cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains is a national journal which published by the Institute of Islamic Studies (IAIN) of Ponorogo managed by Its PGMI department. Ibriez journal, has been publishing both online and print since December 2016. The journal published to facilitate publication of the research result to improve quality and quantity of science. Ibriez journal publishes in twice a year around June and December. This journal also invites the Author who has opus which focus on education, Islam and science to submitted the research result.
Arjuna Subject : -
Articles 58 Documents
Komunikasi Orang Tua dan Anak dalam Islam (Tinjauan Pedagogis Komunikasi Nabi Ibrahim dengan Nabi Ismail dalam Al-Quran) Mizani, Zeni Murtafiati
Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 2 No 1 (2017): Pendidikan dalam Pembelajaran
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1028.553 KB) | DOI: 10.21154/ibriez.v2i1.28

Abstract

Komunikasi merupakan proses penyampaian suatu pesan dalam bentuk lambang bermakna sebagai pikiran dan perasaan berupa ide, informasi, kepercayaan, harapan, himbauan, dan sebagai panduan yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain. Orang tua dan anak adalah komponen yang paling penting dalam sebuah keluarga. Orang tua memiliki peran penting dalam mendidik anak-anaknya melalui proses komunikasi. Al-Qur’an sebagai sumber pertama dan utama pendidikan Islam memberikan beberapa gambaran kisah tentang komunikasi orang tua dan anak. Salah satu kisah tersebut adalah kisan Nabi Ibrahim dan Nabi Isma’il dalam Q.S. al-Sha>ffa>t ayat 102-107. Berdasarkan ayat-ayat dari surat tersebut dapat disimpulkan komunikasi orang tua dan anak (berdasarkan kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail) sebagai berikut: 1) Komunikasi yang terjadi adalah komunikasi interaktif-dialogis-humanis. Dikatakan interaksional karena komunikasi yang dilakukan tidak sepihak. Nabi Ibrahim dan Nabi Isma’il saling aktif, reflektif dalam memaknai dan menafsirkan pesan dalam mimpi Nabi Ibrahim. Dialogis karena komunikasi tersebut dapat membuka jalur informasi antara Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Komunikasi dialogis juga membantu untuk melatih berargumentasi, kesabaran, ketangguhan, dan keteguhan untuk patuh kepada Allah dan taat pada orang tua, seperti yang terjadi pada komunikasi Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Humanis karena Pendidikan Ibrahim terhadap Ismail bertujuan untuk memanusiakan manusia agar patuh kepada Allah; 2) Komunikasi yang dilakukan Nabi Ibrahim dengan Nabi Isma’il memberikan gambaran bahwa Nabi Ibrahim merupakan sosok yang demokratis dan Nabi Isma’il adalah sosok yang patuh. Kedua sifat ini memiliki peran penting dalam kesuksesan sebuah pendidikan; 3)  Terdapat dua materi pendidikan dalam komunikasi antara Nabi Ibrahim dan Nabi Isma’il, yaitu aspek keimanan dan emosional. Keimanan kaitannya dengan uji kepatuhan terhadap konsep keimanan yang telah diberikan oleh Nabi Ibrahim, sedangkan aspek emosional ditunjukkan ketegaran dan kesabaran dalam menerima perintah tersebut.
Kontribusi Quantum Learning terhadap Perkembangan Kecerdasan Interpersonal Siswa SD Putri, Weni Tria Anugrah
Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 1 No 1 (2016): Penelitian Pendidikan dan Keislaman
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1185.785 KB) | DOI: 10.21154/ibriez.v1i1.11

