Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : 23550287     EISSN : 25493299
Jurnal J-IKA (Jurnal Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas BSI Bandung) pertama publikasi tahun 2014, dengan registrasi ISSN dari LIPI Indonesia. J-IKA merupakan jurnal hasil penelitian ilmiah dibidang Bahasa dan Komunikasi.
Articles 75 Documents
Konstruksi Simbol Pada Aplikasi Bigo Serta Implikasi Sosial Penggunanya Irwanto, Irwanto
J-IKA Vol 4, No 1 (2017): JURNAL J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAplikasi media sosial Bigo telah diminati oleh masyarakat pada berbagai kalangan, baik remaja, dewasa maupun kalangan tua. Dalam penggunaannya lambang komunikasi yang digunakan tidak hanya teks tulis atau bahasa lisan saja, namun juga memakai simbol. Simbol-simbol yang terdapat pada aplikasi Bigo ini juga secara tidak langsung menjadi sistem sosial. Para pengguna tentunya harus memahami simbol-simbol tersebut agar bisa berinteraksi pada Bigo. Penelitian ini berupaya mengungkap makna serta apa yang terdapat dibalik penggunaan simbol tersebut. Pendekatan kualitatif dengan menggunakan semiotika menjadi metode yang digunakan untuk mengungkap makna serta sesuatu dibalik penggunaan simbol tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi media sosial Bigo merupakan bagian dari gerakan kapitalisme global yang  mendorong masyarakat menjadi konsumtif. Selain itu, aplikasi yang memanfaatkan teknologi internet ini juga menciptakan dunia maya yang simulacra pada kehidupan masyarakat.                 Kata kunci: simbol, konstruksi sosial, Bigo. ABSTRACTBigo social media applications has great demand by people in various circles, both teenagers, adults and the elderly. In use the symbol of communication are used not only text written or spoken language, but also the symbol. The symbols contained in the application Bigo is also indirectly into the social system. The user would have to understand the symbols in order to be able to interact in Bigo. This study seeks to reveal the meaning and what lies behind the use of the symbol. A qualitative approach using semiotics to be the method used to reveal the meaning and something behind the use of these symbols. The results showed that social media applications Bigo is part of global capitalism movement that encourages people to be consumptive. In addition, applications that take advantage of Internet technology is also creating a virtual world of simulacra on peoples lives. Keywords: symbol, social construction, Bigo.
PERSONAL BRANDING PADA INDUSTRI CITRA Fadeli, Muhammad
J-IKA Vol 1, No 2 (2014): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.413 KB)

Abstract

Abstract - 2014 was a golden year for the media industry, where the mass media will dredge the many advantages of the legislative candidates who require self-image. Whatever will be done in order to captivate the publics attention and lead public opinion to public finally decided to throw in them. The candidates for local and national leaders have started to play a role as a public figure who sell the image to draw public sympathy. Understand that level of fame, popularity of the figures head is an important factor, the political vehicle, regional head candidates scoring machine must perform the steps in a systematic and strategic campaigning as the popularity does notcome just like that. At issue is when the popularity is not supported by the capability of the leader. So just as the party or coalition of parties presenting a blank check to the people. So that the people are not fooled by the jargon of political campaigns, its time track record of candidates for the leader seen  carefully.  Voters empowered  critically  important that  people  are  getting smarter and not mobilized on a particular political force or even mobilized by the power of capital owners. And it is time for the candidates for the legislative candidates to improve itself, instead of just  selling  the  image,  competing  to  display  their best  photos,  they  put  forward  the  size  ofbillboards, and so forth. Because people are not public or packaging buyers, but those buyers contents.  Keywords : Campaign, Popularity, Capability   Abstrak - Tahun 2014 adalah tahun emas bagi industri media massa, dimana media massa akan mengeruk banyak keuntungan dari para calon anggota legislatif yang membutuhkan pencitraan diri. Apapun akan dilakukan demi memikat perhatian publik dan menggiring opini publik sampai akhirnya publik menjatuhkan pilihannya pada mereka. Para calon pemimpin lokal maupun pusat sudah mulai memainkan peranannya sebagai seorang public figure yang menjual image untuk menarik  simpati public.  Memahami bahwa tingkat ketenaran, popularitas  figur  kepala daerah adalah faktor penting,  kendaraan politik, mesin gol calon kepala daerah harus melakukan langkah - langkah sistematis dan strategis dalam berkampanye karena popularitas tidak datang begitu saja. Yang menjadi persoalan adalah  ketika popularitas tidak ditunjang oleh  kapabilitas pemimpin. Maka sama halnya partai atau koalisi partai menyuguhkan cek kosong kepada rakyat. Agar rakyat tidak tertipu oleh jargon-jargon kampanye politik, sudah saatnya rekam jejak calon anggota pemimpinnya dilihat secara seksama. Pemilih kritis penting diberdayakan agar rakyat semakin cerdas  dan  tidak  termobilisasi  pada  kekuatan  politik  tertentu  atau  bahkan  termobilisasi  oleh kekuatan pemilik modal. Dan sudah saatnya para calon calon anggota legislatif tersebut berben ah diri, bukan hanya sekedar menjual citra, berlomba-lomba menampilkan foto terbaiknya, saling adu ukuran baliho, dan lain sebagainya. Sebab publik atau rakyat bukanlah pembeli kemasan, tapi mereka pembeli isi.  Kata Kunci : Kampanye, Popularitas, Kapabilitas
