cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Khasanah Ilmu
ISSN : 20870086     EISSN : 26555433     DOI : -
Khasanah Ilmu merupakan Jurnal Pariwisata Dan Budaya tempat publikasi artikel penelitian bidang kepariwisataan, Perhotelan dan Kebudayaan. Jadwal penerbitan : Maret dan September.
Articles 139 Documents
Pengaruh Kualitas Restoran Terhadap Kepuasan Pelanggan Cengkir Heritage Resto And Coffe Dewa, Chriswardana Bayu
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Khasanah Ilmu Maret 2019
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.294 KB)

Abstract

Abstract - This study aims to examine the effect of restaurant quality on customer satisfaction. The research subjects were visitors to the restaurant Cengkir Heritage Resto and Coffe Yogyakarta. This study develops a theoretical model by making three hypotheses that will be tested using the Structural Equation Model (SEM) through the AMOS 18 application program. The survey method used in this study is distributing questionnaires to 120 respondents. This study uses non-probability sampling techniques, namely respondents randomly selected according to the purpose of the study. The results showed that restaurant quality consisting of service quality, food quality and physical environment had a positive effect on customer satisfaction. Keyword: Restaurant quality, customer satisfaction. Abstraks – Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kualitas restoran terhadap kepuasan pelanggan. Subyek penelitian adalah pengunjung restoran Cengkir Heritage Resto and Coffe Yogyakarta. Penelitian ini mengembangkan suatu model teoritis dengan membuat tiga hipotesis yang akan diuji dengan menggunakan Structural Equation Model (SEM) melalui program aplikasi AMOS 18. Metode survei yang digunakan dalam penelitian ini adalah penyebaran kuesioner kepada 120 responden. Penelitian ini menggunakan teknik non-probability sampling, yaitu responden dipilih secara acak sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas restoran yang terdiri dari kualitas pelayanan, kualitas makanan dan physical environment berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan. Kata kunci: Kualitas restoran, kepuasan pelanggan
Doclang, Makanan Tradisional Yang Mulai Tersisihkan Lestari, Nurul Sukma; Christina, Christina
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2018
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.097 KB)

Abstract

Abstract – Doclang is a typical traditional Bogor food found in Indonesia. The composition contained in doclang, are: lontong or pesor in Sundanese, fried tofu, boiled eggs and fried steamed potatoes and bean spices as an aditional. The uniqueness found in doclang is from rice cake made using patat leaves and cooked for a long time. This study aims to obtain an overview of the existence of Doclang in the Bogor community. This research was conducted using qualitative methods by directly collecting data by conducting observations and interviews. The results of the study show that there are two versions of the origin of Doclang, namely the influence of the Chinese community and artisans of diamonds. In making Doclang, Pesor and potatoes are used as a differentiator from kupat tahu. And at this time in the city of Bogor has provided a place for culinary tourism such as Doclang, which is on Jalan Jembatan Merah or Jalan Veteran which is sold by street vendors. Keywords: Doclang, Lontong, Patat leaves, Preserving Abstrak - Doclang merupakan makanan tradisional Khas Bogor yang terdapat di Indonesia. Komposisi yang terdapat pada doclang yaitu: lontong atau pesor dalam Bahasa Sunda, tahu goreng, telor rebus dan kentang kukus yang digoreng serta bumbu kacang sebagai pelengkap. Keunikan yang terdapat pada doclang adalah dari lontong yang dibuat menggunakan daun patat dan dimasak dalam waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang keberadaan Doclang di masyarakat Bogor khususnya. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan langsung mengumpulkan data dengan melakukan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat dua versi asal usul Doclang, yaitu pengaruh dari masyarakat Tionghoa dan pengrajin ketupat. Dalam pembuatan Doclang dipergunakan Pesor dan kentang sebagai pembeda dari kupat tahu. Serta pada saat ini di Kota Bogor sudah menyediakan tempat untuk wisata kuliner seperti Doclang, yaitu di Jalan Jembatan Merah atau Jalan Veteran yang dijual oleh para pedagang kaki lima. Kata Kunci: Doclang, Lontong, Daun Patat, Pelestarian
Pengaruh Kualitas Pesan Iklan Bakpia Kukus Tugu Jogja Terhadap Niat Beli Dengan Citra Merek Sebagai Variabel Pemediasi Dewa, Chriswardana Bayu
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2018
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.693 KB)

