Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 26146711     EISSN : -
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat merupakan jurnal hasil penelitian ilmiah dibidang Pengabdian Kepada Masyarakat Dengan artikel tidak pernah dipublikasikan secara online atau versi cetak sebelumnya. Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat memiliki versi online dan cetak dengan jadwal publikasi pada bulan Februari dan Agustus setiap tahunnya.
Articles 98 Documents
Aplikasi Pengelolaan Arsip Inaktif Berbasis Android pada Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

Leidiyana, Henny, Ridwan, Deval Saladin

Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas UBSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.075 KB)

Abstract

AbstrakArsip mempunyai fungsi yang sangat penting dalam berjalannya sebuah organisasi, yaitu sebagai sumber informasi dan sebagai pusat ingatan kolektif dalam memutuskan masalah atau dalam memutuskan sebuah kebijakan. Namun masih banyak instansi pemerintah yang belum memperhatikan secara proporsional terhadap penyimpanan maupun pengelolaan arsipin aktif. Salah satu penyebab kondisi ini adalah belum adanya system tata kelola arsip modern yang didukung dengan peralatan yang canggih. Salah satunya adalah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang merupakan instansi pemerintah di bawah kementerian keuangan yang berperan juga sebagai unit organisasi penanggungjawab penyelenggaraaan kearsipan di bidang kepabeanan dan cukai. Saat ini KantorPusat Direktorat Bea dan Cukai memiliki sebuah permasalahan dalam menentukan sistem aplikasi dan perangkat yang cocok untuk digunakan di dalam gudang penyimpanan arsip. Penggunaan personal computer (PC) dianggap kurang cocok sebagai perangkat pengelolaan arsip inaktif karena tidak bersifat portable sehingga kurang praktis apabila digunakan di dalam gudang penyimpanan arsip.  Sistem operasi android saat ini memberikan solusi baru sebagai media pengelolaan arsip-arsipinaktif. Ketersediannya pada perangkat seluler membuatnya bersifat ringan, portable dan lebih praktis digunakan, sehingga dapat digunakan pada saat akses ke komputer personal tidak tersedia. Pada penelitian ini dirancang sebuah aplikasi berbasis andoid yang dapat dijadikan solusi dalam mengurangi permasalahan pada Kantor Pusat Direktorat Bea dan Cukai.Kata Kunci: Arsipinaktif, Sistem tata kelola arsip, Portable

Pemanfaatan Videografi Sebagai Strategi Komunikasi Pemasaran Agrowisata Grace Rose Farm – Bandung

Oktaviani, Femi, Sariwaty, Yulia, Rahmawati, Dini, Susana, Eli

Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas UBSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.962 KB)

Abstract

AbstrakAgrowisata didefinisikan sebagai suatu bentuk pariwisata yang memanfaatkan budaya petani sebagai daya tarik wisata. Aktivitas wisatanya melibatkan penggunaan lahan pertanian yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Grace Rose Farm merupakan salah satu tempat pertanian bunga yang baru saja dibuka di awal tahun 2017. Jenis tanamannya tidak hanya mawar namun mulai dari bunga lokal sampai jenis bunga impor, bahkan sayuran organik. Pelaksanaan kegiatan di area agrowisata Grace Rose Farm dilakukan dengan survey pendahuluan, survey lokasi, wawancara, workshop, dan pengambilan gambar untuk pembuatan video. Dalam penyusunan strategi komunikasi pemasaran wisata, tim pengabdian masyarakat membuat planning bersama dalam hal pembuatan videografi sebagai alat pemasaran. Usulan tema dari videografi strategi komunikasi pemasaran disesuaikan dengan konsep tema agrowisata Grace Rose Farm, yaitu: “Fresh Flower and Leisure Park”. Tema tersebut diambil dengan tujuan agar para wisatawan tertarik untuk datang mengunjungi dan menikmati keindahan pemandangan dan perkebunan yang terhampar di area seluas 5 hektar di kaki Gunung Burangrang. Kata Kunci: Videografi, Strategi, Komunikasi, Pemasaran AbstractAgro tourism is defined as a tourism which takes an advantage of farmer’s culture as the attraction. Its activity involves farmland use as a tourist attraction. Grace Rose Farm is one of flower farmlands which opens for public at the beginning of 2017. There are not only roses found there but also other local and imported flowers as well as organic vegetables. The activity of community service in agro tourism Grace Rose Farm was conducted by doing survey, interview, workshop and video-shot. In managing tourism marketing communication strategy our team made a videography planning as a marketing tool.  The theme proposal of videography for marketing communication strategy is in line with the concept of agro tourism theme of Grace Rose Farm  “Fresh : beautiful scenery and farmland stretching in the 5-hektare-area below Mount Burangrang.                     Key Words: Videography, Strategy, Communication, Marketing

