EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar
ISSN : -     EISSN : -
Eduhumaniora is a peer-reviewed scientific journal that publishes different kinds of scientific articles based on the research-article and ideas-article. All topics that we received only articles relating to elementary education fields. For research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches, and can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies. This journal was published since 2009 twice a year every January and July, and published by the collaboration between Elementary Teacher Education Program, Kampus UPI di Cibiru and Himpunan Dosen PGSD Indonesia.
Articles 198 Documents
Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Pemecahan Masalah Matematis

Yuniarti, Yeni

EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 2, No 2: Juli 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.173 KB) | DOI: 10.17509/eh.v2i2.2768

Abstract

AbstrakPembelajaran matematika yang berpusat pada guru, kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan pendapat berupa gagasan atau ide-idenya. Matematika bukanlah sebuah pengetahuan yang terpisah dari dunia nyata, atau dengan kata lain matematika merupakan sebuah aktivitas manusia (a human activity). Melalui pembelajaran berbasis masalah siswa memahami konsep suatu materi dimulai dari situasi masalah yang tidak terstruktur. Untuk sampai pada tahap pemecahan masalah, siswa melakukan investigasi, inkuiri, eksploitasi terhadap situasi masalah yang diberikan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa siswa belajar mengalami dan mengaitkan pengetahuan sebelumnya ke dalam materi yang sedang dipelajari, mengkomunikasikan sendiri pemahaman, tidak sekedar menghafal dan diberi orang lain (guru). Guru bertindak sebagai pembimbing, motivator dan fasilitator yang artinya bahwa guru membantu siswa pada permulaan dan pada saat-saat diperlukan saja apabila siswa mengalami kesulitan (scaffolding).Kata Kunci: Matematika, pembelajaran berbasis masalah, pemecahan masalah

Pemamfaatan Lagu Sebagai Implementasi Model Pakem Pada Jenjang Pendidikan Anak Usia Dini Dan Sekolah Dasar

Bakar, Zulfa

EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 3, No 2: Juli 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.534 KB) | DOI: 10.17509/eh.v3i2.2812

Abstract

ABSTRAK Lagu efektif untuk digunakan sebagai media pembelajaran berbahasa khususnya menyimak karena memiliki dua unsur yaitu musik dan lirik. Musik dapat memfasilitasi kemampuan belajar berbahasa karena ritme musik dan pola kalimat memiliki bentuk serupa serta memiliki keseimbangan secara matematika sementara lirik membantu siswa memahami dan menyimak karena harus didengarkan dengan seksama. Pada implementasinya, Piaget menyarankan agar penggunaan lagu sebagai media belajar haruslah mempertimbangkan kesiapan siswa sesuai tahap perkembangan psikologisnya. Karena itu, pembelajaran melalui musik dalam rentang usia dini sampai sekolah dasar diarahkan pada kesempatan untuk bermusik, siswa mempelajari durasi melalui kegiatan bernyanyi, menggambar dan bergerak. Beberapa metode yang dapat digunakan antara lain memainkan alat musik dan bernyanyi serta membantu mereka menyimak dengan gerakan, potongan lagu atau gambar; membantu siswa membentuk "peta belajar dengan menggerakkan jari di udara mengikuti alunan musik dan memindahkannya pada sebuah kertas serta menulis pengalaman, cerita atau interpretasi berdasarkan lagu yang meereka dengarkan yang dikombinasikan dengan pengalaman pribadi siswa. Dengan memperhatikan penunjuk dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk lebih banyak "bermusik" daripada mengikuti materi melalui buku – maka orangtua, guru dan murid akan mendapatkan suasana yang menyenangkan saat membangun dasar yang kuat untuk melakukan proses pembelajaran.Kata Kunci: Lagu, PAKEM, PAUD, Pendas

Optimalisasi Perkembangan Dan Kecerdasan Berganda (Multiple Intelegences) Anak SD Melalui Pertunjuka Sandiwara Boneka Berkarakter Cerita Rakyat

Sumiati, Nia

EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 6, No 1: Januari 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.749 KB) | DOI: 10.17509/eh.v6i1.2859

Abstract

Perkembangan anak merupakan proses perubahan perilaku dimana anak belajar menguasai tingkat yang lebih tinggi dari aspek-aspek: gerakan, berfikir, perasaan dan interaksi baik dengan sesama ataupun benda-benda dalam lingkungan hidupnya. Masa usia emas pertumbuhan anak hendaknya mendapatkan perlakuan yang sedemikian rupa dengan berbagai rangsangan yang edukatif untuk menstimulasi perkembangan otak yang optimal. Upaya stimulasi otak melalui pertunjukan sandiwara boneka berkarakter certa rakyat diharapkan dapat merangsang tersambungnya sel-sel otak yang siap menerima informasi tentang pengetahuan, keterampilan dan sikap perilaku semaksimal mungkin sesuai ciri khas bawaan anak (karakter/sifat bawaan dari lahir).Kata kunci: pertumbuhan anak, perkembangan otak, kecerdasan berganda, sandiwara boneka berkarakter cerita rakyat.

