Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : 23550287     EISSN : 25493299
Jurnal J-IKA (Jurnal Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas BSI Bandung) pertama publikasi tahun 2014, dengan registrasi ISSN dari LIPI Indonesia. J-IKA merupakan jurnal hasil penelitian ilmiah dibidang Bahasa dan Komunikasi.
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 2 (2014): Jurnal J-IKA" : 7 Documents clear
MAKNA PUBLIC RELATIONS DI OZ RADIO BANDUNG Yuliardi, Yusuf; Setiawati, Sri Dewi
J-IKA Vol 1, No 2 (2014): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.556 KB)

Abstract

Abstract  - The purpose of this study is to analyze the meaning of Public relations at OZ Radio 103.1 FM Bandung. There are three categories according to the theory of Public relations as a Communications Facilitator , Public relations as a Problem Solving Facilitator and Public relations as a Communications Technician . This study, classified into fenomenology   research that seeks to develop theory. The Aims, are to find the meaning of public relations at OZ Radio 103.1 FM Bandung, and compare it with the theory used. The Approachment using descriptive research is research that aims to explain social systems, event or social relationships. This study characterized among other data collected and compiled initially described and analyzed the significance  of  public  relations  OZ Radio  103.1  Fm  Bandung  .The  results  showed,  that  the meaning of public relations at OZ Radio 103.1 FM Bandung is still aligned with the marketing department. So the PR division OZ Radio 103.1 FM Bandung is not a dominant coalition and not in the organization structure to act as a management function .The Conclusion research , Public relations OZ Radio 103.1 FM Bandung has an important role for the company, because it served as a Communication Facilitator , Problem Solving Process Facilitator and Communications Technician .Suggestions are, Public relations OZ Radio 103.1 FM Bandung undue straight down and sell the products of their clients , due to sales of the product should be taken over by marketing . Because the main task of public relations is as image building , while the main task of marketing is selling products . Keywords:  Management of Public Relations, Public Relations, Radio  Abstrak - Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa makna Public relations di OZ Radio 103.1 FM Bandung dalam 3 kategori yang dijabarkan menurut teori yaitu Public relations sebagai  Communications Facilitator, Public relations sebagai Problem Solving Facilitator dan Public relations sebagai  Communications Technician. Penelitian ini diklasifikasikan ke dalam penelitian kualitatif deskriptif yang berusaha untuk mengembangkan teori. Bertujuan mengetahui makna public relations di OZ Radio 103.1 FM Bandung dan  membandingkannya dengan teori yang digunakan.  Metode  yang  digunakan  adalah  fenomenologi,  dimana  penelitian  yang  bertujuan mencari makna sebenarnya dari kedudukan seorang public relations. Penelitian ini memiliki ciri antara  lain  data  yang  dikumpulkan  mula-mula  disusun  dan  dijelaskan  kemudian  dianalisis mengenai makna public relations OZ Radio 103.1 Fm Bandung . Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna public relations di OZ Radio 103.1 FM Bandung masih disejajarkan dengan marketing department. Sehingga divisi PR OZ Radio 103.1 FM Bandung tidak menjadi koalisi dominan dan tidak duduk dileher struktur organisasi untuk bertindak sebagai fungsi manajemen. Kesimpulan penelitan, Public relation OZ Radio 103.1 FM Bandung mempunyai peran penting bagi  perusahaan  karena  telah  berperan  sebagai Communication  Facilitator,  Problem  Solving Process Facilitator serta Communications Technician. Saran Public relations OZ Radio 103.1 FM Bandung  tidak  semestinya  turun  langsung  dan  menjual  produk  dari  kliennya,  karena untuk penjualan produk seharusnya diambil alih oleh marketing. Karena tugas utama seorang public relations adalah sebagai building image, sedangkan tugas utama marketing adalah selling product.  Kata Kunci: Management Public Relations, Public Relations, Radio
MAKNA IKLAN OREO VERSI “PILIH HANDPHONE ATAU OREO” (Studi Fenomenologi Iklan Oreo Versi “ Pilih Handphone atau Oreo” Menurut Mahasiswa BSI Bandung) Kusumasari, Raden Nuruliah
J-IKA Vol 1, No 2 (2014): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.312 KB)

