cover
Contact Name
Yosef Abdul Ghani
Contact Email
yosef.ylb@bsi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi.jurnalubsibdg@bsi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pariwisata
ISSN : 23556587     EISSN : 25282220     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
JURNAL PARIWISATA pertama publikasi tahun 2014, dengan registrasi ISSN dari LIPI Indonesia. JURNAL PARIWISATA merupakan jurnal hasil penelitian ilmiah dibidang Destinasi Pariwisata, Perhotelan, Budaya, Makanan. Dengan artikel tidak pernah dipublikasikan secara online atau versi cetak sebelumnya. JURNAL PARIWISATA memiliki versi online dan cetak dengan jadwal publikasi pada bulan April dan September setiap tahunnya.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 2 (2016): Jurnal PARIWISATA" : 6 Documents clear
Implementasi Sapta Pesona Pada Museum Mandala Wangsit Siliwangi Kota Bandung Hamzah, Faizal; Utomo, Eko Tri
Jurnal Pariwisata Vol 3, No 2 (2016): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.512 KB) | DOI: 10.31311/par.v3i2.1467

Abstract

ABSTRAKMuseum merujuk kepada bangunan tempat menyimpan khazanah sejarah purba atau yang lalu. Museum penting sebagai tempat kita memperdalam pengetahuan tentang sejarah masa lampau. Banyak dari masyarakat kurang berminat untuk datang ke museum. Wisatawan menjadikan museum sebagai tempat wisata alternatif. Pengunjung yang berkunjung ke museum sendiri kebanyakan karena adanya jadwal tour atau kunjungan dari instansi atau sekolah-sekolah para pengunjung yang mengagendakan untuk mengunjungi museum. Mendirikan suatu tempat wisata harus memperhatikan hal-hal yang penting dalam dunia pariwisata, salah satunya yaitu sapta pesona. Sapta pesona merupakan kondisi yang harus diwujudkan dalam rangka menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke suatu daerah atau wilayah di negara kita. Sementara itu kondisi yang terlihat saat ini 7 (tujuh) unsur sapta pesona tersebut belum terwujud secara maksimal pada Museum Mandala Wangsit Siliwangi, masih ada beberapa unsur dalam sapta pesona yang belum diwujudkan oleh pengelola museum sehingga mempengaruhi daya tarik wisatawan hingga saat ini. Beberapa unsur yang belum maksimal penerapannya yaitu indah dan kenangan. Maka perlu dilakukan perubahan manajemen, promosi, dan pemugaran tata ruang pada Museum Mandala Wangsit berdasarkan 7 (tujuh) unsur dari sapta pesona. Implementasi sapta pesona dilakukan agar dapat menarik wisatawan dan meningkatkan tingkat kunjungan.Kata Kunci: Museum, Implementasi dan Sapta Pesona. ABSTRACTMuseum refers to the building that keeping the treasures of ancient history or past. Museum is important for our place deepen the knowledge of past history. Many of them are less interested to come to the museum. Travelers make the museum as an alternative tourist spot. Visitors who visit the museum itself mostly for their tour schedule or from institutions or schools of the visitors which was scheduled to visit the museum. Establishing a tourist must pay attention to things that are important in the world of tourism, one  of Sapta Pesona. Sapta pesona is a condition that must be realized in order to attract more tourists to visit an area or region in our country. Meanwhile the condition seen at this time there are 7 (seven) elements of Sapta Pesona have not been realized to the maximize at the Museum Mandala Wangsit Siliwangi, still there are some elements in Sapta Pesona are not realized by the museum management that influence the tourist attraction until this time. Some elements are not maximized application that is beautiful and memorable. It is necessary to change the management, promotion, and restoration spatial Mandala Museum Wangsit by 7 (seven) elements of Sapta Pesona. Implementation of Sapta Pesona is done in order to attract tourists and increase the level of tourist traffic.Keywords: Museum, Implementation, Sapta Pesona.
Marketing Stimuli Yang Berpengaruh Terhadap Keputusan Pembelian Paket Wisata Domestik Grup Soeswoyo, Dina Mayasari; Nurmawanti, Desti
Jurnal Pariwisata Vol 3, No 2 (2016): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.725 KB) | DOI: 10.31311/par.v3i2.1469

