cover
Filter by Year
Jurnal Jalan-Jembatan
Jurnal Jalan-Jembatan adalah wadah informasi bidang Jalan dan Jembatan berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait yang meliputi Bidang Bahan dan Perkerasan Jalan, Geoteknik Jalan, Transportasi dan Teknik Lalu-Lintas serta Lingkungan Jalan, Jembatan dan Bangunan Pelengkap Jalan. Terbit pertama kali tahun 1984, dengan frekuensi terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. Mulai tahun 2016 terbit dengan frekuensi dua kali setahun, edisi Januari - Juni dan edisi Juli - Desember, dalam versi cetak dan versi elektronik.
Articles
297
Articles
‚Äč
ANALISIS METODE KONSTRUKSI JEMBATAN GELAGAR BOKS BAJA MODULAR UNTUK LINTAS ATAS SUNGAI (MODULAR STEEL BOX GIRDER BRIDGE CONSTRUCTION METHOD ANALYSIS FOR RIVER CROSSING)

Nugraha, Widi, Chairulloh, Achmad Riza

Jurnal Jalan-Jembatan Vol 35 No 2 (2018): Jurnal Jalan-Jembatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Percepatan pembangunan di bidang infrastruktur adalah kebutuhan saat ini, termasuk masa konstruksi sebuah jembatan. Salah satu solusi untuk mempercepat masa konstruksi jembatan adalah menggunakan komponen jembatan yang dibuat terlebih dahulu di luar lokasi pekerjaan atau pra-fabrikasi, dibuat dalam ukuran segmen yang masih mudah untuk dimobilisasi dari workshop ke lokasi, kemudian komponen tersebut mudah dirangkai menjadi satu kesatuan, yang akhirnya akan meminimalisasi waktu pelaksanaan di lokasi pekerjaan. Solusi tersebut adalah komponen jembatan modular, salah satunya yang dilakukan oleh Puslitbang Jalan dan Jembatan yang bekerjasama dengan POSCO yang merupakan perusahaan fabrikasi baja dari Korea Selatan, yaitu jembatan Gelagar Boks Baja Modular bentang 40 m dan terdiri dari tiga segmen: 12 m, 16 m, dan 12 m. Ujicoba konstruksi jembatan gelagar boks baja modular dilakukan pertama kali di Indonesia pada tahun 2016, dengan lokasi di Kali Cimanis, Kabupaten Cirebon. Pada umumnya, jembatan gelagar boks baja modular ini dipasang sebagai lintas atas dari sebuah jalan eksisting yang digunakan sebagai tempat untuk sebuah mobile crane melakukan pekerjaan peluncuran gelagar. Dengan lokasi ujicoba konstruksi di atas sebuah sungai dan tidak memungkinkan untuk menggunakan metode yang sama, maka dalam pelaksanaannya, digunakan alternatif metode konstruksi dengan menggunakan dua buah crane di satu sisi sungai yang merupakan lokasi perakitan dan satu buah crane di sisi lain untuk menyambut gelagar. Dalam penelitian ini, dilakukan analisis terhadap metode konstruksi tersebut untuk memastikan pelaksanaan yang dilakukan dapat berjalan aman, komponen struktur tidak mengalami kerusakan, dan pekerjaan dapat berjalan lebih cepat sebagai bagian dari tujuan percepatan pembangunan infrastruktur. Dari hasil analisis setiap kemungkinan dari tahapan konstruksi yang digunakan dalam metode konstruksi alternatif tersebut, didapat hasil bahwa tegangan terbesar yang terjadi akibat pelaksanaan adalah 50,37 MPa, yang kurang dari tegangan ijin 380 MPa. Selain itu, defleksi vertikal terbesar yang terjadi pada tahapan peluncuran gelagar adalah 21,98 mm, yang kurang dari defleksi ijin 50 mm. Sehingga, metode konstruksi ini dapat digunakan dan menjadi acuan untuk metode konstruksi jembatan gelagar boks baja modular untuk lintas atas sungai.

