cover
Filter by Year
Jurnal Keperawatan BSI
Published by Univeritas BSI Bandung
Articles
81
Articles
Pendidikan Kesehatan Jiwa Bagi Keluarga Di Wilayah Kerja Puskesmas Sukamerang Kecamatan Kersamanah Kabupaten Garut

Hernawaty, Taty

KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2018): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pada umumnya penderita gangguan jiwa tinggal bersama keluarganya. Dampaknya, stressor yang dirasakan keluarga bertambah. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga merasakan beban baik secara fisik maupun psikologis. Untuk itu keluarga perlu diberikan support agar mampu bertahan terhadap kondisi yang dihadapi. Pendidikan kesehatan jiwa menjadi suatu upaya yang secara tidak langsung dapat mempertahankan dan meningkatkan derajat kesehatan keluarga. Keluarga gangguan jiwa di Kecamatan Kersamanah pernah mendapatkan beberapa kali pendidikan kesehatan jiwa oleh pihak Puskesmas namun masih berdasarkan tema umum. Oleh karena itu, keluarga perlu mendapat materi pemberian pendidikan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pendidikan kesehatan yang diberikan bagi keluarga gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Sukamerang Garut.     Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga gangguan jiwa yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sukamerang Kabupaten Garut, sebanyak 125 keluarga. Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode pengambilan sampel jenuh. Tempat penelitian dilakukan di Puskesmas Sukamerang Garut yang meliputi seluruh desa. Data dikumpulkan menggunakan instrumen yang mengukur beban perawatan dan dianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi pendidikan kesehatan yang diberikan pada keluarga gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Sukamerang berkaitan dengan ketergantungan pasien terhadap keluarga.  Hasil akhir dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi pihak Puskesmas agar mengembangkan materi dan metoda yang diberikan pada proses pendidikan kesehatan yang diberikan bagi keluarga gangguan jiwa.

TINGKAT STRES IBU YANG MEMILIKI ANAK KANKER LEUKEMIA DI RUMAH CINTA ANAK KANKER JL. BIJAKSANA DALAM KOTA BANDUNG

Lesmanawati, Nenden, Qoyyimah, Dinan Fashalna

KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2018): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAK Kanker leukemia merupakan salah satu jenis kanker yang sering ditemukan pada anak-anak. Ketika seorang anak didiagnosis menderita kanker, orangtua harus menghadapi sejumlah stressor baru. Berdasarkan hasil studi pendahuluan terhadap 10 orang ibu yang memiliki anak penderita kanker leukemia, didapatkan enam orang sering merasakan kelelahan dan mengalami gangguan tidur, empat orang sering merasakan emosi yang tidak stabil. Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui tingkat stres ibu yang memiliki anak kanker leukemia di Rumah Cinta Anak Kanker Jl. Bijaksana Dalam Kota Bandung. Stres adalah reaksi tubuh dan psikis terhadap tuntutan-tuntutan lingkungan kepada seseorang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi sebanyak 206 orang ibu dan sampel menggunakan teknik incidental sebanyak 136 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner baku sebanyak 42 item. Hasil pengolahan data diperoleh tingkat stres ibu secara umum 53 orang (39%) dikategorikan berat, aspek fisiologis 46 orang (34%) dikategorikan sedang, aspek psikologis 53 orang (39%) dikategorikan berat, dan aspek perilaku 48 orang (35%) dikategorikan sedang. Saran untuk Rumah Cinta Anak Kanker untuk mengadakan kegiatan dalam bidang olahraga serta kolaborasi dengan pakar psikologi untuk memberikan arahan, konseling dan motivasi kepada ibu yang memiliki anak kanker leukemia. Kata Kunci :Stres, Ibu, Leukemia

Faktor yang Berhubungan Dengan Kekurangan Energi Kronis pada Ibu Hamil di Puskesmas Pembangunan