Abstract

ABSTRACTThe increased competitiveness of business and travel in Indonesia, making the businesses sought in various ways to survive and improve their business. They compete to attract the attention of potential consumers (tourists) and influence them to buy tourist products offered. Dipo Tour & Travel Depok is an example of a travel agency that could survive their business even has a growing consumer in the sale of domestic tour packages for groups. The purpose of this study is an investigation to determine the depth overview of domestic travel packages products group offered Dipo Tour & Travel, the marketing efforts undertaken, and determine important marketing stimuli that influence consumers decision to buy the group domestic packages tours. The case study method is descriptive qualitative with primary data obtained from the results of in-depth interviews to several informants were selected purposively. The final outcome of this case study is the decision of purchasing travel packages domestic group in Dipo Tour & Travel Depok influenced by marketing  stimuli are the variable product, price, location / distribution, promotion and service while the most important or dominant factors is variable product, promotion and service. Keywords: Marketing Stimuli, Group Domestic Package Tour, Buying Decision, Consumer Buying Behaviour, Dipo Tour & Travel.  ABSTRAKMeningkatnya daya saing usaha perjalanan wisata di Indonesia, membuat para pelaku usaha berupaya dengan berbagai cara untuk mempertahankan dan meningkatkan usahanya. Mereka bersaing dan berlomba menarik perhatian calon konsumen (wisatawan) dan mempengaruhinya agar membeli produk-produk wisata yang ditawarkan. Dipo Tour & Travel Depok adalah contoh sebuah biro perjalanan wisata yang mampu bertahan  bahkan memiliki konsumen yang terus meningkat dalam penjualan paket wisata domestik untuk grup. Tujuan dari penelitian ini adalah investigasi untuk mengetahui secara mendalam gambaran produk paket wisata domestik grup yang ditawarkan Dipo Tour & Travel, upaya-upaya pemasaran yang dilakukan, dan mengetahui stimuli pemasaran penting yang  mempengaruhi konsumen dalam memutuskan untuk membeli paket wisata domestik grup tersebut. Metode penelitian studi kasus ini adalah deskriptif kualitatif dengan data primer didapat dari hasil wawancara mendalam kepada beberapa informan yang dipilih secara purposive. Hasil akhir dari studi kasus ini adalah keputusan pembelian paket wisata domestik grup di Dipo Tour & Travel Depok dipengaruhi oleh stimuli pemasaran yaitu variabel produk, harga, lokasi/distribusi, promosi dan layanan, dengan faktor yang paling penting dan dominan berpengaruh adalah variabel produk, promosi dan layanan.Kata Kunci : Marketing Stimuli , Paket Wisata Domestik Grup, Keputusan Pembelian, Perilaku Pembelian Konsumen, dan  Dipo Tour & Travel.
Analisa Minat Wisata Museum Kota Bandung Solihat, Ani; Ary, Maxsi
Jurnal Pariwisata Vol 3, No 2 (2016): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.847 KB) | DOI: 10.31311/par.v3i2.1517

Abstract

ABSTRAKMuseum merupakan tempat kumpulan benda-benda sejarah sebagai bukti yang harus diketahui oleh masyarakat, khususnya generasi baru sebagai suatu pembelajaran terhadap sejarah. Di Kota Bandung terdapat sejumlah museum diantaranya Museum Geologi, Museum Konferensi Asia Afrika, Museum Mandala Wangsit Siliwangi, Museum  Pos, Museum  Negeri Sri Baduga, dan Museum Barli. Ke-6 museum tersebut dikelola oleh pihak pemerintah dan swasta. Sampai saat ini minat wisatawan yang datang ke Kota Bandung hanyalah wisata belanja, kuliner, dan wisata kota, hal ini tidak signifikan dengan minat wisatawa edukasi pada  museum di Kota Bandung. Sejak tahun 2014 Kota Bandung banyak dilakukan pembenahan di berbagai tempat seperti, taman-taman, Alun-Alun  Kota Bandung, jalanan seperti Braga sebagai salah satu objek wisata tempo dulu, kawasan Dago, termasuk wilayah Asia Afrika yang dijadikan sebagai tempat Konferensi Asia Afrika ke-50, hal ini salah satu magnet meningkatkan para wisatawan untuk mengunjungi Kota Bandung. Bertambahnya para wisatawan seharusnya merupakan potensi besar bagi pemerintah Kota Bandung dalam meningkatkan minat kunjungan pada museum sebagai sarana wisata edukasi dan sejarah. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasikan seberapa besar minat wisatawan Kota Bandung dalam mengunjungi museum di Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif deskriptif sedangkan responden pada penelitian ini adalah wisatawan Kota Bandung yang berada di area kawasan wisata belanja, wisata kuliner, dan wisata kota. Hasil penelitian  menunjukan bahwa minat para wisatawan Kota Bandung sangat rendah dalam mengunjungi museum di Kota Bandung.Kata kunci : Pariwisata, Minat Konsumen, Wisata Museum  ABSTRACTMuseum is a collection of historical objects as evidence that should be known by the public, especially the new generation as a study of the history. In Bandung there are a number of museums including the Geology Museum, Asian-African Museum, Mandala Wangsit Siliwangi Museum, Post Museum, Sri Baduga Museum, and Barli Museum. All six of the museum managed by the government and private parties. Until now the interest of tourists who come to the city of Bandung is just shopping, dining and tours of the city, it is not significant to the interests wisatawa education at the museum in the city of Bandung. Since 2014 Bandung many improvements done in various places, such as parks, Square Bandung, street like Braga as one of the attractions of the past, Dago, including the Asian-African region serve as a place Asian-African Conference ke- 50, it is one of the magnets increase the tourists to visit the city of Bandung. Increasing the tourists should have a great potential for the government of Bandung in increasing interest in the visit to the museum as a means of travel and history education. The purpose of this study was to identify how big tourist interest in visiting Bandung museums. The method used in this research is descriptive quantitative method, while respondents in this study is that Bandung tourists, which is in the area of shopping area, culinary tours, and city tours. The results showed that the interest  Bandung tourists is very low in visiting the museum in the Bandung city.  Keyword : Tourism, Consumer Interest, Museum Tours
Analisis Kepuasan Wisatawan Untuk Manajemen Pantai Di Wisata Pantai Tanjung Bira Maryono, Maryono; Effendi, Hefni; Krisanti, Majariana
Jurnal Pariwisata Vol 3, No 2 (2016): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.357 KB) | DOI: 10.31311/par.v3i2.1352

