cover
Filter by Year
Jurnal Pariwisata
Published by Univeritas BSI Bandung
ISSN : 23556587     EISSN : 25282220
JURNAL PARIWISATA pertama publikasi tahun 2014, dengan registrasi ISSN dari LIPI Indonesia. JURNAL PARIWISATA merupakan jurnal hasil penelitian ilmiah dibidang Destinasi Pariwisata, Perhotelan, Budaya, Makanan. Dengan artikel tidak pernah dipublikasikan secara online atau versi cetak sebelumnya. JURNAL PARIWISATA memiliki versi online dan cetak dengan jadwal publikasi pada bulan April dan September setiap tahunnya.
Articles
77
Articles
Peranan Partisipasi Masyarakat Lokal Dalam Pengembangan Wisata Heritage di Trowulan

Widyawati, Christy

Jurnal Pariwisata Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.099 KB)

Abstract

Trowulan selama ini dikenal sebagai salah satu daerah di Propinsi Jawa Timur yang memiliki kekayaan budaya dan seni yang sangat beragam yang terlihat terlihat dari peninggalan-peninggalan arsitektur bersejarah dan pola hidup masyarakatnya yang kental dengan kesenian. Kekayaan budaya dan seni tersebut merupakan potensi sekaligus peluang bagi daerah Trowulan untuk dapat mengembangkan pariwisatanya agar dapat semakin dikenal oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara sebagai kawasan wisata heritage. Agar pengembangan wisata heritage di Trowulan bisa berjalan dengan baik, tentu saja diperlukan peran dari para stakeholder pariwisata yang salah satunya adalah keterlibatan masyarakat lokal Trowulan. Keterlibatan tersebut berupa partisipasi dan kontribusi nyata secara aktif dari masyarakat lokal sebagai tuan rumah di kawasan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sikap, kesadaran dan partisipasi atau keterlibatan masyarakat lokal Trowulan dengan menggunakan pendekatan kualitatif-kuantitatif dalam kaitannya dengan pengembangan wisata heritage yang bermuara pada upaya peningkatan wisata heritage berbasis peran serta masyarakat lokal atau lebih dikenal dengan istilah community-based tourism. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat lokal secara umum memiliki persepsi yang positif terhadap pengembangan wisata heritage di daerah Trowulan, namun antusiasme untuk terlibat dan berpartisipasi masih belum terlalu optimal.

Pengaruh Ekuitas Merek Terhadap Keputusan Pembelian di Simetri Coffee Roaster Puri, Jakarta

Wiastuti, Rachel Dyah, Kimberlee, Sarrah

Jurnal Pariwisata Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.691 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekuitas merek di SIMETRI Coffee Roasters Puri Kembangan terhadap keputusan pembelian konsumen. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Data primer didapatkan melalui survei menggunakan kuisioner yang menggunakan pertanyaan tertutup dalam pilihan jawaban skala Likert dan dari wawancara dengan manajemen SIMETRI. Sample dalam penelitian ini adalah 100 konsumen SIMETRI Coffee Roasters, yang dihitung berdasarkan rumus Slovin, dan disebarkan berdasarkan metode convenience sampling pada Mei 2018. Ekuitas merek berperan sebagai variable bebas dan keputusan pembelian sebagai variable terikat. Deskriptif statistik digunakan untuk mengetahui bagaimana ekuitas merek dan keputusan pembelian konsumen SIMETRI. Ekuitas merek terdiri dari empat dimensi yaitu kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi kualitas dan loyalitas merek. Sedangkan analisis korelasi dan regresi digunakan untuk mengukur hubungan dan pengaruh ekuitas merek dengan keputusan pembelian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekuitas merek dan keputusan pembelian memiliki hubungan yang kuat dan positif, serta pengaruh yang signifikan. 

Uji Kesukaan dan Organoleptik Terhadap 5 Kemasan Dan Produk Kepulauan Seribu Secara Deskriptif

Suryono, Chondro, Ningrum, Lestari, Dewi, Triana Rosalina

Jurnal Pariwisata Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.359 KB)