Abstract

Abstract - This research aims to examine the effect of quality of the advertising message to the buying intention and mediated by brand image. Subjects are tourist who buy Bakpia Kukus Tugu Jogja in Yogyakarta. In this study developed a theoretical mode of the proposed four hypotheses to be tested using Structural Equation Model (SEM) by AMOS software 18. This research was conducted by distributing questionnaires to survey 150 respondents. Respondents were obtained through purposive sampling tehnique, the respondents were selected based on certain goals established researcher. The results of this study show that quality of the advertising message has positive effect to brand image, brand image has positive effect to buying intention, quality of the advertising message has positive effect to buying intention and brand image can partially mediated the positive effect of quality of advertising message toward buying intention. Keyword : Quality of Advertising message, Purchase Intention, Brand Image Abstraks - Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kualitas pesan iklan terhadap minat beli dengan dimediasi oleh citra merek. Subyek adalah wisatawan yang membeli Bakpia Kukus Tugu Jogja kota Yogyakarta. Dalam penelitian ini dikembangkan suatu model teoritis dengan mengajukan empat hipotesis yang akan diuji dengan menggunakan Structural Equation Model (SEM) melalui software AMOS 18. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 150 responden. Responden diperoleh melalui teknik purposive sampling, yaitu responden dipilih berdasarkan tujuan-tujuan yang ditetapkan peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pesan iklan berpengaruh positif terhadap citra merek, citra merek berpengaruh positif terhadap minat beli, kualitas pesan iklan berpengaruh positif terhadap minat beli dan citra merek memediasi secara parsial hubungan positif antara kualitas pesan iklan terhadap minat beli. Kata Kunci : Kualitas Pesan Iklan, Minat beli, Citra Merek
Upaya Promosi Potensi Wisata Kota Denpasar Berbasis Media sosial Mariani, Ni Wayan Rena; Wijaya, Anak Agung Gede
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2018
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.028 KB)

