cover
Filter by Year
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study
Published by Universitas Medan Area
Articles
59
Articles
Dialog sebagai Kunci dalam Komunikasi Pemasaran melalui Internet

Tambunan, Sarah Rouli ( Fakultas Komunikasi, Universitas Dian Nusantara )

JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Simbolika Oktober
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Aktivitas komunikasi pemasaran tidak hanya sebatas pada kegiatan promosi tetapi lebih kepada dialog. Dialog penting untuk membangun komunikasi antara pemasar dengan para konsumen. Kehadiran teknologi internet web 2.0 juga mendorong aktivitas komunikasi pemasaran menjadi lebih interaktif, yang menuntut para pemasar untuk lebih intens berdialog dengan konsumen. Dialog juga penting untuk mengkontrol arus informasi yang berkembang sangat cepat di dunia maya. Website perusahaan dan berbagai media sosial dapat memfasilitasi proses dialog antara para pemasar dengan konsumen.

Analisis Tokoh (Najwa Shihab) Berdasarkan Teori Komunikasi Antarpribadi

Ritonga, Syaira ( Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara )

JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Simbolika Oktober
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Najwa Shihab adalah seorang news anchor dan pembawa acara di stasiun televisi Metro TV. Adapun beberapa acara yang pernah dibawakannya di stasiun televisi Metro TV yaitu program berita prime time Metro Hari Ini, Suara Anda, serta program talkshow Today’s Dialogue dan Mata Najwa. Sebagai seorang presenter talkshow profesional, Najwa Shihab melakukan komunikasi antarpribadi yang baik kepada semua narasumbernya. Hal inilah yang dilakukan Najwa untuk membuat para narasumbernya merasa nyaman dan tidak merasa terintimidasi dengan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh Najwa sehingga komunikasi di antara mereka dapat terjalin dengan baik dan lancar. Najwa Shihab memiliki kompetensi komunikasi yang sangat baik ketika melakukan praktik komunikasi antarpribadi. Cara Najwa menghidupkan suasana ketika di atas panggung membawakan program acara “Mata Najwa” sangat baik. Mulai dari cara ia mendengarkan orang lain, memberikan respon terhadap pernyataan yang diberikan narasumbernya, serta proses tatap muka yang intens namun tidak memberikan kesan intimidasi, mampu diorganisirnya dengan cara yang bijak sehingga tidak menimbulkan misunderstanding di antara kedua belah pihak.

Manajemen Pemberitaan Kriminal pada Program Tangkis di iNews TV dalam Memenuhi Kepuasan Pemirsa

Nurleli, Nurleli ( Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara )

JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Simbolika Oktober
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Manajemen pemberitaan kriminal di televisi sangat menentukan kualitas dari pemberitaan.Mengacu kepada prinsip manajemen yang terdiri dari Planning, Organizing, Actuating dan controling dalam pemberitaan kriminal, sumber daya manusia yang ada melaksanakan tugas secara sistematis pada setiap tahapan manajemen pemberitaan kriminal.Melalui manajemen yang baik, berita kriminal yang dihasilkan relatif dapat memenuhi kepuasan pemirsa berdasarkan motif-motif yang mendorong mereka menggunakan media dan mengkonsumsi berita kriminal yang ditayangkan di iNews TV.

Membangun Ketahanan Keluarga dengan Komunikasi Interpersonal

Thariq, Muhammad ( universitas muhammadiyah sumatera utara )

JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Simbolika April
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian bermaksud mengetahui bagaimana komunikasi interpersonal dapat membangun ketahanan keluarga dalam menghadapi tantangan yang semakin berat. Penulis menggunakan metode kualitatif-deskriptif dan menggunakan tiga teknik, yakni observasi, wawancara mendalam dan telaah dokumentasi. Hasil penelitian menemukan, komunikasi interpersonal berperan penting membentuk ketahanan keluarga dan menguatkan fungsi keluarga menghadapi tantangan semakin berat. Komunikasi interpersonal antara orangtua dan anak melalui pemberian  pernyataan-pernyataan seperti  “kenalilah keluargamu dan ingat siapa dirimu”, “kita hidup tidak sendiri” dan “ingat tetangga, ingat keluarga” dapat membentuk konsep diri/karakter  anak dan keluarga di tengah masyarakat seperti yang dilakukan para orangtua kepada anak/keluarga di Lingkungan 1 Pasar 6 Kelurahan Tanjungsari Kecamatan Medan Selayang. Terdapat relasi dan tindakan keluarga yang positif atas dasar percakapan, konformitas, ketergantungan serta distribusi kekuasaan yang berasal dari orangtua dan anak sehingga terbangun relasi hangat dan suportif dicirikan dengan saling menghormati, memperhatikan satu sama lain. Komunikasi interpersonal dapat berfungsi membangun relasi antar-keluarga dan relasi sosial dalam bentuk arisan berusia 20 tahun. Komunikasi keluarga di Lingkungan ini (keluarga lama) menjunjung tinggi rahasia keluarga dan pembatasan pada hal yang tabu. Pesan itu disampaikan orangtua kepada anak-anak terutama antar-keluarganya, sehingga keluarga dapat memelihara topik yang tidak lazim disampaikan dalam arisan keluarga. Sikap itu sebagai pengikatan, evaluasi, pemeliharaan, privasi, pertahanan serta komunikasi antar -keluarga.

