cover
Contact Name
Yosef Abdul Ghani
Contact Email
yosef.ylb@bsi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi.jurnalubsibdg@bsi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pariwisata
ISSN : 23556587     EISSN : 25282220     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
JURNAL PARIWISATA pertama publikasi tahun 2014, dengan registrasi ISSN dari LIPI Indonesia. JURNAL PARIWISATA merupakan jurnal hasil penelitian ilmiah dibidang Destinasi Pariwisata, Perhotelan, Budaya, Makanan. Dengan artikel tidak pernah dipublikasikan secara online atau versi cetak sebelumnya. JURNAL PARIWISATA memiliki versi online dan cetak dengan jadwal publikasi pada bulan April dan September setiap tahunnya.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 2 (2014): Jurnal PARIWISATA" : 8 Documents clear
KORELASI PENGGUNAAN BAHASA INGGRIS DALAM PENAMAAN FACTORY OUTLET (FO) DI BANDUNG TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN Rahmasari, Gartika
Jurnal Pariwisata Vol 1, No 2 (2014): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.54 KB)

Abstract

Abstract - English is regarded as prestigious language, including in Indonesia which has Indonesian language as its national language. English as an international language is more appreciated than Indonesian language, particularly in tourism. Bandung as one of tourism object, particularly as culinary and shopping destination, is also strongly affected in the usage of English. This can be seen from the naming of many Factory Outlets in Bandung, Indonesia, where most of them use English or its loan words as “brand” or name used by these Factory Outlets.  This paper is a literature study researching the connection of the usage of English in the names of Factory Outlet (FO) towards consumer’s buying decision. The object of this study is the students of Communication Science, Telkom University as many as 55 respondents, ranging between 17-20 years old. From the result of the study, it is known that generally the use of English in names of Factory Outlet (FO) affects the respondents’ decision to shop in FO. Keywords: Buying Decision, Factory Outlet, FO, English  Abstrak - Bahasa Inggris merupakan bahasa yang memiliki prestise atau kedudukan yang tinggi, bahkan di Indonesia yang memiliki bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional mendapatkan apresiasi lebih tinggi dibandingkan dengan bahasa Indonesia, khususnya di bidang pariwisata. Bandung sebagai salah satu tujuan pariwisata, khususnya wisata kuliner dan tujuan belanja, tidak terkecuali mendapat pengaruh yang besar dalam hal penggunaan bahasa Inggris. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan sejumlah nama Factory Outlet yang ada di Bandung, yang hampir sebagian besar menggunakan bahasa Ingris atau serapan bahasa Inggris sebagai “brand” atau nama yang digunakan oleh Factory Outlet yang tersebar di seluruh Bandung. Jurnal ini merupakan study literatur yang meneliti tentang hubungan penggunaan bahasa Asing dalam nama Factory Outlet  (FO) terhadap keputusan pembelian. Yang menjadi responden yang diteliti dalam penelitian ini adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas Telkom sebanyak 55 responden, dengan rentang usia 17-20 tahun. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa secara umum, penggunaan bahasa Inggris dalam penamaan Factory Outlet (FO) mempengaruhi keputusan responden untuk berbelanja ke FO tersebut. Kata Kunci: Keputusan Pembelian, Factory Outlet, FO, Bahasa Inggris.
DAMPAK PENGELOLAAN TAMAN WISATA ALAM KAWAH PUTIH TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL DAN EKONOMI MASYARAKAT Martina, Sopa
Jurnal Pariwisata Vol 1, No 2 (2014): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.449 KB)