Abstract

Sudah menjadi budaya/ kebiasaan bagi wisata lokal melakukan aktifitas wisata membeli makanan ringan baik sebagai makanan ringan dan sebagai oleh-oleh. Warga Kepulauan Seribu Jakarta Utara melihat peluang besar dalam bisnis makanan ringan ini mengingat tingkat kunjungan wisatawan ke Kepulauan Seribu yang selalu tinggi terutama di akhir pekan (BAS, 25 Desember 2017). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survei dan menggunakan uji organoleptik dan uji hedonik. Penelitian dilakukan terhadap 5 produk UKM Warga kepulauan seribu dengan berbahan dasar ikan selar, ikan teri, cumi dan buah sukun. Konsumen tertarik untuk membeli makanan ringan karena penampilan kemasan yang menarik serta merasakan produk makanan ringan yang enak. Wisatawan menyukai makanan ringan dengan kemasan yang manarik. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui kemasan produk yang disukai berwarna biru langit. Produk yang disukai dari produk krupuk dan Abon ikan selar adalah aroma dan tekstur. Produk Stik berbahan cumi disukai pada rasa dan tekstur. Produk sambal berbahan teri dan keripik bahan sukun disukai pada tekstur dan warna.

Maksimalisasi Potensi Geowisata dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan

Riswanto, Ari, Andriani, Rian

Jurnal Pariwisata Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.276 KB)

Abstract

Meningkatkan kunjungan wisatawan dengan potensi geo-wisata adalah salah satu cara menghasilkan potensi alam berupa objek wisata yang belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana Kabupaten Bandung meningkatkan kunjungan wisatawan dengan sumberdaya geo-wisatanya serta untuk mengetahui apa potensi yang ada di objek wisata yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan. Pendekatan kualitatif atau desain penelitian deskriptif yang digunakan dalam metode penelitian ini dengan memaksimalkan pada penemuan, verifikasi dan pengembangan pengetahuan sehingga hasilnya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi tempat wisata, terutama geo-wisata dapat meningkatkan kunjungan wisatawan.

Analisis Stakeholders Dalam Pengembangan Ekowisata di Hutan Adat Ammatoa Kajang Sulawesi Selatan

Nurkhalis, Nurkhalis, Arief, Harnios, Sunarminto, Tutut

Jurnal Pariwisata Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.776 KB)

Abstract

Hutan Adat Ammatoa Kajang memiliki banyak sumber daya alam dan budaya. Sehingga terdapat potensi yang bisa dikembangkan menjadi destinasi yang berkonsep ekowisata. Namun kondisi saat ini, manajemen pengolaan Hutan Adat Ammatoa Kajang masih belum terkelola dengan baik sebagaimana pengolaan khusus ekowisata. Analisis stakeholder dilakukan untuk memetakan para pihak yang memiliki tingkat pengaruh dan kepentingan dalam pengelolaan dan rencana pengembangan ekowisata hutan adat. Selain itu analisis sosial berupa penilaian persepsi, motivasi, dan preferensi para pihak juga dilakukan untuk mengetahui ketersediaan/ kondisi infrastruktur dan fasilitas yang ada, memetakan alasan (dorongan kehendak) masyarakat adat dan para pihak, dan mengidentifikasi prioritas pengembangan yang sesuai untuk pengembangan ekowisata di Hutan Adat Ammatoa Kajang. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner tertutup dengan metode one score one indicator (skala 1-7). Teknik pengambilan sampel pada analisis stakeholder dan data sosial (pemerintah, pemangku adat, dan masyarakat lokal) yaitu purposive sampling sedangkan data sosial berupa pengunjung/ wisatawan menggunakan teknik random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat dua klasifikasi stakeholder yaitu key player (Dinas Pariwisata Bulukumba, Dinas LHK Bulukumba, Bappeda Bulukumba, Kecamatan Kajang, Desa Tanah Towa, dan Ammatoa) dan Context setter (Disdikbud Bulukumba dan LSM Aman). Persepsi para pihak terhadap ketersediaan dan kondisi infrastruktur/ fasilitas di kawasan adat dinilai sedang (4.59) sehingga perlu ada pembenahan. Motivasi dan preferensi para pihak masing-masing menilai agak tinggi (5.04 dan 5.32) untuk pengembangan ekowisata di kawasan adat Ammatoa Kajang.

Pengaruh Product Knowledge dan Brand Association Terhadap Purchase Intention Kawasan Kampung Kreatif Dago Pojok

