Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains
ISSN : -     EISSN : -
Articles
44
Articles
Penerapan Pembelajaran CLIS dengan Menggunakan Alat Peraga Sederhana Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Pemecahan Masalah

Faradita, Meirza Nanda

Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 3 No 2 (2018): Pembelajaran Islami
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACT This study aims to improve thinking skills in solving problems of science subjects in fifth grade students at Tawangsari Elementary School. This study uses Classroom Action Research. The research subjects in this study were all students of V Tawangsari Taman-Sidoarjo class. With a total of 46 students, consisting of 25 men and 21 women. This class action research will be conducted at Tawangsari Elementary School Taman-Sidoarjo. In the first cycle, the average thinking problem solving skills of students is 68.47. The average value for the Daily Evaluation process (LKS) is 80.67 with very good criteria, and for Daily Evaluation the product (evaluation) is 68.02 with sufficient criteria. In the second cycle, the average value of students' problem solving thinking skills was 76.8. The average value for the process Daily Evaluation (LKS) and product (evaluation) is 94.35 and 76.49. Thus, it can be concluded that the response of students in learning science by applying CLIS learning by using simple teaching aids can improve thinking skills of problem solving and improve the completeness of student learning outcomes both in process and product. Keywords: CLIS Learning, Simple Props, Problem Solving Thinking Skills

Higher-Order Thinking Skills: Strategi Kontra Radikalisme Santri Pesantren

Ardiansyah, Mochammad Zaka

Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 3 No 2 (2018): Pembelajaran Islami
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (958.455 KB)

Abstract

Radikalisme yang merasuki pesantren menurut Tan dapat dicegah dengan mendorong pesantren menerapkan educative tradition guna mengembalikan pesantren pada wajah aslinya, Islamic school with a smiling face, lembaga pendidikan Islam berwajah ramah. Meski beberapa parameter educative tradition kontradiktif dengan tradisi pesantren yang menjunjung tinggi kepatuhan total pada kiai, namun beberapa lainnya penting untuk diterapkan, seperti mendorong santri-siswa pesantren berpikir kritis dan kreatif. Untuk mewujudkan keduanya santri-siswa, pengelola lembaga pendidikan di bawah holding institution pesantren seyogyanya mendesain pembelajaran yang dapat menghasilkan siswa memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher-Order Thinking Skills/HOTS), yakni tidak hanya puas pada hafalan dan pemahaman, namun juga mengarahkan pembelajaran untuk menganalisis masalah dan konsep, mengevaluasi realitas lapangan dan merumuskan problem solving atas masalah sosial. Ikhtiar ini diharapkan menjadi solusi mencegah tekstualisme-fanatisme berpikir yang dapat menjangkit santri dan alumni pesantren.

Peran Guru dalam Mengembangkan Keterampilan Menulis Arab Melalui Ekstrakurikuler Kaligrafi di MIN 6 Ponorogo

Chusna, Aliba'ul, Hidayah, Chamila Kurnia

Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 3 No 2 (2018): Pembelajaran Islami
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran guru sebagai motivator dan fasilitator, faktor pendukung dan penghambat dalam mengembangkan keterampilan menulis arab melalui ekstrakurikuler kaligrafi bagi siswa kelas 3 MIN 6 Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun teknik analisa data menggunakan teknik Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data ditemukan : Peran guru sebagai motivator dalam mengembangkan keterampilan menulis Arab melalui ekstrakurikuler kaligrafi bagi siswa kelas 3 MIN 6 Ponorogo adalah guru memberikan motivasi atau dorongan kepada siswa yang tidak menyukai kegiatan ekstrakurikuler kaligrafi dengan cara memberikan hadiah atau penghargaan, memberi peringatan dan memberi angka atau penilaian pada siswa yang bisa menulis kaligrafi dengan benar. Sedangkan Peran guru sebagai fasilitator adalah menyediakan sumber belajar seperti buku dan gambar-gambar kaligrafi, memberi bantuan teknis atau arahan kepada siswa-siswi yang mengalami kesulitan cara menulis kaligrafi dengan benar. Faktor pendukungnya adalah dukungan dari pihak sekolah dengan cara menyediakan pensil khat, tenaga pengajar yang kompeten, sarana dan prasarana, dan dukungan dari orang tua dengan mengajari latihan menulis kaligrafi. Adapun faktor penghambatnya adalah perhatian dan semangat siswa yang kurang karena kurang konsenterasi, dan terdapat siswa siswi yang belum lancar menulis Arab.

Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning pada Mata Kuliah Kewirausahan dalam Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa

Damayanti, Susi, Surindra, Bayu

Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 3 No 2 (2018): Pembelajaran Islami
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1198.573 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu ingin mengetahui perbedaan hasil belajar mahasiswa baik sebelum maupun sesudah penerapan model pembelajaran project based learning pada mata kuliah kewirausahaan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas yang memiliki tujuan  untuk mengetahui peningkatan hasil belajar mahasiswa melalui penerapan model pembelajaran project based learning pada mata kuliah kewirausahaan. Yang menjadi subjek penelitian ini yaitu Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Nusantara PGRI Kediri tingkat IV kelas E yang berjumlah 33 mahasiswa, sedangkan objek dalam penelitian ini yaitu hasil belajar mahasiswa PGSD mata kuliah kewirausahaan. Teknik analisis data yang dipakai yaitu analisi deskriptif untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran project based learning pada mata kuliah kewirausahaan. Dari hasil pengolahan data dengan menggunakan software SPSS terdapat peningkatan hasil belajar mahasiswa, serta dari hasil uji signifikansi didapatkan data nilai Sig.(2-tailed) adalah 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran project based learning pada mata kuliah kewirausahaan ada perbedaan yang signifikan. Selanjutnya dari hasil ketuntasan belajar mahasiswa juga mengalami peningkatan dari siklus 1 dengan nilai rata-rata sebesar 68%, meningkat pada siklus 2 dengan nilai rata-rata sebesar 85,7%.

Pemahaman Penggunaan Ejaan Terhadap Kemampuan Menulis Karangan Siswa Sekolah Dasar

Sahari, Sutrisno, Rini, Windhi Pangestu

Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 3 No 1 (2018): Pendidikan Dasar dan Keislaman
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (850.575 KB)

Abstract

Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah keterkaitan antara pemahaman penggunaan ejaan pada penulisan karangan siswa kelas V SDN Selodono. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat pemahaman penggunaan ejaan pada karangan siswa kelas  V SDN Selodono Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif  jenis deskriptif dengan subjek penelitian siswa kelas V SDN Selodono sebanyak 36 siswa. Instrumen pengumpulan data dengan menggunakan human instrument atau peneliti itu sendiri. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak dan catat. Tahap selanjutnya adalah pemberian skor untuk mengukur tingkat pemahaman penggunaan ejaan siswa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data sebagai berikut: 1) kategori kurang paham (skor <70) sebesar 69,44% yang berarti sebanyak 25 siswa dari total 36 siswa berada pada kategorisasi kurang paham; 2) kategori cukup paham (skor 70-79) adalah sebesar 13,88% yang berarti sebanyak 5 siswa dari total 36 siswa berada pada kategorisasi cukup paham; 3) kategori paham (skor 80-89) adalah sebesar 13,88% yang berarti sebanyak 5 siswa dari total 36 siswa berada pada kategorisasi paham; dan 4) kategori sangat paham (skor 90-100) sebesar 2,77% yang berarti sebanyak 1 siswa dari total 36 siswa berada pada kategorisasi sangat paham. Berdasarkan simpulan hasil penelitian ini, tingkat pemahaman penggunaan ejaan pada karangan masih rendah. Dengan demikian, disarakan bagi guru untuk memberikan contoh penggunaan ejaan bagi siswa baik secara lisan maupun tertulis dalam pembelajaran.