Abstract

Abstract - Tourism activity has been shown to promote the growth of the economy through investment and employment opportunities. not only have an impact on the socio-economic dimension alone, but also socio-cultural dimensions even touching the physical environment. Impact on the various dimensions are not only positive but also negative impact. As one of the tourist destinations are Parks Nature White crater located Ciwidey village. The purpose of this study to determine the impact of tourism activities in the Natural Park of the White crater Ciwidey village social and economic communities. This study used a qualitative approach. Data was collected through direct observation. The results showed that tourism activities in Taman Wisata Kawah Putih positive effect in terms of the economy can increase the income of local communities, while the negative impacts in terms of the erosion of the social is the problem - the value of local community norms that tend to mimic the behavior of tourists visiting from outside the area even from abroad.  Keywords : Parks Nature, Social, Economic  Abstrak - Kegiatan pariwisata telah terbukti dapat mendorong pertumbuhan perekonomian melalui peluang investasi dan peluang kerja. tidak hanya berdampak pada dimensi sosial ekonomi semata, tetapi juga menyetuh dimensi sosial budaya bahkan lingkungan fisik. Dampak terhadap berbagai dimensi tersebut bukan hanya bersifat positif tetapi juga berdampak negatif. Sebagai salah satu daerah tujuan wisata adalah Taman Wisata Alam Kawah Putih yang terletak Desa Ciwidey. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dampak kegiatan pariwisata di Taman Wisata Alam Kawah Putih Desa Ciwidey terhadap sosial dan ekonomi di masyarakat sekitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi secara langsung. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan pariwisata di Taman Wisata Kawah Putih berpengaruh positif dilihat dari segi ekonomi dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat, sedangkan dampak negatif yang ditimbulkan dalam segi sosial adalah masalah lunturnya nilai – nilai norma masyarakat setempat yang cenderung meniru perilaku wisatawan yang berkunjung dari luar daerah bahkan dari luar negeri. Kata Kunci : Taman Wisata Alam, Sosial, Ekonomi
MEASURING DESTINATION SERVICE QUALITY (STUDI TENTANG PELAKSANAAN KUALITAS PELAYANAN KEBUN BINATANG BANDUNG) Syarifuddin, Didin
Jurnal Pariwisata Vol 1, No 2 (2014): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.676 KB)

Abstract

Abstract - Destination service quality is the important aspect in the tourism world, because it caused to the visitor satisfaction and to the repeat visit to the destination. Zoo in Bandung is the destination that pays attention to service quality, in order to be able to increase the repeat visit of the tourists. Relating to this research that the research focused to explain destination service quality at Bandung Zoo. Research method used is descripttve quantitative method by using percentage analysis, range, and interval. The population is all visitors to Bandung Zoo for one periode, with the sample measure is 100 people. The result showed that destination service quality Bandung Zoo, reached with the total score 6.597 of the ideal score 7.000. Based on the result that destination service quality at Bandung Zoo is Good, referring to tangible, responsiveness, assurance, reliability and emphaty aspects.  Keywords : Service Quality, Tangible, Responsiveness, Assurance, Reliability, dan Emphaty  Abstrak - Kualitas pelayanan objek wisata merupakan aspek penting dalam dunia pariwisata, karena akan berdampak pada kepuasan pengunjung, dan ujungnya berdampak pula pada kunjungan ulang ke destinasi. Kebun binatang Bandung merupakan destinasi pariwisata yang sangat memperhatikan kualitas pelayanan, dengan harapan meningkatkanya tingkat kunjungan ulang ke destinasi tersebut. Berkaitan dengan penelitian ini bahwa tujuan penelitian difokuskan untuk menjelaskan tentang kualitas pelayanan objek wisata di Kebun Binatang Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis persentase, range, serta tingkat interval. Populasi penelitian adalah seluruh pengunjung ke Kebun Binatang Bandung, untuk periode tertentu, dengan ukuran sampel 100 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan objek wisata Kebun Binatang Bandung, tercapai dengan skor total 6.597 dari skor ideal 7.000. Berdasarkan hasil analisis tersebut, bahwa kualitas pelayanan objek wisata di Kebun Binatang Bandung, termasuk ke dalam kategori BAIK. Aspek yang dinilai baik adalah aspek tangible, responsiveness, assurance, reliability, dan emphaty Kata Kunci : Kualitas Pelayanan, Tangible, Responsiveness, Assurance, Reliability, dan Emphaty
PENDELEGASIAN TUGAS KEPADA TRAINEE DI MAIN KITCHEN GRAND ROYAL PANGHEGAR HOTEL BANDUNG Rijwan, Asep; Andriani, Rian
Jurnal Pariwisata Vol 1, No 2 (2014): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.855 KB)