Abstract

ABSTRAKTanjung Bira pantai telah menjadi pusat pariwisata di Kabupaten Bulukumba. Akibatnya, peningkatan jumlah pengunjung ke objek wisata Tanjung Bira pantai dapat mengurangi kualitas layanan pantai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis indeks kepuasan pelanggan dan untuk mengidentifikasi indikator yang perlu ditingkatkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan distribusi kuesioner close-end. Analisis yang dilakukan dengan menghitung Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance-Performance Analysis (IPA). Penelitian dilakukan di pantai Tanjung Bira dari bulan April sampai Mei. Pengumpulan data dari kuesioner, 311 responden dari wisatawan lokal. Hasilnya menunjukkan nilai CSI sebesar 58%. Ini berarti bahwa pengunjung merasa cukup puas dengan kondisi dan fasilitas di kawasan wisata Tanjung Bira beach. Pentingnya Kinerja analisis (IPA) mengidentifikasi 13 indikator yang perlu perbaikan, yaitu kesempatan untuk melihat hewan laut, harga tiket masuk, bangku, penjaga pantai, papan buletin, kebersihan pantai, tong sampah, toilet umum, kebersihan toilet umum, medis perawatan, keamanan & keselamatan, budaya sebagai daya tarik wisata lokal dan peran LSM.Kata Kunci: Indeks kepuasan pengunjung, Importance-performance, Tanjung Bira, manajemen pantai.  ABSTRACTTanjung Bira beach has become the center of tourism in Bulukumba District. As the result, the increasing number of visitors to the attractions of Tanjung Bira beach can reduce the quality of beach services. The purpose of this study was to analyze customer satisfaction index and to identify the indicators that need to improved. The method used in this research is survey method with closed-ended questionnaires distribution. The analysis was performed by calculating the Customer Satisfaction Index (CSI) and the Importance-Performance Analysis (IPA). The study was conducted at Tanjung Bira beach from April to May. Collecting data from questionnaires, 311 respondents from local travelers. The results show the value of CSI by 58%. This means that visitors feel quite satisfied with the conditions and facilities in the tourist area of Tanjung Bira beach. The importance-performance analysis (IPA) identified 13 indicators that need improvement, namely the opportunity to see marine animals, the price of admission, benches, lifeguard, bulletin boards, beach cleanliness, trash cans, public toilets, cleanliness of public toilets, medical care, security & safety, culture as a local tourist attraction and the role of NGOs.Keywords : Customer satisfaction index, importance-performance analysis, Tanjung Bira, beach management
Analisis Persepsi Wisatawan Mengenai Penurunan Kualitas Daya Tarik Wisata Terhadap Minat Berkunjung Wiradiputra, Faikar Adam; Brahmanto, Erlangga
Jurnal Pariwisata Vol 3, No 2 (2016): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.125 KB) | DOI: 10.31311/par.v3i2.1561

