cover
Filter by Year

Analysis
Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery)
Articles
401
Articles
Terapi Swedish Massage menurunkan tingkat kecemasan Lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Wredha (BPSTW) Unit Budi Luhur Yogyakarta

Sukmawati, Anastasia Suci, Pebriani, Ega, Setiawan, Arif Adi

Journal of Ners and Midwifery Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract: Older will experiencing physical, psychological, and psychosocial changes will cauthat will lead to the new problem. Anxiety is one of the problems among older people. Complementary therapy is used to reduce a person’s anxiety, namely yoga, meditation, aromatherapy, and relaxation through massage. This study was conducted to determine the effect of Swedish massage on the level of elderly anxiety. Methodology: The design of this study was a quasy experiment with one group pretest-post test design. Respondents in this study were elderly who experienced anxiety by using a total sampling technique in which as many as 15 elderly at the Nursing home of Social Service Center (BPSTW) Budi Luhur Bantul Unit Yogyakarta. The Standard operational procedure of Swedish massage therapy used as a guidance of intervention, while HARS instruments was used to measure the level of anxiety among older people. Respondents measured their level of anxiety before and after a Swedish massage for 1 week. The results of the study were analyzed by Wilcoxon test. Results: There were 8 people (53.3%) in the medium level of anxiety before the Swedish massage given). The anxiety level of older people after intervention was mild level of anxiety as many as 8 people (53.3%). Changes in anxiety levels before and after Swedish massage intervention showed a difference of 2.00. Wilcoxon test results were obtained with a p-value of 0.008 <0.05. Conclusion: Swedish massage therapy able to reduce the level of anxiety among older people at BPSTW Budi Luhur Yogyakarta.Keywords: Swedish massage, anxietyAbstrak: Berbagai macam perubahan akan dialami oleh lansia seperti perubahan fisik, psikologi, maupun psikososial akan menimbulkan masalah baru pada lansia salah satunya adalah kecemasan. Tehnik alternatif yang dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan seseorang yaitu seperti yoga, meditasi, aromaterapi, dan relaksasi melalui pijat (massage). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Swedish mas- sage terhadap tingkat kecemasan lansia. Metodologi: Desain penelitian ini adalah quasy experiment dengan one group pretest-post test design. Responden pada penelitian ini adalah lansia yang mengalami kecemasan dengan menggunakan teknik total sampling yaitu sebanyak 15 lansia di Balai Pelayanan Sosial tresna Wredha (BPSTW) Unit Budi Luhur Bantul Yogyakarta. Instrumen penelitian adalah instrument HARS. Responden diukur tingkat kecemasannya sebelum dan setelah dilakukan Swedish massage selama 1 minggu. Hasil penelitian dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil : Tingkat kecemasan pada lansia di BPSTW Budi Luhur Bantul Yogyakarta sebelum diberikan Swedish massage kategori sedang sebanyak 8 orang (53,3%). Tingkat kecemasan sesudah diberikan Swedish massage kategori ringan sebanyak 8 orang (53,3%). Perubahan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan Swedish massage menunjukkan perbedaan sebesar 2,00. Hasil uji Wilcoxon diperoleh dengan nilai p-value 0,008 < 0,05. Diskusi : Swedish massage berpengaruh terhadap tingkat kecemasan pada lansia di BPSTW Budi Luhur Bantul Yogyakarta.Kata kunci: Swedish massage, kecemasan, lansia

Hubungan perilaku kekerasan pasien dengan stres perawat di instalasi ipcu rsj. Dr. Radjiman wediodiningrat lawang