Implementasi Pemanfaatan Media Sosial dalam Meningkatkan Pendapatan di Lembaga Belajar SMART CLUB BANDUNG

Putriyandari, Rofily, Amran, Ali, Roisah, Riris, Komalasari, Yunika, Yuliyana, Wulan

Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas UBSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.189 KB)

Abstract

AbstrakTujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pertumbuhan pemasaran produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia melalui strategi pemasaran yang tepat agar mampu berselancar di pasar kompetitif. Meningkatkan pengembangan produk layanan jasa dalam merebut peluang pasar melalui peningkatan kualitas produk dan pemasaran UKM Smart Club Bandung. Metode yang digunakan adalah Bintek (Bimbingan Teknologi), pendampingan serta penguatan dalam proses peningkatan produk layanan yang ditawarkan oleh Smart Club Bandung. Melalui metode tersebut produk layanan jasa yang ditawarkan Smart Club Bandung menjadi lebih variatif dan inovatif, sehingga menarik konsumen sebagai penggunan layanan jasa Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Smart Club Bandung. Hasil dari serangkaian proses Bintek (Bimbingan Teknologi) yaitu peningkatan nilai aset dan pendapatan Usaha Kecil dan Mengah (UKM) Smart Club Bandung, peningkatan kuantitas dan kualitas layanan jasa Smart Club Bandung yang dipasarkan, peningkatan pemasaran produk layanan semakin berkualitas.Kata Kunci : Sosial Media dan Strategi Pemasaran AbstractThe purpose of this activity is to increase the growth of marketing of Small and Medium Enterprises (UKM) products in Indonesia through appropriate marketing strategies to be able to surf in competitive markets. Improving the development of service products in seizing market opportunities through product quality improvement and marketing UKM Smart Club Bandung. The method used is Bintek (Technology Guidance), assistance and strengthening in the process of product improvement services offered by Smart Club Bandung. Through the method of products offered services Smart Club Bandung become more varied and innovative, so as to attract consumers as a service provider of Small and Medium Enterprises (UKM) Smart Club Bandung. The result of a series of Bintek (Technology Guidance) process is the increasing of Smart Club Bandung Small and Medium Enterprises (UKM) assets, increasing the quantity and quality of Smart Club Bandungs marketed services, increasing the quality of service product quality.Key word: Social Media and Marketing Strategy

Sistem Informasi Pelayanan Online di Mapolresta Bandung

Mubarok, Ade, Riana, Dwiza, Sanjaya, Rangga, Prasetio, Rizki Tri, Ramdhani, Yudi, Rismayadi, Ali Akbar, Hidayatulloh, Syarif, Shobary, Mayya Nurbayanti, Fitriyani, Fitriyani, Arifin, Toni, Herliana, Asti

Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas UBSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.509 KB)