KOMUNIKASI MEDIA FILM WONDERFUL LIFE (PENGALAMAN SINEAS TENTANG MENENTUKAN TEMA FILM) Anisti, Anisti
J-IKA Vol 3, No 2 (2016): JURNAL J-IKA
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas BSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis study aims to build experience filmmakers about the determination of the films theme. Of the number of movie theme, movie theme of social movements still arguably rare. Not many filmmakers who dare to take this theme for a variety of things including the film difficult to sell in the market. The difficulty competing with more popular movie themes such as film genre horror, comedy and action. However, in the year 2016 one of the filmmakers will release themed movies is a social movement Wonderful Life. The film is overall a story about children with special needs. During these special needs children considered one eye when they have the same rights and opportunities. They just need more support from their environment. This is the reason why the reality of the movie theme important to investigate. Reality does not stand alone but is emik, meaning that individual as an informant can build on the experience of meaning. Each individual will perform interpretations of reality are accepted. In this case, the individual in question is the cinematographer. The study focused on how the filmmakers to build awareness for the courage specify a movie theme. The method used phenomenological qualitative approach. The study says that the experience of every filmmaker diverse backgrounds choose a theme related to social movements but maknya movie remains the same which is difficult to market a movie-themed social movements. Keywords: movie theme, movie media, movie function. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk membangun pengalaman sineas tentang penentuan tema film. Dari sekian jumlah tema film, tema film gerakan sosial masih dibilang langka. Tidak banyak sineas yang berani mengambil tema tersebut karena berbagai hal diantaranya sulitnya film tersebut untuk laku di pasaran. Sulitnya bersaing dengan tema film yang lebih populer seperti film genre horor, komedi dan laga. Namun, ditahun 2016 salah seorang sineas akan merelease film bertemakan  gerakan sosial yaitu Wonderful Life. Film ini secara keseluruhan  mengangkat cerita tentang anak berkebutuhan khusus. Selama ini anak berkebutuhan khusus dianggap sebelah mata padahal mereka memiliki hak dan kesempatan yang sama. Mereka hanya saja membutuhkan dukungan lebih dari lingkungannya. Hal ini yang menjadi alasan kenapa realitas tentang tema film penting untuk diteliti. Realitas yang tidak berdiri sendiri akan tetapi bersifat emik, artinya individu sebagai informan dapat membangun makna atas pengalamannya. Setiap individu akan melakukan interpretasi terhadap realitas yang diterima. Dalam hal ini, individu yang dimaksud adalah para sineas. Penelitian fokus pada bagaimana Sineas membangun kesadarannya terhadap keberanian menentukan tema film. Metode yang digunakan fenomenologi dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menyebutkan bahwa pengalaman setiap sineas beragam terkait latar belakang memilih tema film gerakan sosial namun maknya tetap sama yakni sulitnya untuk memasarkan film bertemakan gerakan sosial. Kata Kunci: tema film, media film, fungsi film
ANALISIS DALAM MENCIPTAKAN KUALITAS PELAYANAN UNTUK MENGARAH PADA KEPUASAN KONSUMEN Sediawan, Ricky
J-IKA Vol 2, No 1 (2015): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.534 KB)

Abstract

Abstract - In the present orientation of the company is to create satisfaction for consumers . Consumers are satisfied will provide a high loyalty to the company . Customer satisfaction can be achieved through the creation of high -quality services , in point of fact , promise , concern , empathy , and assurance . If high consumer satisfaction will provide benefits for the survival of the company prolonged .Keywords : Service Quality , Customer Satisfaction                 Abstrak - Dalam orientasi perusahaan saat sekarang adalah menciptakan kepuasan bagi para konsumen. Konsumen-konsumen yang puas akan memberikan loyalitas yang tinggi kepada perusahaan. Kepuasan konsumen dapat dicapai melalui penciptaan pelayanan yang berkualitas tinggi, dalam hal kenyataan, janji, perhatian, empati, dan jaminan. Jika kepuasan konsumen tinggi akan memberikan keuntungan yang berkepanjangan demi kelangsungan perusahaan.Kata Kunci: Kualitas Pelayanan,Kepuasan Konsumen.