Muhith, Abdul, Fardiansyah, Arief, Mawaddah, Nurul, Mulyatin, Mulyatin

Journal of Ners and Midwifery Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstractPsychiatric intensive care unit nurses are in a limited environment that allows nurses close to patients to be able to observe the clients condition and evaluate the treatment and medical actions taken. If the nurse is not prepared with this condition, it can cause tension to the nurse which results in stress. One of the tasks of mental nurses is the handling of violent behavior (aggressive), the poor perception of nurses makes work stress (Muhith, 2015) This study aims to the relationship between Patient Violence Behavior with Stress on nurses in Intensive Psychiatry Care Unit (IPCU) RS Dr.Radjiman Wediodiningrat Lawang. This research design use cross sectional approach. The population of this study is 40 people, with a sample of 28 people, is simple random sampling.  The independent variable is Patients Violence Behavior, while the dependent variable is Stress the questioner. Data analysis using Spearman correlation test. Spearman correlation test results obtained r= 0.738 p = 0.000 (p <0,05), it can be concluded that there is a significant relationship between the behavior of patients hardness with stress on the nurses in Intensive Psychiatry Care Unit (IPCU) RS Dr.Radjiman Wediodiningrat Lawang.  Based on these results it is concluded that patient’s violence behavior in Intensive Psychiatry Care Unit (IPCU) RS Dr.Radjiman Wediodiningrat Lawang most of is high category, whereas most nurses experience moderate stress.Thus the hospital can create a comfortable and safe atmosphere for patients and nurses who work, so that stressful events can be minimized and well managed.Keywords: patients violence behavior, nurse stress  ABSTRAKPerawat psikiatri intensive care unit berada dalam lingkungan yang terbatas yang memungkinkan perawat dekat dengan pasien untuk dapat mengobservasi kondisi klien dan mengevaluasi tindakan perawatan maupun tindakan medis yang dilakukan. Jika perawat tidak siap dengan kondisi tersebut akan dapat menimbulkan ketegangan pada perawat yang berakibat stres. Salah satu tugas perawat jiwa adalah penanganan perilaku kekerasan (agresif), persepsi yang buruk perawat menjadikan stres kerja (Muhith, 2015). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara Perilaku Kekerasan Pasien dengan Stres pada perawat di Intensive Psychiatry Care Unit (IPCU) RS Dr.Radjiman Wediodiningrat Lawang. Desain penelitian cross sectional. Populasi sejumlah 40 orang dengan sampel sebanyak 28 orang. Teknik pengambilan sampel  simple random sampling. Variabel bebasnya adalah Perilaku Kekerasan Pasien, sedangkan variabel tergantungnya adalah Stres. Alat ukur menggunakan kuesoner. Waktu penelitian......Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. hasil uji Korelasi Spearman didapatkan hasil r = 0,738  p = 0,000  (p <  0,05), maka dapat diperoleh hasil bahwa ada hubungan yang bermakna antara Perilaku Kekerasan Pasien dengan Stres pada perawat di Intensive Psychiatry Care Unit (IPCU) RS Dr.Radjiman Wediodiningrat Lawang. Berdasarkan hasil penelitian bahwa Perilaku kekerasan pasien di Intensive Psychiatry Care Unit (IPCU) RS Dr.Radjiman Wediodiningrat Lawang sebagian besar dalam kategori tinggi, sedangkan sebagian besar Perawat mengalami stress yang sedang. Dengan demikian diharapkan pihak rumah sakit dapat menciptakan suasana yang nyaman dan aman baik bagi pasien maupun perawat yang bekerja, sehingga kejadian stres bisa diminimalkan dan dikelola dengan baik.Kata Kunci : Perilaku Kekerasan Pasien, Stres Perawat

Upaya keluarga mencegah pemasungan pada orang dengan gangguan jiwa di Kota Blitar