Abstract

Abstract - Marketing activities for tourism changes along with the development of the use of social media in the community. Traditional marketing methods that were used in marketing activities began to be shifted by digital marketing methods. One type of digital marketing method is social media marketing. Tourism official of denpasar cooperating with the Bali Tourism Board, and the Regional Tourism Promotion Agency uses social media in an effort to promote the tourism potencial of the city of Denpasar. The use of social media is very minimal in 2016 and 2017 to promote the tourism potential of the city of Denpasar. This Situation is not in line with the strategic plan of tourism official of Denpasar for 2011-2015 which states that promotion is carried out involving Information Technology. Mariani (2016) mentions that social media is very helpful in promoting a previously unknown tourist attraction into a favorite tourist attraction. When the use of social media that is very minimal by the manager, the promotion is declared successful. It is caused the strength of the content created by users of social media to introduce this attraction to other social media users. The purpose of this study is to find out the efforts made by the government in promoting tourism potential by utilizing social media. The research using quantitative and qualitative data. Quantitative data consist of number of posts, number of followers, number of likes. Qualitative data consist of social media content and data of interviews with sources. This research is a qualitative study with a case study approach. This research concludes that several social media-based promotion efforts have been carried out, namely greeting social media users through image and video content, inviting the public to attend certain tourism activities, involving social media users, and informing the calendar of events at the beginning of each month. Keywords: : Marketing, Tourism Destination, Social Media Abstrak – Kegiatan pemasaran tujuan wisata mengalami perubahan seiring dengan berkembangnya penggunaan media sosial di masyarakat. Metode pemasaran Tradisional yang dulu digunakan dalam kegiatan pemasaran mulai digeser oleh metode pemasaran digital. Salah satu jenis metode pemasaran digital adalah Pemasaran media sosial. Dinas Pariwisata Denpasar bekerja sama dengan Bali Tourism Board, dan Badan Promosi Pariwisata Daerah menggunakan media sosial dalam upaya untuk mempromosikan potensi wisata kota Denpasar. Pemanfaatan media sosial yang sangat minim pada tahun 2016 dan 2017 untuk mempromosikan potensi wisata kota denpasar tidak sejalan dengan Rencana strategis satuan kerja perangkat daerah dinas pariwisata kota denpasar Tahun 2011-2015 yang menyebutkan bahwa promosi dilaksanakan dengan melibatkan Teknologi Informasi. Mariani (2016) menyebutkan bahwa media sosial sangat membantu promosi sebuah objek wisata yang sebelumnya tidak dikenal menjadi sebuah objek wisata yang ramai dikunjungi. Dengan pemanfaatan media sosial yang sangat minim oleh pengelola, promosi dinyatakan berhasil. Hal ini disebabkan kekuatan content yang dibuat oleh para pengguna media sosial untuk memperkenalkan objek wisata ini kepada pengguna media sosial yang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya-upaya yang dilakukan pemerintah dalam mempromosikan potensi wisata dengan memanfaatkan media sosial. Data penelitian yang digunakan adalah data kuantitatif dan kuliatatif. Data kuantitatif yang digunakan adalah jumlah posting, jumlah follower,jumlah likes. Data kualitatif berupa konten media sosial dan hasil wawancara dengannarasumber. Penelitian ini merupakan merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan case study. Penelitian ini menyimpulkan bahwa beberapa upaya promosi berbasis media sosial telah dilakukan yaitu menyapa pengguna media sosial melalui content gambar dan video, mengundang masyarakat untuk hadir dalam kegiataan wisata tertentu, melibatkan masyarakat pengguna media sosial, dan menginformasikan calender of event disetiap awal bulan. Kata kunci: Pemasaran, Destinasi Wisata, Media Sosial
Peran Kepemimpinan Pengaruhnya Terhadap Motivasi, Komitmen Dan Kinerja Organisasi Di Pura Pakualaman Yogyakarta Nurcahyo, R. Jati; Kiswati, Sri
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2018
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.938 KB)

Abstract

Abstract - The smart leadership style implemented by K.G.P.A.A. Paku Alam X has an important role in improving the organization work performance in Pura Pakualaman Yogyakarta. This is due to its positive effects in strengthening the “Abdi Dalem” commitment as well as managing their motivation well. The implication of the K.G.P.A.A. Paku Alam X leadership to the improvement of the organization work performance must include some competencies and put together the elements of ethics and professionalism in organization of Pura Pakualaman Yogyakarta. The elements include five dimensions, they are: Logic, Power Resource, Knowledge, Core Leadership Functions, and Character. The method used in this research is descriptive qualitative. The instruments applied are survey, quantitative data and interviews. The results of the study show that there is influence of the “Abdi Dalem” reliance in taking initiatives to the role of KGPAA Paku Alam X when he is not in charge nor in Puro Pakualaman Palace. The numbers based on the data show less significant influence: Work Performance 49.7%, Motivation 27.2%, and Commitment 22.1%. The result of the research also shows that whenever the “Abdi Dalem” find difficulties in undertaking their duties, most of them will ask for the decision of “Penghageng” or the Tepas Department Head. Keyword : Leadership, Motivation, Commitment And Work Performance Abstrak - Gaya Kepemimpinan yang Smart dari K.G.P.A.A. Paku Alam X sangat berperan dalam meningkatkan kinerja organisasi di Pura Pakualaman Yogyakarta karena berdampak pada kuatnya komitmen Abdi Dalem dan terbinanya dengan baik Motivasi kerja mereka. Implikasi Kepemimpinan K.G.P.A.A. Paku Alam X terhdap peningkatan kinerja organisasi harus disertai kompetensi dengan meletakkan unsur etika dan profesionalisme dalam organisasi di Pura Pakualaman Yogyakarta, yang meliputi lima dimensi yaitu : Nalar, Sumber Kekuasaan, Pengetahuan, Fungsi Kepemimpinan inti dan Karakter. Metode penelitian ini yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan didukung oleh survey, data kuantitatif dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan pengaruh ketergantungan dari Abdi Dalem dalam mengambil inisiatif sendiri terhadap peran K.G.P.A.A. Paku Alam X ketika tidak berada ditempat atau di Istana Pura Pakualaman Yogyakarta, menunjukkan angka yang kurang berarti yaitu Kinerja 49,7%, Motivasi 27,2%, Komitmen 22,1%. Hasil penelitian yang sama menunjukkan bahwa ketika Abdi Dalem menemukan kesulitan dalam bertugas, kebanyakan dari Abdi Dalem akan menunggu untuk meminta keputusan dari Penghageng atau kepala bagin Tepas. Kata Kunci : Kepemimpinan, Motivasi, Komitmen dan Kinerja
Strategi Guest Relation Officer Dalam Penanganan Tamu Yang Menunggu Pelayanan Di Hotel Santika Premiere Yogyakarta Yulanda, Gayuh; Putri - AKPAR BSI Yogyakarta, Emmita Devi Hari
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2017
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.534 KB)

