Khozin, Wahid
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan EDUKASI | VOLUME 11, NOMOR 3, DESEMBER 2013
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.651 KB)

Abstract

This writing is based on the research result data of the Radicalism Potencies in the Islamic Higher Education (Perguruan Tinggi Agama/PTA) students. This study uses the survey approaches which are done in 10 provinces with the target population consists of PTA students of Islam, Catholic, Christian, Hindu and Buddha, with the aims to know the understanding and social-politics of the religious attitudes, as well as the radicalism potencies in PTA. The result shows: 1) the tendency of the radical religious attitudes of the PTA Students, but it is still on the lower level; 2) the tendency of sectarian way of thinking especially in the relation of religious norm positivization on social-state life; 3) the tendency of religious-political orientation; 4) the tendency of the support toward the use of violent media to actualize the religious messages. Tulisan ini berbasis data hasil penelitian tentang Potensi Radikalisme di Kalangan mahasiswa pendidikan tinggi agama (PTA). Studi ini menggunakan pendekatan survei yang dilakukan di 10 provinsi dengan populasi target adalah mahasiswa PTA Islam, Katolik, Kristen, Hindu dan Buddha, dengan tujuan mengetahui pemahaman dan sikap social-politik keagamaan, serta potensi radikalisme di kalangan mahasiswa di PTA. Hasilnya menunjukkan: 1) adanya kecenderungan sikap keagamaan yang radikal mahasiswa PTA, tetapi masih taraf rendah; 2) adanya kecenderungan cara berpikir sektarian terutama berkaitan dengan positivisasi norma agama dalam kehidupan kenegaraan; 3) adanya kecenderungan orientasi politik keagamaan; dan 4) adanya kecenderungan dukungan terhadap penggunaan media kekerasan untuk mengaktualisasikan pesan-pesan agama.
Evaluasi Penyelenggaran Madrasah Tsanawiyah Satu Atap (MTS-SA) Sabilul Muttaqien Pamekasan Jawa Timur Munawiroh, Munawiroh
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan EDUKASI | VOLUME 11, NOMOR 3, DESEMBER 2013
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.049 KB)

Abstract

This article is a result of evaluative research of the implementation of Madrasah Tsanawiyah Satu Atap (MTs SA) Sabilul Muttaqien Pamekasan in Madura. The research is focused on how the development of education access on its school, the service availability, the service affordability, the student development and madrasah management. The method used in this research is evaluation method with qualitative approach. The research result concludes that the main facilities of the madrasah are available sufficiently, only the education means which not sufficient enough. On the madrasah management, it is also sufficed both in terms of educators and education personnel in accordance with the needs and academic qualifications as well as thier competencies. From management point of view, this madrasah has already had plans of activity programs, priority scales and five yearly programs. The mechanism of activity program implementations has been arranged on their organization structures and duties, as well as the scheduled evaluation for the activities. To guarantee the transparency and community’ involvement, those programs are arranged with involving the stakeholders element. Artikel ini merupakan hasil penelitian evaluatif tentang Penyelenggaran Madrasah Tsanawiyah Satu Atap (MTs SA), Kasus pada Madrasah Tsanawiyah Satu Atap (MTs SA) Sabilul Muttaqien Pamekasan di Madura. Penelitiannya difokuskan pada bagaimana pengembangan akses pendidikan pada sekolah tersebut, meliputi ketersediaan layanan, keterjangkauan layanan, perkembangan siswa dan tata kelola madrasah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode evaluasi dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa sarana utama madrasah sudah tersedia dengan cukup memadai, hanya sarana pendidikan yang belum memadai. Begitu pula untuk pengelolalaan madrasah sudah terpenuhi baik tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan sesuai kebutuhan dan sesuai kualifikadsi akademik dan kompetensinya. Dari segi manajemen, madrasah ini sudah memiliki perencanaan program kegiatan, skala prioritas dan program kegiatan jangka lima tahunan. Untuk mekanisme penyelenggaraan program kegiatan telah disusun struktur organisasi dan uraian tugasnya, serta evaluasi kegiatan terjadwal. Untuk menjamin transparansi dan keterlibatan masyarakat, program-program tersebut disusun dengan melibatkan unsur pemangku kepentingan (stakeholders).
Pendidikan Integral Keilmuan Keagamaan Dan Konteks Sosial Kebudayaan Dalam Menjawab Isu-Isu Kontemporer Humaedi, M. Alie
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan EDUKASI | VOLUME 11, NOMOR 3, DESEMBER 2013
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.59 KB)

