Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : 23550287     EISSN : 25493299
Jurnal J-IKA (Jurnal Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas BSI Bandung) pertama publikasi tahun 2014, dengan registrasi ISSN dari LIPI Indonesia. J-IKA merupakan jurnal hasil penelitian ilmiah dibidang Bahasa dan Komunikasi.
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2015): Jurnal J-IKA" : 8 Documents clear
POLA KOMUNIKASI PADA PROSESI MANGULOSI DALAM PERNIKAHAN BUDAYA ADAT BATAK TOBA Sirait, Destien Mistavakia; Hidayat, Dasrun
J-IKA Vol 2, No 1 (2015): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.283 KB)

Abstract

Abstract : Ulos as an important thing in Batak marriage, so the focus of this research is the mangulosi process (ulos pinning) in Batak Toba marital culture, in the process of mangulosi, there’s a values and belief that contained in it. The genre of this research is a qualitative with ethnography study which made the writer should do the research deeper with observation and an in depth interview. The paradigm that used in this research is constructivism paradigm that is inspected with face negotiation theory. The result of this research is that the mangulosi process in batak toba marital culture is happened by the communication behavior of batak peoples, the pattern of the communication is bound to the communication situation, communication event, communication setting, communication message and language variety whom being used in that cultural process. The values that contained in mangulosi process resulting the differences of the batak people behavior toward their peoples who married following the culture and not through the face negotiation theory, and the belief that contained behind the values that happened in every mangulosi process, whether the one in ulos sheet or in all of the communication process that occurred on batak toba marriage culture.Keyword : Marriage, Mangulosi, Batak Culture, Communication Pattern. Abstrak : Ulos sebagai hal penting dalam suku Batak, sehingga fokus penelitian ini adalah prosesi mangulosi (penyematan ulos) dalam pernikahan adat Batak Toba, dari proses mangulosi tersebut, muncul nilai-nilai serta keyakinan yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan studi etnografi yang mengharuskan peneliti meneliti lebih dalam dengan cara observasi dan wawancara mendalam, paradigma yang digunakan adalah konstruktivisme yang dikaji dengan teori face negotiation atau teori negosiasi wajah. Hasil penelitian ini adalah terjadinya prosesi mangulosi dalam pernikahan adat batak yang dihasilkan dari pola perilaku komunikasi oleh masyarakat batak, pola komunikasi tersebut terkait dengan situasi komunikasi, peristiwa komunikasi, setting komunikasi, pesan komunikasi dan varietas bahasa yang digunakan dalam prosesi adat tersebut. Nilai yang terkandung pada setiap prosesi mangulosi menghasilkan perbedaan perilaku masyarakat batak terhadap orang yang telah menikah secara adat dan orang yang tidak menikah secara adat lewat teori negosiasi wajah (face negotiation theory), serta keyakinan yang terkandung dibalik nilai-nilai yang terjadi pada setiap prosesi mangulosi, baik nilai terhadap kain ulos maupun terhadap seluruh rangkaian peristiwa komunikasi yang terjadi pada pernikahan adat batak Toba. Kata kunci: Pernikahan, Mangulosi, Budaya Adat Batak, Pola Komunikasi
LINGKUNGAN SOSIAL DALAM PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS ANAK Kusumasari, Raden Nuruliah
J-IKA Vol 2, No 1 (2015): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.622 KB)

