cover
Filter by Year
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
EDUKASI is a peer-reviewed scientific journal that focuses on Religious Educational Research. It published by Center for Research And Development of Religious Education, Republic Indonesia Ministry of Religious Affairs, since 2003 and had been released three times a year. Now (since 2017) it governed in associated and corporated to Religious Researchers Association. And since 2009 it had been accredited by Indonesian Science Institution. Nowadays are about to prepare for becoming International Journal reputation that would be indexed at global high ranked index. As the scientific reading material publication, the EDUKASI aimed to provide readers with a better comprehensive understanding of Religious Educational Studies in Indonesia, and even around Asia countries and the world. We invited all researchers, lecturers, teachers, and whoever interested and have a manuscript of religious education to send off what you have been researched and reported to be published in EDUKASI. The articles should be original, unpublished and not under review for possible publication in any other journals. All submitted manuscripts will be blindly-reviewed by qualified academics in the field. This process may take several weeks or months.
Articles
430
Articles
‚Äč
COVER EDUKASI VOL. 16 NO. 3 DECEMBER 2018

COVER, COVER

EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol 16, No 3 (2018): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

RESPON MADRASAH TERHADAP PELAKSANAAN SEKOLAH LIMA HARI DAN PENGEMBANGAN KARAKTER

Hidayati, Umul

EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol 16, No 3 (2018): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstractThis research was conducted in responding to Minister of Education and Culture, Muhajir Effendi‚??s policy, regarding Five-Day School as a solution to the teachers‚?? complication in fulfilling the teaching compulsory for 24 hours a week, as a requirement to obtain professional allowance. The policy, that is supposed to provide solutions for the teacher‚??s complication, has led to current issues and polemic amongst the education experts and practitioners. Some of them have responded by giving supports, whilst some others are refusing by giving various reasons. This research was carried out, based on those various responses, to further study the response from madrasah (boarding school) to that policy. This research used qualitative method by applying phenomenology and socio-historical approach. Data collection was obtained through in-depth interview, Focus Group Discussion, and documentation studies. The results in this research showed that all stakeholders of MAN 1 Bogor have agreed to disagree with the policy of the five-day school implementation, due to the following aspects: 1) insufficient facilities and infrastructure, 2) very tight schedules/curriculum, 3) from the economic and geographic‚??s point of view, the society is not supporting the policy, 4) the religious culture in madrasah that has been steady, will be difficult to maintain.¬† In regard to that concern, madrasah is establishing a policy to strengthen the character building management.¬†Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kebijakan Kemendikbud Muhajir Effendi tentang Sekolah lima hari sebagai solusi terhadap kesulitan guru dalam memenuhi kewajiban mengajar 24 jam perminggu, sebagai syarat mendapatkan tunjangan profesi. Kebijakan yang diharapkan dapat menjadi solusi bagi kesulitan guru tersebut, ternyata justru menimbulkan persoalan dan menjadi polemik hangat di kalangan pakar dan praktisi pendidikan, sebagian merespon kebijakan tersebut dengan mendukungnya dan sebagian justru menolak dengan alasan yang beragam. Munculnya respon yang beragam inilah, kemudian dilakukan penelitian dengan tujuan untuk melihat lebih jauh bagaimana respon madrasah terhadap kebijakan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi dan sosio historis. Pengumpulan data dilakukan melalui in-depth interview, Focus Group Discussion, dan documentation studies. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh stakeholder MAN I Kota Bogor sepakat tidak menyetujui adanya kebijakan penyelenggaraan sekolah lima hari dengan alasan aspek sarana prasarana belum memadai, aspek kurikulum yang sangat padat, kondisi masyarakat pengguna dari segi ekonomi dan geografis yang tidak mendukung, dan kondisi budaya religius di madrasah yang sudah mapan akan sulit dipertahankan. Menyikapi hal ini, kebijakan yang akan dilakukan madrasah ke depan adalah memperkuat penyelenggaraan pendidikan karakter.

