Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : 23550287     EISSN : 25493299
Jurnal J-IKA (Jurnal Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas BSI Bandung) pertama publikasi tahun 2014, dengan registrasi ISSN dari LIPI Indonesia. J-IKA merupakan jurnal hasil penelitian ilmiah dibidang Bahasa dan Komunikasi.
Articles 75 Documents
Media Sosial Penguat Eksistensi Budaya Populer Irwanto, Irwanto
J-IKA Vol 4, No 2 (2017): JURNAL J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTulisan ini adalah hasil penelitian yang berupaya untuk menjelaskan mengenai karakter media sosial yang memberikan ruang terhadap budaya populer. Sementara media sosial saat ini telah menjadi bagian dari peradaban manusia dan digunakan olah banyak orang, maka budaya populer meluncur tanpa hambatan melalui kendaraan media sosial tersebut. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka baik melalui literasi ataupun informasi yang dipeoleh dari media mainstream ataupun media sosial guna menjawab permasalahan yang terungkap. Hasil penelitian ini menjelaskan keunikan karakter media sosial sengaja diciptakan oleh kaum kapitalis sebagai cara untuk menyebarkan budaya populer yang identik dengan konsumtif dan bertentangan serta menghambat budaya tinggi. Kata Kunci: media sosial, eksistensi,  budaya populer, kapitalis ABSTRACTThis paper is a  from research that seeks to explain the character of social media that gives space to populer culture. While social media has become a part of human civilization and used by many people, the populer culture is gliding unhindered through social media vehicles. This study uses literature study method through literasi or information obtained from mainstream media or social media to answer the problems revealed. The results of this study explain the unique character of social media deliberately created by the capitalists as a way to spread populer culture is synonymous with consumptive and  contradict and resist high culture. Keywords: social media, existence, populer culture, capitalist
MAKNA IKLAN OREO VERSI “PILIH HANDPHONE ATAU OREO” (Studi Fenomenologi Iklan Oreo Versi “ Pilih Handphone atau Oreo” Menurut Mahasiswa BSI Bandung) Kusumasari, Raden Nuruliah
J-IKA Vol 1, No 2 (2014): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.312 KB)

Abstract

Abstract -  Meaning oreo ad version "select phone or Oreo" This study investigates how the significance and verbal and non-verbal messages contained in Oreo ad version "Invert Selection handhone or oreo" according to BSI students Bandung. The method used in this study is phenomenology Schutz by using the theory of symbolic interaction. The data obtained in this study obtained through observation, interviews, and literature. The results of the qualitative analysis in this study shows the meaning of oreo ad version "Invert Selection handhone or oreo" according to the informant was a father to the childs attention, the development of technologies that alter a persons behavior. Verbal message of this ad is about product advantages, while the non-verbal message that is contained in this ad is very diverse. That message gained them attention from a father, technology is changing the behavior of the parents, an indifferent father to his son. takes effect oreo, oreo identity, rapidly developing technology, and maintenance of good relationships with children. Conclusion of the study, meaning that forms on the ad version oreo "select Mobile or oreo" according to BSI Bandung diverse students. This diversity of viewpoints is caused due to the informant. Suggestions for advertising agencies to be more creative in order not to get hung up on stereotypes prevailing in the community. Trying to dig out creative advertisements from the actual reality. Keywords: Advertising Meaning, verbal and non-verbal messages advertising. Abstrak - Makna iklan oreo versi “pilih handphone atau Oreo” Penelitian ini menyelidiki bagaimana makna dan pesan verbal dan non verbal yang terkandung dalam iklan Oreo versi “ ilih handhone atau oreo” menurut mahasiswa BSI Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Fenomenologi Schutz dengan menggunakan teori interaksi simbolik. Data-data yang didapatkan dalam penelitian ini didapatkan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil analisis kualitatif pada penelitian ini menunjukkan makna iklan oreo versi “ilih handhone atau oreo” menurut para informan adalah perhatian seorang ayah terhadap anaknya, perkembangan teknologi yang mengubah perilaku seseorang. Pesan verbal dari iklan ini adalah tentang keunggulan produk, sedangkan pesan non verbal yang terkandung dalam iklan ini sangat beragam. Pesan itu diantaranya perhatian yang tidak didapat dari seorang ayah, teknologi mengubah perilaku orang tua, seorang ayah yang cuek terhadap anaknya. efek memakan oreo, identitas oreo, perkembanga teknologi, dan penjagaan hubungan baik dengan anak. Kesimpulan penelitian, pemaknaan yang terbentuk pada iklan oreo versi “pilih handPhone atau oreo” menurut mahasiswa BSI Bandung beragam. Keragaman ini disebabkan akibat sudut pandang informan. Saran untuk biro iklan untuk lebih kreatif lagi agar tidak terpaku pada stereotip yang berlaku dimasyarakat. Mencoba menggali kreatif iklan yang tidak keluar dari realitas yang sebenarnya. Kata Kunci: Makna Iklan, Pesan verbal dan non verbal iklan 