Kompetensi Komunikasi Fasilitator Kecamatan dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan di Langkat

Adha, Syamsul ( Magister Ilmu KOmunikasi FISIP USU )

JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Simbolika April
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini berjudul kompetensi komunikasi fasilitator kecamatan dalam program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri pedesaan (PNPM-MP) di Kabupaten Langkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kompetensi komunikasi Fasilitator dan aktivitas program pemberdayaan masyarakat dalam PNPM-MP di Kabupaten Langkat. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode korelasional. Populasi pada penelitian ini adalah fasilitator dan pengelola anggaran PNPM-MP pada tahun 2014 di Kecamatan Secanggang yang berjumlah 1310 orang. Penarikan sampel menggunakan rumus Slovin dan didapat sampel penelitian ini berjumlah 93 responden. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa tabel tunggal, analisa tabel silang, dan uji hipotesis. Dari uji hipotesis koefisien korelasi tata jenjang (Rank-Order Corelation) Spearman diperoleh hasil 0.411 untuk kompetensi komunikasi fasiltator. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima dan hubungannya signifikan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Kompetensi komunikasi fasilitator kecamatan pada program PNPM-MP di kecamatan Secanggang dapat dilihat dari bagaimana fasilitator menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat, memobilisasi setiap kelompok masyarakat, melakukan perubahan, menentukan prioritas, melakukan pelatihan, dan pengembangan lembaga desa, dimana hal tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan kinerja institusi lokal, dan meningkatkan kinerja pemerintah daerah dalam upaya penanggulangan kemiskinan

Hubungan Tayangan MasterChef Indonesia terhadap Persepsi Profesi dan Minat Masyarakat menjadi Chef

lubis, Agnes ( magister ilmu komunikasi sumatera utara )

JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Simbolika April
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui hubungan tayangan MasterChef Indonesia terhadap persepsi mengenai profesi chef dan minat masyarakat menjadi chef. Penelitian menggunakan teori kultivasi, dengan pendekatan kuantitatif yang bersifat korelasional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara bebas dan studi kepustakaan. Responden berjumlah 123 orang yang diperoleh dari teknik accidental sampling dengan sampel yang dibagi menjadi dua yaitu 100 orang masyarakat umum Kota Medan dan 23 orang mahasiswa Program Studi Tata Boga Akademi Pariwisata Medan. Uji hipotesis menggunakan rumus Rank Spearman dan diolah dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat hubungan yang positif antara tayangan MasterChef Indonesia terhadap persepsi masyarakat umum mengenai profesi chef dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,634 dengan nilai signifikan sebesar 0,000, 2) terdapat hubungan yang positif antara tayangan MasterChef Indonesia terhadap minat masyarakat menjadi chef dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,501 dan nilai signifikan sebesar 0,000,3) terdapat hubungan yang positif anatara tayangan MasterChef Indonesia dengan persepsi mahasiswa mengenai profesi chef dengan nilai korelasi sebesar 0,429 dan nilai signifikan sebesar 0,41,4) terdapat hubungan yang positif antara tayangan MasterChef Indonesia dengan minat mahasiswa untuk menjadi chef dengan nilai korelasi sebesar 0,517 dan nilai signifikan 0,012.

Pengelolaan Kesan Citra Diri Pekerja Seks Komersial Pinggir Jalan Di Kota Medan

Putri, Angelia ( Pascasarjana Universitas Sumatera Utara )

JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Simbolika April
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini berjudul Pengelolaan KesanCitra Diri Pekerja Seks Komersial Pinggir Jalan di Kota Medan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pengelolaan kesan citra diri pekerja seks komersial pada pelanggan, keluarga dan lingkungan sekitar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan unit analisis pekerja seks komersial pinggir jalan di Kota Medan dengan menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan kurang lebih selama 2 bulan. Temuan penting penelitian ini adalah pengelolaan kesanCitra Diri Pekerja Seks Komersial Pinggir Jalan di Kota Medan. Gambaran dari pengelolaan kesan pekerja seks komersial yaitu untuk menarik pelanggan, menutupi diri dari keluarga dan lingkungan sekitar yang tidak mengetahui pekerjaannya. Kelima informan mengungkapkan bahwa menjadi PSK bukanlah pilihan yang sebenarnya tetapi ketidakmampuan mereka untuk melakukan pekerjaan lain yang lebih menguntungkan menjadikan PSK adalah lebih baik.