INTERNALISASI NILAI RELIGIUS PADA RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) MUATAN LOKAL BAHASA JAWA DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM

Azzahrah, Fatia, Setiawan, Budhi, Supana, Supana

EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol 16, No 3 (2018): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstractThe loss of character students is currently a problem in educational institutions. Madrasah as Islamic educational institutions become media as well as channel the values of character education through learning activities. Javanese language learning contains a variety of material that is rich in character values. The purpose of this study, to analyze the integration of religious values in the Learning Implementation Plan (RPP) of Javanese Language. Javanese language learning planning and information from resource persons are used as research data, while data sources are in the form of Javanese language RPP local content documents and class X Javanese teacher informants. The results of the study show that the lesson plans developed by teachers contain religious values, internalization of religious values in the plan The implementation of Javanese language learning is included in the initial activities, precisely the motivation and subject matter section by giving verses of the Koran or Hadith. Internalization of religious values in the form of giving verses of the Koran or Hadith in the Learning Implementation Plan (RPP) can later be implemented in learning activities, so that these subjects can serve as contributions to the planting of religious values to students.Abstrak Hilangnya karakter peserta didik saat ini menjadi permasalahan di lembaga pendidikan. Madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam menjadi media sekaligus penyalur nilai-nilai pendidikan karakter melalui kegiatan pembelajaran. Pembelajaran bahasa Jawa memuat berbagai materi yang kaya akan nilai karakter. Tujuan dari penelitian ini, menganalisis pengintegrasian nilai religius dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Bahasa Jawa. Perencanaan Pembelajaran bahasa Jawa dan informasi dari narasumber digunakan sebagai data penelitian, sedangkan sumber data berupa dokumen RPP muatan lokal Bahasa Jawa kelas X dan informan guru bahasa Jawa kelas X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RPP yang dikembangkan oleh guru mengandung nilai religius, internalisasi nilai religius dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran bahasa Jawa dimasukan pada kegiatan awal tepatnya bagian motivasi dan materi pelajaran dengan memberikan ayat Alquran atau hadis. Internalisasi nilai religius berupa pemberian ayat Alquran atau hadis di dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) nantinya dapat diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran, sehingga mata pelajaran tersebut dapat berfungsi sebagai konstribusi penanaman nilai religius kepada peserta didik.

RELIGIUSITAS SISWA MADRASAH ALIYAH DAN SEKOLAH MENENGAH ATAS

Mastiyah, Iyoh

EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol 16, No 3 (2018): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstractThis article is written based on the research conducted amongst the students of Madrasah Aliyah Negeri 2 (equivalent to Public Senior High School) and Public Senior High School 3 in Bogor. This research was carried out by using quantitative approach, with the parameter on religiosity aspects (knowledge, internalizing, belief, ritual worship behaviour, social behaviour, and attitude to anticipate negative behaviour). The findings showed that the religiosity level of the students in MAN 2 is higher¬† than in SMAN 3. Belief is an aspect that had significant influence in decreasing negative behaviour. Meanwhile, internalizing is a significant aspect to increase religious practice and social behaviour. However, knowledge is an aspect that does not directly influence ritual behaviour (worship), social behaviour, and attitude to anticipate negative behaviour. These findings explained the necessity to improve the teaching of religious education, which is more oriented in building religious belief and internalizing, than merely building knowledge.Keywords: Madrasah Aliyah; Senior High School; Student‚??s ReligiosityAbstrak Tulisan ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan terhadap siswa Madrasah Aliyah Negeri 2 dan Sekolah Menengah Atas Negeri 3 di Kota Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan¬† kuantitatif dengan fokus pengukuran pada dimensi religiusitas (pengetahuan, penghayatan, keyakinan, praktik ritual keagamaan, perilaku sosial dan perilaku menghindari perbuatan negatif). Temuan penelitian menunjukan siswa MAN 2 mempunyai tingkat religiusitas (aspek pengetahuan, keyakinan, penghayatan, dan perilaku ibadah) lebih tinggi dibandingkan SMAN 3. Dimensi keyakinan mempunyai pengaruh signifikan dalam menurunkan perilaku negatif sedangkan dimensi yang signifikan untuk meningkatkan praktik ibadah dan perilaku sosial adalah penghayatan. Sebaliknya dimensi pengetahuan tidak mempengaruhi secara langsung terhadap perilaku ritual (ibadah), perilaku sosial dan perilaku menghindari hal negatif. Temuan ini menunjukan perlunya peningkatan pengajaran pendidikan agama yang lebih berorientasi pada pembentukan keyakinan dan penghayatan keagamaan dibandingkan pembentukan pengetahuan semata.

