Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : 23550287     EISSN : 25493299
Jurnal J-IKA (Jurnal Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas BSI Bandung) pertama publikasi tahun 2014, dengan registrasi ISSN dari LIPI Indonesia. J-IKA merupakan jurnal hasil penelitian ilmiah dibidang Bahasa dan Komunikasi.
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 2 (2016): JURNAL J-IKA" : 8 Documents clear
KAMPANYE “#KEPOITUBAIK” GREENPEACE UNTUK MENINGKATKAN KEPEDULIAN MASYARAKAT TERHADAP TRANSPARANSI DATA KEHUTANAN INDONESIA Nikitamara, Nikitamara; Dida, Susanne; Damayanti, Trie
J-IKA Vol 3, No 2 (2016): JURNAL J-IKA
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas BSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the problem identification process, the process of campaign management, and campaign evaluation results #KepoItuBaik. The method used is the method mix with the kind of explorative study.The results showed that the campaign process #KepoItuBaik divided into three stages: problem identification, campaign management, and campaign evaluation.The results of the identification of the problem stating that the level of public awareness of the importance of forestry data transparency is still low.Campaign management is done through several stages of drafting objectives, identify target segments, determine message, designing strategies and tactics, planning the allocation of time and resources, recruit and train personnel campaign, select the campaign conveys the message, and select channel campaigns.While the results of the evaluation showed that the level of public awareness is high enough, but it is not strong enough to encourage the public to act. Suggestions, Greenpeace Indonesia should tested on a few sample messages prior to conducting a campaign, be more selective in choosing opinion leaders, as well as redesigning the campaign with a lighter theme tailored to the level of public knowledge that the campaign message is understandable. Keywords: campaign, public awareness. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses identifikasi masalah, proses pengelolaan kampanye, dan hasil evaluasi kampanye #KepoItuBaik. Metode yang digunakan adalah metode campuran (mix method) dengan jenis studi eksploratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kampanye #KepoItuBaik dibagi kedalam tiga tahap yaitu identifikasi masalah, pengelolaan kampanye, dan evaluasi kampanye. Hasil identifikasi masalah menyatakan bahwa tingkat kepedulian masyarakat terhadap pentingnya transparansi data kehutanan masih rendah.  Pengelolaan kampanye dilakukan melalui beberapa tahap yaitu penyusunan tujuan, identifikasi segmen sasaran, menentukan pesan, merancang strategi dan taktik, merencanakan alokasi waktu dan sumber daya, merekrut dan melatih personil kampanye,  menyeleksi penyampai pesan kampanye, dan menyeleksi saluran kampanye. Sedangkan hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat awareness publik sudah cukup tinggi, namun hal tersebut belum cukup kuat untuk mendorong publik bertindak (action). Saran sebaiknya Greenpeace Indonesia melakukan ujicoba pesan pada beberapa sampel sebelum menyelenggarakan kampanye, lebih selektif dalam memilih opinion leader, serta merancang ulang kampanye dengan tema yang lebih ringan disesuaikan dengan tingkat pengetahuan masyarakat sehingga pesan kampanye dapat dimengerti. Kata Kunci: kampanye, kepedulian masyarakat
KONSTRUKSI MAKNA TENTANG REPUTASI SMART SURVEILLANCE DI KOTA BANDUNG Fatonah, S Nurul; Hidayat, Dasrun; Fitriawati, Diny
J-IKA Vol 3, No 2 (2016): JURNAL J-IKA
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas BSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis research argued about the meaning of smart surveillance. The purpose of this research was to know meanings smart surveillance at the external public of smart surveillance itself about how the public external smart interpret surveillance among which interpret security facilities, security and behavioral changes after the presence of smart surveillance as well as the meaning of Bandung as smart surveillance. This research use qualitatively. Researchers used the method in axiology phenomenological study because researchers wanted to construct meaning from experience conscious individuals the external public in defining smart surveillance. Data collection techniques used is through in-depth interviews. Results from this research that the public external smart interpret vary regarding surveillance, external public revealed that Bandung is towards town with a security system based on technology, but have not executed to the fullest. Keywords: reputation, image, smart surveillance, smart city. ABSTRAKPenelitian ini mengemukakan tentang pemaknaan smart surveillance. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetaui pemaknaan smart surveillance pada publik ekternal  dari smart surveillance itu sendiri mengenai bagaimana para publik ekternal memaknai smart surveillance diantaranya yaitu memaknai fasilitas keamanan, rasa aman dan perubahan prilaku pasca hadirnya smart surveillance serta pemaknaan bandung sebagai smart surveillance. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatatif. Peneliti menggunakan metode studi fenomenologi dikarenakan secara aksiologi peneliti ingin mengkonstruksi makna berdasarkan pengalaman sadar individu para publik ekternal dalam memaknai smart surveillance. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui wawancara secara mendalam. Hasil dari penelitian ini yaitu para publik ekternal memaknai beragam mengenai smart surveillance, publik eksternal mengungkapkan bahwa Bandung memang menuju kota dengan sistem kemanan berbasis teknologi, tetapi belum di eksekusi secara maksimal. Kata Kunci: reputasi, citra, smart surveillance, smart city.