Abstract

Abstract - The problem is how to meticulous the delegation’s task to the trainee in the Main Kitchen, how the standard operational prosedure for the delegation of task to the trainees in the main kitchen, as well as how chance and opportunity from the delegation of the task to the trainee in the Main Kitchen. In terms of data processing, the author uses descriptive analysis, the methods that attempt to collect data and in accordance with the actual circumstances, present and analysis and than can give you a pratty clear picture of the object being examined and than take his conclution. Based on the results observation it can be inferred that the delegation of task to the trainee in the Main Kitchen of the Grand Royal Panghegar was implemented very well, it can bee seen with pretty clear delegation the task of properly licensed by the trainees. Standard operational prosedure of the delegation to the trainees in the Main Kitchen of the Grand Royal Panghegar Hotel is good, it can bee seen that the trainees can perform activities in the main kitchen with good anyway. The chances of the delegation of the task to the trainee in Main Kitchen of the Grand Royal Panghegar Hotel makes the trainees more confidence, have new experiences in food processing, futher increasing the skill of the trainees, and and have the knowladge that more than ever, and staff were not going to get too much of the burden work, sice most can be done by tranees with good. Base on the resoults of observation and discution, the authors conclude that when standard operational prosedures by delegation to trainees run well, then in addition to impact both to trainees will impact both to staff or to staff or the hotel it self. Abstrak - Masalah yang di teliti adalah bagaimana pendelegasian tugas kepadatraineedi main kitchen, bagaimana standar operasional prosedur pendelegasian tugas kepada trainee di main kitchen, serta bagaimana kesempatan dan peluang dari pendelegasian tugas kepada trainee di main kitchen.  Dalam hal pengolahan data, penulis menggunakan analisis deskriptif, yaitu metode yang berusaha mengumpulkan data dan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, menyajikan serta menganalisanya sehigga dapat memberikan gambaran yang cukup jelas atas objek yang diteliti dan kemudian di ambil kesimpulannya. Berdasarkan hasil observasi ini dapat disimpulkan bahwa pendelegasian tugas kepada trainee di Main Kitchen Grand Royal Panghegar Hotel sudah dilaksanakan dengan sangat baik, hal ini dapat dilihat dengan di selesaikannya delegasi tugas dengan baik pula oleh trainee. Standar operasional prosedur pendelegasian kepada trainee di Main Kitchen Grand Royal Panghegar Hotel sudah baik, hal ini dapat dilihat bahwa trainee dapat melaksanakan kegiatan- kegiatan yang ada di main kitchen dengan baik pula. Peluang dari pendelegasian tugas kepada trainee di Main Kitchen Grand Royal Panghegar Hotel menjadikan trainee lebih percaya diri, memiliki pengalaman baru dalam mengolah makanan, lebih meningkatnya skill trainee, dan memiliki pengetahuan yang lebih dari sebelumnya, dan staff pun tidak akan mendapat terlalu banyak beban pekerjaan, karena sebagian dapat dikerjakan oleh trainee dengan baik. Berdasarkan dari hasil observasi dan pembahasan tersebut, penulis menyimpulkan bahwa apabila standar operasional prosedur pendelegasian kepada Trainee dijalankan dengan baik, maka selain berdampak baik kepada trainee akan berdampak baik pula kepada staff atau hotel itu sendiri.
HYGIENE DAN SANITASI DI THE 18th KITCHEN THE TRANS LUXURY HOTEL BANDUNG Kresnadi, Dimas Setio; Andriani, Rian
Jurnal Pariwisata Vol 1, No 2 (2014): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.541 KB)

Abstract

Abstract - Kitchen is a food processing center at the hotel. Good and bad food products in hotel determined on Personal hygiene, sanitation food, sanitation equipment, and sanitary environment in the hotel kitchen is well organized. Hygiene and sanitation in the kitchen is essential to produce healthy food and clean, this study found that poor personal hygiene are employees who are less aware of hand hygiene, food storage facilities that do not match the standard, not the availability of ultraviolet sterilization box for kitchen Utensil, sewerage is inadequate and the use of non-sterile rubber carpet. The research method used in this research is descriptive method. Based on the data obtained, the management should improve the standard of hygiene and sanitation in the kitchen by providing training routine personal hygiene, and keep adding to the food storage bins, providing ultraviolet Utensil box for the kitchen, replacing the flooring with anti slip floor and improve drainage waste according to the standard. Keywords: Hygiene, Sanitation in kitchen hotel  Abstrak - Kitchen merupakan pusat pengolahan makanan di hotel. Baik buruknya produk makanan di hotel  ditentukan  pada  Personal hygiene, sanitasi makanan, sanitasi peralatan, dan sanitasi lingkungan di kitchen hotel yang teratur dengan baik. Hygiene dan sanitasi di kitchen sangatlah penting untuk menghasilkan makanan yang sehat dan bersih, dalam penelitian ini ditemukan personal hygiene yang kurang baik yaitu karyawan yang kurang sadar akan kebersihan tangan, tempat penyimpanan makanan yang tidak sesuai standar, tidak tersedianya ultraviolet box untuk sterilisasi kitchen utensil,  saluran pembuangan air limbah yang kurang memadai dan penggunaan karpet karet yang tidak steril. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Berdasarkan data yang diperoleh maka management sebaiknya memperbaiki standar hygiene dan sanitasi di kitchen dengan cara memberikan training rutin personal hygiene, menambah dan menjauhkan tempat penyimpanan makanan dengan tempat sampah, menyediakan ultraviolet box untuk kitchen utensil, mengganti lantai dengan lantai anti slip dan memperbaiki saluran pembuangan air limbah sesuai standar. Kata Kunci : Hygiene, Sanitasi di kitchen hotel
KAWASAN PRODUKSI SENI PAHAT BATU SEBAGAI DAERAH TUJUAN WISATA DI KABUPATEN MAGELANG Kristiutami, Yuliana Pinaringsih
Jurnal Pariwisata Vol 1, No 2 (2014): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.341 KB)

