Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : 23550287     EISSN : 25493299
Jurnal J-IKA (Jurnal Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas BSI Bandung) pertama publikasi tahun 2014, dengan registrasi ISSN dari LIPI Indonesia. J-IKA merupakan jurnal hasil penelitian ilmiah dibidang Bahasa dan Komunikasi.
Articles 75 Documents
POLA KOMUNIKASI PADA PROSESI MANGULOSI DALAM PERNIKAHAN BUDAYA ADAT BATAK TOBA Sirait, Destien Mistavakia; Hidayat, Dasrun
J-IKA Vol 2, No 1 (2015): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.283 KB)

Abstract

Abstract : Ulos as an important thing in Batak marriage, so the focus of this research is the mangulosi process (ulos pinning) in Batak Toba marital culture, in the process of mangulosi, there’s a values and belief that contained in it. The genre of this research is a qualitative with ethnography study which made the writer should do the research deeper with observation and an in depth interview. The paradigm that used in this research is constructivism paradigm that is inspected with face negotiation theory. The result of this research is that the mangulosi process in batak toba marital culture is happened by the communication behavior of batak peoples, the pattern of the communication is bound to the communication situation, communication event, communication setting, communication message and language variety whom being used in that cultural process. The values that contained in mangulosi process resulting the differences of the batak people behavior toward their peoples who married following the culture and not through the face negotiation theory, and the belief that contained behind the values that happened in every mangulosi process, whether the one in ulos sheet or in all of the communication process that occurred on batak toba marriage culture.Keyword : Marriage, Mangulosi, Batak Culture, Communication Pattern. Abstrak : Ulos sebagai hal penting dalam suku Batak, sehingga fokus penelitian ini adalah prosesi mangulosi (penyematan ulos) dalam pernikahan adat Batak Toba, dari proses mangulosi tersebut, muncul nilai-nilai serta keyakinan yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan studi etnografi yang mengharuskan peneliti meneliti lebih dalam dengan cara observasi dan wawancara mendalam, paradigma yang digunakan adalah konstruktivisme yang dikaji dengan teori face negotiation atau teori negosiasi wajah. Hasil penelitian ini adalah terjadinya prosesi mangulosi dalam pernikahan adat batak yang dihasilkan dari pola perilaku komunikasi oleh masyarakat batak, pola komunikasi tersebut terkait dengan situasi komunikasi, peristiwa komunikasi, setting komunikasi, pesan komunikasi dan varietas bahasa yang digunakan dalam prosesi adat tersebut. Nilai yang terkandung pada setiap prosesi mangulosi menghasilkan perbedaan perilaku masyarakat batak terhadap orang yang telah menikah secara adat dan orang yang tidak menikah secara adat lewat teori negosiasi wajah (face negotiation theory), serta keyakinan yang terkandung dibalik nilai-nilai yang terjadi pada setiap prosesi mangulosi, baik nilai terhadap kain ulos maupun terhadap seluruh rangkaian peristiwa komunikasi yang terjadi pada pernikahan adat batak Toba. Kata kunci: Pernikahan, Mangulosi, Budaya Adat Batak, Pola Komunikasi
KAMPANYE “#KEPOITUBAIK” GREENPEACE UNTUK MENINGKATKAN KEPEDULIAN MASYARAKAT TERHADAP TRANSPARANSI DATA KEHUTANAN INDONESIA Nikitamara, Nikitamara; Dida, Susanne; Damayanti, Trie
J-IKA Vol 3, No 2 (2016): JURNAL J-IKA
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas BSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the problem identification process, the process of campaign management, and campaign evaluation results #KepoItuBaik. The method used is the method mix with the kind of explorative study.The results showed that the campaign process #KepoItuBaik divided into three stages: problem identification, campaign management, and campaign evaluation.The results of the identification of the problem stating that the level of public awareness of the importance of forestry data transparency is still low.Campaign management is done through several stages of drafting objectives, identify target segments, determine message, designing strategies and tactics, planning the allocation of time and resources, recruit and train personnel campaign, select the campaign conveys the message, and select channel campaigns.While the results of the evaluation showed that the level of public awareness is high enough, but it is not strong enough to encourage the public to act. Suggestions, Greenpeace Indonesia should tested on a few sample messages prior to conducting a campaign, be more selective in choosing opinion leaders, as well as redesigning the campaign with a lighter theme tailored to the level of public knowledge that the campaign message is understandable. Keywords: campaign, public awareness. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses identifikasi masalah, proses pengelolaan kampanye, dan hasil evaluasi kampanye #KepoItuBaik. Metode yang digunakan adalah metode campuran (mix method) dengan jenis studi eksploratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kampanye #KepoItuBaik dibagi kedalam tiga tahap yaitu identifikasi masalah, pengelolaan kampanye, dan evaluasi kampanye. Hasil identifikasi masalah menyatakan bahwa tingkat kepedulian masyarakat terhadap pentingnya transparansi data kehutanan masih rendah.  Pengelolaan kampanye dilakukan melalui beberapa tahap yaitu penyusunan tujuan, identifikasi segmen sasaran, menentukan pesan, merancang strategi dan taktik, merencanakan alokasi waktu dan sumber daya, merekrut dan melatih personil kampanye,  menyeleksi penyampai pesan kampanye, dan menyeleksi saluran kampanye. Sedangkan hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat awareness publik sudah cukup tinggi, namun hal tersebut belum cukup kuat untuk mendorong publik bertindak (action). Saran sebaiknya Greenpeace Indonesia melakukan ujicoba pesan pada beberapa sampel sebelum menyelenggarakan kampanye, lebih selektif dalam memilih opinion leader, serta merancang ulang kampanye dengan tema yang lebih ringan disesuaikan dengan tingkat pengetahuan masyarakat sehingga pesan kampanye dapat dimengerti. Kata Kunci: kampanye, kepedulian masyarakat
ANALISIS SEMIOTIKA KOSTUM THE REMIX NET. TV TEMA ETHNIC DAN FUTURISTIK Maulana, Rizky Iwan; Suhartini, Titin; Purba, Veny
J-IKA Vol 2, No 2 (2015): JURNAL J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The Remix is one of the Special Program who on aired by NET. TV. Electronic Music Dance (EDM) as the point of this show. The compettion for Indonesian dj or remixer who paired with the freatest singer in the country makes the show serve a hgreatest entertaiment and never shown in the other televison program. The show has a lot of division inside, one of the divison of this program who people talk about the most and outstanding are a Fashion Stylist team. They’re the one who responsible for the Costume and all the wardrobe for al the talent for this program and the look itself should be otstanding and have to combine the futuristic side to all the costumes. One episode of The Remix is very interesting is The 11th Episode on November 7th, 2015. This episode was themed "Ethnic Futuristic" in which all groups must sang traditional songs packaged electronic music, of course, the costumes they must contain elements must be visible Futuristic and Etnic. This study uses a qualitative methodology for researchers consider the problems studied is complex and researchers use semiotics of Roland Barthes analasis because he has discusses the realm of fashion.Keywords: The Remix, Costumes, Fashion Stylist. Semiotic AbstrakThe Remix adalah sebuah Program Event Special yang ditayangkan oleh NET. MEDIATAMA TELEVISI yang mengangkat Electronic Dance Music (EDM) sebagai unsur utama dalam acara ini. Kompetisi untuk para DJ atau remixer Indonesia yang dipairing dengan penyanyi kelas atas Indonesia ini menjadi suguhan yang berbeda dari acara televisi lainya. Didalam acara The Remix terdapat beberapa Divisi penting dimulai dari Divisi Produksi hingga Services, salah satu divisi yang sangat menonjol adalah Divisi Fashion Stylists, Karena divisi inilah yang bertanggung jawab atas outfit dan costume yang dikenakan oleh semua pengisi acara dan looknya teresebut haruslah stand out dengan memadu padankan unsur futuristik didalam tampilannya tersebut. Salah satu episode dari The Remix yang sangat menarik perhatian adalah Episode 11 yang ditangkan di NET. TV pada tanggal 7 November 2015. episode ini bertemakan “Ethnic Futuristic” dimana semua group harus membawakan lagu lagu daerah yang dikemas secara musik elektronik, tentunya kostum mereka pun harus mengandung unsur Etnic tetepi haruslah terlihat Futuristik. Penelitian ini menggunakan metodelogi kualitatif karena peneliti menganggap permasalahan yang diteliti cukup kompleks dan peneliti menggunakan analasis semiotika Roland Barthes dikarenakan beliau pernah membahas ranah fashion.Kata kunci : The Remix, Kostum, Fashion Stylist, Semiotika.