Abstract

Abstract - The development of the tourism industry increasingly spread its wings in the world to make the investors and entrepreneurs establish their business travel in the field of tourism accommodation, one of which was the construction of the hotel. Hotel is a premier accommodation needed actors, especially tourists travel as a temporary shelter during travel. Facing fierce competition, the various efforts made by each hotel, such as adding the facility to make it more complete, repairing the building, add a food menu and improve the quality of service of each employee to hotel guests at the start of the department front office, department housekeeping and food and beverage department. Guest Relation Officer (GRO) is one part that is in the front office department in charge and responsible for providing comfort, hospitality, and information to guests, therefore the guest reletion an officer is required to always provide the best service and comfort to guests. This research method using descriptive method qualitative research that aims to understand about what is experienced by the subject of the study such behavior, perception, motivation, action and more holistically in a descriptive way in the form of words and language, in a context that is naturally and by using various scientific methods. Data collection techniques in this study using interview techniques, observation and documentation. Research conducted at the premier hotel santika Yogyakarta for approximately six months. The results of this analysis, a guest relation officer has an important role at a hotel to provide comfort, hospitality, and the best service to guests. Guest relations officer is also expected to cooperate with travel agencies so that when a guest relation officer invited guests conversed can offer these travel packages and to make guests feel cared for.Keyword: guest relation officer, Hotel, service strategy. Abstrak - Berkembangnya industri pariwisata yang semakin menggepakkan sayapnya di dunia membuat para investor dan para pelaku usaha memantapkan usahanya di bidang akomodasi pariwisata, di mulai dari usara restoran, travel agent, hingga pembangunan hotel. Hotel adalah salah satu akomodasi yang dibutuhkan wisatawan sebagai tempat tinggal sementara selama melakukan perjalanan wisata. Menghadapi persaingan yang semakin ketat, maka berbagai upaya yang dilakukan oleh masing-masing hotel, seperti menambah fasilitas agar lebih lengkap, memperbaiki gedungnya, menambah daftar menu makanan dan meningkatkan kualitas pelayanan setiap karyawan kepada tamu hotel di mulai dari departemen front office, departemen housekeeping dan departemen food and beverage. Guest Relation officer adalah salah satu bagian yang ada di departemen front office yang memiliki tugas dan tanggung jawab memberikan kenyamanan kepada tamu, selain itu guest relation officer juga memiliki kewajiban memberikan segala informasi yang diinginkan tamu, Guest relation officer dituntut untuk selalu melakukan yang terbaik dan memberikan kenyamanan pada tamu hotel. Metode yang digunakan adalah menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode penelitian deskriptif kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain secara holistik dengancara deskriptif dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian dilakuakan di Hotel Santika Premier Yogyakarta selama enam bulan. Hasil analisa dari penelitian ini adalah guest relation officer memiliki peran penting di sebuah hotel untuk memberikan kenyamana, keamanan dan pelayanan yang baik untuk tamu. Guest relation officer juga harus mempunyai kerjasama dengan biro perjalanan wisata, agar ketika guest relation officer mengajak tamu berbincang dapat menawarkan paket wisata tersebut dan agar membuat tamu meras diperhatikan.Kata kunci : guest relation officer, Hotel, strategi pelayanan.
Kinerja Pengembangan Dan Pelayanan Candi Ratu Boko Dalam Mendukung Kesempatan Usaha Masyarakat Setempat - AKPAR BSI Yogyakarta, Atun Yulianto
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2016
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.878 KB)