Abstract

Abstract - Development of tourism in Indonesia is currently more important, not only in order to increase the revenue of the country, is expected also to expanding business opportunities, while providing new job opportunities as well as to reduce unemployment. Potential Village Tamanagung as industrial areas and areas of stone carving art craft. Production area of stone carving art has the potential and attraction of attraction so that built and developed as a worthy tourist destination. In the development of tourism in the area of production of stone sculpture studio and the government in cooperation with surrounding communities. The existence of cooperation between organizations institutions with studio owner. Human Resources Training and empowerment of the overall performance of the Department of Tourism. Involving the private sector role in tourism development and promotion is encouraged with the development of technology and information. Designing a stone sculpture gallery as container sales, promotion, recreation and exhibition of handicrafts is a strategy in the development of stone sculpture production region as one tourism destination. Keywords: Development, Stone Sculpture Area, Potential, Attractions, Tourist Destination Abstrak - Pengembangan kepariwisataan di Indonesia saat ini semakin penting, tidak saja dalam rangka meningkatkan penerimaan devisa negara, diharapkan juga dapat memperluas kesempatan berusaha, disamping memberikan lapangan pekerjaan baru juga untuk mengurangi pengangguran. Potensi Desa Tamanagung sebagai daerah industri dan kawasan kerajinan seni pahat batu. Kawasan produksi seni pahat batu mempunyai potensi dan daya tarik wisata berupa atraksi sehingga layak dibangun dan dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata. Dalam pengembangan pariwisata di kawasan produksi seni pahat batu pemerintah bekerjasama dengan sanggar dan masyarakat sekitar. Adanya kerjasama antara organisasi lembaga dengan pemilik sanggar. Pelatihan Sumber Daya Manusia, serta pemberdayaan kinerja Dinas Pariwisata secara menyeluruh. Melibatkan peran swasta dalam dalam pengembangan pariwisata serta promosi digalakkan dengan adanya perkembangan teknologi dan informasi. Merancang galeri seni pahat batu sebagai wadah penjualan, promosi, rekreasi dan pameran hasil kerajinan merupakan strategi dalam pengembangan kawasan produksi seni pahat batu sebagai salah satu daerah tujuan wisata.  Kata Kunci: Pengembangan, Kawasan seni pahat batu, Potensi, Atraksi, Daerah tujuan wisata
STANDAR PERALATAN PASTRY AND BAKERY SECTION DI HOTEL GRAND ROYAL PANGHEGAR BANDUNG Ryandi, Adhitya; Oda, Oda
Jurnal Pariwisata Vol 1, No 2 (2014): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.525 KB)