Revitalisasi Industri Pariwisata Melalui Komunikasi Pemasaran Terpadu Berbasis Online Di Kota Bandung Koswara, Iwan
J-IKA Vol 4, No 2 (2017): JURNAL J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKIndonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan sumber daya alam dan budaya yang besar yang memberikan modal besar bagi  sektor pariwisata. Pariwisata sendiri merupakan salah satu sektor yang menjadi motor penggerak dalam pertumbuhan ekonomi negara. Dengan potensi wisata alam dan budaya yang begitu besar, pariwisata Indonesia menjadi salah satu penyumbang devisa yang besar bagi perekonomian Indonesia. Pariwisata merupakan sektor yang prospektif dengan kenaikan realisasi investasi relatif cukup besar. Kenaikan ini didukung dengan rencana pemerintah merevisi Perpres 39 tahun 2014 mengenai bidang usaha yang tertutup dan bidang usaha yang terbuka untuk penanaman modal (Bkpm. 2017). Bandung sebagai salah satu kota kreatif menyimpan banyak destinasi wisata yang dapat memikat ribuan bahkan jutaan wisatawan untuk mengunjunginya. Akan tetapi, keunikan atau unique selling point (USP) pariwisata Bandung dinilai belum dapat terekspose atau dikenal dengan baik. Oleh karenanya, revitalisasi industri pariwisata  melalui pendekatan komunikasi pemasaran terpadu (integrated marketing communication) berbasis online penting untuk dilakukan, hal ini dikarenakan  IMC dapat membentuk identitas merk yang kuat di pasar dengan mengikat bersama dan memperkuat semua citra dan pesan komunikasi yang disampaikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif; yaitu proses penyelidikan untuk memahami masalah sosial/manusia, berdasarkan penggambaran holistik atas permasalahan yang dihadapi. Hasil kajian menunjukkan bahwa peran komunikasi pemasaran terpadu (integrated marketing communication) berbasis online amat besar dalam upaya promosi  pariwisata Kota Bandung. Kata Kunci :  Industri Pariwisata, Komunikasi Pemasaran, Bandung.  ABSTRACTIndonesia is a country that has a wealth of natural resources and a great culture that provides large capital for the tourism sector. Tourism itself is one sector that becomes the driving force in the countrys economic growth. With the potential of nature and culture so great, Indonesia tourism became one of the major foreign exchange contributors to the Indonesian economy. Tourism is a prospective sector with relatively large increase of investment realization. This increase is supported by the governments plan to revise Presidential Decree 39 of 2014 on closed business fields and open business fields for investment (Bkpm 2017). Bandung as one of the creative cities keep many tourist destinations that can lure thousands and even millions of tourists to visit it. However, the uniqueness or unique selling point (USP) of Bandung tourism is considered not to be exposed or well known. Therefore, the revitalization of the tourism industry through an integrated online marketing communications approach is important to do, this is because IMC can establish a strong brand identity in the market by binding together and strengthening all the images and communication messages delivered. This research uses qualitative descriptive research method; Namely the process of inquiry to understand the social / human problem, based on the holistic description of the problems encountered. The result of the study shows that the role of integrated marketing communication (integrated marketing communication) based online is very big in the effort of Bandung tourism promotion. Keywords: Tourism Industry, Marketing Communications, Bandung.
