cover
Filter by Year
Jurnal Pendidikan Sejarah
Articles
63
Articles
‚Äč
Pelaksanaan Teknik Evaluasi Pembelajaran Sejarah Peradaban Islam di IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Ratni, Ratni, suriani, Suriani

Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7 No 2 (2018): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 7 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

In the greatness time of Islamic Civilazation, Islamic Education chose oral exam for evaluation technic. The result of evaluation on education is for evaluate life with face all the trials, but its a life its self. How about now, what kind of evaluation are use by lecturer and why they choose for the evaluation? The aim of the research is to describing technic evalution for learning Islamic Civilazation History at IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten in 3 Faculty. The method is Kualitatif Research in case study wich deskriptif analitif Method. The kualitatif  was conducted through observation, interview, and documens. The result are two factors influencing lecturer to choose and use evaluation technic (1) the learning purpose and (2) lecturer education background. Keywords: Evaluation Teknic, Islamic Civilazation History, Lecturer Abstrak: Di masa kejayaan Peradaban Islam memilih teknik ujian lisan. Hasil dari evaluasi dalam dunia pendidikan merupakan upaya mengevaluasi hidup dalam menghadapi setiap cobaan. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan gambaran pelaksanaan teknik evaluasi pembelajaran Sejarah Peradaban Islam dengan metode deskriptif analitik. Focus penelitian ini adalah untuk melihat dan memaparkan mengapa dosen pengampu pembelajaran Sejarah peradaban Islam menggunakan teknik evaluasi tertentu. Tiga aspek yang dikaji adalah bagaimana perencanaan pembelajaran, proses pembelajaran dan teknik evaluasi dalam ranah kognitif serta afektif. Temuan penelitian ini mendapatkan hasil bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi dosen pengampu mata kuliah Sejarah Peradaban Islam memilih dan menggunakan teknik evaluasi ada dua, yaitu: tujuan pembelajaran dan latar belakang pendidikan dosen. Gabungan dari dua faktor temuan itu menghasilkan pola pemilihan dan pelaksanaan teknik evaluasi pembelajaran Sejarah Peradaban Islam. Kata kunci: Dosen, Sejarah Peradaban Islam, Teknik Evaluasi.

Evaluasi Program Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SMP Negeri Kota Ambon

Urlialy, Gesia Mira, Kurniawati, Kurniawati, Ibrahim, Nurzengky

Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7 No 2 (2018): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 7 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This study aims to evaluate historical learning programs that are integrated in social science to provide information on the extent of achievement of historical material integrated in social studies using the evaluative approach of the CIPP model (Context, Input, Process, and Product). This research was conducted at Ambon City Junior High School VII grade. The findings in this study on the context component indicate that the level of actualization in four aspects is moderate; in the input component the actualization level in three low aspects and two aspects shows the level of moderate actualization. In the input component the level of actualization in supporting the implementation of social studies learning in two low aspects and three moderate asepek. In the process component, the level of actualization in the implementation of social studies, especially historical material; and on the product component the actualization level of student learning outcomes is very high. Based on this research, it can be concluded that history learning integrated in social studies at Ambon City Junior High School in class VII is not optimal. Improvements need to be made - reforms by the principal, teachers and the government to support historical learning programs integrated in social studies. Keywords: Learning Social Sciences, History, CIPP Model, Program Evaluation.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program pembelajaran sejarah yang terintegrasi dalam ilmu pengetahuan sosial untuk memberikan informasi sejauh mana ketercapaian dari materi sejarah yang terintegrasi dalam IPS dengan menggunakan pendekatan evaluatif model CIPP (Context, Input, Process, and Product). Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Kota Ambon kelas VII. Temuan dalam penelitian ini pada komponen konteks menunjukkan bahwa tingkat aktualisasi pada empat aspek sedang; pada komponen input tingkat aktualisasi pada tiga aspek rendah dan dua aspek menunjukkan tingkat aktualisasi sedang. Pada komponen input tingkat aktualisasi dalam menunjang pelaksanaan pembelajaran IPS sejarah pada dua aspek rendah dan tiga asepek sedang. Pada komponen proses tingkat aktualisasi dalam pelaksanaan pembelajaran IPS khusunya materi sejarah sedang; dan pada komponen produk tingkat aktualisasi terhadap hasil belajar siswa sangat tinggi. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran sejarah yang terintegrasi dalam IPS di Sekolah Menengah Pertama Kota Ambon kelas VII belum optimal. Perlu dilakukan pembenahan ‚?? pembenahan oleh pihak kepala sekolah, guru dan pemerintah untuk mendukung program pembelajaran sejarah yang terintegrasi dalam IPS. Kata Kunci: Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, Sejarah, Model CIPP, Evaluasi Program.