Manajemen Kampanye Pencegahan Eksploitasi Seksual Komersial Anak Oleh “Kompak” Jakarta Buana, Aries; Hafiar, Hanny; Sani, Anwar
J-IKA Vol 4, No 1 (2017): JURNAL J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kampanye pencegahan Eksploitasi Seksual Komersial Anak (ESKA) oleh KOMPAK di DKI Jakarta. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif dengan studi deskriptif. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara observasi, wawancara terstruktur, dan studi literatur. Hasil penelitian menjelaskan bahwa : proses perencanaan umumnya sudah sesuai, namun ada beberapa elemen yang perlu ditingkatkan seperti penentuan tujuan masih belum berdasarkan skala prioritas, identifikasi sasaran hanya berdasarkan asumsi dan mengandalkan link, penentuan strategi & taktik belum komprehensif dan matang, alokasi waktu belum memiliki pertimbangan yang jelas, dan evaluasi perencanaan luput dalam tahapan ini. Proses pelaksanaan dimulai dengan realisasi unsur kampanye, kenyatannya masih banyak pelaku yang belum menjadikan kegiatan ini prioritasnya, pelatihan kampanye belum mengacu pada setiap tugas divisi yang ada, pesan pada setiap khalayak sama dan tidak dibedakan, komunikator dan saluran dipertimbangkan sesuai kebutuhan namun kurang efektif karena tidak diperhitungkan dengan baik, implementasi masih mundur dari timeline seharusnya. Proses evaluasi menggunakan metode evaluasi yang belum tepat dan sesuai dengan rencana. Hal tersebut berdampak pada efek yang ditimbulkan kurang optimal. Kata kunci: Manajemen, Kampanye, Komunitas, Deskriptif, Kualitatif. ABSTRACT The research aims to determine the planning, actuating, and evaluating process of this campaign by KOMPAK in DKI Jakarta. The methodology used in this research is qualitative with descriptive study. Data of the research was collected with some observations, structural interviews, and study of literature. The results of the study explained that: the planning process generally appropriate, but there are some elements that need to be improved as the goal-setting is still not based on priorities, target identification based only on assumptions and relying on the link, the determination of strategies and tactics have not been comprehensive and detail, time allocation yet have clear consideration and planning evaluation spared in this stage. The implementation process begins with the realization of the elements of the campaign, the facts are there are many campaigners who have not make this event their priority, a training campaign has not been based on each task divisions, a message on each audience are alike and not differentiated, communicators and channel considered as necessary but less effective because it it is not taken into account properly, the implementation timeline is still delayed. The evaluation process does not use proper evaluation method and not according to plan. So that,  It has less impact. Keywords: Management, Campaign, Community, Descriptive, Qualitative
LINGKUNGAN SOSIAL DALAM PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS ANAK Kusumasari, Raden Nuruliah
J-IKA Vol 2, No 1 (2015): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.622 KB)

Abstract

Abstract The development of personality very big influence on attitudes and behavior. However, changes in attitudes and behavior, it can be more specifically seen in children aged 11-15 years. Because when this age, a child has the formal operational stage. Formal operational stage, a period in which a child has begun to high-level thinking, began to escape from the bonds of the old, easy to absorb new things he encountered, try these things and commenting. due to the development of attitudes and behavior in this age very big influence on the development of attitudes and behaviors in adolescence later. The purpose of this study was to determine the shape of a childs social behavior and to determine the factors influencing changes in attitudes and behavior of a child and the relationship with the environment changes in attitudes and behavior of children. This study used a phenomenological method with the subjective