Sukmawati, Sukmawati, Mamuroh, Lilis, Witdiawati, Witdiawati

KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2018): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Garut pada tahun 2016 Kabupaten Garut memiliki ibu hamil dengan Kurang Energi Kronis (KEK) berjumlah wilayah I sekitar 11,7%, Wilayah II sekitar 15,6%, Wilayah III sekitar 13,2% serta Wilayah IV sekitar 12,9%. Tujuan penelitian menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil. Penelitian ini bersifat deskriptif korelatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pembangunan Kabupaten Garut. Populasi adalah seluruh ibu hamil yang ada di wilayah kerja Puskesmas Pembangunan. Sampel adalah ibu hamil dengan usia kehamilan trimester 2 dan 3 yang ditentukan dengan teknik non probability sampling yaitu accidental sampling dengan jumlah sampel 42 orang. Hasil penelitian didapatkan bahwa hampir hampir seluruh ibu hamil yang mengalami KEK memiliki pengetahuan yang baik (92,9%), sebagian besar berpenghasilan dibawah UMR (85,7%), sebagian besar mempunyai pekerjaan yang berat (69,0%), sebagian besar menderita sakit (54,8%), dan berusia pada rentang tidak beresiko (52,4%). Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kejadian KEK, terdapat hubungan cukup antara penghasilan dengan kejadian KEK, terdapat hubungan yang kuat antara pekerjaan dengan kejadian KEK, terdapat hubungan yang cukup antara kondisi kesehatan dengan kejadian KEK, serta terdapat hubungan yang lemah antara usia dengan kejadian KEK. Diharapkan pada masa mendatang berbagai pihak dapat meneliti lebih lanjut variabel lain yang mempengaruhi terhadap kejadian kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil seperti sikap, sarana kesehatan perilaku serta sikap petugas kesehatan dan tokoh masyarakat. Kata kunci : KEK, pengetahuan, penghasilan, pekerjaan, kondisi kesehatan dan usia

FAKTOR-FAKTOR PELAKSANAAN SADARI/ BREAST SELF EXAMINATION (BSE) KANKER PAYUDARA (Literature Review)

Irawan, Erna

KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2018): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAK Prevalensi dan insidensi kanker payudara adalah masalah yang sangat penting dan memiliki angka mortalitas tinggi pada wanita. Penderita kanker payudara yang datang kerumah sakit kebanyakan telah memasuki stadium lanjut, salah satu penyebabnya karena tidak melakukan deteksi dini yaitu SADARI kanker payudara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor pelaksanaan SADARI kanker payudara berdasarkan Literature Review (LitRef). Literature Review diambil dari artikel jurnal yang dipublikasikan secara online yang terdiri dari jurnal bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Kriteria pengambilan artikel adalah yang sesuai dengan kata kunci dan terbit minimal tahun 2010, terdapat 22 artikel yang sesuai. Hasil LitRef menunjukkan bahwa faktor-faktor pelaksaanan SADARI kanker payudara adalah demografi (usia, keteraturan menstruasi, pendarahan dipayudara, nulliparity, pendapatan, status pernikahan, pendidikan, budaya, dan kepercayaan), pengalaman klinik pemeriksaan payudara, pengalaman mammography, pengetahuan, sikap, presepsi dan pendidikan kesehatan. Kata Kunci: Faktor-Faktor, Kanker Payudara, Pelaksanaan SADARI.

Resiliensi Remaja Dalam Menghadapi Perilaku Bullying

Yuliani, Silvia, Widianti, Efri, Sari, Sheizi Prista

KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2018): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan catatan Komnas Perlindungan Anak Indonesia di tahun 2013, KPAI menerima 3.339 kasus pelanggaran terhadap anak. Jumlah ini meningkat menjadi 4.965 kasus di tahun 2014, dimana pelaku bullying meningkat menjadi 26%. Plan International dan International Center Reasearch on Women (2015) menunjukan bahwa terdapat 84% anak yang mengalami kekerasan di sekolah. Hal tersebut diperkuat dengan hasil studi ahli intervensi bullying, sebanyak 10-60% siswa di Indonesia melaporkan telah mendapatkan perilaku bullying sekurang-kurangnya sekali dalam seminggu. Seseorang yang mendapatkan perilaku negatif dan menjadi terpuruk, ada sebagian dari diri seseorang yang mampu bangkit dan pulih kembali dari keadaan terpuruknya yang dikenal dengan istilah resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran resiliensi remaja dalam menghadapi perilaku bullying di SMP 1 PGRI Jatinangor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 123 orang kelas VII dan VIII yang diambil dengan menggunakan teknik probability sampling. Penelitian menggunakan instrumen 25-Item Resilience Scale yang disusun oleh Wagnild dan Young dengan nilai validitas .369 sampai .778 dengan nilai reliabilitas 0.943. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar dari responden yaitu 90 orang (73%) memiliki nilai resiliensi yang rendah dalam menghadapi perilaku bullying. Sebagian kecil dari responden (26%) yaitu 32 orang yang memiliki nilai resiliensi sedang dan sangat sedikit dari responden 1 siswa (1%) yang memiliki nilai resiliensi tinggi. Simpulan dari penenlitian ini ialah resiliensi rendah perlu diperhatikan dalam perkembangan remaja. Dalam meningkatkan resiliensi perlunya dukungan dari faktor protektif dalam meningkatkan resiliensi. Karena dorongan positif dari faktor protektif merupakan salah satu faktor eksternal maupun internal dalam meningkatkan resiliensi. Kata kunci : Bullying, korban bullying, Resiliensi remaja