Ridwan, Luthfi Maulana, Solihat, Ani, Trijumansyah, Andry

Jurnal Pariwisata Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.96 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran pengaruh “Pengaruh Product Knowledge dan Brand Association terhadap Purchase Intention pada Kawasan Kampung Kreatif Dago Pojok”. Adapun yang menjadi target populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengunjung kampung kreatif dago pojok dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 60 orang responden. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah Deskriptif Verifikatif dan alat analisis yang digunakan adalah Regresi Linear Berganda yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana pengaruh hubungan antara variabel satu dan lainnya dan juga menggunakan Uji Hipotesis F dan T yang bertujuan untuk melihat pengaruh Variabel product knowledge, brand association dan purchase intention berpengaruh secara parsial ataupun simultan. Persmaan Regresi Linear didapatkan berdasarkan hasil uji statistik pada program SPSS yaitu Y = 7.846 + 0.279 (X1) + 0.261 (X2) dan hasil koefisien Korelasi R sebesar 0.564 yang menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang kuat antara masing-massing variabel. Sedangkan hasil Koefisien Determinasi R2 sebesar 0,375 yang berarti bahwa Product Knowledge dan Brand Association mampu mempengaruhi Purchase Intention dengan persentasi 37.5% sedangkan sisanya 62.5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian. Dapat disimpulkan bahwaa dari hasil uji SPSS bahwa semua Variabel bebas mempunyai pengaruh yang signifikan bila di uji scara bersama-sama ataupun di uji scara parsial. Kata Kunci : Product Knowledge, Brand Association, Purchase Intention ABSTRACT The research was purposed to find out the description of ), Influence of Product Knowledge and Brand Association towards to Purchase Intention of Dago Pojok the Creative Village Area The population target in this research are all of consumers of Dago Pojok the Creative Village Area and took 60 respondentsas sample.This research used verification descriptive as the method and multiple linear regression as analysis tool. That was purposed to measure the influence between the variable ang the other one, and also used Hypotesy test F adnd T to found out the influence of advertising variable, Sales Promotion and Quality Of Product would be influenced partially or simultanously. Linear regression equation was gotten based on statistical result at SPSS Program. They are Y = 7.846 + 0.279 (X1) + 0.261 (X2) and th Correlatio Coefficient R at 0.564. This is shows that there is a significant influence among variable. Where as the result of determination coefficient R2 at 0,375. It means that Product Knowledge and Brand Association capable of Purchase Intention decision with percentage value 37.5%. And the remains of it 62.5% are influenced by this research. It can be concluded from the SPSS test result that all of independent variables have significant influence if they are tested simultanously or partially. Keywords : Product Knowledge, Brand Association, Purchase Intention

Pengembangan Destinasi Pariwisata Halal Pada Era Otonomi Luas di Provinsi Nusa Tenggara Barat

Jaelani, Abdul Kadir

Jurnal Pariwisata Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.242 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis latar belakang lahirnya pengembangan Pariwisata Halal di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan kendala yang dialami dalam melaksanakan Perda Pariwisata Halal serta upaya yang dilakukan oleh Pemda tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, latar belakang lahirnya Perda tentang Pariwisata Halal di Provinsi Nusa Tenggara Barat berlandaskan pada tiga hal yaitu, pertama, landasan filosofisnya adalah pembangungan di bidang ekonomi dalam rangka mendukung terwujudnya percepatan kesejahteraan masyarakat, pemerataan kesempatan berusaha, memperoleh manfaat dan mampu menghadapi tantangan perubahan kehidupan dengan tetap memperhatikan sistem nilai budaya yang berlaku di masyarakat sesuai dengan nilai-nilai luhur pancasila. Kedua, landasan sosiologis pengembangan Pariwisata halal adalah aspek demografis dan geografis Provinsi Nusa Tenggara Barat sangat menunjang pelaksanaan pariwisata. Ketiga, landasan yuridis pengembangan Pariwisata halal adalah atribusi dan delegasi dari Pasal 18 ayat (6) UUD 1945, Pasal 9 UU No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, Pasal 12 ayat (3) hurup b dan Pasal 236 UU No, 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Pasal 5 Permenparkreat No. 2 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyelenggaraan Usaha Hotel Syari’ah.   ABSTRACTThis study aims to determine and analyze the background of the development of Halal Tourism in West Nusa Tenggara Province and the obstacles experienced in implementing the Halal Tourism Law and the efforts made by the local government. The results showed that: First, the background of the birth on Halal Tourism in West Nusa Tenggara first, the philosophical foundation is the development in the economic field in order to support the realization of the acceleration of the welfare of the people, the equality of business opportunities, the benefits and able to face the challenges of life change while maintaining the cultural value system prevailing in the community in accordance with the noble values of Pancasila. Second, sociological foundation of the birth on Halal Tourism is the demographic and geographical aspect of West Nusa Tenggara Province is very supportive of tourism implementation. Third, the legal basis on Halal Tourism is the attribution and delegation of Article 18 paragraphs (6) of the 1945 Constitution, Article 9 of Law no. 10 of 2009 on Tourism, Article 12 paragraphs (3) letters b and Article 236 of Law No. 23 of 2014 on Regional Government and Article 5 Permenparkreat No. 2 Year 2014 concerning Guideline for Sharia Business Operations.