Abstract

Hundreds of Islamic higher education has been developing in Indonesia. Despite its existence, the struggle may not yet be considered significant compared to public universities. On the other hand, Indonesia has a high level of multiculturalism and major religious communities which can trigger a better product of Islamic higher education. This fact shows that prominent problems still rise both in the structure and paradigm of the distinct teaching, also in the level of how scholar responses in contemporary issues. The blame can be taken to the reality that the learning paradigm and structure are still providing limitation in specific religious knowledge. In order to establish an Islamic higher education to be called the center of learning and research as an agent of civilization development, the religious and integral social culture education must be capable in determining the cultural context and geo-history of the people which affects both the internality of a religion and the daily practices. Puluhan bahkan ratusan pendidikan tinggi agama Islam telah ada di Indonesia. Bila dibandingkan dengan pendidikan tinggi umum, kiprahnya pun masih belum terlihat banyak. Padahal, di tengah tingkat keberagamaan dan jumlah pemeluk agama yang besar, tentu keberadaan dan perannya bisa lebih dari apa yang terlihat sekarang. Artinya, ada masalah krusial, baik dalam struktur dan paradigma keilmuan yang diajarkan, maupun tingkat pemahaman para sivitas dalam menjawab isu-isu kontemporer. Ujung pangkalnya tetap satu, yaitu struktur dan paradigma keilmuan yang masih sebatas pengkajian spesifik ilmu-ilmu agama saja. Pendidikan integral ilmu agama dan keilmuan sosial kebudayaan yang bisa membaca dan mengangkat konteks kultur dan geo-historis masyarakat, yang berpengaruh dalam internalisasi keagamaannya ataupun praktik kehidupan pelaku, sangat penting untuk dirumuskan dan ditetapkan sebagai bagian tidak terpisah mencipta pendidikan tinggi agama Islam yang menjadi center of learning and research, sekaligus agen perubahan di masyarakat.
Hubungan Kompensasi Tunjangan Profesi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru: Survei Di Madrasah Tsanawiyah/MTs Di Kota Bekasi Hanun, Farida
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan EDUKASI | VOLUME 11, NOMOR 3, DESEMBER 2013
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to know the relationship of the compensation of profession allowance, working diciplines, toward the performance of the Madrasah Tsanawiyah (Islamic Junior High School/MTs) teachers. This study is done at MTs Negeri (State Islamic Junior High School) in Bekasi City with the respondent of 20 madrasah teachers (which  in  the  status  of  Pegawai  Negeri  Sipil  (Civil  State  Officer/PNS)).  This  research  uses  random  sampling technique. The result of this research shows: 1) the existence of positive relationship between the compensation of profession allowance and the teacher performance, 2) the existence of positive relationship between the working dicipline and the madrasah teacher performance, 3) the existence of positive relationship between the compensation of profession allowance and the working diciplines together with the performance of madrasah teachers. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kompensasi tunjangan profesi, disiplin kerja, terhadap kinerja guru Madrasah Tsanawiyah (MTs). Penelitian ini dilakukan pada MTs Negeri di Kota Bekasi dengan responden 20 guru madrasah (status pegawai negeri sipil atau PNS). Sampel menggunakan teknik random sampling. Hasil penelitian menunjukkan: 1) terdapat hubungan positip antara kompensasi tunjangan profesi dengan kinerja guru, 2) terdapat hubungan positip antara disiplin kerja dengan kinerja guru madrasah, 3) terdapat hubungan positip antara kompensasi tunjangan profesi dan disiplin kerja secara bersama-sama dengan kinerja guru madrasah.
Potret Keberhasilan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam DI Madrasah Aliyah Sumarni, Sumarni
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan EDUKASI | VOLUME 11, NOMOR 3, DESEMBER 2013
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.672 KB)