STUDI SEMIOTIKA TENTANG REPRESENTASI KEINDAHAN BANGUNAN DALAM BROSUR CLUSTER ANDALUS PT.CEMPAKA ARUMPERMAI ESTATE Aprianti, Devi; Rachmaniar, Rachmaniar
J-IKA Vol 1, No 1 (2014): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.16 KB)

Abstract

Abstract - PT. Cempaka Arum Permai Estate sebagai sebuah perusahaan properti sejak 2009 mengembangkan perumahan  Cluster Andalus. PT. Cempaka Arum Permai Estate menggunakan brosur  sebagai salah satu media Public   Relations nya. Brosur Cluster Andalus disebarkan dengan    tujuan untuk memperkenalkan produk perumahan kepada    masyarakat dan memberikan informasi yang dapat membantu masyarakat untuk mengenali produknya. Konsep brosur dibuat informatif dan menarik agar  pesan yang terkandung didalamnya dapat dimengerti dan diterima dengan  baik  oleh  konsumen. Penyajian yang menarik akan menentukan  tercapainya tujuan promosi, karena suatu pesan akan diterima dengan baik oleh pasar sasaran jika pesan tersebut menarik dan mudah dimengerti baik dari segi bahasa maupun   pengungkapannya. Keindahan bentuk dan warna bangunan pada brosur merupakan salah satu point penting untuk menarik perhatian konsumen. Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis mengambil judul―Representasi Keindahan Bangunan  Dalam Brosur Cluster Andalus‖. Maksud dari penelitian ini  adalah untuk memahami representasi Keindahan Bangunan    Cluster Andalus dari segi bentuk dan warna. Metode  yang  digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif  dengan paradigma konstruktivis dan pendekatan semiotika. Sedangkan teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik  pengumpulan data wawancara mendalam, observasi, studi  literature  dan penyelusuran internet. Teknik analisis data yang digunakan yaitu data collection, data reduction, data display, dan data verification. Hasil yang diperoleh dari penelitian dan  pembahasan ini adalah bentuk garis lurus dipadu padankan dengan bentuk - bentuk garis lainnya menghasilkan keindahan  bentuk bangunan dalam brosur Cluster andalus dan warna abu-abu dipadupadankan dengan warna-warna lainnya menghasilkan keindahan bangunan dalam  brosur cluster Andalus. Hal ini menunjukan  bentuk bangunan minimalis  pada Cluster Andalus dan warna bangunan pada brosur Cluster Andalus merepresentasikan keindahan.Kata Kunci : Media Relasi Umum, Respresentasi. Abstract - PT. Cempaka Arumpermai Estate as a property company since 2009 to develop housing Cluster Andalus. PT. Cempaka Arumpermai Estate using brochures as one of Public Relations media. Cluster Andalus brochure distributed with the aim to introduce products to the public housing and provide information that can help people to identify their products. Concept created informativeand  interesting  brochure  that  the  messages    contained  therein  can  be  understood  and  well received by consumers. Interesting presentation will determine the achievement of promotion, because a message will be well received by the target market if the message is interesting and easy to understand in terms of both language and disclosure. The beauty of form and color of the building on the brochure is one important point to attract the attention of consumers. Based on the above  background,  the  authors  take  the  title  "Beauty  of  Representation  Cluster  Building  In Brochure Andalus". The purpose of this study is to understand the beauty of Building Cluster Andalus representation in terms of form and color. Metode used in this study is a qualitative method and the constructivist paradigm, semiotic approach. While data collection techniques using the techniques of data collection in-depth interviews, observations, literature studies and internet. The data analysis  technique used is data collection, data reduction, the data display, and data verification.  