Abstract

Abstract -  Meaning oreo ad version "select phone or Oreo" This study investigates how the significance and verbal and non-verbal messages contained in Oreo ad version "Invert Selection handhone or oreo" according to BSI students Bandung. The method used in this study is phenomenology Schutz by using the theory of symbolic interaction. The data obtained in this study obtained through observation, interviews, and literature. The results of the qualitative analysis in this study shows the meaning of oreo ad version "Invert Selection handhone or oreo" according to the informant was a father to the childs attention, the development of technologies that alter a persons behavior. Verbal message of this ad is about product advantages, while the non-verbal message that is contained in this ad is very diverse. That message gained them attention from a father, technology is changing the behavior of the parents, an indifferent father to his son. takes effect oreo, oreo identity, rapidly developing technology, and maintenance of good relationships with children. Conclusion of the study, meaning that forms on the ad version oreo "select Mobile or oreo" according to BSI Bandung diverse students. This diversity of viewpoints is caused due to the informant. Suggestions for advertising agencies to be more creative in order not to get hung up on stereotypes prevailing in the community. Trying to dig out creative advertisements from the actual reality. Keywords: Advertising Meaning, verbal and non-verbal messages advertising. Abstrak - Makna iklan oreo versi “pilih handphone atau Oreo” Penelitian ini menyelidiki bagaimana makna dan pesan verbal dan non verbal yang terkandung dalam iklan Oreo versi “ ilih handhone atau oreo” menurut mahasiswa BSI Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Fenomenologi Schutz dengan menggunakan teori interaksi simbolik. Data-data yang didapatkan dalam penelitian ini didapatkan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil analisis kualitatif pada penelitian ini menunjukkan makna iklan oreo versi “ilih handhone atau oreo” menurut para informan adalah perhatian seorang ayah terhadap anaknya, perkembangan teknologi yang mengubah perilaku seseorang. Pesan verbal dari iklan ini adalah tentang keunggulan produk, sedangkan pesan non verbal yang terkandung dalam iklan ini sangat beragam. Pesan itu diantaranya perhatian yang tidak didapat dari seorang ayah, teknologi mengubah perilaku orang tua, seorang ayah yang cuek terhadap anaknya. efek memakan oreo, identitas oreo, perkembanga teknologi, dan penjagaan hubungan baik dengan anak. Kesimpulan penelitian, pemaknaan yang terbentuk pada iklan oreo versi “pilih handPhone atau oreo” menurut mahasiswa BSI Bandung beragam. Keragaman ini disebabkan akibat sudut pandang informan. Saran untuk biro iklan untuk lebih kreatif lagi agar tidak terpaku pada stereotip yang berlaku dimasyarakat. Mencoba menggali kreatif iklan yang tidak keluar dari realitas yang sebenarnya. Kata Kunci: Makna Iklan, Pesan verbal dan non verbal iklan 
REPRESENTASI KAMPUNG SENI DAGO SEBAGAI OBJEK WISATA KOTA BANDUNG Hidayat, Dasrun; Fitrianti, Alvi; Suhadi, Mahardiansyah; Tyaswara, Baruna
J-IKA Vol 1, No 2 (2014): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.992 KB)