Abstract

ABSTRAK                                                Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif verifikatif yang dilaksanakan di Destinasi Wisata Ciwangun Indah Camp, Desa Cihanjuang Rahayu, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Penelitian ini ditunjukan untuk mengkaji persepsi wisatawan mengenai penurunan kualitas daya tarik wisata serta pengaruhnya terhadap minat berkunjung. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukan kualitas daya tarik wisata menurut persepsi wisatawan dalam kondisi yang rendah atau kurang menarik. Minat berkunjung wisatawan juga rendah. Penurunan kualitas daya tarik berpengaruh signifikan terhadap turunya minat berkunjung wisatawan. Kebaharuan dalam penelitian ini adalah faktor kerusakan fasilitas akibat kurangnya perawatan dinilai sebagai pemicu persepsi negatif wisatawan terhadap daya tarik wisata, sehingga berdampak pada kurangnya minat untuk berkunjung.Kata kunci: daya tarik wisata, persepsi wisatawan, minat untuk berkunjung, wisata outbondABSTRACTThis research is a descriptive study conducted verification on Sightseeing Ciwangun Indah Camp, Cihanjuang Rahayu Village, District Parongpong, West Bandung regency, West Java. This study indicated to assess the perception of tourists about the decline in the quality of tourist attraction and its influence on interest in visiting. The research method used in this study is a simple linear regression analysis. The results showed that the quality of a tourist attraction as perceived by tourists in conditions of low or less attractive. Interest in visiting tourists too low. The decline in the quality of the appeal of a significant effect on the fall of the interest of visiting tourists. The new finding in this study is a factor of damage to facilities due to lack of maintenance assessed as a negative rating trigger perception of the tourist attraction, so the impact on the lack of interest to visit.Keywords: tourism attraction, the perception of tourists, the interest to visit, outbound tourism 
Dampak Pengembangan Desa Wisata Nglanggeran Terhadap Ekonomi Masyarakat Lokal Hermawan, Hary
Jurnal Pariwisata Vol 3, No 2 (2016): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.534 KB) | DOI: 10.31311/par.v3i2.1383

Abstract

 ABSTRAKPenelitian mengenai dampak pengembangan desa wisata terhadap ekonomi masyarakat lokal ini merupakan jenis penelitian diskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Desa Nglanggeran, Kecamatan Pathuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogakarta. Hasil penelitian diketahui bahwa aktifitas pengembangan Desa Wisata  Nglanggeran dinilai cukup baik, indikatornya utama adalah rata-rata kenaikan kunjungan wisatawan yang cukup besar dari tahun ke tahun. Kesiapan masyarakat lokal yang ditinjau dari tingkat pendidikan, pengetahuan, serta tingkat keterlibatan masyarakat dalam pengembangan desa wisata menunjukan bahwa masyarakat telah cukup siap menghadapi berbagai potensi dampak yang muncul. Tingkat perkembangan pariwisata yang tinggi menghasilkan tingkat frekuensi interaksi yang cukup sering antara masyarakat lokal dan wisatawan, yaitu rata-rata lebih dari 5 kali interaksi per 3 bulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengembagan desa wisata membawa dampak yang positif bagi perkembangan ekonomi masyarakat lokal di Desa Nglanggeran, diantaranya : penghasilan masyarakat meningkat;  meningkatkan peluang kerja dan berusaha; meningkatkan kepemilikan dan kontrol masyarakat lokal; meningkatkan pendapatan pemerintah melalui retribusi wisata. Sedangkan indikasi dampak negatif terhadap ekonomi lokal berupa kenaikan harga barang tidak ditemukanKata kunci : Dampak ekonomi pengembangan desa wisata, pengembangan desa wisata ABSTRACTResearch on the effects of economic development of rural tourism to the local community is a kind of descriptive qualitative research. This research was conducted in the village of Nglanggeran, District Pathuk, Gunung Kidul, Yogakarta. The survey results revealed that the development activities of the Tourism Village Nglanggeran considered quite good, the main indicator is the average increase in tourist arrivals sizeable year-on-year. The readiness of local communities in terms of education, knowledge, and level of community involvement in the development of rural tourism shows that the public has been sufficiently prepared to deal with potential impacts that arise. The level of development of tourism which generates high frequency level of interaction between local communities and the frequent travelers, which is an average of more than 5 times the interaction per 3 months. The results showed that developing a tourist village bring a positive impact to the economic development of local communities in the village Nglanggeran, including: increased public income; increase employment and business opportunities; increase ownership and control of local communities; increase government revenues through travel levy. While indications of a negative impact on the local economy in the form of rising prices of goods can not be found. Keywords: The economic impact of the development of rural tourism, rural tourism development

Page 1 of 1 | Total Record : 6