The results of the  research  and  the  discussion  is a  straight line  matching combined with a form - the form of other lines produce beauty of form building in the brochure Cluster andalus and gray colors - mix and match with the color gray - other colors produce a beautiful building in a cluster Andalus Hal brochure shows the shape of the building Cluster Andalu and minimalist color brochure building on Cluster Andalus represents beauty. Keyword: Public Relations Media, Representation
Kritik Sosial Pada Media Sosial (Analisis Semiotika Pada Youtube “TV, Jasamu Tiada…”) Christin, Maylanny; Rahayu, Lenggawati
J-IKA Vol 4, No 1 (2017): JURNAL J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKritik sosial adalah salah satu bentuk komunikasi dalam masyarakat yang bertujuan atau berfungsi sebagai kontrol terhadap jalannya sebuah sistem atau proses masyarakat. Salah satu channel youtube yang bernama Remotivi mengunggah salah satu video yang berjudul “Tv, Jasamu Tiada…”. Video ini berangkat dari kekecewaan masyarakat terhadap tayangan televisi saat ini. Peneliti ingin meneliti bagaimanakah bentuk kritik sosial yang disampaikan oleh video tersebut dengan menggunakan analisis semiotika dari John Fiske. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis semiotika.  Paradigma yang digunakan adalah kritis dengan teknik pengumpulan data menggunakan kajian dokumentasi dengan menganalisa langsung melalui tayangan video youtube “Tv, Jasamu Tiada…”. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan berdasarkan teori yang dikemukakan oleh John Fiske tentang “The Codes Of Television”. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa: petama, level realitas terdapat dua bidang kritik sosial yang dikritiki yaitu  ditujukan kepada dunia pertelevisian dan dunia pendidikan. Kedua, pada level representasi hal yang paling terlihat adalah pada bagian lirik lagu, serta teknik pengambilan gambar. Ketiga, level ideologi terdapat dua jenis yaitu ideologi kapitalisme untuk pihak televisi yang menyajikan tayangan dan ideologi kepatuhan untuk anak-anak yang menonton tayangan tersebut. Kata Kunci :  Kritik Sosial, Semiotika John Fiske, Video Youtube “Tv, Jasamu Tiada…”.  ABSTRACTSocial criticism is a form of communication in a society that aims or functioning as the control over the operations of a system or community processes. One Youtube channel named Remotivi uploaded one video titled "Tv, Jasamu Tiada...". This video goes from the disappointment of communities against the today’s tv footage. Researchers want to examine how form of social criticism presented by the video using semiotics analysis of John Fiske. This research used qualitative descriptive approach with a semiotics analysis. The techniques of data collection using the study documentation by analyze directly thr          ough the Youtube video of "Tv, Jasamu Tiada...". Data analysis techniques used in this research was conducted based on the theory by John Fiske about "The Codes of Television". The results of this research reveal that: first, on the reality level; there are two areas of social criticism that are being criticized, which dedicated to the world of television and the world of education. Second, on the level of representation, the most visible thing is on the part of the lyrics, as well as the shooting technique. Third, there are two types of ideological level, namely the ideology of capitalism for the television that serves display and ideological adherence to children who watch the footage. Keywords: Social Criticism, Semiotics John Fiske, A Youtube Video "Tv, Jasamu Tiada...".