KEBIJAKAN PUBLIK PELAYANAN ADMINISTRASI PERNIKAHAN DALAM MEMBANGUN CITRA POSITIF KEMENTERIAN AGAMA RI Murtiadi, Murtiadi
J-IKA Vol 3, No 1 (2016): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKantor Urusan Agama sebagai ujung tombak Kementerian Agama dalam melayani masyarakat di bidang keagamaan memiliki peran yang sangat krusial. Kantor Urusan Agama (KUA) adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Urusan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama Islam RI yang berada di tingkat Kecamatan, satu tingkat dibawah Kantor Kementerian Agama tingkat Kota/Kabupaten. KUA  memiliki Tugas Pokok dan Fungsi (tupoksi) melaksanakan sebagian tugas Kantor Kementerian Agama Kota/Kabupaten di bidang urusan agama Islam dan membantu pembangunan pemerintahan umum di bidang agama di tingkat kecamatan. Strategi Komunikasi Kebijakan Publik Pelayanan  Administrasi Pernikahan Dalam Membangun Citra Positif Kementerian Agama RI  (Studi Kasus Kualitas Pelayanan Administrasi Pernikahan Di KUA Kecamatan Pulogadung). Penelitian ini menggunakan metode paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif menggunakan analisa studi kasus, untuk menggambarkan Strategi Komunikasi Kebijakan Publik Pelayanan  Administrasi Pernikahan Dalam Membangun Citra Positif Kementerian Agama RI. Objek penelitian ini adalah Kualitas Pelayanan Administrasi Pernikahan Di KUA Kecamatan Pulogadung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  adanya   suatu   usaha   pembuktian   bahwa Strategi Komunikasi Kebijakan Publik Pelayanan Administrasi Pernikahan Dalam Membangun Citra Positif Kementerian Agama RI . Sudah cukup baik dilaksanakan sesuai Tugas Pokok dan Fungsi dari KUA. Kata Kunci: Strategi Komunikasi Kebijakan Publik, Kualitas Pelayanan Administrasi Pernikahan, Citra Kementrian Agama RI ABSTRACT Office of Religious Affairs as the spearhead of the Ministry of Religious in serving the people in the religious field has a very crucial role. Religious Affairs Office (KUA) is a Technical Implementation Unit (TIU) Directorate of Islamic Affairs Directorate General of the Ministry of Islamic Guidance of Islamic Religion RI located at district level, one level below the level of the Ministry of Religious City / Regency. RAO has a Main Duties and Functions (TOR) carry out some tasks Religious Affairs Office of the City / County in the field of Islamic religious affairs and help the development of public administration in the field of religion at the district level. Communication Strategy for Public Policy Administration Services Marriage In Building Positive Image Ministry of Religious Affairs (Case Study of Service Quality Administrative District of Marriage In KUA Pulogadung). This study uses a constructivist paradigm with qualitative approach using case study analysis, to illustrate the Communication Strategy for Public Policy Administration Services Marriage In Building Positive Image Ministry of Religious Affairs. The object of this study is the Quality of Administrative Services Marriage In KUA District of Pulogadung. The results showed that the existence of a business proving that the Communications Strategy for Public Policy Administration Services Marriage In Building Positive Image Ministry of Religious Affairs. Already quite well implemented in accordance Main Duties and Functions of KUA. Keywords: Public Policy Communications Strategy, Quality of Marriage Administrative Services, Citra Ministry of Religious Affairs
KOMUNIKASI PSIKIATER DAN PASIEN PENDERITA BIPOLAR Yamudaha, Merizha; Oktaviani, Femi; Taufik, Reza Rizkina
J-IKA Vol 2, No 2 (2015): JURNAL J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTInterpersonal communication is a communication made between two people, where there is direct contact either verbal or nonverbal, and has effectiveness in changing attitudes, opinions or behavior because it possesses a dialog where backflow occurs directly, as is the case for psychiatrists and patients with bipolar disorder. Issues to be discussed, namely 1. What forms of interpersonal communication that do psychiatrists and patients with bipolar disorder in the recovery process 2. What factors interpersonal communication helps the recovery process of patients with bipolar disorder 3. Why do psychiatrists proximity to the recovery process of patients with disorders bipolar 4. What obstacles encountered psychiatrist when communicating