Hubungan Kemandirian Keluarga Dengan Perawatan Hipertensi Pada Keluarga Binaan Puskesmas Sukaresmi Garut

Rosidin, Udin, Shalahuddin, Iwan, Sumarna, Umar

KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2018): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak Penyakit kardiovaskuler kini menjadi penyebab utama kematian di dunia, termasuk di Indonesia. Dari data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan RI tahun 2007 diketahui bahwa 31,9 % kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit kardiovaskuler. diantaranya adalah penyakit hipertensi sebesar 12,3 %, sebagai penyebab kematian kedua setelah stroke. Selain menjadi penyebab kematian, penyakit hipertensi juga prevalensinya sangat tinggi yaitu 31,7 %. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor faktor apa saja yang berhubungan dengan kemandirian keluarga dalam melaksanakan perawatan hipertensi pada keluarga binaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode penelitian adalah cross sectional. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan, akses ke pelayanan kesehatan dan perilaku petugas kesehatan sebagai variabel independen dan kemandirian keluarga dalam melaksanakan perawatan hipertensi di rumah adalah variabel dependennya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada variabel independen pengetahuan responden 50% baik, akses ke pelayanan kesehatan 52,6% jauh, dan perilaku petugas kesehatan 55,3% tidak melakukan standar pelayanan kesehatan. Sedangkan variabel dependen 39,5 % responden berada pada tingkat kemandirian I. Kesimpulan berdasarkan hasil uji statistik didapatkan hasil adanya hubungan antara pengetahuan dengan kemandirian keluarga (p value = 0,042), adanya hubungan antara akses ke pelayanan kesebatan dengan tingkat kemandirian keluarga (p value = 0,044) dan ada hubungan antara perilaku petugas kesehatan terhadap tingkat kemandirian (p value = 0,030). Saran untuk Puskesmas Sukaresmi yang dapat diberikan adalah untuk tetap melakukan pembinaan keluarga khususnya pada penderita hipertensi, mendekatkan jangkauan pelayanan kesehatan kepada keluarga binaan dan selalu bekerja sarna dengan keluarga dalam melaksanakan program pembinaan keluarga. Kata Kunci: Hipertensi, Kemandirian, Pengetahuan

Gambaran Harga Diri Ibu Yang Memiliki Anak Retardasi Mental Usia 7-12 tahun

Maidartati, Maidartati, Hayati, Sri, Aliyah, Risalatul

KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2018): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAK Memiliki anak dengan gangguan intelegensi merupakan salah satu hal yang berada diluar konsep anak idaman dari setiap pasangan suami istri.Salah satu gangguan intelegensi yang banyak terjadi disekitar kita adalah gangguan retardasi mental.Orang tua yang memiliki anak retardasi mental berada dalam situasi yang sulit karena sikap masyarakat.Harga diri yang kurang pada orang tua dengan anak retardasi mental disebabkan oleh munculnya perasaan malu bertemu dengan orang dan tidak dapat menjadikan anak tersebut sebagai suatu kebanggaan.Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi gambaran harga diri orang tua (ibu) yang memiliki anak retardasi mental di SLB bagian A, B, C, dan D Muhamadiyah Ciparay dengan menggunakan metode deskriptif.Teknik Sampling yang digunakan adalah Total Populasidengan sampel berjumlah 54 responden dan dianalisa menggunakanProsentase.Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Sebagian besar responden memiliki harga diri tinggi sebanyak 28 responden (51,85%) dan hampir setengahnya sebanyak 26 responden (48,15%) memiliki harga diri rendah.Hal ini menunjukan adanya harga diri (Ibu) yang positif pada anak retardasi mental di SLB bagian A, B, C, dan D Muhamadiyah Ciparay, maka dari itu institusi harus menyiapkan penyuluhan-penyuluhan ke anak, agar potensi yang dimiliki bisa dikembangkan. Kata kunci : Harga diri, orang tua (ibu), Retardasi mental