Abstract

Abstract The development of personality very big influence on attitudes and behavior. However, changes in attitudes and behavior, it can be more specifically seen in children aged 11-15 years. Because when this age, a child has the formal operational stage. Formal operational stage, a period in which a child has begun to high-level thinking, began to escape from the bonds of the old, easy to absorb new things he encountered, try these things and commenting. due to the development of attitudes and behavior in this age very big influence on the development of attitudes and behaviors in adolescence later. The purpose of this study was to determine the shape of a childs social behavior and to determine the factors influencing changes in attitudes and behavior of a child and the relationship with the environment changes in attitudes and behavior of children. This study used a phenomenological method with the subjective approach (qualitative). Data was collected by observation techniques that have been conducted by researchers, in-depth interviews with the informants were interviewed by investigators, and study documentation of the data contained in the resource collection. Results from this study is that it turns out environmental factors, family and school, including the most important factor in changing attitudes and behavior of a child. Age 11-15 years old is the age of the formal operational stage, so it can be seen very clearly a change in attitude and behavior. Age and education, is not a major factor of a child have extensive knowledge, because in fact, a childs 5 th grade, have greater insight because she is in town, while children 1 junior high school have less insight, because of factors limitedness information and technology Keywords: social environment, child psychology Abstrak : Perkembangan kepribadian sangat berpengaruh besar terhadap sikap dan prilaku seseorang. Namun, perubahan sikap dan perilaku tersebut, dapat lebih spesifik terlihat pada anak usia 11-15 tahun. Karena saat usia inilah, seorang anak mengalami tahap formal operasional. Tahap formal operasional adalah, masa dimana seorang anak sudah mulai mampu berfikir tingkat tinggi, mulai ingin lepas dari ikatan orang tua, mudah menyerap hal-hal yang baru ia temui, mencoba hal-hal tersebut dan mengomentari. karena perkembangan sikap dan perilaku di usia ini sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan sikap dan perilaku di usia remaja kelak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk tingkah laku sosial seorang anak dan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perubahan sikap dan perilaku seorang anak serta hubungan lingkungan dengan perubahan sikap dan perilaku anak. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi dengan pendekatan subjektif (kualitatif).  Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi  yang sudah pernah dilakukan peneliti, wawancara mendalam dengan para nara sumber yang diwawancarai oleh peneliti, dan studi dokumentasi data-data yang terdapat di koleksi para nara sumber. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa ternyata Faktor lingkungan,keluarga dan sekolah termasuk faktor yang paling penting dalam perubahan sikap dan perilaku seorang anak. Usia 11-15 tahun merupakan usia tahap formal operasional, sehingga dapat dilihat sangat jelas perubahan sikap dan perilakunya. Usia dan pendidikan, tidak menjadi faktor utama seorang anak memiliki wawasan yang luas, karena pada kenyataannya, seorang anak kelas 5 SD, memiliki wawasan yang lebih luas karena dia berada di lingkungan kota, sedangkan anak 1 SMP memiliki wawasan yang kurang,karena factor keterbatasaan mendapatklan informasi dan teknologiKata kunci : lingkungan sosial, psikologi anak
KOMUNIKASI ANTARPRIBADI DALAM MEMBANGUN KEPRIBADIAN SANTRI Haqani, Mudzammil Fikri; Hidayat, Dasrun
J-IKA Vol 2, No 1 (2015): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.355 KB)

Abstract

Abstract : The focus of this research is the fulfillment of emotional needs of students in the boarding school Baitul Izzah that the majority of his students are still out of educational primary school and still in dire need of attention and affection from their parents and teachers. With the fulfillment of emotional needs, students will reflect a healthy personality. This study used a qualitative approach, case study and critical theory paradigm. The result of this study is a model of emotional fulfillment students, which is Taking Role Model, a model of role-taking in order to grow the concept of self-confident students, Protection of Student Model, a boarding school rules in order to protect students feel comfortable living in the boarding school, Model Environment , an environment and parental involvement in the formation of personality, Model awareness, is the result of the awareness of parents of students personality, and Model of emotional needs which is fulfilling the emotional needs through parent and teacher relationships.Keywords: Personality, Taking Role Models, Protection of Student Model, Model of Emotional Needs. Abstrak : Fokus penelitian ini adalah metode pemenuhan kebutuhan emosional santri di pondok pesantren Baitul Izzah yang mayoritas santrinya masih mengeyam pendidikan SD dan masih sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua dan pengajar mereka. Dengan terpenuhinya kebutuhan emosional, akan tercermin kepribadian santri yang sehat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, metode studi kasus dengan paradigma teori kritis. Hasil penelitian ini adalah model pemenuhan kebutuhan emosional santri, yaitu Model Role Taking, merupakan model pengambilan peran agar tumbuh konsep diri santri yang percaya diri, Model Protection of Student, merupakan peraturan pondok pesantren dalam melindungi santri agar merasa nyaman tinggal di pondok pesantren, Model Environment, merupakan keterlibatan lingkungan dan orang tua dalam terbentuknya kepribadian, Model Awareness, merupakan hasil dari kesadaran orang tua terhadap kepribadian santri, dan Model of Emotional Needs yang merupakan pemenuhan kebutuhan emosional melalui hubungan orang tua dan pengajar.Kata kunci: Kepribadian, Model Role Taking, Model Protection of Student, Model of Emotional Needs
ANALISIS DALAM MENCIPTAKAN KUALITAS PELAYANAN UNTUK MENGARAH PADA KEPUASAN KONSUMEN Sediawan, Ricky
J-IKA Vol 2, No 1 (2015): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.534 KB)