Perubahan Tema dan Perspektif dalam Historiografi Asia Tenggara, 1955-2010

Prakoso, Sugeng

Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7 No 2 (2018): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 7 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This article examines the changes in themes and perspectives in the writing of Southeast Asian history in the period 1955 to 2010. The historiography of the 1950s tended to political history and the dominant view of the external influences of India, China, Islam, and the West on Southeast Asian history. In the 1960s the thematic focus shifted to economic and social aspects along with the emergence of the trend of social sciences approaches in historical studies which was influenced by the Annales School. In the 1980s, with the onset of the linguistic and cultural turns in the social sciences, historians in the region turned to diachronic studies of the formation of identity, mentality, representation and discourse of local knowledge. The shift in perspective also occurred with the emergence of the (Southeast) Asian-centric perspective which saw changes in Southeast Asian society as a result of the dynamic interaction between the regions internal and external forces. Since the end of the 1990s, there has been a tendency for the ‚??interstices‚??, that is linking the history of the Southeast Asian region with its global historical context, and on the connectivity of historical disciplines with other social-humanities disciplines to build bridges of trans-disciplinary studies.Artikel ini mengkaji perubahan tema dan perspektif dalam penulisan sejarah Asia Tenggara pada periode 1955 sampai 2010. Historiografi dasawarsa 1950-an cenderung pada sejarah politik dan dominannya pandangan ihwal pengaruh eksternal India, Cina, Islam, dan Barat atas sejarah Asia Tenggara. Pada dasawarsa 1960-an fokus tematis bergeser ke aspek ekonomi dan sosial seiring dengan munculnya tren pendekatan ilmu-ilmu sosial yang dipengaruhi oleh Mazhab Annales. Pada dasawarsa 1980-an, dengan menguatnya kajian linguistik dan budaya, sejarawan di kawasan ini beralih ke studi diakronis tentang pembentukan identitas, mentalitas, representasi, dan wacana pengetahuan lokal. Pergeseran perspektif juga terjadi dengan menguatnya perspektif Asia (Tenggara)-sentris yang melihat perubahan-perubahan di dalam masyarakat Asia Tenggara sebagai hasil interaksi dinamis antara kekuatan internal dan eksternal kawasan itu. Sejak akhir dasawarsa 1990-an, muncul kecenderungan pada ‚??interstisi‚??, yaitu menghubungkan sejarah kawasan lokal Asia Tenggara dengan konteks historis globalnya, dan pada konektivitas disiplin sejarah dengan berbagai disiplin ilmu sosial-humaniora lainnya untuk membangun jembatan kajian transdisipliner.  