Abstract

Dalam upaya peningkatan hasil pembelajaran, hal ini semakin mendorong upaya guru untuk merancang sebuah pembelajaran yang mampu mengakomodasi segala jenis hasil pembelajaran. Hasil pembelajaran yang tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi, namun juga berkaitan dengan karakter siswa. Karakter-karakter yang bermakna untuk siswa dalam menghadapi kehidupan sosial. Kehidupan sosial siswa tidak hanya dalam lingkungan keluarga dan sekolah. Ketika siswa melakukan kesalahan masih terdapat pihak-pihak yang mampu menegur dengan cara yang baik. Tidak bisa dipungkiri lagi jika kehidupan siswa juga dalam lingkungan masyarakat, yang di dalamnya membutuhkan kecerdasan interpersonal yang lebih baik dalam menghadapinya. Kajian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi pembelajaran yang mampu mewadahi tidak hanya hasil pembelajaran kognitif namun juga afektif. Hasil belajar afektif berupa kemampuan menerima dan memperhatikan suatu objek, menanggapi, menghargai, mengatur atau mengorganisasikan, serta menginternalisasi nilai-nilai menjadi pola hidup. Kajian ini ditujukan pada kemampuan siswa dalam bekerjasama, bergotong royong, dan menjalin hubungan yang baik dalam berbagai macam lingkungan. Dengan bercermin dari pembelajaran yang seringnya berpusat pada guru yang menjadikan siswa cenderung lebih pasif, maka diharapkan selanjutnya pembelajaran mampu menjadikan siswa sebagai pusat pembelajaran agar memberikan hasil pembelajaran yang tidak hanya dalam ranah kognitif.
Implementasi Penanaman Karakter Melalui Matematika Pada Kurikulum 2013 Irawan, Edi
Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 1 No 1 (2016): Penelitian Pendidikan dan Keislaman
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1134.524 KB) | DOI: 10.21154/ibriez.v1i1.4

Abstract

Budaya dan karakter diyakini menjadi kunci sekaligus solusi pelbagai permasalahan sosial di masyarakat. Karenanya, penanaman nilai budaya dan karakter menjadi prioritas nasional, tidak terkecuali melalui dunia pendidikan. Seiring dengan hal tersebut, frame pendidikan nasional juga mengalami pergeseran dan perbaikan seiring dengan hadirnya kurikulum 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi penanaman nilai budaya dan karakter bangsa pada kurikulum 2013, utamanya melalui mata pelajaran matematika. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode multi kasus. Subjek pada penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan siswa pada tiga sekolah di Kabupaten Pacitan, yakni SDN Ploso I, SMPN 1 Pacitan, maupun di SMAN 1 Pacitan. Data diperoleh dari penelusuran dokumen, observasi, angket, wawancara mendalam, dan focus group discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai budaya dan karakter juga menjadi ruh dalam kurikulum 2013. Secara eksplisit, berbagai muatan nilai budaya dan karakter bangsa tercantum standar kompetensi lulusan, rumusan kompetensi aspek sikap spiritual, dan rumusan kompetensi aspek sikap sosial. Demikian halnya dengan pembelajaran matematika, sangat relevan untuk menanamkan nilai budaya dan karakter bangsa, melalui pembelajaran tidak langsung. Problematikanya bertalian erat dengan problematika kurikulum 2013, yakni keluasan materi, sistematika materi, penilaian, dan proses adaptasi guru.
Konsep Authentic Happiness pada Remaja dalam Perspektif Teori Myers Rusdiana, Ika
Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 2 No 1 (2017): Pendidikan dalam Pembelajaran
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (989.087 KB) | DOI: 10.21154/ibriez.v2i1.23