Community Based Tourism Tantangan Dusun Nglepen dalam Pengembangan Desa Wisata

Nugroho, Dhimas Setyo

Jurnal Pariwisata Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.604 KB)

Abstract

ABSTRAK Masyarakat Dusun Nglepen pada awalnya adalah masyarakat pedesaan yang mayoritas menggantungkan mata pencaharian sebagai petani. Setelah bencana gempa bumi 5,9 skala richter yang menimbulkan kerusakan parah pada Sabtu 27 Mei 2006, Dusun Nglepen direlokasi ke wilayah lain, dibangun dengan bangunan rumah tahan gempa berbentuk kubah (dome). Keunikan desain rumah dome justru menjadi daya tarik desa wisata yang sangat diminati. Disisi lain, peralihan sosio-kultural masyarakat Dusun Nglepen menjadi masyarakat pariwisata sangat menarik untuk diamati. Artikel ini menyajikan gambaran tantangan dalam pengembangan Community Based Tourism Dusun Nglepen yang dikaji berdasarkan teori partisipasi masyarakat melalui analisis deskriptif kualitatif. Hasil menunjukan bahwa semakin tinggi partisipasi warga, maka semakin tinggi dampaknya tehadap masyarakat. Dampak yang ditemukan cenderung bernilai positif bagi masyarkat baik secara ekonomi maupun sosial budaya. Selanjutnya dampak positif yang dirasakan masyarakat cenderung mempengaruhi tingkat partisipasi dalam pengembangan pariwisata. Kata kunci : Community-Based Tourism, Desa Wisata, Partisipasi Masyarakat ABSTRACT In the beginning, the community of the village dwellers that worked as a farmer. After the disastrous earthquake of a 5.9 magnitude earthquake that caused severe damage on Saturday, May 27, 2006, the village relocated to other areas, houses constructed with earthquake resistant with the shape of a dome (dome). The uniqueness of the design of the House, thus becoming an attraction. On the other hand, the transition of social-cultural into tourism community is very interesting to observe. This article presents an overview of the challenges in the development of community-based tourism, based on the theory of community participation through a descriptive qualitative analysis. The results showed that the higher the participation of citizens, then the higher the impact on the community. The impact positive for society, both economically, socially and culturally. In addition, the positive impact affected the level of community participation in tourism development. Key words : Community-Based Tourism, Tourism Village, Community Participation

Kajian Kesesuaian, Daya Dukung dan Aktivitas Ekowisata di Kawasan Mangrove Lantebung Kota Makassar

Rini, Rini, Setyobudiandi, Isdradjat, Kamal, Mukhlis

Jurnal Pariwisata Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.319 KB)

Abstract

ABSTRAK Kawasan ekosistem mangrove Lantebung merupakan contoh kawasan rehabilitasi mangrove yang cukup berhasil sejak tahun 2010 hingga sekarang. Kini, ekowisata mangrove akan dikembangkan sebagai bentuk pengelolaan yang tepat untuk menjamin keberlanjutan konservasi dan rehabilitasi sekaligus mendorong ekonomi masyarakat lokal. Sehingga, tujuan penelitian ini adalah menghitung indeks kesesuaian wisata, menghitung daya dukung kawasan dan mengidentifikasi kegiatan ekowisata yang dapat dilakukan di dalam kawasan. Perhitungan indeks kesesuaian kawasan menggunakan rumus IKW = [∑Ni/Nmaks] x 100%, perhitungan daya dukung kawasan dengan menggunakan rumus DDK = K x [Lp/Lt] x [Wt/Wp] dan identifikasi kegiatan ekowisata dilakukan dengan identifikasi visual dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan mangrove Lantebung sesuai (S) untuk kegiatan wisata dengan nilai kesesuaian sebesar 66,67%. Panjang kawasan yang dapat dimanfaatkan 2 km atau seluas 12 ha dan daya dukung sebesar 182 orang/hari (buka 8 jam/hari), jika berdasarkan pada jam buka pengelola (12 jam/hari) maka daya dukungnya menjadi 274 orang/hari. Untuk jenis kegiatan wisata yang dapat dilakukan berjumlah 7 kegiatan, yaitu fotografi (photography), tracking, pengamatan satwa burung (bird watching), pengamatan mangrove (education), pembibitan (education), wisata perahu (boating) dan menikmati suasana matahari tenggelam. Kata kunci: daya dukung kawasan, ekowisata mangrove, indeks kesesuaian wisata, Lantebung ABSTRACT Ecosystem mangrove of Lantebung is an example of mangrove rehabilitation area which is quite successful since 2010 until now. Now, mangrove ecotourism will be developed as an appropriate form of management to ensure the sustainability of conservation and rehabilitation while driving the economy of local communities. Thus, purposes of this study are to calculate the tourist suitability index, calculate the carrying capacity and to identify of ecotourism activities that can be done within the area. The calculation of suitability index using the formula IKW = [ΣNi / Nmaks] x 100%, calculation of carrying capacity using DDK = K x [Lp / Lt] x [Wt / Wp] and identification of ecotourism activities conducted with visual identification and interview. The results showed that the suitable mangrove area of Lantebung is suitable (S) for tourism activities with a value of suitability of 66.67%. The length of the area can be used 2 km or 12 ha and its carrying capacity is 190 persons/day (open 8 hours/day), if based on the management hours (12 hours/day) then its carrying capacity is 286 persons/day. Type of ecotourism activities that can be done totaling 7 activities, namely photography, tracking, bird watching, mangrove observation (education), seeds nursery (education), boat tours and enjoy the sunset. Keywords: carrying capacity, mangrove ecotourism, tourism suitability index, Lantebung