Efektivitas Sumber Pembelajaran Sejarah

Prananda, Moh. Namiraz, Sarkadi, Sarkadi, Ibrahim, Nurzengky

Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7 No 2 (2018): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 7 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrac: This study aims to describe the effectiveness of learning resources in history learning by using documentary films to foster interest in learning history and nationalism of students. This study uses descriptive qualitative methods. The time for this study began from March to July 2018. At SMAN 61 Jakarta and SMAN 103 Jakarta. Data collection techniques by observation, interviewing informants were students who took history learning with the documentary film media and key informants, subject teachers who used the Opinion expert documentary. This study describes some of the findings and discussion of the research, namely what the teachers goal is to use the documentary, how students interest in learning after watching the film and the film can foster student nationalism. The goal of the teacher to use documentary films as a medium is to help students make it easier to absorb the lessons that teachers convey. In terms of interest, students are more interested in learning history and learning independently. The film effectively fosters student nationalism. students better understand the meaning of Indonesian nationalism after doing the learning. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas sumber belajar pembelajaran sejarah dengan menggunakan film dokumenter untuk memupuk minat belajar sejarah dan nasionalisme siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitati. Waktu penelitian ini dimulai dari maret sampai juli 2018. Di SMAN 61 Jakarta dan SMAN 103 Jakarta. Tehnik pengumpulan data dengan observasi, wawancara informan yaitu siswa yang mengikuti pembelajaran sejarah dengan media film dokumenter tersebut dan key informan, guru mata pelajaran yang menggunakan film dokumenter expert Opinion. Penelitian ini menjabarkan beberapa temuan dan pembahasan penelitian yaitu apa tujuan guru menggunakan film dokumenter tersebut, bagaimana minat belajar siswa setelah menonton film tersebut serta filmtersebut dapat memupuk nasionalisme siswa. tujuan guru menggunakan film dokumenter sebagai media adalah untuk membantu siswa agar lebih mudah untuk menyerap pelajaran yang guru sampaikan. Untuk segi minat, siswa lebih terterik belajar sejarah danbelajar secara mandiri. Film tersebut efektif memupuk nasionalisme siswa. siswa lebih mengerti makna dari nasionalisme Indonesia setelah melakukan pembelajaran tersebut.

Penggunaan Novel Sejarah sebagai Sumber Belajar Sejarah

Khotimah, Khusnul

Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7 No 2 (2018): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 7 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This study aims to find out how the use of historical novels as a source of learning in 15 State Senior High School of DKI Jakarta. The research method is descriptive method on survey technique, survey using Proportional Random Sampling technique.The results show that history teachers have a lot to know about the history novel. Nevertheless, the historical novel has not been widely used by history teachers. there are factors that have been used or not used the historical novel as a source of learning. The internal factors used by history novels by teachers are personally teachers depart from the hobby of reading fiction books especially historical novels and external factors the use of historical novels is that teachers feel the curriculum and school environment support the use of free and creative learning resources. Meanwhile, internal factor is not used by history novel by teacher is teacher do not know about the history novel external factor is, teacher feel student tend not interested to read. Both those who have used and have not used argue that the library in school is not sufficient enough for the availability of story books and novels about history. The benefits of using novel history according to the teacher is as one of the media development of literacy and can explain the imaginative nature and teachers are interested in using historical novels to support the affective side of students.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan novel sejarah sebagai sumber belajar di 15 SMA Negeri DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik survey, surve menggunakan teknik Proportional Random Sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru sejarah sudah banyak mengetahui tentang novel sejarah. Meskipun begitu, novel sejarah belum cukup banyak digunakan oleh guru sejarah. Terdapat faktor atas sudah digunakan atau belum digunakannya novel sejarah sebagai sumber belajar. Faktor internal digunakannya novel sejarah oleh guru adalah secara pribadi guru berangkat dari hobi membaca buku fiksi terutama novel sejarah dan faktor eksternal digunakannya novel sejarah adalah guru merasa kurikulum dan lingkungan sekolah mendukung penggunaan sumber belajar yang bebas dan kreatif. Sementara, faktor internal tidak digunakannya novel sejarah oleh guru adalah guru tidak mengetahui tentang novel sejarah faktor eksternalnya adalah guru merasa anak didik cenderung tidak tertarik untuk membaca. Baik yang sudah menggunakan maupun belum menggunakan berpendapat bahwa perpustakaan di sekolah tidak cukup memadai untuk ketersediaan buku-buku cerita dan novel tentang sejarah. Adapun manfaat menggunakan novel sejarah adalah sebagai salah satu media pengembangan literasi dan dapat menjelaskan yang sifatnya imajinatif dan guru berminat menggunakan novel sejarah guna menunjang sisi afektif siswa.