DEMOKRASI DAN KAMPANYE POLITIK MELALUI PENCITRAAN BERBASIS BUDAYA DALAM PILKADA DI INDONESIA Sariwaty, Yulia
J-IKA Vol 3, No 2 (2016): JURNAL J-IKA
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas BSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                                                            ABSTRACT Democracy is a political system who build, when the public have right to political purpose who must be given authority to govern through election mechanism. On democratic system implemetation, one of important point is public participation, because participation be found element on political communication mechanism. Political dynamics in Indonesia can be witnessed through party of democracy that can organized from centre level to buttom district. Every district as like compete to born new candidate who claim their can be right leader. For make public interesting, their making various strategy including build of image on campaign. Keywords: Democracy, Campaign, Politic, Image, Culture.                                                              ABSTRAK Demokrasi merupakan sistem pemerintahan yang dibangun, dimana rakyat memiliki hak untuk menentukan secara politik siapa yang diberi kekuasaan untuk memerintah melalui mekanisme pemilihan umum. Dalam penyelenggaraan system demokrasi, salah satu unsur yang amat penting adalah partisipasi masyarakat, karena dalam partisipasi terkandung unsur mekanisme komunikasi politik antara aktor politik dengan publik sebagai konstituennya. Semarak dinamika politik di Indonesia dapat dilihat melalui pesta demokrasi yang diadakan dari tingkat pusat hingga daerah. Setiap daerah seakan berlomba dalam melahirkan kandidat yang mengklaim dirinya paling tepat menjadi pemimpin. Guna menarik simpati masyarakat, mereka melancarkan berbagai strategi termasuk membangun pencitraan dalam kampanye.Kata Kunci: Demokrasi, Kampanye, Politik, Pencitraan, Budaya.
STRATEGI KOMUNIKASI WOLIPOP.COM DALAM MENJARING PENGUNJUNG PORTAL BERITA ONLINE Desianti, Leli
J-IKA Vol 3, No 2 (2016): JURNAL J-IKA
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas BSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTResearch’s aim to find out how wolipop.com’s communication strategy gets viewers and how it produces lifestyle news information for women living in a modern society. Constructivist research paradigm is used in this research, utilizing a case study method and a qualitative approach. The theory is presented using new media theory, as the concept or principle of online journalism BASIC. The study found out that wolipop.com implements a communication strategy in attracting viewers and becomes lifestyle information providers for modern women. The strategy is reflected throughout the news production stages, from planning, implementation, through evaluation. The news production stage then proved that this portal has creative communication strategy to provides information about the lifestyle of the modern women. Keywords: Communication Strategy, New Media, News Portal, Online Jurnalism. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi wolipop.com dalam menjaring pengunjung serta bagaimana strategi komunikasi memproduksi berita menjadi informasi gaya hidup bagi wanita yang hidup secara modern. Paradigma penelitian yang digunakan konstruktivis dengan metode penelitian studi kasus dan pendekatan kualitatif. Teori yang dipaparkan dalam penelitian ini menggunakan teori media baru, dengan konsep atau prinsip jurnalistik online BASIC. Hasil penelitian menemukan bahwa wolipop.com menerapkan strategi komunikasi dalam menjaring pengunjung dan menjadi penyedia informasi gaya hidup wanita modern. Strategi ini tercermin dari tahapan demi tahapan dalam produksi berita yakni saat perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Pada tahap produksi berita membuktikan bahwa portal ini memiliki strategi komunikasi kreatif dalam memberi informasi seputar gaya hidup wanita modern. Kata Kunci: Strategi Komunikasi, Media Baru, Portal Berita, Jurnalisme Online. 