approach (qualitative). Data was collected by observation techniques that have been conducted by researchers, in-depth interviews with the informants were interviewed by investigators, and study documentation of the data contained in the resource collection. Results from this study is that it turns out environmental factors, family and school, including the most important factor in changing attitudes and behavior of a child. Age 11-15 years old is the age of the formal operational stage, so it can be seen very clearly a change in attitude and behavior. Age and education, is not a major factor of a child have extensive knowledge, because in fact, a childs 5 th grade, have greater insight because she is in town, while children 1 junior high school have less insight, because of factors limitedness information and technology Keywords: social environment, child psychology Abstrak : Perkembangan kepribadian sangat berpengaruh besar terhadap sikap dan prilaku seseorang. Namun, perubahan sikap dan perilaku tersebut, dapat lebih spesifik terlihat pada anak usia 11-15 tahun. Karena saat usia inilah, seorang anak mengalami tahap formal operasional. Tahap formal operasional adalah, masa dimana seorang anak sudah mulai mampu berfikir tingkat tinggi, mulai ingin lepas dari ikatan orang tua, mudah menyerap hal-hal yang baru ia temui, mencoba hal-hal tersebut dan mengomentari. karena perkembangan sikap dan perilaku di usia ini sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan sikap dan perilaku di usia remaja kelak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk tingkah laku sosial seorang anak dan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perubahan sikap dan perilaku seorang anak serta hubungan lingkungan dengan perubahan sikap dan perilaku anak. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi dengan pendekatan subjektif (kualitatif).  Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi  yang sudah pernah dilakukan peneliti, wawancara mendalam dengan para nara sumber yang diwawancarai oleh peneliti, dan studi dokumentasi data-data yang terdapat di koleksi para nara sumber. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa ternyata Faktor lingkungan,keluarga dan sekolah termasuk faktor yang paling penting dalam perubahan sikap dan perilaku seorang anak. Usia 11-15 tahun merupakan usia tahap formal operasional, sehingga dapat dilihat sangat jelas perubahan sikap dan perilakunya. Usia dan pendidikan, tidak menjadi faktor utama seorang anak memiliki wawasan yang luas, karena pada kenyataannya, seorang anak kelas 5 SD, memiliki wawasan yang lebih luas karena dia berada di lingkungan kota, sedangkan anak 1 SMP memiliki wawasan yang kurang,karena factor keterbatasaan mendapatklan informasi dan teknologiKata kunci : lingkungan sosial, psikologi anak
DEMOKRASI DAN KAMPANYE POLITIK MELALUI PENCITRAAN BERBASIS BUDAYA DALAM PILKADA DI INDONESIA Sariwaty, Yulia
J-IKA Vol 3, No 2 (2016): JURNAL J-IKA
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas BSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                                                            ABSTRACT Democracy is a political system who build, when the public have right to political purpose who must be given authority to govern through election mechanism. On democratic system implemetation, one of important point is public participation, because participation be found element on political communication mechanism. Political dynamics in Indonesia can be witnessed through party of democracy that can organized from centre level to buttom district. Every district as like compete to born new candidate who claim their can be right leader. For make public interesting, their making various strategy including build of image on campaign. Keywords: Democracy, Campaign, Politic, Image, Culture.                                                              ABSTRAK Demokrasi merupakan sistem pemerintahan yang dibangun, dimana rakyat memiliki hak untuk menentukan secara politik siapa yang diberi kekuasaan untuk memerintah melalui mekanisme pemilihan umum. Dalam penyelenggaraan system demokrasi, salah satu unsur yang amat penting adalah partisipasi masyarakat, karena dalam partisipasi terkandung unsur mekanisme komunikasi politik antara aktor politik dengan publik sebagai konstituennya. Semarak dinamika politik di Indonesia dapat dilihat melalui pesta demokrasi yang diadakan dari tingkat pusat hingga daerah. Setiap daerah seakan berlomba dalam melahirkan kandidat yang mengklaim dirinya paling tepat menjadi pemimpin. Guna menarik simpati masyarakat, mereka melancarkan berbagai strategi termasuk membangun pencitraan dalam kampanye.Kata Kunci: Demokrasi, Kampanye, Politik, Pencitraan, Budaya.