PENENTUAN PRIORITAS PEMBANGUNAN JALAN DESA MENGGUNAKAN RURAL ACCESS INDEX (PRIORITY ASSESSMENT FOR RURAL ROAD DEVELOPMENT USING RURAL ACCESS INDEX)

Dewandaru, Dimas Sigit

Jurnal Jalan-Jembatan Vol 35 No 2 (2018): Jurnal Jalan-Jembatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penentuan prioritas pembangunan jalan daerah, terutama jalan desa, saat ini masih menggunakan metode yang objektif atau dengan penilaian kondisi lapangan. Pemrograman dilakukan melalui RPJMDes dan RKPDes yang belum menggambarkan tingkat aksesibiltas suatu desa dengan jelas. Metode lain adalah menggunakan Juknis Perencanaan Jalan Kabupaten yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga. Juknis ini menetapkan prioritas perencanaan berdasarkan LHR dan perhitungan nilai manfaat-biaya (NPV/km). Metode tersebut menghasilkan perhitungan yang cenderung memprioritaskan jalan yang memiliki tingkat kondisi kerusakan yang parah atau LHR yang tinggi. Disamping itu, terdapat area yang lebih membutuhkan pembangunan jalan terkait dengan aksesibiltas penduduknya, seperti akses ke pusat pendidikan, kesehatan, perdagangan ataupun pertanian. Untuk menentukan suatu desa apakah telah memiliki aksesibilitas prasarana jalan yang memadai, diperlukan suatu metode analisis untuk menilai (indeks) aksesibilitas. Salah satunya adalah metode yang dikeluarkan oleh World Bank yaitu RAI yang menggunakan populasi penduduk sebagai variabel tetap terhadap akses area yang spesifik. Nilai RAI rendah menandakan bahwa daerah tersebut sangat membutuhkan akses jalan. Penelitian ini membandingkan hasil dari penggunaan tiga metode penentuan prioritas pembangunan jalan desa dengan mengambil studi kasus di Kawasan Agropolitan Ciwidey. Dari hasil perbandingan ketiga metode terlihat bahwa pemanfaatan RAI lebih unggul pada kemampuannya memberikan penilaian (indeks) aksesibiltas ruas jalan desa terhadap suatu area spesifik yang dibutuhkan masyarakat, seperti akses lahan pertanian pada studi kasus yang dikaitkan dengan proporsi jumlah penduduk yang melewatinya. Kata kunci: jalan desa, analisa data jalan, program prioritas, aksesibilitas, RAI.

ESTIMASI EKIVALENSI MOBIL PENUMPANG BERDASAR DATA KECEPATAN PADA JALAN TOL (ESTIMATION OF PASSENGER CAR EQUIVALENCE BASED ON SPEED FOR TOLL ROADS)

Joewono, Tri Basuki, Nugraha, Kiagoes Moehammad H.N., Alviana, Zelina

Jurnal Jalan-Jembatan Vol 35 No 2 (2018): Jurnal Jalan-Jembatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Berbagai studi telah dilakukan untuk menyesuaikan nilai EMP agar lebih sesuai dengan perubahan yang terjadi di lapangan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis distribusi kecepatan dua ruas jalan tol dan menggunakannya untuk mengestimasi nilai EMP. Studi dilakukan dengan menggunakan data arus dan kecepatan ruas jalan dalam kota dan luar kota, yaitu ruas Jakarta-Cikampek dan ruas Lingkar Luar Jakarta. Hasil analisis menunjukkan bahwa kecepatan arus lalu lintas di kedua jalan tol mengikuti distribusi normal dan nilai EMP untuk jalan tol dalam kota adalah lebih besar dibandingkan nilai untuk jalan tol luar kota. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa nilai EMP berdasarkan data kecepatan adalah lebih kecil dibanding nilai dalam MKJI 1997. Kata kunci: EMP, kecepatan, jalan tol, dalam kota, luar kota  