POLA KOMUNIKASI ORGANISASI SAR BANDUNG DALAM PENANGANAN MUSIBAH PENDAKI HILANG Suhartini, Titin; Ramdani, Apriananda
J-IKA Vol 3, No 2 (2016): JURNAL J-IKA
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas BSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The function of Bandung SAR Office within the scope of The National SAR Agency is the implementation of SAR standby continuously for 24 hours, the conduct of SAR training, implementation of coaching potensial SAR, acts of early implementation and operation SAR, coordination, deployment and control of potential SAR in the SAR operation. To carry out their duties, communication certainly play an important role in the activities of the Office of SAR Bandung, this study aimed to describe the communication patterns that exist within at Bandung SAR Office when operated on the disaster victims lost in the mountains. The theory used in this research is the coorientation theory of organization that support on this research. The method used on this research is qualitative method. Researcher use interviewing techniques to five informant who was a member of Bandung SAR Office. The results from this study showed that the Bandung SAR Office using communication pattern down the form is command, landing, and coordination to his subordinates in the SAR process, the pattern of upward communication in the form of oral and written reports SAR process activities undertaken by the SAR team, and communication patterns laterally in the form of coordination and problem solving in the search for survivors. As for the obstacles that occur in the search for survivors is natural obstacles, technical, and human. Keywords: Patterns of Communication, Bandung SAR Office, Disaster Missing ClimberABSTRAK Badan SAR Nasional adalah pelaksana siaga SAR secara terus menerus selama 24 jam, pelaksanan pelatihan SAR, pelaksanaan pembinaan potensi SAR, pelaksanaan tindak awal dan operasi SAR, koordinasi, pengerahan dan pengendalian potensi SAR dalam operasi SAR. Untuk menjalankan tugasnya, tentu komunikasi berperan penting dalam kegiatan Kantor SAR Bandung. penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola komunikasi yang ada didalam Kantor SAR Bandung saat beroperasi pada musibah korban hilang di gunung. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori koorientasi organisasi yang mendukung penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Peneliti menggunakan teknik wawancara kepada lima informan yang merupakan anggota dari Kantor SAR Bandung. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Kantor SAR Bandung menggunakan Pola komunikasi kebawah berupa perintah, arahan, dan koordinasi kepada bawahannya dalam proses pencarian, pola komunikasi keatas berupa laporan lisan dan tertulis kegiatan proses pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR, dan pola komunikasi kesamping berupa pengkoordinasian dan pemecahan masalah dalam proses pencarian korban. Adapun hambatan yang terjadi pada proses pencarian korban yaitu hambatan alam, teknis dan manusiawi. Kata Kunci: Pola Komunikasi, Kantor SAR Bandung, Musibah Pendaki Hilang
KOMUNIKASI MEDIA FILM WONDERFUL LIFE (PENGALAMAN SINEAS TENTANG MENENTUKAN TEMA FILM) Anisti, Anisti
J-IKA Vol 3, No 2 (2016): JURNAL J-IKA
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas BSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis study aims to build experience filmmakers about the determination of the films theme. Of the number of movie theme, movie theme of social movements still arguably rare. Not many filmmakers who dare to take this theme for a variety of things including the film difficult to sell in the market. The difficulty competing with more popular movie themes such as film genre horror, comedy and action. However, in the year 2016 one of the filmmakers will release themed movies is a social movement Wonderful Life. The film is overall a story about children with special needs. During these special needs children considered one eye when they have the same rights and opportunities. They just need more support from their environment. This is the reason why the reality of the movie theme important to investigate. Reality does not stand alone but is emik, meaning that individual as an informant can build on the experience of meaning. Each individual will perform interpretations of reality are accepted. In this case, the individual in question is the cinematographer. The study focused on how the filmmakers to build awareness for the courage specify a movie theme. The method used phenomenological qualitative approach. The study says that the experience of every filmmaker diverse backgrounds choose a theme related to social movements but maknya movie remains the same which is difficult to market a movie-themed social movements. Keywords: movie theme, movie media, movie function. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk membangun pengalaman sineas tentang penentuan tema film. Dari sekian jumlah tema film, tema film gerakan sosial masih dibilang langka. Tidak banyak sineas yang berani mengambil tema tersebut karena berbagai hal diantaranya sulitnya film tersebut untuk laku di pasaran. Sulitnya bersaing dengan tema film yang lebih populer seperti film genre horor, komedi dan laga. Namun, ditahun 2016 salah seorang sineas akan merelease film bertemakan  gerakan sosial yaitu Wonderful Life. Film ini secara keseluruhan  mengangkat cerita tentang anak berkebutuhan khusus. Selama ini anak berkebutuhan khusus dianggap sebelah mata padahal mereka memiliki hak dan kesempatan yang sama. Mereka hanya saja membutuhkan dukungan lebih dari lingkungannya. Hal ini yang menjadi alasan kenapa realitas tentang tema film penting untuk diteliti. Realitas yang tidak berdiri sendiri akan tetapi bersifat emik, artinya individu sebagai informan dapat membangun makna atas pengalamannya. Setiap individu akan melakukan interpretasi terhadap realitas yang diterima. Dalam hal ini, individu yang dimaksud adalah para sineas. Penelitian fokus pada bagaimana Sineas membangun kesadarannya terhadap keberanian menentukan tema film. Metode yang digunakan fenomenologi dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menyebutkan bahwa pengalaman setiap sineas beragam terkait latar belakang memilih tema film gerakan sosial namun maknya tetap sama yakni sulitnya untuk memasarkan film bertemakan gerakan sosial. Kata Kunci: tema film, media film, fungsi film