PENDALAMAN ILMU AGAMA DAN PENGEMBANGAN KETERAMPILAN DI PP. ATH-THOHARIYYAH ‚?? PANDEGLANG

An-Nahidl, Nunu Ahmad

EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol 16, No 3 (2018): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstractThis research aimed to study Islamic theology (tafaqquh fiddin) and skill development in PP. (Islamic Boarding School) Ath-Thohariyyah, Pandeglang. There are three aspects studied relating with the in-depth theology, i.e.: input aspect, process aspect, and output aspect. Meanwhile, three more aspects studied relating with skill development, i.e.: skill type, partnership, and benefit value. This qualitative research was conducted by using four techniques of data collection, i.e.: in-depth interview, participant observation, documentation studies, and triangulation. The research concluded that the main pilar of pesantren education in enhancing theology to build and lead the potential candidates of scholars (ulama) can be combined by developing skills in various types and choices, based on the ability and necessity of local regions, as well as the potential resources of each pesantren. PP. Ath-Thohariyyah can be the role model of pesantren that is inspiring and encouraging the creativity of other pesantrens in Pandeglang Regency, Banten, not only in providing various education services for students, but also in providing spiritual and mental development services, religious knowledge, and skill practices.¬†Abstrak Penelitian ini ingin mendeskripsikan pendalaman ilmu agama (tafaqquh fiddin) dan pengembangan keterampilan (life skills) di PP. Ath-Thohariyyah ‚?? Pandeglang. Ada tiga aspek yang dikaji terkait pendalaman ilmu agama, yaitu; aspek input, proses dan output. Sementara tiga aspek lain yang dikaji terkait pengembangan keterampilan adalah jenis keterampilan, kemitraan, dan nilai manfaat. Penelitian kualitatif ini dilakukan dengan empat teknik pengum¬≠pulan data, yaitu: wawancara mendalam, observasi partisipasi, studi dokumentasi, dan triangulasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pokok utama pendidikan pesantren dalam hal pendalaman ilmu agama untuk mencetak dan mengkader calon ulama dapat dipadukan dengan mengembangkan keterampilan dalam berbagai jenis dan pilihan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan wilayah lokal setempat, serta potensi sumberdaya setiap pesantren. PP. Ath-Thohariyyah dapat menjadi model percontohan pesantren yang bisa menginspirasi dan mendorong kreativitas pesantren lain di wilayah Kabupaten Pandeglang Banten dalam upaya memberikan ragam layanan pendidikan kepada santri, selain kebutuhan mental spiritual dan pengetahuan keagamaan, juga kebutuhan praksis keterampilan.

ANALISIS INOVASI ADMINISTRASI GURU DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN (STUDI MAN REJANG LEBONG)

Warsah, Idi, Nuzuar, Nuzuar

EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol 16, No 3 (2018): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstractThis research was a descriptive research, conducted by using a quantitative approach. The research aimed to study the administrative innovation carried out by the teachers in MAN (Islamic Senior High School) Rejang Lebong and the obstacles faced by the teachers in conducting the innovation. Data was obtained by delivering questionnaires to 54 teachers in MAN Rejang Lebong. Questionnaires consisted of two parts, i.e.: 1) data regarding teacher‚??s innovation and 2) data regarding teacher‚??s obstacles in conducting the administrative innovation. Data was processed by using a percentage and a likert scale to determine the interval. The findings in this research explained that the teachers in MAN Rejang Lebong have conducted the administrative innovation. However, the innovation conducted has not been optimally done, i.e. 61,5%, with a 62,15% innovation on prota (annual program); a 61,67% innovation on promes (semester program); a 58,72% innovation on syllabus; a 63,75% innovation on RPP (Lesson Plan). The obstacles that are interrupting the teachers in conducting the innovation, i.e. i) time constraint due to the teacher‚??s tight performance schedule, ii) ever-changing curriculum, iii) the lack of carrying capacity, facilities, and infrastructure, iv) leadership, and v) technical guidance and administrative management.Abstrak Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang¬† bertujuan untuk mengetahui inovasi administrasi yang dilakukan guru di MAN Rejang Lebong, dan hambatan-hambatan apa saja yang dihadapi guru dalam melakukan inovasi administrasi tersebut. Data diperoleh dengan cara menyebarkan angket kepada 54 guru MAN Rejang Lebong. Angket terdiri dari dua yakni untuk mendapatkan data mengenai inovasi guru dan data mengenai hambatan guru dalam melakukan inovasi administrasi. Data diolah dengan persentase dan rumus skala likert untuk menentukan intervalnya. Temuan penelitian ini menunjukkan guru-guru MAN Rejang Lebong telah melakukan inovasi administrasi, akan tetapi inovasi yang dilakukakan belum maksimal, yaitu sebesar 61,57%, dengan 62,15% inovasi pada Prota, 61,67% inovasi pada promes, 58,72% inovasi pada silabus, dan 63,75% inovasi pada RPP. Adapun faktor-faktor yang menghambat guru-guru tersebut dalam berinovasi yaitu keterbatasan waktu karena padatnya jadwal kinerja guru, kurikulum yang sering berubah, kurangnya daya dukung, sarana, dan prasarana, masalah kepemimpinan, dan kurangnya bimtek dan pengelolaan administrasi.¬†