ANALISIS DAN PREVENTIF LIKUEFAKSI DENGAN METODE KOLOM SEMEN (LIQUEFACTION ANALYSIS AND PREVENTION USING CEMENT COLUMN METHOD)

liliwarti, liliwarti, -, Satwarnirat, -, Silvianengsih, Archenita, Dwina

Jurnal Jalan-Jembatan Vol 35 No 2 (2018): Jurnal Jalan-Jembatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Likuifaksi adalah peristiwa hilangnya kekuatan lapisan tanah akibat adanya gempa bumi. Likuifaksi terjadi biasanya pada tanah yang jenuh air, tekanan air pori menjadi meningkat dan tanah kehilangan daya dukung akibatnya tidak sanggup menahan beban struktur sehingga bangunan amblas. Padang merupakan daerah rawan gempa yang telah menimbulkan akibat yang cukup parah (gempa bumi September 2009), banyaknya bangunan dan infrastruktur runtuh, disebabkan likuifaksi yang dipicu oleh gempa bumi. Analisis dan prefentif likuifaksi sangat diperlukan untuk meminimalkan resiko yang ditimbulkan oleh gempa bumi. Pada penelitian ini analisis likuifaksi menggunakan data sondir(CPT) dan prefentif likuifaksi digunakan metoda kolom semen. Hasil analisis likuifaksi yang terdiri dari 10 titik lokasi yang ditinjau, terdapat 4 titik lokasi yang berpotensi likuifaksi, 3 titik lokasi sangat berpotensi likuifaksi dan 3 titik lokasi yang tidak berpotensi likuifaksi. Metoda kolom semen dilakukan di laboratorium dengan cara, tanah ditempatkan dalam kotak uji dan selanjutnya dibuat kolom semen dengan diameter2,5 cm dengan variasi jarak antar kolom 2D, 3D, dan 4D. Kotak uji digetarkan dan dilakukan uji kuat geser sebelum dan sesudah digetarkan. Dari hasil uji kuat geser didapat kolom semen dapat mengurangi potensi likuifaksi dengan jarak antar kolom 2D, kuat geser tanah naik dari 3,14 kPa menjadi 16,86 kPa, nilai kuat geser meningkat sebesar 537% dan dapat mereduksi penurunan sebesar 500%. Hasil dari penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh konsultan dan pemerintah daerah sebagai pedoman untuk mengembangkan kota Padang. Kata Kunci: tanah, gempa, likuifaksi, sondir, kolom semen.

LWD PUSJATAN SEBAGAI ALAT ALTERNATIF DALAM MENGEVALUASI PERKERASAN LENTUR (IRE‚??S LWD AS ALTERNATIVE TOOL FOR FLEXIBLE PAVEMENT TEST)

Syafier, Siegfried

Jurnal Jalan-Jembatan Vol 35 No 2 (2018): Jurnal Jalan-Jembatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pengujian kekuatan struktural dibutuhkan dalam mengevaluasi suatu ruas jalan existing. Pada umumnya alat FWD digunakan untuk pengumpulan data. Untuk kondisi Indonesia FWD ini jumlahnya masih terbatas dan pada umumnya berada di Pulau Jawa. Alternatif yang bisa digunakan adalah alat LWD. Alat LWD ini sama seperti FWD tapi dioperasikan secara manual dan beban yang digunakan lebih rendah dibandingkan dengan alat FWD. Pusjatan telah mengembangkan alat LWD dan memiliki perbedaan dengan LWD pada umumnya. Perbedaan ini antara lain tidak menggunakan load cell dan besarnya beban didapat dari hasil kalibrasi labaoratorium. Selain itu, juga mempunyai stress level yang lebih tinggi dari alat LWD pada umumnya. Studi ini melihat kemungkinan penggunaan alat LWD Pusjatan dalam mengevaluasi perkerasan lentur untuk lalu lintas sedang s.d. rendah sehingga nantinya bisa digunakan untuk perencanaan terutama pada daerah-daerah di luar Pulau Jawa yang tidak mempunyai FWD. Parameter utama yang digunakan dalam studi ini adalah modulus permukaan pada titik pembebanan dan modulus permukaan pada jarak 900 mm. Ruas jalan yang digunakan terletak di seputar kampus Pusjatan dan diasumsikan sebagai jalan dengan lalu lintas sedang sampai rendah. Terlihat dari hasil analisis bahwa terdapat hubungan yang cukup kuat dari kedua modulus ini yang dihitung dari hasil lendutan yang didapat dari pengujian menggunakan alat FWD dan LWD Pusjatan. Hubungan ini terlihat dari hasil plotting terhadap garis kesamaan serta koefisien korelasi yang cukup tinggi. Kenyataan ini memberikan keyakinan  bahwa penggunaan alat LWD bisa sebagai alternatif alat FWD untuk evaluasi jalan-jaan lentur dengan lalu lintas sedang s.d. rendah. Kata kunci: FWD, LWD, modulus permukaan, evaluasi perkerasan lentur, lalu lintas sedang s.d. rendah.    