Pembuatan Meringue Pavlova Mengunakan Air Rendaman Kacang Chickpeas Sebagai Pengganti Putih Telur

Salim, Chairul, Sembiring, Vienna Artina, Raditya, Yonathan

Jurnal Pariwisata Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.949 KB)

Abstract

Abstrak Meringue adalah campuran dasar putih telur yang dikocok bersama gula hingga mengembang. Teksturnya yang creamy membuatnya menjadi favorit bagi terciptanya beberapa produk pastry lainnya seperti pavlova, mousse, baked alaska, macaron, souffle, dacquoise dan bahkan sponge cake. Pavlova adalah makanan penutup yang terbuat dari meringue lalu diisi dengan pastry cream dan dihias dengan menggunakan stroberi dan atau kiwi dan markisa pure. Meski menggunakan putih telur, sebenarnya masih ada sekelompok orang yang belum bisa menikmati produk meringue dan olahan yang lezat. Beberapa dari orang-orang yang alergi terhadap telur atau yang mengadopsi gaya hidup vegan. Alergi telur biasanya disebabkan oleh kandungan protein telur yang terkandung dalam albumin. Chickpea memiliki kandungan gizi yang unik dibandingkan dengan kacang polong dan produk nabati lainnya, dalam buncis mengandung protein dengan proporsi lebih tinggi sekitar 17% -30%. Kandungan protein lain yang juga ditemukan pada buncis adalah albumin dan globulin. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode penelitian eksperimental. Dalam penelitian eksperimental ini, perancangan eksperimental yang dilakukan adalah pemanfaatan kacang tanah kacang tanah sebagai pengganti putih telur dalam pembuatan meringue pavlova. Perlakuan yang diberikan hanya satu yaitu 100% pengganti putih telur dengan kacang kacang kacang 100% sebagai bahan utama pembuatan pavlova meringue. Meringue pavlova yang terbuat dari 100% buncis memiliki kualitas yang bersaing dengan meringue pavlova yang terbuat dari 100% putih telur dan bisa diterima dengan baik oleh konsumen. Keywords: Meringue, Chickpeas, Pavlova Abstract Meringue is a basic mixture of egg whites whipped together with sugar until fluffy. Creamy texture makes it a favorite for creation into several other pastry products like pavlova, mousse, baked alaska, macaron, souffle, dacquoise and even sponge cake. Pavlova is a dessert made from meringue then filled with pastry cream and decorated using strawberries and or kiwi and passion fruit purée. Although using egg whites, in fact there are still a group of people who have not been able to enjoy the delicious meringue and processed products. Some of these people who are allergic to eggs or who are adopting a vegan lifestyle. Egg allergy is commonly caused by the protein content of eggs contained in albumin. Chickpeas has a unique nutritional content compared with other legumes and vegetable products, in chickpeas contained protein with a higher proportion of about 17% -30%. Other protein content also found in chickpeas is albumin and globulin. In this research the method used is experimental research method. In this experimental study the experimental design carried out was the utilization of chickpeas peanut water in lieu of egg white in the manufacture of meringue pavlova. The treatment provided is only one that is 100% egg white replacement with 100% water chickpeas peanuts as the main ingredient of making meringue pavlova.Meringue pavlova which made from 100% chickpeas water have a quality that compete with meringue pavlova which made from 100% egg white and can be accepted well by consumer.