with patients with bipolar disorder in the recovery process. This problem is very important investigation, to determine interpersonal communication easier for psychiatrists to interact with patients with bipolar in the recovery process. The research method that researchers use the method of qualitative case study approach, and the paradigm used by researchers is critical paradigm. Where researchers are also collecting data through observation, interviews directly to the informant, documentation, and literature study. In this case, the results of research to researchers conclude that interpersonal communication that do psychiatrists and patients with bipolar greatly help facilitate the psychiatrist to interact with the patient in the recovery process, where the psychiatrist and the family is the central figure who took part in the recovery process.Keywords: Interpersonal Communication, Psychiatrists, Bipolar Patients ABSTRAKKomunikasi antarpribadi merupakan komunikasi yang dilakukan antara dua orang, dimana terjadi kontak langsung baik secara verbal ataupun nonverbal, serta memiliki keefektifan dalam merubah sikap, pendapat atau perilaku seseorang karena memiliki sifat dialogis dimana arus balik terjadi secara langsung, sama halnya yang terjadi pada psikiater dan pasien penderita gangguan bipolar.  Permasalahan yang akan dibahas, yaitu 1. Bagaimana bentuk komunikasi antarpribadi yang dilakukan psikiater dan pasien penderita gangguan bipolar pada proses pemulihan 2. Bagaimana faktor-faktor komunikasi antarpribadi membantu proses pemulihan pasien penderita gangguan bipolar 3. Mengapa psikiater melakukan kedekatan pada proses pemulihan pasien penderita gangguan bipolar 4. Bagaimana hambatan-hambatan yang ditemui psikiater saat berkomunikasi dengan pasien penderita gangguan bipolar pada proses pemulihan. Permasalahan ini sangatlah penting diteliti, untuk mengetahui komunikasi antarpribadi memudahkan psikiater berinteraksi dengan pasien penderita bipolar pada proses pemulihan. Metode penelitian yang peneliti gunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dan paradigma yang digunakan oleh peneliti yaitu paradigma kritis. Dimana peneliti juga melakukan pengumpulan data melalui observasi, wawancara secara langsung kepada informan, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Dalam hal ini, hasil dari penelitian yang dapat peneliti simpulkan bahwa komunikasi antarpribadi yang dilakukan psikiater dan pasien penderita bipolar sangat membantu  memudahkan psikiater untuk berinteraksi dengan pasien pada proses pemulihan, dimana psikiater dan keluarga adalah tokoh sentral yang ikut andil dalam proses pemulihan.Kata Kunci: Komunikasi Antarpribadi, Psikiater, Pasien Bipolar
Feminisme dalam Tayangan Iklan Televisi Kategori Produk Laki-Laki Novianti, Evi; Nugraha, Aat Ruchiat
J-IKA Vol 4, No 2 (2017): JURNAL J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSosok perempuan sebagai makhluk yang halus dan lembut menjadi nilai yang menarik untuk dijadikan objek iklan. Lain halnya dengan produk iklan untuk laki-laki yang diperankan oleh perempuan menjadi hal yang tidak wajar dan akan menimbulkan efek penasaran bagi khalayak yang menontonnya. Fenomena inilah yang dimanfaatkan oleh sebagian produsen untuk meningkatkan omset penjualan produknya melalui pemanfaatan sosok perempuan khususnya dalam iklan L-Men dan Axe for Men sebagai aktor tambahan dalam ide cerita iklan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis analisis data melalui semiotik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra perempuan yang berperan di ruang publik sebagai objek iklan dapat menarik daya visualisasi khalayak dan secara komunikologi sebagai makhluk yang misterius dan penuh sensasional. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa citra perempuan sangat efektif untuk dijadikan objek iklan dalam usaha mningkatkan daya ungkit penjualan suatu produk. Kata Kunci: Perempuan, Iklan, Produk, dan Citra.  ABSTRACTThe figure of women as a creature that is smooth and soft be of value that is pulled to be used as an object advertising. In contrast with advertising a product for men that is played by women become unnatural and will an undesired effect curious for people who watch it. Phenomena this is that is occupied by producers to increase turnover sales their products through the use of the figure of women in particular in advertising l-men and axe for men as the actor an additional a story idea advertising. This research in a qualitative with a kind of data analysis through semiotic. The research results show that image of women play into public space as an object ad can be draws power visualize audiences and in komunikologi creatures mysterious and full of sensational. Drawing conclusions research shows that image of women was very effective for to becoming an advertisement in business mningkatkan power bob up and down sales a product. Keywords: women, advertising, product,, and image