POLA KOMUNIKASI ORGANISASI FORUM LEADER PADA AKTIVITAS EVALUASI BANDUNG CLEAN ACTION Ali, Irfan; Anisti, Anisti
J-IKA Vol 2, No 2 (2015): JURNAL J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTWithin an organitation, often found a communication berrier One of that communication barriers is from culture aspect, such as prespective and behavior. That communication barriers is take effect to organitation participant participation. In this research, the organitation is Forum Leader from Bandung Cleanaction Programm. Every participant in Forum Leader are compound from leaders or liaison unit from affiliated communities in Bandung Cleanaction Programm. Forum Leader participant had many defferent culture and norms. Research methods used in this research is qualitative. Theory used is Organitation Culture Theory. With participant observation and deep interview, researcher have try to find a communication patterning in activities evaluation on Forum Leader. Result from this research showing us that informal communication and kinship atmosphere setting take huge effects to behavior and performance of participant.Keywords : communications activities, communications component, pattern communications. ABSTRAKDalam sebuah organisasi sering adanya hambatan komunikasi. Salah satu hambatan yang sering terjadi adalah dari segi budaya, baik cara pandang maupun perilaku. Hambatan tersebut dapat berpengaruh pada partisipasi anggota organisasi. Pada penelitian ini organisasi yang dimaksud adalah Forum Leaderprogram Bandung Cleanaction. Partisipan yang membentuk Forum Leader ini merupakan gabungan dari para pemimpin atau perwakilan dari komunitas-komunitas yang berafiliasi dalam program Bandung Cleanaction. Partisipan Forum Leader memiliki latar belakang budaya atau nilai-nilai yang berbeda.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode etnografi komunikasi. Teori yang digunakan adalah Teori Budaya Organisasi. Dengan menggunakan teknik observasi partisipan serta wawancara mendalam, peneliti berusaha menemukan sebuah pola komunikasi dalam proses evaluasi kegiatan  pada Forum Leader ini. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa aktivitas komunikasi yang bersifat informal serta suasana kekeluargaan yang diciptakan dalam proses evaluasi berpengaruh besar pada perubahan perilaku dan kinerja partisipan Forum Leader.Kata Kunci: aktivitas komunikasi, komponen komunikasi, pola komunikasi
Analisis Event “Pos Indonesia Bergerak 2017” Sebagai Upaya Mempertahankan Reputasi Khotimah, Nurul; Suhartini, Titin; Fitriawati, Diny
J-IKA Vol 4, No 2 (2017): JURNAL J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPelaksanaan Event merupakan salah satu taktik dari divisi Public Relations (PR) disetiap perusahaan untuk menarik simpati dan empati publik dan media massa. Event juga bisa dikatakan sebagai alat untuk menciptakan citra dan reputasi yang baik bagi perusahaan. Penelitian ini membahas mengenai bagaimana PT. Pos Indonesia khususnya bagian Public Relations mengelola sebuah Event yang dinamakan Pos Indonesia Bergerak sebagai partisipasi perusahaan di Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Penelitian ini menggunakan metode studi kasus disertai dengan pendekatan kualitatif untuk menentukan cara mencari, mengumpulkan, mengolah dan menganalisis data hasil penelitian tersebut. Hasil dari penelitian menjelaskan bahwa Public Relations PT. Pos Indonesia mengelola sebuah Event dengan melalui proses analisis situasi, proses perencanaan, implementasi dan evaluasi. Dari hasil penelitian juga diketahui bahwa reputasi perusahaan bertambah menjadi lebih positif setelah diadakannya Event. Kata kunci: Event, Pos Indonesia Bergerak 2017, Reputasi. ABSTRACT The implementation of the Event is one of the tactics of Public Relations (PR) division in every company to attract sympathy and empathy of public and mass media. Event can also be said as a tool to create a good image and reputation for the company. This study discusses how PT. Pos Indonesia especially the Public Relations section manages an Event called Pos Indonesia’s Move as the companys participation in Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). This research uses case study method accompanied by qualitative approach to determine how to find, collect, process and analyze data of research result. The result of the research in explained that Public Relations of PT. Pos Indonesia manages an Event through analysis process of situation, process of planning, implementation and evaluation. From the research results also known that the reputation of the company increased to be more positive after the Event. Keywords: Event, Pos Indonesia’s Move 2017, Reputation.