Abstract

AbstrakPeranan teknologi sangatlah membantu dalam pekerjaan sehari-hari baik organisasi, perusahaan yang berupa unit kecil ataupun perusahaan besar. Dalam hal ini dikarenakan adanya tuntunan atas pelayanan prima kepada rekan binis atau masyarakat sebagai objek pengguna. Terlepas dari itu yang terjadi di Mapolresta sebagai sarana pelayanan yang dirasa masih perlunya ada perbaikan disetiap unit kerja. Sebagai contoh dalam hal info jadwal SIM keliling dan info kepada masyarakat yang bersifat umum. Karena dengan adanya system informasi berupa website ini sangatlah membantu dari segi waktu serta lebih cepat sampai ke masyarkat.Kata Kunci : Sistem informasi, Pelayanan, SIM Keliling AbstractThe role of technology is very helpful in the daily work of organizations, companies in the form of small units or large companies. In this case due to the guidance of the excellent service to fellow business or community as the user object. Regardless of that happening in Mapolresta as a service facility that still need improvement in every work unit. For example in terms of scheduled mobile SIM info and info to the general public. Because with the information system of this website is very helpful in terms of time and faster to the community.Keywords : Information System, Service, Mobile SIM

Upaya Peningkatan Produktivitas UMKM Melalui Implementasi ICT pada Look At Hijab Bandung

Prasetio, Rizki Tri, Mubarok, Ade, Ramdhani, Yudi, Junianto, Erfian, Rismayadi, Ali Akbar, Anshori, Iedam Fardian, Hidayatulloh, Syarif, Topiq, Salman

Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas UBSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.756 KB)

Abstract

AbstrakUsaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan usaha produktif milik perorangan yang menguasai lebih dari 95% dari jumlah pengusaha di indonesia. Dalam lima tahun terakhir, UMKM telah memberikan kontribusi pada Produk Domestik Bruto (PBD) sebesar 57-60% dan tingkat penyerapan tenaga kerja sekitar 97% dari seluruh tenaga kerja nasional. Dalam upaya pengembangan ekonomi nasional di Indonesia, yang menjadi prioritas utama yaitu UMKM karena menjadi struktur utama ekonomi kerakyatan untuk mengurangi permasalahan kemiskinan. Permasalahan yang dihadapi oleh UMKM dalam meningkatkan kemampuan usaha sangat kompleks yang meliputi berbagai macam indikator diantaranya, kurangnya modal usaha, lemahnya kemampuan manajerial, terbatasnya area pemasaran dan ketersediaan informasi didalam maupun diluar perusahaan. Dalam usaha peningkatan produktivitas UMKM di era teknologi informasi, ketersediaan informasi yang berkualitas memiliki peranan yang sangat penting sehingga UMKM dituntut untuk memperhatikan dan mengelola informasi dengan baik. UMKM Look At Hijab yang bergerak dibidang penjualan hijab memiliki kendala terkait penyebaran informasi produk-produk dan perluasan area pemasaran. Tujuan penelitian ini untuk mendesain sistem informasi yang dapat mendukung dan meningkatkan produktivitas pada UMKM Look At Hijab menggunakan model pengembangan sistem waterfall berdasarkan kebutuhan fungsionalitas UMKM. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas UMKM melalui pengelolaan informasi yang baik. Kata Kunci: UMKM, Produktivitas, ICT AbstractMicro Small and Medium Enterprises (UMKM) is a productive business owned by individuals who control more than 95% of the number of entrepreneurs in Indonesia. In the last five years, UMKM have contributed to the Gross Domestic Product (GDP) of 57-60% and the employment rate of about 97% of the entire national workforce. In the effort of national economic development in Indonesia, which become the main priority that is UMKM because become main structure of people economy to reduce poverty problem. The problems faced by UMKM in improving business capability is very complex which includes various indicators such as lack of business capital, lack of managerial ability, limited marketing area and the availability of information inside and outside the company. In an effort to increase UMKM productivity in the era of information technology, the availability of quality information has a very important role so that UMKM are required to pay attention and manage the information well. Look At Hijab engaged in the sale of hijab have constraints related to the dissemination of information products and the expansion of the marketing area. The purpose of this study is to design information systems that can support and improve productivity at Look At Hijab using a waterfall system development model based on the needs of UMKM functionality. The results of this study are expected to help improve UMKM productivity through good information management. Keywords: UMKM, productivity, ICT