Model Pembelajaran Kooperatif Sebagai Upaya Penalaran Dan Komunikasi Matematika Siswa Sekolah Dasar

Priatna, Dudung

EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 1, No 2: Juli 2009
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.906 KB) | DOI: 10.17509/eh.v1i2.2727

Abstract

AbstrakPembelajaran matematika perlu memperhatikan beberapa hal berikut    diantaranya mengkondisikan siswa siswa untuk terbiasa dengan penyelidikan dan menemukan, fokus pada pendekatan pemecahan masalah, terampil untuk meningkatkan memecahkan masalah, serta memulai dengan pengenalan masalah yang sesuai dengan situasi (kontekstual problem). Penguasaan konsep matematika dimulai dengan mengajukan masalah‐masalah yang konstektual sehingga siswa secara bertahap dibimbing pengetahuan konseptual dan keterampilan prosedural. Salah satu model pembelajaran yang merupakan komponen pembelajaran kontekstual yang dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika adalah model kooperatif. Sejalan dengan uraian di atas masalah dalam penelitian ini dirumuskan Bagaimana model pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan penalaran dan komunikasi matematika siswa sekolah dasar Tujuan penelitian ini mengidentifikasi dan mendeskripsikan hal‐hal yang berkaitan dengan penggunaan model pembelajaran kooperatif sebagai upaya peningkatkan penalaran dan komunikasi matematika siswa SD Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian dilakukan dalam empat siklus, siklus I terdiri dari dua tindakan, siklus II terdiri dari dua tindakan, siklus III terdiri dari tiga tindakan, dan siklus IV terdiri dari dua tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif meningkatkan pengetahuan konseptual dan keterampilan prosedural siswa serta meningkatkan prestasi belajar siswa secara klasikal karena selama proses pembelajaran memuat kegiatan matematika (doing mathematics) yang aktif, generatif, dan eksploratif, sehingga siswa dituntut untuk mengembangkan berpikir dan bernalar (high level thinking and reasoning. Kata Kunci : model  kooperatif , penalaran matematika,  dan komunikasi matematika

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL QUANTUM TEACHING

Maharani, Winda

EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 9, No 1: Januari 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.531 KB) | DOI: 10.17509/eh.v9i1.6149

Abstract

Abstract: The problem of this study is the low of the third grade student learning outcomes at Gunung Mekar Elementary School in Mathematics. The results of preliminary observations showed that 58.82% of students have not reached the passing grade and the learning has not been implemented optimally. The aim of this study is for increasing the outcomes of student’s mathematics learning by using Quantum Teaching Model. The kind of this study is a classroom action research, with the data collection’s form is the test sheet. The analysis technique used in this study is a quantitative analysis technique. The results of this study shows that the implementation of Quantum Teaching Model could increase the student’s learning outcomes. The percentage of student’s mastery learning outcomes increased from the first cycle to the second cycle with the percentage of the first cycle is 64.70% (category quite well) and increased to 82.35% (the excellent category) in the second cycle.               Keywords: quantum teaching model, learning outcomes, mathematics Abstrak: Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas III SD Negeri 2  Gunung Mekar pada mata pelajaran matematika. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa 58,82% siswa belum mencapai KKM dan pembelajaran belum dilaksanakan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa dengan menerapkan model quantum teaching. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, alat pengumpul data penelitian berupa soal test. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model quantum teaching pada pembelajaran matematika dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Persentase ketuntasan hasil belajar siswa meningkat dari siklus I ke siklus II dengan persentase siklus I sebesar 64.70% (kategori cukup baik) dan meningkat menjadi 82.35% (kategori sangat baik) pada siklus II.Kata kunci: model quantum teaching, hasil belajar, matematika

Menggugah Kepedulian Siswa Terhadap Satwa Liar Melalui pendidikan IPA Di Sekolah Dasar