PROSES BERPIKIR LATERAL SISWA MADRASAH ALIYAH DALAM MENYELESAIKAN MASALAH GEOMETRI MELALUI PENDEKATAN OPEN-ENDED

Tasar, Mukhtasar, Ikhsan, Muhammad, Hajidin, Hajidin

EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol 16, No 3 (2018): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstractThis research aimed to describe the process of lateral thinking amongst the students in MAS (equivalent to Private Senior High School) Darul Hikmah, Aceh Besar in solving geometry problems through open-ended approach. This research was a descriptive research and conducted by using a qualitative approach. Research subject was three students of Class XII of MAS Darul Hikmah, Aceh Besar, who had different abilities. Subject selection was conducted at the end of the research. Data collection was carried out by conducting test and interview. Data analysis was done by using qualitative method, i.e.: data reduction, data display, and conclusion. The results showed that the process of lateral thinking amongst the students was: 1) writing and explaining the things being known and asked in the questions, 2) solving the problems by using different methods, 3) solving the problems by using unusual method as it was relatively short; did not use much math operation; and was easily to understand; and 4) getting the idea in solving the problems by practicing trial and error; using previous operations; using triangle and diagonal; and having the ability to explain the unusual steps that have been used.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir lateral siswa siswa MAS Darul Hikmah Aceh Besar dalam menyelesaikan masalah geometri melalui pendekatan open-ended. Penelitian ini berbentuk deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah tiga orang siswa kelas XII MAS Darul Hikmah Aceh besar yang memiliki kemampuan berbeda. Pemilihan subjek dilakukan pada akhir penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan tes dan wawancara. Analisis data menggunakan teknik analisis data kualitaif yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir lateral siswa adalah: 1) menuliskan dan menyebutkan apa yang diketahui dan yang ditanyakan pada soal; 2) menyelesaikan permasalahan yang diberikan dengan mengunakan cara-cara penyelesaian berbeda; 3) menyelesaikan permasalahan dengan menggunakan cara yang tidak umum, lebih memilih menggunakan cara penyelesaiaan tidak umum karena relatif lebih singkat, tidak banyak menggunakan perhitungan matematika, dan mudah dipahami; dan 4) mendapatkan ide dalam menyelesaikan permasalahan dengan cara mencoba-coba, memanfaatkan cara penyelesaian yang pernah dikerjakan sebelumnya, memanfaatkan segitiga siku-siku, diagonal garis, dan mampu memberikan penjelasan mengenai langkah penyelesaian tidak umum yang telah digunakan.

