PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Kesehatan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : -
Articles 55 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA USIA 6-23 BULAN DIKELURAHAN PANTOLOAN BOYA WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANTOLOAN

Lewa, Abd Farid

PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : FKM Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAK Indonesia menghadapi masalah gizi ganda, yaitu masalah gizi kurang dan masalah gizi lebih. Hasil riskesdas, secara nasional pada tahun 2013 menunjukan prevalensi status gizi anak balita menurut (BB/U) yaitu prevalensi gizi buruk sebesar 5,7%, dan gizi kurang 13,9%. Di kota palu tahun 2013 prevalensi status gizi anak balita menurut (BB/U), yaitu prevalensi gizi buruk sebesar 6,6%, dan gizi kurang 17,5%.sedangkan di Puskesmas Pantoloan tahun 2014 prevalensi status gizi anak balita menurut (BB/U) yaitu prevalensi gizi kurang sebesar 9,7%, gizi buruk 3,9%, dan gizi lebih 4,1%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendidikan, pekerjaan dan pengetahuan ibu tentang Makanan Pendamping ASI dengan status gizi balita usia 6-23 bulan di kelurahan Pantoloan Boya Wilayah Kerja Puskesmas Pantoloan. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik dengan metode crossectional dan pengambilan data menggunkan data primer. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibuyang memiliki balita umur 6-23 bulan,dilakukan di Posyandu kelurahan Pantoloan Boya wilayah kerja Puskesmas Pantoloan pada bulan Mei-Juni 2015. Sampel dalam penelitian ini menggunakan tehnik accidental sampling yaitu responden yang kebutulan ada atau tersedia disuatu tempat yang berjumlah 76 balita. Hasil penelitian menggunakan uji fisher’s exact menunjukkan bahwa nilai p-value sebesar 0,145 > 0,05 untuk pendidikan , p = 0,075 (p value > 0,05) untk pekerjaan, berarti secara statistik tidak ada hubungan antara pendidikan, pekerjan ibu dengan status gizi balita, sedangkan dari hasil uji fishes’r exact didapatkan nilai p = 0,000 (p value < 0,05) artinya secara statistic ada hbungan pengetahuan ibu dengan status gizi balita umur 6-23 bulan di puskesmas Pantoloan Kecamatan Tawaeli Tahun 2015. Kesimpulandalam penelitian ini adalah tidak ada hubungan pendidikan ibu dan pekerjaanibu namun ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan Ibu tentang Makanan Pendamping ASI dengan Status Gizi pada balita usia6-23 bulan di kelurahan Pantoloan Boya Wilayah Kerja Puskesmas Pantoloan.Kepada Petugas Puskesmas Pantoloan agar dapat menjadi sarana penyelenggara penyuluhan kepada ibu tentang Makanan Pendamping ASI. Kata kunci : Pendidikan, Pekerjaan, Pengatahuan, Status Gizi

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DAN ASUPAN KARBOHIDRAT DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK BALITA

Prasetia Hati Baculu, Eka

PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : FKM Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Status gizi adalah keadaan tubuh manusia sebagai akibat dari konsumsi suatu makanan dan pengunaan zat-zat gizi. Kurangnya asupan karbohidrat dapat meempengaruhi status gizi balita sehingga pertumbuhan dan perkembangan balita tidak normal. Pengetahuan ibu sangat diperlukan agar dapat memberikan dan menyediakan makanan yang dikonsumsi oleh balita itu bervariasi sehingga kualitas dan kuantitas makanan yang disajikan oleh ibu mempunyai nilai gizi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dan asupan karbohidrat dengan status gizi pada anak balita. Jenis penelitian ini observasional dengan desain crossectional study. Jumlah sampel dalam penelitian adalah 66 responden  yang ada di Desa Kalangkangan  Kecamatan Galang Kabupaten tolitoli. Cara  pengambilan sampel adalah  random sampling.  Berdasarkan hasil analisis uji  chi-square  menunjukkan bahwa nilai p =0,001 (<0,05) artinya ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan status gizi anak balita di Desa Kalangkangan Kecamatan  Galang Kabupaten Tolitoli. Dan hasil uji chi-square p = 0,003 (<0,05) artinya ada hubungan antara asupan karbohidrat dengan status gizi pada balita di Desa Kalangkangan Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli. Kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa ada hubungan pengetahuan ibu dengan status gizi pada anak balita dan ada hubungan asupan karbohidrat dengan status gizi pada anak balita, dari hasil penelitian disarankan agar dapat meningkatkan kesadaran ibu akan pentingnya kebutuhan gizi bagi balita. Kata kunci: Status Gizi, Asupan Karbohidrat, dan Pengetahuan 