Abstract

Fase remaja memiliki keunikan dalam menggambarkan diri mereka sendiri. Gambaran-gambaran remaja tentang dirinya sendiri kerap menimbulkan kerumitan dan sensitifitas emosional dalam hidup mereka, perluasan minat mengenai potret diri dan pencarian identitas selama masa remaja menjadikan remaja sebagai individu yang rawan mengalami konflik personal, interpersonal, dan sosial. Tulisan ini mencoba untuk menjelaskan bagaimana konsep authentic happiness remaja ditinjau dari perspektif teori Myers.  konsep authentic happiness remaja diukur berdasarkan empat indikator kebahagiaan menurut Myers yaitu: 1) mampu menghargai diri sendiri sepenuhnya, 2) sikap optimis, 3) sikap terbuka dan kemampuan bersosialisasi, dan 4)kemampuan mengontrol dan mengendalikan diri sendiri sepenuhnya. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa IAIN Ponorogo dengan rentang usia antara 17-21 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 11% (4 orang) remaja telah memiliki konsep authentic happiness positif (tinggi) sesuai indikator kebahagiaan Myers. 30% (11 orang) remaja telah memiliki konsep authentic happiness tingkat sedang, sementara 59% remaja memiliki konsep authentic happiness negatif. Dengan prosentase tersebut, remaja masih sangat rentan terhadap ancaman permasalahan-permasalahan, baik personal, interpersonal, dan sosial.
Pengaruh Model Pembelajaran Student Active Learning dan Motivasi Berprestasi terhadap Kemampuan Menulis Karya tulis Ilmiah Mahasiswa (Eksperimen pada Mahasiswa Prodi Muamalah IAIN Ponorogo) Hakim, Lukman
Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 2 No 1 (2017): Pendidikan dalam Pembelajaran
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1217.344 KB) | DOI: 10.21154/ibriez.v2i1.18

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Metode Active Learning dan Motivasi Berprestasi terhadap Kemampuan Menulis Karya Ilmiah Mahasiswa (Eksperimen pada mahasiswa Prodi Muamalah IAIN Ponorogo). Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan faktorial 2×2. Populasi penelitian ini adalah semua mahasiswa Prodi Muamalah IAIN Ponorogo. Sampel diambil dengan teknik two stage random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu tes dan nontes.Teknik analisis data yang digunakan adalah ANAVA Dua Jalan. Berdasarkan analisis data disimpulkan, pertama, kemampuan menulis karya ilmiah siswa yang diajar dengan metode Active Learning lebih baik daripada yang diajar dengan metode TCL (Teacher Centered Learning). Dari hasil Fh 8.31 > Ft sebesar 4.03 dengan db pembilang I dan db penyebut 50  pada taraf nyata 0.05. Kedua, kemampuan menulis karya ilmiah siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi lebihbaik daripada kemampuan menulis karya ilmiah siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah. Dari hasil Fhsebesar 13.53 >Ftsebesar 4.03 dengan db pembilang I dan db penyebut 50  pada taraf nyata 0.05. Ketiga, ada interaksi antara metode pembelajaran dan motivasi berprestasi terhadap kemampuan menulis karya ilmiah. Dari hasil Fhsebesar 5.82 > Ft sebesar 4.03 dengan db pembilang I dan db penyebut50  pada taraf nyata 0.05.
Tujuan dan Metode Pendidikan Anak :Perspektif Abdullah Nashih Ulwan dan Paulo Freire Rahayu, Sintami; Mukhlas, Mohammad
Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 1 No 1 (2016): Penelitian Pendidikan dan Keislaman
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.651 KB) | DOI: 10.21154/ibriez.v1i1.13

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu menjelaskan tujuan dan metode pendidikan anak perspektif Abdullah Nasih Ulwan dan Paulo Freire serta menjelaskan persamaan dan perbedaan konsep pendidikan anak perspektifAbdullah Nashih Ulwan dengan Paulo Freire. Metode dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis kepustakaan (library research)yang bersifat analitis deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan dianalisis secara kritis komparatif melalui analisi isi. Hasil penelitian ini menyimpulkan 1) tujuan pendidikan Ulwan adalah untuk melahirkan generasi Islam yang berpedoman pada Al-Qur’an dan Hadist; 2) tujuan pendidikan Freire adalah untuk menciptakan manusia yang sadar (conscitizacao), manusia yang bebas (liberalisasi), dan menciptakan manusia yang memanusiakan manusia (humanisasi). Konsep pendidikan Ulwan dan Freire secara umum memiliki persamaan, yaitu sama-sama mempunyai tujuan untuk melahirkan generasi baru yang berkualitas melalui proses pendidikan. Adapun perbedaannya yaitu metode pendidikan Ulwan adalah metode keteladanan, pembiasaan, nasihat, pengertian, dan hukuman, sedangakan metode pendidikan Freire adalah pendidikan hadap masalah.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif dengan Snowball Throwing Terhadap Hasil Belajar IPA Pada Siswa Kelas IV SDN Bondrang Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo Kusumawati, Naniek
Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 2 No 1 (2017): Pendidikan dalam Pembelajaran
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1102.777 KB) | DOI: 10.21154/ibriez.v2i1.19