Abstract

Abstract - In the present orientation of the company is to create satisfaction for consumers . Consumers are satisfied will provide a high loyalty to the company . Customer satisfaction can be achieved through the creation of high -quality services , in point of fact , promise , concern , empathy , and assurance . If high consumer satisfaction will provide benefits for the survival of the company prolonged .Keywords : Service Quality , Customer Satisfaction                 Abstrak - Dalam orientasi perusahaan saat sekarang adalah menciptakan kepuasan bagi para konsumen. Konsumen-konsumen yang puas akan memberikan loyalitas yang tinggi kepada perusahaan. Kepuasan konsumen dapat dicapai melalui penciptaan pelayanan yang berkualitas tinggi, dalam hal kenyataan, janji, perhatian, empati, dan jaminan. Jika kepuasan konsumen tinggi akan memberikan keuntungan yang berkepanjangan demi kelangsungan perusahaan.Kata Kunci: Kualitas Pelayanan,Kepuasan Konsumen.
OPTIMALISASI PERAN PUBLIC RELATIONS DI MUSEUM GEOLOGI BANDUNG (PENDEKATAN MANAJEMEN KOMUNIKASI) Prianto, Torry Agus; Suhartini, Titin
J-IKA Vol 2, No 1 (2015): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.339 KB)

Abstract

Abstract: This research has a purpose to know the communication manajemen process which happen in internal public and to know the Public Relation’s roles in doing their duties. Type of the research are using qualitative approach, critical paradigm, and case study method. There are five informants (sources), include one main informant and four supporting informants. The result of research shows that communication manajemen process in internal public is not running well yet, for example less coordination between employees and their manajer or manajer with their employess, the other problems in public internal is about there are some disturbing things or obstacles in sharing information.Keywords: Public Relations role and company public internal Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses manajemen komunikasi yang terjadi didalam publik internal dan mengetahui peran PR dalam menjalankan kinerjanya. Tipe penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, paradigma kritis, dan metode studi kasus. Informan berjumlah lima orang, dengan satu informan utama dan empat orang informan pendukung. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses manajemen komunikasi didalam publik internal belum berjalan dengan baik, seperti kurangnya koordinasi diantara karyawan dengan atasan atau dari atasan kepada bawahannya, hal lain yang menjadi kendala didalam publik internal adalah adanya gangguan atau halangan dalam penyebarluasan informasi.Kata kunci: Peran Public Relations dan publik internal perusahaan.
PEMANFAATAN MEDIA CYBER PR JELANG ASEAN COMMUNITY Hidayat, Dasrun; Anisti, Anisti
J-IKA Vol 2, No 1 (2015): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.807 KB)

Abstract

Abstract: Context problems studied  in this paper about the framework of public relations strategy with the use of cyber media PR company in Indonesia through the pillar ahead of the Asean Economic Community. The issue was raised because of the presence of new media or new media in recent years greatly helped the workings of the PR company in an effort to improve the effectiveness of the companys work. However, the use of cyber media as a working tool is considered less than optimal because of the level of understanding of the working methods of the technology-based media. This paper uses the method of writing a literature review. This study is expected to provide an understanding of PR companies to use contemporary media or new media in this regard cyber media PR includes all programs that can be used by technology or e-PR. Awareness of PR companies is very important, as the Indonesian company strategy ahead of the ASEAN Community. The three main pillars of the establishment of the ASEAN Community, namely (1) the ASEAN Political and Security Community (2) and the Asean Economic Community (3) Social and Cultural Community ASEAN. In this scientific paper the authors focus on the ASEAN Economic Community through the use of cyber media Tekonologi PR companies. Asean Community will open up opportunities for ASEAN countries to compete in the interstate without limit again lies the region. This means that each ASEAN country has a great opportunity, and equal opportunities to develop the economy of the ASEAN countries through two key words that excellent service and quality products. Keywords: business strategy, cyber media, asean pillar of community Abstrak: Konteks masalah yang dikaji dalam paper ini mengenai strategi kerja public relation dengan pemanfaatan media cyber PR perusahaan di  Indonesia melalui pilar ekonomi jelang Asean Community. Masalah ini diangkat karena hadirnya media baru atau new media beberapa tahun terakhir ini sangat membantu cara kerja PR perusahaan dalam upaya meningkatkan efektifitas kerja perusahaan. Akan tetapi, pemanfaatan media cyber sebagai alat kerja tersebut dirasa kurang optimal karena tingkat pemahaman tentang metode kerja melalui media berbasis teknologi tersebut. Penulisan paper ini menggunakan metode kajian literatur. Kajian ini diharapkan memberikan pemahaman PR perusahaan terhadap pemanfaatan media kontemporer atau media baru dalam hal ini media cyber PR meliputi semua program yang dapat digunakan melalui teknologi atau e-PR. Kesadaran kerja PR perusahaan ini sangat penting, sebagai strategi perusahaan Indonesia jelang Asean Community. Tiga pilar utama terbentuknya Asean Community yaitu (1) Komunitas Politik dan Keamanan Asean, (2) Komunitas Ekonomi Asean dan (3) Komunitas Sosial dan Budaya Asean.  Pada paper ilmiah ini penulis fokus pada Komunitas Ekonomi Asean melalui pemanfaatan tekonologi media cyber PR perusahaan. Asean Community  akan membuka kesempatan bagi negara-negara Asean untuk bersaing antar negara tanpa di batasi lagi letak wilayah. Artinya bahwa setiap negara Asean memiliki kesempatan yang besar dan peluang yang sama untuk mengembangkan ekonomi antar negara Asean melalui dua kata kunci yaitu layanan prima dan produk berkualitas.Kata Kunci: strategi kerja, cyber media, pilar asean community
PENGELOLAAN PESAN NON VERBAL PADA KOMUNIKASI SISWA AUTIS DI SLB LOB ABCDE CIBIRU BANDUNG Taufik, Reza Rizkina
J-IKA Vol 2, No 1 (2015): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.863 KB)