PERBANDINGAN SIFAT DAN KARAKTERISTIK BETON GEOPOLIMER TERHADAP BETON SEMEN PORTLAND UNTUK KEKUATAN STRUKTUR BALOK (COMPARISON OF THE PROPERTIES AND CHARACTERISTICS OF GEOPOLYMER CONCRETE AND PORTLAND CEMENT CONCRETE FOR STRUCTURAL BEAM STRENGTH)

Setiati, N. Retno

Jurnal Jalan-Jembatan Vol 35 No 2 (2018): Jurnal Jalan-Jembatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abu terbang merupakan hasil pembakaran batu bara dari beberapa PLTU.  Abu terbang kelas F adalah tipe abu terbang yang umumnya digunakan untuk campuran beton. Makalah ini membahas hasil penelitian tentang pengaruh penambahan 100% abu terbang sebagai pengganti semen pada campuran beton (beton geopolimer). Uji laboratorium dilakukan dengan membuat model fisik balok beton bertulang.  Kemudian, hasil uji beton geopolimer dibandingkan dengan beton konvensional. Untuk mengetahui sifat mekanik beton, dibuat benda uji silinder ukuran 150 mm x 300 mm dan balok dengan ukuran 150 mm x 150 mm x 600 mm.  Untuk mengetahui kapasitas struktur beton geopolimer dan konvensional dibuat balok struktural berukuran 150 mm x 350 mm dengan panjang 4000 mm sebanyak dua buah.  Pengujian model fisik balok struktural mengacu pada ACI 437.1R-07. Hasil uji beton struktural laboratorium dibandingkan terhadap perhitungan secara teoritis.  Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pada balok beton bertulang dengan komposisi 100% abu terbang kekuatannya hampir setara dengan beton konvensional.  Berdasarkan hasil uji, nilai kapasitas beban yang dapat dipikul struktur balok beton geopolimer sebesar  87,5 kN dengan deviasi 38% terhadap nilai teoritis. Untuk struktur balok beton konvensional, beban yang dipikul sebesar 109,2 kN dengan deviasi 25% terhadap nilai teoritis.  Nilai kapasitas struktur balok beton geopolimer dan konvensional berdasarkan hasil uji laboratorium lebih kecil dibandingkan nilai secara teoritis. Kata kunci: semen Portland, abu terbang, beton konvensional, beton geopolimer, balok beton bertulang.

PERANAN PROGRAM INVENTARISASI BAHAN BANGUNAN NASIONAL DALAM PEMBANGUNAN JALAN

Moestofa, Benny

Jurnal Jalan-Jembatan No 2 (1997)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Any highway engineering project requires information on the type, distribution, quality, reserve and cost of road-making materials. An inventory system to store this information for all Indonesias provinces has been developed at Institute of Road Engineering (IRE). Indonesia, together with the collaboration of the Transport Research Laboratory (TRL) , United Kingdom. This article deals with the technical aspects of the inventory methodology which is applicable nationwide. The main benefit of this system is its use to road network planning and construction programmes in Indonesia. Although currently resricted tto road-making materials, the inventory system could be extended to cover other construction materials.