Perancangan Model Wisata Edukasi di Objek Wisata Kampung Tulip

Priyanto, Rahmat, Syarifuddin, Didin, Martina, Sopa

Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas UBSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.981 KB)

Abstract

AbstrakKampung Tulip adalah destinasi wisata yang terletak di kawasan ciwastra Kota Bandung. destinasi wisata ini menwarkan kegiatan berwisata dengan nuansa khas belanda sebagai daya tarik utamanya. Visi utama pengelola Kampung tulip adalah untuk menjadikan destinasi wisata ini sebagai tempat edukasi bagi wisatawan, namun dalam pelaksanaanya masih belum sejalan dengan visi yang ditetapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang konsep wisata edukasi bagi destinasi wisata kampong tulip. Jenis penelitian ini adalah adalah deskriptif dengan pendekatan secara kualitataif. Pengambilan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Rancangan model wisata edukasi dalam penelitian terdiri dari metode pembelajaran tutorial dan eksplorasi. Tujuan pembelajaran tutorial adalah untuk memberikan pengetahuan dasar mengenai berbagai hal yang terdapat di destinasi wisata. Tujuan pembelajaran eksplorasi adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman wisatawan dengan melihat secara langsung objek pembelajaran tersebut.Kata kunci : Wisata Edukasi, Pembelajaran Tutorial, Eksplorasi AbstractKampung Tulip is a tourist destination located in ciwastra Bandung. This destination offers travel activities in Dutch nuances as the main attraction. The main vision of Kampung Tulip managers is to make this destination as a place of education for tourists, but in the implementation is still not in line with the vision set. The purpose of this study is to design the concept of educational tourism for Kampong Tulip. The type of this research is descriptive with a qualitative approach. Data collection is done through observation, interview and documentation study. The design of educational tourism model in research consists of tutorial learning and exploration learning method. The purpose of tutorial learning is to provide basic knowledge about the various things found in tourist destinations. The purpose of exploratory learning is to improve the knowledge and understanding of tourists by looking directly at the learning object.Keywords : Educational Tourism, Tutorial Learning, Exploration.

Be Good Atitude Dalam Berpenampilan Pada UMKM “Mang Piat” Kabupaten Bandung Barat

Rohaeni, Heni, Hikmah, Asri Salimah, Rahmayani, Rani

Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas UBSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.284 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tinjauan penerapan standar penampilan bagi para pegawai UMKM “Mang Piat” di Desa Girimukti Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini terdiri dari 5 indikator standar grooming yaitu: kebersihan dan kerapian diri (personal hygiene), sikap ramah (atittude), mengucapkan salam (greeting), sopan berbicara (polite), menyambut tamu (welcome guest). Metodologi penelitian yang digunakan adalah observasi dan studi pustaka. Pegawai yang ada didalam UMKM tersebut sebanyak 25 orang yang teridiri dari 14 laki-laki dan 11 perempuan. Sehinga hasil dari penelitian ini adalah bahwa penampilan sangat penting bagi pegawai karena bisa menjadikan sebagai daya Tarik para konsumen untuk membeli produk yang dijual. Kualifikasi tim pelaksana kegiatan program ini adalah sebagai berikut, Memiliki kepribadian yang lebih baik lagi yang sesuai dengan pekerja professional, Memiliki kemampuan untuk menserasikan antara berpenampilan dengan kepribadiannya masing-masing, serta keserasian warna dan bentuk tubuh dari orang yang mengenakannya dan Memiliki kemampuan kerja sama dengan orang lain dalam tim (mampu menyesuaikan diri dengan baik), sehingga dengan mudah bisa mencapai tujuan yang diharapkan. Kata kunci: Attitude, Penampilan, UMKM AbstractThis study aims to determine the implementation of performance standards for employees of UMKM "Mang Piat" in the Village Girimukti West Bandung regency. This study consists of 5 standard indicators of grooming, namely: cleanliness and personal hygiene, atittude, greeting, polite, welcome guest. The research methodology used is observation and literature study. Employees who are in the SMEs as many as 25 people consisting of 14 men and 11 women. So the result of this research is that the appearance is very important for employees because it can make as the power Pull the consumers to buy products sold. The qualification of the implementation team of the program is as follows, Having a better personality that suits the professional worker, Having the ability to identify between the appearance with each personality, as well as the harmony of color and body shape of the person who wear it and Have the ability to cooperate with others in the team (able to adapt well), so that it can easily achieve the expected goals.Key word: Attitude, Performing, UMKM