Abstract

Abstract - Candi Ratu Boko is the culture heritage sites in the 8th century the heyday of the Sailendra dynasty. This temple maintained entirely by BUMN appointed by the government that is PT. Taman Wisata Candi. In accordance with UU RI No.10 tahun 2009 about tourism consider that the tourism development be required to grow the society business opportunities. On the basis these conditions The purpose of this research is know the successful development and service of the temple especially Ratu Boko in an attempt supporting the business opportunity local communities. Research methods that used is qualitative descriptive supported by surveys and quantitative data. Results of the study provide the qualifications, that site temple Ratu Boko with indicators of diversity, uniqueness, potential for conservation, and economic potential measured from employees internals considered to be already good with score grade 2, so that it can support community business opportunity and potential market rated enough with a grade score 1. While service efforts the business opportunity for local people has been given with properly by PT. Taman Wisata Candi units Ratu Boko Temple, but is not fully utilized by the local people.Keywords: Performance, Development, Services, Business Abstrak - Candi Ratu Boko adalah situs peninggalan sejarah pada abad ke 8 masa kejayaan dinasti Sailendra. Wisata candi ini dikelola sepenuhnya oleh BUMN yang ditunjuk pemerintah yaitu PT. Taman Wisata Candi. Sesuai dengan UU RI No.10 tahun 2009 tentang kepariwisataan mempertimbangkan bahwa pembangunan kepariwisataan diperlukan untuk mendorong pemerataan kesempatan berusaha bagi masyarakat. Atas dasar hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan pengembangan dan pelayanan objek wisata candi khususnya Ratu Boko dalam upaya mendukung kesempatan usaha masyarakat setempat. Metode Penelitian yang digunakan adalah diskriptif kualitatif yang didukung survey dan data kuantitatif. Hasil penelitian memberikan kualifikasi bahwa kinerja pengembangan situs wisata candi Ratu Boko dengan indikator keragaman, keunikan, potensi konservasi, dan potensi ekonomi diukur dari internal karyawan dinilai baik dengan grade score dua sehingga dapat mendukung kesempatan usaha masyarakat dan potensi pasar dinilai cukup dengan grade score satu. Sedangkan upaya pelayanan untuk kesempatan usaha masyarakat setempat telah diberikan dengan baik oleh PT.Taman Wisata Candi, namun tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat setempat. Kata Kunci : Kinerja, Pengembangan, Pelayanan, Usaha
Perkembangan Destinasi Pariwisata, Benarkah Memang Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Abdillah, Fitri; Damanik, Janianton; Fandeli, Chafid; Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Sudarmadj
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2015
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.322 KB)