ALTERNATIF SPESIFIKASI BINA MARGA CAMPURAN ASPAL PANAS

Sjahdanulirwan, M

Jurnal Jalan-Jembatan No 4 (1997)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Perencanaan campuran/spesifikasi yang kurang cocok merupakan suatu kerugian karena dapat menimbulkan kerusakan pada lapis perkerasan. Perbaikan spesifikasi Bina Marga, khususnya lapis permukaan AC dan Hot Rolled serta lapis antara/pondasi atas AC, dimaksudkan guna menghindari kerugian yang tidak perlu tersebut. Alternatif spesifikasi campuran aspal panas ini disusun dengan mengingat kepraktisan serta seminimum mungkin melakukan perubahan terhadap spesifikasi yang selama ini digunakan. Konsep ini bukan yang seminimum mungkin melakukan perubahan terhadap spesifikasi yang selama ini digunakan. Konsep ini bukan yang resmi diajukan ke Bina Marga, tetapi merupakan pemikiran/konsep alternatif bagi diskusi lebih lanjut. Perubahan dan penyempurnaan mencakup antisipasi kerusakan kelelahan plastis (plastic flow), akomodasi sifat viscous elastis, faktor kondisi jalan lama, dimensi pelapisan, persyaratan lalu lintas berat, serta pemilihan parameter dan nilai Marshall yang lebih effisien dan rasional. Untuk lapis permukaan AC dilakukan penyederhanaan jumlah gradasi agregat, sedangkan untuk lapis permukaan Hot Rolled diberlakukan penentuan kadar aspal terhadap total campuran.

PENGUKURAN MODULUS KEKAKUAN HRA MENGGUNAKAN ALAT UMATTA

Putra., Wahyudi Mandala, S., Bambang Sugeng

Jurnal Jalan-Jembatan No 3 (1996)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Selama beberapa tahun ini, penggunaan model yang dikembangkan oleh Shell dan The Asphalt Institute untuk memperkirakan modulus kekakuan campuran aspal telah banyak dipakai, hal ini disebabkan oleh karena pemakaian perlatan di laboratorium untuk suatu penelitian adalah kompleks dan mahal, serta pada umumnya pemakaian model lebih tepat untuk suatu penelitian. Beberapa usaha telah dilakukan untuk mengembangkan peralatan yang bisa digunakan untuk mengukur modulus kekakuan secara rutin dan mudah. Universal Material Testing Apparatus (UMATTA) yang dikembangkan di Australia dimaksudkan untuk memenuhi tujuan tersebut. Campuran Hot Rolled Asphalt Type C (BS. 594, 1984) dipilih dalam penelitian ini, dan pengaruh tipe filter pada campuran selanjutnya diteliti. Semen, abu terbang dari kapur terhidrasi dipilih untuk diselidiki dalam penelitian ini dan nilai kadar aspal optimum untuk masing-masing campuran tersebut ditentukan dengan analisa Marshall. Secara umum, ada kesesuaian nilai prediksi antara metoda Shell dan Asphalt Insitute pada temperature nomral (25oC), sedangkan oada temperature tinggi (45oC), hasil kedua model tersebut jauh berbeda.

DAKTILITAS PILAR JEMBATAN UNTUK MENJAMIN KESELAMATAN STRUKTUR JALAN RAYA

Tristanto, Lanneke

Jurnal Jalan-Jembatan No 4 (1996)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Teknologi perencanaan tahan gempa dari struktur jalan raya perlu dikaji agar tidak terjadi kerusakan jaringan transportasi pada kerjadian gempa besar. Perencanaan tahan gempa berdasarkan prinsip daktilitas, perilaku elasto plastis dan pembentukan sendi plastis sebagai lokasi penyerap gempa selama ini diandalkan untuk membatasi kerusakan gempa di bagian sendi plastis dari struktur. Pembentukan sendi plastis dan harapan penyerapan gempa di lokasi sendi plastis tidak selalu terjadi secara sempurna selama gempa besar. Ternyata banyak jembatan baru dengan desain tahan gempa sebagai struktur daktail telah mengalami keruntuhan selama kejadian gempa besar akhir ini di beberapa negara termasuk di Indonesia.