Upaya- Upaya dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan di Objek Wisata Kampung Tulip

Ghani, Yosef Abdul, Astuti, Ayi, Somantri, Putri Riva, Topiq, Salman

Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas UBSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.902 KB)

Abstract

Abstrak Persaingan ketat di bidang industri pariwisata semakin ketat. Perubahan-perubahan di era distruptif ini mau tidak mau akan memaksa organisasi untuk terus menemukan inovasi-inovasi baru untuk tetap bersaing dengan organisasi lain. Salah satu organisasi di bidang jasa pariwisata adalah kampung tulip. Kampung tulip terletak di daerah ciwasta, Kota Bandung. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan masukan-masukan/rekomendasi bagi pengelola objek wisata setelah peneliti melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di kawasan tersebut sebagai bagian dari kewajiban perguruan tinggi untuk melakuakan Tri Dharma Pendidikan. Metode penelitian disini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian yang telah dilakukan merekomendasikan penerapan ISO 9001:2015 secara bertahap sesuai dengan kemampuan organisasi, dan dimensi kualitas jasa servqual bagi pegawai di objek wisata kampung tulip. Dan diharapkan dengan diterapkannya ke dua rekomendasi tersebut akan mampu memberikan pengalaman lebih pada pengunjung dan pada akhirnya akan meningkatkan kepuasan dan word of mouth. Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, ISO 9001, Kampung Tulip AbstractTight competition in the tourism industry is getting tougher. Changes in this distruptive era inevitably want organizations to continue to find new innovations to stay competitive with other organizations. One of the organizations in the field of tourism services is kampung tulip. Kampung tulip located in ciwasta area, Bandung city. This study aims to provide inputs / recommendations for managers of tourism objects after conducting community service activities in the region as part of the task of universities to do Tri Dharma Education. The research method used descriptive qualitative method. The results of the research that has been done ISO 9001: 2015 gradually in accordance with the ability of the organization, and the quality dimensions servqual services for employees in the tulip village tourist attraction. And it is hoped that by applying them to these two recommendations will be able to provide more experience on halan and will ultimately increase satisfaction and word of mouth. Keywords: Quality of Service, ISO 9001, Kampung Tulip

Gambaran Pengetahuan Orangtua Tentang Toilet Training pada Anak Usia Toddler di Puskesmas Pasir Kaliki

Maidartati, Maidartati, Latif, Dhea Dwiyanti

Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas UBSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.227 KB)