THE FACTORS RELATED TO THE APPLICATION OF CONTRACEPTION METHOD OF WOMEN OPERATION (MOW)

Rahman, Zulfajri, Kunoli, Firdaus J, Amalinda, Finta

PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 2 (2017): PROMOTIF - DESEMBER
Publisher : FKM Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Based on the data of Family Planning Field Officer in South Palu sub district in 2014, 10,138 women of childbearing age (WUS) were women aged ≥ 35 years old using womens method of contraception (MOW) as many as 439 women of childbearing age. The purpose of this study is to determine the factors associated with the use of contraceptive methods of womens surgery (MOW) in Kecamatan Palu Selatan. The design of this study is an analytical survey of cross sectional study approach. The population in this study were fertile couples aged ≥ 35 years amounted to 99 respondents. The analysis used in this research is univariate and bivariate analysis with chi-square test. The results of this study indicate that there is no correlation between knowledge with use of contraception method of operation of woman (MOW) with value p = 0,981 (p = 0,05), there is no correlation between education with use of contraception method operation woman (MOW) with value p = 0.604 (p = 0.05), there was a relationship between husband support and contraceptive use of female operation method (MOW) with p = 0,009 (p = 0,05). This research suggests that people can know and understand the usefulness in the use of contraceptive methods of womens surgery (MOW).Keywords              : Contraception, application of contraception Mow, method of women operation  

HUBUNGAN TINGKAT KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN DENGAN STATUS GIZI ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TALISE KECAMATAN MANTIKULORE KOTA PALU

Putri, Windy Wiena, Sakung, Jamaluddin, Suleiman, Rochfika

PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : FKM Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Nutritional problems still being main problems in countries such as Indonesia developing. Nutrition status is the one of indicators. Nutrition status of someone affected by variety of factors. The purpose to know what a correlation between the consumption level of energy and protein with nutrition status of kids under five years old in the work Public Health Centre Talise Mantikulore Palu. The method used is analytic survey that use crross sectional, with 73 respondent as sample, the analytic used in this research are univariat and bivariat analyzes by chi-square test.The results of statistical chi square test showed that is meaningful relation between the adequacy of energy and nutrition status of under five children by the P Value 0,001and there is no meaningful relation between the adequacy of protein and nutrition status ofunder five children by the P Value=0,222.Expected to health workers in Public Health CentreTalise to increase the health services for public especially nutrition program. To hold information about the importance of the consumption level of energy or protein. That decline of under five childrenexperienced lack of energy and protein so that it can be create degrees public health maximum. Keyword : Consumption Level of Energy, Protein, Nutritional Status

EVALUATION OF HEALTH INFORMATION SYSTEMS IN THE HEALTH MEDICAL RECORD BIROBULI PALU

Mayapia, Melda, Chairin Nor, Andi Reza Alief, Kamaludin, Mufida

PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : FKM Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACT At this time, information technology is one of technology that is growing rapidly, with the advancement of information technology, data or information that provided can be fast to access, efficient and accurate. For example the results of advances in information technology is the development of the Internet network that allows all mankind worldwide using data provided or connected in the network together, meanwhile for Community Health Centers of Birobuli, data entry system still done manually, only BPJS already using a computerized system, so this study aims to determine the evaluation of health information systems at Community Health Centers of Birobuli Palu in medical record room.The method that used is qualitative, qualitative sense is depth research on employee community health center about training, processing SIK, activities program and benefits as well as developments SIK in community health centers of Birobuli Palu. The number of informants that used was 7 people of one key informant, three informant regular and three additional informants. The analysis of data using analytical approach (analysis content) with the matrix technique where the information was obtained on though in the table. It refers that input (for an educational background in the medical record average DIII of Public Health and for training of SIK at the community health center have never done the training because which provide training was from the Department of Health. Process (in data processing is done in two ways: manually and computerized, with a network system used is a LAN network, and for the delivery of report conducted by the online system and manual system). Output (many benefits of SIK for community health centers, so that the expected for community health center can immediately apply the SIMPUS program for SIK and provide training to SIK employees).The conclusion of this study is the application of SIMPUS program hasn’t been implemented at the community health center of Birobuli Palu because the community health center employee have never been training that given by the Department of Health. Expected to governments and health authorities can implement and optimize the use of SIK adequately in order to achieve maximum health services Keywords: Input, Process, Output, Health information systems

Implementasi Kebijakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di Puskesmas Dolo Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah

Rosnawati, Rosnawati

PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : FKM Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pelayanan kesehatan yang bermutu, adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang  baik  untuk masyarakat pada umumnya. Penelitian  ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebijakan BPJS-kesehatan yang berkaitan dengan faktor-faktor komunikasi, sumber daya disposisi, dan struktur birokrasi, pelayanan di Puskesmas Dolo, serta beberapa faktor lainnya yang mempengaruhi implementasi, kebijakan BPJS kesehatan pada kelompok sasaran. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan subyek penelitian adalah tenaga medis puskesmas, Bidan Desa, peserta Askeskin, jamkesmas dan jamkesda, dan BPJS, pasien umum dan masyarakat. Informan dipilih dengan cara purposive,  dengan tekhnik pengumpulan data yaitu pengamatan, wawancara mendalam (Indhepinterview. Hasil temuan penelitian menunjukan bahwa, Implementasi BPJS-kesehatan, terhadap  masyarakat dalam wilayah  kerja,  puskesmas dolo kurang maksimal. Dalam faktanya petugas BPJS, kurang intens melakukan komunikasi,dan sosialisasi mempromosikan program BPJS,kinerja sumberdaya pelaksana program kurang efektif dan kurang didukung fasilitas medis yang memadai. Demikian  juga implementor kurang bertanggung jawab dan berkomitmen atas tugas-tugasnya, serta struktur birokrasi,  kurang mampu memnafaatkan unit-unit kerjanyan dalam mendukung kebijakan yang sudah disepakati bersama.  Kata Kunci: Komunikasi, Sumberdaya, disposisi dan struktur birokrasi 

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK DI RUANGAN PERAWATAN JIWA RUMAH SAKIT DAERAH MADANI PROVINSI SULAWESI TENGAH

Adiono, Sugeng

PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : FKM Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAK Upaya-upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan keperawatan jiwa telah dilakukan oleh tenaga keperawatan, dengan melakukan kegiatan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK). Masalah-masalah keperawatan jiwa yang dapat diatasi melalui TAK adalah klien dengan isolasi sosial, halusinasi, menarik diri dan harga diri rendah. Namun demikian TAK belum dijalankan oleh perawat secara teratur. Hal ini karena kemampuan perawat dalam menjalankan kegiatan TAK belum memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) di ruangan perawatan jiwa RSD Madani Propinsi Sulawesi Tengah. Jenis penelitian adalah Cross Sectional Study. Dengan variabel dependen pelaksanaan TAK dan variabel independen pengetahuan, pengalaman dan sikap perawat. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat di ruangan Manggis, Sarikaya dan Salak sejumlah 33 perawat. Teknik sampling yang digunakan adalah total population. Data primer diolah dengan menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square, jika syarat uji tidak terpenuhi maka digunakan penggabungan sel dan uji alternatif yakni uji Fisher exact. Hasil penelitian terhadap 33 responden menunjukan bahwa; Lebih banyak yang melaksanakan TAK dengan kategori kurang baik sejumlah 21 orang (63,6%); Lebih banyak yang pengetahuannya dalam kategori kurang baik tentang TAK sejumlah 21 orang (63,6%); Lebih banyak yang tidak pernah mengikuti pelatihan TAK sejumlah 27 orang (81,8%); Lebih banyak yang sikapnya dalam kategori kurang baik terhadap TAK sejumlah 19 orang (57,6%). Hasil analisis bivariat menunjukan; ada hubungan faktor pengetahuan perawat (p = 0,000), pengalaman perawat (p = 0,016) dan sikap perawat (p = 0,000) dengan pelaksanaan TAK di ruangan perawatan jiwa RSD Madani Propinsi Sulawesi Tengah. Disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan, pengalaman dan sikap perawat dengan pelaksanaan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) di ruangan perawatan jiwa RSD Madani Propinsi Sulawesi Tengah. Saran kepada rumah sakit agar melakukan pelatihan dan seminar tentang TAK. Kata Kunci : Terapi aktivitas kelompok, pengetahuan, pengalaman, sikap

RESPON MASYARAKAT TERHADAP PERINGATAN BERGAMBAR PADA KEMASAN ROKOK DI KABUPATEN SLEMAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Nur Kurniawan. K, Rama

PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : FKM Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Upaya menekan permasalahan rokok, pemerintah tak henti-hentinya turut  menanggulangi masalah yang ditimbulkan oleh perilaku merokok. Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2013 yang menekankan pada pencantuman bahaya merokok dalam bentuk gambar pada semua kemasan rokok, mengacu pada sebuah teori komunikasi yang disebut sebagai teori The Extended Parallel Process Model  (EPPM) dengan menggunakan pendekatan kesan menakutkan (fear appeals).  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi respon masyarakat terhadap peringatan pesan bergambar pada kemasan rokok.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan disain  grounded theory untuk  mengeksplorasi respon masyarakat terhadap peringatan pesan bergambar pada kemasan rokok. Pengumpulan data dilakukan dengan triangulasi metode, wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah (DKT).  Hasil penelitian memaparkan bahwa; 1) perasaan jijik, takut/ngeri saat melihat gambar, diperkuat dengan keyakinan terhadap kebenaran gambar akan menimbulkan respon menolak, sedangkan perasaan biasa saja yang diperkuat dengan ketidakyakinan akan menimbulkan reaksi menerima gambar,   2) Ada masa penyesuaian masyarakat terhadap peringatan pesan bergambar pada kemasan rokok. 3) gambar memperkuat niat non perokok untuk semakin tidak merokok, dan tidak mempengaruhi perokok untuk berhenti merokok. 4) gambar dianggap efektif sebagai media edukasi untuk non perokok.  Penelitian  menyimpulkan  bahwa: 1) tindakan masyarakat terhadap peringatan pesan bergambar pada kemasan rokok dipengaruhi oleh faktor perasaan dan keyakinan akan kebenaran gambar. 2) durasi masa penyesuiaan terhadap gambar berlangsung selama ± 2-3 bulan, 3) peringatan pesan bergambar belum mampu menyentuh emosi masyarakat secara kultural dan membuat perokok untuk berhenti merokok.  Kata kunci:  Pesan  peringatan,  kemasan  rokok, fear appeals, gambar, perasaan  

The Representation of Neonatal Emergency Obstetric Care Management Base (PONED) In Gorontalo District Tibawa Health Centers

Badu, Franning Deisi, Saleh, Fitria

PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : FKM Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Background: Development of Community Health Centers capable PONED that is part of the MPS which began in 2009, beginning with the training of doctors, nurses and midwives as well as complementary facilities and infrastructure on the terms that have been set were expected to prevent and manage complications of pregnancy and childbirth so be able to reduce MMR and IMR. The purpose og this research is to find out information about the implementation of Emergency Obstetric Care and Neonatal Basic (PONED) in Tibawa Health Centers 2016. Methods: This Research used qualitative research was to obtain in-deph information (in-deph-Interview) on management of the implementation (PONED) in rural community of Tibawa Health Centers 2016 sample size consisted of three people, divided into key informants and common informant. Results: PONED own with good planning, because the planning has been carried out every year. Organizing PONED has made the division of tasks and organizational structures that standard. PONED implementation in the field still had shortcoming, for the reason that a trained midwife PONED not all exposed areas of training MPS (Management Pregnancy Saver). Supervision is good, because the leader oversight had been monitoring on a regular basis at the Community Health Center. Evaluation was good quality, because the health department regularly conducted supervision through the evaluation of SPM (Minimum Service Standards) which is done every three months and every year. Suggestion: The health department would be able to think of the addition of qualified helath professionals such as midwives are sufficient for basic emergency care and trained nurses. Keywords: Planning, Organizing, Implementing, Monitoring and Evaluation

BAD NUTRITION FACTORS IN THE COASTAL COASTAL BEACH

Hati Baculu, Eka Prasetia, Jufri, Muhammad

PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 2 (2017): PROMOTIF - DESEMBER
Publisher : FKM Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Malnutrition or acute malnutrition is the most severe form of chronic malnutrition, the presence or absence of oedeme or weight per age <-3 SD according to WHO growth standards. Malnutrition affects physical growth, morbidity, mortality, cognitive development, reproduction, and physical work capacity and its impact on human performance, and health. This study aims to determine risk factors in underfive children. Type of case control research. Malei Health Center Sub District Balaesang Tanjung. The study began in January 2017. Sampling technique with total sampling according to inclusion and exclusion criteria were 56 samples consisting of case and control. The result of bivariate analysis showed the level of energy intake (OR = 3,84, 95% CI 0,68-21,51), protein intake level (OR = 4,94; 95% CI 0,50-48,29) and history of disease infection (OR = 2.13; 95% CI 0.61-7.32) was significantly associated with poor nutrition. Low Birth Weight indicates the level of protein intake has a strong relationship with the risk of malnutrition. The level of energy intake, the level of protein intake and infectious diseases is a nutritional risk factor in infants. Keywords : Underfive Children, Risk Factor, Malnutrition