Ulum, Miftachul

Journal of Ners and Midwifery Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract: Physical confinement is an act of restraint, isolation, and neglect that accompanies such activities. The number of people with physical confinement in the Blitar City in 2015 reached 16 people and in 2016 reached 9 people. The family has an important role in the prevention of the physical confinement because it is one of the preventive efforts to reduce the number of the illegal physical confinement. The purpose of this study was to find out how was the family efforts in preventing illegal physical confinement to people with Mental Disorders. Method: The research method used descriptive design, with a family population having the family member with a severe mental disorder. The data collection used questionnaires with 30 sample taken using quota sampling technique. Result: the efforts to study people with mental disorders are 60% less, the family was largely unable to identify how personal hygiene was met, the procedure for taking medication and especially not able to recognize the signs and symptoms of people with mental disorders who experienced a raging attack; Family efforts in planning actions were still found to be 30% less; Family efforts in caring for people with mental disorders were 30% less; Family efforts in modifying the environment around people with mental disor- ders were 46.7% less; Family efforts in utilizing health facilities were 10% less. Public Health Care of Kepanjen Kidul is expected to awake the community through the improvement of health education activities for people with mental disorder treatment in the family without any physical confinement.Keywords: family effort, prevention of physical confinement, people with mental disorderAbstrak: Pasung merupakan tindakan pengekangan, pengisolasian dan penelantaran yang menyertai tindakan tersebut. Jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang dipasung di kota Blitar tahun 2015 mencapai 16 orang dan tahun 2016 mencapai 9 orang. Keluarga memiliki peranan penting dalam pencegahan tindakan pasung, karena merupakan salah satu upaya preventif yang bertujuan untuk menurunkan angka pasung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui upaya keluarga dalam pencegahan tindakan pasung pada ODGJ. Metodologi: Metode penelitian menggunakan rancangan deskriptif, dengan populasi keluarga yang mempunyai anggota keluarga mengalami gangguan jiwa berat. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan sampel sebanyak 30 responden, diambil menggunakan teknik quota sampling. Hasil : Hasil penelitian Upaya dalam melakukan pengkajian terhadap ODGJ adalah 60% kurang; Upaya keluarga dalam merencanakan tindakan masih ditemukan 30% kurang; Upaya keluarga dalam merawat ODGJ 30% kurang; Upaya keluarga dalam memodifikasi lingkungan sekitar ODGJ 46,7% kurang; Upaya keluarga dalam memanfaatkan fasilitas kesehatan 10% kurang. Diskusi : UPTD Kesehatan Kecamatan Kepanjen Kidul diharapkan dapat menyadarkan masyarakat melalui peningkatan kegiatan penyuluhan kesehatan tentang perawatan ODGJ dalam keluarga tanpa pasung.Kata kunci: upaya keluarga, pencegahan tindakan pasung, ODGJ

Optimasi sistem pakar deteksi dini preeklampsia berbasis mobile di puskesamas Jumpandang baru Makassar

Irawati, Irawati, Ahmad, Mardiana, Syarif, Syafruddin

Journal of Ners and Midwifery Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract: Preeclampsia affects about 3% of all pregnancies. Early identification of pregnancy with risk is a priority in reducing the complications of preeclampsia. Appropriate technology that can be used as one of the efforts of midwives to detect early preeclampsia by utilizing an expert system. The purpose of this study was to make an expert system of early detection of mobile-based preeclampsia. The design used Quantitative research method with cross-sectional approach. The sample used consisted of 100 pregnant women. The results of the study showed that there was a significant correlation between the age of pregnant women on the risk of preeclampsia using mobile-based applications (p <0.005), whereas parity and gestational age did not have a significant relationship (p> 0.005). With sensitivity and specificity values   of 92.31% and 83.33% respectively.Keywords: Mobile, early detection, PreeclampsiaAbstrak: Preeklampsia mempengaruhi sekitar 3% dari seluruh kehamilan. Identifikasi awal dari kehamilan dengan risiko merupakan prioritas dalam mengurangi komplikasi preeklampsia. Teknologi tepat yang dapat digunakan sebagai salah satu upaya bidan mendeteksi dini preeklampsia dengan pemanfaatan sistem pakar. Tujuan penelitian ini membuat suatu sistem pakar deteksi dini preeklamsia berbasis mobile. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross secsional. Sampel yang digunakan terdiri 100 Ibu hamil. Hasil penelitian, terdapat hubungan yang signifikan usia ibu hamil terhadap risiko preeklampsia penggunaan aplikasi berbasis mobile (p<0,005) sebaliknya paritas dan usia kehamilan tidak terdapat hubungan signifikan (p>0,005). Dengan nilai sensitivitas dan spesifisitas masing-masing 92,31% dan 83,33%.Kata kunci: Mobile, deteksi dini, Preeklampsia

Hubungan kejadian Flour Albus dengan tingkat kecemasan terhadap infeksi maternal pada WUS