MODEL KEPEMIMPINAN SEKOLAH KELAS MENENGAH MUSLIM DI YOGYAKARTA

Machali, Imam

EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol 16, No 3 (2018): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstractSchool principal is the important key in leading Islamic educational institutions to improve and develop to be chosen by Islamic middle-class society as a place to educate their children. This research aimed to observe the leadership model of Islamic Senior High School Principal in Yogyakarta in improving, developing, and preserving the quality of Islamic educational institutions to be chosen by Islamic middle-class society in Yogyakarta. The results in this research explained that the leadership model in Islamic Senior High School is transformational leadership. This leadership model is established through two abilities possessed. First ability is knowledgeable, which means that a school principal is knowledgeable about the organizational theories, the organizational culture, the strategic management, the leadership, and other managerial knowledges.  The wider knowledge and perspective a school principal has, the more open, flexible, inclusive, and open-minded the school principal is, to be able to manage a new knowledge. Second ability is experience, which is something that someone has encountered, undergone, endured, and borne. Experience is highly related with the ability and the will to continuously learn. The more opportunity to learn, the more experience will be achieved. The combination of knowledge and experience will establish a transformational leadership. Abstrak Kepala sekolah menjadi faktor kunci dalam membawa peningkatan dan perkembangan lembaga pendidikan Islam, sehiangga menjadi pilihan masyarakat kelas menengah Muslim untuk menyekolahkan pura putrinya. Penelitian bertujuan melihat bagaimana model kepemimpinan kepala sekolah kelas menengah muslim Yogyakarta dalam upaya meningkatkan, mengembangkan dan menjaga mutu lembaga pendidikan Islam sehingga menjadi sekolah pilihan masyarakat kelas menengah muslim di Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model kepemimpinan sekolah kelas menengah muslim adalah kepemimpinan transformasional. Model kepemimpinan ini terbentuk melalui dua kemampuan yang dimiliki yaitu, pertama, penguasaan pengetahuan (knowledge) seperti teori-teori organisasi, budaya organisasi, manajemen strategic, kepemimpinan, dan pengatahuan managerial lainnya. Semakin luas pengetahuan dan wawasan seseorang pemimpin, maka semakin terbuka, fleksibel, inklusif, mudah menerima masukan (open minded), dan mampu mengolahnya menjadi pengetahuan baru. Kedua adalah pengalamannya. Pengalaman adalah sesuatu yang pernah dialami, dijalani, dirasakan, ditanggung. Pengalaman sangat berhubungan dengan kemampuan dan kesediaan untuk terus belajar. Semakin banyak belajar, maka semakin banyak pula pengalaman yang akan didapat. Penggabungan antara pengetahuan dan pengelaman inilah yang akan membentuk kepemimpinan transformasional.

PREFACE EDUKASI VOL. 16 NO. 3 DECEMBER 2018

PREFACE, PREFACE

EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol 16, No 3 (2018): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ORIENTASI DAN LAYANAN SANTRI ASING DI PESANTREN WALI BAROKAH KEDIRI JAWA TIMUR

Munawiroh, M

EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol 16, No 3 (2018): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstractThis article is written based on the research focusing on foreign students in Pesantren (Islamic Boarding School) Wali Barokah Kediri. This research focused on the orientation (perspective and vision) and service for foreign students in the Pesantren. The research was conducted by using qualitative approach and descriptive method. Data source was obtained through observation, documentation studies, and in-depth interview with the Pesantren leaders, kiai/ustad (religious senior/teacher), ¬†and foreign students. The findings in this research were: 1) The foreign students in Pesantren Wali Barokah aimed to achieve Islamic theology or tafaqquh fiddin excellently, accurately, and completely (kaffah), 2) The parents of foreign students were also involved in learning activities in Pesantren Wali Barokah, 3) The foreign students‚?? vision to study in pesantren is to be guided directly by ustad/ustazah (male and female teachers) who possess articulate Islamic theology (sanad keilmuan Islam) and are faithful to their academic performance. Furthermore, the students can particularly accomplish reading one of the Kutub Sittah holy books and memorize 30 Juz (part/section) of Alquran, and 4) The parents have their expectations that by sending their children to study in pesantren, they will be independent and become high quality human beings.¬†Abstrak Artikel ini merupakan hasil penelitian tentang santri asing di Pesantren Wali Barokah Kediri. Penelitian ini difokuskan pada orientasi (pandangan dan aspirasi) dan layanan asing yang belajar di pesantren tersebut. Penelitian ini menggunaakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data diperoleh melalui pengamatan, studi dokumen dan wawancara mendalam terhadap pimpinan pesantren, kiai/ustad dan santri asing. Hasil temuan penelitian ini antara lain: 1) santri asing belajar di pesantren Wali Barokah bertujuan untuk memperoleh Ilmu agama Islam ¬†atau tafaqquh fiddin secara baik, akurat dan lengkap (kaffah), 2) para orang tua santri asing juga sama-sama mengikuti pembelajaran di pesantren Wali Barokah, 3) Aspirasi santri asing belajar di pesantren yaitu ¬†memperoleh bimbingan langsung para ustad/ustazah yang memiliki¬†sanad keilmuan yang jelas, serta dipertanggungjawabkan secara akademis. Seliaan itu, secara khusus mereka dapat mengkahatamkan salah satu dari kitab Kutub Sittah dan menghafal Alquran 30 Juz. 4) Sementara itu, harapan orang tua santri belajar di pesantren ini ingin anak-ananya menjadi manusia mandiri dan ¬†berakhlak mulia.