Kraton Buton sebagai Sumber Sejarah Lokal dalam Pembelajaran Sejarah

Guntur, Ali

Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7 No 1 (2018): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 7 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The focus of this research is Kraton Buton as a source of local history in history learning. This study describes or describes the Kraton Buton as an ancestral heritage of the Buton Sultanate which has a beautiful and majestic place and has civilization and cultural values ‚??‚??that historians need to exploit as a source of local history, in order to foster students awareness of their local history and culture. Data search is done through observation, interview and documentation. The methodology used is qualitative with Miles and Huberman interactive analysis model approach that is data reduction, data presentation, and conclusion, to browse and uncover the facts. The result of this research is Kraton Buton as the former government center of Buton Sultanate and as the center of Buton culture keeps unique and interesting relics. The management effort of the palace area in 2003 by the Baubau City government through the Tourism Department opened the space for Kraton Buton to be used as a source of local history by the public widely including for scientific research purposes. The opening of Kraton Buton also encourages the role of history teacher to utilize Kraton Buton as a source of local history in learning history in class.   Fokus penelitian ini adalah Kraton Buton sebagai sumber sejarah lokal dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini mendeskripsikan atau menggambarkan Kraton Buton sebagai warisan leluhur Kesultanan Buton yang memiliki tempat yang indah dan megah dan memiliki peradaban serta nilai-nilai budaya yang perlu untuk dimanfaatkan oleh guru sejarah sebagai sumber sejarah lokal, agar dapat menumbuhkan kesadaran siswa atas sejarah dan budaya lokalnya. Pencarian data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan model analisis interaktif Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, untuk menelusuri dan mengungkap fakta tersebut. Hasil penelitian ini adalah Kraton Buton sebagai bekas pusat pemerintahan Kesultanan Buton dan sebagai pusat kebudayaan Buton menyimpan peninggalan-peningalan yang unik dan menarik. Upaya pengelolaan wilayah kraton pada tahun 2003 oleh pemerintah Kota Baubau melalui Dinas Pariwisata membuka ruang bagi Kraton Buton untuk dijadikan sebagai sumber sejarah lokal oleh masyarakat secara luas termasuk untuk keperluan penelitian karya ilmiah. Terbukanya Kraton Buton ini pula mendorong peran guru sejarah untuk memanfaatkan Kraton Buton sebagai sumber sejarah lokal dalam pembelajaran sejarah di kelas.

Pengaruh Metode Pembelajaran dan Kemandirian Belajar Terhadap Hasil Belajar Sejarah di SMA Negeri 1 Parung

Ibrahim, Asriadi

Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7 No 1 (2018): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 7 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This research aimed to determine to know the influence of learning methodology and independent learning through to result study of  history in SMA  academic year 2016/2017.  The method of research used experiment with treatment design by level 2x2. The instrument were used for independent learning and the instrument of result study were multiple choices. The result of the research showed that: 1) The students‚?? result of history who followed the inquiry learning methodology were higher than the students who followed the conventional methodology. 2) it had interaction of influence between learning and independent learning. 3) the students‚??  result who followed inquiry learning methodology with independent learning were higher than students who followed conventional learning methodology. 4) the students‚?? result study who followed inquiry learning methodology were lower than the students who followed conventional learning methodology with low independent  learning.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran dan kemandirian belajar terhadap hasil belajar SMA Negeri 1 Parung Pada Tahun Pelajaran 2016/2017. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain treatment by level 2x2. Intrument yang digunakan adalah untuk kemandirian belajar dan instrument yang digunakan untuk hasil belajar adalah tes pilihan ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) hasil belajar sejarah siswa yang mengikuti metode pembelajaran inkuiri lebih tinggi dan siswa yang mengikuti metode pembelajaran konvensional. 2) terdapat pengaruh interaksi antara metode pembelajaran dan kemandirian belajar. 3) hasil belajar siswa yang mengikuti metode pembelajaran inkuiri dengan kemandirian belajar tinggi lebih tinggi dari siswa yang mengikuti metode pembelajaran konvensional dengan kemandirian belajar tinggi. 4) hasil belajar siswa yang mengikuti metode pembelajaran inkuiri dengan kemandirian belajar hasilnya lebih rendah dari siswa yang mengikuti metode pembelajaran konvensional dengan kemandirian belajar rendah.