Abstract

Pada pembelajaran IPA di Sekolah Dasar membutuhkan suatu inovasi baru yang mampu untuk mengaktifkan dan membuat proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan agar para siswa mampu untuk memahami materi yang dipelajari. Hal ini menuntut guru untuk dapat menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam memilih model pembelajaran yang akan digunakan. Salah satu contoh model pembelajaran yang dapat digunakan adalah model pembelajaran kooperatif Snowball Throwing. Dalam pembelajaran Snowball Throwing siswa akan belajar secara berkelompok dan bekerjasama dengan teman sekelompoknya dalam memecahkan masalah. Sehingga siswa akan lebih mudah dalam memahami materi dan juga dalam mengemukakan ide yang dapat memaksimalkan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran kooperatif dengan Snowball Throwing terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas IV SDN Bondrang Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo tahun pelajaran 2016/2017. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 1 Bondrang dan siswa kelas IV SDN 2 Bondrang. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan sampling jenuh. Sedangkan dalam rangka pengumpulan data peneliti menggunakan metode tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji prasyarat dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Snowball Throwing dapat mempengaruhi hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Bondrang Kabupaten Ponorogo, dimana diperoleh hasil nilai rata-rata pada kelas eksperimen adalah 83,23 dan pada kelas kontrol adalah 71,47. Simpulan pada penelitian ini adalah ada pengaruh dari penerapan model pembelajaran kooperatif dengan Snowball Throwing terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas IV SDN Bondrang Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo tahun pelajaran 2016/2017.
Pembelajaran Fisika Dasar Terintegrasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam Melalui Diagram Vee Pertiwi, Faninda Novika
Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 1 No 1 (2016): Penelitian Pendidikan dan Keislaman
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1083.734 KB) | DOI: 10.21154/ibriez.v1i1.7

Abstract

Penelitian ini dilatorbelakangi oleh pembelajaran Fisika yang selama ini dilakukan kurang bermakna. Selama ini pembelajaran Fisika yang dilakukan belum pernah diintegrasikan dengan nilai-nilai pendidikan Islam dan kurang melibatkan peserta didik dengan maksimal. Berdasarkan hal tersebut, makapada penelitian ini peneliti ingin mengimplementasikan pembelajaran Fisika dasar terintegrasi nilai-nilai pendidikan Islam melalui diagram Vee dengan tujuan agar tercipta pembelajaran yang bermakna. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan selama 2 siklus. Materi Fisika yang disampaikan pada penelitian ini adalah kesetimbangan benda tegar, kalor, fluida dan gelombang. Subjek penelitiannya adalah mahasiswa IAIN Ponorogo, Jurusan Tarbiyah Prodi tadris IPA yang berjumlah 38 mahasiswa. Data hasil penelitian berupa hasil angket yang berkaitan dengan pembelajaran yang telah dilakukan. Berdasarkan hasil angket, terlihat bahwa setiap indikator dari pembelajaran bermakna mengalami peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2. Peningkatan paling kecil terlihat pada indikator kemampuan menemukan jawaban sendiri dari suatu permasalahan yang ada yaitu sebesar 0,6%. Sedangkan peningkatan paling besar terlihat pada indikator kemampuan menghubungkan materi baru yang dipelajari dengan pengetahuan sebelumnya mengalami peningkatan paling besar yaitu sebesar 12,5%. Untuk indikator kemampuan menghubungkan materi yang dipelajari dengan salah satu ayat dalam Al-Qur’an mengalami peningkatan sebesar  9 % dan yang terakhir indikator kemampuan mengaplikasikan materi yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari mengalami peningkatan sebesar 6,5 %. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bermakna dapat tercapai dengan mengintegrasikan materi Fisika dengan ayat Al-Qur’an yang sesuai.Karena dengan begitu peserta didik lebih menghargai dan meyakini keteraturan alam ciptaan Tuhan. Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan IPA di Indonesia yaitu agar peserta didik memiliki keyakinan keteraturan alam ciptaan-Nya dan keagungan Tuhan YME.
Eksistensi Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi Dalam Memperkokoh karakter Bangsa Indonesia Pahlevi, Farida Sekti
Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 2 No 1 (2017): Pendidikan dalam Pembelajaran
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1124.954 KB) | DOI: 10.21154/ibriez.v2i1.26