Abstract

Abstract - Pemerintah Seringkali Menyatakan Bahwa Pembangunan Pariwisata Telah Berhasil Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat.  Fakta Ini Selalu Ditunjukkan Dengan Data Mengenai Meningkatnya Jumlah Kunjungan, Lapangan Kerja Dan Keterlibatan Masyarakat.  Studi Ini Mencoba Menjelaskan Benarkah Masyarakat Memang Memperoleh Manfaat Dari Perkembangan Tersebut.  Hipotesis Disusun Dengan Menyatakan Bahwa Semakin Tinggi Perkembangan Destinasi Pariwisata Maka Kualitas Hidup Masyarakat Yang Terlibat Akan Semakin Tinggi Pula. Lokasi Penelitian Dipilih Adalah Pangandaran.  Metode Deskriptif Dan Korelasional Bivariat Digunakan Untuk Menganalisis Dua Variabel Utama Yaitu Perkembangan Destinasi Pariwisata Dan Kualitas Hidup Masyarakat Lokal.   Hasil Penelitian Menunjukkan Bahwa Perkembangan Destinasi Berhubungan Positif Signifikan Dengan Standard Hidup Dalam Hal Penurunan Garis Kemiskinan.  Perkembangan Jumlah Wisatawan Juga Berkorelasi Positif Dengan Peningkatan Daya Beli Khususnya Barang-Barang Non Makanan Dan Penurunan Pengangguran Meskipun Secara Umum Belum Dapat Menurunkan Jumlah Penduduk Miskin.   Perkembangan Wisatawan Juga Berkorelasi Positif Dengan Peningkatan Pendidikan.  Kesimpulan Yang Diperoleh  Menunjukkan Bahwa Perkembangan Kepariwisataan Secara Nyata Memberikan Kontribusi Peningkatan Kualitas Hidup Khususnya Material Dengan Ditopang Oleh Keterlibatan Masyarakat Khususnya Pada Tenaga Kerja Perhotelan, Usaha-Usaha Kecil Di Masyarakat Dan Rumah Makan.  Studi Lanjutan Mengenai Pola Keterlibatan Masyarakat Yang Lebih Sustainable Diperlukan Agar Perkembangan Destinasi Pariwisata Tetap Terjaga. Keywords: destinasi pariwisata, kualitas hidup masyarakat lokal
Dampak Pengganda Pendapatan Bisnis Perhotelan di Pantai Indrayanti Gunungkidul Yogyakarta Kuntari - MKP UGM Yogyakarta, Erlina Daru
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2016
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract - Attraction of tourists visiting the beach in Gunung Kidul Regency 67% of total tourist arrivals in 2014. The growth of the hospitality business Indrayanti Beach be increased. Income multiplier of the emergence of new hospitality business is very interesting to study. Measurements of this income multiplier becomes important thing to do in an attempt to assess the role of the hospitality business in the economy in Gunung Kidul Regency. This research aims to identify the amount of income and expenses as well as calculating the amount of business income multiplier Indrayanti Beach hospitality. The data required is the amount of revenue and expenditure of the hospitality business and revenue and expenditure employees in 2015. Tool data collection using questionnaires. The method used is descriptive statistics and ad hoc simple equation. The results of this study are in the hospitality business income Total Indrayanti Beach is Rp. 3.456.600.000. Of disposable income again in Gunung Kidul Regency of Rp.1.886.160.000.  The rest is used to buy fish in Semarang and transferred to the owner outside Gunung Kidul Regency Rp. 1,570,440,000 or 45% of total revenue throughout the hospitality business. Figures in the hospitality business income multiplier Indrayanti Beach is 2,204.  This means that the value of money in circulation is 2,204 times that of the money that was first received. If the hospitality business revenue in Indrayanti Coast of Rp. 3.456.600.000, the revenue generated in the economy Gunung Kidul Regency is Rp. 7.618.346.400. This shows that the contribution of the hospitality business Indrayanti Beach to the economy, especially in Gunung Kidul surrounding communities is high because low leakage.  The role of the hospitality business in Indrayanti Beach also has a significant contribution in improving the tourism sub-sector PAD in Gunung Kidul Regency.Keywords: income multiplier, the hospitality business, Indrayanti BeachAbstrak - Kunjungan wisatawan ke objek wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul sebesar 67% dari total kunjungan wisatawan pada tahun 2014. Pertumbuhan bisnis perhotelan di Pantai Indrayanti menjadi meningkat. Pengganda pendapatan dari munculnya bisnis perhotelan baru ini sangat menarik untuk diteliti. Pengukuran tentang pengganda pendapatan ini menjadi hal penting untuk dilakukan sebagai upaya untuk menilai peranan bisnis perhotelan dalam perekonomian di Kabupaten Gunungkidul. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi besaran pendapatan dan pengeluaran serta menghitung besaran angka pengganda pendapatan bisnis perhotelan di Pantai Indrayanti. Data yang diperlukan adalah jumlah pendapatan dan pengeluaran bisnis perhotelan serta pendapatan dan pengeluaran karyawannya pada tahun 2015. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Metode penelitian yang digunakan adalah statistik deskriptif serta persamaan ad hoc sederhana. Hasil penelitian ini adalah Total pendapatan bisnis perhotelan di Pantai Indrayanti adalah sebesar Rp. 3.456.600.000. Pendapatan yang dibelanjakan lagi di Kabupaten Gunungkidul sebesar Rp.1.886.160.000. Sisanya digunakan untuk membeli ikan di Semarang dan ditransfer ke pemilik di luar Kabupaten Gunungkidul sebesar Rp. 1.570.440.000 atau 45% dari total pendapatan seluruh bisnis perhotelan. Angka pengganda pendapatan bisnis perhotelan di Pantai Indrayanti adalah 2,204. Hal ini berarti nilai uang yang beredar adalah 2,204 kali dari uang yang pertama kali diterima. Jika pendapatan bisnis perhotelan di Pantai Indrayanti sebesar Rp. 3.456.600.000, maka pendapatan yang ditimbulkan dalam perekonomian Kabupaten Gunungkidul adalah Rp. 7.618.346.400. Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi bisnis perhotelan di Pantai Indrayanti terhadap perekonomian Gunungkidul terutama di masyarakat sekitar tinggi karena kebocoran rendah. Peranan bisnis perhotelan di Pantai Indrayanti juga telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam peningkatan PAD sub sektor pariwisata di Kabupaten Gunungkidul.Kata kunci: pengganda pendapatan, bisnis perhotelan, Pantai Indrayanti 
Analisis Perbedaan Penerapan Marketing Mix Dalam Meningkatan Penjualan (Kajian Terhadap Bisnis Perhotelan Bintang Dan Non Bintang Di Yogyakarta) Pradiatiningtyas, Diah
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2015
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.394 KB)