Persepsi Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pendidikan Sejarah Terhadap Program PPG

Galih, Aditya, Iriani, Corry

Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7 No 1 (2018): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 7 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This research aims to obtain empirical data about the perception of PPG program students of historical education on PPG program. This research was conducted from December 2015 until February 2016. The research method used is descriptive method with survey technique. The sampling technique used in this study is the sampling aim (purposive sampling). The affordable population in this research is the students of PPG program of class III education that is 22 students. Data collection techniques used questionnaires analyzed descriptively using frequency tables and percentages. The result of the research revealed that 65.46% of respondents know that PPG program is a means to obtain educator certificate. This is reinforced by 93.96% of respondents already set to follow the PPG program as the teacher certification path when graduating from college. At the time of the PPG program, 55.85% of respondents already understand the process of PPG program implementation. Understanding of PPG program implementation process is evidenced by 71.23% of respondents know and understand the purpose of certification in the PPG program. The PPG program is perceived by 80.7% of respondents as the right program to produce qualified and qualified teachers supported by effective lecture activities, so the PPG program becomes a recommendation for scholars of history education in particular to follow this program. The conclusion of this research is the PPG program which is followed by providing many new sciences in the scope of pedagogic and professional competence. Providing a certificate of educator after graduating PPG program can support the profession as a teacher. Implementation of PPG program has been running well and on time, although there are still some complaints of students of PPG program class III. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data empiris mengenai persepsi mahasiswa program PPG pendidikan sejarah terhadap program PPG. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Desember 2015 sampai Februari 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik survai. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampling ‚??bertujuan‚?? (purposive sampling). Populasi terjangkau dalam penelitian ini adalah mahasiswa program PPG pendidikan sejarah angkatan III yaitu sebanyak 22 mahasiswa. Berdasarkan jumlah dari populasi terjangkau yang termasuk sedikit, maka populasi terjangkau ini dijadikan sampel dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data menggunakan angket yang dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan tabel frekuensi dan persentase. Hasil penelitian diketahui 65,46% responden mengetahui program PPG adalah sarana untuk memperoleh sertifikat pendidik. Hal ini diperkuat dengan 93,96% responden sudah menetapkan akan mengikuti program PPG sebagai jalur sertifikasi guru saat lulus kuliah. Pada saat perkuliahan program PPG, 55,85% responden sudah memahami proses penyelenggaraan program PPG. Pemahaman tentang proses penyelenggaraan program PPG ini dibuktikan dengan 71,23% responden mengetahui dan memahami tujuan dari sertifikasi yang ada dalam program PPG. Program PPG dipersepsikan oleh 80,7% responden sebagai program yang tepat untuk menghasilkan guru yang berkualitas dan bermutu ditunjang dengan kegiatan perkuliahan yang efektif, sehingga program PPG menjadi rekomendasi bagi sarjana pendidikan sejarah pada khususnya untuk mengikuti program ini. Kesimpulan penelitian ini adalah program PPG yang diikuti memberikan banyak ilmu yang baru dalam lingkup kompetensi pedagogik dan profesional. Pemberian sertifikat pendidik setelah lulus program PPG dapat menunjang profesi sebagai guru. Pelaksanaan program PPG sudah berjalan dengan baik dan tepat waktu, walaupun masih terdapat beberapa keluhan mahasiswa program PPG angkatan III.

Evaluasi Program Pembelajaran Sejarah Terintegrasi dalam Mata Pelajaran IPS di SMPN 4 Kota Bekasi