IDENTITAS DIRI WARIA DALAM PROFESI FORMAL PADA FORUM KOMUNIKASI WARIA INDONESIA Retnasary, Maya
J-IKA Vol 3, No 2 (2016): JURNAL J-IKA
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas BSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Transgender may be a most interesting phenomena of various variants of human sexuality. Transvestites may also referred to as transgender. Transgender identity has not been received in social life, resulting in their movements turn into narrow areas of work undertaken is very limited. The emergence of various figures transvestites to the surface is the first step to be accepted in the community effort. Either through skill, intelligence, and so forth. The purpose of this research is to know and understand about transgender identity in formal profession, and how communication occurs both fellow transvestites as well as with co-workers. The method used is phenomenological study, with a qualitative descriptive research. This study draws conclusions that identity as a transgender person can be both subjective and objective. In a show of subjective self-identity as a transvestite, and a fifth informant aware of who he was as a transvestite. Meanwhile, objective self-identity as a transsexual, living as women have been acceptable in his family and friends, although it had received a rejection of the family, but he has been successfully demonstrated by the achievements attained. Keywords: identity , transgender , formal profession.ABSTRAK Waria barangkali menjadi suatu fenomena yang paling menarik dari berbagai varian seksualitas manusia. Waria dapat disebut pula sebagai kaum transgender. Belum diterimanya identitas diri waria dalam kehidupan sosial, mengakibatkan ruang gerak mereka berubah menjadi sempit, bidang pekerjaan yang dijalani pun sangat terbatas. Munculnya berbagai figur waria ke permukaan merupakan langkah awal usaha untuk diterima di masyarakat. Baik melalui keahlian, kecerdasan dan lain sebagainya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui serta memahami mengenai identitas diri waria dalam profesi formal, dan bagaimana komunikasi yang terjadi baik sesame waria maupun dengan rekan kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah studi fenomenologi, dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini memberikan simpulan bahwa identitas diri sebagai seorang waria dapat bersifat subyektif dan obyektif. Dalam menunjukkan identitas diri subyektif sebagai seorang waria, dan kelima informan menyadari siapa dirinya sebagai seorang waria. Sedangkan, identitas diri obyektif sebagai seorang waria, hidup sebagai perempuan telah dapat diterima di keluarga dan temannya, meskipun sempat mendapat penolakan dari keluarga tetapi ia telah berhasil menunjukkan dengan prestasi-prestasi yang dicapainya. Kata Kunci: identitas diri,waria,profesi formal
MAKNA IDENTITAS PUNK MUSLIM PULOGADUNG Indarsih, Mike
J-IKA Vol 3, No 2 (2016): JURNAL J-IKA
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas BSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis research aims to know The meaning of Identity of Muslim Punk Pulogadung. How does the meaning of Punk Muslims present inside the recidents who eventually formed action for the muslim punk scene in the community. The research method used is the method of symbolic interaction of Herbert Blumer, first premis with three human beings act toward things based on the meaning on something that for them, the second meaning is derived from a person’s social interaction with people another. Third, the meaning of enhanced through a process of social interaction. The results of the study found that ini the communication process of Muslim Punk. Thre is an element of the message sender message, media, message recipients who eventually obtain meaning together, meaning Punk Muslims ultimately divided into two, a true muslim and a punk muslim genre action. Where the first meaning the absence of identity of punk thet ends up as a true muslim, while the second meaning is a genre of Punk Muslim Punk identity but still inside there is the meaning of punk that has GOD. Keywords : Process, Muslim Punk, Identity, Transformation ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Makna Identitas Punk Muslim Pulogadung, bagaimana makna Punk Muslim hadir dalam diri para penghuni yang akhirnya membentuk tindakan bagi Punk Muslim dalam masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode interaksi simbolik Herbert Blumer dengan tiga premis yang pertama Manusia bertindak terhadap sesuatu berdasarkan makna yang ada pada sesuatu itu bagi mereka, kedua, makna tersebut berasal dari interaksi social seseorang dengan orang lain, ketiga, makna tersebut disempurnakan melalui proses interaksi social. Hasil penelitian menemukan bahwa dalam proses komunikasi Punk Muslim terdapat unsur pengirim pesan, pesan, media, penerima pesan yang akhirnya memperoleh makna, makna Punk Muslim akhirnya terbagi menjadi dua yaitu makna muslim sejati, dimana makna ini tanpa adanya identitas Punk dan berakhir sebagai muslim sejati sedangkan makna kedua Punk yang bergenre muslim, dan masih adanya identitas Punk namun didalamnya terdapat makna Punk yang memiliki Tuhan. Kata kunci : Proses komunikasi, Punk Muslim, Transformasi, Identitas.

Page 1 of 1 | Total Record : 8