Abstract

The practice of Islamic learning education (PAI) in madrasah aliyah (MA) is expected to become holistic, systematic, integrated, and capable in combining cognitive, affective, and psychometric objectives. The educational process  is  to  create  students  with  strong  faith,  high  moral  fiber,  polite  personality,  dedicated,  humble,  possessing a holistic intellectuality, individually and socially religious, emotionally mature, and modest. This research exists to  identify  the  teaching  implementation  of  Islam  education  in  MA.  Specifically,  this  paper  is  to  distinguish  the development level of success in teaching PAI in MA. The result of this research indicates that the level of MA students in achieving cognitive learning in PAI is relatively well with the score of 78 to 80. The achievement from the psychometric level is measured by 3 well-behave aspects inevitably by the religious practices, however, there are still 2 among the students which still need guidance. Based on the affective aspect, five of the PAI issue studies are still considered unsuccessful. Factors that applies the success of PAI teachings include; the quality of the madrasah, behavior of the teachers, routine of the host families, and so on. Praktik pembelajaran pendidikan agama Islam (PAI) di Madrasah Aliyah (MA) seharusnya dilakukan secara holistik, sistematis dan integral, serta mampu memadukan target capaian kognitif, afektif dan psikomotorik.Proses pendidikan agama di madrasah diharapkan mampu melahirkan peserta didik yang beriman dan bertakwa, bermoral tinggi, berkepribadian yang sopan, ramah, bermartabat, berakhlak mulia, serta memiliki intelektualitas yang tinggi secara holistik, saleh di ranah individual dan sosial, dewasa secara emosional, serta santun secara sosial. Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana implementasi pembelajaran pendidikan Agama Islam di MA. Secara khusus penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana tingkat keberhasilan PAI di MA dan faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat keberhasilan pembelajaran PAI di MA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil capaian kognitif siswa MA dalam pembelajaran PAI relatif sudah cukup baik dengan nilai 78 sampai 80. Hasil capaian aspek psikomotorik diukur dari 3 aspek perilaku juga cukup baik, terutama dalam ritual ibadah keagamaan, namun pada 2 aspek perilaku siswa laianya masih perlu perbaikan. Pada hasil capaian aspek afektif dilihat dari lima rumpun bidang isu pelajaran PAI masih kurang berhasil. Beberapa faktor ikut mempengaruhi tingkat keberhasilan pembelajaran PAI di MA, seperti kualitas madrasah, sikap keagamaan guru, pola asuh orang tua, dan sebagainya.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 2 (2019): EDUKASI: JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN AGAMA DAN KEAGAMAAN Vol 17, No 1 (2019): EDUKASI: JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN AGAMA DAN KEAGAMAAN Vol 16, No 3 (2018): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol 16, No 2 (2018): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol 16, No 1 (2018): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan EDUKASI | Volume 15, Nomor 3, Desember 2017 EDUKASI | Volume 15, Nomor 2, Agustus 2017 EDUKASI | Volume 15, Nomor 1, April 2017 EDUKASI | Volume 14, Nomor 3, Desember 2016 EDUKASI | Volume 14, Nomor 2, Agustus 2016 EDUKASI | Volume 14, Nomor 1, April 2016 EDUKASI | VOLUME 13, NOMOR 3, DESEMBER 2015 EDUKASI | VOLUME 13, NOMOR 2, AGUSTUS 2015 EDUKASI | VOLUME 13, NOMOR 1, APRIL 2015 EDUKASI | VOLUME 12, NOMOR 3, DESEMBER 2014 EDUKASI | VOLUME 12, NOMOR 2, AGUSTUS 2014 EDUKASI | VOLUME 12, NOMOR 1, APRIL 2014 EDUKASI | VOLUME 11, NOMOR 3, DESEMBER 2013 EDUKASI | VOLUME 11, NOMOR 2, AGUSTUS 2013 EDUKASI | VOLUME 11, NOMOR 1, APRIL 2013 EDUKASI | VOLUME 10, NOMOR 3, DESEMBER 2012 EDUKASI | VOLUME 10, NOMOR 2, AGUSTUS 2012 EDUKASI | VOLUME 10, NOMOR 1, APRIL 2012 EDUKASI | VOLUME 9, NOMOR 3, DESEMBER 2011 EDUKASI | VOLUME 9, NOMOR 2, AGUSTUS 2011 EDUKASI | VOLUME 9, NOMOR 1, APRIL 2011 EDUKASI | VOLUME 8, NOMOR 3, DESEMBER 2010 EDUKASI | VOLUME 8, NOMOR 2, AGUSTUS 2010 EDUKASI | VOLUME 8, NOMOR 1, APRIL 2010 EDUKASI | VOLUME 7, NOMOR 4, DESEMBER 2009 EDUKASI | VOLUME 7, NOMOR 3, SEPTEMBER 2009 EDUKASI | VOLUME 7, NOMOR 2, JUNI 2009 EDUKASI | VOLUME 6, NOMOR 4, DESEMBER 2008 EDUKASI | VOLUME 6, NOMOR 3, SEPTEMBER 2008 EDUKASI | VOLUME 6, NOMOR 2, JUNI 2008 EDUKASI | VOLUME 5, NOMOR 4, DESEMBER 2007 EDUKASI | VOLUME 5, NOMOR 3, SEPTEMBER 2007 EDUKASI | VOLUME 5, NOMOR 2, JUNI 2007 EDUKASI | VOLUME 5, NOMOR 1, MARET 2007 EDUKASI | VOLUME 4, NOMOR 4, DESEMBER 2006 EDUKASI | VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2006 EDUKASI | VOLUME 4, NOMOR 2, JUNI 2006 EDUKASI | VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2006 EDUKASI | VOLUME 3, NOMOR 4, DESEMBER 2005 EDUKASI | VOLUME 3, NOMOR 3, SEPTEMBER 2005 EDUKASI | VOLUME 3, NOMOR 2, JUNI 2005 EDUKASI | VOLUME 3, NOMOR 1, APRIL 2005 EDUKASI | VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2004 EDUKASI | VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2004 EDUKASI | VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2004 EDUKASI | VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2004 EDUKASI | VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2003 EDUKASI | VOLUME 1, NOMOR 3, JULI 2003 EDUKASI | VOLUME 1, NOMOR 2, APRIL 2003 EDUKASI | VOLUME 1, NOMOR 1, JANUARI 2003 More Issue