Wulaningtyas, Eko Sri, Triwulan, Triwulan

Journal of Ners and Midwifery Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract: Anxiety is an uncomfortable feeling or uncertain great scare, which happened as a reaction to something that is being experienced by someone, such as health problems. one of the important health problem for woman  is about having flour albus. This study aimed to analyze the relationship between flour albus prevelance and anxiety to the occurance of maternal Infection  in woman at campurejo vilage, Kediri District. The design was analytical survey with cross sectional approach. The population in this study was all woman at campurejo distric as many as 227 womans, while the samples were 143 woman taken by using purposive sampling. The measurement of the variables was conducted through questionnaire. The data was analyzed using Chi Square test. the result of analysis was x2  =10,996 > 9,488, showing that there was relationship between flour albus prevalence and anxiety to the occurance of maternalinfection   in women at Campurejo vilage , Kediri District. Woman in reproductive age expected to maintain the cleanliness of the reproductive organs.Keywords: Flour albus, anxiety, maternal infectionAbstrak: Kecemasan adalah perasaan tidak nyaman atau ketakutan besar yang tidak pasti, yang terjadi sebagai reaksi terhadap sesuatu yang dialami oleh seseorang, seperti masalah kesehatan. Salah satu masalah kesehatan yang penting bagi wanita adalah fluor albus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kejadian fluor albus dan kecemasan terhadap kejadian infeksi maternal pada wanita di Desa Campurejo, Kabupaten Kediri. Desain penelitian adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita di Kecamatan Campurejo sebanyak 227 wanita, sedangkan sampel diambil dengan menggunakan purposive sampling. Pengukuran variabel dilakukan melalui kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil analisis adalah x2 = 10,996>9,488, menunjukkan bahwa ada hubungan antara prevalensi fluor albus dan kecemasan terhadap terjadinya infeksi maternal pada wanita di Desa Campurejo, Kabupaten Kediri. Wanita yang memasuki usia subur diharapkan menjaga kebersihan organ reproduksi.Kata kunci: Fluor albus, kecemasan, infeksi maternal

Pengaruh konseling dengan pendekatan thinking, feeling dan acting (tfa) terhadap tekanan darah pasien pre operasi katarak

Widayati, Ani, Sari, Yeni Kartika, Prayogi, Bisepta

Journal of Ners and Midwifery Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract: Anxiety is a nursing problem that requires nursing intervention. The phenomenon that occurs, often found preoperative patients experience anxiety without specific intervention from nurses to re- duce anxiety, resulting in an increase in blood pressure which can lead to delayed operation plan. This study aimed to determine the effectiveness of counseling of thinking, feeling and acting (TFA) approach to blood pressure in patients with pre-cataract surgery at the Central Surgical Installation of Kanjuruhan Hospital Malang Regency The design in this study was experimental with one group pre-test and post- test design, the sample was 16 people taken by purposive sampling technique. The data analysis used a paired sample T-Test statistical test. The results showed that there was an effect of counseling of the thinking, feeling and acting (TFA) approach to the patient’s blood pressure of pre cataract surgery, with p value = 0.000 <  (0.05). The effect of counseling with the approach of thinking, feeling and acting (TFA) to the patient’s blood pressure pre cataract surgery, was due to the TFA approach counseling, the Client was able to express his feelings correctly, had more rational thoughts, and prioritized useful actions so that anxiety could be reduced or even eliminated. Decreased and even lno anxiety could keep the patient’s blood pressure stable. This research was evidence based practice, to make standard oper- ating procedures (SOP) of counseling Keywords: Counseling, blood pressure, pre cataract surgery. Abstrak:Kecemasan merupakan salah satu masalah keperawatan yang memerlukan intervensi keperawatan. Fenomena yang terjadi, sering ditemukan pasien preoperasi mengalami kecemasan tanpa intervensi spesifik dari perawat untuk mengurangi kecemasannya, sehingga berakibat pada peningkatan tekanan darah yang bias mengakibatkan ditundanya rencana operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling dengan pendekatan thinking, feeling dan acting (TFA) terhadap tekanan darah pasien pre operasi katarak di Instalasi Bedah Sentral RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang Desain dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan one group pre-test and post-test design, menggunakan teknik purposive sampling, diperoleh sampel sebanyak 16 orang. Analisais data menggunakan uji statistik paired sample T- Test. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh konseling dengan pendekatan thinking, feeling dan acting (TFA) terhadap tekanan darah pasien pre operasi katarak, dengan p value = 0, 000 <   (0,05). Adanya pengaruh konseling dengan pendekatan thinking, feeling dan acting (TFA) terhadap tekanan darah pasien pre operasi katarak, disebabkan karena Dalam konseling pendekatan TFA, Klien lebih mampu mengekspresikan perasaannya dengan benar, memiliki pemikiran yang lebih rasional, dan lebih mengutamakan tindakan yang bermanfaat sehingga kecemasan lebih dapat dikurangi bahkan dihilangkan. Kecemasan yang menurun bahkan hilang dapat mempertahankan tekanan darah pasien tetap stabil. Pene- litian ini sebagai evidence based practice, untuk membuat standar prosedur operasional (SOP) konseling Kata kunci: Konseling, tekanan darah, pre operasi katarak