Issues
All Issue Vol 16, No 3 (2018): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol 16, No 2 (2018): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol 16, No 1 (2018): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan EDUKASI | Volume 15, Nomor 3, Desember 2017 EDUKASI | Volume 15, Nomor 2, Agustus 2017 EDUKASI | Volume 15, Nomor 1, April 2017 EDUKASI | Volume 14, Nomor 3, Desember 2016 EDUKASI | Volume 14, Nomor 2, Agustus 2016 EDUKASI | Volume 14, Nomor 1, April 2016 EDUKASI | VOLUME 13, NOMOR 3, DESEMBER 2015 EDUKASI | VOLUME 13, NOMOR 2, AGUSTUS 2015 EDUKASI | VOLUME 13, NOMOR 1, APRIL 2015 EDUKASI | VOLUME 12, NOMOR 3, DESEMBER 2014 EDUKASI | VOLUME 12, NOMOR 2, AGUSTUS 2014 EDUKASI | VOLUME 12, NOMOR 1, APRIL 2014 EDUKASI | VOLUME 11, NOMOR 3, DESEMBER 2013 EDUKASI | VOLUME 11, NOMOR 2, AGUSTUS 2013 EDUKASI | VOLUME 11, NOMOR 1, APRIL 2013 EDUKASI | VOLUME 10, NOMOR 3, DESEMBER 2012 EDUKASI | VOLUME 10, NOMOR 2, AGUSTUS 2012 EDUKASI | VOLUME 10, NOMOR 1, APRIL 2012 EDUKASI | VOLUME 9, NOMOR 3, DESEMBER 2011 EDUKASI | VOLUME 9, NOMOR 2, AGUSTUS 2011 EDUKASI | VOLUME 9, NOMOR 1, APRIL 2011 EDUKASI | VOLUME 8, NOMOR 3, DESEMBER 2010 EDUKASI | VOLUME 8, NOMOR 2, AGUSTUS 2010 EDUKASI | VOLUME 8, NOMOR 1, APRIL 2010 EDUKASI | VOLUME 7, NOMOR 4, DESEMBER 2009 EDUKASI | VOLUME 7, NOMOR 3, SEPTEMBER 2009 EDUKASI | VOLUME 7, NOMOR 2, JUNI 2009 EDUKASI | VOLUME 6, NOMOR 4, DESEMBER 2008 EDUKASI | VOLUME 6, NOMOR 3, SEPTEMBER 2008 EDUKASI | VOLUME 6, NOMOR 2, JUNI 2008 EDUKASI | VOLUME 5, NOMOR 4, DESEMBER 2007 EDUKASI | VOLUME 5, NOMOR 3, SEPTEMBER 2007 EDUKASI | VOLUME 5, NOMOR 2, JUNI 2007 EDUKASI | VOLUME 5, NOMOR 1, MARET 2007 EDUKASI | VOLUME 4, NOMOR 4, DESEMBER 2006 EDUKASI | VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2006 EDUKASI | VOLUME 4, NOMOR 2, JUNI 2006 EDUKASI | VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2006 EDUKASI | VOLUME 3, NOMOR 4, DESEMBER 2005 EDUKASI | VOLUME 3, NOMOR 3, SEPTEMBER 2005 EDUKASI | VOLUME 3, NOMOR 2, JUNI 2005 EDUKASI | VOLUME 3, NOMOR 1, APRIL 2005 EDUKASI | VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2004 EDUKASI | VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2004 EDUKASI | VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2004 EDUKASI | VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2004 EDUKASI | VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2003 EDUKASI | VOLUME 1, NOMOR 3, JULI 2003 EDUKASI | VOLUME 1, NOMOR 2, APRIL 2003 EDUKASI | VOLUME 1, NOMOR 1, JANUARI 2003