E-GOVERNMENT: STUDY FENOMENOLOGI RW-NET SEBAGAI PELAYANAN PUBLIK YANG TRANSPARAN DAN AKUNTABEL DENGAN OPTIMALISASI FUNGSI E-GOVERNMENT DI PEMERINTAH KOTA BANDUNG Ferdiansyah, Viky; Hidayat, Dasrun
J-IKA Vol 1, No 1 (2014): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.298 KB)

Abstract

Abstrak - Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui makna  Program RW-Net  dalam peningkatan layanan publik yang dapat diterima secara transparan dan dapat dipertanggung jawabkan kepada masyarakat. Pada pelaksanaanya, RW-Net sebagai sarana dalam menerapkan fungsi dari E-Government di pemerintah kota Bandung sangat diperlukan untuk membantu pelaksanaan pemerintahan. Penelitian ini fokus pada  pembahasan tentang makna Program RW-Net dan Pola Layanan Publik dalam Program RW-Net sebagai wujud fungsi E-Government. Hasil penelitian yang diperoleh adalah RW-Net  memberikan  kemudahan  berkomunikasi dan berinteraksi antara warga dengan  pemerintah, atau warga dengan warga lainnya. Pemerintah Kota Bandung bisa menyampaikan  informasi tanpa perantara yang biasanya memakan waktu. Jika program ini sudah berjalan secara maksimal, maka keterbukan dan akuntabilitas antara pemerintah dengan warga akan sangat terasa, sehingga  memudahkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa  pengembangan e-government menghasilkan kedekatan dan interaksi atau keterlibatan masyarakat semakin besar, luas dan cepat. Pola interaksi berubah dari  one  stop  service menjadi  non-stop service. Namun, Pola pelayanan dalam RW-Net tergantung dari bagaimana budaya kerja organisasi dan kesiapan teknologi serta sumber daya manusia yang dapat mempengaruhi pelaksanaan pemerintahan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.Kata Kunci: RW-Net, Pola Layanan Publik, Transparan, Akuntabel. Abstract - The purpose of the study was to determine the meaning of RW-Net Program in improving services that can be received in a transparent and accountable to the public. In the implementation, RW- Net as a means to implement the function of E-Government in city government is needed to assist the implementation of the government. This research focuses on the discussion of the meaning of RW-Net Programs and Patterns of Public Service in RW-Net program as a form of E-Government. The results obtained are RW Net provides ease of communication and interaction between citizens and government, or people   with other people. Bandung City Government can convey information without intermediaries who usually takes. If the program is already running optimally, then openness and  accountability between government and citizens will be felt, making it easier for public confidence in the government. The final conclusion is that the development of e-government interactions or generate closeness and greater community involvement, wide and fast. Interaction patterns changed from one stop service to non-stop service. However, the pattern of the RW-Net services depends on how the work culture of the organization and readiness of technology and human resources that could affect the implementation of government transparent and accountable. Keywords: RW-Net, Patterns Of Public Service, Transparent, Accountable
Korelasi Interactive Marketing Dan Personal Selling Terhadap Loyalitas Pelanggan Rahmayani, Rani