Persepsi Suami Pasangan Usia Subur Tentang Kontrasepsi Pria Di Kelurahan Karang Pamulang

Fiqhy, Annisa Nurul, Hermayanti, Yanti, Yani, Desy Indra

KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2018): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAK Angka keikutsertaan pria ber-KB di Indonesia masih rendah. Kelurahan Karang Pamulang adalah salah satu daerah yang tingkat keikutsertaan pria ber-KB yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi suami Pasangan Usia Subur (PUS) tentang kontrasepsi pria di masyarakat Karang Pamulang yang meliputi persepsi kognitif, afektif dan konatif. Metode Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 100 responden yang diambil menggunakan teknik random sampling (acak). Kuisioner dikembangkan berdasarkan modifikasi teori Allport, WHO, dan BKKBN dengan skala likert terdiri dari 22 item pernyataan. Data dianalisis dengan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar 72% responden memiliki persepsi yang mendukung dengan domain persepsi diantaranya: persepsi kognitif 81%, persepsi afektif 60% dan persepsi konatif 57%. Walaupun secara umum persepsi suami mendukung terhadap program KB untuk pria, pada kenyataannya mereka belum tergerak menjadi akseptor, diperlukan pendekatan yang merata terhadap masyarakat. Kata Kunci : Keluarga Berencana (KB), Kontrasepsi pria, Pasangan Usia Subur, Persepsi

Perlindungan Hukum Mahasiswa DIII Keperawatan Dalam Melaksanakan Praktik

Eriyani, Theresia, Witdiawati, Witdiawati

KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2018): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak Pengadaan tenaga kesehatan dilakukan melalui pendidikan tinggi bidang kesehatan yang diarahkan untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang bermutu sesuai dengan standar pelayanan profesi. Tahap Praktek Belajar Lapangan disebut juga sebagai proses pembelajaran klinik yang sepenuhnya dilaksanakan di lahan praktik yaitu Rumah Sakit dibawah pengawasan pembimbing klinik. Dalam melaksanakan praktik klinis mahasiswa bisa terjadi kesalahan atau kelalaian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tanggungjawab mahasiswa D III Keperawatan yang melakukan kesalahan yang mengakibatkan kerugian bagi pasien dan untuk mengetahui perlindungan hukum bagi mahasiswa D III keperawatan yang melakukan kesalahan yang mengakibatkan kerugian bagi pasien. Penelitian yang diuraikan adalah penelitian normatif dengan menggunakan bahan hukum Primer, Sekunder dan Tersier, sifat penelitian deskriptif analitis, pengumpulan bahan hukum dilakukan dengan tehnik studi dokumen, data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaturan tanggungjawab mahasiswa D II Keperawatan yang melakukan kesalahan dapat dilihat dari aspek perdata aspek pidana dan aspek administrasi sedangkan perlindungan hukumnya di atur dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit, Undang-Undang R I No. 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan, Undang-Undang No 36 Tahun 2014 Tentang Tenaga Kesehatan, dan Peraturan Menteri Kesehatan No.148 Tahun 2010 tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Perawat sedangkan Perjanjian Kerjasama antara Institusi Pendidikan dan Institusi Kesehatan sudah terdapat 4 unsur yaitu persetujuan kehendak, kewenangan (kecakapan), objek (prestasi) tertentu dan tujuan perjanjian Kata kunci: Perlindungan Hukum, Mahasiswa D III Keperawatan, Rumah Sakit

PENGARUH PENERAPAN REMINISCENCE THERAPY TERHADAP TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA

Vitaliati, Trisna

KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2018): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidenfikasi pengaruh penerapan reminiscence therapi terhadap tingkat depresi pada lansia di PSTW Bondowoso. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experimental dengan pendekatan one group pre-post test design menggunakan instrument Hamilton Depression Rating Scale, dilakukan pada 30 orang lansia. Teknik analisa data yang dipergunakan adalah dependent t-test dengan α=5%. Hasil penelitian menunjukkan skore rerata perubahan tingkat depresi pada lansia. Hasil uji dependent t-test didapatkan nilai p-value = 0,000, sehingga dapat disimpulkan bahwa reminiscence therapy berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan tingkat depresi pada lansia. Intervensi remiscence therapy dapat menurunkan tingkat depresi pada lansia, sehingga program ini disarankan dapat diterapkan pada lansia sebagai bagian dari program kesehatan lansia. Kata kunci: depresi, lansia, reminiscence therapy