Membumikan Al Qur’an Sejak Dini

Afifah, Anis

Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 3 No 1 (2018): Pendidikan Dasar dan Keislaman
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.741 KB)

Abstract

Al-qur’an sebagai pedoman bagi umat Islam hendaknya dipelajari secara kontekstual, bukan sekedar membaca, menulis, dan menghafal secara tekstual. Sebagai pedoman, Al-Qur’an mencakup segala sesuatu yang ada di muka bumi ini baik yang bersifat sosial maupun alam. Dengan mempelajari ilmu sosial dan ilmu alam diharapkan manusia dapat menjadi bertaqwa terhadap Allah SWT dengan melaksanakan segala ketentuan dalam Al Qur’an. Pelaksanaan pembelajaran Al-Qur’an secara terpisah dengan ilmu yang lain mengakibatkan Al-Qur’an hanya dipelajari secara tekstual oleh anak. Pembelajaran terpadu tipe webbed menjadi salah satu alternatif yang diberikan oleh penulis untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian awal dari penelitian ini menggunakan hasil observasi empiris dan dokumentasi pembelajaran yang ada di sekolah tingkat dasar di Indonesia. Secara teoritis direplikasikan melalui pencarian terkait dengan pembelajaran terpadu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Membumikan Al-qur’an sejak dini dapat dilaksanakan melalui pengintegrasian dan pengkoneksian al-Qur’an dengan mata pelajaran IPA, IPS, Bahasa Indonesia, PKn, SBdP, Matematika, Pendidikan Jasmani,  Fiqih, Akidah, Sejarah Islam dan Bahasa Arab di sekolah tingkat dasar 2) Desain pembelajaran terpadu tipe webbed dengan strategi pembelajaran inquiry meliputi kegiatan menentukan masalah, menentukan pertanyaan penelitian, mengajukan hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis dan menyimpulkan. Kata Kunci : pembelajaran inquiry,  Al-Qur’an, terpadu, tematik integratif, siklus air.

Nilai-nilai Karakter dalam Novel Hafalan Sholat Delisa

Widada, Dwi Masdi

Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 3 No 1 (2018): Pendidikan Dasar dan Keislaman
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (993.018 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan nilai-nilai pendidikan budaya karakter bangsa. Teknik pengumpulan data menggunaka metode dokumentasi dan metode telaah teks. Metode dokumentasi dilaksanakan untuk mengumpulkan, memilah, mengolah, dan menyampaikan informasi untuk dapat mengkaji data selanjutnya.Analisis data dilakukan secara analisis isi. validitas data yang digunakan menggunakan trianggulasi data untuk mengumpulkan data yang sama. Artinya data yang sama atau sejenis akan lebih mantap kebenaranya bila digali dari beberapa sumber data yang berbeda. Novel HSD ditinjau dari strukturnya menceritakan kehidupan seseorang dari awal sampai meninggal, tema dalam novel ini banyak mengangkat tentang tema motivasi pendidikan dn hidup, rasa kemanuasiaan yang terekam sikap rasa simpati dan empati terhadap sesama. Peristiwa dalam novel ini terjadi di LhokNga dengan alur yang digunakan dalam novel maju. Amanat dalam novel ini adalah pentingnya hafalan bacaan shalat, sikap sabar dalam menghadapi cobaan apa pun, selalu bersyukur kepada Tuhan dalam keadaan suka dan duka. Kebutuhan aktualisasi diri dalam novel ditunjukkan adanya keinginan dalam diri tokoh untuk selalu mengaktualisasikan setiap cita-cita dan keinginannya untuk menghafalkan bacaan shalat dengan sempurna. Novel HSD sarat akan nilai pendidikan untuk pembacanya, terdiri dari nilai pendidikan agama yang menjelaskan hubungan manusia dengan Tuhannya, nilai moral yang mengatur baik buruknya perilaku manusia dalam hubungannya dengan sesama, nilai pendidikan sosial yang menunjukkan rasa peduli antar manusia satu dengan yang lain sesuai peranannya sebagai makhluk sosial; dan nilai pendidikan budaya bangsa yang menunjukkan kebiasaan dan cara pandang masyarakat dalam menjalani kehidupan.