Abstract

Abstract - Pastry and bakery section is a section or division under the auspices  of  the   main  kitchen are responsible for handling various  events  such as hotel  weding, birthday  party, coffee break, breakfast,  lunch,  diner,  and others. The issue  will be examined how the  standard equipment  of the pastry  and bakery  section in  Hotel Grand Royal Panghegar Bandung. In terms of processing data, the authors use deskriptip analysis of  techniques of writing that tells something based on  experience  or empirical  data, which are compiled in the form of a report. Based on the observations that have been made by the author, the standard equipment of the pastry and bakery section has good and sufficient. But theem powerment  of the same  equipment  the machine is still less complete. The amount of  pastry and bakery  equipment section is adequately tailored to the capacity of event that uses the products of pastry and bakery. Pastry and bakery e quipment  conditions section is still good, but in terms of the cleanliness of the equipment is still less, so it will decrease the effectiveness of the work of the equipment. Based on data obtained by the author, the author concludes that the standard equipment is very important for the quality of the resulting product. But if  standard equipment owned less adequate, it could be addressed with mobiltas employees who have the skill and knowledge in the field of pastry and bakery. Keyword: Pastry, Bakery, Equipment, ProductsAbstrak - Pastry and bakery section merupakan section atau divisi di bawah naungan main kitchen yang bertanggung jawab menangani berbagai event-event hotel seperti weding, birthday party, coffee break, breakfast, luch, diner,dan lain-lain. Masalah yang akan diteliti yaitu bagaimana standar peralatan pastry and bakery section di Hotel Grand Royal Panghegar Bandung. Dalam hal pengolahan data, penulis menggunakan analisis deskriptip yaitu teknik penulisan yang menceritakan sesuatu berdasarkan pengalaman atau data empiris, yang disusun dalam bentuk laporan. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan oleh penulis, standar peralatan pastry and bakery section sudah baik dan memadai. Namun pemberdayaan peralatan yang berjenis mesin masih kurang lengkap. Jumlah peralatan pastry and bakery section sudah memadai yang disesuaikan dengan kapasitas event-event yang menggunakan produk-produk pastry and bakery. Kondisi peralatan pastry and bakery section masih berkondisi baik namun segi kebersihan peralatan-peralatan tersebut masih kurang sehingga akan menurunkan efektifitas kerja peralatan tersebut. Berdasarkan data yang diperoleh oleh penulis, penulis menyimpulkan bahwa standar peralatan sangat penting bagi kualitas produk yang dihasilkan. Namun apabila standar peralatan yang dimiliki kurang memadai,  hal tersebut dapat diatasi dengan mobiltas karyawan yang memiliki skill dan knowledge di bidang pastry and bakery.Kata Kunci :Pastry, Bakery, Peralatan, Produk
PROSEDUR PEMESANAN DAN PENERIMAAN BAHAN PASTRY UNTUK KEGIATAN PRODUKSI DI HOTEL HILTON BANDUNG Apriani, Anisa; Oda, Oda
Jurnal Pariwisata Vol 1, No 2 (2014): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Ars Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.744 KB)

Abstract

Abstract - Pastry is one of the departments of the hotel to provide a dessert dish.variouscake and dessert should be produced by the pastry every day in accordance with the request of the banquet event order (BEO). To produce the cake and dessert pastry section requires the availability of the raw materials. The basic ingredients are obtained from the order process until receiving of the pastry. use of materials is also onr of the things that influence the availablility of pastry. However in the event booking process and receipt of materials often found obstacles. These barriers have a major on operational at the pastry Hilton Hotels Bandung. The method used was a case study which is a method that takes a particular object to be analyzed in depth by focusing on an issue. Based on the result of research regarding the booking procedure and acceptance of the pastry authors find the constraints, the first one is from suppliers could not send the raw materials at the time of red date or holiday. The second one is from internal parties Hilton that reducing the number of orders that have been submitted by the pastry and the distribution of materials that are not yet well-organized, because many raw materials pastry that is used along with other outlets. So often the materials ordered for pastry and even used by other outlets and causing the pastry to run out of raw materials. Key words : Pastry, Order, Receipt, Raw Materials  Abstrak - Pastry merupakan salah satu departmen di hotel yang bertugas untuk menyediakan hidangan dessert. Bermacam - macam cake dan dessert harus diproduksi oleh bagian pastry setiap harinya sesuai dengan permintaan dari Banquet Event Order (BEO). Untuk memproduksi cake dan dessert tersebut bagian pastry membutuhkan ketersediaan bahan baku. Bahan baku tersebut didapatkan dari proses pemesanan hingga penerimaan bahan pastry. Penggunaan bahan juga merupakan salah satu hal yang mempengaruhi ketersediaan bahan pastry. Namun pada saat terjadi proses pemesanan dan penerimaan bahan, sering sekali ditemukan kendala. Kendala tersebut berdampak besar pada kegiatan operasional di pastry Hotel Hilton Bandung. Metode yang digunakan adalah studi kasus yaitu suatu metode yang mengambil suatu objek tertentu untuk dianalisa secara mendalam dengan memfokuskan pada suatu masalah. Berdasarkan hasil penelitian mengenai prosedur pemesanan dan penerimaan bahan pastry penulis menemukan kendala. Pertama dari pihak supplier yang tidak dapat mengirimkan bahan baku pada saat tanggal merah atau hari libur, kedua dari pihak internal Hilton yang mengurangi jumlah pesanan yang telah diajukan oleh bagian pastry dan pendistribusian bahan yang belum terorganisir dengan baik, karena banyak bahan baku pastry yang digunakan bersama dengan outlet lain, sehingga seringkali bahan yang dipesan untuk kegiatan pastry malah digunakan oleh outlet lain, dan menyebabkan pastry kehabisan bahan baku. Kata kunci : Pastry, Pemesanan, Penerimaan, Bahan Baku 

Page 1 of 1 | Total Record : 8