Abstract

Abstract -“Dago Art Village Imaging”. For establishment of positive image to public and attract tourists, both domestic and international, to revisit Bandung City. This research use qualitative approach and descriptive study to obtain results of Dago Art Village imaging for object of interest to tourists in Bandung City. The results of the research suggest that many people do even not yet know the existence of Dago Art Village. At the outset, the concept of Dago Art Village comprise meaning, benefit, function, and role of artist in development of Dago Art Village imaging for object of interest to tourists by means of socialization, promotion, and program. Government have important  role  in  development  of  Dago  Art  Village  including  program,  socialization,  and promotion. We concluded that, first, Dago Art Village for creative object of interest to tourists offer diverse cultural arts that about to be abandoned by young generation today; second, Artist have particularly important role in development of Dago Art Village; third, Government engage in construction of infrastructure and means programs to support Dago Art Village imaging for object of interest to tourists in Bandung City. Keyword: Attractions, Role of Government, The Role of Artists.   Abstrak  -  Pencitraan  Kampung  Seni  Dago,sebagai  pembentukan image positif kepada masyarakat luas dan menarik para wisatawan baik domestic maupun mancanegara untuk kembali mengunjungi kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi deskriptif. Fokus pada pencitraan Kampung Seni Dago sebagai objek wisata kota Bandung. Hasil penelitian menunjukan bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaan kampong seni Dago. Dimulai dari konsep kampong seni Dago yang didalamnya meliputi makna, manfaat, fungsi dan peran  seniman dalam pengembangan pencitraan  sebagai  objek  wisata kampong seni Dago yaitu sosialsasi kampong seni Dago, promosi, program.Peran pemerintah pengembangan objek kampong seni Dago meliputi program, sosialisasi, danpromosi. Berdasarakan hasil dari kesimpulan pertama Kampung Seni  Dago sebagai salah satu objek wisata yang kreatif dengan menawarkan beragam seni budaya yang saat ini mulai ditinggalkan oleh generasi muda sekarang, kedua  Seniman  memberikan peranan yang sangat penting dalam perkembangan kampung seni dago, ketiga Pemerintah ikut serta dalam membangun program sarana dan prasarana untuk menunjang pencitraan kampung seni dago sebagai objekwisata kota Bandung  Kata Kunci : Objek wisata, Peran Pemerintah, Peran Seniman
CORPORATE IDENTITY VISUAL DAN CITRA PERUSAHAAN MELALUI FASILITAS RUANG BACA DI BAPUSIPDA JAWA BARAT Agustina, Tirayan; Rachmaniar, Rachmaniar
J-IKA Vol 1, No 2 (2014): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.91 KB)

Abstract

Abstract - In the opinion of the public library is a place to store books that are old fashioned or outdated and drab place. With grim reading room, full of dust, stuffy and dark. This negative image of the library in society that drives Bapusipda Jabar, to change the negative image by construct a new building and provide complete facilities for library users This study aims to understand the image of West Java Bapusipda through corporate identity visual "reading room facility" children, adolescents and adults. This study used a qualitative approach, constructivist paradigm and case study method. These results indicate that the negative image attached to the old library building, it certainly turned out to be more positive, because of the attractive design of the new building. In terms of facilities almost all informants responded positively, be it in furniture, interior design, audio visual room, childrens playground, a discussion and OPAC. These facilities make informants feel comfortable and at ease to linger at the library. This positive image is also evident from the increasing statistics of each reading room, both of visitor statistics, statistics borrowers, statistics and statistical books borrowed books read, since the building of the new library opened in February and May 2013.Keywords : Corporate Visual Identity, Reading Room Facilities, Library Image   Abstrak - Perpustakaan  menurut pendapat masyarakat umum adalah suatu tempat untuk menyimpan buku-buku yang sudah kuno atau ketinggalan jaman dan tempat yang menjemukan. Dengan ruang baca yang suram, penuh dengan debu, pengap dan gelap. Citra perpustakaan yang negatif di mata masyarakat  inilah yang mendorong Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Bapusipda) Provinsi Jawa Barat, untuk mengubah citra negatif tersebut dengan membangun gedung baru dan memberikan fasilitas yang lengkap bagi pengguna perpustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami citra Bapusipda  Jawa  Barat melalui  corporate identity visual  “fasilitas ruang  baca”  anak, remaja  dan dewasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, paradigma konstruktivis dan metode penelitian studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan citra negatif yang melekat pada gedung perpustakaan lama, secara pasti berubah menjadi lebih postif, karena desain gedung baru yang menarik. Dari segi fasilitas hampir semua informan memberikan respon yang positif, baik itu pada perabot, desain interior, ruang audio visual, arena bermain anak, ruang diskusi dan OPAC. Fasilitas-fasilitas tersebut membuat informan merasa nyaman dan betah untuk berlama-lama berada diperpustakaan. Citra yang positif ini juga tampak dari semakin meningkatnya data statistik masing-masing ruang baca, baik dari statistik pengunjung, statistik peminjam, statistik buku yang dipinjam dan statistik buku yang dibaca, dari sejak gedung perpustakaan baru dibuka pada bulan Februari hingga Maei 2013. Kata Kunci : Corporate Identity Visual, Fasilitas Ruang Baca, Citra Perpustakaan
PERSONAL BRANDING PADA INDUSTRI CITRA Fadeli, Muhammad
J-IKA Vol 1, No 2 (2014): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.413 KB)