Hubungan penggunaan sosial media dan pengetahuan seks bebas pada siswa/siswi usia 17-18 Tahun

Wahyuningtias, Hesti, Wibisono, Wahyu

Journal of Ners and Midwifery Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract: Many factors can affect teen sex knowledge (Students,) one of them is information media such as the social media. The purpose of this study was to determine the correlation of facebook and instagram usage with free sex knowledge of 17-18 years old students of senior high school PGRI TALUN Blitar. This design of the study was Corelational with Cross sectional design. The population in this study was all of students aged 17-18 years old of senior high school PGRI TALUN Blitar. The sample was 28 students. The sampling technique used Total Sampling. The Statistical test used Spearman Rank. The results showed that there were 85.7% of adolescents who used social media facebook and instagram 71.4% were in the category of good knowledge and 10.7% in the category of fair, while 4% of adolescents who did not use facebook and instagram 7.1% were in the category of good knowledge and 10.7% were in category of fair. The conclusion of was there wasa correlation of social media usage with students’s knowledge about free sex in SMA PGRI TALUN Blitar (p = 0,000). It is expected that school should be open minded on the digital technology, especially the social media so that student’s curiousity can be facilitated and monitored by school to prevent free sex.Keywords: Students, Free sex Knowledge, Social MediaAbstrak: Banyak faktor yang dapat mempengaruhi pengetahuan seks remaja (Siswa) salah satunya adalah sumber informasi berupa media sosial. Tujuan peelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara penggunaan media sosial dengan pengetahuan seks siswa SMA PGRI TALUN Blitar. Jenis penelitian ini merupakan korelasional dengan rancangan Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja SMA PGRI TALUN Blitar dengan sampel 28 siswa. Tehnik pengambilan sampel ang digunakan adalah Total Sampling. Uji statistik menggunakan Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 85,7 % remaja yang menggunakan media sosial facebook dan instagram memiliki pengetahuan baik sebesar 71,4 % dan cukup sebesar 10,7%. Sedangkan dari 4 % remaja yang tidak menggunakan facebook dan instagram meiliki pengetahuan baik dan cukup masing-masing sebesar 7,1% dan 10,7%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan penggunaan media sosial dengan pengetahuan remaja tentang seks bebas di SMA PGRI TALUN Blitar (p = 0,000)Kata kunci: Siswa, Pengetahuan seks , Media sosial

The effectiveness of moringa leaves extract and cancunpoint massage towards breast milk volume on breastfeeding mothers

Renityas, Nevy Norma

Journal of Ners and Midwifery Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract: Insufficiency of fulfillment ASI as the main reason a mother to stop breastfeeding early, she felt ASI owned did not affect the growth of the babys weight (Binns, 2002). So to help smooth expenditure done with the breast milk of Moringa leaf extract and acupressure on CanCung point (CV 17). The purpose of this study was to analyze the effectiveness of moringa leaf extract and cancung point massage to increase breast milk volume in breastfeeding mothers. The design of this research is pretest and posttest group design. The population of this research is breastfeeding mother in Sanan Wetan area. The population is 20 people. The sample of this research is breastfeeding mother in Sanan Wetan area as many as 20 people. Sampling in this research use purposive sampling. The treatment in this study using Moringa leaf extract at a dose of 800 mg and a massage at the point cancung. Treatment was done 2x in a day for 1 month.The results showed an increase in points between before and after is 375 points, and there is influence between the consumption of Moringa leaves and massaging at point cancung to the increase in volume of breast milk with p = 0.000. Health workers, especially midwives in order to consider complementary therapies that Moringa leaf extract and massaging at point cancung to increase the volume of milk so that achievement can be increased breastfeeding mothers.Keywords : Moringa leaf extract, cancung point, breast milk, breastfeeding mother