Abstract

Bisnis perhotelan termasuk dalam kategori penjualan jasa karena ada pelayanan (services) di dalam proses bisnisnya. Sementara marketing mix adalah seperangkat alat yang dapat digunakan pemasar untuk membentuk karakteristik jasa yang ditawarkan kepada pelanggan. Yogyakarta adalah salah satu kota pariwisata di Indonesia dimana menjadikan kota tersebut memiliki persaingan bisnis perhotelan yang ketat. Di Yogyakarta sendiri ada hotel dengan kategori bintang dan non bintang. Penelitian ini menganalisa perbedaan penerapan marketing mix dalam meningkatkan penjualan baik di hotel bintang maupun non bintang. Tujuan penelitian adalah memberikan masukan bagi bisnis perhotelan untuk menerapkan langkah strategis dalam memasarkan bisnis perhotelannya menghadapi persaingan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan alat pengambilan data observasi, sedangkan analisa data menggunakan metode deskriptif. Hasil yang didapatkan adalah hotel bintang menerapkan marketing mix lebih konsisten karena mengejar loyalitas, trust, dan kepuasan konsumen sementara hotel non bintang tidak melaksanakannya secara konsisten karena hanya mengejar kuantitas occupancy saja. Kata Kunci : Hotel Bintang dan Non Bintang, Bauran Pemasaran, Bintang, Penerapan, Penjualan

Page 1 of 14 | Total Record : 139