Abstract

Abstract - 2014 was a golden year for the media industry, where the mass media will dredge the many advantages of the legislative candidates who require self-image. Whatever will be done in order to captivate the publics attention and lead public opinion to public finally decided to throw in them. The candidates for local and national leaders have started to play a role as a public figure who sell the image to draw public sympathy. Understand that level of fame, popularity of the figures head is an important factor, the political vehicle, regional head candidates scoring machine must perform the steps in a systematic and strategic campaigning as the popularity does notcome just like that. At issue is when the popularity is not supported by the capability of the leader. So just as the party or coalition of parties presenting a blank check to the people. So that the people are not fooled by the jargon of political campaigns, its time track record of candidates for the leader seen  carefully.  Voters empowered  critically  important that  people  are  getting smarter and not mobilized on a particular political force or even mobilized by the power of capital owners. And it is time for the candidates for the legislative candidates to improve itself, instead of just  selling  the  image,  competing  to  display  their best  photos,  they  put  forward  the  size  ofbillboards, and so forth. Because people are not public or packaging buyers, but those buyers contents.  Keywords : Campaign, Popularity, Capability   Abstrak - Tahun 2014 adalah tahun emas bagi industri media massa, dimana media massa akan mengeruk banyak keuntungan dari para calon anggota legislatif yang membutuhkan pencitraan diri. Apapun akan dilakukan demi memikat perhatian publik dan menggiring opini publik sampai akhirnya publik menjatuhkan pilihannya pada mereka. Para calon pemimpin lokal maupun pusat sudah mulai memainkan peranannya sebagai seorang public figure yang menjual image untuk menarik  simpati public.  Memahami bahwa tingkat ketenaran, popularitas  figur  kepala daerah adalah faktor penting,  kendaraan politik, mesin gol calon kepala daerah harus melakukan langkah - langkah sistematis dan strategis dalam berkampanye karena popularitas tidak datang begitu saja. Yang menjadi persoalan adalah  ketika popularitas tidak ditunjang oleh  kapabilitas pemimpin. Maka sama halnya partai atau koalisi partai menyuguhkan cek kosong kepada rakyat. Agar rakyat tidak tertipu oleh jargon-jargon kampanye politik, sudah saatnya rekam jejak calon anggota pemimpinnya dilihat secara seksama. Pemilih kritis penting diberdayakan agar rakyat semakin cerdas  dan  tidak  termobilisasi  pada  kekuatan  politik  tertentu  atau  bahkan  termobilisasi  oleh kekuatan pemilik modal. Dan sudah saatnya para calon calon anggota legislatif tersebut berben ah diri, bukan hanya sekedar menjual citra, berlomba-lomba menampilkan foto terbaiknya, saling adu ukuran baliho, dan lain sebagainya. Sebab publik atau rakyat bukanlah pembeli kemasan, tapi mereka pembeli isi.  Kata Kunci : Kampanye, Popularitas, Kapabilitas
ANALISIS DESKRIPTIF PROGRAM MQTV SEBAGAI MEDIA DAKWAH Mubarok, Yaser; Hidayat, Dasrun
J-IKA Vol 1, No 2 (2014): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.714 KB)