MAKNA PUBLIC RELATIONS DI OZ RADIO BANDUNG Yuliardi, Yusuf; Setiawati, Sri Dewi
J-IKA Vol 1, No 2 (2014): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.556 KB)

Abstract

Abstract  - The purpose of this study is to analyze the meaning of Public relations at OZ Radio 103.1 FM Bandung. There are three categories according to the theory of Public relations as a Communications Facilitator , Public relations as a Problem Solving Facilitator and Public relations as a Communications Technician . This study, classified into fenomenology   research that seeks to develop theory. The Aims, are to find the meaning of public relations at OZ Radio 103.1 FM Bandung, and compare it with the theory used. The Approachment using descriptive research is research that aims to explain social systems, event or social relationships. This study characterized among other data collected and compiled initially described and analyzed the significance  of  public  relations  OZ Radio  103.1  Fm  Bandung  .The  results  showed,  that  the meaning of public relations at OZ Radio 103.1 FM Bandung is still aligned with the marketing department. So the PR division OZ Radio 103.1 FM Bandung is not a dominant coalition and not in the organization structure to act as a management function .The Conclusion research , Public relations OZ Radio 103.1 FM Bandung has an important role for the company, because it served as a Communication Facilitator , Problem Solving Process Facilitator and Communications Technician .Suggestions are, Public relations OZ Radio 103.1 FM Bandung undue straight down and sell the products of their clients , due to sales of the product should be taken over by marketing . Because the main task of public relations is as image building , while the main task of marketing is selling products . Keywords:  Management of Public Relations, Public Relations, Radio  Abstrak - Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa makna Public relations di OZ Radio 103.1 FM Bandung dalam 3 kategori yang dijabarkan menurut teori yaitu Public relations sebagai  Communications Facilitator, Public relations sebagai Problem Solving Facilitator dan Public relations sebagai  Communications Technician. Penelitian ini diklasifikasikan ke dalam penelitian kualitatif deskriptif yang berusaha untuk mengembangkan teori. Bertujuan mengetahui makna public relations di OZ Radio 103.1 FM Bandung dan  membandingkannya dengan teori yang digunakan.  Metode  yang  digunakan  adalah  fenomenologi,  dimana  penelitian  yang  bertujuan mencari makna sebenarnya dari kedudukan seorang public relations. Penelitian ini memiliki ciri antara  lain  data  yang  dikumpulkan  mula-mula  disusun  dan  dijelaskan  kemudian  dianalisis mengenai makna public relations OZ Radio 103.1 Fm Bandung . Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna public relations di OZ Radio 103.1 FM Bandung masih disejajarkan dengan marketing department. Sehingga divisi PR OZ Radio 103.1 FM Bandung tidak menjadi koalisi dominan dan tidak duduk dileher struktur organisasi untuk bertindak sebagai fungsi manajemen. Kesimpulan penelitan, Public relation OZ Radio 103.1 FM Bandung mempunyai peran penting bagi  perusahaan  karena  telah  berperan  sebagai Communication  Facilitator,  Problem  Solving Process Facilitator serta Communications Technician. Saran Public relations OZ Radio 103.1 FM Bandung  tidak  semestinya  turun  langsung  dan  menjual  produk  dari  kliennya,  karena untuk penjualan produk seharusnya diambil alih oleh marketing. Karena tugas utama seorang public relations adalah sebagai building image, sedangkan tugas utama marketing adalah selling product.  Kata Kunci: Management Public Relations, Public Relations, Radio
KONSTRUKSI MAKNA TENTANG REPUTASI SMART SURVEILLANCE DI KOTA BANDUNG Fatonah, S Nurul; Hidayat, Dasrun; Fitriawati, Diny
J-IKA Vol 3, No 2 (2016): JURNAL J-IKA
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas BSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis research argued about the meaning of smart surveillance. The purpose of this research was to know meanings smart surveillance at the external public of smart surveillance itself about how the public external smart interpret surveillance among which interpret security facilities, security and behavioral changes after the presence of smart surveillance as well as the meaning of Bandung as smart surveillance. This research use qualitatively. Researchers used the method in axiology phenomenological study because researchers wanted to construct meaning from experience conscious individuals the external public in defining smart surveillance. Data collection techniques used is through in-depth interviews. Results from this research that the public external smart interpret vary regarding surveillance, external public revealed that Bandung is towards town with a security system based on technology, but have not executed to the fullest. Keywords: reputation, image, smart surveillance, smart city. ABSTRAKPenelitian ini mengemukakan tentang pemaknaan smart surveillance. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetaui pemaknaan smart surveillance pada publik ekternal  dari smart surveillance itu sendiri mengenai bagaimana para publik ekternal memaknai smart surveillance diantaranya yaitu memaknai fasilitas keamanan, rasa aman dan perubahan prilaku pasca hadirnya smart surveillance serta pemaknaan bandung sebagai smart surveillance. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatatif. Peneliti menggunakan metode studi fenomenologi dikarenakan secara aksiologi peneliti ingin mengkonstruksi makna berdasarkan pengalaman sadar individu para publik ekternal dalam memaknai smart surveillance. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui wawancara secara mendalam. Hasil dari penelitian ini yaitu para publik ekternal memaknai beragam mengenai smart surveillance, publik eksternal mengungkapkan bahwa Bandung memang menuju kota dengan sistem kemanan berbasis teknologi, tetapi belum di eksekusi secara maksimal. Kata Kunci: reputasi, citra, smart surveillance, smart city.