Abstract

Citizenship education is an integral part of the national education system.Therefore the civic education process needs to be addressed in the curriculum and learning on all paths and levels of education.Functions and roles in the context of achieving national educational objectives, civic education are designed, developed, implemented and evaluated in the context of the embodiment of national education objectives.They are the foundation and frame of mind for understanding and applying civic education.Citizenship education is a very urgent need for the nation in building a safe, comfortable, peaceful, prosperous life.In building a civilized democracy, it needs a generation of intelligent, strong-minded nation.There are several reasons why civic education is urgently needed, firstly, the rise in political literacy and not political literacy and not knowing the workings of democracy and its institutions;Secondly, the increased politichal apathism is demonstrated by the lack of citizen involvement in political processes.The intellectual, emotional, social, and spiritual formation of intelligent citizens is really a demand and necessity.This is where the existence of civic education becomes a very important tool for democratic countries including the state of Indonesia in order to give birth to a generation of nations who know the values of nationality based on Pancasila and have the necessary skills in transforming, actualizing and preserving everything that is owned by NKRI.
Komunikasi Edukatif dalam Perspektif Alquran (Analisis Kisah Musa) Musayadah, Khori Robihatul; Muafiah, Evi
Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 1 No 1 (2016): Penelitian Pendidikan dan Keislaman
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1038.164 KB) | DOI: 10.21154/ibriez.v1i1.8

Abstract

Komunikasi merupakan salah satu hal yang sangat diperlukan dalam kehidupan. Komunikasi memiliki banyak fungsi, salah satunya adalah fungsi edukasi atau pendidikan. Nabi Musa merupakan salah satu Rasul Allah yang dapat dijadikan tauladan oleh seorang pendidik dalam melaksanakan pembelajaran. Adapun metode yang digunakan adalah content analysis dan penelitian ini merupakan jenis penelitian library research dengan pendekatan Historis. Adapun hasil dari penelitian ini adalah (1) komunikasi yang terjadi dalam kisah Musa merupakan komunikasi edukatif yang dapat dilihat dari peran Nabi Musa sebagai seorang edukator dan tujuan komunikasi tersebut yaitu mengubah pengetahuan Bani Israil tentang ketauhidan; (2) tahapan-tahapan yang terdapat dalam strategi komu-nikasi edukatif dalam kisah Musa adalah menemukan masalah Bani Israil, menentukan tujuan, merencanakan komunikasi, menyampaikan risalah, Umpan balik, dan evaluasi beru-pa cobaan; (3) tahapan strategi komunikasi edukatif dalam kisah Musa merupakan gabung-an dari tahapan strategi komunikasi Cultid dan Center, Philip Lesly, John Middleton, lima langkah, dan advokasi.