Kurniawati, Kurniawati, Zulfiati, Zulfiati

Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7 No 1 (2018): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 7 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This research explores the history learning which is integrated to IPS subject or also known as social studies at secondary school in SMPN 4 Kota Bekasi. The Method used in this research was evaluation method which employed responsive evaluation developed by Stake. Responsive evaluation by Stake used responsive clock as guided stages for evaluator. There were three components of evaluation following his earlier countenance model antecedent, transactions and outcomes. The things considered as antecedent were policy of the program, goal of the program, curriculum, book, means and infrastructure, and teacher‚??s competency. The things considered as transactions were lessons plan, instructional implementation, assessment, method and media of instructions. The results of the research show that there were several problems in the school related to program being evaluated, therefore several recommendation are given to IPS‚??s teacher, headmaster, government and also parents and community.   Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran sejarah yang terintegrasi dalam mata pelajaran IPS atau yang dikenal juga sebagai social studies di sekolah menengah pertama SMPN 4 Kota Bekasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode evaluasi yang menggunakan model evaluasi responsive yang dikembangkan oleh Stake. Evaluasi responsive yang dikembangkan oleh Stake menggunakan responsive clock sebagai panduan bagi evaluator. Terdapat tiga komponen evaluasi mengikuti model countenance yang telah dikembangkan sebelumnya oleh   Stake   yaitu   komponen   antecedent,   komponen   transactions   dan   komponen outcomes. Termasuk komponen antecedent adalah kebijakan program, tujuan program, kurikulum, buku, sarana prasarana, dan kompetensi guru. Termasuk dalam komponen transactions adalah perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran dan penilaian proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa masalah di sekolah berkaitan dengan program pembelajaran sejarah yang terintegrasi dalam   mata pelajaran IPS di SMP N 4 Kota Bekasi, sehingga beberapa saran diberikan kepada sekolah dan guru, MGMP, pemerintah, orang tua dan masyarakat.

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Koperatif Tipe Course Review Horay Terhadap Hasil Belajar Sejarah di SMK Negeri 31 Jakarta

Eviyanah, Eka, Umasih, Umasih, Kurniawati, Kurniawati

Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7 No 1 (2018): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 7 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This study aims to obtain empirical data of the impact of the application of course review horay type cooperative learning model to the learning result of history at SMK Negeri 31 Jakarta. This study was conducted from Juni 2017 to January 2018This study is a quantitative study with experimental method. The population target of this study was 16 classes contain 541 students. The reachable population is 10th graders covered five classes. The sample of this study is two classes, X OTP 2 (Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran) and X AKL (Akuntansi dan Keuangan Lembaga) which defined through random sampling. The experiment class is X OTP 2 and the control clas is X AKL. Through the validity formula, ‚??r Product Moment‚?Ě, the result showed that from 60 instruments questions, 40 questions was valid and 20 questions is invalid.  The readability test, with Spearman Brown. The normality test used Lilliefors. In the homogeneous test used Barlette. The hypothesis used t formula with the trusted level 95% (a=0,05). So, it could be concluded that there was an impact of the use of the impact of the application of course review horay type cooperative learning model to the learning result of history at SMK Negeri 31 Jakarta.   Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data empiris tentang Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Course Review Horay Terhadap Hasil Belajar Sejarah di SMK Negeri 31 Jakarta. Penelitian ini berlangsung dari bulan Juni 2017 sampai Januari 2018.Pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Populasi target adalah seluruh siswa SMK Negeri 31 Jakarta, terdiri dari 16 kelas yang berjumlah 541 siswa. Populasi terjangkau penelitian ini adalah siswa Kelas X yang terbagi menjadi lima kelas. Sampel penelitian ini terdiri dari dua kelas dengan menggunakan teknik Simple Random sampling sehingga didapatkan kelas X OTP 2 (Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran) sebagai kelas eksperimen dan kelas X AKL (Akuntansi dan Keuangan Lembaga) sebagai kelas kontrol. Melalui uji validitas dengan rumus ‚??r Product Moment‚?Ě hasilnya menunjukkan dari 60 soal instrumen 40 soal valid dan 20 soal tidak digunakan sedangkan uji reliabilitas dengan rumus Spearman Brown. Pengujian normalitas dengan menggunakan uji Lilliefors. Uji homogenitas menggunakan uji Bartlett Pengujian hipotesis menggunakan rumus uji t pada taraf kepercayaan 95% (a=0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Course Review Horay Terhadap Hasil Belajar Sejarah di SMK Negeri 31 Jakarta.