J-IKA Vol 4, No 1 (2017): JURNAL J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMempertahankan loyalitas pelanggan sekarang ini sangatlah sulit. Setiap tahun rata-rata perusahaan kehilangan 20-40 persen pelanggan karena perusahaan menyediakan pengalaman tidak sesuai dengan harapan pelanggan. Pemanfaatan Teknologi Informasi (IT) terutama dalam teknologi internet menciptakan pelanggan yang lebih banyak menuntut dan mengharapkan suatu nilai. JNE merupakan perusahaan jasa yang serius mengelola hubungannya dengan pelanggan. JNE memfokuskan pada sistem teknologi informasi terintegrasi (My-Orion) sebagai media interactive marketing dan sistem keagenan sebagai media personal selling. Pencapaian JNE terlihat dengan diapresiasinya menjadi salah satu nominasi dalam pengukuran suatu keberhasilan sebuah perusahaan dalam kategori website jasa kurir digital marketing. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan korelasi interactive marketing dan personal selling terhadap loyalitas pelanggan JNE. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian explanatory survey. Metode pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana (simple random sampling) dan penentuan jumlah sampel dihitung menggunakan rumus Slovin. Analisis data menggunakan analisis jalur berdasarkan pendekatan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interactive marketing, personal selling, dan loyalitas pelanggan saling berhubungan positif dan signifikan. Interactive marketing memiliki pengaruh langsung secara langsung secara positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Personal selling memiliki pengaruh langsung secara langsung secara positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Kata kunci: Interactive Marketing, Personal Selling, Loyalitas Pelanggan. ABSTRACTMaintaining customer loyalty has been is very difficult now a days. Every year,most of companies lose about 20-0 percent of customer because the companies gives unexpected experiences to customers. The usage of Information Technology, mainly internet, has made customers require more and expert value.JNE is a service company which seriously manages its relationwith customers. JNE focuses on integrated information technology system (My-Orion) as an interactive marketing media and agency system as a personal selling media. JNE’s goal is seen by being appreciated and nominated in measuringa success of a company in digital marketing courir service category. The arm of this research is to determine the correlation of interactive marketing and personal selling towards JNE customers loyalty. The method used in this research was explanatory survey. The method of sample collecting was simple random sampling and the numbers of sample was determined using Slovin. Data analysis used path analysis based on SPSS approach. The research result showed that interactie marketing, personal selling, and customer loyalt had positive and significant relation. Interactive marketing had direct impact positively and significant towards customers loyalty. Personal selling had direct impact positively ang significant towards customer loyalty. Keywords: Interactive Marketing, Personal Selling, Customer Loyalty.
OPTIMALISASI PERAN PUBLIC RELATIONS DI MUSEUM GEOLOGI BANDUNG (PENDEKATAN MANAJEMEN KOMUNIKASI) Prianto, Torry Agus; Suhartini, Titin
J-IKA Vol 2, No 1 (2015): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.339 KB)

Abstract

Abstract: This research has a purpose to know the communication manajemen process which happen in internal public and to know the Public Relation’s roles in doing their duties. Type of the research are using qualitative approach, critical paradigm, and case study method. There are five informants (sources), include one main informant and four supporting informants. The result of research shows that communication manajemen process in internal public is not running well yet, for example less coordination between employees and their manajer or manajer with their employess, the other problems in public internal is about there are some disturbing things or obstacles in sharing information.Keywords: Public Relations role and company public internal Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses manajemen komunikasi yang terjadi didalam publik internal dan mengetahui peran PR dalam menjalankan kinerjanya. Tipe penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, paradigma kritis, dan metode studi kasus. Informan berjumlah lima orang, dengan satu informan utama dan empat orang informan pendukung. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses manajemen komunikasi didalam publik internal belum berjalan dengan baik, seperti kurangnya koordinasi diantara karyawan dengan atasan atau dari atasan kepada bawahannya, hal lain yang menjadi kendala didalam publik internal adalah adanya gangguan atau halangan dalam penyebarluasan informasi.Kata kunci: Peran Public Relations dan publik internal perusahaan.