ANALISIS STRATEGI DIRECT RESPONS MARKETING EFEK RUMAH KACA DI KONSER SINESTESIA Fauzi, Dian Kurniawan; Setiawati, Sri Dewi
J-IKA Vol 3, No 1 (2016): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis study suggests about how the Public Relations Marketing strategy in increasing the sales of concert tickets synesthete, namely by using a strategy of Direct Response Marketing. A activities carried out in the public relations practitioner at the target through media, with the aim to create market excitement, developing the core customer base and turn loyal customers into advocates. Facts found in the field of marketing strategy Efek Rumah Kaca before the concert synesthete is to provide works created or songs for a demographic that can be downloaded for free at website Efek Rumah Kaca or through SoundCloud account and sites Ripstore Asia.Keyword: Greenhouse Effect, Marketing and Public Relations, Marketing Strategy, Direct Response Marketing, Concerts synesthete ABSTRAKPenelitian ini mengemukakan tentang bagaimana strategi Marketing Public Relations dalam meningkatkan penjualan tiket konser Sinestesia, yakni dengan menggunakan strategi Direct Response Marketing. Sebuah kegiatan yang dilakukan praktisi humas dalam membidik sasaran melalui media, dengan tujuan untuk menciptakan kegairahan pasar, mengembangkan basis pelanggan inti dan mengubah pelanggan yang setia menjadi pembela. Fakta yang ditemukan di lapangan tentang strategi marketing Efek Rumah Kaca sebelum konser Sinestesia adalah dengan menyediakan karya yang diciptakan atau lagu-lagu untuk demografis secara gratis yang dapat diunduh diwebsite Efek Rumah Kaca atau melalui akun SoundCloud dan situs Ripstore Asia.Kata Kunci : Efek Rumah Kaca, Marketing Public Relations, Strategi Marketing, Direct Response Marketing, Konser Sinestesia
DIALEKTIKA KOMUNIKASI TENTANG HIV PADA ODHA DAN ADHA DI RUMAH CEMARA BANDUNG Ramadanu, Febry; Hidayat, Dasrun; Retnasari, Maya
J-IKA Vol 2, No 2 (2015): JURNAL J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis research aims to know how the dialectic communication PLWHA to build internal relations to CLWHA with the final results to make quality of live better CLWHA. Type of this research is qualitative, with the constructivist paradigm and case study. Data collected by the methods of observation, interview and documentation. The result showed that the disclosure HIV status PLWHA and CLWHA be a good beginning of the conversation should doing by parents for start the next approach phase. Give extra attention and enough affection a helping CLWHA to get a good quality of live. PLWHA and CLWHA using communication privacy management to manage its private information.Keywords: Communication, Internal relationship, Conffident ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana dialektika komunikasi ODHA dalam membangun hubungan internal kepada ADHA dengan tujuan akhir membuat kualitas hidup ADHA yang lebih baik. Jenis dari penelitian ini adalah kualitatif, dengan paradigma konstruktivis dan studi kasus. Data dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil menunjukan bahwa pengungkapan status HIV ODHA dan ADHA menjadi awal pembicaraan baik yang harus di lakukan oleh orang tua untuk memulai tahapan pendekatan selanjutnya. Memberikan perhatian yang ekstra dan kasih sayang yang cukup akan membantu ADHA mendapatkan kualitas hidup yang baik. ODHA dan ADHA menggunakan manajemen privasi komunikasi untuk mengelola informasi privat yang dimilikinya. Kata Kunci : komunikasi, hubungan internal, percaya diri