DIAN SASTRO DALAM PRENAGEN BELLY DANCE (Study Kasus Visibility Dian Satro sebagai Brand Ambassador Prenagen dalam Prenagen Belly Dance) Kusumahwati, Gine; Suhartini, Titin
J-IKA Vol 1, No 1 (2014): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.961 KB)

Abstract

Abstrak - Hurupadi   adalah   Produksi   Event Organizer   bekerjasama   dengan   perusahaan   PT. Kalbe Nutrisi dan kali   ini   diadakan   acara produk   Bellydance (Kalbe nutrisi). Pendekatan kualitatif yang  bertujuan  untuk  menemukan Dian Sastro sebagai Brand Ambassador Balley dance, dengan metode studi kasus. Hasilnya menunjukkan visibilitas, kredibilitas, daya tarik, daya Dian sastro sebagai Brand Ambassador belly dance dengan Dian Sastrowardoyo peran sangat penting untuk acara ini, banyak peserta yang datang untuk Dian Sastro sebagai merek Ambasadornya, karena Dian Sastro adalah tokoh publik, Dian sastro kehidupan sehari-hari yang sangat harmonis dengan keluarga, dan jauh dari paparan gosip yang tidak baik, dan memberikan gambaran yang baik tentang  belly  dance  kemudian  memilih  Dian  Sastro  sebagai  merek  Ambasadornya  karena popularitas   Dian Sastro dapat memberikan gambar yang baik dalam produk kami, Dian Sastro yang  sedang    hamil  dan  oleh  karena  itu  sangat  pas  Dian  Sastro  kita  pilih  sebagai  Brand Ambassador, dalam   acara bellidance tidak diragukan lagi apabila terbukti, 100% peserta tahu Dian Sastrowardoyo.Kata kunci: Merek Duta Besar, GambarAbstract - Production is Hurupadi Event Organizer Company in cooperation with PT. Kalbe Nutritionals and  this  time  held  Bellydance  event  of  product  Prenagen  (Kalbe  Nutritionals).  Qualitative approach which aims to find Dian Sastro as Brand Ambassador Prenagen in Prenagen Balley Dance, with the case study method. The results showed Visibility, Credibility, Attraction, Power Dian sastro as Brand Ambassador Prenagen ie with Dian Sastrowardoyo very important role for this event, many attendees who came for Dian Sastro as Brand Ambasadornya Prenagen, because Dian Sastro is a public figure, Dian life sastro everyday along very harmonious family away from exposure to the gossip that is not good, and it gives a very good image of the Prenagen then choose Dian Sastro as Brand Ambasadornya Prenagen because the popularity of Dian Sastro can give a good image in our products, in Dian currently being Prenagen commercials, Dian Sastro is pregnant and therefore very fitting Dian Sastro once we select as Brand Ambassador Prenagen, in the event Prenagen bellidance no doubt in the event proved, 100% of attendees know Dian Sastrowardoyo.Keywords : Brand Ambassador, Image
Brand Personality Malboro Purba, Veny
J-IKA Vol 4, No 1 (2017): JURNAL J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKomunikasi adalah salah satu kegiatan manusia yang tak pernah berhenti. Setiap saat manusia sebagai mahluk sosial selalu berkomunikasi dengan yang lainnya baik itu secara verbal maupun non-verbal, secara tatap muka maupun melalui medium. Disadari maupun tidak, iklan telah menjadi salah satu proses komunikasi antara pengiklan dengan khalayak sasarannya melalui media tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana visualisasi iklan dalam media cetak membangun kepribadian merek dari produk tersebut. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa visualisasi yang ditampilkan oleh pengiklan mampu megkonstruksi penerimaan khalayak sasaran terhadap maksud dan tujuan iklan tersebut, karena visualisasi dalam iklan mewakili ideologi-ideologi dari perusahaan pengiklan maupun biro periklanan melalui produknya. Kata Kunci: Periklanan, Kepribadian merek, Komunikasi, Semiotika, Visualisasi ABSTRACTCommunication is one human activity that never stops. Every moment humans as social creatures communicate with each other, verbally or non-verbally in face to face communication or through a medium. One of them is commercial, a communication between an advertising agent and its target market through the media. The purpose of this research is to know how the visualization of an ad in print media can establish the brand personality of the product itself, The research shows that visualization in a commercial establishes the perception of the target market about the meaning and purpose of the advertising itself because visualization in a commercial represents the idea of the company or advertising agent itself.  Keywords: Advertising, Brand personality, Communication, Semiotics, Visualization.
REPRESENTASI KAMPUNG SENI DAGO SEBAGAI OBJEK WISATA KOTA BANDUNG Hidayat, Dasrun; Fitrianti, Alvi; Suhadi, Mahardiansyah; Tyaswara, Baruna
J-IKA Vol 1, No 2 (2014): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.992 KB)

Abstract

Abstract -“Dago Art Village Imaging”. For establishment of positive image to public and attract tourists, both domestic and international, to revisit Bandung City. This research use qualitative approach and descriptive study to obtain results of Dago Art Village imaging for object of interest to tourists in Bandung City. The results of the research suggest that many people do even not yet know the existence of Dago Art Village. At the outset, the concept of Dago Art Village comprise meaning, benefit, function, and role of artist in development of Dago Art Village imaging for object of interest to tourists by means of socialization, promotion, and program. Government have important  role  in  development  of  Dago  Art  Village  including  program,  socialization,  and promotion. We concluded that, first, Dago Art Village for creative object of interest to tourists offer diverse cultural arts that about to be abandoned by young generation today; second, Artist have particularly important role in development of Dago Art Village; third, Government engage in construction of infrastructure and means programs to support Dago Art Village imaging for object of interest to tourists in Bandung City. Keyword: Attractions, Role of Government, The Role of Artists.   Abstrak  -  Pencitraan  Kampung  Seni  Dago,sebagai  pembentukan image positif kepada masyarakat luas dan menarik para wisatawan baik domestic maupun mancanegara untuk kembali mengunjungi kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi deskriptif. Fokus pada pencitraan Kampung Seni Dago sebagai objek wisata kota Bandung. Hasil penelitian menunjukan bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaan kampong seni Dago. Dimulai dari konsep kampong seni Dago yang didalamnya meliputi makna, manfaat, fungsi dan peran  seniman dalam pengembangan pencitraan  sebagai  objek  wisata kampong seni Dago yaitu sosialsasi kampong seni Dago, promosi, program.Peran pemerintah pengembangan objek kampong seni Dago meliputi program, sosialisasi, danpromosi. Berdasarakan hasil dari kesimpulan pertama Kampung Seni  Dago sebagai salah satu objek wisata yang kreatif dengan menawarkan beragam seni budaya yang saat ini mulai ditinggalkan oleh generasi muda sekarang, kedua  Seniman  memberikan peranan yang sangat penting dalam perkembangan kampung seni dago, ketiga Pemerintah ikut serta dalam membangun program sarana dan prasarana untuk menunjang pencitraan kampung seni dago sebagai objekwisata kota Bandung  Kata Kunci : Objek wisata, Peran Pemerintah, Peran Seniman