Pengembangan sistem pendaftaran pasien rumah sakit umum X Malang Tahun 2017

Nursanti, Fajar Juli, Hariyanti, Tita, Harjayanti, Nofita Dwi

Journal of Ners and Midwifery Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKWaktu tunggu merupakan komponen penting dalam pelayanan si rumah sakit dan merupakan pintu gerbang pertama yang berperan penting dalam memberikan kesan pertama yang baik bagi pasien. Antrian di loket pendaftaran yang panjang dan lama menyebabkan tidak efektifnya pelayanan pasien secara keseluruhan dan membuat pasien tidak nyaman, pada akhirnya kepuasan pasien akan rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan lamanya waktu tunggu pelayanan pendaftaran di RSU X Malang. Penelitian dilakukan mulai September 2017 sampai dengan Oktober 2017.Data dikumpulkan dengan study literature, pengamatan dengan lembar observasi dan wawancara dengan bagian pendaftaran, perawat poli, perawat IGD dan bagian humas. Data menunjukkan bahwa waktu tunggu pelayanan pendaftaran Rumah Sakit Umum X tergolong lama. Untuk mempersingkat waktu tunggu pelayanan perlu dilakukan pengembangan sistem pendaftaran pasien di Rumah Sakit Umum X Malang dengan membuat alur dan informasi yang jelas bagi pasien, menambah tenaga di bagian informasi dan menyediakan Standar Prosedur Operasional (SPO) pendaftaran pasien.

Hubungan kadar gula darah dengan tekanan darah pada lansia penderita Diabetes Tipe 2

Setiyorini, Erni, Wulandari, Ning Arti, Efyuwinta, Ayla

Journal of Ners and Midwifery Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract: Type 2 diabetes is a chronic disease caused by a body that is unable to use insulin effectively. The prevalence of type 2 diabetes increases with age and unhealthy lifestyle. Uncontrolled blood sugar levels type 2 diabetes can trigger a variety of complicationssuch as macroangiopati the complications of large blood vessels that affect blood pressure changes. The purpose of this study was to determine the correlation of blood sugar levels and blood pressure of elderly with Type 2 diabetes. The design of the study was correlation with cross sectional approach. The population was elderly patient with type 2 diabetes which being treated at internal clinic deseases Mardi Waluyo Blitar hospital as much as 300 respondents. The sample was 75 respondents taken by using accidental sampling technique. The statis- tical test used spearman rank. The results of the study showed that the normal blood sugar levels was 41 respondents (54.7%) and normal blood pressure was 42 respondents (56%). Spearman Rank test re- sults indicated there was a significant correlation between blood sugar levels and blood pressure in elderly patients with Type 2 diabetes ( = 0.017) with a coefficient of correlation value was 0.274. There was a correlation between blood sugar levels and blood pressure. The controlled blood sugar levels can maintain blood pressure in the normal range, thus preventing the occurrence of hypertension.Keywords: blood sugar level, blood pressure, elderly, Type 2 diabetesAbstrak: Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang disebabkan oleh tubuh yang tidak mampu menggunakan insulin secara efektif. Prevalensi diabetes tipe 2 meningkat seiring dengan usia dan pola hidup yang tidak sehat. Kadar gula darah diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol dapat memicu berbagai macam komplikasi pada penderita diabetes tipe 2, salah satunya terjadi makroangiopati yaitu komplikasi pada pembuluh darah besar sehingga mempengaruhi perubahan tekanan darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar glukosa darah dengan tekanan darah lansia penderita diabetes tipe 2. Desain dalam penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia penderita diabetes tipe 2 yang berobat di Poli Penyakit Dalam RSUD Mardi Waluyo Blitar sebanyak 300 responden, sampel yang didapatkan sebanyak 75 responden dengan menggunakan teknik accidental sampling. Uji statistik menggunakan Spearman Rank. Hasil dari penelitian menunjukkan kadar gula darah normal sebanyak 41 responden (54,7%) dan tekanan darah normal sebanyak 42 responden (56%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan terdapat korelasi yang signifikan antara kadar gula darah dan tekanan darah pada lansia penderita diabetes tipe 2 ( = 0.017) dengan koefisien nilai korelasi adalah 0.274. Terdapat hubungan antara kadar gula darah dengan tekanan darah. Kadar gula darah yang terkontrol dapat mempertahankan tekanan darah dalam range normal, sehingga mencegah terjadinya hipertensi.Kata kunci: Kadar gula darah, tekanan darah, lansia, diabetes tipe 2