Irianto, Dede Margo

EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 2, No 2: Juli 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.751 KB) | DOI: 10.17509/eh.v2i2.2759

Abstract

Abstrak Kepedulian terhadap satwa liar ini harus ditanamkan sejak dini, agar dalam setiap gerak kehidupan sesuai dengan perkembangan usia manusia, mereka selalu menaruh perhatian terhadap satwa liar dalam bentuk tindakan kongkrit, yang dapat ikut mencegah kepunahan satwa liar. Penanam kepedulian terhadap satwa liar sejak usia dini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu cara yang menurut penulis tepat adalah dengan pendidikan, khususnya melalui pendidikan IPA di sekolah dasar. Pendidikan IPA di Sekolah Dasar dapat digunakan untuk menanamkan kepedulian siswa terhadap satwa liar sejak dini. Kepedulian terhadap satwa liar tersebut dapat dimasukkan dalam bahan ajar yang menyangkut tentang Makhluk hidup dan proses kehidupannya, yaitu manusia, hewan, tumbuhan, dan interaksinya. Permasalahannya adalah, tindakan konkrit apa yang harus dilakukan oleh para praktisi pendidikan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran IPA di sekolah dasar, dalam materi-materi terkait, sehingga dapat menanamkan kepedulian siswa terhadap satwa liar sejak usia dini. Kata Kunci : Kepedulian Siswa, Satwa Liar, Pendidikan IPA, Sekolah Dasar

Peningkatan Keterampilan Menyimak Dan Menulis Melalui Sistem Pembelajaran Modul Dengan Media Audio Visual Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Sekolah Dasar

Suparno, -

EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 3, No 1: Januari 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | | DOI: 10.17509/eh.v3i1.2802

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertolak dari keresahan penulis terhadap pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia khususnya menyimak dan menulis yang sampai saat ini belum sepenuhnya didukung oleh pemahaman guru yang memadai. Padahal pembelajaran menyimak dan menulis telah menjadi tuntutan kurikulum maupun tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia. Saat ini pelaksanaan kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia di SD khusus menyimak dan menulis masih dilakukan secara tradisional. Dampak dari pelaksanaan pembelajaran yang tradisional ini antara lain adalah rendahnya mutu proses pembelajaran di kelas, sehingga kemampuan siswa berbahasa khususnya menyimak dan menulis pun menjadi rendah. Sejalan dengan permasalahan di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimanakah kemampuan menyimak dan menulis siswa kelas V SD yang mendapatkan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan sistem modul melalui media audio visual?; (2) bagaimanakah kemampuan menyimak dan menulis siswa kelas V SD yang tidak mendapatkan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan sistem modul melalui media audio visual?; (3) apakah terdapat perbedaan yang siginifikan antara kemampuan menyimak dan menulis antara siswa kelas V SD yang mendapatkan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan sistem modul melalui media audio visual dengan yang tidak mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan sistem modul melalui media audio visual? Penelitian ini menggunakan pendekatan aplikatif kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen (quasi eksperiment). Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah teknik tes, observasi, dan kuesioner. Sampel penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri Argasunya Cirebon. Data penelitian diolah dengan menggunakan teknik analisis data dengan menggunakan uji statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan yang siginifikan antara kemampuan menyimak antara siswa kelas V SD yang mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan sistem modul melalui media audio visual dengan yang tidak mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan sistem modul melalui media audio visual; (2) terdapat perbedaan yang siginifikan antara kemampuan menulis antara siswa kelas V SD yang mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan sistem modul melalui media audio visual dengan yang tidak mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan sistem modul melalui media audio visual.Kata Kunci: Menyimak, Menulis, Medi Audio Visual, Sistem Pembelajaran Modul

Pengaruh Quantum Learning Terhadap Penalaran Matematis Siswa Sekolah Dasar

Firdaus, Fery Muhammad

EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 5, No 2: Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.23 KB) | DOI: 10.17509/eh.v5i2.2839

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh quantum learning terhadap penalaran matematis siswa sekolah dasar. Penelitian dilakukan pada semester 2 tahun akademik 2012-2013 di Sekolah Dasar Negeri Cipaku 03 sebagai kelompok eksperimen, dan di Sekolah Dasar Negeri Nangela sebagai kelompok kontrol. Sampel penelitian yaitu 20 siswa dari masing-masing kelompok. Selama proses penelitian, kelompok eksperimen diberikan quantum learning, sedangkan kelompok kontrol diberikan pembelajaran konvensional. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen kuasi desain nonequivalent groups pretest-posttests. Analisis data dilakukan dengan uji-t. Tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor penalaran matematis siswa dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hal ini juga menemukan bahwa quantum learning lebih efektif dalam meningkatkan penalaran matematis siswa dibandingkan dengan pembelajaran konvensional, sehingga quantum learning dapat menjadi alternatif pembelajaran yang dapat diterapkan dalam upaya meningkatkan penalaran matematis siswa sekolah dasar.Kata Kunci: Quantum Learning, Penalaran Matematis, Pendidikan Matematika, Kelas IV, Sekolah Dasar.