Abstract

Abstract: Children with special needs such as autisme students often belittled and regarded as incapable to behave independently, to socialize and have problems in communicating. But with non verbal communication can help them to reveal what they want to tell. The focus of this research is will, ability, and obstruction students of SLB LOB ABCDE Cibiru Bandung. This is a qualitative study using kinesic theories. Data was collected through interviews with educators in SLB LOB ABCDE Cibiru Bandung and parents, as well as observation on students. We can conclude that autism gesture and touch more dominant used as communicate them.Keywords: Communication, Non verbal, Autisme Abstrak: Anak berkebutuhan khusus seperti autis sering di pandang sebelah mata karena di anggap tidak bisa bersosialisasi dan berkomunikasi dengan baik. Akan tetapi dengan komunikasi non verbal dapat membantu mereka untuk mengungkapkan apa yang ingin mereka sampaikan. Fokus penelitian ini yaitu memahami komunikasi non verbal siswa autis di SLB LOB ABCDE Cibiru Bandung sebagai cara berkomunikasi mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan teori Kinesik. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dengan pendidik di SLB LOB ABCDE Cibiru Bandung dan orangtua siswa, kemudian melakukan observasi participant. Dari hasil penelitian tersebut dapat di simpulkan bahwa gerakan dan sentuhan siswa autis lebih dominan digunakan sebagai cara berkomunikasi mereka.Kata Kunci: Komunikasi, Non Verbal, Autis.
MEMBANGUN KONSEP DIRI POSITIF BAGI PENYANDANG EPILEPSI Setiawati, Sri Dewi
J-IKA Vol 2, No 1 (2015): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep diri adalah cara kita untuk membentuk karakter dalam diri kita, yang dapatmembedakan kita dengan yang lain. rinteraksi dengan bkonsep diri adalah cara kita untuk membangun kepercayaan diri untuk dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitarmnya. Konsep diri merupakan cara kita untuk membangun kepercayaan diri Kesiapan diri kita mempengaruhi jalannya komunikasi, begitu pula bagi orang dengan epilepsi (ODE). Banyakmasyarakat yang menganggap bahwa epilepsi adalah penyakit yang menular melalui air liur penderita. Ada juga yang menganggap epilepsi adalah penyakit jiwa, atau bahkan ada yangmenganggap epilepsi itu adalah tanda ketika manusia kan memiliki kelebihan khusus. Stigma-stigma negative ini yang membuat ODE semakin tersudutkan. Penting bagi ODE untuk dapat berinteraksi dengan lingkungan tanpa rasa malu, minder atau takut, caranyaadalah dengan membangun konsep diri yang positif. Penelitian ini dilakukan dengan mengunakan metode studi kasus untuk mengetahui bagaimana cara untuk membangun konsep diri yang positif. Focus dalam penelitian ini adalh untuk mencari bagaimana proses membangun keatifan dalam diri penyandang, membangun realisasi dari dalam diri dan yang terkahir adalah display kepada public.  Kata kunci : Konsep Diri, Komunikasi Antar Pribadi, Epilepsi

Page 1 of 1 | Total Record : 8