Penerapan Model PBL dan GI Terhadap Kemampuan Menganalisis Fenomena Sosial Berorientasi Pendekatan Interdisipliner

Imron, Ilmawati Fahmi, Aka, Kukuh Andri

Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 3 No 1 (2018): Pendidikan Dasar dan Keislaman
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.561 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menganalisis fenomena sosial berorientasi pendekatan interdisipliner pembelajaran IPS, dan mendeskripsikan perbedaan kemampuan menganalisis fenomena sosial berorientasi pendekatan interdisipliner pembelajaran IPS  dengan menerapkan model PBL dan GI pada mahasiswa PGSD UN PGRI Kediri. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan penelitian Nonequivalent Groups Design yakni rancangan ini dilakukan perbandingan perlakuan model yang diterapkan oleh kelompok A dan model kelompok B untuk mengetahui kemampuan menganalisis fenomena sosial pembelajaran IPS pada mahasiswa PGSD UN PGRI Kediri. Kelompok A menggunakan model PBL (Problem Based Learning) dan kelompok B menggunakan GI (Group Investigation). Subjek penelitian adalah mahasiswa UN PGRI Kediri. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemberian tes. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah lembar penilaian atau lembar tes tulis berbentuk soal uraian yang mengacu pada indikator kemampuan menganalisis fenomena sosial berorientasi pendekatan interdisipliner. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan statistik inferensial. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan kemampuan menganalisis fenomena sosial pada kelas PBL dan GI ditunjukkan t hitung 6,069 dengan signifikansinya 0,000<0,050. Dari perbedaan tersebut model PBL ditentukan lebih unggul dibandingkan dengan model GI, berdasarkan perbandingan nilai posttest dan pretest. Selisih model PBL yakni 16,08 point, sedangkan model GI yakni 6,56 point.

Representasi Matematis Pemahaman Geometri Siswa MI

Hadi, Sofwan

Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 3 No 1 (2018): Pendidikan Dasar dan Keislaman
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.161 KB)

Abstract

Representasi merupakan salah satu aspek terpenting dalam pemahaman siswa. Representasi matematis siswa pada Geometri dimateri bangun datar persegi panjang merupakan salah kajian yang perlu dikaji. Karena geometri itu merupakan salah satu materi yang mulai mengajak siswa di Madrasah Diniyah untuk berpikir abstrak. Faktor yang mempengaruhi kemampuan komunikasi dan representasi siswa bisa dijadikan bahan kajian untuk mendesain pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif deskriptif. Penelitian ini mengkategorikan subjek menjadi 3 kategori berdasarkan kemampuan pemahamaan. Subjek penelitian sebanyak 24 siswa. Hasil penelitian mendapakan ada 3 faktor yang mempengaruhi representasi matematis siswa.

Pengaruh Metode Membaca PQRST Terhadap Hasil Belajar Menyelesaikan Soal Cerita Mahasiswa PGSD UWKS

Damayanti, Rini, Chamidah, Amalia

Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 3 No 1 (2018): Pendidikan Dasar dan Keislaman
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.243 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk membuktikan metode membaca pqrst berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa pada materi soal cerita matematika. Instrumen pada penelitian ini adalah lembar tes. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode Eksperimen Semu (Quasi Experiment). Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 4 prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang terdiri dari 2 kelas. Pemilihan sampel yang digunakan sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan dengan teknik nonprabability sampling dengan teknik sampling jenuh dan terpilih semester IV-A sebagai kelas eksperimen dan semester IV-B sebagai kelas kontrol. Hasil dari penelitian ini diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen yang diberi perlakuan metode membaca pqrst 80,66, sedangkan nilai rata-rata kelas kontrol yang diberi perlakuan metode pembelajaran konvensional 75,00. Hasil analisis Uji Independent Samples T-test menunjukkan bahwa nilai signifikan 0,008 < 0,05. Artinya H0 ditolak Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara pemberian perlakuan berupa metode membaca pqrst terhadap hasil belajar mahasiswa pada materi soal cerita matematika.