Abstract

Abstract - This study aims to determine the existence of Propagation Media Television, the assessment focused on Programs at MQTV (Manajmen Qolbu TV) Bandung. A qualitative approach with descriptive analysis program constructivist paradigm. Informants consisted of managers MQTV, spectators and television experts as key informants . The results of this study revealed that MQTV Propagation Media Television which is consistent with the meaning as a medium of propaganda , seen in a series of programs presented. Programs, namely religiousprograms as propaganda through television broadcasts, television is still prioritizing function, educate, entertain and inform . Although these programs are still considered to require creative, professional team to avoid monotony that adds to the appeal as Media Dakwah Television . Keywords : Propagation Program Television , Media Dakwah   Abstrak -  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan Media Dakwah Televisi, dengan fokus kajian pada Program-Program di MQTV (Manajmen Qolbu TV) Bandung. Pendekatan kualitatif analisis deskriptif program dengan paradigma konstruktivis. Informan penelitian terdiri dari pengelola MQTV, penonton dan pakar pertelevisian sebagai informan kunci. Hasil Penelitian ini mengungkapkan bahwa MQTV adalah Media Dakwah Televisi yang tetap konsisten dengan makna sebagai media dakwah, terlihat pada rangkaian program yang disajikan. Program-program yang disajikan, yakni program-program keagamaan sebagai dakwah melalui siaran televisi, tetap mengedepankan fungsi televisi yaitu, mendidik, menghibur dan memberikan informasi. Meskipun program-program tersebut dinilai masih membutuhkan tim kereatif yang professional agar tidak monoton sehingga menambah daya tarik sebagai Media Dakwah Televisi. Kata kunci : Program Dakwah Televisi, Media Dakwah.
ANALISA KARAKTERISTIK BAHASA YANG DIGUNAKAN SISWA DALAM BERKOMUNIKASI LISAN MENGGUNAKAN BAHASA INGGRIS Bakhti, Krisna Yudha
J-IKA Vol 1, No 2 (2014): Jurnal J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.957 KB)

Abstract

Abstract - Effective oral communication is needed especially in the teaching and learning process because it can determine the success of teaching and learning process. In order to reach effective oral communication, teachers should know the characteristic and the fluency level of the learners‟ language. This is important in order to prevent the teachers from the use of language which is not understandable by the learners. This study is conducted in order to find out the characteristics of the learners‟ language used during the teaching and learning process in terms of its role, content, and representation. In addition, this study also tries to find out the proficiency level of learners‟ language. From the analyzed data, it is found that the learners actively participate in the teaching and learning process by producing and expressing messages in simple sentences. Moreover, it is also found that the level of learners‟ language proficiency is categorized into intermediate proficiency. Keyword: Oral Communication, Characteristic of Language, Language Proficiency Abstrak - Efektif komunikasi lisan sangat diperlukan terutama dalam proses belajar mengajar karena dapat menentukan keberhasilan proses belajar mengajar. Dalam rangka mencapai efektif komunikasi lisan, pengajar   harus mengetahui karakteristik dan  tingkat kefasihan  bahasa dari siswa.  Hal  ini  penting  guna  mencegah  para  pengajar    dari  penggunaan  bahasa  yang  tidak dimengerti oleh siswa. Kajian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik pembelajar bahasa yang digunakan selama pengajaran dan pembelajaran dalam hal peran, konten, dan representasi. Selain itu, kajian ini juga mencoba untuk mengetahui tingkat kemahiran bahasa siswa. Dari data yang dianalisis, ditemukan bahwa siswa secara aktif  berpartisipasi dalam pengajaran dan proses pembelajaran dengan menghasilkan dan mengungkapkan pesan dalam kalimat sederhana. Selain itu, juga menemukan bahwa tingkat kemahiran bahasa siswa dibedakan menjadi kemampuan menengah.Kata Kunci : Komunikasi Lisan, Karakteristik Bahasa, Kemahiran Bahasa

Page 1 of 1 | Total Record : 7