Dampak Ketergantungan Remaja terhadap Media Sosial dan Upaya Mengantisipasi

kurniawati, dewi ( universitas sumatera utara )

JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Simbolika April
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Media sosial memberikan kemudahan menyebarkan informasi dan memperluas jaringan sehingga bisa terhubung dengan siapapun yang ada di seluruh dunia tanpa ada batasan. Media sosial yang berkembang pesat disertai dengan perangkat smartphone yang canggih serta akses internet yang mudah dan cepat memungkinkan adanya bullying yang dilakukan di dunia maya. Perkembangan internet dan smartphone yang cukup pesat disertai dengan minat yang besar dari remaja dapat memberikan dampak baik maupun buruk, tergantung dari aktivitas online mereka. Dampak baik dan buruk tergantung dari lingkungan remaja yang nantinya akan mengubah perilaku pelajar kepada cara penggunaan internet dan smartphone dengan lebih bijak. Media sosial memang baik untuk remaja, karena di media sosial mereka akan mendapatkan banyak teman informasi dan sebagainya, tetapi, bagi orangtua wajib untuk selalu mendampingi atau mengetahui perkembangan kehidupan sosial remaja agar tidak terjerumus kepada hal yang negatif.

Kebijakan Komunikasi Internasional Indonesia

setiawan, daryanto ( Sekolah Tinggi Agama Islam As Sunnah Deli Serdang )

JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Simbolika April
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kebijakan komunikasi merupakan bagian yang terintegrasi dengan kebijakan pembangunan lainnya, seperti halnya pendidikan, kebudayaan, dan kependudukan. Komunikasi dapat memberikan kontribusinya dalam mendukung pelaksanaan program-program pembangunan nasional di setiap negara. Konsep kebijakan komunikasi internasional baru muncul pada tahun 1970-an setelah para pakar dari negara-negara yang sedang berkembang mengeluhkan adanya ketidakseimbangan dan tidak berkadilan dari negara-negara maju mengenai pengaliran informasi di dunia. Negara-negara maju tersebut cenderung memberitakan hal-hal yang berkaitan dengan kerusuhan dan kemiskinan yang terjadi di negara-negara yang berkembang. Ketidakseimbangan pengaliran informasi dari negara-negara maju ke negara-negara yang berkembang membuat negara-negara yang bekembang kurang mampu untuk membeli teknologi informasi. Akhirnya negara-negara berkembang merespon kejadian tersebut. Berdasarkan Pancasila sila kedua, UUD 1945 (Alinea I dan IV) dan batang tubuh (pasal 11 dan 13), Indonesia sebagai salah satu negara berkembang akhirnya juga merespon kejadian tersebut dengan ikut terlibat langsung dalam hubungan internasiona melalui kebijakan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Bebas, bahwa Indonesia tidak memihak pada kekuatan-kekuatan yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa sebagaimana tercermin dalam Pancasila. Aktif, bahwa dalam menjalankan kebijakan luar negerinya, Indonesia tidak bersikap pasif atas berbagai kejadian internasional, melainkan bersikaf aktif. Juga aktif dalam mendukung usaha-usaha yang diarahkan bagi terciptanya masyarakat dunia yang damai, aman dan tentram.

Komparasi Model Kompetensi Komunikasi Guru dalam Proses Belajar Mengajar: Studi Kasus pada SMPN 1 Bukit dengan SMPS Blang Panas Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh

Hidayat, Wahyu ( Universitas Sumatera Utara )

JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 2, No 1 (2016): JURNAL SIMBOLIKA APRIL
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.027 KB)

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kompetensi komunikasi guru, mendeskripsikan model komunikasi guru dalam proses belajar mengajar, dan membandingkan model-model kompetensi komunikasi yang digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar di SMPN 1 Bukit dan SMPS  Blang Panas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi komunikasi guru di SMPN 1 Bukit telah memenuhi kriteria yang disyaratkan, sedangkan kompetensi komunikasi guru di SMPS Blang Panas belum memenuhi kriteria. Selain itu, model komunikasi guru pada SMPN 1 Bukit lebih bervariasi dan mampu menyesuaikan dengan kondisi yang ada, sedangkan model komunikasi guru pada SMPS Blang Panas lebih monoton dengan hanya menerapkan satu model komunikasi dalam proses belajar mengajar. Hasil penelitian juga menunjukkan perbedaan pada kemampuan berkomunikasi guru secara verbal, non verbal, perbedaan kemampuan bergaul secara santun dan efektif dengan siswa-siswi di kelas, serta perbedaan kemampuan penguasaan teknologi komunikasi dalam proses belajar mengajar. Selanjutnya, guru-guru di SMPN 1 Bukit mampu memadukan tiga kategori model komunikasi sekaligus (komunikasi satu arah, dua arah, dan transaksi), sedangkan pada SMPS Blang Panas, guru hanya mampu menerapkan model komunikasi satu arah saja.