Karakteristik Perkembangan Sosial Emosi Siswa SD Laboratorium UPI Kampus Cibiru Dikaitkan Dengan Sistem Pembelajaran Full Day School

Kartika, Hj. Entang, Herawati, Nenden Ineu

EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 1, No 1: Januari 2009
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.764 KB) | DOI: 10.17509/eh.v1i1.2716

Abstract

Sekolah Dasar Laboratorium UPI Kampus Cibiru, merupakan model sekolah dasar 5 tahun, yang didalamnya juga menyelenggarakan program akselerasi atau percepatan untuk memfasilitasi siswa yang cerdas dan berbakat. Demikian juga program inklusisi diterapkan. Oleh karena itu kurikulum SD yang dirancang untuk 6 tahun dimodifikasi menjadi 5 tahun, maka lama jam pelajaran di sekolah menjadi panjang dengan sebutan sehari penuh (full day). Berdasarkan hal tersebut program pembelajaran difokuskan kepada hal‐hal yang sifatnya pengembangan kognitif, sehingga aspek lainnya yakni afektif dan psikomotor terabaikann. Dengan ini hasil pengamatan menunjukan social emosi siswa SD Lab School sepertinya belum berkembang secara optimal. Tujuan penelitian ini ingin mendapat gambaran perkembangan social emosi siswa SD Lab School dikaitkan dengan system pembelajaran full day.

PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS DAN SELF ESTEEM SISWA KELAS V MELALUI STRATEGI MULTIPLE INTELLIGENCES

Fauzan, -, Herman, Tatang

EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 8, No 2: Juli 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.9 KB) | DOI: 10.17509/eh.v8i2.5138

Abstract

Abstract: This study focused on looking at the extent to which differences in mathematical reasoning capacity building and self-esteem of students who take the multiple intelligences learning strategy and regular learning. The research subject is a fifth grade students from two different classes at the same school. There are two main instruments used to collect data that achievement test and attitude scale. Both classes are given the same instrument. The results showed that there are significant differences between the mathematical reasoning abilities of students who take the multiple intelligences learning strategy and regular learning. In contrast, there are no significant differences between self-esteem of students who take the multiple intelligences learning strategy and regular learning. The studys findings provide awareness that the teacher has a very important role in facilitating student learning. Although directed to student centered learning, but nonetheless pedagogical, especially, must be owned by a teacher. Each person may be a teacher, but not everyone can be an educator. However, students will not reach the level of proficiency is high if not under the guidance of teachers who excel.Keywords: mathematical reasoning, self-esteem, multiple intelligencesAbstrak: Penelitian ini fokus pada melihat sejauh mana perbedaan peningkatan kemampuan penalaran matematis dan self esteem siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi multiple intelligences dan pembelajaran biasa. Subjek penelitian merupakan siswa kelas V yang berasal dari dua kelas yang berbeda pada satu sekolah yang sama. Terdapat dua instrumen utama yang digunakan untuk mengumpulkan data yakni tes hasil belajar dan skala sikap. Kedua kelas diberikan instrumen yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan penalaran matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi multiple intelligences dan pembelajaran biasa. Sebaliknya, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara self esteem siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi multiple intelligences dan pembelajaran biasa. Temuan penelitian memberikan kesadaran bahwa guru memiliki peranan sangat penting dalam memfasilitasi siswa belajar. Meskipun pembelajaran diarahkan kepada student centered, tetapi tetap saja kompetensi pedagogik, terutama, mesti dimiliki guru. Setiap orang mungkin bisa menjadi guru, tapi tidak setiap orang bisa menjadi pendidik. Bagaimanapun, siswa tidak akan mencapai tingkat kemampuan yang tinggi jika tidak di bawah bimbingan guru yang unggul.Kata Kunci: penalaran matematis, self esteem, multiple intelligences

Page 1 of 20 | Total Record : 198