Abstract

AbstrakToilet training pada anak merupakan suatu usaha untuk melatih anak agar mampu mengontrol dalam melakukan buang air besar dan buang air kecil. Suksesnya toilet training tergantung pada kesiapan yang ada pada diri anak dan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran pengetahuan ibu tentang toilet training pada anak usia toddler di Wilayah Kerja Puskesmas Pasir Kaliki kota Bandung. Metode penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia toddler. Sampel penelitian ini sebanyak 32 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data menggunakan prosentase. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa setengahnya (50%) termasuk dalam kategori pengetahuan baik, hampir setengahnya responden (41%) termasuk dalam kategori pengetahuan cukup, dan sebagian kecil responden (9%) termasuk dalam kategori pengetahuan kurang. Saran bagi Puskesmas diharapkan peran perawat komunitas sebagai edukator untuk meningkatkan pengetahuan ibu yang memiliki anak usia toddler terkait dengan toilet training melalui pendidikan kesehatan atau penyuluhan di Wilayah Kerja Puskesmas Pasir Kaliki Kota Bandung.Kata kunci : orang tua, pengetahuan, toillet training  AbstractToilet training in children is an attempt to train the child to be able to control in performing defecation and urination. The success of toilet training depends on the readiness of the child and the family. Measurement is the result of human sensing. This study aims to identify a description of mothers knowledge about toilet training in toddler age children in Pasiki Working Area Pasir Kaliki Bandung. This research method is descriptive. The population in this study were mothers with toddler age children. The sample of this study were 32 respondents. Sampling technique using Random Sampling. The instrument used is a questionnaire. Data analysis using percentage. From the results of this study it is known that half (50%) included in the category of good knowledge, almost half of respondents (41%) included in the category of knowledge enough, and a small percentage of respondents (9%) included in the category of less knowledge. Suggestion for Puskesmas expected role of community nurse as educator to improve knowledge of mother with toddler age child related to toilet training through health education or counseling in work area of Pasir Kaliki health center Bandung.Keywords: Parents, Knowledge, Toillet Training

Kampanye Literasi Media (Studi Pada Masyarakat Paseban Kecamatan Senen Jakarta Pusat)

Anisti, Anisti

Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas UBSI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.435 KB)

Abstract

AbstrakArtikel ini membahas tentang perilaku masyarakat dalam menonton televisi. Hal ini dikaji karena masih terdapat masyarakat yang belum memahami tentang literasi media. Penelitian menggunakan studi kasus dengan paradigma konstruktifis. Penelitian merupakan bagiian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan pada warga Kelurahan Paseban Kecamatan Senen Jakarta Pusat. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan informan sebanyak 11 orang melibatkan aparat desa dan masyarakat setempat. Hasil penelitian menemukan bahwa masyarakat masih “tertipu” dengan konten tayangan televisi. Masyarakat menganggap nyata setiap konten yang ditayangkan.  Perilaku ini terjadi karena mereka belum memahami tentang literasi media. Tingkat pemahaman mereka teruji ketika diberikan penyuluhan dan praktik tentang produksi televisi. Kesimpulan bahwa pentingnya mengajak dan memberikan pemahaman pada  masyarakat tentang cara memproduksi siaran televisi, sehingga mereka mampu membedakan konten yang sesuai dengan fakta dan konten yang sifatnya imajinatif. Masyarakat yang sudah terliterasi biasanya tidak hanya mengetahui tentang cara memproduksi konten siaran, akan tetapi mereka juga lebih selektif. Masyarakat terliterasi adalah mereka yang pandai tentang dampak dari setiap tayangan televisi.  Kata kunci: literasi media, televisi, konten media AbstractThis article discusses the behavior of people in watching television. This is studied because there are still people who do not understand about media literacy. The study used case study with constructive paradigm. The research is a devotion of community service activities conducted on the citizens of Paseban Subdistrict, Senen District, Central Jakarta. Data collection techniques through interviews with informants of 11 people involved village officials and local communities. The research finds that people are still "fooled" by television content. The public considers every content that is live. This behavior occurs because they have not understood the media literacy. Their level of understanding is tested when given counseling and practices about television production. The conclusion that it is important to invite and provide understanding to the public about how to produce television broadcasts, so that they are able to distinguish content that is in accordance with facts and content that is imaginative. The already literated society usually not only knows about how to produce broadcast content, but they are also more selective. A literate society is one who is good at the impact of every television show. Keywords: media literacy, television, media content

Page 1 of 10 | Total Record : 98